Anda di halaman 1dari 15

RESTRUKTURISASI SEKTOR KETENAGALISTRIKAN MENUJU PASAR LISTRIK KOMPETITIF

Ulysses Simandjuntak, I Made R Sakya, Sint!ya R esly "#

Wacana restrukturisasi sektor ketenagalistrikan ke arah penciptaan pasar listrik kompetitif telah berjalan lebih dari dua tahun sejak diluncurkannya dokumen Kebijakan Restrukturisasi Sektor Ketenagalistrikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi pada Agustus 1 !" #erbagai langkah dalam rangka restrukturisasi industri kelistrikan menuju pasar listrik yang kompetitif sesuai rencana Pemerintah $ndonesia seperti tertuang dalam dokumen tersebut telah mulai dirintis" Persiapan pembentukan #adan Pengatur% studi tentang &rid 'ode dan (istribution 'ode% studi tentang )ransmission 'harges% studi tentang Market Rules *a+a, #ali dan pembahasan Rancangan -ndang,-ndang .R--/ pengganti -ndang,-ndang Ketenagalistrikan 0omor 11 tahun 1 !1 adalah beberapa contoh kegiatan dalam rangka restrukturisasi yang telah dan sedang dilaksanakan" (i samping itu% P20 sebagai pelaku terbesar pada industri kelistrikan $ndonesia telah pula secara bertahap merestrukturisasi organisasinya dalam upaya untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien serta mempersiapkan diri untuk mampu bersaing dalam suasana yang kompetitif.

Salah satu aspek yang menarik untuk ditinjau lebih jauh adalah implementasi pasar listrik sesuai gambaran yang ada pada hasil studi konsultan di Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Market Rules Sistem Jawa !ali" yang telah diselesaikan pada awal #$$%. Studi konsultan tersebut telah berhasil merumus kan suatu aturan pasar listrik untuk sistem Jawa !ali baik pada era Single !uyer maupun pada era pasar listrik kompetitif" Multi #uyer Multi Seller. Makalah ini akan membahas mengenai konsep pasar listrik yang diusulkan oleh konsultan tersebut di atas" operasionalisasi dari konsep tersebut termasuk kaitannya dengan konsep restrukturisasi pada R&& 'etenagalistrikan yang baru" serta berbagai kendala yang perlu diatasi dalam implementasinya seperti adanya masalah kondisi sistem yang (onstraints" masalah pembangkit listrik swasta" pertumbuhan beban sistem yang relatif tinggi" kompetensi dan kredibilitas !adan Pengatur" dan lain sebagainya. Diusulkan dalam makalah ini suatu kerangka implementasi restrukturisasi industri kelistrikan yang mungkin dilaksana kan setelah meninjau berbagai kondisi yang ada. I$ Penda!uluan

&paya Pemerintah )ndonesia untuk me restrukturisasi sektor ke tenagalistrikan )ndonesia menuju sektor yang kompetitif telah berjalan lebih dari dua tahun. Pembentukan sektor ketenagalistrikan kompetitif yang umumnya ditandai dengan adanya pasar listrik kompetitif memerlukan dilaksanakannya serangkaian kegiatan

yang tidak sederhana. 'egiatan ini antara lain meliputi penataan peraturan perundangan yang mendukung" !adan Pengatur yang kredibel" struktur dan aturan pelaksanaan pasar listrik" serta mekanisme pentarifan yang sesuai untuk bidang usaha yang masih se(ara natural bersifat monopoli. Di samping itu agar implementasi pasar listrik dapat berjalan efektif diperlukan prasyarat terhadap kondisi sistem yang ada" seperti sistem harus dalam keadaan o*er supply" kendala transmisi yang minimal" keseimbangan posisi pelaku pasar" dan telah dilengkapi oleh sistem pengukuran + metering system, dan sistem yang mengelola pasar listrik +disebut dengan Market 3peration System" M-S +.ungsi M-S umumnya meliputi pengelolaan penawaran pelaku pasar" penentuan harga/s(heduling" setelmen dan penagihan. M-S berinteraksi dengan sistem metering dan S01D1/EMS" serta memerlukan perangkat )2 seperti komputer" software aplikasi dan sistem komunikasi,. yang sesuai dengan Market Rules yang berlaku. Makalah ini akan menguraikan se(ara ringkas berbagai upaya restrukturisasi yang telah dilakukan Pemerintah dalam dua tahun terakhir" kemajuan yang telah di(apai" konsep pasar listrik yang akan diimplementasikan" dan beberapa kendala yang sedang dan akan dihadapi dalam implementasi restrukturisasi pasar listrik. Suatu kerangka implementasi restrukturisasi yang dianggap perlu diambil Pemerintah akan diusulkan pada bagian akhir. .okus makalah hanya pada implementasi pasar listrik kompetitif di sistem Jawa !ali" mengingat sebagaimana disebutkan dalam 'ebijakan Restrukturisasi Pemerintah sistem ini dianggap lebih mature di bandingkan dengan sistem ketenagalistrikan wilayah lainnya dan merupakan sistem pertama di )ndonesia yang akan menerapkan pasar listrik kompetitif. 3ambaran umum sistem Jawa !ali dapat dilihat pada lampiran. II$ Kemajuan U%aya Rest&uktu&isasi

Sejak dilun(urkannya 'ebijakan Restrukturisasi Sektor 'etenagalistrikan )ndonesia oleh Menteri Pertambangan dan Energi pada 1gustus %445 +Poli(y Paper," berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan sistem tenaga listrik yang sesuai dengan gambaran pada dokumen tersebut" yaitu sistem yang efisien" kompetitif" transparan" melindungi ke pentingan konsumen" serta mampu men jamin kelangsungan tersedianya tenaga listrik dengan mutu dan harga yang layak. Pen(iptaan sistem seperti dimaksud di atas didukung pula oleh institusi internasional seperti 6orld !ank" 1sian De*elopment !ank dan &S1)D. !antuan ada yang berupa

grants dan juga berupa pinjaman yang diiringi dengan )echnical Assistance untuk studi studi yang diperlukan. '$($ U%aya Peme&inta! !eberapa upaya yang telah dilakukan Pemerintah dalam kerangka restrukturisasi adalah7 pembuatan R&& 'etenagalistrikan pengganti && 8o. %9/%459" persiapan pembentukan !adan Pengatur" studi tentang &rid 'ode% (istribution 'ode% 'ompetiti4e )endering 'ode% )ariff 'ode dan Market Rules Sistem Jawa !ali. Saat ini juga sedang disiapkan Ran(angan Peraturan Pemerintah untuk memungkinkan pelaksanaan pasar Single #uyer dan yang akan mendefinisikan wilayah kompetitif dan non kompetitif. !erbagai seminar yang dimaksudkan untuk memberikan penyamaan persepsi tentang konsep restrukturisasi kepada masyarakat juga telah dilaksanakan. Saat ini DPR telah mulai membahas R&& 'etenagalistrikan yang telah disampaikan oleh Pemerintah. Sisi bahan bakar primer" yang terkait erat dengan sektor listrik" juga di deregulasi melalui &ndang &ndang Migas yang baru.

'$'$

U%aya PLN

PL8 selaku pelaku terbesar di sektor ketenagalistrikan )ndonesia merupakan pihak yang paling terpengaruh dengan adanya kebijakan restrukturisasi Pemerintah. &ntuk mengantisipasi tekanan yang akan mun(ul dengan adanya sistem yang lebih kompetitif maka PL8 telah melakukan berbagai upaya" seperti7 perombakan organisasi yang tadinya bersifat sentralistik menjadi entitas entitas bisnis yang lebih mandiri dan memiliki sasaran usaha yang lebih fokus" pemisahan bidang usaha yang bersifat kompetitif dan monopoli" renegosiasi kontrak listrik swasta" pelaksanaan bidding energi internal antar anak perusahaan pembangkit milik PL8" pengembangan kontrak kontrak pembelian tenaga listrik dengan anak perusahaan pembangkit" kontrak jasa transmisi dan distribusi" serta pengembangan SDMnya. '$)$ Pen*em+an*an Pe&an*kat Pasa& List&ik

Pengembangan berbagai perangkat untuk implementasi pasar listrik dapat dikatakan masih dalam tahap awal. PL8 telah mulai mengembangkan sistem metering yang menggunakan meter elektronik di Sistem Jawa !ali. 8amun saat ini instalasi yang lengkap hanya terdapat pada sisi interkoneksi dengan Pembangkit" belum dikembangkan untuk interkoneksi dengan Distribusi. Sistem yang seyogyanya tertata dengan kemampuan automatic meter reading saat ini masih dalam tahap penyempurnaan.

&ntuk dapat melaksanakan proses bidding yang merupakan (iri dalam implementasi pasar listrik diperlukan sistem komunikasi untuk penyampaian penawaran dan informasi oleh pelaku pasar. Dan tentu saja diperlukan suatu perangkat optimasi +market clearing engine, yang reliable dan mengakomodasi logika optimasi yang sesuai dengan aturan pasar listrik yang berlaku. Sistem komunikasi yang terdedikasi untuk pelaksanaan pasar listrik dan perangkat optimasi yang mendukung saat ini belum mulai dikaji. Sistem komunikasi yang digunakan saat ini hanya terbatas pada kebutuhan operasi sistem" sedangkan perangkat optimasi yang dipilih saat ini masih merupakan hak prerogatif PL8" khususnya PL8 P:!. Suatu sistem pemantauan kinerja operasional pembangkit atau sistem pen(atatan komunikasi operasi real time masih perlu disiapkan sebagai salah satu sumber informasi bagi perhitungan kewajiban finansial dan penyelesaian perselisihan transaksi antar pelaku pasar. Di samping itu" suatu sistem setelmen yang menghitung dan men(atat kewajiban finansial akibat transaksi yang terjadi pada pasar listrik sesuai mekanisme yang berlaku perlu pula ada. Suatu sistem yang terintegrasi atau M-S yang terdiri atas fungsi fungsi di atas belum mulai dikembangkan. Perangkat peraturan operasional seperti &rid 'ode% (istribution 'ode% dan Market Rules telah selesai dalam bentuk konsep" namun dokumen dokumen ini masih perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada dan diperiksa asas konsistensinya antara satu dengan lainnya. 2ampaknya dokumen dokumen tersebut masih perlu dilengkapi dengan suatu aturan peralihan untuk masa transisi menuju ter(iptanya kondisi yang diasumsikan pada saat penyusunannya. Mekanisme pengawasan pelaksanaan pasar listrik sesuai dokumen atau aturan yang ada perlu pula dirumuskan se(ara jelas untuk memastikan implementasi berjalan dengan baik. Pentarifan terhadap usaha yang bersifat monopoli seperti transmisi dan distribusi perlu pula didefiniskan. Pada saat Poli(y Paper dilun(urkan" Pemerintah bersama dengan konsultan ;aigler !ailly telah selesai melakukan studi )ransmission Pricing sistem Jawa !ali. Sekarang" konsep )ariff 'ode yang mengatur masalah ini juga sudah ada. 8amun" mengingat mekanisme penanganan tarif transmisi ini harus selasa dengan Market Rules yang akan diadopsi" maka kedua hasil studi tersebut perlu ditindak lanjuti dan dikaji kembali penerapannya.

III$

K nse% Pasa& List&ik Sistem Ja,a-.ali

!agian di bawah ini akan menjelaskan konsep pasar Single #uyer dan pasar Multi #uyer Multi Seller sesuai gambaran dalam Market Rules hasil studi konsultan

DJLPE yang terdiri atas 'EM1 0onsulting" Pa(e 3lobal Energy Ser*i(es" Professor .rank 6olak dari Stanford &ni*ersity" P2 0onnusa Energindo dan )nstitute 2eknologi !andung +)2!,. Sebagai gambaran" sebelumnya akan diuraikan mekanisme yang berlaku pada sistem Jawa !ali saat ini.

)$($

Mekanisme Saat Ini

Saat ini PL8 dengan dua anak perusahaan pembangkitnya merupakan pelaku bisnis terbesar di sistem Jawa !ali. !eberapa perusahaan pembangkit swasta telah beroperasi dan mulai menyalurkan tenaga listrik ke sistem tenaga listrik Jawa !ali. Jual beli tenaga listrik antara PL8 dan perusahaan pembangkit baik swasta maupun anak perusahaan PL8 dilakukan melalui kontrak pembelian tenaga listrik + Po+er Purchase Agreement% PPA,. 'etentuan ketentuan operasional" legal dan komersial pada kontrak kontrak tersebut sangat ber*ariasi. !elum terdapat kontrak transmisi dan kontrak penjualan tenaga listrik kepada perusahaan distribusi" ke(uali kontrak konsumen besar dengan PL8" sebab pengusahaan transmisi dan distribusi dilakukan oleh unit operasional yang masih menjadi satu institusi se(ara hukum dengan PL8. Pemisahan biaya transmisi yang dikenakan kepada distribusi hanya terbatas pada transfer pricing tanpa menggunakan suatu kontrak. Dapat dikatakan bahwa struktur saat ini merupakan struktur < Single #uyer=" dimana PL8 Pusat bertindak sebagai Single !uyer. Sampai dengan tahun %444" beban pembelian tenaga listrik ini dilimpahkan kepada PL8 P:! sebagai unit operasional yang menjalankan ketentuan kontrak yang ada. Mulai tahun #$$$" pembebanan tersebut dialihkan ke PL8 Pusat" sehingga dalam laporan keuangannya PL8 P:! hanya menerima pendapatan dari penyediaan jasa transmisi.

)$'$

Pasa& Sin*le .uye& Market Rules atau 1turan Pasar Listrik dimaksudkan sebagai a(uan bekerjanya pasar listrik. )si Market Rules Single !uyer +S!, ini terdiri atas7 definisi" latar belakang" tujuan pasar listrik dan tujuan aturan pasar listrik" peran dan tanggung jawab pelaku pasar" penyambungan ke grid" metering" mekanisme pasar seperti proses bidding dan penanganan an(illary ser*i(es" penagihan dan setelmen" interpretasi aturan pasar listrik" penyimpanan dokumen" dan publikasi informasi. ($ M del Pasa&

Pada fase S!" perusahaan transmisi yang juga menjalankan fungsi dispat(h berperan sebagai agen Pembeli 2unggal + Single #uyer," yang membeli listrik dari pembangkit dan menjualnya kepada perusahaan distribusi atau konsumen besar melalui sistem transmisi +lihat 3ambar %,. (ispatch pembangkit dilakukan berdasarkan konsep biaya *ariabel termurah" yang meliputi biaya bahan bakar serta biaya *ariabel operasi dan pemeliharaan pembangkit. Perusahan transmisi juga bertanggung jawab dalam peren(anaan sistem" mengupayakan in*estasi sistem yang optimal dan melakukan koordinasi pengembangan sistem transmisi dan pembangkitan. Sentralisasi fungsi peren(anaan" operasi transmisi dan dispat(h dianggap akan memfasilitasi operasi yang efisien dan peren(anaan yang efektif. Pengadaan pembangkit baru akan dilaksanakan se(ara transparan dan melalui tender yang kompetitif +(ompetiti*e bidding,. Pengaturan Komersial Pelaku pasar pada fase S! terdiri atas perusahaan pembangkit" transmisi" distribusi dan konsumen besar. !adan Pengatur memegang peranan penting pada masa ini" khususnya dalam bidang usaha transmisi dan distribusi. Peranan badan pengatur pada sisi pembangkitan akan tidak signifikan sebab interaksinya telah diatur dalam kontrak jual beli tenaga listrik +power pur(hase agreement" PP1, antara pembangkit dan perusahaan transmisi. PP1 mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam berbagai aspek seperti finansial serta aspek operasional pembangkit dan sistem tenaga listrik. Pembayaran akan dihitung berdasarkan dua komponen pembayaran7 fi>ed +pembayaran kapasitas, dan *ariabel +pembayaran energi,. Pembayaran kapasitas merupakan pembayaran atas biaya biaya tetap tahunan pembangkit seperti biaya in*estasi" return atas in*estasi" biaya tetap operasi dan pemeliharaan" dan biaya tetap lainnya. Pembayaran ini tidak tergantung pada tingkat pembebanan + dispatch, pembangkit. Sedangkan pembayaran energi" yang tergantung pada dispat(h pembangkit" dimaksudkan untuk mengkompensasi biaya bahan bakar serta biaya *ariabel operasi dan pemeliharaan pembangkit. Pembayaran dengan dua komponen tarif ini mengalokasikan resiko sedemikian sehingga perusahaan transmisi akan menanggung resiko dispat(h serta pertumbuhan beban" dan perusahaan pembangkit menanggung resiko operasi dan pemeliharaan pembangkit" sehingga memberikan insentif yang jelas bagi operasi yang efisien oleh kedua belah pihak.
3ambar %. Pasar Single !uyer

Pada fase S! ini juga telah terdapat proses bidding biaya *ariabel untuk pembelian energi dari pembangkit. 8amun" penawaran dari pembangkit yang disampaikan kepada SM- ini akan dibatasi oleh suatu tingkat harga +pri(e (ap, tertentu yang diatur dalam PP1. Pembangkit akan menerima pembayaran untuk komponen fi>ed +kapasitas, sesuai PP1 dan pembayaran energi sesuai hasil penawaran mereka. 'apti4e Po+er dalam hal ini juga dibenarkan untuk ikut serta dalam proses bidding. 8amun mereka hanya akan menerima pembayaran energi atas e5cess po+er yang disalurkan ke grid" sebab mereka tidak memiliki kapasitas yang firm. &ntuk pembangkit skala ke(il +small power plants" SPP, diusulkan suatu tarif dan model kontrak yang standar untuk menghindari biaya administratif yang tinggi" memudahkan in*estor SPP dan mengurangi waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam interaksi dengan SPP. Single !uyer akan mengenakan tarif tenaga listrik (urah +bulk supply tariff" !S2, kepada konsumennya. !S2 ini merupakan harga transfer dari perusahaan transmisi ke konsumennya" yang dihitung berdasarkan biaya energi dan kapasitas pembangkitan. !S2 bisa terpisah dari biaya transmisi tergantung dari penanganan biaya transmisi yang diadopsi. !S2 harus diran(ang sedemikian rupa agar diperoleh keseimbangan antara kebutuhan konsumen akan harga yang stabil dan kebutuhan perusahaan transmisi terhadap fleksibilitas dalam menanggapi perubahan pola beban dan konsumsi. !iaya sistem transmisi diran(ang untuk menutupi biaya in*estasi" operasi dan pemeliharaan transmisi dan return yang dibutuhkan. !iaya ini harus mampu memberi sinyal kepada pengguna sistem mengenai dampak dari perilaku mereka terhadap efisiensi sistem serta biaya pengembangan sistem. 'arena komponen terbesar dari biaya operasi dan pemeliharaan transmisi tergantung pada tingkat pembebanan maksimum" lokasi beban dan penggunaan sistem" maka tarif dengan dua komponen" biaya beban dan biaya energi" diusulkan untuk diadopsi. !iaya beban dikaitkan dengan kapasitas M6 yang digunakan oleh pembangkit dan konsumen" sedangkan biaya energi didasarkan pada pengukuran k6h yang disalurkan. !iaya transmisi dapat dihitung berdasarkan biaya marginal atau accounting cost reco4ery. 'ontrak penyambungan merupakan pengaturan komersial yang juga penting pada pasar S!. 'ontrak ini mengatur penyambungan antara pengguna grid dan perusahaan transmisi. Pengguna grid berkewajiban untuk membayar sebagian atau seluruh biaya peralatan baru yang diperlukan untuk penyambungan ke grid serta biaya operasi dan pemeliharaan dari fasilitas penyambungan yang diperuntukkan bagi mereka.

2arif kepada konsumen akhir +retail tariff, idealnya merupakan penjumlahan dari !S2 dan biaya transmisi/distribusi. Mengingat perusahaan transmisi melakukan pembelian dan penjualan" maka pada tahap ini perusahaan transmisi bisa juga berfungsi sebagai administrator bagi subsidi yang terdapat pada sistem. )$)$ Pasa& Multi .uye& Multi Selle&

)si 1turan Pasar untuk fase Multi !uyer Multi Seller +M!MS, meliputi interpretasi dari 1turan Pasar" partisipasi pelaku pasar" adiministrasi" super*isi dan pelaksanaan aturan" ketentuan penyambungan grid" reliability sistem tenaga" +holesale metering" operasi sistem dan pasar bilateral" kontrak bilateral fisik dan energy for+ard market" penagihan dan setelmen" pelayanan" peren(anaan dan pengadaan transmisi" dan definisi. 1turan Pasar ini hanya mengatur interaksi dan operasi pada tingkat +holesale market saja. Pada tahap ini perusahaan distribusi akan memisahkan bidang usaha jaringan +monopoli, dengan usaha retail +kompetitif,. Distribusi akan menyediakan pelayanan jaringan distribusi" dan Perusahaan Retail akan menyediakan jasa suplai tenaga listrik" metering" penagihan" dsb. 3ambar # menunjukkan fungsi fungsi yang ada pada struktur pasar M!MS.+Struktur yang menggambarkan seluruh pelaku pasar. Perusahaan distribusi akan menyediakan jasa penyaluran melalui sistem distribusi juga dengan mekanisme kontrak baik dengan perusahaan retail" konsumen besar" maupun perusahaan pembangkit. 'arena penyediaan jasa penyaluran untuk suatu kawasan itu dikelola se(ara monopoli maka harga penyediaan jasa akan diatur oleh suatu badan regulasi +Regulatory #ody,. Perusahaan perusahaan retail akan bersaing satu sama lain dalam memperoleh konsumennya. 'onsumen akhir akan bebas memilih siapa saja yang menjadi pemasok listriknya. 1kan terdapat Wholesale Market Po+er Pool yang merupakan pasar jual beli tenaga listrik. Perusahaan transmisi /dispat(h melakukan penyediaan jasa transmisi" dan jasa lainnya untuk keperluan operasi sistem. Perusahaan perusahaan pembangkit akan bersaing satu sama lain dalam menjual tenaga listrik yang diproduksinya. Penjualan tenaga listrik dapat dilakukan dengan bidding melalui atau langsung kepada perusahaan retail atau konsumen besar dengan mekanisme kontrak bilateral. 'onsumen besar dapat membeli tenaga listrik melalui perusahaan retail" langsung ke perusahaan pembangkit atau lewat Pool. 'epemilikan transmisi dan fungsi operasi pasar listrik" operasi sistem serta administrasi setelmen diusulkan untuk dilaksanakan oleh satu entitas yang disebut

sebagai SM- +System ? Market -perator," setidaknya pada tahap awal. 1rgumentasi terhadap hal ini adalah sebagai berikut 7 +i, pemisahan fungsi fungsi tersebut pada tahap awal akan merupakan sumber inefisiensi" +ii, keberadaan SM- sebagai satu entitas dengan wewenang penuh terhadap sistem transmisi akan menghasilkan operasi sistem yang lebih andal dan efisien" +iii, wewenang penuh terhadap kepemilikan dan operasi sistem akan menghasilkan pengembangan sistem transmisi yang lebih baik" khususnya bila melihat proyeksi pertumbuhan beban sistem yang (ukup tinggi +lebih dari 4@ per tahun,. &ntuk memudahkan pengaturan dan pengawasan terhadap fungsi fungsi tersebut" maka fungsi sistem operasi" administrasi setelmen dan kepemilikan transmisi pada SM- harus berada dalam struktur manajemen +departemen, dengan pembukuan yang terpisah. SM- akan mengoperasikan power pool/pasar spot yang menentukan operasi sistem dan harga listrik. &ntuk dapat menghindari mun(ulnya conflict of interests" SMtidak dibenarkan untuk berafiliasi dengan salah satu pelaku pasar. Pengawasan terhadap pelaksanaan fungsi SM- dapat dilakukan dengan berbagai (ara" seperti pengawasan langsung oleh pelaku pasar" pengawasan melalui 'omite yang mewakili semua kepentingan" atau melalui pengawasan langsung oleh badan regulator atau pemerintah. 'onsultan mengusulkan pengawasan yang berbentuk 'omite yang disebut dengan SM3 Ad4isory &roup" sebab bisa memastikan pelaku pasar memperoleh dan memberikan masukan mengenai pelaksanaan pasar listrik se(ara langsung. Di samping itu perlu pula dibentuk suatu komite pemantauan perilaku pelaku pasar +Market Sur4eillance 'ommittee, khususnya pada tahap awal implementasi pasar listrik. 'eberadaan 'omite ini haruslah memiliki kekuatan hukum dan dikenal oleh peraturan perundangan yang berlaku. Ga&is +esa& desain %asa& list&ik M.MS yaitu s++ / Pasar Energi 2erdapat pasar energi real time +spot market, yang di(a(ah setiap setengah jam. Pembangkit dan dispatchable load melakukan penawaran dan akan didispat(h se(ara fisik oleh SM- berdasarkan harga termurah. Selanjutnya pelaku pasar akan menerima informasi market clearing price dari SM-. Pelaku pasar boleh untuk menawarkan hingga #$ pasang harga kuantitas dan 9 ramping up6do+n rate. ;arga Penawaran men(akup seluruh biaya +single pri(e," seperti biaya energi" biaya start up" dll.

2erdapat pula day,ahead for+ard market untuk energi" yang bersifat 4oluntary. SMakan melakukan lelang +auction, atas penawaran dari sisi pembangkit dan beban. Pasar ini murni bersifat finansial. ;arga yang mun(ul merupakan indikasi atas ekspektasi harga energi real time" sehingga akan membantu pengaturan strategi hedging dan penanganan kontrak bilateral fisik. Di samping kedua pasar tersebut di atas" pelaku pasar boleh pula melakukan kontrak bilateral antar mereka dan dapat se(ara *oluntary menyampaikan data kontrak kepada SM- untuk keperluan setelmen. Ancillary Ser4ices Penyediaan an(illary ser*i(es seperti (adangan operasi" pengaturan frekuensi" daya reaktif" bla(k start dan layanan reliability must run diperoleh melalui kontrak dengan jangka waktu maksimum %5 bulan. Pemenuhan kebutuhan an(illary ser*i(es harus diupayakan dilakukan melalui proses yang kompetitif. 1kan diadopsi model kontrak standar yang disetujui oleh Regulator dengan prinsip cost,reimbursement. Dalam kondisi darurat" SM- berwenang untuk mendapatkan an(illary ser*i(es dari pelaku pasar yang tidak terikat kontrak atau yang mampu menyediakan layanan di luar kewajiban penyambungan mereka" dengan kompensasi full opportunity payment. Pengembalian stranded (osts ini diperoleh melalui pengenaan 'ompetition )ransition 'harge +020, kepada konsumen dalam rentang beberapa tahun. Pembangkit 7idro Pembangkit hidro akan dikelola oleh suatu entitas independen" yaitu -perator ;idro. -perator ;idro akan menyampaikan penawaran setelah mempertimbangkan kegunaan air bagi keperluan lainnya" seperti irigasi. Profit yang diperoleh dari pengelolaan pembangkit hidro ini akan digunakan untuk membantu pendanaaan subsidi bagi sektor ketenagalistrikan. Kongesti )ransmisi 'onsultan mengusulkan agar biaya kongesti transmisi +!iaya kongesti transmisi yaitu perbedaan antara biaya solusi dispat(h optimum dan solusi dispat(h akibat adanya kongesti transmisi, dialokasikan se(ara merata baik kepada pembangkit maupun beban. Perhitungan biaya ini menga(u pada sistem Jawa !ali sebagai single 8one. Saat ini sistem Jawa !ali dibagi dalam : Aonal sistem transmisi" namun dengan selesainya loop transmisi 9$$ kB jalur selatan maka kendala transmisi menjadi minimal dan sistem Jawa !ali se(ara elektrikal dapat dilihat sebagai single node system" sehingga tidak diperlukan untuk mengadopsi sistem perhitungan yang lebih kompleks seperti locational based .nodal/ pricing"

Stranded 'osts Stranded 0osts didefinisikan sebagai selisih antara sunk cost +dari capital in4estment dan PP1, dan net operating income +pendapatan dari penjualan layanan pembangkit dikurangi modal dan biaya operasi masa datang yang belum dikeluarkan,. Pembayaran Pelaku Pasar Pembangkit yang didispat(h sesuai dengan merit order penawaran akan memperoleh pembayaran atas energi yang disalurkan sesuai dengan market (learing pri(e. Market (learing pri(e merupakan hasil dari optimasi pembangkitan dengan kondisi sistem yang unconstrained +tanpa kongesti,. Pembangkit yang terpaksa dijalankan akibat kongesti transmisi meskipun out of merit +constrained,on unit, akan menerima pembayaran sebesar penawaran mereka. Sedangkan pembangkit yang terpaksa tidak dijalankan + constrained,off unit, akan menerima pembayaran sebesar selisih antara market (learing pri(e dan penawaran mereka. !iaya biaya ini akan diperoleh dari seluruh pelaku pasar melalui !iaya -plift. ;asil optimasi pembangkitan dengan kondisi yang (onstrained akan digunakan untuk menentukan !iaya &plift. Setelmen untuk setiap selang C jam akan meliputi" pembayaran untuk energy forward market" pasar energi real time" pengelolaan kongesti dan uplift. Sedangkan yang tidak dihitung berdasarkan selang C jam adalah biaya transmisi" pembayaran an(illary ser*i(es" biaya administrasi SM-" penalti" denda dan 020. Pengembalian biaya an(illary ser*i(es akan diperoleh dari konsumen berdasarkan jumlah M6h yang dikonsumsi. Ekspansi Sistem )ransmisi SM- bertanggung jawab dalam peren(anaan dan identifikasi kebutuhan sistem transmisi" menge*aluasi alternatif pengembangan yang ada" dan melaksanakan proses pengadaan sesuai ketentuan. Pelaku pasar bisa mengajukan upgrade dari sistem transmisi untuk dipertimbangkan dalam proses e*aluasi SM-. SM- akan mendokumentasi e*aluasi dari fasilitas eksisting dan yang diren(anakan" serta dampak dari alternatif yang se(ara teknis feasible dalam Laporan 2ahunan SM-. Pengembalian biaya transmisi akan ditentukan oleh regulator sebagaimana diatur dalam 1turan 2arif +2ariff 0ode, yang berlaku. Struktur Pasar Dari hasil simulasi terhadap aturan pasar yang telah dirumuskan" maka untuk menghindari timbulnya market po+er yang memungkinkan tidak efektifnya pasar listrik 'onsultan merekomendasikan bahwa pembangkit PL8 tidak dikelompokkan dalam satu perusahaan melebihi 9.$$$ hingga D.$$$ M6 +dengan asumsi beban pun(ak sistem lebih dari %D.$$$ M6 dan kapasitas tersedia sekitar ## 36, .

Setidak tidaknya harus terdapat : perusahaan pembangkit yang menangani pembangkit PL8 eksisting dan konsentrasi kepemilikan terhadap peaking plant harus dihindari. I0$ Kendala Im%lementasi Rest&uktu&isasi

!erbagai kendala implementasi restrukturisasi yang dihadapi saat ini dapat dirangkum sebagai berikut7 +i, adanya kendala transmisi antara bagian barat dan timur sistem Jawa !ali" +ii, kondisi suplai dalam memenuhi beban yang (ukup terbatas" +iii, masalah kontrak listrik swasta" +i*, pasar energi primer yang belum kompetitif +ke(uali batu bara pad saat ini," +*, peraturan perundangan yang belum mendukung" +*i, tarif yang belum men(erminkan tingkat keekonomian sesungguh nya" +*ii, belum adanya aturan pentarifan untuk usaha yang monopoli" +*iii, belum terdapat kejelasan mekanisme subsidi pada industri yang telah di unbundling" +i>, belum terbentuknya !adan Pengatur yang independen dan kredibel" +>, belum tersedianya sistem metering dan M-S yang memadai. 0$ Rek mendasi Im%lementasi

Dari uraian di atas dan menga(u pada berbagai kendala yang ada" maka langkah implementasi berikut sebaiknya perlu dilakukan7 %. Mengimplementasikan pasar listrik model S! dengan terlebih dahulu melakukan7 +i, +ii, pemisahan entitas bisnis sesuai fungsi pembangkitan" transmisi +SM-, dan distribusiE persiapan kelengkapan perangkat pendukung seperti kontrak jual beli listrik" kontrak transmisi / penyambungan 3rid 0ode" prosedur peren(anaan dan pengembangan sistem +Planning 9 'ompetiti4e )endering 'ode,E penyempurnaan terhadap 1turan Pasar S! hasil studi konsultanE persiapan sistem metering dan M-S untuk pasar S!E integrasi PP1 listrik swasta dengan pasar S! +PP1 eksisting tidak mewajibkan Listrik Swasta untuk berpartisipasi pada pasar listrik. Jika proses renegosiasi belum selesai" Listrik Swasta pada tahap Single !uyer bisa dianggap sebagai suatu system constraint" sehingga dioperasikan sesuai ketentuan kontrak. 8amun" hal ini tentu saja akan mengurangi efektifitas mekanisme pasar yang ada. 1lternatif lainnya adalah membentuk <PP1 2rader= yang akan ikut proses bidding untuk pembangkit Listrik Swasta dan diberi insentif untuk memaksimal kan nilai PP1, E

+iii, +i*, +*,

+*i, kejelasan mekanisme subsidi" dan +*ii, penentuan entitas yang berfungsi sebagai regulator.

#. Mengimplementasikan +holesale market sebagai transisi menuju pasar M!MS setelah terlebih dahulu memastikan7 +i, +ii, +iii, +i*, +*, +*i, +*ii, +*iii, +i>, minimalnya kendala transmisi dengan diselesaikannya saluran transmisi 9$$ kB jalur selatanE kondisi sistem yang telah o*er supplyE pasar energi primer yang telah diliberalisasiE tarif listrik yang telah men(apai tingkat keekonomiannyaE terdapatnya peraturan per undangan yang mendukungE dibentuknya !adan Regulator yang independen dan kredibelE dapat di integrasikannya PP1 listrik swasta dengan pasar M!MSE penyempurnaan 1turan Pasar M!MS hasil studi konsultan telah dilakukanE dan adanya kesiapan sistem metering dan M-S yang memadai untuk pasar M!MS.

:. Mengimplementasikan pasar listrik kompetitif penuh setelah7 +i, diperoleh keyakinan bahwa wholesale market telah bekerja dengan baikE +ii, pemisahan bisnis jaringan dan retail perusahaan distribusi telah terjadiE +iii, disusunnya aturan rin(i dari kerja retail marketE dan +i*, pengaturan pentarifan bagi bidang usaha yang bersifat monopoli seperti distribusi +jaringan, dan layanan terhadap franchised customers telah terdefinisi. R&& 'etenagalistrikan yang sedang dibahas saat ini mengatur batasan waktu implementasi pasar listrik sejak berlakunya R&& tersebut sebagai &&" yaitu7 %. Paling lama % tahun sesudahnya dibentuk !adan Pelaksana penanganan subsidi +Dana Pembangunan 'etenagalistrikan Sosial" DP'S,E #. Paling lama # tahun sesudahnya dibentuk !adan PengaturE :. Paling lama : tahun sesudahnya telah ada daerah yang menerapkan sistem kompetisi pasar pembeli tunggalE F. Paling lama G tahun sesudahnya telah ada daerah yang menerapkan mekanisme pasar kompetisi penuh. Dari banyaknya persiapan yang perlu dilakukan" tampaknya batasan waktu yang digariskan dalam R&& 'etenagalistrikan merupakan kerangka implementasi yang sangat ketat. Seandainya R&& ini diundangkan" maka rangkaian kegiatan yang

akan dilakukan seperti diuraikan di atas harus benar benar di(ermati pelaksanaannya. )mplementasi restrukturisasi bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana. Dan meskipun terlihat bahwa tanggung jawab sebagian besar kegiatan berada di tangan Pemerintah" kesuksesannya membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak. Disamping itu" hal ini tentu saja sangat tergantung dengan kondisi perekonomian bangsa dalam beberapa tahun mendatang. )mplementasi seyogyanya dilakukan dengan tingkat kehati hatian yang tinggi. Setiap prasyarat/ kondisi yang harus ada serta aturan main yang jelas dalam semua sendi operasi sektor ketenagalistrikan haruslah disiapkan se(ara matang agar sistem Jawa !ali dapat terhindar dari malapetaka sebagaimana terjadi pada sistem di 0alifornia di penghujung tahun #$$$ setelah deregulasi yang dilakukan mereka mulai tahun %445. 0I$ Penutu%

2elah diuraikan konsep pasar listrik sistem Jawa !ali" kemajuan dan kendala implementasinya" serta rangkaian kegiatan yang perlu di(ermati dalam proses pelaksanannya. Jelas terlihat bahwa di samping persyaratan infrastruktur yang bersifat teknis" kesuksesan implementasi restrukturisasi juga sangat tergantung pada kesiapan semua pihak baik Pemerintah" pelaku industri" maupun masyarakat luas selaku konsumen sektor ini. Mengingat perubahan yang akan terjadi pada sektor ketenagalistrikan merupakan suatu langkah yang fundamental" maka kontribusi semua pihak" termasuk perguruan tinggi" dalam proses yang sedang berjalan akan sangat bermanfaat. Re1e&ensi/ H%I Menteri Pertambangan dan Energi Republik )ndonesia" 'ebijakan Restrukturisasi Sektor 'etenagalistrik an" Jakarta" #9 1gustus %445. H#I 'ema 0onsulting" Pa(e 3lobal Energy et al." Market Rules for the Ja*a !ali Power System" :% Januari #$$%. H:I 'ema 0onsulting" Pa(e 3lobal Energy et al." Market Rules for the Ja*a !ali Power System J Multi !uyer Market" :% Maret #$$%.

"# I&$ Ulysses R$ Simandjuntak, MS2$ , I&$ I Made R Sakya, MEn*S2$ I&$ Sint!ya R esly, MEn*S2$ - PT PLN 3Pe&se& # Unit .isnis St&ate*is Penyalu&an dan Pusat Pen*atu& .e+an Ja,a .ali se+a*ai sta1 a!li di Unit .iddin* 4 O%e&asi Sistem$

!eban Pun(ak Sistem 7 %#.:5$ M6 +, Daya 2erpasang 7 %5"%F9 M6 P2. )ndonesia Power K 5"D94 M6 P2 PJ! K D"F4# M6 )PPs K #"44F M6 Jumlah &nit Pembangkit 7 L #$$ unit 2ransmisi G$" %9$" 9$$ kB7 %G.#%F kms 'apasitas 2rafo G$" %9$" 9$$ kB7 FD.GG5 MB1

2otal Pembangkit +th.#$$$,

G#.D

26h

3eneration Mi> beban pun(ak 7 0oal K :D @ 3as K :# @ -il K %D @ ;ydro K 4 @ 3eohermal K G @ Jumlah Pelanggan 7 #$ juta