Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

STRUMA
Pembimbing : dr. H.Reiza Farsa, Sp.B

Diajukan Oleh : Saeful Ambari 09310150

A. Latar Belakang
Kelainan glandula tyroid dapat berupa gangguan fungsi seperti tiritosikosis atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya, seperti penyakit tyroid noduler. Berdasarkan patologinya, pembesaran tyroid umumnya disebut struma.

Lebih dari 2,2 milyar orang di dunia mengalami defisiensi yodium. Sekitar 29 % berada di Asia, Amerika latin, Afrika tengah dan beberapa bagian Eropa. Terdapat 655 juta orang mengalami struma.

Kekurangan yodium

Struma nodusa non toksik adalah pembesaran dari kelenjar tiroid yang berbatas jelas tanpa gejala-gejala hipertiroid

Kepentingan klinik dari struma nodusa non toksik di samping menyangkut masalah kosmetik, lebih penting lagi kemungkinan terjadinya penekanan terhadap struktur vital di sekitarnya, kemudian berkembang menjadi tirotoksikosis, bahkan dapat timbul proses keganasan.

PEMBAHASAN

1. Anatomi
Thyroid terletak di regio

colli anterior antara facia colli media dan prevertebralis Melekat di thrakhea, melingkari 1/3nya Terdiri dari lobus kanan, istmus dan lobus kiri Terdapat 4 kelenjar parathyroid yang melekat di permukaan posterior thyroid

Vaskularisasi 1. Arteria tiroidea superior (15-20%) 2. Arteria tiroidea inferior (76-78%) 3. Arteria tiroidea ima (12%)

Aliran tiroidea menuju ke : 1. Laring diatas istmus 2. Para trakheal dekat n. Rekuren 3. Depan trakheal ln. Rantai jugular

2. Fisiologi
Diatur oleh TSH (Thyroid Stimulating

Hormon) Produk hormon berupa : 1. Tiroksin (T4) Bebas 2. Tiiodotironin (T3) Aktif

Pengaturan faal tiroid :


1.

2.

3.

TRH (Thyrotrophin releasing hormone). Tripeptida yang disentesis oleh hipothalamus. Merangsang hipofisis mensekresi TSH (thyroid stimulating hormone) yang selanjutnya kelenjar tiroid terangsang menjadi hiperplasi dan hiperfungsi TSH (thyroid stimulating hormone). Glikoprotein yang terbentuk oleh dua sub unit (alfa dan beta). Dalam sirkulasi akan meningkatkan reseptor di permukaan sel tiroid (TSH-reseptor-TSH-R) dan terjadi efek hormonal yaitu produksi hormon meningkat. Umpan Balik sekresi hormon (negative feedback). Kedua hormon (T3 dan T4) ini mempunyai umpan balik di tingkat hipofisis. Khususnya hormon bebas. T3 disamping berefek pada hipofisis juga pada tingkat hipotalamus. Sedangkan T4 akan mengurangi kepekaan hipifisis terhadap rangsangan TSH.

Efek metabolisme hormon thyroid :


Kalorigenik

Termoregulasi
Metabolisme protein. Metabolisme karbohidrat.. Metabolisme lipid. Vitamin A. Konversi provitamin A menjadi vitamin

A di hati memerlukan hormon tiroid. Lain-lain : gangguan metabolisme kreatin fosfat menyebabkan miopati, tonus traktus gastrointestinal meninggi, hiperperistaltik sehingga terjadi diare, gangguan faal hati, anemia defesiensi besi dan hipotiroidisme.

Struma
1. Definisi
Kelainan glandula tyroid dapat berupa gangguan fungsi seperti tiritokikosis atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya, seperti penyakit tyroid noduler. (De Jong &
Syamsuhidayat, 1998).

2. Klasifikasi Struma
Menurut American society for Study of

Goiter membagi :

Toksik

Struma

Nontoksik

Difusa
Nodusa

(cont..)
Berdasarkan konsistensinya :

Nodul lunak

Nodul kistik

Nodul keras

Nodul sangat keras

Dikenal beberapa morfologi (konsistensi) berdasarkan gambaran makroskopis yang diketahui dengan pemeriksaan fisik :
1.

Bentuk kista : Struma kistik Mengenai 1 lobus Bulat, batas tegas, permukaan licin, sebesar kepalan Kadang Multilobaris Fluktuasi (+)

2. Bentuk Noduler : Struma nodosa Batas Jelas Konsistensi kenyal sampai keras Bila keras curiga neoplasma, umumnya berupa adenocarcinoma tiroidea

3.Etiologi
Kekurangan iodium:
Pembentukan struma terjadi pada difesiensi sedang yodium yang kurang dari 50 mcg/d. Sedangkan defisiensi berat iodium adalah kurang dari 25 mcg/d jarang dan pada umumnya terjadi pada preexisting penyakit tiroid autoimun

Kelebihan yodium:

Goitrogen :

Obat Pengaruh lingkungan Makanan

(cont..)
Dishormonogenesis: Kerusakan dalam jalur biosynthetic hormon kelejar tiroid

Riwayat Riwayat radiasi selama radiasi masa kanak-kanak mengakibatkan nodul kepala dan leher : benigna dan maligna

4. Penegakan Diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan Tambahan

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang

Anamnesis
Progresifit as pembesar Sejak an Gejala Intake benjolan kapan akibat goitroge benjolan dan ada obstruktif nik itu timbul tidaknya rasa nyeri pada benjolan Riwayat Riwayat paparan penyakit radiasi keluarga BMR sebelum dengan (Basal nya keluhan Metaboli (pada serupa c Rate) kepala ata dan keganas leher) an

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Benjolan Lokasinya Warnaya Permukaannya Pergerakan sewaktu menelan

Palpasi (pemeriksaan dilakukan dari belaknag benjolan pasien) Konsistensi


Jumlah nodul Nyeri pada penekanan Identifikasi daerah leher untuk menilai ada atau tidaknya limphadenopathy lain. Pergerakan saat menelan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksan Laboratorium : TSH, FT4, FT3 Fungsi thyroid Pemeriksaan Radiologi : Cervical AP/ Lateral Deviasi trakhea Kalsifiksi curiga keganasan

USG : Lokasi, jumlah, dan jumlah nodul Lesi kistik / padat

Pemeriksaan histopatologis :

- Pemeriksaan jamur halus (FNAB)


- Pemeriksaan potong beu (vries coupe, frozen section) - pemeriksaan bok parafin (Patologi anatomi)

Pemeriksaan Tambahan Lain

Tes fungsi paru dapat dilakukan bila ada gejala klinis kompresi trachea. Perubahan karakteristik kompresi trachea ekternal asimptomatik dapat dideteksi dengan flow-volume loop tracings. Laringoscop direct dapat juga digunakan untuk mengetahui kompresi trachea.

Indeks Diagnostik Wayne


Gejala Subyektif Dispnneu Palpitasi Capai/lelah Senang panas Senang dingin Keringat berlebih Nervous Tangan basah Tangan panas Nafsu makan naik Nafsu makanturun Angka +1 +2 +2 -5 +5 +3 +2 +1 -1 +3 -3 Gejala Obyektif Tiroid teraba Bruit di atas sistol Eksoftalmus Lid Retraksi Lid Lag Hiperkenesis Tangan Panas Nadi 80 x/menit 81-90 x/menit > 90 x/menit +3 Ada +3 +2 +2 +2 +1 +4 +2 Tidak -3 -2 -2 -2

Berat badan naik


Berat badan turun Fibrilasi Atrium Jumlah

-3
+3 +4

<11 eutiroid >19 hipertiroid

11-18 normal

Indeks Diagnosik New Castle


Item Age of onset Grade 15-24 25-34 35-44 45-55 55 Score 0 4 8 12 16 Item Hiperkinesis Fine finger tremor Grade Ada Tidak Ada Tidak Score 4 0 7 0

Pulse rate

> 90/mnt 80-90 <80


Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak

16 8 0
18 0 9 0 2 0

Psychological precipitant

Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak

-5 0 -3 0 -3 0 5 0 3 0

Tiroid bruit Eksoftalmus Lid retraction

Frequent checking

Severe anticipator anxiety

Increase appetite

Goiter

Eutiroid : -11 - +23 Doubful : +24 - +39 Toksik : +40 - +80

Nodul Thyroid Dicurigai Keganasan Bila :


Umur < 20 tahun atau > 70 tahun Gender laki- laki Nodul disertai disfagi ,serak atau obstruksi jalan

napas Pertumbuhan nodul cepat ( beberapa minggu bulan ) Riwayat radiasi daerah leher waktu usia anak anak atau dewasa Riwayat keluarga kanker tiroid meduler Nodul yang tunggal ,berbatas tegas , keras, irregular dan sulit digerakan Paralysis pita suara

Tatalaksana
Mediamentosa :
Nontoxica dengan Thyrax 50mg/hari

(supresi TSH) Toxica dilakukan ugolisasi: - sol. Lugol (fortior) 3 x 10tts/hari (selama 710 hari sebelum operasi) - Obat anti thyroid (PTU / Neo Mercazole) selama menunggu OP tetap diberikan - Sol. Lugol dihentikan setelah operasi, tetapi anti thyroid tetap diberikan sampai 2 hari setelah operasi

Operatif :
1. Lobectomy 2. Ismolobectomy

3. Total thyroidectomy
4. Subtotal thyroidectomy

Indikasi Operasi : 1. Struma uni atau multinodusa dengan kemungkinan keganasan 2. Struma multinodusa dengan gejala obstruktif 3. Kosmetik

Kriteria tatalaksana didasarkan pada hasil pemeriksaan FNAB :


A : Ganas operasi tirodektomi near

total B : Curiga operasi dengan lebih dulu melakukan potong beku (VC) - Bila hasil ganas operasi tiroidektomi near total - Bila hasil jinak operasi lobektomi, atau tiroidektomi near total. alternatif : sidik tiroid,bila hasil cold nodule operasi

C : Tak cukup / sediaan tak

representatif - Jika nodul solid ( saat BAJAH ) : ulang BAJAH. Bila klinis curiga ganas tinggi operasi lobektomi Bila klinis curiga ganas rendah observasi - Jika nodul kistik (saat BAJAH ) : aspirasi -Bila kista regresi observasi
-Bila kista rekurens,klinis curiga ganas

D : jinak terapi dengan levo-tiroksin ( LT 4) dosis

subtoksis - Dosis dititrasi mulai 2 x 25 ug ( 3 hari Dilanjutkan 3 x 25 ug ( 3 4 hari ) - Bila tidak ada efek samping atau tanda toksis:dosis menjadi 2 x 100 ug sampai 4-6 minggu , kemudian evaluasi TSH ( target 0,1 - 0,3 ulU /L) - Supresi TSH dipertahankan selama 6 bulan - Evaluasi dengan USG : apakah nodul berhasil mengecil atau tidak ( berhasil bila mengecil > 50 % dari volume awal ) - Bila nodul mengecil atau tetap L tiroksin dihentikan dan diobservasi - Bila setelah itu struma membesar lagi L-tiroksin dimulsi lagi(target TSH 0,1-0,3 ul U/L) - Bila setelah 1- tiroksin dihentikan ,struma tidak berubah diobservasi. - Bila nodul membesar dalam 6 bulan atau saat terapi

Terima Kasih