Anda di halaman 1dari 24

Laporan Praktikum Fitokimia I SKRINING FITOKIMIA

Nama Stambuk K%lompok K%la( A(i(t%n

: Ilham Said : !" #" : I &Satu' : !)* : Sakinah+ S),arm " $

Laboratorium Farmako-no(i.Fitokimia Fakulta( Farma(i

/ni0%r(ita( Mu(lim Indon%(ia Maka((ar #" *

1A1 I P%ndahuluan I.1. Latar Belakang Pada zaman dahulu, tanaman sering digunakan sebagai obat. Pada waktu itu orang belum mengelolanya secara sempurna seperti pada zaman sekarang ini. Pada saat itu orang hanya tahu suatu khasiat tanaman berdasarkan dari cerita orang yang lebih tua seperti dari ibu ke anaknya. Suatu tanaman obat sering mempunyai khasiat yang berbeda dari tiap daerah. Eksplorasi merupakan kegiatan dalam mencari, mengelola dan meman aatkan sumberdaya alam yang ada sehingga dapat

memenuhi kebutuhan. !ita sering meman aatkan sumberdaya yang ada untuk kita "adikan sebagai sumber kebutuhan sehari#hari. $kan tetapi, peman aatan sumberdaya tersebut masih belum dapat diseimbangkan dengan kondisi alam saat ini. Peman aatannya pun belum di optimalkan secara utuh. Selain itu sumberdaya yang ada

hanya diman aatkan dan dikelola hanya untuk memnuhi kebutuhan dalam "angka pendek sa"a. %i daerah#daerah pedalaman, banyak masyarakat yang masih menggunakan tumbuh#tumbuhan yang mereka anggap mempunyai khasiat untuk pengobatan untuk beberapa penyakit tertentu, tanpa pengetahuan dasar. $da beberapa kasus, dimana masyarakat menggunakan suatu obat, yang ternyata setelah diketahui zat akti nya melalui ekstraksi dan identi ikasi komponen kimia, ternyata

memberikan e ek yang berlawanan, hal ini tentunya membahayakan bagi "iwa manusia. %ari kasus di atas, maka seorang armasis perlu mengenal berbagai macam tumbuhan yang berkhasiat obat, mulai dari mor ologi, kegunaan, prinsip#prinsip ekstraksi, isolasi dan identi ikasi komponen kimia yang terdapat dalam suatu simplisia. Sebagai seorang armasi untuk itu kami melakukan sebuah kegiatan praktikum untuk mengelola dan meman aatkan sebuah sumberdaya alam yang ada sehingga dapat digunakan dalam waktu "angka pan"ang. Praktikum yang dilakukan ialah mengekstraksi tanaman priuk khususnya pada klika priuk dengan metode maserasi dan re luks.

Ekstrak yang dihasilkan akan diman aatkan untuk melihat ada tidaknya potensi untuk di"adikan sebuah obat.

%igunakan metode maserasi untuk mengektraksi klika priuk karena pada metode maserasi menggunakan pelarut yang banyak sehingga ekstrak yang akan didapatkan banyak. %igunakan metode re luks untuk mengektrasksi klika priuk karena teksur pada klika priuk sangatlah keras dan tahan panas, &al ini dapat mempermudah kita dalam mendapatkan ekstrak yang terdapat dalam klika priuk.

I.'. (aksud dan )u"uan 1.'.1 (aksud $dapun maksud dari percobaan ini adalah untuk

mengetahui dan memahami cara mengekstraksi klika priuk. I.'.' )u"uan *ntuk mendapatkan ekstrak dari klika priuk dengan metode maserasi dan re luks.

1A1 II Tin2auan Pu(taka +itokimia atau kadang disebut itonutrien, dalam arti luas adalah segala "enis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan itokimia memiliki buah#buahan. %alam penggunaan umum,

de inisi

yang lebih sempit.

+itokimia biasanya

digunakan untuk meru"uk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk ungsi normal tubuh, tapi memiliki e ek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran akti bagi

pencegahan penyakit ,&erbert, 1--./ (enurut perkiraaan, kira#kira '0 dari seluruh karbon yang di otosintesis oleh tetumbuhan ,atau kira#kira 1 1 12 - ton3tahun/ diubah men"adi la4onoid atau senyawa yang berkaitan erat dengannya.

Sebagian besar tanin berasal dari la4onoid. 5adi, la4onoid merupakan salah satu golongan enol alam yang terbesar di alam. Sebenarnya, semua la4onoid terdapat dalam semua tumbuhan hi"au, sehingga pastilah dapat ditemukan dalam setiap telaah ekstrak tumbuhan ,(arkham, 1-66/. )umbuhan telah diketahui merupakan tempat untuk mensintesis berbagai senyawa kimia secara alami. Senyawa#senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan mempunyai keanekaragaman "enis yang sangat tinggi, dan ada yang telah diman aatkan dalam berbagai bidang kehidupan antara lain sebagai sumber pangan dan bahan obat. 5enis# "enis senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan dapat dideteksi

dengan beberapa metoda di antaranya adalah dengan penapisan itokimia. Penapisan itokimia pada tiga "enis Aglaia telah dilakukan. Aglaia merupakan suatu marga tumbuhan dari suku (eliaceae yang telah diketahui menghasilkan senyawa kimia yang bersi at bioakti ,Praptiwi, et al.,'227/. 3k(trak(i 1ahan Alam A) Tu2uan 3k(trak(i Ekstraksi adalah penyarian komponen kimia atau zat#zat akti dari bagian tanaman obat, hewan dan beberapa "enis hewan termasuk biota laut. !omponen kimia yang terdapat pada tanaman, hewan dan beberapa "enis ikan pada umumnya mengandung senyawa#senyawa yang mudah larut dalam pelarut organik. Pelarut organik yang paling umum digunakan untuk mengekstraksikan komponen kimia dari sel tanaman adalah metanol, etanol, kloro orm, heksan, eter, aseton, benzene dan etil asetat. ,)obo 8 '221/. Proses pengekstraksian komponen kimia dalam sel tanaman adalah pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat akti , zat akti akan larut dalam pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat akan berdi usi keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai ter"adi keseimbangan antara konsentrasi cairan zat akti di dalam dan di luar sel. ,%it"en P9( 8 1-67/.

5adi tu"uan dari ekstraksi adalah untuk menarik bahan atau zat# zat yang dapat larut dalam bahan yang tidak larut dengan menggunakan pelarut cair ,%it"en P9( 8 1-67/. 1) 4%ni( 3k(trak(i 3k(trak(i S%5ara 6in-in Proses ektraksi secara dingin pada prinsipnya tidak

memerlukan pemanasan. &al ini diperuntukkan untuk bahan alam yang mengandung komponen kimia yang tidak tahan pemanasan dan bahan alam yang mempunyai tekstur yang lunak. :ang termasuk ekstraksi secara dingin adalah 8 ,%it"en P9( 8 1-67/ a) M%tod% Ma(%ra(i (etode maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada temperatur kamar dan terlindung dari cahaya ,%it"en P9( 8 1-67/.. (etode ini digunakan untuk menyari simplisia yang

mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung zat yang mudah mengembang seperti benzoin, stiraks dan lilin. Penggunaan metode ini misalnya pada sampel yang berupa daun, contohnya pada penggunaan pelarut eter atau aseton untuk melarutkan lemak3lipid ,%it"en P9( 8 1-67/. (aserasi umumnya dilakukan dengan cara8 memasukkan simplisia yang sudah diserbukkan dengan dera"at halus tertentu

sebanyak 12 bagian dalam be"ana maserasi yang dilengkapi pengaduk mekanik, kemudian ditambahkan ;. bagian cairan penyari ditutup dan dibiarkan selama . hari pada temperatur kamar dan terlindung dari cahaya sambil berulang#ulang diaduk. Setelah . hari, cairan penyari disaring ke dalam wadah penampung, kemudian ampasnya diperas dan ditambah cairan penyari lagi secukupnya dan diaduk kemudian disaring lagi sehingga diperoleh sari 122 bagian. Sari yang diperoleh ditutup dan disimpan pada tempat yang terlindung dari cahaya selama ' hari, endapan yang terbentuk dipisahkan dan iltratnya dipekatkan ,%it"en P9( 8 1-67/. !euntungan cara penyarian dengan maserasi adalah cara penger"aan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan. Selain itu, kerusakan pada komponen kimia sangat minimal. $dapun kerugian cara maserasi ini adalah penger"aannya lama dan penyariannya kurang sempurna ,%it"en P9( 8 1-67/. b) M%tod% So7hl%ta(i So<hletasi merupakan penyarian simplisia secara

berkesinambungan, cairan penyari dipanaskan sehingga menguap, uap cairan penyari terkondensasi men"adi molekul#molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam klongsong dan selan"utnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa si on. Proses ini berlangsung hingga penyarian zat akti sempurna yang ditandai dengan beningnya cairan penyari yang

melalui pipa si on atau "ika diidenti ikasi dengan kromatogra i lapis tipis tidak memberikan noda lagi ,%it"en P9( 8 1-67/. (etode so<hletasi bila dilihat secara keseluruhan termasuk cara panas, karena pelarut atau cairan penyarinya dipanaskan agar dapat menguap melalui pipa samping dan masuk ke dalam kondensor, walaupun pemanasan yang dilakukan tidak langsung tapi hanya menggunakan suatu alat yang bersi at konduktor sebagai penghantar panas. =amun, proses ekstraksinya secara dingin karena pelarut yang masuk ke dalam kondensor didinginkan terlebih dahulu sebelum turun ke dalam tabung yang berisi simplisia yang akan dibasahi atau di sari. &al tersebutlah yang mendasari sehingga metode so<hlet digolongkan dalam cara dingin. Pendinginan pelarut atau cairan penyari sebelum turun ke dalam tabung yang berisi simplisia dilakukan karena simplisia yang disari tidak tahan terhadap pemanasan ,%it"en P9( 8 1-67/. Sampel atau bahan yang akan diekstraksi terlebih dahulu diserbukkan dan ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam klongsong yang telah dilapisi dengan kertas saring sedemikian rupa ,tinggi sampel dalam klongsong tidak boleh melebihi pipa si on/, karena dapat mempengaruhi kesetimbangan pergerakan eluen yang telah terelusi keluar dari pipa si on, dimana "ika tinggi sampel melebihi kertas saring ,pipa si on/, maka eluen hasil elusi akan keluar melalui pipa aliran uap yang berada diatas sampel, bukan

keluar melalui pipa si on . Selan"utnya labu alas bulat diisi dengan cairan penyari yang sesuai kemudian ditempatkan di atas waterbath atau heating mantel dan diklem dengan kuat kemudian klongsong yang telah diisi sampel dipasang pada labu alas bulat yang dikuatkan dengan klem dan cairan penyari ditambahkan untuk membasahkan sampel yang ada dalam klongsong. Setelah itu kondensor dipasang tegak lurus dan diklem pada stati dengan kuat. $liran air dan pemanas di"alankan hingga ter"adi proses ekstraksi dimana pada saat pelarut telah mendidih, maka uapnya akan melalui pipa samping lalu naik ke kondensor. %i sini uap akan didinginkan sehingga uap mengembun dan men"adi tetesan > tetesan cairan yang akan menetes turun ke klongsong dan membasahi simplisia. )etesan > tetesan uap air cairan penyari ini akan ditampung di dalam klongsong hingga suatu ketika ekstrak mencapai ketinggian u"ung si on sehingga pelarut ini akan turun kembali ke dalam wadah pelarut secara cepat. Proses ini berulang hingga penyarian yang dilakukan sempurna dalam hal ini, cairan penyari yang pada awalnya berwarna, di dalam pipa si on sudah tidak berwarna lagi atau "ika cairan penyari pada awalnya memang tidak berwarna maka biasanya dilakukan '2#'. kali sirkulasi. Ekstrak yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan dengan rota4apor ,%it"en P9( 8 1-67/.

$dapun keuntungan dari proses so<hletasi ini adalah cara ini lebih menguntungkan karena uap panas tidak melalui serbuk simplisia, tetapi melalui pipa samping. !erugiannya adalah "umlah ekstrak yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan metode maserasi ,%it"en P9( 8 1-67/. 5) M%tod% P%rkola(i Perkolasi adalah cara penyarian dengan mengalirkanpenyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Prinsip ekstraksi dengan perkolasi adalah serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu be"ana silinder, yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat akti dalam sel#sel simplisia yang dilalui sampel dalam keadaan "enuh. ?erakan ke bawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan tekanan penyari dari cairan di atasnya, dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan gerakan ke bawah ,%it"en P9( 8 1-67/. @ara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena ,%it"en P9( 8 1-67/8 a/ $liran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang ter"adi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah sehingga meningkatkan dera"at perbedaan konsentrasi. b/ Auangan diantara butir > butir serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari. !arena kecilnya saluran

kapiler

tersebut,

maka

kecepatan

pelarut

cukup

untuk

mengurangi

lapisan batas, sehingga dapat meningkatkan

perbedaan konsentrasi. $dapun kerugian dari cara perkolasi ini adalah serbuk kina yang mengadung se"umlah besar zat akti yang larut, tidak baik bila diperkolasi dengan alat perkolasi yang sempit, sebab perkolat akan segera men"adi pekat dan berhenti mengalir ,%it"en P9( 8 1-67/. !ekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain8 gaya berat, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, di usi, osmosa, adesi, daya kapiler dan daya geseran , riksi/ ,%it"en P9( 8 1-67/. $lat yang digunakan untuk perkolasi disebut perkolator, cairan yang digunakan untuk menyari disebut cairan penyari atau menstrum, larutan zat akti yang keluar dari perkolator disebut sari atau perkolat, sedangkan sisa setelah dilakukannya penyarian disebut ampas atau sisa perkolasi ,%it"en P9( 8 1-67/. 3k(trak(i S%5ara Pana( Ekstraksi secara panas dilakukan untuk

mengekstraksi komponen kimia yang tahan terhadap pemanasan seperti glikosida, saponin dan minyak#minyak menguap yang

mempunyai titik didih yang tinggi, selain itu pemanasan "uga diperuntukkan untuk membuka pori#pori sel simplisia sehingga pelarut organik mudah masuk ke dalam sel untuk melarutkan komponen kimia. (etode ekstraksi yang termasuk cara panas yaitu ,)obo 8'221/

a) M%tod% R%,luk( (etode re luks adalah termasuk metode berkesinambungan dimana cairan penyari secara kontinyu menyari komponen kimia dalam simplisia cairan penyari dipanaskan sehingga menguap dan uap tersebut dikondensasikan oleh pendingin balik, sehingga mengalami kondensasi men"adi molekul#molekul cairan dan "atuh kembali ke labu alas bulat sambil menyari simplisia. Proses ini berlangsung secara berkesinambungan dan biasanya dilakukan B kali dalam waktu C "am. ,%it"en P9( 8 1-67/ Simplisia yang biasa diekstraksi adalah simplisia yang mempunyai komponen kimia yang tahan terhadap pemanasan dan mempunyai tekstur yang keras seperti akar, batang, buah, bi"i dan herba ,%it"en P9( 8 1-67/. Serbuk simplisia atau bahan yang akan diekstraksi secara re luks ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam labu alas bulat dan ditambahkan pelarut organik misalnya methanol sampai serbuk simplisia terendam kurang lebih ' cm di atas permukaaan simplisia atau '3B dari 4olume labu, kemudian labu alas bulat dipasang kuat pada stati pada waterbath atau heating mantel, lalu kondendor dipasang pada labu alas bulat yang dikuatkan dengan klem dan stati . $liran air dan pemanas ,water bath/ di"alankan sesuai dengan suhu pelarut yang digunakan. Setelah C "am dilakukan penyarian. +iltratnya ditampung pada wadah penampung dan ampasnya

ditambah lagi pelarut dan diker"akan seperti semula, ekstraksi dilakukan selama B#C "am. +iltrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan dengan rota4apor, kemudian dilakukan pengu"ian selan"utnya ,%it"en P9( 8 1-67/. !euntungan dari metode ini adalah ,%it"en P9( 8 1-67/8 a/ %apat mencegah kehilangan pelarut oleh penguapan selama proses pemanasan "ika digunakan pelarut yang mudah menguap atau dilakukan ekstraksi "angka pan"ang. b/ %apat digunakan untuk ekstraksi sampel yang tidak mudah rusak dengan adanya pemanasan. $dapun kerugian dari metode ini adalah prosesnya sangat lama dan diperlukan alat > alat yang tahan terhadap pemanasan ,%it"en P9( 8 1-67/. b) M%tod% 6%(tila(i /ap Air (etode destilasi uap air diperuntukkan untuk menyari simplisia yang mengandung minyak menguap atau mengandung komponen kimia yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal, misalnya pada penyarian minyak atsiri yang terkandung dalam tanaman Sereh ,Cymbopogon nardus/. Pada metode ini uap air digunakan untuk menyari simplisia dengan adanya pemanasan kecil uap air tersebut menguap kembali bersama minyak menguap dan dikondensasikan oleh kondensor sehingga terbentuk molekul# molekul air yang menetes ke dalam corong pisah penampung yang

telah diisi air. Penyulingan dilakukan hingga sempurna ,%it"en P9( 8 1-67/. Sampel yang akan diekstraksi direndam dalam gelas kimia selama ' "am setelah itu dimasukkan ke dalam be"ana B, be"ana $ diisi air dan pipa#pipa penyambung serta kondensor dan

penampung corong pisah dipasang dengan kuat. $pi Bunsen be"ana $ dinyalakan sehingga airnya mendidih dan diperoleh uap air yang selan"utnya masuk ke dalam be"ana B melalui pipa penghubung untuk menyari sampel dengan adanya bantuan api kecil pada be"ana B, minyak menguap yang telah tersari selan"utnya menguap menu"u kondensor, karena adanya pendinginan balik uap dari minyak menguap ini, maka uap air yang terbentuk menetes ke dalam corong pisah penampung yang telah berisi air ,%it"en P9( 8 1-67/. Prinsip isik destilasi uap yaitu "ika dua cairan tidak bercampur digabungkan, tiap cairan bertindak seolah > olah pelarut itu hanya sendiri, dan menggunakan tekanan uap. )ekanan uap total dari campuran yang mendidih sama dengan "umlah tekanan uap parsial, yaitu tekanan yang digunakan oleh komponen tunggal, karena pendidihan yang dimaksud yaitu tekanan uap total sama dengan tekanan atmos er, titik didih dicapai pada temperatur yang lebih rendah daripada "ika tiap > tiap cairan berada dalam keadaan murni ,%it"en P9( 8 1-67/.

!euntungan dari destilasi uap ini adalah titik didih dicapai pada temperatur yang lebih rendah daripada "ika tiap> tiap cairan berada dalam keadaan murni. Selain itu, kerusakan zat akti pada destilasi langsung dapat diatasi pada destilasi uap ini. !erugiannya adalah diperlukannya alat yang lebih kompleks dan pengetahuan yang lebih banyak sebelum melakukan destilasi uap ini ,%it"en P9( 8 1-67/. 5) 3k(trak(i 8air.5air Ekstraksi cair#cair biasa "uga disebut sebagai metode corong pisah. 5ika suatu cairan ditambahkan ke dalam ekstrak yang telah dilarutkan dalam cairan lain yang tidak dapat bercampur dengan yang pertama, akan terbentuk dua lapisan. Satu komponen dari campuran akan memiliki kelarutan dalam kedua lapisan tersebut ,biasanya disebut ase/ dan setelah beberapa waktu dicapai

kesetimbangan konsentrasi dalam kedua lapisan. Daktu yang diperlukan untuk tercapainya kesetimbangan biasanya dipersingkat oleh pencampuran keduanya dalam corong pisah ,)obo 8 '221/. Pelarut yang mudah menguap tidak dicampur dengan ase air yang panas ,atau bahkan hangat/. &al ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan uap sangat besar yang dihasilkan sehingga tutup corong pisah terbang dan isinya tersemprot keluar. &al ini dapat "uga ter"adi dengan cairan dingin "ika ter"adi reaksi eksotermis yaitu reaksi yang menghasilkan panas atau energi misal

pencampuran asam dan basa, pengenceran asam#asam kuat ,)obo 8 '221/.

1A1 III PROS36/R K3R4A III) ) Alat $lat yang digunakan yaitu )oples )imbangan, Batang

pengaduk, wadah kaca, @orong,dan cawan porselin III)#) 1ahan Bahan yang digunakan yaitu metanol, !ertas saring, dan alumunim oil. III)*) 8ara K%r2a Pada pratikum ekstrak ini digunakan metode re luks yang dilakukan dengan cara klika priuk dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama#sama dengan cairan penyari yaitu metanol .22 ml lalu disambungkan pada kondensor yang dikuatkan dengan stati , setelah itu lalu dipanaskan diatas pemanasan listrik, uap#uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola men"adi molekul# molekul cairan penyari yang akan turun kembali menu"u labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai cairan penyarinya men"adi agak bening atau dikatakan penyarian sempurna, dibiarkan selama B > C "am selama proses berlangsung sehingga hasil ekstrak yang diperoleh sempurna.

1A1 I9 :ASIL PRAKTIK/M A) Tab%l P%n-amatan No) 1 ' B C . P%n-amatan (etode Ekstraksi Bobot Sebelum diekstraksi ,g/ Bobot Ekstrak !ering ,g/ Pesentase Ekstrak ,0/ 3 Aendamen 5umlah @airan Penyari Samp%l (aserasi dan Ae luks '.2 ?ram '2 gram 60 '222 ml

1) P%rhitun-an 0 Aendamen Ekstrak E

E60

1A1 9 P3M1A:ASAN Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu bahan dari campurannya, ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran. Prinsip dasar pemisahan ini adalah pemisahan senyawa yang memiliki perbedaan kelarutan pada dua pelarut yang berbeda. )u"uan ekstraksi adalah untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana perpindahan mulai ter"adi pada lapisan antar muka, kemudian berdi usi masuk ke dalam pelarut. Pada percobaan ini dilakukan ekstraksi senyawa bahan alam dengan menggunakan teknik re luks, yaitu suatu teknik ekstraksi secara pemanasan karena sampel bahan alam memiliki tekstur tidak lunak dan tahan terhadap pemanasan Pada peconaan ekstraksi ini menggunakan metode re luks dengan cara sampel klika priuk yang sudah dira"ang dimasukkan bersama

dengan pelarut yang sesuai berupa metanol kedalam labu alas bulat, kemudian disambungkan pada kondensor yang dikuatkan dengan stati

dan klem, setelah itu lalu dipanaskan diatas pemanas listrik, uap#uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola men"adi molekul# molekul cairan penyari yang akan turun kembali menu"u labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai cairan

penyarinya men"adi agak bening atau dikatakan penyarian sempurna, dibiarkan selama B > C "am selama proses berlangsung sehingga hasil ekstrak yang diperoleh sempurna. Pelarut metanol digunakan untuk mengambil komponen dengan berbagai tingkat kepolaran, sehingga komponen kimia dengan kepolaran yang rendah sampai yang tertinggi bisa terekstrak semua. Senyawa kimia dalam tumbuhan dapat ditarik dengan pelaru#pelarut organik yang bersi at polar seperti metanol dan etanol. Penggunaan pelarut metanol untuk mengambil semua komponen baik yang bersi at polar maupun non polar. Setelah proses ekstraksi dilakukan dengan metode re luks selan"utnya dulakukan proses penguapan sehingga didapatkan hasil ekstrak kering sebesar '2 mg.

1A1 9I P3N/T/P A) K%(impulan %ari Praktikum yang dilakukan diperoleh Bobot ekstrak kering '2 gram, dan 0 Aendamen 6 0.

1) Saran Sebaiknya dalam praktikum semua anggota kelompok ikut beker"a agar proses penger"aan dalam pratikum ber"alan dengan lancar

6AFTAR P/STAKA %it"en P9(, ,1-67/, FSediaan ?alenikF, %epartemen !esehatan Aepublik Indonesia, 5akarta. &eyne, !., ,1-6;/, Tumbuhan Berguna Indonesia, 5ilid B, %epartemen !ehutanan, 5akarta. !ardono, L.B.S., $ngeho er @.!., )sauri S., Padmawinata !., Pezzuto 5.(. G !inghorn %. 1--1. @ytoto<ic and antimalarial constituents o the roots o Eurycoma longifolia. Journ. Nat. rod. )obo, +achruddin, ,'221/, FBuku Pegangan Laboratorium +itokimia IF, Laboratorium +itokimia 5urusan +armasi *nhas, (akassar. !teenis "an, @.?.?.5. 1-;6. +lora. P.). Pradnya. Paramita 5akarta.