Anda di halaman 1dari 5

Topik 7.

Rangkaian Tergandeng Magnetis (Lanjutan)


SubTopik:
1. 2. 3. 4. Menentukan Polaritas Transformator. Penyimpanan Energi Dalam Rangkaian Tergandeng. Koefisien Gandengan. Impedansi Terpantul.

Tujuan:
1. 2. 3. 4. Mampu memahami bagaimana cara mementukan polaritas pada transformator. Mampu menghitung besarnya energi yang tersimpan dalam rangkaian tergandeng. Mampu menghitung dan menganalisa koefisien gandengan. Mampu menentukan besarnya impedansi terpantul.

7.1. Menentukan Polaritas Transformator


Penentuan tanda polaritas pada suatu transformator diawali dengan memberikan tanda bintik pada salah satu kutubnya secara sembarang. Misalnya pada kutub a pada gambar 4. Arus yang masuk melalui kutub tersebut akan menghasilkan fluks seperti yang ditunjukkan pada gambar tersebut. (Arah ditentukan menurut aturan tangan kanan, yang menyatakan bahwa jika jari-jari pada tangan kanan menggenggam kumparan dengan arah seperti arah arus yang mengalir di dalamnya, ibu-jari akan menunjukkan arah fluksnya). Kutub yang berbintik pada kumparan lainnya adalah bila ada suatu arus masuk yang menghasilkan suatu fluks dengan arah yang sama seperti arah . Tampak bahwa suatu arus yang mengalir masuk melalui kutub b dalam gambar 7.1 akan menghasilkan fluks dengan arah yang sama seperti arah . Jadi tanda bintik diberikan pada kutub b. Bila arah lilitan pada kumparan transformator tidak diketahui dan tidak dapat ditentukan, maka cara yang lebih sederhana untuk menetapkan tanda-tanda bintik itu adalah dengan menggunakan rangkaian uji-coba sederhana seperti yang ditunjukkan gambar 7.2. Sumber tegangan yang digunakan biasanya berupa baterai dengan tegangan yang relative rendah dan saklar sesaat berupa dua potong kawat telanjang. Bila saklar itu ditutup, arus primer akan mengalir dengan arah seperti yang ditunjukkan pada gambar sehingga dapat diberikan tanda bintik pertama pada ujung kumparan primer dimana arus masuk. Jika voltmeter bergerak kearah positif maka bintik kedua harus diletakkan di tempat kutub positif voltmeter terhubung pada kumparan sekundernya. Jika voltmeter bergerak kearah negatif, bintik kedua harus diletakkan di ujung kumparan sekunder yang terhubung ke kutub negatif voltmeter tersebut.

25

E-Learning Rangkaian Listrik 2

Gambar 7.1. Model Suatu uatu Transformator Untuk Menentukan Tanda Polaritas olaritas

. Rangkaian Untuk Menetapkan Letak Bintik Gambar 7.2.

7.2. Penyimpanan Tenaga


Li 2 . 2 Jadi untuk suatu induktansi tertentu, banyaknya tenaga yang tersimpan sepenuhnya ditentukan oleh besarnya arus i. Pernyataan umum untuk tenaga yang tersimpan dalam sepasang induktor yang tergandeng untuk setiap waktu t diberikan oleh: Tenaga yang tersimpan dalam suatu induktor adalah w =
w(t ) = 1 2 1 2 .......( ....(7.1) L1i1 Mi1i 2 + L2 i2 2 2

Tanda untuk suku induktansi bersamanya positif jika kedua arusnya memasuki kutub-kutub kutub yang berbintik (atau yang tidak berbintik); bila tidak, maka tandanya negatif.
26 E-Learning Learning Rangkaian Listrik 2

7.3. Koefisien Gandengan


Koefisien gandengan antra induktor menunjukkan besarnya gandengan dan didefinisikan oleh: k= M L1 L2 .(7.2)

Dimana batas-batas nilai k adalah : 0 k 1 Jika k = 0, maka tidak akan terdapat gandengan antara kumparan karena M = 0. Jika k =1, maka semua fluks itu akan meliputi lilitan pada kedua gulungannya dan merupakan suatu transformator eka gandengan. Nilai k (dan juga M) tergantung pada dimensi fisik dan banyaknya lilitan pada masing-masing kumparannya, kedudukan relative antara kumparan yang satu terhadap yang lain serta sifat magnet inti dimana semua kumparan dibelitkan. Kumparan itu dikatakan tergandeng renggang jika k0,5 dan jika k>0.5 dikatakan tergandeng erat. Umumnya transformator dengan inti udara tergandeng renggangdan transformator dengan inti besi koefisien gandengannya dapat mencapai satu.

7.4. Impedansi Terpantul


Tinjau rangkaian seperti pada gambar 7.3., yang mempunyai suatu sumber tegangan Vg dengan impedansi sebesar Z2 yang terpasang pada kutub-kutub sekunder transformatornya. Dengan menerapkan hukum tegangan Kirchoff pada rangkian tersebut, diperoleh: V1 = jL1 I1 jM I2 0= -jL1 I1 +(Z+ jL2 ) I2 ..........................................................................................(7.3) Dengan menghilangkan I2 dari kedua persamaan di atas, menghasilkan:

jM ( jM ) V1 = jL1 I 1 ......................................................................................(7.4) Z 2 + jL2


sehingga impedansi masukan rangkian dilihat dari kutub-kutub primer transformator tersebut adalah: V1 2M 2 = jL + .......................................................................................(7.5) I1 Z 2 + jL2 Suku pertama pada persamaan di atas yaitu jL1 sepenuhnya tergantung pada reaktansi primer transformator tersebut. Sedangkan suku kedua tergantung pada gandengan bersama yang kemudian disebut sebagai impedansi terpantul diberikan oleh: Z1 =
27 E-Learning Rangkaian Listrik 2

ZR =

2M 2 .........................................................................................................(7.6) Z 2 + j L 2

Impedansi terpantul dapat dibayangkan sebagai suatu impedansi yang disisipkan atau dipantulkan ke bagian primer oleh sekunder transformator tersebut. Jadi impedansi masukan bila dilihat oleh sumber Vg adalah: Z i = Z g + Z1

Gambar 7.3. Rangkaian Untuk Menurunkan Hubungan Impedansi

Rangkuman:
1. 2. 3. 4. Menentukan Polaritas Transformator. Penyimpanan Energi Dalam Rangkaian Tergandeng. Koefisien Gandengan. Impedansi Terpantul

28

E-Learning Rangkaian Listrik 2

Latihan soal:

Dari rangkaian tergandeng magnetis di atas, diketahui: R1=5, R2=2, L1=L2=M=1000mH, v1(t)=100cos50t volt, v2(t)=150cos50t volt. Tentukan: 1. Besar arus-arus yang mengalir pada masing-masing kumparan. 2. Koefisien gandengan rangkaian dan jelaskan. 3. Besar tenaga yang tersimpan pada inductor tergandeng. 4. Nilai impedansi terpantul

Referensi:
1. Budiono Mismail, 1995, Rangkaian Listrik , Jilid Kedua, Penerbit ITB. 2. Joseph A. Edminister, 1995, Rangkaian Listrik, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga

29

E-Learning Rangkaian Listrik 2