Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pigmentasi intraoral merupakan hal yang sering dijumpai dalam praktik kedokteran gigi

dan memiliki banyak kemungkinan etiologinya. Pigmentasi rongga mulut dapat berupa pigmentasi fisiologis dan pigmentasi patologis yang dapat menjadi keganasan. Lesi pigmentasi rongga mulut berhubungan dengan meningkatnya produksi pigmen melanin.1 Pigmentasi rongga mulut akan meningkat secara signifikan pada perokok berat. Pigmen melanin pada mukosa mulut akan memberikan sebuah efek perlindungan terhadap kerusakan ultraviolet. Sel melanosit yang tidak terpapar matahari akana mengikat zat-zat berbahaya. Paparan amina polycylic seperti nikotin dan benzpyrenes telah ditunjukkan untuk merangsang produksi melanin oleh melanosit yang diketahui berikatan kuat dengan nikotin. Hal ini telah diteliti bah a produksi melanin di mukosa mulut perokok berfungsi sebagai respon perlindungan terhadap beberapa zat berbahaya dalam tembakau.1 Pada laporan kasus ini! akan dibahas salah satu kelainan patologis dalam rongga mulut yaitu Smocker"s #elanosis pada attached gingiva. Rumusan Masalah $erdasarkan uraian diatas! maka dapat dirumuskan sebagai berikut% &'pa yang dimaksud dengan Smocker"s #elanosis dan bagaimana cara menanganinya() Tujuan Laporan *ujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui secara jelas mengenai Smocker"s #elanosis! sehingga dapat memberikan instruksi kepada pasien. Manfaat Penulisan Laporan Penulisan laporan kasus ini dapat memberikan manfaat bagi penulis untuk menambah pengalam dan a asan bagi mahasis a+i ,-. /sakti sebagai refrensi mengenai Smocker"s #elanosis.

TIN AUAN PU!TA"A Definisi !mo#ker$s Melanosis %!M& #ukosa orofaring seringkali mengalami diskolorasi yang lebih dikenal dengan pigmentasi. Proses terjadinya pigmentasi dapat memuncak ditandai dengan terbentuknya pseudomembran! peningkatan keratin (white lesion)! atau peningkatan vaskularisasi pembuluh darah (red lesion). 0ikolorasi pada mukosa orofaring menjadi kebiruan! kecoklatan dan kehitaman merupakan manifestasi dari adanya deposit pigmen baik secara endogen atau eksogen. #eskipun banyak bahan kimia yang dapat terdeposit pada mukosa orofaring! namun sedikit yang dapat menyebabkan pigmentasi! antara lain bilirubin! porphrins dan hemosiderin.1 Pigmen eksogen biasanya terdeposit secara langsung ke dalam submukosa. *etapi! beberapa pigmen dapat dicerna! diabsorbsi! dan distribusi melalui hematogen ke dalam jaringan ikat! terutama pada daerah yang sering terjadi inflamasi kronis! misalnya gingiva.1 S# merupakan pigmentasi fokal pada mukosa oral. S# cenderung meningkat secara signifikan seiring dengan penggunaan tembakau. Perokok memiliki propabilitas mengalami pigmentasi dibandingkan dengan individu yang tidak merokok.1 Lesi pigmentasi pada S# biasanya ber arna kecoklatan! multiple! rata dengan daerah sekelilingnya 2makula3! diameter kurang dari 1 cm! terletak pada attached gingiva labial anterior dan interdental papil! tidak beraturan! pada beberapa kasus nampak seperti konfigurasi pulau-pulau. Pigmentasi pada palatum dan mukosa bukal berhubungan dengan perokok yang menggunakan pipa.4 Secara histologis! S# tidak memiliki potensi keganasan.1!5 Etiologi 'an Pre(alensi !mo#ker$s Melanosis %!M& 6tiologi dari S# adalah tembakau yang terabsorbsi oleh mukosa rongga mulut! terutama daerah yang seringkali mengalami inflamasi kronis! seperti gingiva.1 Prevalensi dari S# adalah perokok berat. #enurut 7asin! anita diatas 58 tahun cenderung menderita S#.5 9amun! tidak setiap idividu memiliki probabilitas yang sama terhadap S#. Hal ini tergantung pada sel melanosit pada setiap individu. 'pabila melanogenesis mudah distimulasi akibat adanya absorbsi tembakau! maka mudah sekali terbentuk pigmentasi! yaitu S#.1 2

Diagnosis !mo#ker$s Melanosis %!M& 0iagnosis S# ditegakkan berdasarkan anamnesis secara mendetail! pemeriksaan klinis serta pemeriksaan penunjang! seperti biopsi.: Diagnosis Ban'ing !mo#ker$s Melanosis %!M& 1. Pigmentasi fisiologis Pigmentasi fisiologis seringkali dijumpai dalam praktik kedokteran gigi! merupakan hasil dari terjadinya peningkatan pigmen melanin. ;ndividu berkulit hitam lebih sering nampak adanya pigmentasi fisiologis. Pe arnaan yang terjadi dari coklat terang hingga kehitaman. Pigmentasi fisiologis akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia! sedangkan intensitas dari pe arnaan pada pigmentasi berhubungan dengan kandungan dalam rokok! hormon! dan medikasi sistemik. Pigmentasi fisiologis seringkali terjadi pada seluruh mukosa oral! namun pada gingiva terletak pada attached gingiva. 0iagnosis dari pigmentasi fisiologis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gambaran klinis.4 1. #akula melanotik #akula melanotik oral berbentuk kecil! berbatas jelas! ber arna coklat kehitaman! biasanya terdapat pada mukosa labial! gingiva! palatum dan mukosa bukal. Predileksi terjadinya makula melanotik lebih sering terjadi pada anita dengan rerata usia antara 4-<= tahun. Secara histologi! terjadi produksi melanin dari sel basal dengan mofologi sel yang normal. Pemeriksaan penunjang seperti biopsy perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan diagnosa dari lesi melanotik oral lainnya.4

.ambar 1. #akula #elanotik 3

Laporan "asus

RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS TRISAKTI
REKAM MEDIK LESI ORAL

IDENTITA! PA!IEN 9ama Pasien 9ama ?rang *ua Suku 'lamat % 0/#' >;' 7'9*; % Sopan S % $atak % -ampung @ibitung >* 8:+8A *elaga 'sih! @ikarang $arat $ekasi Benis -elamin % Canita *anggal Lahir % 18 'pril 1<A< Status % Banda 'gama % -risten Pekerjaan % Pendidikan % S#/ $erat+*inggi $adan % =4 kg+1:4 cm "ELUHAN UTAMA Pasien anita datang dengan keluhan gusinya terlihat lebih gelap. ANAMNE!I! Seorang pasien perempuan berusia 45 tahun datang ke >S.#-P *risakti dengan keluhan gusi terlihat lebih gelap. Pasien mengeluhkan akan hal ini karena menganggu estetik pasien yang berprofesi sebagai penyanyi nikahan. Pasien memiliki arna kulit sa o matang dan tidak pernah merasa sakit pada pe arnaan tersebut. Pasien memiliki 1 orang anak yang telah de asa. Pasien mengaku ngidam merokok pada kehamilan anak keduanya sekitar 11 tahun yang lalu. Pasien mengidam merokok sejak bulan pertama kehamilannya. Pada a alnya pasien hanya menghabiskan beberapa batang rokok dalam sehari! namun lambat laun pasien dapat menghabiskan 1-5 bungkus rokok per hari. Pasien mengaku merasa tidak bebas saat masa kehamilannya! sehingga

ia merokok untuk menghilangkan tekanan yang terjadi pada dirinya. Selama masa kehamilannya tersebut! pasien mengaku mengkonsumsi rokok kretek. Setelah anak keduanya lahir! pasien mengaku tidak pernah melanjutkan kebiasaannya merokok hingga sekarang. ?rang tua dan keluarga pasien tidak ada yang mengalami pe arnaan seperti ini pada gusinya. Pasien tinggal di daerah $ekasi! yang diketahui jauh dari pabrik batrei atau logam. RI)A*AT PEN*A"IT UMUM *idak ada ri ayat batuk dan gangguan pernafasan. PEMERI"!AAN UMUM $aik Sklera mata -onjungtiva Carna kulit Carna kulit ajah % Pasien dalam kondisi sehat % Putih % #erah muda % @oklat % @oklat

PEMERI"!AAN !E"ITAR MULUT %E"!TRA +RAL& 1. $entuk muka 1. Pembengkakan 5. -elenjar Limfe Submental Submandibula Servikal 4. $ibir :. -ulit sekitar mulut A. Lain-lain % *idak ada pembengkakan % *idak ada pembengkakan % *idak ada pembengkakan % Sehat % Sehat % 2-3 % ovoid % *.'.-

PEMERI"!AAN R+N,,A MULUT %INTRA +RAL& 1. Hiegine oral a. 0ebri b. Stain c. -alkulus 1. #ukosa labial % buruk % *idak ada % >egio 1!1!5!4 % >egio 1!1!5!4 % sehat 5

5. #ukosa bukal :. #ukosa lidah a. 0orsal b. Lateral c. Dentral % sehat % sehat % sehat

% sehat

4. #ukosa dasar mulut % sehat

A. #ukosa gingiva

% Lesi berbentuk makula! ber arna coklat kehitaman!

terletak pada unattached gingiva 2lepi spesifik pada sulkus3 gigi geligi anterior >' dan >$! tidak beraturan. E. #ukosa palatum a. 0urum b. #olle % sehat % sehat

=. #ukosa orofaring

Smocker Me!"#o $

0eskripsi Lesi % Lesi berbentuk makula! ber arna coklat kehitaman! terletak pada unattached gingiva 2lepi spesifik pada interdental3 gigi geligi anterior >' dan >$! tidak beraturan.

=. Lain-lain <. .igi geligi

% 2-3 % RES

% %

A A

: :

4 4

5 5

1 1

1 1

1 1

1 1

5 5

4 4

: :

A A

% %
E E

= =

%=% %E %

RES

PEMERI"!AAN RADI+L+,I" *idak dilakukan. PEMERI"!AAN PENUN AN, *idak dilakukan. DIA,N+!I! "ER A 1. Smocker"s #elanosis 1. Pigmentasi ,isiologis DIA,N+!I! BANDIN, 1. Pigmentasi ,isiologis 1. #akula #elanotik DIA,N+!I! TETAP Smocker"s #elanosis

REN-ANA PERA)ATAN &

1. ;dentifikasi -asus ,aktor etiologi *erjadi penumpukan melanin yang berlebihan akibat adanya rangsangan dari terabsorbsinya tembakau. ,aktor predisposisi ?H buruk dan hormon anita. 1. *erapi 6liminasi ,aktor etiologi #enganjurkan pasien untuk tidak merokok lagi. ,aktor predisposisi #enganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan rongga mulut. 5. *erapi Simtomatik 2-3 4. *erapi Suportif 2-3 :. #otivasi! edukasi dan instruksi 0iberikan penjelasan atas kelainan tersebut adalah tidak berbahaya kontrol 5 hari. ;nstruksi untuk tidak merokok lagi. ;nstruksi menjaga ?H.

PERA)ATAN *anggal 15-:-11 -egiatan 1. ;ndikasi! foto profil! foto intra dan ekstra oral 1. 'namnesis 2pada lembar depan3 5. Pemeriksaan intra-oral 2deskripsi lesi3 4. 6dukasi dan motivasi Paraf

'

PEMBAHA!AN DAN "E!IMPULAN Pigmentasi gingiva merupakan kelainan yang disebabkan oleh penumpukan melanin yang berlebihan. #elanin berasal dari melanosit yang terdapat pada lapisan basal epitelium. Carna gelap atau diskolorasi pada gingiva dapat disebabkan berbagai faktor! baik faktor endogen maupun eksogen. .ingiva pada umumnya dipengaruhi respon jaringan dalam rongga mulut yang bertanggung ja ab untuk menunjukkan penampilan secara estetik. Pigmentasi melanin sering terjadi pada gingiva sebagai hasil ketidaknormalan deposit melanin.A Pada kasus ini! diketahui pasien merupakan perokok berat! namun hal itu terjadi 11 tahun yang lalu. Pasien mengeluhkan akan hal ini karena menganggu estetik pasien yang berprofesi sebagai penyanyi nikahan. Hal ini terjadi akibat melanogenesis pasien mudah distimulasi akibat adanya absorbsi tembakau! maka mudah terbentuk pigmentasi. Pada kasus ini tidak ada pera atan yang spesifik! namun pasien diberikan penjelasan bah a kelainan ini tidak berbahaya.

.ambar 1. .ambaran klinis S# pada pasien. Pigmentasi melanin pada gingiva secara klinis asimtomatik! meskipun dikeluhkan sebagai black gums dapat menganggu estetik! apalagi jika pigmentasi tersebut tampak selagi berbicara atau tersenyum.A

DA.TAR PU!TA"A 1. Deeresh! #.! 9andakumar! H.! Harshitha. Smocker"s #elanosis of the buccal mucosaF a case report. Department of Oral and Maxillofacial Surgery! -rishnadevaraya @ollege of dental Sciences. 1. 6versole! L. >. Pigmented Lesion ?f *he ?ral #ucosa. 5. 7asin! @.! /mit! 6. *he normal and pathological pigmentation of oral mucous membraneF a revie ! The Journal of ontemporary Dental !ractice 1885F4. 4. .ondak! >. ?.! Silva Borge! >.! Borge! B. dkk. ?ral pigmented lesion% @linicopathologic features and revie Medicine and !athology! 1884. :. -auzman! '.! Pavone! #.! $lanas! 9.! dkk. Pigmented lesion of the oral cavity% revie ! differential diagnosis! and case presentation! Journal of The anadian #ssociation 1884% E8F 18. A. Hartanti! dan Lastrianny! S. P. Pera atan hiperpigmentasi gingiva dengan metode scraping! Ma$alah %edokteran &igi 188=%1:. of the literature! Journal Section" Oral

1)