Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Media BGLB Teknik Biakan Murni Secara kebetulan ditemukan oleh seorang pria Jerman, dia melihat bahwa koloni yang tumbuh pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan jalan untuk memisah menjadi individu-individu. Hal ini kemudian dikembangkan oleh mereka untuk mengembangkan media spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisme. Media adalah substansi yang memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme. Koch dan koleganya menunjukkan senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat media menjadi padat. Richard J. Petri (18521921) membuat piringan kaca bertutup untuk menempatkan media agar, alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1892, dengan menggunakan teknik biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen penyebab typus, dipteri, tetanus, pneumonia dan lain sebagainya. Koch mengenalkan penggunaan hewan sebagai model untuk penyakit manusia dengan cara menginjeksikan bakteri ke tubuh mencit, kelinci, babi atau domba. Postulat Koch Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifik merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch yaitu: Mikroorganisme tertentu ditimbulkan. Mikroorganisme dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di laboratorium. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada hewan yang sesuai dapat menimbulkan penyakit. Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah terinfeksi tersebut Penelitian dan pengembangan kultur medium penghambat mikroorganisme selain bakteri coliform membuat para bacteriologist tertarik. Pada tahun 1926, Dunham dan Schoenlein mempelajari proporsi Bile dan brilliant green yang bisa memberikan hasil yang baik sebagai medium penghambat. Jordan menunjukkan bahwa media dengan bile dan brilliant green (Brilliant Green Lactosa Broth) lebih baik dari Lactose Broth untuk mendeteksi bakteri coliform dalam air. Untuk kontrol susu pasteurisasi, MacCrady dan Langevin merasa puas menggunakan Brilliant Hijau Bile Broth untuk deteksi bakteri coliform. Mackenzie diverifikasi bahwa konsentrasi hijau brilian sudah cukup efektif untuk menghambat bakteri kelompok laktosa-fermentasi anaerob, dalam Clostridium perfringens tertentu. selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang

1.2 Jenis Media Media BGLB Media BGLB ini dapat diklasifikasikan berdasarkan atas susunan kimiawi, konsistensi atau kepadatannya, wadah yang digunakan serta fungsinya. - Berdasarkan susunan kimiawi, termasuk media sintetis karena semua komponen penyusunnya merupakan zat kimia. - Berdasarkan konsistensi atau kepadatannya, termasuk media cair (broth) karena tidak mengandung agar. - Berdasarkan wadah atau tempatnya termasuk media tabung karena disimpan dalam tabung reaksi. - Berdasarkan fungsinya, termasuk media selektif untuk pertumbuhan bakteri Coliform, menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif.

1.3 Fungsi Media BGLB Media Brillian Green Lactose Broth (BGLB) merupakan media yang digunakan untuk mendeteksi bakteri coliform (Gram negatif) di dalam air, makanan, dan produk lainnya. Media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan menggiatkan pertumbuhan bakteri coliform. Ada atau tidaknya bakteri coliform ditandai dengan terbentuknya asam dan gas yang disebabkan karena fermentasi laktosa oleh bakteri golongan coli (fardias, 1989) Media Brillian Green Lactose Broth (BGLB) khususnya digunakan untuk pemeriksaan MPN coliform, yaitu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui perkiraan jumlah terdekat bakteri coli dan coliform dalam 100ml sampel. Penggunaan media BGLB ini digunakan pada tahap uji penguat (Confirmed Test). Media ini digunakan dengan maksud untuk media penyubur bagi bakteri coliform sekaligus sebagai media selektif bagi bakteri selain bakteri coliform. Dengan komposisi media yang mengandung laktossa dan garam empedu inilah yang dapat mengizinkan dan mendorong bakteri-bakteri coliform untuk tumbuh secara optimal.

BAB II DASAR TEORI

2.1 Komposisi Media BGLB Adapun komponen penyusun dari media BGLB ini ialah sebagai berikut : Peptone Oxbile Lactosa Brilliant green Air (aqua destilasi) 10 gram 20 gram 10 gram 0,0133 gram

2.2 Fungsi Komposisi Media BGLB 1. Enzimatik Intisari dari Gelatin adalah sumber karbon dan nitrogen digunakan untuk kebutuhan pertumbuhan umum di Briliant Green Lactose Bile Broth. 2. Oxbile dan Briliant Green berfungsi sebagai agen selektif yang menghambat bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. 3. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Bakteri memfermentasi laktosa dalam kaldu dengan produksi gas untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri koliform dan E.coli. 4. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. 5. Air (H2O) sebagai komponen utama sel mikroba dan media. Fungsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolisme.

BAB III PROSEDUR PEMBUATAN MEDIA

3.1 Perhitungan Pada kemasan BGLB terdapat ketentuan BGLB 40g/l Diket : V1 W1 V2 = 1 L = 1000 ml = 40 g = 60 ml

Ditanya : W2 = ? Jawab : V1 = V2 W1 W2

1000 ml = 60 ml 40 gram W2 = 2,4 gram

W2 = 40 gram x 60 ml 1000 ml 3.2 Penimbangan

Jadi, jika ingin membuat media BGLB sebanyak 60 ml kita perlu menimbang media BGLB sebanyak 2,4 gram. Ditimbang menggunakan neraca analitik sesuai dengan prosedur penggunaannya.

3.3 Cara Kerja / Prosedur 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Semua APD digunakan dengan baik, benar dan lengkap. Disiapkan semua alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan. Dipastikan semua alat dan bahan dalam keadaan siap digunakan. Ditimbang serbuk media BGLB ( sesuai volume yang dibuat, dengan rumus Dipindahkan serbuk media BGLB ke dalam beaker glass. Ditambahkan aquadest sesuai dengan volume, dipindahkan ke Erlenmeyer. Dihomogenkan larutan dengan bantuan pemanasan dan pengadukan. Pelarutan tidak boleh sampai mendidih ( pelarutan harus sempurna sehingga tidak ada Kristal yang bersisa) 9. Dicek pH larutan sesuai petunjuk media ( pH = 7,4 0,2 ) pada suhu 250 C. )

10. Diperhatikan pengecekan suhu larutan saat pengecekan pH media. 11. Ditambahkan NaOH 0,01 N jika pH larutan kurang basa dan ditambahkan HCL 0,01 N jika pH larutn kurang asam.

12. Dibagi atau dimasukkan ke dalam tabung reaksi + tabung durham yang sudah disiapkan ( volume tinggi tabung) 13. Dibagi ke tabung reaksi yang telah dipersiapkan ( tabung reaksi yang bersih) 14. Disterilisasi 1210 C ( 1 atm ) 15 menit. 15. Dikeluarkan larutan dari autoclave, saat suhu sudah rendah ( 200 C) dan tekanan telah turun ( dilihat indicator autoclave) 16. Dibiarkan media disk sampai dingin. 17. Dimasukkan media ke inkubator ( 370 C) 24 jam untuk uji kualitas media. 18. Disimpan pada suhu 40 C 80 C untuk menyimpan media.

BAB IV PENUTUP

4.1 Uji Kualitas Media Kualitas media harus diperiksa dahulu sebelum media digunakan . Ada bermacammacam cara untuk menguji mutu media yang telah dibuat , yaitu : a. Secara visual ; yaitu dengan memperhatikan atau melihat warna, kekeruhan dan lainlain. Seperti pada media BGLB yang dilengkapi tabung durham, bila terlihat gelembung udara berarti sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Bila warna media tidak sesuai dengan warna standar maka dicurigai adanya perbedaan pH, untuk itu periksalah dengan menggunakan pH meter. Bila pH media berbeda kurang lebih 0,2 satuan, tambahkan asam atau basa atau dibuat baru. b. Uji sterilitas Uji sterilitas merupakan suatau keharusan terutama pada media yang diperkaya dengan bahan-bahan tertentu seperti agar darah atau agar coklat. Caranya : 1. Ambil sejumlah 5% dari setiang batch media yang dibuat 2. Inkubasi selama 2 hari pada suhu 35oC 3. Bila terdapat pertumbuhan lebh dari 2 koloni kuman per cawan petri pada satu cawan petri atau lebih, berarti seluruh media dari batch tersebut tidak dapat dipakai. c. Penanaman kuman control positif dan control negative Kuman control positif adalah kuman yang seharusnya tumbuh pada media tertentu, sedangkan control kuman negative adalah kuman yang seharusnya tidak tumbuh pada media tertentu. Beberapa kesalahan mungkin saja terjadi pada saat pembuatan media , adapun kesalan dan kemungkinan penyebabnya yaitu: 1. Kesalahan nilai pH dapat disebabkan oleh ; Pengujian pH diatas suhu kamar (25-27oC) Terlalu panas dan terlalu lamanya sterilisasi Tidak lengkapnya larutan pada medium Kurangnya jumlah air dalam wadah Penyimpanan media yang kurang tepat atau melebihi tanggal kadaluarsa

2. Kekeruhan atau presipitasi (pengendapan) dapat disebabkan oleh : Kurangnya jumlah air dalam wadah Terlalu panas dan terlalu lamanya sterilisasi Tidak tepatnya nilai pH Tidak lengkapnya larutan

3. Lebih gelap , dapat disebabkan oleh ; Terlalu panas Tidak lengkapnya larutan

4. Gel menjadi lembek . dapat disebabkan oleh : Agar tidak larut Kurang mencampur Terlalu lamanya penyimpanan pada suhu 50oC Terlalu panas pada pH rendah Kesalahan pada penimbangan Overdilition dengan inokulum atau suplemen media

5. Penurunan pertumbuhan bakteri , dapat disebabkan oleh : Pemanasan berlebih dan berkepanjangan Tidak lengkapnya larutan Terdapatnya zat penghambat (inhibitor) dalam air dan wadah Penggelapan Penyimpangan pH

4.2 Penyimpanan Media

1. Media BGLB disimpan dalam tabung reaksi yang berisi tabung durham
Tabung dengan sumbat kapas : 1 minggu Tabung dengan sumbat longgar : 1 minggu

2. Diinkubasi pada suhu 37oC di inkubator 3. Hindari dari cahaya matahari langsung dan cahaya. 4. Harus dijaga agar media tidak mengalami kekeringan 5. Media BGLB disimpan dalam lemari pendingin atau dalam lemari penyimpanan
khusus yang dikontrol suhunya yaitu sekitar 4 2oC 4.3 Hal-Hal Yang Penting Dalam Pembuatan Media BGLB 1. Pelarut Pelarut yang digunakan untuk melarutkan media BGLB adalah aquades. Penambahan aquades harus disesuaikan dengan massa bubuk media yang akan digunakan. Karena apabila tidak disesuaikan maka konsentrasi dari media BGLB akan berubah.

2. Penimbangan media pertumbuhan Proses penimbangan dilakukan dengan menggunakan neraca analitik. Penimbangan media yang dilakukan harus tepat karena apabila penimbangannya tidak tepat maka akan mempengaruhi konsentrasi dari media tersebut. 3. Pengaturan pH pH media BGLB harus diukur sebelum disterilisasi. pH media BGLB adalah 7,4 0,2 dan diukur pada suhu 25C. pH media harus sesuai dengan yang ditentukan karena pH sangat berpengaruh terhadap kualitas dari suatu media. 4. Proses pelarutan Media harus dilarutkan dengan sempurna. Proses pelarutannya dibantu dengan proses pemanasan. Namun media tidak boleh dipanaskan sampai mendidih karena akan mempengaruhi komposisi dari media tersebut. 5. Proses sterilisasi Media BGLB disterilisasi pada autoklaf pada suhu 121o C selama 15 menit. 6. Posisi tabung durham dalam tabung reaksi Tabung durham diletakkan terbalik pada tabung reaksi. Setelah memasukkan media BGLB ke dalam tabung reaksi, media harus dibolak balik agar tidak ada gelembung udara pada tabung durham. Karena apabila ada gelembung udara maka kita akan mengalami kesulitan saat mengamati fermentasi dari coliform dalam media BGLB. Selain itu prose penuangan media BGLB kedalam tabung reaksi

4.4 GAMBAR MEDIA BGLG

DAFTAR PUSTAKA

Fardias. 1989. dalam dalam Zuhri, Shofyan. 2009. Pemeriksaan Mikrobiologis Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Mikrobiologi Laboratorium, 2011, Komposisi media bakteri, Online, http://inst.bact.wisc. edu/inst/index.php?module=Book&func=displayarticle&art_id=280,Diakses 11 Juni 2013. Munif,A. 2012. Bakteri Coliform dan Coli. Online. http:// environmentalsanitation. wordpress.com /2012/12/24/bakteri-coliform-dan-e-coli/.Diakses tanggal 11 Juni 2013. Pradhika.2012. Media Pertumbuhan Mikroorganisme. Online.http://praktikmikrobiologi. blogspot.com/2012/10/media-pertumbuhan-mikroorganisme-bagian.html.Diakses tanggal 12 Juni 2013. Safitri, Elis Dwi.2013.MPN coliform complete test.Online. http://elisdwi161293.blogspot.com/2013/04/mpn-coliform-complete-test.html Diakses pada 12 Juni 2013. tanggal

PENGETAHUAN MEDIA DAN REAGENSIA MEDIA BRILLIAN GREEN LACTOSE BROTH ( BGLB )

OLEH KELOMPOK IA : 1. NI WAYAN WINDY FERINA 2. I DEWA AYU MEGARANI 3. ANI ELIYA 4. IDA AYU DITA PUSPITA PUTRI 5. LUH PUTU SUASTARI 6. A.A.I.N GAYATRI AGUNG 7. NI WAYAN NURSILAYANI ( P07134012001 ) ( P07134012003 ) ( P07134012005 ) ( P07134012007 ) ( P07134012009 ) ( P07134012011 ) ( P07134012013 )

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR JURUSAN ANALIS KESEHATAN 2013