Anda di halaman 1dari 4

SANIMAS

Raihana Nabila (ILA) 15311025

Pamekasan Menuju Sanitasi Sehat

Bagaimana rasanya tinggal di daerah yang kondisi lingkungan masih dikatakan belum sehat? Fasilitas air bersih dan sanitasi yang memprihatinkan, sampai kapan ini selesai? Tim DIMSUM ITS mengunjungi Lokasi Desa Bukek berada di sekitar 2 Km dari tempat Telecenter Pamekasan (Jl. Raya Tlanakan Km. 7 Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan). Sedangkan Desa Terak berada di sekitar 5 km dari tempat Telecenter Pamekasan. Secara umum, kondisi masyarakat Desa Bukek dan Desa Terak tidak banyak perbedaan. Sebagian besar mata pencarian masyarakat adalah bertani dan memiliki kehidupan yang sederhana. Begitu juga dengan sarana air bersih dan sanitasinya. Terdapat tiga sumber air bersih yang digunakan warga Desa Bukek dan Desa Terak yakni air sumur milik warga setempat, air sumur bor dari WSLIC dan air PDAM. Sosialisasi TSSM yang dilakukan pada dasarnya bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam BAB agar menjadi lebih baik. Sisi lain dari tujuan sosialisasi tersebut adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi. Dari tujuan tersebut, petugas pengarah berharap nantinya tidak akan ada masyarakat yang BAB dengan cara kucingan (pindah-pindah tempat). Syarat minimal WC yang diberikan oleh petugas adalah WC dengan sistem cubluk. Pola Pikir Masyarakat Mengenai WC berdasarkan survey yang telah dilakukan, lebih dari 50% masyarakat menggunakan WC dengan sistem cubluk. Namun, pola pikir mereka mengenai WC yang layak adalah WC dengan sistem WC leher angsa (WC jongkok). Pola pikir tersebut muncul karena banyak masyarakat yang mengeluh mengenai kondisi WCnya. Beberapa keluhan yang disampaikan antara lain bau, keamanan, dan lokasi WC yang jauh dari rumah.

SANIMAS
Raihana Nabila (ILA) 15311025 Masyarakat sebenarnya ingin mengubah WC cubluk menjadi WC leher angsa, namun permasalahan ekonomi menjadi faktor utama tidak dilaksanakannya keinginan tersebut. Pengubahan WC cubluk menjadi WC leher angsa memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan penghasilan masyarakat rata-rata 10.000/hari dinilai sangat sulit untuk melakukan perubahan tersebut. Akibatnya masyarakat merasa cukup dengan menggunakan WC cubluk. Sumber : http://www.pamekasan.go.id/index.php/berita-a-artikel/16-pamekasan-menuju-sanitasi-sehat (diakses 29 Agustus 2013 pukul 19.28)

Komentar : Menurut saya, kondisi sanitasi masyarakat di Desa Terak dan Desa Bukek Pamekasan masih kurang baik. Meskipun lebih dari 50% masyarakat telah memiliki cubluk, namun masih ada masyarakat yang melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Kondisi cubluk pun masih belum baik, karena menimbulkan bau dan dapat menjadi sarang lalat dan sumber penyakit karena adanya bakteri coli yang terkandung dalam tinja. Selain itu, sistem sanitasi dengan menggunakan cubluk berpotensi untuk mencemari air tanah. Hal tersebut akan berdampak pada daerah pertanian yang dijadikan mata pencaharian oleh penduduk. Solusi dari saya adalah dengan memperbaiki cubluk atau membuat MCK baru yang menggunakan septic tank. Perbaikan cubluk tersebut seharusnya didanai oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan, mengingat penghasilan masyarakat di Desa Terak dan Desa Bukek sangat rendah dan belum mampu untuk membiayai renovasi mandiri. Perbaikan cubluk dapat meniru desain cubluk Single Ventilated Improved Pit (Single VIP) atau Double Ventilated Improved Pit (Double VIP). Desain ini dapat diterapkan di Pamekasan yang kondisi geografisnya kering, karena cubluk hanya memerlukan air dalam jumlah sedikit. Selain itu, kedua desain ini menambahkan ventilasi agar mengurangi bau dan kerumunan lalat. Tentu saja unit fly screen (lihat gambar) harus dirawat dan dibersihkan secara berkala agar debu, sarang laba-laba, dsb tidak mengganggu sirkulasi udara.

SANIMAS
Raihana Nabila (ILA) 15311025

Ilustrasi 1 : Single VIP

Ilustrasi 2 : Double VIP

Double VIP tidak jauh berbeda dengan Single VIP, hanya saja berumur lebih lama dan lebih mudah dalam penggalian sludge. Namun, kedua desain ini memang masih beresiko untuk mencemari air tanah, sehingga akan lebih baik lagi jika menggunakan sanitasi dengan septic tank agar material dapat diolah lebih lanjut dan tidak mencemari air dan tanah di sekitarnya. Saran saya yang lain, jangan lupa untuk mengadakan Focus Group Discussion bersama warga dan perangkat desa, agar pembangunan sanitasi tepat sasaran dan sesuai dengan budaya setempat, sehingga masyarakat mau menggunakan dan merawatnya.

SANIMAS
Raihana Nabila (ILA) 15311025 Referensi : http://www.unep.or.jp/Ietc/Publications/TechPublications/TechPub-15/2-4/4-1-1.asp Agustus 2013 pukul 15.20) http://www.grassrootswiki.org/index.php/Double_ventilated_improved_pit_(VIP) Agustus 2013 pukul 15.23) (diakses 31 (diakses 31