Anda di halaman 1dari 2

BAB 4 PEMBAHASAN Pada issue didapatkan kasus seorang anak perempuan berumur 5 tahun dengan keluhan gigi berlubang

dan ngilu apabila digunakan makan. Anak perempuan tersebut mempunyai gigi geraham kanan rahang bawah yang berlubang. Gigi berlubang (karies) dan rasa ngilu memiliki keterkaitan yang erat. Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. andanya adalah adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran in!eksi sampai ke jaringan periapikal yang dapat menyebabkan nyeri ("iyanti, #$$5). %engan demikian, maka kemungkinan pasien anak tersebut mengalami karies yang telah &ukup dalam sehingga telah menyerang jaringan periapekalnya. 'al ini diperkuat juga dengan didapatkannya !akta bahwa si anak tidak pernah memeriksakan ke dokter gigi, sehingga penanganan karies dalam tahap awal besar kemungkinan tidak terdeteksi. Apabila karies telah yang telah men&apai jaringan periapikal, maka rasa nyeri akan terus menerus ada. (aka, dibutuhkan penanganan perlindungan terhadap jaringan periapikal sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri lagi. )leh karena itu, penanganan restorasi berupa tumpatan sangat dibutuhkan. %an dari kasus penanganan karies yang dialami anak, kami menyimpulkan bahwa bahan tumpatan yang paling tepat untuk digunakan adalah mengggunakan Glass Ionomer Cement (GIC). %engan pertimbangan karena G*+ memiliki kelebihan sebagai berikut , -. G*+ mengandung !luor sehingga mampu melepaskan bahan !luor untuk men&egah karies lebih lanjut (.au/iah, dkk, #$$0). Prevalensi karies gigi sulung lebih tinggi dibandingkan gigi tetap, hal ini disebabkan proses kerusakannya kronis dan asimptomatis. %isamping banyak !aktor yang mempengaruhi terjadinya karies pada gigi sulung, struktur enamelnya kurang padat karena banyak mengandung air dan pemeliharaan gigi tidak teratur.

#. 1. 2ahan tambal G*+ sangat peka terhadap kontak dini dengan saliva yang terdapat pada rongga mulut. 3ntuk mengatasi hal tersebut, glass ionomer cement harus dilindungi agar tidak berkontak dengan saliva, yaitu dengan &ara memasang &otton roll, saliva su&tion, rubber dam, tetapi &ara ini sangat sulit diterapkan pada pasien anak karena pasien dituntut untuk tidak banyak bergerak. +ara lain yang direkomendasikan yaitu dapat pula dengan teknik pelapisan bahan tambal menggunakan bahan pelapis seperti varnish atau &o&oa butter (4utrisna #$$$). Penggunaan varnish pada permukaan glass ionomer cement bukan saja bertujuan untuk menghindari kontak dengan saliva, tetapi juga untuk men&egah dehidrasi saat tambalan tersebut masih dalam proses pengerasan (4aleh 5 Khaill #$$6). 7arnish sebaiknya digunakan lebih dari satu olesan karena sering kali menghasilkan pinholes (porositas) pada pengolesan pertama. %engan pengolesan kedua dan seterusnya, porus yang terjadi dapat terisi.

.au/iah 8., 4uwelo *.4., 4oenawan '. Kandungan Unsur Fluorida pada Email Gigi Tetap Muda yang Ditumpat dengan Tumpatan Semen Ionomer Kaca dan Kompomer. *ndonesian 9ournal o! %entistry, #$$0 : -5 (1), #$5;#-"iyanti, 8riska. #$$5. u!ungan "endidi#an "enyi#atan Gigi Dengan Ting#at Ke!ersi$an Gigi Dan Mulut Sis%a&Sis%i Se#ola$ Dasar Islam Terpadu (SDIT) Imam 'u#$ari. 4kripsi 3niversitas Padjadjaran 2andung. idak dipublikasikan 4utrisna, %. Glass Ionomer ()T Se!agai 'a$an Tumpatan. (akalah 4eminar 5 <orkshop A" erobosan 2aru %alam Pemeliharaan Kesehatan Gigi. 2andung #1 Agustus #$$$.p.-;=. 4aleh, >.A , Kaiil, (... he e!!e&t o! di!!erent prote&tive &oatings on the sur!a&e hardness o! glass ionomer &ements . he 4audi %ental 9ournal, #$$6, dapat diakses di www.sdsjournal.org?-@@=?volume6;number;-?-@@=;6;-;1;A; !ull.html. (diakses #5 Bovember #$-1)