Anda di halaman 1dari 31
METABOLISME ENERGI Irfannuddin dr.,SpKO,AIF,DMedEd,MPdKed Irfannuddin 1
METABOLISME ENERGI
Irfannuddin
dr.,SpKO,AIF,DMedEd,MPdKed
Irfannuddin
1
METABOLISME Metabolisme: change - Rangkaian proses reaksi kimia yang muncul di dalam sel yang memungkinkan
METABOLISME
Metabolisme: change
- Rangkaian proses reaksi kimia yang muncul
di dalam sel yang memungkinkan sel untuk
meneruskan hidupnya (Guyton)
Contoh:
Rangkaian proses oksidasi Energi
Oksidasi CHO, Fat, Protein CO2 + H2O + Energi (ATP)
Irfannuddin
2
Metabolisme Anabolisme & Katabolisme Anabolisme : Mol. organik kecil makromol. organik lebih besar Utilisasi
Metabolisme
Anabolisme & Katabolisme
Anabolisme :
Mol. organik kecil makromol. organik lebih besar
Utilisasi energi
- Pembentukan molekul kaya energi siap pakai (ATP)
- Manufaktur materi sel (protein)
- Penyimpanan sumber energi (glikogen / kompleks CHO)
- Penyimpanan energi yang belum dibutuhkan (fat)
Irfannuddin
3
Katabolisme Degradasi/pemecahan molekul organik besar & kaya energi. m’produksi energi Dua tingkatan : -
Katabolisme
Degradasi/pemecahan molekul organik
besar & kaya energi. m’produksi energi
Dua tingkatan : - Hidrolisis (mol. besar)
- Oksidasi (mol. Kecil
Oksidasi CHO, Fat, Protein CO2 + H2O + Energi (ATP)
Apakah energi hanya dihasilkan melalui
proses oksidasi ?
Irfannuddin
4
Irfannuddin 5
Irfannuddin
5
ENERGI E = Work = Heat = Force x Distance = m.c2 = Capacity to
ENERGI
E = Work = Heat = Force x Distance = m.c2
= Capacity to do work
Hukum Termodinamika I = ?
Bentuk Energi :
• Energi termal, elektrik, mekanik dll.
• Energi dalam ikatan kimia :
Energi kinetik (motion energy)
Bola menggelinding, parfume menyebar, aliran listrik, molekul
melewati membran
Energi potensial (stored energy)
Energi tersimpan dalam molekul yang membentuk ikatan kimia
Irfannuddin
6
Irfannuddin 7
Irfannuddin
7
Energi dalam Tubuh Manusia • Sumber : bahan makanan (nutrisi), dipecah Digesti absorbsi distribusi CHO,
Energi dalam Tubuh Manusia
• Sumber : bahan makanan (nutrisi), dipecah
Digesti absorbsi distribusi
CHO, Protein. Fat Pecah Metabolisme
Aktivitas Biologis
CHO, Protein, Fat (Store)
Panas
Nutrisi 50% Panas
50% ATP+Store 50% Panas
50% Aktivitas Biologi
Irfannuddin
8
25% Aktivitas Biologi Eksternal: Kontraksi otot, menggerakan objek luar / tubuh Mechanical work (di luar
25% Aktivitas Biologi
Eksternal:
Kontraksi otot, menggerakan objek luar / tubuh
Mechanical work (di luar tubuh)
Internal:
Aktivitas otot mempertahankan postur,menggigil
Aktivitas fisiologi
Chemical work: re/kimia (enzim), sintesis, digesti
Transport work: sirkulasi, transport aktif (ion, mol)
Irfannuddin
9
75% Panas • Energi yang sia-sia ? • Untuk regulasi temperatur tubuh. • Lingkungan lebih
75% Panas
• Energi yang sia-sia ?
• Untuk regulasi temperatur tubuh.
• Lingkungan lebih dingin dari tubuh !!
Tubuh harus memproduksi panas agar tetap
bermetabolisme.
• Suhu tubuh ?… Reaksi kimia tetap baik
Protein sel tidak rusak.
Irfannuddin
10
Tujuan Utama Metabolisme Energi Produksi ATP ATP Adenosine (adenine + ribose) + 3 Phosphat Nukleotida
Tujuan Utama Metabolisme Energi Produksi ATP
ATP Adenosine (adenine + ribose) + 3 Phosphat
Nukleotida : Purin + Gula + Posfat
NH2
C
N
N
C
CH
HC
C
N
N
O
O
O
O
OCH2 P
OH
O
P
O
P
OH
OH
OH
OH
Irfannuddin
11
PRODUKSI ATP 1. Konversi posfo-kreatin 2. Glikolisis anaerobik 3. Posforilasi oksidatif 1. Siklus Kreb 2.
PRODUKSI ATP
1. Konversi posfo-kreatin
2. Glikolisis anaerobik
3. Posforilasi oksidatif
1. Siklus Kreb
2. Rantai transfer elektron
Konversi Posfo-kreatin (CP)
Creatinekinase
CP
C + Pi + Energi
ADP + Pi ATP
Irfannuddin
12
Glycogen Glucose Glucose 6-phosphate Glycerol Glycolysis 2 ATP NH3 Some Amino Acids Pyruvate Lactate Cytoplasma
Glycogen
Glucose
Glucose 6-phosphate
Glycerol
Glycolysis
2 ATP
NH3
Some Amino Acids
Pyruvate
Lactate
Cytoplasma
O2
Mitochondria
Pyruvate
Fatty acids
Acetyl CoA
CoA
Ketone bodies
O2
32-34 ATP + H2O
CO2
High E e- + H+
Citric acid
cycle
2 ATP
Electron transport
system
Some Amino Acids
Irfannuddin
13
NH3
Irfannuddin 14
Irfannuddin
14
Anaerobic Glycolysis Irfannuddin 15
Anaerobic Glycolysis
Irfannuddin
15
Oxydative Phosphorylation Irfannuddin 16
Oxydative Phosphorylation
Irfannuddin
16
Oxydative Phosphorylation Irfannuddin 17
Oxydative Phosphorylation
Irfannuddin
17
Irfannuddin 18
Irfannuddin
18
Reaksi Substansi yg di proses Lokasi Hasil ATP Produk akhir utk ekstraksi energi lanjutan Kebutuhan
Reaksi
Substansi yg di
proses
Lokasi
Hasil ATP
Produk akhir
utk ekstraksi
energi lanjutan
Kebutuhan
per 1
oksigen
glukosa
Glikolisis
Glukosa
Sitosol
2
ATP
As. Piruvat
No, anaerobik
Siklus as. sitrat
2 Asetil koA dari 2 as
piruvat dari 1 glukosa
Matriks
2
ATP
-8 NADH
mitokondria
+
-2 FADH2
2
ATP
( karier hidrogen )
Ya, dari mol
yang terlibat
dalam siklus
as sitrat
Electron
transport chain
Elektron kaya energi
terikat di atom hidrogen
dalam karier hidrogen
(NADH & FADH2) dari
siklus asam sitrat
Krista
32 ATP
None
membran
dalam
mitokondria
Ya, berasal
dari mol O2
dari
pernafasan
Irfannuddin
19
Laju Metabolisme Laju metabolisme = pengeluaran energi Banyaknya energi yang dikeluarkan tubuh selama aktivitas
Laju Metabolisme
Laju metabolisme = pengeluaran energi
Banyaknya energi yang dikeluarkan tubuh selama
aktivitas internal dan eksternal
Energi banyak keluar bentuk panas nilai ukur:
kilokalori/jam.
Kalori: panas yg dibutuhkan utk ↑ 1°C air seberat 1
gram.
1 kkal: 1 C
Irfannuddin
20
Keseimbangan Energi • Keseimbangan netral Energi intake = Energi output BB seimbang • Keseimbangan positip
Keseimbangan Energi
• Keseimbangan netral
Energi intake = Energi output BB seimbang
• Keseimbangan positip
Energi intake > energi output
Sisa tersimpan di jaringan adiposa BB ↑
• Keseimbangan Negatip
Energi intake < energi output
Tubuh memobilisasi simpanan energi BB ↓
Irfannuddin
21
PENGATURAN SUHU TUBUH Lingkungan umumnya lebih dingin dari suhu tubuh manusia, manusia berdarah ?… Selalu
PENGATURAN SUHU TUBUH
Lingkungan umumnya lebih dingin dari suhu
tubuh manusia, manusia berdarah ?…
Selalu pertahankan suhu utk metabolisme.
Harus selalu memproduksi panas.
Irfannuddin
22
Tujuan Regulasi Tetap pada suhu sekitar 37 derajat Tinggi: ggn syaraf (konvulsi), den. Protein >41-43,3°C
Tujuan Regulasi
Tetap pada suhu sekitar 37 derajat
Tinggi: ggn syaraf (konvulsi), den. Protein
>41-43,3°C
Rendah: aktv metabolisme turun, ggn CV
Keseimbangan Temperatur Inti
Heat gain = heat loss
Irfannuddin
23
Keseimbangan Temperatur Inti Internal heat Production Temperature Inti Heat input Heat output Heat gain Heat
Keseimbangan Temperatur Inti
Internal heat
Production
Temperature Inti
Heat input
Heat output
Heat gain
Heat loss
Lingkungan
Irfannuddin
24
Perubahan Keseimbangan Perubahan internal heat ( metabolisme ↑ ) Olahraga, infeksi, Perubahan suhu lingkungan
Perubahan Keseimbangan
Perubahan internal heat ( metabolisme ↑ )
Olahraga, infeksi,
Perubahan suhu lingkungan
Cuaca
Antisipasi perubahan :
• Temperatur inti ↓ internal heat ↑, heat loss ↓
• Temperatur inti ↑ heat loss ↑, internal heat ↓
Irfannuddin
25
Transfer Panas Tubuh ke Lingkungan Perpindahan panas: dari panas ke dingin Radiasi: Transfer energi panas
Transfer Panas Tubuh ke Lingkungan
Perpindahan panas: dari panas ke dingin
Radiasi:
Transfer energi panas dari obyek panas ke obyek dingin melalui gelombang
elektromagnetik yang melewati angkasa. (hampir 50% heat loss)
Matahari Manusia benda sekitar
Konduksi
Transfer panas antara 2 obyek yang berbebeda temperatur melalui kontak
langsung
Tempat duduk yang jadi panas
Konveksi
Transfer energi panas melalui udara
Ditiup angin jd dingin
Evaporasi
Transfer energi panas melalui cairan. Cairan akan dikonversi menjadi gas
dengan cara memnyerap panas
Contoh : uap nafas (ekspirasi), keringat
Irfannuddin
26
Keringat Proses evaporasi secara aktif untuk membuang panas, dikontrol oleh saraf simpatis Contoh : Lingkungan
Keringat
Proses evaporasi secara aktif untuk membuang
panas, dikontrol oleh saraf simpatis
Contoh : Lingkungan yang panas keringat ↑↑ ?
Lingkungan panas tubuh (kulit) panas (harus dibuang)
Hanya 1 cara: evaporasi
(Konduksi, radiasi) justru ↑ suhu di kulit
Simpatis klj. Keringat ekskresi larutan garam (keringat)
menyerap panas di tubuh
Tergantung kelembaban udara sekitar.
Irfannuddin
27
Kelembaban Tinggi Keringat sulit diubah jadi gas (heat loss ↓) Klj memproduksi lebih banyak keringat,
Kelembaban Tinggi
Keringat sulit diubah jadi gas (heat loss ↓)
Klj memproduksi lebih banyak keringat,
namun sulit hilang (tetap di kulit) >>>>
Suhu panas & lembab Tubuh tdk nyaman
Indonesia ?, Eropa Utara ? California ?,
Irfannuddin
28
Hipotalamus Pusat Kontrol Suhu Skin Temp. Core Temp. TermoR/ Perifer Hipothalamic Termoregulary Integrating System
Hipotalamus Pusat Kontrol Suhu
Skin Temp.
Core Temp.
TermoR/ Perifer
Hipothalamic
Termoregulary
Integrating System
TermoR/ Sentral
(CNS, abdomen)
Simpatis
Adaptasi
Neuron
Simpatis
Behaviour
motorik
Kel. keringat
Vaskuler
Otot rangka
Keringat
Vasokonstriksi
Menggigil
/dilatasi
Heat product
/loss
Heat loss
Heat product
Irfannuddin
Heat product
/loss
29
Demam ↑ suhu tubuh krn infeksi atau inflamasi, why ? ↑ respon anti inflamasi, ↓
Demam
↑ suhu tubuh krn infeksi atau inflamasi, why ?
↑ respon anti inflamasi, ↓ multiplikasi bakteri
Mekanisme
Infeksi/inflamasi neutrofil melepas endogen pirogen
prostaglandin perubahan set point hipotalamus
respon dingin
↓ heat loss (vasokontriksi)
↑ produksi panas (menggigil),
Suhu tubuh ↑ ( >> lingkungan) rasa dingin (berselimut)
Hipertermia : Heat production > heat loss
Demam, exercise, hormonal (epineprin, tiroid), ggn hipotalamus
Irfannuddin
30
THANK YOU Irfannuddin, Fisiologi untuk Paramedis , 2008 irfanspko@telkom.net Irfannuddin 31
THANK YOU
Irfannuddin, Fisiologi untuk Paramedis , 2008
irfanspko@telkom.net
Irfannuddin
31