Anda di halaman 1dari 1

Media Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Volume : 23 - No. 1 Terbit : 4--2011 Penulis : Sylvia Marfianti sylvie_1504@yahoo.co.

id Mimi Maulida Tantari SHW -

Phototherapy in Dermatology
Abstrak : Latar Belakang: Fototerapi atau terapi dengan menggunakan sinar UV berbagai intensitas saat ini menjadi salah satu alternatif pengobatan yang digunakan dalam dermatologi. Modalitas terapi ini telah banyak digunakan pada penyakit-penyakit seperti psoriasis, dermatitis atopik, vitiligo, skleroderma, CTCL, dan kelainan kulit kronis lainnya. Tujuan: Mengetahui dan memahami jenis-jenis fototerapi, mekanisme kerja, serta efek samping dan toksisitas yang mungkin terjadi. Telaah kepustakaan: Rejimen fototerapi terbagi menjadi 4, yaitu BB-UVB, NB-UVB, UVA-I, dan UVA-II. Mekanisme aksi UV dalam berbagai penyakit kulit meliputi aksinya terhadap proliferasi sel, induksi apoptosis, induksi pelepasan dan aktivitas biologi sitokin, serta induksi terhadap MMP. Penggunaan NB-UVB memiliki efektivitas yang lebih baik terhadap penyakit psoriasis vulgaris, dan vitíligo, dibanding rejimen lainnya, sedangkan fototerapi dengan UVA-I efektif untuk berbagai penyakit sklerotik, seperti morphea dan skleroderma sistemik. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan fototerapi ini adalah kemungkinan efek samping dan toksisitas yang timbul. Didapatkan efek samping akut seperti sunburn, tanning, imunosupresi, dan kerusakan pada mata, sedangkan efek kronis seperti penuaan dini dan kanker kulit. Kesimpulan: Masing-masing rejimen fototerapi memiliki kelebihan dan kelemahan dan tingkat efektivitas yang berbeda pada tiap-tiap jenis penyakit. Mengingat efek samping yang mungkin timbul, penggunaan fototerapi sebagai modalitas terapi dalam dermatologi ini memerlukan perhatian dan pertimbangan khusus baik dalam segi indikasi, pemilihan rejimen, dosis, dan prosedur terapi Keyword :

Daftar Pustaka : Brash Douglas E Carcinogenesis: Ultraviolet Radiation Fitzpatricks Medicine 2008 New York Dermatology in General

Page 1