Anda di halaman 1dari 23

Glaukoma

Anatomi Mata
Secara garis besar anatomi mata dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, keempat kelompok ini terdiri dari :
Palpebra Fungsi palpebra adalah untuk melindungi mata, bekerja srbagai jendela, memberi jalan masuknya sinar ke dalam bola mata, juga membasahi dan melicinkan bola mata Rongga mata
Merupakan suatu rongga yang dibatasi oleh dinding dan berbentuk sebagai piramida kwadrilateral dengan puncaknya ke arah foramen optikum. Sebagian besar diisi oleh lemak, yang merupakan pantalan dari bola mata dan alat tubuh yang berada di dalamnya.

Bola mata
Menurut fungsinya maka bagian-bagiannya dapat dikelompokkan menjadi : Otot-otot penggerak bola mata Dinding bola mata yang terdiri dari : konjunctiva, kornea dan sklera Isi bola mata yang terdiri dari : uvea, lensa, badan kaca dan retina

Sistem kelenjar bola mata


Terbagi menjadi dua bagian : Kelenjar air mata yng fungsinya sebagai penghasil air mata Saluran air mata yang menyalurkan air mata dari fornik konjungtiva ke dalam rongga hidung.

Anatomi dan fisiologi humor aqueos


Aqueos humor adalah cairan jernih yang diproduksi oleh epitel non pigmen dan korpus siliaris, tepatnya dari plasma darah di jaringan kapiler processus siliaris dan mengisi bilik mata anterior dan posterior. Aqueous humor mengalir dari korpus siliaris melewati bilik mata posterior dan anterior menuju sudut kamera okuli anterior. Aqueous humor diekskresikan oleh trabecular meshwork (Simmons et al,2007-2008). Trabecular meshwork merupakan jaringan anyaman yang tersusun atas lembar-lembar berlubang jaringan kolagen dan elastik (Riordan-Eva, 2009). Trabecular meshwork disusun atas tiga bagian, yaitu uvea meshwork (bagian paling dalam), corneoscleral meshwork (lapisan terbesar) dan juxtacanalicular/endothelial meshwork (lapisan paling atas). Juxtacanalicular meshwork adalah struktur yang berhubungan dengan bagian dalam kanalisSchlemm (Cibis et al, 2007-2008).

Fungsi cairan aqueos adalah sebagai cairan yang mengisi bilik mata depan, cairan aqueos berfungsi untuk menjaga tekanan intraokuler, memberi nutrisi ke kornea dan lensa, serta memberi bentuk ke bola mata anterior. Volumenya sekitar 250 L dengan jumlah yang diproduksi dan dikeluarkan setiap harinya berjumlah 5 ml/hari. Cairan ini bersifat asam dengan tekanan osmotik yang lebih tinggi di bandingkan plasma.

Produksi aqueous humor melibatkan beberapa proses, yaitu transport aktif, ultrafiltrasi dan difusi sederhana. Transport aktif di sel epitel yang tidak berpigmen memegang peranan penting dalam produksi aqueous humor dan melibatkan Na+/K+-ATPase. Proses ultrafiltrasi adalah proses perpindahan air dan zat larut air ke dalam membran sel akibat perbedaan tekanan osmotik. Proses ini berkaitan dengan pembentukan gradien tekanan di prosesus siliaris. Sedangkan proses difusi adalah proses yang menyebabkan pertukaran ion melewati membran melalui perbedaan gradien elektron

Pada dasarnya terdapat 2 rute dalam pengeluaran humor aqueos, yaitu :


Melalui jaringan trabekular, sekitar 90% humor aqueos dikeluarkan melalui jaringan trabekular, kemudian akan disalurkan ke kanalis schlemm hingga berakhir di vena episklera. Melalui jaringan uveoskleral, mempertanggung jawabkan 10% dari pengeluaran aqueos.

Aliran aqueos humor dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :


Tekanan intraocular yang tinggi Tekanan episcleral yang tinggi Viskositas dari aqueos itu sendiri ( eksudat, sel darah ) Ciliary block, papillary block Bilik mata depan yang sempit.

Glaukoma
Glaukoma adalah suatu kelainan pada mata yang di tandai oleh meningkatnya tekanan intra okuler yang disertai pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang. Etiologi Glaukoma terjadi karena peningkatan tekanan intraokuler yang dapat disebabkan oleh bertambahnya produksi humor aqueos oleh badan siliar ataupun berkurangnya pengeluaran humor aqueos di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil.

Tekanan intraokuler adalah keseimbangan antara produksi humor aqueos, hambatan terhadap aliran aqueos dan tekanan vena episklera . ketidakseimbangan antara tiga hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler, akan tetapi hal ini lebih sering disebabkan oleh hambatan terhadap aliran humor aqueos Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati. Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata.

Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan. Faktor Resiko
Tekanan intraokuler yang tinggi
Tekanan intraokuler/bola mata di atas 21 mmHg beresiko tinggi terkena glaukoma. Meskipun untuk sebagian individu, tekanan bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik

Umur
Resiko glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia.

Riwayat glaukoma dalam keluarga


Glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk terkena glaukoma . Resiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orang tua dan anak-anak.

Obat-obatan
Obat-obatan steroid

Riwayat trauma pada mata Riwayat penyakit lain


Riwayat penyakit sistemik seperti Diabetes, Hipertensi.

Patofisiologi glaukoma
Tingginya tekana intraokuler tergantung pada besarnya produksi humor aqueos oleh badan siliar dan pengaliran keluarnya. Besarnya aliran keluar humor aqueos melalui sudut bilik mata depan juga tergantung pada keadaan sudut bilik mata depan, keadaan jalinan trabekulum, keadaan kanal schlemm serta keadaan tekanan vena episklera.

Tekanan intarokuler dianggap normal bila kurang daripada 20mmHg pada pemeriksaan dengan tonometer aplanasi. Pada tekanan lebih tinggi dari 20 mmHg yang dapat di sebut hipertensi oculi, dapat dicurigai adanya glaukoma. Bila tekanan lebih dari 25mmHg pasien menderita glaukoma (tonometer schiotz) Mekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus , yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. Iris dan korpus siliar juga menjadi atrofi , dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin.

Diskus optikus menjadi atrofi disertai pembesaran cekungan optikus di duga disebabkan oleh , gangguan pendarahan pada papil yang menyebabkan degenerasi berkas serabut saraf pada papil saraf optik ( gangguan terjadi pada cabang-cabang sirkulus Zinn-Haller), di duga gangguan ini disebabkan oleh peninggian tekanan intraokuler. Tekanan intraokuler yang tinggi secara mekanik menekan papil saraf optik yang merupakan tempat dengan daya tahan paling lemah pada bola mata. Bagian tepi papil saraf optik relatif lebih kuat daripada bagian tengah sehingga terjadi cekungan pada papil saraf optik

Klasifikasi Vaughen untuk glaukoma adalah sebagai berikut : Glaukoma primer, tidak diketahui penyebabnya, didapatkan bentuk :
Glaukoma sudut sempit/ tertutup ( close angel glaukoma, acut congestif glaucoma ) Glaukoma sudut terbuka ( glaukoma simplek, open angle glaukoma, chronic simple glaukoma )

Glaukoma sekunder, timbul sebagai akibat penyakit lain dalam bola mata, disebabkan :
Perubahan lensa Kelainan uvea Trauma Glaukoma Neovaskuler Akibat steroid

Glaukoma kongenital
Primer atau infantile Menyertai kelainan kongenital lainnya

Glaukoma absolute, keadaan terakhir suatu glaukoma, yaitu dengan kebutaan total dan bola mata nyeri.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan, diantaranya adalah :
Pemeriksaan tekanan bola mata Gonioskopi Pemeriksaan lapang pandang

Terapi
Pengobatan Medis Supresi Pembentukan Humor aquoeus

Penghambat adrenergik beta (beta blocker)


Timolol maleat 0,25% dan 0,5% Betaksolol 0,25% dan 0,5% Levobunolol 0,25% dan 0,5% Metipranolol 0,3%

Apraklonidin
Suatu agonis adrenergik 2y ang menurunkan pembentukan Humor aquoeus tanpa efek pada aliran keluar.2

Inhibitor karbonat anhidrase2


Asetazolamid dosis 125-250 mg sampai 3x sehari peroral atau 500 mgsekali atau 2x sehari atau secara IV (500 mg). Pemberian obat ini timbul poliuria. Efek samping : anoreksi, muntah, mengantuk, trombosit openi,granulositopeni, kelainan ginjal. Diklorfenamid Metazolamid Untuk glaukoma kronik apabila terapi topikal tidak mem beri hasilmemuaskan dan pada glaukoma akut dimana tekanan intraokular yang sangat tinggi perlu segera dikontrol

Fasilitasi Aliran Keluar Humor aquoeus Obat parasimpatomimetik 2


Pilokarpin : larutan 0,5-6% diteteskan beberapa kali sehari, gel 4% sebelumtidur. Demekarium bromide 0,125% dan 0,25% Ekotiopat iodide 0,03%-0,25% Epinefrin 0,25-2% Dipifevrin Penurunan Volume Korpus Vitreum Obat-obat hiperosmotik Gliserin (gliserol)

Terapi Bedah & Laser


Iridektomi & Iridotomi Perifer Trabekuloplasti Laser Bedah Drainase Glaukoma

Pembedahan Iridektomi perifer Pembedahan Filtrasi