Anda di halaman 1dari 16

Pengaruh Kelembaban Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau

Kelompok 2: Fajrin S Fathia S C Harry F Rahmat Taufik

Tujuan

: Mengetahui Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang Hijau

Rumusan Masalah : 1. Apa Pengaruh Kelembaban terhadap pertumbuhan kacang hijau? 2. Mengapa Kelembaban berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau? 3. Bagaimana pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan Kacang Hijau? Hipotesa :Kelembapan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Kelembapan yang

tinggi mengindikasikan tingginya kadar uap air di udara. Uap air ini akan berpengaruh pada awal perkecambahan. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah hormon perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Selain itu masuknya air pada biji juga menyebabkan enzim aktif bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltosa, selanjutnya maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Protein juga dipecah menjadi asam asam amino.

Senyawa glukosa masuk ke dalam proses metabolisme dan dipecah menjadi energi dan senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh Asam asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi menyusun struktur sel dan enzim enzim baru. Asam asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membran sel. Variabel Variabel Bebas Variabel Kontrol : Media kapas, pemberian air, Lingkungan : kelembaban udara

Variabel Terikat

: tinggi perkecambahan

Pengamatan Kecambah

Alat:

>3 gelas bekas air mineral

>Penggaris

>Label nama
Bahan: >15 Biji kecambah

>Gayung Air
>Kapas Secukupnya >Air

Prosedur Kerja:

Rendam biji kecambah kedalam gayung selama 2 jam untuk proses imbibisi
Siapkan gelas air mineral. Beri nama A, B, C. (dengan keterangan A : kecambah yang ditaruh di tempat lembab dan sering disiram dengan volume air yang lumayan banyak, B : Kecambah yang ditaruh di tempat dengan kelembaban sedang dengan disiram dengan volume air secukupnya dan C: Kecambah yang ditaruh di tempat kering dan jarang disiram)

Masukkan kapas yang sudah diberi air kedalam gelas air mineral Setelah proses imbibisi selesai, masukkan biji kecambah kedalam gelas air mineral

Pengamatan siap dilaksanakan

Waktu percobaan Percobaan dilaksanakan selama 7 Hari terhitung dari tanggal 21 Agustus s.d 27 Agustus 2013

Hasil Pengamatan dan Pembahasan

Data Penelitian
Diagram pengamatan biji kecambah

25 20 15

10
5 0 Hari Ke Hari Ke Hari Ke Hari Ke Hari Ke Hari Ke Hari Ke 1 2 3 4 5 6 7

A B C

Tabel Pengamatan Kacang Hijau (cm)

A Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3 Hari ke 4 Hari ke 5 Hari ke 6 1.8 4.6 9.2 14.3 18.1 21.5

B 1.5 4.4 8.9 12.8 16.7 20.2

C 1.6 4.1 8.6 11.2

Hari ke 7

23.6

21.8

Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian kami , dengan meletakkan gelas 1 pada tempat yang lembab, gelas 2 pada yang berkelembaban sedang dan gelas 3 pada tempat yang kering dan kurang lembab, kami menganalisis bahwa :

a. GELAS 1
- Kelembaban 91 % - Pertumbuhan paling cepat - Panjang maksimum 23,6 cm - Daun berwarna kuning pucat

b. GELAS 2
- Kelembaban 88 % - Pertumbuhan sedikit lebih lambat dari gelas 1 - Panjang maksimum 21,8 cm - Daun berwarna kuning

c. GELAS 3 - Kelembaban 78 % - Pertumbuhan paling lambat

- Panjang maksimum 20,7 cm


- Daun berwarna hijau segar

Kelembaban Udara
Kelembaban udara adalah banyaknya kadar uap air yang berada di udara . Kelembaban udara memengaruhi pemanjangan sel pada kecambah . Kondisi yang lembab menyebabkan banyak air yang diserap kecambah dan lebih sedikit yang diuapkan . Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel sel . Sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga ukuran kecambah semakin besar . Hal tersebut terlihat pada pertumbuhan kecambah di Gelas 1 dan Gelas 2 yang lebih

cepat dibandingkan kecambah di gelas 3 . Kelembaban udara di gelas 1 mencapai nilai


paling tinggi yaitu 91 % karena berada pada kondisi lingkungan yang rapat sehingga udara di sekitar menjadi lembab serta hanya sedikit air yang diuapkan . Selain itu , laju pertumbuhan paling cepat berada pada gelas 1 . Seperti yang sudah pernah disebutkan , semakin lembab udara , maka pertumbuhan semakin cepat.

Sedangkan pada Gelas 2 , kelembaban mencapai nilai 88 % . Pertumbuhan kecambah pada gelas ini tergolong sedikit lebih lambat

dibandingkan pada Gelas 1 . Kondisi gelas 2 berada pada kamar yang


kelembabannya sedang, bisa sangat lembab di waktu malam dan bisa kurang lembab di waktu siang hari. Berbeda dengan kecambah di gelas 3 , pertumbuhannya tergolong paling lambat. Ruangan yang terbuka (di luar ruangan) memungkinkan banyak oksigen yang berdifusi sehingga air yang diserap oleh kapas semakin sedikit sehingga udara kurang lembab .

Kesimpulan

a. Lingkungan yang lembab dengan konsentrasi air cukup

dan suhu yang rendah mempercepat pertumbuhan


kecambah. b. Lingkungan yang terlalu lembab tidak baik bagi

pertumbuhan kecambah karena pertumbuhan yang baik


membutuhkan keseimbangan dari intensitas cahaya , volume air , suhu , media dan kelembaban udara .

Terima Kasih