Anda di halaman 1dari 2

Askeb Hiperemesis gravidarum

ASUHAN KEBIDANAN PADA HIPEREMESIS GRAVIDARUM Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan dan berkelanjutan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan kekurangan cairan dan terganggunya keseimbangangan elektrolit. Mual dan muntah biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat bahkan malam hari. Gejala-gejala ini timbul kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Faktor penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tingkatan HEG Tingkatan I (ringan ): mual muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun, merasa nyeri pada epigastrium, nadi meningkat sekitar 100x per menit, tekanan darah menurun, turgor kulit berkurang,lidah mengering, mata cekung. Tingkatan II (sedang) : penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit mulai jelek, lidah mengering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat,suhu badan naik, mata mulai ikterik, berat badan menurun dan mata cekung, tensi turun,hemokonsenrtasi, oliguri, konstipasi,aseto tercium dari hawa pernafasan dan terjadi asetonuria. Tingkat III (berat) : keadaan umum lebih parah ( kesadaran menurun dari somnolen sampai koma ), dehidrasi hebat, nadi kecil,cepat dan halus, suhu badan meningkat dan tensi menurun,terjadi komplikasi fatal pada susunan saraf yang dikenal dengan anselopati wernicke. Asuhan kebidanan pada HEG perawatan hiperemesis gravidarum pada tingkat I dapat dilakukan dirumah karena masih tergolong ringan, sedangkan perawatan hiperemesis gravidarum pada tingkatan II dan III perlu perawatan yang lebih intensif yaitu rawat inap di rumah sakit. Diet heperemesis I (untuk hipergravidarum berat) : makanan terdiri dari roti kering, singkong atau baker atau rebus, dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1 2 jam sesudahnya. Karena pada diet ini zat gizi yang terkandung didalamnya kurang, maka tidak diberikan dalam waktu kama. Diet hiperemesis II diberikan jika mual muntah sudah berkurang. Diet diberikan secara berangsur dan dimulai dengan memberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, minuman tidak diberikan bersamaan dengan makanan .makanan yang tepat pada tahap ini dapat memenuhi kebutuhan gizi kecuali kebutuhan energi. Diet hiperemesis III (untuk hipergrav ringan ). diet diberikan sesuai dengan kesanggupan pasien, dan minman boleh diberikan bersama dengan makanan.makanan yang mencukupi kebutuhan energi dan semua zat gizi. Dianjurkan untuk hiperemesis gravidarum makanannya seperti roti panggang, biscuit, buah segar dan sari buah. sedangkan makanan dan yang tidak dianjurakan seperti minuman botol ringan (coca cola, fanta, limun dll), sirop, kaldu tak berlemak, makanan yang berbumbu tajam, teh dan kopi encer, makanan yang mengandung zat tambahan ( pengawet, pewarna, dan baha penyedap). Pencegahan untuk hiperemesis : memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang fisiologik

pada kehamilan muda dan akan hiang setelah kehamilan berumur 4 bulan, ibu dianjurakan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering, waktu bangun pagi jangan segera bangun dari tempat tidur,tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan teh hangat, makan makanan dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas atau terlalu dingin, dan usahakan defekasi teratur.