Anda di halaman 1dari 45

A.

Identitas Novel Daun - Daun Rindu


1) Judul 2) Penulis 3) Penerbit 4) Kota Tempat Terbit Banguntapan Jogjakarta 5) Tahun Terbit 6) Tebal Halaman 7) Harga : Cetakan I, Juni 2010 : 308 :Rp.40.000,0 : Daun - Daun Rindu : Dul Abdul Rahman : Diva Perss ( Anggota IKAPI) : Jl.Wonosri,Baturetno

B. Tujuan Meresensi Novel

Banyak teman yang mengatakan bahwa buku ini bagus kepada saya, maka dari itu saya menjadi penasaran dan ingin membacanya. Setelah saya baca ternyata buku ini tidak hanya sekedar bagus tetapi sangat bagus. Karena di dalamnya banya terdapat pelajaran yang dapat kita ambil tentang keagamaan, persahabatan yang luar biasa, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup, pentingnya rasa nasionalisme, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak.

C. Unsur Instrinsik Novel

1. Tema Menurut Stanton (1965:4), tema

merupakan ide sentral atau pokok dalam karya .

Dan

menurut

Holmon

(1981:443),

tema

merupakan gagasan sentral yang mencakup permasalahan dalam cerita, yaitu suatu yang akan diungkapkan untuk memberikan arah dan tujuan cerita karya sastra. Dari berberapa pernyatan tentang tema menurut para ahli, maka dapat disimpulkan tema adalah idea dasar yang dituangkan oleh pengarang untuk memberikan arah dan tujuan dalam penulisan sebuah karya sastra. Berdasarkan hasil bacaan maka tema untuk novel ini adalah seorang pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Bukti pendukung : Air mataku tak bisa kubendung, terbayang lagi nasehat kakek ketika melepas keberangkatanku dulu ke Malasysia, Arringngerrko, Nak! To Ogiko, to Indonesia tokko.Maksud ucapan kakek kala itu supaya aku tak menikah dan tinggal di Malaysia. Aku harus pulang ke tanah air dan mengabdi pada bangsa dan Negara. (Halaman 268)

Pesawat Garuda terus mengangkasa menuju Jakarta. Mungkin sudah tepat berada di Selat Malaka. Entah di wilayah Indonesia atau Malaysia, aku tak peduli. Sebab, aku tetap merasakan kerinduan yang sama. Di Indonesia dan Malaysia sama saja. Tapi, aku harus pulang ke Indonesia. ( Halaman 291). 2. Penokohan Penokohan adalah panduan antara tokoh lengkap dengan perwatakan yang melekat pada diri tokoh. Pengertian tokoh menurut para ahli: a. Menurut Panuti Sudjiman(1988:16), Tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita. Tokoh pada umumnya berwujud

manusia, tetapi dapat juga berwujud binatang atau benda yang diinsankan.

b. Stanto(1965:17), yang dimaksud dengan tokoh utama ialah tokoh yang aktif pada setiap peristiwa, sedangkan tokoh utama dalam peristiwa tertentu . Jadi

kesimpulannya, tokoh adalah individu yang berperan dalam suatu cerita.

Tokoh

Watak

Bukti Pendukung

Beddu

Mudah pesimis, pintar, bertangg ung jawab

Spontan

aku

menjawab,m ana anak mungkin seperti

kita bisa naik pesawat. Dengan menggunakan motto tetap satu satu

yang

enatah

dari mana aku mendapatkany a, aku selalu menjadi juara kelas. asrama Di aku

adalah seorang kepala keluarga, sehingga segala keperluan berbelanja aku yang mengurusnya.

Bijak

Justru karena aku teramat

mencintaimu

dan menyayangim u, maka aku tak mau egois untuk memiliki ragamu. Ingatkah engkau pantunmu dulu, hati ini satu jauh walau dimata. akan

Ingatlah kekasihku, orang juga mencintamu, dan tak mereka tuamu

mengikhlaska nmu hidup

bersamaku. Sebaliknya aku ikhlas dan rela engkau

bersama orang tuamu. tentu Dan saja,

engkau harus rela mengikuti kehendakanya. ( 284) Kakek Nasional is Aku sangat Halaman

memahami maksud kakek. Kakek mewantiwanti agar aku

tak

menikah

dengan perempuan Malaysia. Kekhawatiran kakek sangat

beralasan karena pamanku menikah dengan seorang gadis melayu lantas dia menjadi

warga negara Malaysia. Ayah Beddu Setia kawan dan pembera Bahkan ayahmu tidak segan memukuli

ni

anak telah

yang

mengejekku, padahal anak tersebut dalah kakak kami.Dan ayahmu sejak kecil pintar mabbaruga(pe ncak Kata Musaffar Ibu Lemah lembut dan penyaya ng Setiba rumah, akulangsung mengadu kepada ibuku bahwa teman di silat). pak sudah kelas

temanku mengolokolok celanaku yang kebesaran. Aku minta

kepada ibuku untuk menjahitnya kembali dengan ukuran yang lebih

kecil dan pas di Ibuku badanku. hanya

tersenyum mendengar penjelasanku. Kemudian dia menciumku

dengan penuh kasih sayang

dan menepuk nepuk celanaku. Mappas oro baik Dia selalu

memberiku motivasi dan

menghiburku dengn suaranya yang merdu Pak dermawa Semua biaya

Musaffa n r

penginapan hotelku di

bayar oleh Pak Musaffar. Puan Noorza nita perhatian Sebelum aku

meninggalkan rumah Pak

Musffar, Puan Noorzanita keluar ruang lalu dari tamu, beliau

membelai bealai rambutku sambil

berujar,saala h Nak, Insya Allah akan mendaptakan jodoh lebih daripada Mayzah. Budion o Santai, cuek, Aku sudah yang baik kamu

mengenal baik

suka becanda dan pandai bercerita

sahabatku, Budiono orangya santai, cuek,

suka becanda dan pandai

bercerita.(ters urat) Saleh Pendiam, Sementara itu alim,Pint ar lugu Saleh

dan orangnya agak pendiam dan

alim. Dan asal tahu Saleh pemuda yang di saja adalah lugu kutemi pesawat

rute Jakarta Kula Lumpur

yang memang teman kamar satu di

asrama UUM. Saleh sangat juga jago

matematika. Paturusi Cerdas dan Ulet Paturusi termasuk siswa cerdas yang dan

ulet. Dari kecil sehabis pualng sekolah, bekerja membanting tulang dengan menjadi penjaja makanan ia

ringan pelabuahan Tanjung Priok. Mayzah Sopan dan lembut

di

Pemandangan yang menarik buatku hanyalah beberapa permpuan berbaju kurung bermotif bunga-bunga yang lembut ayu. tamapk nan indah

Perhatian Ketika akan

aku brpisah

dengan Mayzah, tiba tiba ia berujar,Tadik an Abang buat janji untuk

memebeli ayam buat goring kawan-

kawanya, tak ada dekat Bang, penjual sini jadi

Abang pulang sahaja, aku belikan hatarkan rumah. nanti yang dan ke

Tengku Abdul Talib dan Ku Faizah Ku Faizal

egois

Ia lah Nak, semestinya anak diberi bila dijodohkan. Supaya Mayza tidak menjalani hubungan khusus dengan lelaki yang akan menimbulkan luka.Pak Musffar seperti membela diriku. lain hanya juga tahu ia

(Halamn 255) Peter dan Onoda Agak sombong Peter bercerita kepada pada ketika istiraht perkuliahan umum Auditorium Muadzam Shah. Peter benar benar mewakili negara Jerman. Peter sanggat bangga terkesan menyombonka dan di kami suatu saat

n diri.(Halamn 223) Kami bangsa Jepamg memiliki etos kerja tinggi. ingin membuktikan kepada negara yang mengebom kami kami habis. hasilnya sekarang, sama dengan halnya bahwa belum Dan yang Kami

Jerman. Jepang saat ini menguasi industri. Onoda menatapku sambil tersenyum, lalu berujar, Oh ya, kami, bangsa Jepang, sangat berterimakasih kepada bangsa Indonesia karena paling setia menggunakan produk kami. 3. Sudut Pandang

Cara pengarang menampilkan para pelaku dalam dipaparkannya cerita yang sudut

disebut

pandang, atau biasa diistilahkan dengan point of view (Aminuddin, 1987:90). Pendapat tersebut

dipertegas oleh Atar Semi (1988:51) yang menyebutkan istilah sudut

pandang, atau point of view dengan istilah pusat pengisahan, yakni posisi dan penobatan diri pengarang dalam ceritanya, atau darimana pengarang melihat peristiwa-peristiwa yang

terdapat dalam cerita itu. Lebih lanjut Atar Semi bahwa (1988:57-58) titik kisah

menegaskan

merupakan posisi dan penempatan pengarang dalam ceritanya. Ia

membedakan titik kisah menjadi empat jenis yang meliputi : a. pengarang sebagai tokoh

b. pengarang sampingan, c. pengarang ketiga,

sebagai

tokoh

sebagai

orang

d. pengarang sebagai pemain dan narrator.

Dalam

Novel

ini

menggunakan

sudut

pandang orang pertama sebagai pelaku utama atau pengarang sebagai tokoh utama. Ini dibuktikan dengan dalam penceritan novel menggunakan kata aku. Dari pengertian di atas,Sudut Pandang adalah penempatan pengarang dalam sebuah cerita. Bukti Pendukung: Malam itu begitu mengasyikan Aku di hibur oleh music gambus Mappsoro dan temantemannya. Pagi pagi sekali aku sudah berada di Bandara Hasanuddin, Makassar kawasan Suding Maros.

Aku terus membatin mengingat ucapan Mayzah. Dan saat itu, aku benar benar rindu kepadanya, padahal baru setengah jam kami berpisah. ( Halaman 290 ) 4. Alur/ Plot Plot adalah sambung sinambungnya

peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat. Plot/alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, tetapi yang lebih penting adalah menjelaskan hal itu terjadi. Plot merupakan unsure instrinsik yang penting dalam pembuatan karya sastra. Menurt beberapa ahli, (Aminuddin,

1987:83), plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa, sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita. Menurut Virgil Scoh ( 1966 : 2) plot adalah prinsip yang isensial dalam cerita.

Dan Menurut Dick Hartoko plot sebagai alur cerita yang dibuat oleh pembaca yang berupa deretan peristiwa secara kronologis, saling berkaitan dan bersifat kausalitas sesuai dengan apa yang dialami pelaku cerita (1948:149). Berdasarkan pendapat dari kedua ahli sastra tersebut, dapat disimpulkan bahwa plot adalah cerita yang di bentuk secara bertahap melalui rangakaian peristiwa-peristiwa dan bersifat isensial. Berdasarkan hasil bacaan maka , dalam novel ini menggunakan alur/ plot maju mundur flashback. Bukti pendukung : Soal cita citaku yang ingin jadi penulis, aku punya pengalaman yang lucu, dahulu ketika aku sekolah Buludatu di . Madrasah Kami masih atau

Ibtidaiyah berkunjung

kerumah kepala desa dan kami

diatanya satu persatu tentang cita cita kami. Teman temanku rata-rata menjawab ingin jadi dokter, polisi tentara, pilot atau presiden. Tiba ketika giliranku dengan percaya dirinya aku menjawab ingin jadi penulis. Semua yang hadir tertwa mendengar ceritaku, bahkan seorang sekertaris desa bekata kepadaku bahwa pekerjaan penulis itu tidak ada dalam pembuatan KTP. Pada saat itu sebagi anak-anak yang dipermalukan didepan umum

langsung meneteskan air mata. 5. Gaya Bahasa Gaya bahsa dalam novel ini banyak menggunakan gaya bahasa perbanding atau

anologi. Dalam novel ini banyak menggunakan bahasa

daerah cukup

sehingga sulit

pembaca untuk dan ada

menerjemahkan

beberapa kata tidak disertai dengan catatan kaki. Dalam novel ini, ada beberapa

cuplikan yang menggunakan bahasa Malaysia dan jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki makna ambigu. 6. Seting / Lattar Latar adalah waktu dan tempat terjadinya cerita. Dalam arti luas latar atau setting meliputi latar tempat,waktu dan suasana kejadian atau peristiwa terjadi. a. Latar tempat : Latar tempat pada lokasi terjadinya

mengacu

peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat

yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial tertentu. b. kapan Latar waktu : Latar waktu dengan terjadinya masalah peristiwaberhubungan

peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah kapan teersebut biasanya dihubungkan

dengan waktu. c. Latar suasana : merupakan

suasana sekeliling saat terjadinya peristiwa yang menjadi pengiring atau latar belakang kejadian penting. Pengertian Latar/setting menurut para ahli : a. Menurut Nadjid (2003:25) latar penempatan waktu ialah

dan tempat beserta

lingkungannya dalam prosa fiksi b. Menurut pendapat Aminuddin (1987:67), yang dimaksud dengan setting/latar adalah latar peristiwa dalam karya fiksi baik berupa

tempat, waktu maupun peristiwa, serta memiliki fungsi fisikal dan fungsi psikologis

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa latar adalah tempat ,waktu dan suasana yang melatar belakangi peristiwa suatu cerita.

Latar waktu Pagi

Bukti Pendu

Pagi-pagi sek berada

Hasanuddin,

kawasan Sud

Sore

Sore itu ak sial karena terbius terbang.

den

tempat

Bandara Makassar,

Hasanuddin, Pagi-pagi sek Bandara berada

Soekarno Hatta,

Hasanuddin,

kawasan Sud Pada

pukul

pesawatku

dengan selam Soekarno Cengkareng Perpustakaan Sultanah Hari Bahiyah , UUM

itu,

meninggalka

Perpustakaan

Bahiyah de bedebar

de

perasaan bed Hospital Tengku Akhrinya,

Ampun Rahimah

yang kutum Klang,

Sel

langsung m

Hospital Te Rahimah. Sintok Jam 12.30

langsung me asrama

lokasi kampu suasana Bahagia menegangkan dan Hatiku manakala

pe

merelakan t

berbisik lem akau

mencintaimu senyum Perasaanku

menafsirakan

senyum pen seolah dan

ingi

segera

hadapanya.

perasaan rin menahanku

duduk di tem

Burung ber

pagi

hari. K

tak bias dip

Kata Mayzah Sedih rajiun daun daun

Innilillahi w

Sektika tamp

an yang m

tanah Sinjai berguguran. air mataku seperti daun berguguran.

keluarga Ma

kalah sedihn

menagis. Sem

Benar sebua tersenyum pergi

men

orang yang d 7. Amanat

Amanat yang terdapat dalam karya sastra tertuang secara implisit. Secara implisit yaitu jika jalan keluar atau ajaran moral itu disiratkan dalam tingkah laku tokoh menjelang cerita berakhir, Sudjiman (1986:35). Amanat secara eksplisit yaitu jika pengarang pada tengah atau akhir cerita menyampaikan seruan,saran, peringatan, nasihat, anjuran, larangan dan sebagainya, berkenan dengan gagasan yang mendasari cerita itu. Ada juga tokoh yang mengatakan bahwa amanat adalah segala sesuatu yang ingin disampaikan pengarang, yang ingin ditanamkanya secara tidak langsung ke dalam benak para penonton dramanya, Akhmad

Saliman (1996 : 67) Dari tokoh diatas, beberapa dapat pernyatan disimpulkan

amanat adalh pesan yang ingin disamapaikan kepada pra pembaca karya sastra. Berdasrkan dari isi novel salah satu amant yang

terkandung didalam novel DaunDaun Rindu adalah dimanapu kita berada kita harus memiliki rasa cinta tanah air yang tingg dan selalu menjaga etika berbangsa dan

bernegara. Seprti yang terkandung dalam kutipan novel di bawah ini. Kalaupu aku membawamu lari hanya karena persaan cinta semata, maka etiskah itu? Dan, bila aku membawamu lari hanya karena perasan cinta semata , maka etiskah itu kulakukan sebagai orang

Indonesia ? Bukankah kita sudah mendefinisikan bersama bahwa cinta adalah sebuah penghormatan? Cinta kita terlalu besar untuk untuk

mengorbankan egoism kita sendiri. Cinta kita melambangkan dan

menghubungkan dua negara. Aku menatap Mayzah dalamdalam. Aku benar benar

menampakan bahwa orang Indonesia

aku adalah yang bisa

memutuskan perkara secara jantana dan dewasa. (Halaman 274) Jadi, rasio harus lebih diatas sedikt daripada perasaan. Apalagi kisah kasihku dengan Mayzah adalah kisah kasih antar dua negara, akau

sehingga

bagaimanapun

membawa bendera Indonesia. D. Keunggulan Novel a. Isi Dari segi isi, novel ini

bannyak

menceritakan

tentang perjuangan seorang

pemuda suku Bugis yang memiliki keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu. Bahkan demi untuk mengejar citacitanya meninggalkan kelahirannya. kemiskinan dia rela tanah Dan bukan

penghalang untuk mengejar cita cita. Selain itu dalam novel ini juga, menceritakan tentang pelajar yang memiliki jiwa nasionalisme yang

tinggi. Terbukti dengan pada saat Beddu di suruh memilih antar cinta dengan tanah air, dia lebih memilih ke untuk

kembali

kampong

halaman. Selain itu, novel ini juga menceritakan tentang hubungan Malaysia dengan

Indonesia, dan silisila para raja Malaysia berasal yang dari

mayoritasnya

suku Bugis. Jadi novel ini sangat dianjurkan untuk

kalangan pelajar dan umum. Karena syarat akan informasi sejarah dan member motivasi tentang penitngnya tekad,

tujuan dan jiwa nasionalisme. b. Gaya Bahasa Keunikan dari novel ini adalah dari segi gaya bahasa Dalam yang novel digunakan. ini banyak

menggunakan sajak- sajak para penyair zaman dahulu seperti Arena Wati Dahlan atau bin

Muhammad

Abdul Biang dan puisi lama

suku

bugis.

Walapun jenis puisi

mengguankan

lama yang kebanykan orang berpikir sulit untuk

diterjemahkan tetapi dalam novel ini memberikan bagi pembaca

kemudahn

kalangan awam untuk lebih muda memahaminya karean dari cara penyampain penulis yang tidak berbelit belit, sehingga untuk pembaca mudah

memahaminya.

Walaupun ada beberapa kata yang tidak diketahui dikarenakan

maknanya,

bahasa cerita menyesuaikan tempat. Dan dapat membuat pembaca penasaran.

Sinopsis Novel Daun-daun Rindu menceritakan

tentang keteguhan jiwa nasionalisme seorang pemuda keturunan suku Bugis Makassar yang bernama Beddu Kamase. Melalui upacara adat suku bugis, pada malam hari di rumahnya yang ramai karena dihadiri hampir seluruh warga desa ia dilepas sebagai seorang pasompe yaitu ritual adat untuk melepas keberangkatan seseorang untuk pergi jauh menyebrangi lautan, meskipun Beddu Kamase pergi bukan untuk berlayar melainkan untuk menempuh pendidikan kuliah di Negara Malaysia. Dalam upacara adat itu Beddu Kamase

mendapatkan nasihat dari kakeknya bahwa hidup harus seperti air. Dimana tempat kamu berada kamu harus menyesuaikan diri dengan tempat itu. Dalam perjalanan menuju Malaysia Keddu Kamase teringat dengan teman-temannya di desa. Ia teringat dengan temannya yang bernama

Mappasoro. ia teringat temannya itu karena dulu Beddu Kamase pernah didoakan Mappasoro dapat naik pesawat terbang. Beddu Kamase teringat juga bagaimana keberangkatannya Mappasoro dengan mengiringi musik

memainkan

gambus. Meskipun kedua mata Mappasoro buta tetapi ia sangat trampil memainkan alat musik gitar. Selain itu meskipun ia buta tetapi mata hatinya tidak buta. Ia juga sering memotifasi Beddu Kamase dan teman-temannya yang lain. Beddu Kamase juga teringat dengan Pak Rabang yang temperamental, yang pernah memarahi dan menendangnya hingga tersungkur. Kehidupan Beddu Bamase sebagai seorang mahasiswa di Negara Malaysia mendapatkan bantuan yang cukup banyak dari Pak Musaffar, ialah adalah sabahat dari ayah Beddu Kamase semasa kecil. Pak Musaffar memiliki istri yang bernama Puan Noorzanita yang sama-sama bekerja sebagai dosen di universitas tempat Beddu Kamase

akan kuliah. Perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia semua yang mengatur adalah Pak

Musaffar. Pak Musaffar juga menyempatkan diri bersama supir di lingkungan kampus yang bernama Pak Usman untuk secara langsung menjemput Beddu Kamase di bandara. Tidak hanya itu Dua hotel berbintang yang ditempati Beddu Kamase menginap semua didanai oleh Pak Musaffar. Hidup di negeri orang rupanya

menumbuhkan jiwa nasionalisme Beddu Kamase. Dia memandang Negara Malaysia memang sedikit lebih maju dari Indonesia tetapi ia lebih bangga dengan negaranya sendiri, negara yang kaya sumber daya alam. Ia melihat banyak buruh di Malaysia, yang terbayang ialah wajah-wajah Indonesia di sana. Dalam perjalanan ia melihat menara Petronas dan ia bangga. Ia bukan bangga dengan

bangunannya tetapi bangga dengan buruh TKI yang berhasil membangun menara itu.

Selama menempuh pendidikan di Malaysia ia berteman dengan mahasiswa dari Indonesia lainnya seperti Saleh, Paturusi, dan Budiono. Budiono adalah orang yang santai, cuek, dan suka bercanda sama seperti Paturusi. Sedangkan Saleh bersifat alim, pendiam, dan lugu. Selain rekan senegara, Beddu Kamase juga mengenal beberapa teman dari negara lain. Mereka ialah Peter, Sakae Onoda, dan Minthu yang semuanya memiliki sifat yang hampir mirip. Suatu ketika Beddu Kamase terlibat dalam perbincangan bersama Peter, Sakae Onoda, dan Minthu. Ketiga temannya itu saling membanggakan dan menyombongkan dirinya

dengan menceritakan kehebatan masing-masing negaranya. Beddu Kamase juga mengenal Ryan J. Pickard mahasiswa dari Australia yang dikenalnya saat Beddu di terminal KLIA dan satu hotel

dengannya. Dan Ryan yang member tahu caranya membuka pintu kamar hotel.

Selain memiliki sahabat-sahabat yang baik. Beddu Kamase juga memiliki seorang kekasih. Seorang wanita alim, taat pada agamanya yang dulu pernah dijumpainya di terminal Puddu Raya Malaysia. Dia bernama Mayzah. Mayzah adalah anak dari Tuan Abdul Talib salah satu dosen di Universiti Utara Malaysia (UUM) tempat Beddu Kamase kuliah. Mereka berdua menganggap kisah percintaannya seperti kisah cinta antara Indonesia dan Malaysia. Negara serumpun yang bersaudara yang seharusnnya tiada silang ataupun selisih. Seperti keinginan mereka berdua tiada perselisihan antara Indonesia dan Malaysia. Mereka berfikir perdamaian adalah segala-galanya. Hidup tenang tentram damai tentunya sangatlah indah. Kisah percintaan Mayzah dengan Beddu Kamase adalah percintaan dan kasih sayang yang tumbuhnya dari hati bukan dari nafsu. Tidak pernah sekalipun mereka berbuat yang dilarang oleh aturan agama. Mereka sama-sama menjaga diri dan

menjauh dari dosa. Perpustakaan adalah tempat yang selalu mereka gunakan untuk bertemu. Sampai-sampai petugas penjaga perpustakaanpun tahu bahwa ada cinta antara dua negara di dalam perpustakaan itu. Hampir setiap hari pagi dan siang mereka berdua bertemu di perpustakaan. Kisah cinta antara Beddu Kamase dengan Mayzah rupanya tidak semulus jalan-jalan yang ada di Malaysia. Kisah besar bahwa mereka Beddu ternyata mengalami Kamase sudah

permasalahan mengetahui

ketika Mayzah

dijodohkan oleh orang tuanya. Meskipun perasaan cinta yang dimiliki Beddu Kamase sangatlah besar, tetapi ia sadar diri. Beddu kamase mencoba meyakinkan Mayzah bahwa meskipun mereka berpisah tetapi cinta kasih sayang yang mereka miliki tidak akan pernah terpisah