Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Istlah infeksi nifas mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genetal pada waktu persalinan dan nifas. Infeksi ini merupakan penyebab kematian maternal, di negara-negara sedang berkembang, dengan pelayanan kebidanan yang masih jauh dari sempurna, peran infeksi nifas masih besar ( arwono, !""#. hal $ #%"&. Infeksi nifas sudah dikenal sejak jaman 'ippocrates dan (alenius yang diduga penyebabnya karena tidak mengeluarkan lokia. )ada tahun 1*+% emmelweis untuk pertama kalinya berdasarkan pengalamannya pada ,iener (ebaranstalt menyatakan bahwa penyakit dalam nifas disebabkan oleh infeksi pada luka. Luka di jalan lahir yang sebagian besar datang dari luar. )endapat emmelweis ini mendapat tantangan hebat dan baru setelah lama kemudian Lister melaksanakan antisepsis pada pembedahan dengan hasil baik dan penemuan sebab-sebab infeksi nifas berkat kemajuan mikrobiologi.

BAB II PEMBAHASAN !.1 )-.(-/0I1.

a. .ifas atau puerperium adalah periode waktu atau masa dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil. 2asa ini membutuhkan waktu sekitar enam minggu (3airer, 'elen, !""1$!!4& b. 2asa nifas (puerperium& dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. 2asa nifas berlangsung selama kira-kira enam minggu (Buku 1cuan .asional )elayanan 5esehatan 2aternal dan .eonatal, !""1$1!!& c. 2asa nifas atau masa puerperium mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira enam minggu (,iknjosastro, 'anifa, 1%%%$ !67& d. 2asa nifas (puerperium& adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil, lama masa nifas ini yaitu #-* minggu (2ochtar, /ustam, 1%%*$114& e. Infeksi nifas adalah infeksi pada dan traktus genetalis setelah persalinan. uhu 6* 89 atau lebih yang terjadi antara hari ke !-1" postpartum dan diukur peroral sedikitnya empat kali sehari. !.! -0I:L:(I

)enyebab infeksi nifas

2asuknya kuman ke dalam alat kandungan bisa secara eksogen (kuman datang dari luar&, autogen (kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh& maupun endogen (dari jalan lahir sendiri&. )enyebab yang terbanyak dan lebih dari 4"; adalah streptococcus anaerob yang sebenarnya tidak patogen sebagai penghuni normal jalan lahir. 5umankuman yang sering menyebabkan infeksi antara lain adalah $ 1. treptococcus haemoliticus anaerobic 2asuk ke dalam alat kandungan secara eksogen dan

menyebabkan infeksi berat. Infeksi ini biasanya eksogen (ditularkan dari penderita lain, alat-alat yang tidak suci hama, tangan penolong, infeksi tenggorokan orang lain&. !. taphylococcus aureus 2asuk secara eksogen, infeksinya sedang, banyak ditemukan sebagai penyebab infeksi di rumah sakit dan dalam tenggorokan orangorang yang nampaknya sehat. 5uman ini biasanya menyebabkan infeksi terbatas, walaupun kadang-kadang menjadi sebab infeksi umum. 6. -scherichia 9oli ering berasal dari kandung kemih dan rektum, menyebabkan infeksi terbatas pada perineum, <ul<a, dan endometriurn. 5uman ini merupakan sebab penting dari infeksi traktus urinarius +. 9lostridium ,elchii 5uman bersifat anaerob, jarang ditemukan akan tetapi sangat berbahaya. Infeksi ini lebih sering terjadi pada abortus kriminalis dan partus yang ditolong oleh dukun dari luar rumah sakit. 9ara terjadinya infeksi nifas
3

Infeksi dapat terjadi sebagai berikut$ a. 0angan penolong yang tertutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam <agina ke dalam uterus. bisa juga sarung tangan atau alat-alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak steril b. =roplet infection. arung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan dokter atau petugas kesehatan lainnya. :leh karena itu, hidung dan mulut petugas yang bekerja di kamar bersalin harus ditutup dengan masker dan penderita infeksi saluran pernafasan dilarang memasuki kamar bersalin. c. Infeksi nosokomial =alam rumah sakit terlalu banyak kuman-kuman patogen, berasal dari penderita-penderita dengan berbagai jenis infeksi. 5uman-kuman ini bisa dibawa oleh aliran udara kemana-mana termasuk kain-kain, alat-alat yang suci hama, dan yang digunakan untuk merawat wanita dalam persalinan atau pada waktu nifas. d. 5oitus pada akhir kehamilan tidak menyebabkan infeksi kecuali apabila mengakibatkan pecahnya ketuban. !.6 a. 3150:/ )/-=I ): I I I.3-5 I .I31 emua keadaan yang menyebabkan turunnya daya tahan tubuh penderita seperti perdarahan banyak, diabetes, preeklamsi, malnutrisi, anemia. 5elelahan juga infeksi lain yaitu pneumonia, penyakit jantung dan sebagainya.

b.

)roses persalinan bermasalah seperti partus lama>macet terutama dengan ketuban pecah lama, korioamnionitis, persalinan traumatic kurang baiknya proses pencegahan infeksi dan manipulasi yang berlebihan.

c. d.

0indakan obstetrik operatif baik per<aginam maupun perabdominam. /etensio sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah dalam rongga rahim.

e. !.+

-pisiotomi atau laserasi. )10:L:(I. etelah kala III, daerah bekas insertio plasenta merupakan sebuah luka dengan diameter kira-kira + cm, permukaan tidak rata, berbenjol-benjol karena banyaknya <ena yang ditutupi trombus dan merupakan area yang baik untuk tumbuhnya kuman-kuman dan masuknya jenis-jenis yang patogen dalam tubuh wanita. er<iks sering mengalami perlukaan pada persalinanan, begitu juga <ul<a, <agina, perineum merupakan tempat masuknya kuman patogen. )roses radang dapat terbatas pada luka-luka tersebut atau dapat menyebar di luar luka asalnya. Infeksi nifas dapat terbagi dalam ! golongan$

Infeksi yang terbatas pada perineum, <ul<a, <agina, se<iks dan endometrium. )enyebaran dari tempat-tempat melalui <ena, jalan limfe dan melalui permukaan endometrium.

a.

Infeksi pada )erineum, ?ul<a, ?agina, er<iks dan -ndometrium ?ul<itis. )ada infeksi bekas sayatan episiotomi atau luka perineum jaringan sekitar membengkak, tepi luka menjadi merah dan bengkak,
5

jahitan mudah terlepas, luka yang terbuka menjadi ulkus dan megeluarkan pus. ?aginitis. =apat terjadi secara langsung pada luka <agina atau melalui luka perineum, permukaan mokusa membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus dan getah mengandung nanah yang keluar dari daerah ulkus.

e<icitis. ering terjadi tapi tidak menimbulkan banyak gejala. Luka ser<iks yang dalam dan meluas dan langsung ke dasar ligamentum latum dapat menyebabkan infeksi yang menjalar ke parametrium.

-ndometritis. )aling sering terjadi. 5uman@kuman memasuki endometrium (biasanya pada luka insertio plasenta& dalam waktu singkat dan menyebar ke seluruh endometrium. )ada infeksi setempat, radang terbatas pada endometrium. Aaringan desidua bersama bekuan darah menjadi nekrosis dan mengeluarkan getah berbau yang terdiri atas keping-keping nekrotis dan cairan. )ada infeksi yang lebih berat batas endometrium dapat dilampaui dan terjadilah penjalaran.

b.

)enyebaran melalui pembuluh darah ( eptikemia dan )iemia& 2erupakan infeksi umum disebabkan oleh kuman patogen treptococcus 'emolitikus (olongan 1. Infeksi ini sangat berbahaya dan merupakan 4"; dari semua kematian karena infeksi nifas. )ada septikemia kumankuman dari sarangnya di uetrus, langsung masuk kedalam peredaran darah umum dan menyebaban infeksi umum. 1danya septikemia dapat
6

dibuktikan dengan jalan pembiakan kuman-kuman dari darah. )ada pieme terdapat dahulu tromboflebitis pada <ena-<ena diuterus serta sinus-sinus pada bekas tempat plasenta. 0romboflebitis ini menjalar ke<ena uterina , <ena hipogastrika, dan>atau <ena o<arii (tromboflebitis pel<ika&. =ari tempat-tempat trombus itu embolus kecil yang mengandung kuman-kuman dilepaskan. 0iap kali dilepaskan, embolus masuk kedalam peredaran darah umum dan dibawa oleh aliran darah ketempat-tempat lain, antaranya ke paru-paru,ginjal,otak,jantung,dan piemia. c. )enyebaran melalui jalan limfe. )eritonitis Infeksi nifas dapat menyebar melalui pembuluh limfe didalam uterus langsung atau mencapai melalui peritonium dan menyebabkan kedua lembar peritonitis, pel<ika& )arametritis ( ellulitis )el<ika& )eritonitis dapat pula terjadi melalui salpingo-ooforitis atau sellulitis pel<ika. )eritonitis mungkin terbatas pada rongga pel<ik saja (pel<ioperitonitis& atau menjadi peritonitis umum. )eritonitis umum merupakan komplikasi yang berbahaya dan merupakan sepertiga dari sebab kematian kasus infeksi. Infeksi jaringan ikat pel<is dapat terjadi melalui tiga jalan yakni$ )enyebaran melalui limfe dari luka ser<iks yang terinfeksi atau dari endometrium
7

sebagainya,

dan

mengakibatkab

terjadinya abses-abses ditempat-tempat tersebut. 5eadaan ini dinamakan

jaringan

diantara

ligamentum latum yang menyebabkan parametritis (selulitis

)enyebaran langsung dari luka pada ser<iks yang meluas sampai ke dasar ligamentum )enyebaran sekunder dari tromboflebitis pel<ika, proses ini dapat tinggal terbatas pada dasar ligamentum latum atau menyebar ekstraperitoneal kesemua jurusan. Aika menjalar keatas, dapat diraba pada dinding perut sebelah lateral diatas ligamnetum inguinal atau pada fossa iliaka d. )enyebaran melalui permukaan endometrium. alfingitis dan :oforitis 5adang-kadang walaupun jarang infeksi menjalar ketuba fallopi, malahan keo<arium. =isini terjadi salpingitis dan atau ooforits yang sukar dipisahkan dari pel<ioperitonitis !.4 a. (12B1/1. 5LI.I I.3-5 I .I31 Infeksi pada perineum, <ul<a, <agina dan ser<iks (ejalanya berupa rasa nyeri serta panas pada tempat infeksi dan kadangkadang perih bila kencing. Bila getah radang bisa keluar, biasanya keadaannya tidak berat, suhu sekitar 6*89 dan nadi di bawah 1"" per menit. Bila luka terinfeksi tertutup oleh jahitan dan getah radang tidak dapat keluar, demam bisa naik sampai 6% @ +"89 dengan kadang-kadang disertai menggigil. b. -ndometritis 5adang-kadang lokia tertahan oleh darah, sisa-sisa plasenta dan selaput ketuban. 5eadaan ini dinamakan lokiametra dan dapat menyebabkan kenaikan suhu. Bterus pada endometritis agak membesar, serta nyeri pada perabaan dan lembek.
8

)ada endometritis yang tidak meluas, penderita merasa kurang sehat dan nyeri perut pada hari-hari pertama. 2ulai hari ke-6 suhu meningkat, nadi menjadi cepat, akan tetapi dalam beberapa hari suhu dan nadi menurun dan dalam kurang lebih satu minggu keadaan sudah normal kembali. Lokia pada endometritis, biasanya bertambah dan kadang-kadang berbau. 'al ini tidak boleh dianggap infeksinya berat. 2alahan infeksi berat kadang-kadang disertai oleh lokia yang sedikit dan tidak berbau. c. epticemia dan piemia 5edua-duanya merupakan infeksi berat namun gejala-gejala septicemia lebih mendadak dari piemia. )ada septicemia, dari permulaan penderita sudah sakit dan lemah. ampai tiga hari postpartum suhu meningkat elanjutnya, suhu berkisar dengan cepat, biasanya disertai menggigil.

antara 6% @ +"89, keadaan umum cepat memburuk, nadi menjadi cepat (1+" @ 1#" kali>menit atau lebih&. )enderita meninggal dalam enam sampai tujuh hari postpartum. Aika ia hidup terus, gejala-gejala menjadi seperti piemia. )ada piemia, penderita tidak lama postpartum sudah merasa sakit, perut nyeri, dan suhu agak meningkat. 1kan tetapi gejala-gejala infeksi umum dengan suhu tinggi serta menggigil terjadi setelah kuman-kuman dengan embolus memasuki peredaran darah umum. uatu ciri khusus pada piemia ialah berulang-ulang suhu meningkat dengan cepat disertai menggigil, kemudian diikuti oleh turunnya suhu. Ini terjadi pada saat dilepaskannya embolus dari tromboflebitis pel<ika. Lambat laun timbul gejala abses pada paru-paru, pneumonia dan pleuritis. -mbolus dapat pula menyebabkan abses-abses di beberapa tempat lain. d. )eritonitis

)eritonitis nifas bisa terjadi karena meluasnya endometritis, tetapi dapat juga ditemukan bersama-sama dengan salpingo-ooforitis dan sellulitis pel<ika. elanjutnya, ada kemungkinan bahwa abses pada sellulitis pel<ika mengeluarkan nanahnya ke rongga peritoneum dan menyebabkan peritonitis. )eritonitis, yang tidak menjadi peritonitis umum, terbatas pada daerah pel<is. (ejala-gejalanya tidak seberapa berat seperti pada peritonitis umum. )enderita demam, perut bawah nyeri, tetapi keadaan umum tetap baik. )ada pel<ioperitonitis bisa terdapat pertumbuhan abses. .anah yang biasanya terkumpul dalam ka<um douglas harus dikeluarkan dengan kolpotomia posterior untuk mencegah keluarnya melalui rektum atau kandung kencing. )eritonitis umum disebabkan oleh kuman yang sangat patogen dan merupakan penyakit berat. uhu meningkat, nadi cepat dan kecil, perut kembung dan nyeri, ada defense muscular. ,ajah penderita, yang mulamula kemerah-merahan, menjadi pucat, mata cekung, kulit muka dinginC terdapat apa yang dinamakan facies hippocratica. 2ortalitas peritonitis umum tinggi e. ellulitis pel<ika ()arametritis& ellulitis pel<ika ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari satu minggu disertai dengan rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini patut dicurigai terhadap kemungkinan sellulitis pel<ika. )ada perkembangan peradangan lebih lanjut gejala-gejala sellulitis pel<ika menjadi lebih jelas. )ada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri di sebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas ke berbagai jurusan. =i tengah-tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. =alam hal ini, suhu yang
10

mula-mula tinggi secara menetap menjadi naik-turun disertai dengan menggigil. )enderita tampak sakit, nadi cepat, dan perut nyeri. =alam dua pentiga kasus tidak terjadi pembentukan abses, dan suhu menurun dalam beberapa minggu. 0umor di sebelah uterus mengecil sedikit demi sedikit, dan akhirnya terdapat parametrium yang kaku. Aika terjadi abses, nanah harus dikeluarkan karena selalu ada bahaya bahwa abses mencari jalan ke rongga perut yang menyebabkan peritonitis, ke rektum, atau ke kandung kencing. f. alpingitis dan ooforitis (ejala salpingitis dan ooforitis tidak dapat dipisahkan dari pel<io peritonitis. !.# a. 1 )-.9-(1'1. I.3-5 I .I31 2asa kehamilan 2engurangi atau mencegah faktor-faktor predisposisi seperti anemia, malnutrisi dan kelemahan serta mengobati penyakit-penyakit yang diderita ibu. ! 6 )emeriksaan dalam jangan dilakukan kalau tidak ada indikasi yang perlu. 5oitus pada hamil tua hendaknya dihindari atau dikurangi dan dilakukan hati-hati karena dapat menyebabkan pecahnya ketuban. 5alau ini terjadi infeksi akan mudah masuk dalam jalan lahir. b. elama persalinan Bsaha-usaha pencegahan terdiri atas membatasi sebanyak mungkin masuknya kuman-kuman dalam jalan lahir $

11

1 ! 6

'indari partus terlalu lama dan ketuban pecah lama>menjaga supaya persalinan tidak berlarut-larut 2enyelesaikan persalinan dengan trauma sedikit mungkin. )erlukaan-perlukaan jalan lahir karena tindakan baik per<aginam maupun perabdominam dibersihkan, dijahit sebaik-baiknya dan menjaga sterilitas.

2encegah terjadinya perdarahan banyak, bila terjadi darah yang hilang harus segera diganti dengan tranfusi darah.

emua petugas dalam kamar bersalin harus menutup hidung dan mulut dengan maskerC yang menderita infeksi pernafasan tidak diperbolehkan masuk ke kamar bersalin.

# 7

1lat-alat dan kain-kain yang dipakai dalam persalinan harus steril. 'indari pemeriksaan dalam berulang-ulang, lakukan bila ada indikasi dengan sterilisasi yang baik, apalagi bila ketuban telah pecah.

c. 1

elama nifas Luka-luka dirawat dengan baik jangan sampai kena infeksi, begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kandungan harus steril.

)enderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam ruangan khusus, tidak bercampur dengan ibu sehat.

)engunjung-pengunjung dari luar hendaknya pada hari-hari pertama dibatasi sedapat mungkin.

!.7

)-.(:B101. I.3-5 I .I31 .

12

ebaiknya segera dilakukan kultur dari sekret <agina dan ser<iks, luka operasi dan darah, serta uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotika yang tepat. Berikan dosis yang cukup dan adekuat. ambil menunggu hasil laboratorium berikan antibiotika spektrum luas. )engobatan mempertinggi daya tahan tubuh seperti infus, transfusi darah, makanan yang mengandung Dat-Dat yang diperlukan tubuh, serta perawatan lainnya sesuai komplikasi yang dijumpai.

BAB III PENUTUP 6.1 5- I2)BL1. Infeksi nifas adalah mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genital pada waktu persalinan dan nifas, infeksi nifas dapat terjadi karena kuman pemeriksa atau penolong, penanggulangan membatasi sebanyak mungkin kuman-kuman dalam jalan lahir.

13

=1301/ )B 0151 )rawirohardjo, arwono, !""#, Ilmu 5ebidanan. Eayasan Bina )ustaka

arwono )rawirohardjo $ Aakarta. aifuddin, 1bdul Bari, !""#, )elayanan 5esehatan 2aternal dan .eonatal, Eayasan Bina )ustaka arwono )rawirohardjo $ Aakarta.

14