Anda di halaman 1dari 0

1

YESUS KRISTUS ADALAH TERANG DUNIA





Dasar Alkitab:
Injil Yohanes 8:12-20, TB-LAI
12
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia;
barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan
mempunyai terang hidup."
13
Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi
tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar."
14
J awab Yesus kepada mereka, kata-Nya:
"Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku
tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana
Aku datang dan ke mana Aku pergi.
15
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku
tidak menghakimi seorangpun,
16
dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu
benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
17

Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
18
Akulah
yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang
Aku."
19
Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" J awab Yesus: "Baik
Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. J ikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu
mengenal juga Bapa-Ku."
20
Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu
Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-
Nya belum tiba.


YESUS KRISTUS ADALAH TERANG DUNIA DAN
PENGGENAPAN NUBUAT NABI YESAYA

Kalimat digunakan oleh Yesus di sini dimulai dengan Akulah. Sinonim Akulah adalah
"Aku adalah / Aku ada. Kalimat ini berasal dari bahasa Yunani ego emi, di mana
menunjuk kepada atribut Allah, nama YHWH, sebab kata ini digunakan pada Perjanjian
Lama ketika TUHAN menyatakan diri kepada Nabi Musa:

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya:


"Akulah terang dunia;
barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Injil Yohanes 8:12, TB-LAI
2

13
Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel
dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu,
dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus
kujawab kepada mereka?"
14
Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya:
"Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku
kepadamu."
15
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada
orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan
Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya
dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH
AKU." (Keluaran 3:13-15, TB-LAI)


Yesus mengatakan kalimat Akulah terang dunia di dekat perbendaharaan, waktu Ia
mengajar di dalam Bait Allah (ayat 20). Di hadapan orang banyak --- di antaranya terdapat
orang-orang Farisi, maka dengan kalimat ini orang-orang Yahudi yang mendengar akan
teringat peristiwa penyataan TUHAN Allah kepada Musa tersebut, karena Akulah di sini
menunjuk kepada Nama TUHAN ego emi yang menampakkan diri kepada Musa dan
Nama ini diajarkan turun-menurun dalam bangsa Israel dan dikenakan di dalam diri Yesus
Kristus. Akulah menunjuk kepada keberadaan TUHAN sendiri, menunjuk kepada
eksistensi TUHAN sendiri untuk selama-lamanya, sebutan turun-menurun bangsa Israel
kepada TUHAN, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub --- Allah yang hidup, yang
bukan ilah atau benda mati yang disembah, namun Allah yang telah menampakkan diri,
Allah yang memperkenalkan diri-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, kemudian
menampakkan diri kepada Musa. Selain TUHAN sendiri yang mengatakan Akulah, tidak
ada nabi, rasul, pendiri agama, tokoh agama yang berani dan boleh mengatakan Akulah,
karena ini berkaitan dengan atribut TUHAN sendiri. Akulah terang dunia adalah
deklarasi keilahian Yesus Kristus, bahwa Dialah Allah yang hidup, Allah nenek moyang
bangsa Israel, Dialah Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub dan yang telah
menampakkan diri kepada Musa dalam semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api
yang berinkarnasi menjadi daging (manusia).


Ayat 12 Akulah terang dunia barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam
kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.", penyataan Yesus begitu tegas,
Yesus adalah terang itu sendiri, yang bukan diciptakan, karena Yesus adalah terang Allah
yang sejati, maka barangsiapa yang mengikut Yesus tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan orang itu akan memiliki terang hidup. Terang sejati Allah dalam Yesus Kristus
memberikan terang hidup kepada siapa saja yang datang kepada-Nya. Seorang nabi atau
rasul yang adalah manusia biasa, tidak akan dapat memberikan terang dari dirinya untuk
diberikan kepada banyak orang agar memiliki terang hidup. Penyataan ini penggenapan
dari nubuat Nabi Yesaya tentang Mesias atau J uru Selamat:

3

8:23
Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu.
Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di
kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan,
wilayah bangsa-bangsa lain.
1
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah
melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang
telah bersinar.
2
Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang
besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen,
seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. (Yesaya 8:23-9:2, TB-
LAI)


"Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah
memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi
perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, (Yesaya 42:6,
TB-LAI)


1
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN
terbit atasmu.
2
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman
menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya
menjadi nyata atasmu. (Yesaya 60:1-2, TB-LAI)


Nubuat Nabi Yesaya digenapi dalam Yesus Kristus:
14
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15
"Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan,
Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
16
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah
melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi
maut, telah terbit Terang." (Injil Matius 4:14-16, TB-LAI)


Nabi Yesaya berbicara tentang datangnya seorang pelepas yang pada suatu hari akan
menuntun umat Allah kepada sukacita, damai sejahtera, kebenaran, dan keadilan; orang itu
adalah Mesias -- Yesus Kristus, Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Nubuat ini
menyatakan beberapa kebenaran penting tentang Mesias yang akan datang. Yesus
menggenapi nubuat Nabi Yesaya dengan tegas mendeklarasikan bahwa Dialah yang
dimaksud oleh nubuat Nabi Yesaya itu Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah
melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah
bersinar. Penggenapannya di dalam Yesus Kristus: Akulah terang dunia barangsiapa
mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai
terang hidup." Yesus Kristus berbeda dengan nabi-nabi lain. Yesus bukan orang yang
seolah-olah sudah merasa diri suci kemudian mendapatkan terang ilahi lalu mengajak orang
mengikuti jejaknya. Yesus tidak demikian. Yesus adalah terang sejati Allah sendiri, dia
mengajak siapa saja termasuk saudara untuk datang kepada terang Kristus agar keluar dari
4

kegelapan dosa menuju terang hidup. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan
kegelapan itu tidak menguasainya. (Injil Yohanes 1:5, TB-LAI). Tanpa Yesus Kristus,
manusia berada di dalam kegelapan maut. Yesus Kristus adalah terang dunia, terang Yesus
Kristus bercahaya dalam kegelapan maut dan maut tidak dapat berkuasa karena Yesus
Kristus telah mengalahkan maut. Keselamatan dalam Yesus Kristus ini bukan milik bangsa
Israel saja, atau milik orang Kristen saja, atau gereja saja, tetapi Yesus Kristus adalah J uru
Selamat bagi semua orang berdosa.

44
Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan
percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;
45
dan barangsiapa
melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
46
Aku telah datang ke
dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan
tinggal di dalam kegelapan.
47
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku
tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya.
48
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak
menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan,
itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
49
Sebab Aku berkata-kata
bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang
memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku
sampaikan.
50
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. J adi
apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh
Bapa kepada-Ku." (Injil Yohanes 8:44-50, TB-LAI)





















5

SEMUA MANUSIA BERDOSA DAN PENGHARAPAN BAGI


MANUSIA BERDOSA

Alkitab berbeda dengan buku-buku atau kitab-kitab lain, Alkitab adalah Firman Allah.
Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia sudah berbuat dosa.

.bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan
hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kejadian 6:5, TB-LAI)


Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikand ung
ibuku. (Mazmur 51:7, TB-LAI)


3
Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat
apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.
4
Mereka semua telah
menyimpang, sekaliannya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
(Mazmur 53:3-4, TB-LAI)


Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak
pernah berbuat dosa! (Pengkhotbah 7:20, TB-LAI)


23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
24

dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan
dalam Kristus Yesus.
25
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan
pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan
keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada
masa kesabaran-Nya.
26
Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada
masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya
kepada Yesus. (Roma 3:23-26, TB-LAI)

Alkitab mengajarkan bahwa semua orang, siapa pun orangnya, apakah raja, apakah ratu,
apakah presiden, apakah perdana menteri, apakah profesor, apakah artis, apakah guru
agama, apakah tokoh agamawan, bahkan para nabi, para rasul, tidak ada orang suci di dunia
ini; semua telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Ada orang yang melatih diri
untuk menjauhi segala keinginan dunia, mengasingkan diri bahkan ada yang menyiksa diri
agar bisa menyucikan diri dengan jalan yang dianggap sebagai jalan menuju keselamatan,
tetapi Firman Allah yang tertulis di dalam Alkitab menyatakan bahwa semua manusia telah
berbuat dosa, sekalian manusia telah bejat, semua telah menyimpang dan kehilangan
kemuliaan Allah. Dosa membuat hubungan manusia dan Allah yang semula bergaul dengan
akrab di Taman Eden, namun akibat dosa ada jurang pemisah antara manusia yang berdosa
dengan Allah Yang Mahasuci.
6

Dosa begitu serius di mata Allah. Zaman ini adalah zaman di mana manusia sudah tidak
ada rasa takut lagi berbuat dosa dan sudah kehilangan rasa takut dan hormat kepada Allah.
Manusia zaman ini diluar kelihatan rajin menjalankan keagamaan tetapi hanya menjadi
aktivitas rutinitas saja, sudah tidak disertai rasa takut dan hormat kepada Allah. Bukankah
sudah ada ribuan rumah ibadah dibangun di negeri ini, convention hall di berbagai mall
maupun hotel berbintang, lapangan sepak bola dijadikan sebagai kegiatan ibadah, sudah
banyak sarjana theologi lulusan dalam negeri dan bahkan luar negeri dari S1 hingga S3, di
televisi bukankah setiap pagi ada pengajaran tentang agama, tetapi kejahatan manusia
bukannya berkurang tetapi makin hari makin mengerikan dan menjadi-jadi. Tokoh agama
yang seharusnya dijadikan panutan dan soko guru, namun telah mencabuli gadis didiknya;
tokoh agama yang seharusnya memberi teladan yang baik, namun mengambil uang
jemaatnya atas nama Tuhan untuk memperkaya dirinya sendiri dan keluarganya dengan
berbagai rumah mewah dan kolektor mobil milyaran rupiah. Kisah pembunuhan sadis
seorang wanita sebagai korban setelah dibunuh lalu diperkosa beramai-ramai di sebuah
angkot lalu mayatnya dibuang begitu saja di pinggir jalan; ada pula pembunuhan setelah
dibunuh lalu mayatnya dimutilasi lalu dimasukkan ke dalam tabung gas; ada yang
mayatnya dimasukkan ke ember besar lalu dibuang ke sungai; ada yang mayatnya
dipendam di halaman rumah lalu disemen dan diatasnya diberi bunga. Luar biasa
mengerikan zaman kita hidup saat ini. Banyak juga yang berbuat dosa tetapi tidak pernah
bertobat dan mengulang terus-menerus berbuat dosa. Dosa sudah membelenggu kehidupan
manusia. Dosa bukan hanya sekadar moral manusia yang kurang baik, bukan hanya sekadar
adanya suatu perasaan bersalah yang tak perlu dirisaukan, tetapi Alkitab mengajarkan
bahwa dosa ada di dalam diri manusia sehingga membuat manusia melakukan hal-hal yang
jahat di mata Allah.

15
Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku
kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
16
J adi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa
hukum Taurat itu baik.
17
Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya,
tetapi dosa yang ada di dalam aku.
18
Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di
dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang
ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
19
Sebab bukan apa yang
aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku
kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
20
J adi jika aku berbuat apa yang
tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang
diam di dalam aku.
21
Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki
berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
22
Sebab di dalam batinku aku
suka akan hukum Allah,
23
tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat
hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi
tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
24
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
25
Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
26
J adi dengan akal budiku
aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.
(Roma 7:15-26, TB-LAI)
7

Dosa membuat manusia tidak dapat mengenal Allah, dosa membuat manusia tidak takut
kepada Allah dan bahkan menolak Allah:

9
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam
dunia.
10
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia
tidak mengenal-Nya.
11
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang
kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Injil Yohanes 1:9-11, TB-LAI)


20
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada
terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; (Injil
Yohanes 3:20, TB-LAI)

Dalam keberadaan manusia berdosa, tidak mungkin manusia berdosa mampu bertahan
ketika berhadapan dengan kesucian Allah. Alkitab mengajarkan bahwa akibat dosa ini
adalah manusia tunduk kepada kematian.

Kematian menurut Alkitab ada 3 macam:
(1) kematian jasmani dengan ditandainya berakhirnya kehidupan di dunia ini,
(2) kematian rohani yang ditandai dengan terpisahnya hubungan antara manusia dengan
Allah,
(3) kematian kekal, kematian abadi di mana api tak terpadamkan dalam neraka.

Setelah manusia mati di dunia ini, tidak berarti ibarat orang tidur yang tidak merasakan
apa-apa, kembali kepada kekosongan. Manusia mati di dunia ini, oleh karena semua
manusia sudah berbuat dosa, karena upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Manusia berdosa
setelah mati harus menghadapi hukuman yang dijatuhkan oleh Allah sebagai ganjaran atas
dosa-dosanya: "... manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu
dihakimi" (Ibrani 9:27, TB-LAI). Kematian yang dihadapi manusia berbeda dengan
kematian binatang, sebab manusia memiliki roh (ketika itulah TUHAN Allah membentuk
manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya;
demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup, Kejadian 2:7, TB-LAI) dan roh
manusia ini kembali kehadapan Allah sebagai manusia durhaka atau sebagai anak-anak
Allah.

Allah membenci dosa, tetapi mengasihi manusia berdosa. Hanya melalui anugerah Allah
saja melalui keselamatan di dalam Yesus Kristus maka manusia berdosa mendapatkan
pengampunan dosa: Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa
mengampuni dosa" (Injil Markus 2:10, TB-LAI). Pengampunan dosa hanya ada di dalam
Yesus Kristus. Ini berarti bahwa semua usaha manusia untuk mencapai keselamatan dengan
agama, ajaran moral, perbuatan baik, amal, adalah sia-sia, tak ada guna sama sekali atau 0
(nol), tidak mengurangi sedikitpun dosa dan tidak dapat meniadakan dosa. Inilah kasih itu:
Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang
telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1Yohanes 4:10,TB-
LAI)
8

Timbul pertanyaan, ada orang yang hidupnya begitu saleh, suka menolong sesamanya. Bila
ada pengemis diberi makanan, tidak pernah berkata kasar pada orang, tidak pernah
membunuh orang, tidak punya musuh, tidak pernah mencuri, jujur dalam hidupnya.
Bukankah orang seperti ini adalah fakta bahwa ada orang baik di dunia ini, mengapa
Alkitab mengatakan semua orang sudah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah?
J awab: Definisi orang baik tidak bisa subyektif dari sudut pandang manusia, tetapi harus
dari sudut pandang Allah. Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia telah berbuat dosa
dan kehilangan kemuliaan Allah, bahkan bayi yang lahir pun tidak suci, karena semua
manusia sudah berdosa.

Membenci: Membenci mungkin dianggap sebagai suatu hal yang wajar atau
biasa saja. Namun Alkitab mengajarkan bahwa orang yang membenci memiliki
dosa yang sama dengan membunuh.

Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh
manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap
memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. (1Yohanes 3:15, TB-LAI)


Marah terhadap saudaranya:

21
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita:
J angan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap
saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir!
harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: J ahil! harus
diserahkan ke dalam neraka (Injil Matius 5:21-22, TB-LAI)


Memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah di dalam hati.

27
Kamu telah mendengar firman: J angan berzinah.
28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan
serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Injil
Matius 5:27-28, TB-LAI)

Di sini Yesus tidak memerintahkan agar wanita menutupi seluruh tubuhnya agar
tidak menimbulkan nafsu birahi laki-laki yang memandangnya, tetapi justru
Yesus Kristus berfirman dengan sangat tegas ditujukan kepada laki-laki, bahwa
memandang wanita dan menginginkan wanita itu, ia sudah berzinah dalam
hatinya.



9

Orang yang tahu bagaimana berbuat baik tapi tidak melakukan, sudah berdosa.

J adi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
melakukannya, ia berdosa. (Yakobus 4:17, TB-LAI)


Hal-hal yang jahat timbul dari dalam diri manusia dan itu menajiskannya.

20
Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang
menajiskannya,
21
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran
jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
22
perzinahan, keserakahan,
kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
23

Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Injil
Markus 7:20-23, TB-LAI)


Berbuat hal-hal yang tidak dikehendaki, karena dosa diam di dalam manusia.

20
J adi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku
yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
21
Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa
yang baik, yang jahat itu ada padaku.
22
Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
23
tetapi di dalam
anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan
hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang
ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
24
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh
maut ini?
25
Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
26
J adi dengan akal
budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku
melayani hukum dosa. (Roma 7:20, TB-LAI)


Salah satu sikap manusia berdosa adalah munafik. Ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi,
yang kelihatan di luar begitu suci, begitu dihormati, memiliki kedudukan dan terpandang.
Namun jangan kira orang-orang munafik seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
akan lolos dari hukuman Allah. Allah tidak melihat lahiriah tetapi hati (1Samuel 16:7, TB-
LAI: .Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di
depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."). Yesus mengecam sikap munafik. Yesus tidak
sungkan bahkan berulang-ulang mengatakan sikap orang-orang munafik seperti ini dengan
berkata: Celakalah!.



10

Mari kita simak kecaman Yesus di Injil Matius pasal 23:13-33, TB-LAI:
13
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang.
Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk
masuk.

14
(Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui
mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima
hukuman yang lebih berat.)

15
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk
mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat,
kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

16
Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi
Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu
mengikat.
17
Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih
penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
18
Bersumpah demi
mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di
atasnya, sumpah itu mengikat.
19
Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih
penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
20
Karena
itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi
segala sesuatu yang terletak di atasnya.
21
Dan barangsiapa bersumpah demi Bait
Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
22
Dan
barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi
Dia, yang bersemayam di atasnya.

23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar,
tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas
kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

24
Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam
minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.

25
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi
sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
26
Hai orang Farisi yang buta,
bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan
bersih.

11

27
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah
luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang
belulang dan pelbagai jenis kotoran.
28
Demikian jugalah kamu, di sebelah luar
kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh
kemunafikan dan kedurjanaan.

29
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-
orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu
orang-orang saleh
30
dan berkata: J ika kami hidup di zaman nenek moyang kita,
tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
31
Tetapi
dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah
keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
32
J adi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

33
Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin
kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Munafik adalah dosa. Yesus tidak sungkan mengecam dengan keras sikap munafik seperti
itu dan hukumannya adalah neraka. Dosa membuat manusia yang diciptakan menurut peta
dan teladan Allah menjadi rusak, manusia kehilangan kemuliaan Allah dan hati manusia
cenderung untuk melawan kehendak Allah. Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa,
manusia telah menjadi seteru Allah. Dunia kita ini adalah dunia yang terhilang dari
kemuliaan Allah.

Puji Tuhan, di tengah keberadaan manusia berdosa yang sudah selayaknya dihukum di
dalam neraka, Allah menyediakan karya keselamatan-Nya. Inisiatif keselamatan datang
dari Allah, inisiatif bukan dari manusia berdosa. Nubuat Nabi Yesaya lagi-lagi ditujukan
kepada Yesus Kristus:

5
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk
kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang:
Penasihat Ajaib,
Allah yang Perkasa,
Bapa yang Kekal,
Raja Damai.
6
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta
Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya
dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.
Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:5-6, TB-
LAI)




12

Siapakah nabi, siapakah rasul yang memiliki kekuasaan yang tidak berkesudahan selain
Yesus Kristus? Siapakah nabi, siapakah rasul yang memiliki atas tahta Daud dan
kerajaannya penuh keadilan dan kebenaran sampai selama-lamanya (tidak berkesudahan,
tidak ada akhirnya, kekal, abadi) selain Yesus Kristus? Nubuat ini berbicara kepada Yesus
Kristus. Bapa telah memberikan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, yang begitu
dikasihi, yang sehakekat dengan Bapa untuk kita, manusia berdosa. Yesuslah Penasihat
Ajaib, Yesuslah Allah yang Perkasa, Yesuslah Bapa yang Kekal, Yesuslah Raja Damai.

Siapakah nabi, siapakah rasul yang sanggup menjadi Raja Damai, mendamaikan manusia
berdosa yang berada di dalam kutukan maut dengan Allah Bapa selain Yesus Kristus?
Manusia berdosa yang berusaha hidup suci, berbuat banyak amal di dunia ini tidak akan
sanggup berdamai dengan Allah apalagi menjadi Raja Damai. Tanpa Yesus Kristus,
seberapa banyak amal manusia di dunia ini, manusia tetap berada di dalam kegelapan maut
dan murka Allah tetap ada padanya. Bagaimana dengan malaikat? Apakah malaikat dapat
menjadi J uru Selamat manusia berdosa? Mari kita baca Kitab Ibrani berikut ini:

3
Ia (Yesus) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang
segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai
mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat
yang tinggi,
4
jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang
dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.
5
Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-
Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi
Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
6
Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata:
"Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Ibrani 1:3-6, TB-LAI)


Malaikat yang adalah makhluk rohani juga tidak akan sanggup menjadi pendamai manusia
berdosa dan Bapa. Manusia berdosa tidak bisa dibebaskan dari kuasa maut kecuali
penyelamatan datang dari Allah sendiri. Hanya melalui Yesus Kristus, Dialah cahaya
kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah, yang sanggup mendamaikan manusia berdosa
dengan Bapa. Yesus telah mengambil rupa manusia, Yesus berinkarnasi menjadi manusia,
melalui kematian dan kebangkitan-Nya atas kematian, Yesus telah mengalahkan maut,
Yesus membawa manusia berdosa kepada Bapa untuk kemudian diperdamaikan dengan
Bapa: Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak
memperhitungkan pelanggaran mereka. (2Korintus 5:19a, TB-LAI). Pendamaian ini
bahkan membuat status manusia berdosa dari musuh Allah atau seteru Allah, kemudian
diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-
anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13
orang-orang yang
diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh
keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14
Firman itu telah menjadi
13

manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu
kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih
karunia dan kebenaran.
16
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih
karunia;
17
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan
kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18
Tidak seorangpun yang pernah melihat
Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang
menyatakan-Nya. (Injil Yohanes 1:12-14, 16-18, TB-LAI)


42
Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan
bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang
hidup dan orang-orang mati.
43
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa
barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena
nama-Nya." (Kisah Para Rasul 10:42-43, TB-LAI)




Timbul pertanyaan, bukankah Allah itu Mahapengampun? Cukup manusia meminta ampun,
bertaubat dengan sungguh-sungguh di hadapan Allah maka Allah pasti mengampuni dosa
manusia, tanpa perlu Yesus Kristus. Cukup manusia datang langsung kepada Allah dan
minta ampun kepada-Nya, niscaya Allah pasti mengampuni.

J awab: Benar, bahwa Allah itu Mahapengampun, tapi jangan lupa bahwa Allah juga
Mahaadil. Bila Allah mengampuni dosa manusia tanpa kematian Yesus Kristus yang
mengalirkan darah di kayu salib, Anak-Nya yang tunggal, maka Allah ingkar terhadap
firman yang difirmankan-Nya sendiri:

Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah
engkau mati." ,

Roma 6:23a: Sebab upah dosa ialah maut.

Manusia berdosa pasti mati dan upah dosa adalah maut. Manusia pertama akhirnya
melanggar perintah Allah dan akhirnya manusia pertama memakan buah pengetahuan yang
baik dan jahat, maka ganjarannya adalah mati. Seperti yang dijelaskan di atas, kematian
menurut Alkitab ada 3 macam dan pada kematian jenis ketiga yaitu kematian abadi di
dalam neraka akibat pelanggaran atas perintah Allah. Dengan status manusia berdosa, bila
Allah cukup hanya mengampuni, tanpa melalui kematian Yesus Kristus yang mengalirkan
darah di kayu salib sebagai kurban penebus dosa, maka firman-Nya adalah dusta, sebab
dosa tidak membuat manusia mengalami maut sebagai upah atas dosa-dosanya. Selain itu
akan bertentangan dengan sifat-Nya sendiri yang Mahaadil bila membiarkan begitu saja
14

pelanggaran yang melawan kehendak-Nya. Di 1Yohanes 3:4 tertulis: Setiap orang yang
berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Bila pelanggaran hukum Allah kemudian Allah begitu saja memberi pengampunan maka
akan bertentangan dengan sifat-Nya yang Mahaadil. Maka Allah sendiri yang berinisiatif
menyelamatkan manusia, sebab tidak mungkin manusia dapat menyelamatkan dirinya
sendiri dari belenggu dosa karena semua manusia sudah berbuat dosa, tidak mungkin juga
malaikat, maka Allah sendiri yang hanya dapat menyelamatkan manusia, maka Ia
berinkarnasi menjadi manusia sebagai pengantara antara manusia dan Bapa. Yesus Kristus
menanggung dosa manusia dan menerima upah dosa, yaitu maut. Dia yang tidak mengenal
dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh
Allah. (2Korintus 5:21, TB-LAI). Di atas kayu salib, kutuk dosa ditimpakan kepada Yesus
Kristus. Murka Allah atas dosa manusia ditimpakan kepada Yesus. Yesus dan Bapa adalah
satu, sehakekat, saling mengasihi Bapa mengasihi Anak dan Anak mengasihi Bapa,
namun ada suatu waktu yaitu saat Yesus mati di kayu salib, Yesus harus terpisah dari Bapa.
Bapa meninggalkan Yesus. Ini adalah penderitaan Kristus yang paling berat, terpisah dari
Bapa, karena Yesus sedang mewakili manusia berdosa yang terpisah dari Bapa. Bapa
meninggalkan Yesus dan ini dijadikan bahan ejekan, dijadikan cemooh dan hinaan bahwa
ini bukti Yesus tidak disertai Allah. Kalau Yesus Allah, mengapa ditinggalkan oleh Bapa-
Nya? Ini pandangan sesat! Bapa meninggalkan Yesus karena dosa-dosamu dan dosa-
dosaku. Di atas kayu salib, Yesus sedang menerima kutuk dosa. Dia begitu sengsara di
kayu salib untuk menerima murka Allah atas diri-Nya demi mengganti kita, manusia
durhaka. Kita ini yang selayaknya di salib, termasuk para pengejek seharusnya dihukum
karena dosa-dosa kita. Yesus rela dan setia taat kepada kehendak Bapa-Nya untuk
menerima kutuk dosa. Nabi Yesaya telah menubuatkan tentang hal ini dan nubuat ini
digenapi oleh Yesus Kristus:

3
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa
menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap
dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita
yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena
kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan
kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di
depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
8
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah
yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan
karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
15

9
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia
ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak
ada dalam mulutnya. (Yesaya 53:3-9, TB-LAI)



Nubuat ini berbicara tentang Yesus Kristus. Yesus Kristus disalib karena dosa-dosa kita.
Kita seharusnya yang menanggung kesengasaraan atas dosa-dosa kita, kita seharusnya yang
diremukkan oleh kejahatan kita, tetapi Bapa begitu mengasihi kita sehingga Bapa
mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, yang sehakekat dengan Bapa, untuk diremukkan
akibat dosa-dosa kita. Nubuat ini tidak berbicara tentang nabi lain. Tidak ada nabi, yang
seorang manusia berdosa sama seperti kita yang mampu menanggung dosa umat manusia di
sepanjang abad. Dialah Yesus Kristus, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian,
Dia membiarkan dirinya ditindas karena dosa-dosa kita.

Bapa berkehendak untuk meremukkan Putra-Nya yang sangat dikasihi-Nya dengan
kesakitan sebagai kurban penebus salah, selanjutnya melalui kebangkitan Yesus Kristus
membuktikan bahwa Ia Hidup dan menang atas kuasa maut. Genaplah nubuat Nabi Yesaya:

10
Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia
menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya,
umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan
hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh
hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12
Sebab itu Aku akan membagikan
kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-
orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan
nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-
pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk
pemberontak-pemberontak. (Yesaya 53:10-12, TB-LAI)


Ini adalah bukti kasih Allah kepada manusia berdosa, agar manusia memperoleh
perdamaian kepada Bapa. Kasih yang sejati adalah kasih yang berkorban, tidak hanya
diucapkan di bibir saja. Allah Mahakasih, bila dalam kasih-Nya tanpa ada pengorbanan,
maka kasih Allah belum sempurna. Allah sejati tidak menuntut agar manusia mengasihi-
Nya, tetapi Allah sejati berinisiatif mengasihi manusia berdosa dan salib Yesus Kristus
adalah bukti kasih Allah, bukti bahwa Allah bukan saja mengasihi dunia yang berdosa,
tetapi rela berkorban menderita sengsara bahkan mengorbankan nyawa-Nya yang
dibuktikan melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Inilah cinta kasih sejati, yang rela
mengobarkan nyawanya bagi tebusan banyak orang. Mesias yang sejati adalah Mesias yang
harus menderita (bdk. Injil Lukas 24:26, TB-LAI: Bukankah Mesias harus menderita
semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?").


16

Yesus Kristus adalah J uruselamat manusia, yang menderita sengsara di bawah


pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati, turun ke dalam kerajaan maut, tetapi pada
hari ketiga Yesus bangkit mengalahkan maut dan Yesus Kristus layak menjadi pengantara
antara manusia berdosa dan Bapa. Yesus Kristus adalah anugerah Bapa bagi kita, agar
melalui Yesus Kristus setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh kemenangan
atas kuasa maut:

54
Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang
dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman
Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
55
Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
57
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan
oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (1Korintus 15:54-57, TB-LAI)



Bekal apa yang kita bawa saat kematian tiba? Bila kita hendak pergi ke luar kota tentu kita
bawa bekal. Apa yang kita bahwa saat ajal tiba? Harta berupa emas, permata, tanah,
apartemen, villa, segudang rumah, mobil turbo 6.000 cc, motor superbike di atas 1.000 cc,
uang ratusan milyar bahkan puluhan triliun rupiah; semua materi tersebut tidak kita bawa
mati. Lalu apa yang kita bawa? Sebagian dari kita akan berkata bahwa kita membawa bekal
amal dan perbuatan baik. Tidak sama sekali, karena semua orang telah berbuat dosa dan
kehilangan kemuliaan Allah, Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita
mengambil jalannya sendiri (Yesaya 53:6, TB-LAI). Andil manusia berdosa termasuk amal
dan perbuatan baik agar dapat memperoleh keselamatan adalah 0 (nol) di mata Allah,
karena manusia adalah seteru Allah. Allah adalah Mahapengampun atas dosa-dosa kita
adalah benar, namun Allah juga adalah Allah Mahakudus. Manusia berdosa yang menjadi
seteru Allah, tidak mungkin bisa menghampiri Allah Mahakudus. Usaha manusia menuju
kepada Allah pasti gagal, ada jurang pemisah antara manusia berdosa dengan Allah yang
Mahakudus. Maka keselamatan yang sejati datangnya harus dari Allah sendiri, sebab tak
mungkin manusia menyelamatkan dirinya sendiri. Yesus Kristus adalah pendamai manusia
berdosa dengan Bapa:

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian
Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan
diselamatkan oleh hidup-Nya! (Roma 5:10 , TB-LAI)


Beriman kepada Yesus tidak cukup mengaku bahwa Yesus adalah salah satu nabi atau
orang yang memiliki moral yang begitu mulia. Beriman kepada Yesus Kristus, adalah
beriman bahwa Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah, Yesus adalah
terang dunia dan barangsiapa yang percaya kepada-Nya akan memiliki terang hidup.
Yesuslah jalan, Yesuslah kebenaran dan Yesuslah hidup. Di luar Yesus, tidak ada jalan
keselamatan, di luar Yesus tidak ada kebenaran, di luar Yesus tidak ada hidup.
17


15
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.
17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak
percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama
Anak Tunggal Allah.
19
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam
dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-
perbuatan mereka jahat.
20
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan
tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak
nampak;
21
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang,
supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
(Injil Yohanes 3:15-21, TB-LAI)

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa
tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap
ada di atasnya." (Injil Yohanes 3:36, TB-LAI)

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Injil Yohanes 14:6,
TB-LAI)

11
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada
kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
12
Barangsiapa memiliki Anak, ia
memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
(1Yohanes 5:11-12, TB-LAI)















18

REAKSI ATAS DEKLARASI YESUS



Di Injil Yohanes 8:13, timbullah reaksi dari orang-orang Farisi. Siapakah orang-orang
Farisi? Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang mencoba untuk melakukan Hukum
Taurat dengan baik dan benar, namun pada pelaksanaannya banyak mengalami
penyimpangan. Mereka melakukan Hukum Taurat tersebut dengan motivasi yang salah dan
tanpa pengenalan akan Hukum Taurat dengan benar, sehingga mereka jatuh ke dalam
legalistik dan Tuhan Yesus sangat menentang hal yang demikian. Alkitab mencatat banyak
kali Yesus bertentangan dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, salah satunya di
ayat berikutnya di Injil Yohanes pasal 8 tersebut:

Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-
Mu tidak benar." (ayat 13, TB-LAI)

Menarik untuk disimak di sini, orang-orang Farisi yang rajin mempelajari kitab suci
terutama Hukum Taurat tidak dapat mengerti akan makna dari penyataan Yesus. Ini
menunjukkan bahwa sebagaimana giat sekeras apapun usaha manusia berdosa untuk
mencoba mengerti makna dari isi Kitab Suci akan gagal total bila tanpa diterangi oleh
terang Allah yang sejati --Yesus Kristus, maka manusia masih berada di dalam kegelapan.


14
J awab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku
sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan
ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana
Aku pergi.
15
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi
seorangpun,
16
dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar,
sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
17
Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
18
Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus
Aku, bersaksi tentang Aku." (ayat 14-18, TB-LAI)


Yesus tidak ragu-ragu, dengan penuh otoritas Yesus menegaskan bahwa kesaksian Dia
adalah benar, karena Dia adalah Allah. Yesus tidak butuh kesaksian manusia yang berada
di dalam kegelapan untuk membenarkan kesaksian-Nya. Yesus bahkan di ayat 17-18
menegaskan bahwa kesaksian-Nya telah memenuhi Hukum Taurat yang mengharuskan
adanya kesaksian dua orang adalah sah, karena kesaksian Yesus ini disaksikan juga oleh
Allah Bapa. Yesus menyaksikan diri-Nya sendiri dan juga Bapa bersaksi tentang Yesus. Ini
adalah konsep trinitarian, tritunggal Maha Kudus yang ditegaskan oleh Yesus. Konsep ini
tidak ditemui pada mereka yang mempercayai konsep Unitarian, Saksi Yehuwa, maupun
Monotheis murni yang percaya bahwa Allah itu satu pribadi tunggal.


19

19
Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" J awab Yesus: "Baik
Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. J ikalau sekiranya kamu mengenal Aku,
kamu mengenal juga Bapa-Ku."
20
Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat
perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun
yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba. (ayat 19-20, TB-LAI)


Makin jelas, makin lama makin menunjukkan bahwa orang-orang Farisi yang begitu rajin
menyelidiki Kitab Suci, ternyata mereka selama ini tidak mengenal Bapa yang dimaksud
oleh Yesus. Menyelidiki Kitab Suci dengan rajin, bahkan mungkin mampu menghafal
seluruh isi kitab suci, selama hati manusia berdosa belum diterangi oleh Yesus Kristus,
terang sejati Allah maka sia-sia manusia berusaha mengerti makna isi kitab suci juga isi
dari kehendak Allah.


Yesus kemudian melanjutkan perkataannya kepada orang banyak.

21
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan
mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak
mungkin kamu datang."
22
Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu
dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
23
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu
dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
24
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu;
sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam
dosamu." (ayat 21-24, TB-LAI)


Oleh karena mereka "berasal dari bawah", maka akan mati dalam dosa mereka. Ada hanya
satu jalan keluar dari perkara ini, yaitu mereka harus percaya kepada Tuhan Yesus. Tuhan
Yesus menjelaskan bahwa mereka harus percaya, bahwa Akulah Dia. Akulah / Aku
adalah / Aku ada adalah nama TUHAN di dalam Perjanjian Lama sekali lagi dikenakan
di dalam diri Yesus sendiri. Dalam perkataan Yesus dihadapan orang banyak, Yesus tetap
menyatakan bahwa Dia adalah YHWH di dalam Perjanjian Lama. J adi tidak cukup jika
manusia hanya percaya bahwa Yesus adalah seorang rabi, atau seorang nabi, atau seorang
rasul, atau seorang yang memiliki moral yang luar biasa baik, tetapi manusia harus percaya
bahwa Yesus adalah YHWH, TUHAN dalam Perjanjian Lama. Kamu berasal dari bawah,
Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.lagi-lagi menunjukkan
keilahian Yesus. Tidak ada nabi, rasul, pemuka agama yang berani mengatakan bahwa dia
dari atas dan kamu dari dunia ini, selain Allah sendiri. Tanpa iman kepada Yesus seperti ini,
maka Yesus sudah memperingatkan terhadap ketidakpercayaan: Karena itu tadi Aku
berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak
percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.
20


25
Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?"
J awab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
26
Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia,
yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang
Kukatakan kepada dunia."
27
Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
28
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah
kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku
sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-
Ku.
29
Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku
sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
30
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
(ayat 25-30, TB-LAI)


Ayat-ayat 26-29 menunjukkan bahwa Yesus sebagai Allah yang sedang berinkarnasi
menjadi manusia, Ia mewakili manusia dihadapan Allah untuk tunduk dan taat kepada
kehendak Bapa dan selalu berbuat apa yang berkenan dihadapan Bapa.




31
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "J ikalau
kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
32
dan kamu
akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Terhadap orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus, Yesus tidak bersikap begitu
bangga bahwa pelayanan-Nya membuahkan hasil. Sikap ini harusnya dimiliki setiap hamba
Tuhan. Saat ini banyak gereja yang mementingkan jumlah jemaat yang sangat banyak, lalu
ajaran-ajaran yang diajarkan adalah ajaran yang menyukakan telinga dan tidak lagi
menegur dosa. Ini dilakukan supaya gereja tidak kehilangan jemaat. Tetapi Yesus memberi
teladan yang berbeda dengan kondisi gereja-gereja saat ini. Terhadap orang-orang yang
percaya kepada-Nya, Yesus bukannya bangga, lalu memanjakan mereka dengan berkat-
berkat kemakmuran dan kelimpahan harta benda, tetapi Yesus Kristus mengatakan dengan
begitu tegas dan terus terang: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar
adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan
memerdekakan kamu." Perkataan Yesus ini begitu menyakitkan orang-orang Yahudi yang
sudah percaya kepada-Nya. Mereka merasa mereka adalah orang merdeka, bukan orang
hamba.

33
J awab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi
hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
21

34
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang
yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
35
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam
rumah.
36
J adi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
37
"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk
membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
38
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu
perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
39
J awab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada
mereka: "J ikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan
pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
40
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang
mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah;
pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
41
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." J awab mereka: "Kami tidak
dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
42
Kata Yesus kepada mereka: "J ikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan
mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan
atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
43
Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat
menangkap firman-Ku.
44
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan
bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam
kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia
berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
45
Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya
kepada-Ku.
46
Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku
mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
47
Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya
kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."
48
Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan
bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"
49
J awab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan
kamu tidak menghormati Aku.
50
Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia
juga yang menghakimi.
51
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak
akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
52
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau
kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun
22

Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut


sampai selama-lamanya.
53
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-
nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
54
J awab Yesus: "J ikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu
sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa
kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
55
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi
Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku
adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti
firman-Nya.
56
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia
telah melihatnya dan ia bersukacita."
57
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima
puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum
Abraham jadi, Aku telah ada."
59
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan
meninggalkan Bait Allah. (Injil Yohanes 8:21-59, TB-LAI)

Perkataan Yesus Kristus selanjutnya yaitu di ayat 58 "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." begitu penting untuk diperhatikan.
Ayat ini menguatkan kembali penyataan Yesus Kristus Akulah tentang keilahian-Nya
dan kembali ditegaskan, bahkan sebelum Ia menampakkan diri kepada Musa sebagaimana
yang dibahas di atas di Kitab Keluaran 3:14-15, bahwa jauh sebelum Musa ada yaitu di
zaman Abraham, Yesus Kristus sudah ada.. bahkan lebih jauh lagi, jauh sebelum Abraham
ada, Yesus sudah ada.

Terjemahan bahasa Indonesia Aku telah ada di ayat 58 ini seharusnya diterjemahkan
Aku ada karena berakardari terjemahan dari kata Yunani ego eimi, sedangkan dalam
bahasa Inggris diterjemahkan I am:

J esus said to them, "Truly, truly, I say to you, before Abraham was, I am." (RSV)

Baik dalam bahasa Yunani ego eimi maupun dalam bahasa Inggris I am, menunjukkan
bahwa eksistensi Yesus, keberadaan Yesus tidak terikat oleh waktu, Yesus adalah Allah
yang melampaui batasan waktu. Ketika menyebutkan Abraham, digunakan bentuk masa
lampau, tetapi ketika menjelaskan keberadaan Yesus hal ini dikontraskan dengan
menggunakan bentuk present tense: selalu ada / selalu hadir, baik di masa lalu, di masa
sekarang maupun di masa akan datang. Tak diragukan lagi, Yesus sendiri yang menyatakan
bahwa Diri-Nya adalah TUHAN di sepanjang zaman, di segala abad, karena keilahian
Yesus yang tidak terikat oleh waktu. Hal ini sangat serius, Yesus tidak sedang bercanda
atau bermain-main! Yesus menegaskan bahwa hal ini mendapat penegasan yang sangat
penting bahwa keberadaan ilahi Yesus sangat mutlak di mana Yesus mengawalinya dengan
kata truly, truly dan seharusnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan
dengan sesungguh-sungguhnya / dengan sejujur-jujurnya.
23

Penyataan Yesus tentang keilahian-Nya membuat orang Yahudi marah sekali dan perkataan
ini masih sangat dibenci oleh orang Yahudi dan orang Islam masa kini, karena kata-kata itu
menyamakan hakikat Yesus dengan hakikat TUHAN, mereka menolak keras pandangan
bahwa Allah menjadi manusia; seseorang menyamakan diri dengan Allah dianggap
menghujat Allah. Pasal 8 diakhiri ayat 59, yang berisi kegeraman orang-orang Yahudi
terhadap klaim Yesus:

59
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan
meninggalkan Bait Allah. (Injil Yohanes 8:58, TB-LAI)

Orang Yahudi yang mendengar Yesus berkata demikian merasa bahwa Yesus menghujat
Allah Bapa. Karena itu orang Yahudi sangat marah dan mengambil batu (yang ada di dalam
Bait Allah) untuk merajam Yesus, tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Oleh karena mereka tidak dapat melawan perkataan Yesus dengan bukti-bukti, maka
akhirnya mereka hendak merajam Dia. Karena mereka tidak dapat berdebat lagi dengan
Yesus, maka mereka mengambil batu. Setelah tipu muslihat mereka gagal, barulah mereka
menggunakan batu. Mereka harus memilih salah satu: menyembah Dia atau merajam Dia.
orang Yahudi berpikir tidak ada ganjaran yang lebih tepat dari mengambil batu untuk
melempar orang yang demikian jelas menuntut bahwa dia terlebih dahulu ada daripada
Abraham. Yesus adalah Allah, sama sekali bukan hasil rumusan orang Kristen untuk
mentuhankan Yesus, sama sekali bukan hasil rekayasa Rasul Paulus untuk mentuhankan
Yesus, juga sama sekali bukan tipuan missionaris yang hendak mentuhankan Yesus, tetapi
ini adalah penyataan Yesus sendiri tentang keilahian-Nya: keilahian Yesus ada jauh
sebelum Abraham ada, kehadiran Dia selalu ada di segala abad karena keilahian Yesus
tidak terikat oleh waktu, Yesus juga yang telah menampakkan diri kepada Nabi Musa dan
menyebutkan nama-Nya sebagai "AKU ADALAH AKU. dan nama ini dikenakan dalam
diri Yesus sendiri. Ada banyak orang yang mengagumi Yesus,

ada yang mengagumi Yesus karena hikmat dan pengajaran Yesus berbeda dengan
nabi-nabi lain;

ada yang mengagumi Yesus karena mujizat, daripada berobat ke dokter habis uang
banyak, lebih baik mengharapkan mujizat Yesus, Sang Tabib Ajaib. Orang-orang
seperti ini bukan pengikut Yesus yang sejati, mereka ingin mujizat bukan ingin
Yesus, untuk menjadi serupa dengan Yesus, menderita bersama-Nya, memikul salib;

ada yang mengagumi Yesus karena ingin cepat kaya, agar pekerjaan diberkati, ingin
agar usahanya yang lancar, ingin proyeknya tembus, mereka ingin berkat bukan
Yesus. Orang-orang seperti ini juga bukan pengikut Yesus yang sejati;

ada yang mengagumi Yesus sebagai orang baik, orang saleh, memiliki moral yang
baik;

ada yang mengagumi Yesus sebagai salah satu nabi, tidak lebih dari itu.

24


Orang-orang yang mencoba mengerti Yesus dengan sikap seperti itu tidak memahami
penyataan Yesus, bahwa Yesus lebih dari sekadar nabi, Yesus lebih dari sekadar rasul,
Yesus lebih dari sekadar imam, Yesus lebih dari sekadar orang yang memiliki moral yang
begitu baik, begitu jujur, tetapi Yesus adalah Allah nenek moyang bangsa Israel, Yesus
adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.

9
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam
dunia.
10
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia
tidak mengenal-Nya. (Injil Yohanes 1:9 -10, TB-LAI)


Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
(Kolose 1:17, TB-LAI )


17
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang
yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "J angan
takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18
dan Yang Hidup. Aku telah mati,
namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala
kunci maut dan kerajaan maut. (Wahyu 1:17-18, TB-LAI )


11
Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia
yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan
berperang dengan adil.
12
Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya
terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui
seorangpun, kecuali Ia sendiri.
13
Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam
darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
14
Dan semua pasukan yang di sorga
mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang
putih bersih.
15
Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan
memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi
dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah,
Yang Mahakuasa. (Wahyu 19:11-15, TB-LAI )