Anda di halaman 1dari 7

ETIKA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE LEARNING Arjun Fatah Amitha Pendaluluan Penggunaan online learning dalam pembelajaran jarak

jauh sudah diterapkan di Indonesia sejak lama. Namun, dalam perkembangan masih banyak perlu perbaikan baik sarana yang menyeluruh dan etika dalam online learning. Bicara soal etika tentu bicara mengenai baik buruk tingkahlaku atau kebiasaan. Kebiasaan yang ada memberi pengaruh dalam pembelajaran sehari-hari dan dalam pembelajaran online learning. Alat atau sarana dalam pembelajaran online learning menjadi fokus dalam pembahasan berikut sebagai kajian etika dalam online learning. Etika tika menurut K.Bertens !"##$% Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah tika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. &adi, secara etimologis !asal usul kata%, etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. 'edangkan secara etimologi etika yaitu Istilah bentuk jamaknya yaitu ta etha. tika berasal dari bahasa (unani kuno. Bentuk tunggal kata )etika) yaitu ethos sedangkan thos mempunyai banyak arti yaitu * tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan+adat, akhlak,,atak, perasaan, sikap, cara berpikir. 'edangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. 'udah jelas dan dapat disimpulkan bah,a etika yaitu ilmu yang membahas tentang kebiasaan akhlak, ,atak, perasaan, sikap dan cara berfikir dalam semua hal termasuk pembelaran. Online learning Pembelajaran online learning, online learning sebagai model pembelajaran baru dalam pendidikan memberikan peran dan fungsi yang besar bagi dunia pendidikan yang banyaknya kekurangan dan selama ini dibebankan dengan pendidikan kon-ensional kelemahan

!pendidikan pada umumnya% diantaranya adalah keterbatasan ruang dan

,aktu dalam proses pendidikan kon-ensional. .eknologi informasi yang mempunyai standar platform internet yang bisa menjadi solusi permasalahan tersebut karena sifat dari internet itu sendiri yaitu memungkinkan segala sesuatu saling terhubung belum lagi karakter internet yang murah, sederhana dan terbuka mengakibatkan internet bisa digunakan oleh siapa saja !e-eryone%, dimana saja !e-ery,here%, kapan saja !e-erytime% dan bebas digunakan !a-ailable to e-ery one%. Pengembangan pendidikan menuju online learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu* !/% e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, !"% pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, !0% memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional !1osenberg "##/2 "3%, dengan demikian pendidikan. Bentuk Pelanggaran Etika Online Learning tika dalam pembelajaran meliputi Adanya etika penyelenggaraan onilne 4earning, seperti masalah hak cipta, hak kekayaan intelektual, aturan main yang berlaku khusus !seperti sistem e-aluasi, kebijakan khusus, dan lain-lain%. Plagiasi didefinisikan dan disepakati sebagai bentuk pelanggaran etika dan hak cipta berupa pemanfaatan atau penggunakan hasil karya orang lain tanpa memberikan kredit kepada pemilik+pencipta aslinya dan seolah-olah menjadikannya sebagai hasil karya sendiri. 'e!ara umum "endra #ardhana $%&'() mengatakan *lagia+i da*at dikel,m*,kkan menjadi /. .el/0Plagiari+m atau Aut,0Plagia+i Praktik plagiasi ini dilakukan oleh pemilik karya dan hak cipta itu sendiri. &ika ia seorang penulis maka ia biasanya menyalin beberapa kalimat atau sebagian urgensi teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk

tulisannya dalam suatu karya ke dalam karya lainnya untuk tujuan kepraktisan. 'elf-plagiarism juga kerap dilakukan oleh sebagian peneliti dalam menyusun materi seminar, proposal penelitian ataupun draft publikasi. 5eski 'elf-plagiarism merupakan plagiasi ringan, namun di dunia akademik sang penulis dapat diperingatkan jika melakukannya terlalu sering dan dapat menjadi pelanggaran berat jika dilakukan untuk kepentingan strategis seperti kenaikan jabatan atau kredit akademik.
". Plagia+i

Par+ial Praktik

plagiasi

jenis

ini

dilakukan

dengan

menjiplak sebagian materi karya orang lain tanpa memberikan kredit. 5enurut Andreas 4ako, 6uru Besar 7nika 'oegijapranta, dalam tulisannya berjudul Plagiarisme Akademik, materi yang dicuri dalam plagiasi dan parsial dapat berupa yang pernyataan, dimuat pada metode, &urnal pembahasan atau kesimpulan. 'hidarta dalam tulisannya berjudul Plagiarisme plagiasi 8toplagiarisme yakni Plagiasi Komunikasi 7ni-ersitas .arumanegara !"#//% menyebutkan jenis serupa Parafrase yang dilakukan 9mengambilalih: beberapa kalimat dari satu sumber dengan cara mengubah sedikit susunan kalimatnya atau menjadikannya sebagai kutipan tidak langsung sehingga tampak sebagai karya orisinalnya sendiri.
0. Plagia+i

Antar1aha+a Inilah plagiasi yang dilakukan dengan

menerjemahkan sebuah karya tulis berbahasa asing ke dalam bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia tanpa memberikan kredit untuk sumbernya atau pemilik karya aslinya.
$. Plagia+i T,tal Inilah jenis plagiasi paling serius dan paling berat

kadar

pelanggarannya.

Praktik

plagiasi

ini

dilakukan

dengan

menjiplak atau menyalin sebagian atau keseluruhan karya orang lain dengan bentuk yang hampir atau secara total sama dan menjadikannya sebagai karya milik sendiri. ;alam dunia tulis menulis,*lagia+i t,tal 1ia+a dikenal +e1agai 2!,*30 *a+te4 Agar tidak terkesan sebagai penjiplakan, produk copypaste biasanya diubah sedikit pada beberapa bagian.

"ak Keka3aan Intelektual $"KI) Penggunaan sarana dan alat dalam pembelajaran online learning sangat erat kaitannya dengan sorft,are dan hard,are !teknologi% yang sering kali pembajakan produk dan lain lain. 'elain <ak =ipta terdapat juga 9<ak Kekayaan Intelektual: biasa disebut <KI. Pengertian adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property 1ights !IP1%, yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasikan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia pada intinya <KI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreati-itas intelektual. 8bjek yang diatur dalam <KI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Pengertian Da+ar "ukum "KI Paten Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada in-entor atas hasil in-ensinya di bidang teknologi, yang untuk selama ,aktu tertentu melaksanakan sendiri in-ensinya tersebut kepada pihak lain untuk melaksanakannya. In5en+i In-ensi adalah ide in-entor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. In5ent,r dan Pemegang Paten In-entor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara besama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan in-ensi. Pemegang Paten adalah in-entor sebagai pemilik paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam daftar umum paten. Peraturan *erundang0undangan 3ang mengatur tentang *aten /. 7ndang-undang No./$ .ahun "##/ tentang Paten !77P%2

". 7ndang-undang stablishing the

No.> @ord

.ahun .rade

/??$ tentang Agreement 8rganiAation !Persetujuan

Pembentukan 8rganisasi Perdagangan ;unia%2 0. Keputusan persiden No. /B .ahun /??> tentang Pengesahan Paris =on-ention for the protection of Industrial Property2 $. Peraturan Pemerintah No.0$ Pemerintah Paten2 C. Peraturan Pemerintah No. // .ahun /??/ tentang Bentuk dan Isi 'urat Paten2 B. Keputusan 5enkeh No. 5.#/-<=.#"./# .ahun /??/ tentang Paten 'ederhana2 >. Keputusan 3. Keputusan ?. Keputusan /#. 5enkeh 5enkeh 5enkeh No. No. 5.#"-<=.#/./# N.#$-<=.#"./# <=.#"./# .ahun .ahun .ahun /??/ /??/ /??/ tentang tentang tentang Penyelenggaraan pengumuman paten2 Persyaratan, &angka @aktu, dan .ata =ara Pembayaran Biaya Paten2 No.5.#B.Pelaksanaan Pengajuan Permintaan Paten2 Keputusan 5enkeh No. 5.#>-<=.#"./# .ahun /??/ tentang Permintaan Pemeriksaan 'ubstantif Bentuk dan 'yarat-syarat Paten2 //. /". /0. Keputusan 5enkeh No. 5.#3-<=.#"./# .ahun /??/ tentang Keputusan 5enkeh No. 5.#$-P1.#>./# .ahun /??B tentang Keputusan 5enkeh No. 5.#/-<=.#"./# .ahun /??/ tentang Pencatatan dan Permintaan 'alinan ;okumen Paten2 'ekretariat Komisi Banding Paten2 .ata =ara Pengajuan Permintaan Banding Paten. Lingku* Paten ' Paten .ederhana 'etiap in-ensi berupa produk atau alat yang baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis disebabkan karena bentuk, konfigurasi, konstruksi atau komponennya dapat memperoleh perlindungan hukum dalam bentuk paten sederhana % Paten dari 1e1era*a in5en+i .ahun /??/ tentang .ata =ara

;alam permohonan paten dapat diajukan satu in-ensi, atau beberapa in-ensi akan tetapi harus merupakan satu kesatuan in-ensi. 'atu kesatuan in-ensi yang dimaksud adalah beberapa in-ensi yang memiliki keterkaitan antara satu in-ensi dengan in-ensi yang lain, misalnya suatu in-ensi berupa alat tulis yang baru beserta tinta yang baru. Alat tulis dan tinta tersebut merupakan satu kesatuan, karena tersebut khusus untuk digunakan pada alat tulis baru tersebut. ( In5en+i 3ang tidak da*at di1eri *aten (ang tidak dapat diberi paten adalah in-ensi tentang* a. Proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan atau kesusilaan2 b. 5etode he,an2 c. .eori dan metode dibidang ilmu pengetahuan dan matematika2 atau d. 'emua makhluk hidup, kecuali jasad renik serta proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau he,an kecuali proses non biologis atau proses mikrobiologis. Pelanggaran dan .ank+i Pidana penjara paling lama $ !empat% tahun dan+atau denda paling banyak 1p C##.###.###,## !lima ratus juta rupiah% bagi barangsiapa yang dengan sengaja dan tanpa hak melanggar hak pemegang Paten dengan melakukan salah satu tindakan yaitu membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menye,akan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau dise,akan atau diserahkan produk yang diberi Paten dan menggunakan proses produksi yang diberi Paten untuk membuat barang dan tindakan lainnya. pemeriksaan, pera,atan, pengobatan dan+atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan+atau dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, moralitas agama, ketertiban umum

Pidana penjara paling lama $ !empat% tahun dan+atau denda paling banyak 1p "C#.###.###,## !dua ratus juta lima puluh juta rupiah% bagi barangsiapa yang dengan sengaja dan tanpa hak melanggar hak Pemegang Paten 'ederhana dengan melakukan salah satu tindakan yaitu membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menye,akan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau dise,akan atau diserahkan produk yang diberi Paten dan menggunakan proses produksi yang diberi Paten untuk membuat barang dan tindakan lainnya. Ke+im*ulan 'ecara umum belum ada acuan dan pedoman yang jelas mengenai etika dalam pembelajaran online learning. tika dalam bentuk peraturan biasa digunakan setiap lembaga berbeda. 8leh karena itu penulis menghubungkan dengan hal-hal atau fenomena yang melanggar etika secara definisi yaitu hak cipta dan hak kekayaan intelektual. Pu+taka Bertens, K. "##$. Etika. 6ramedia. &akarta. @ardhana, <endra. "#/0. Mengenal Ruang Lingkup Plagiasi dan CopyPaste:. 8nline diakses dari http*++edukasi.kompasiana.com+"#/0+#>+"#+mengenalruang-lingkup-plagiasi-dan-copy-paste-C>3"0>.html pada senin "/ 8ktober "#/0.