Anda di halaman 1dari 4

1. a.

Jelaskan Perbedaan Migrasi Primer dan Migrasi Sekunder! Definisi Migrasi Migrasi didefinisikan sebagai pergerakan minyak dan gas di bawah permukaan. Migrasi primer merupakan sebutan untuk tahapan dari proses migrasi, berupa ekspulsi hidrokarbon dari source rock(batuan sumber) yang berbutir halus dan berpermeabelitas rendah ke carrier bed yang memiliki permeabelitas lebih tinggi. kumulasi merupakan pengumpulan dari hidrokarbon yang telah bermigrasi dalam keadaan yang se!ara relatif diam dalam waktu yang lama. Trap merupakan istilah dimana migrasi terhenti dan akumulasi ter"adi. Jika minyakbumi berasal dari bahan organik dan tersebar dalam batuan sumber, kemungkinan bentuk fisik minyakbumi yang terbentuk adalah berupa tetes#tetes ke!il. $arena itu untuk ter"adinya suatu akumulasi diperlukan pengkonsentrasian, antara lain keluarnya tetes#tetes tersebut dari reser%oir dan kemudian bergerak ke perangkap. $oesoemadinata (1&'() menyatakan ada beberapa faktor tertentu sebagai sumber tenaga untuk ter"adinya migrasi minyakbumi baik primer maupun sekunder, yaitu kompaksi, tegangan permukaan, gra%itasi pelampungan (buoyancy), tekanan hidrostatik, tekanan gas, sedimentasi, dan gradien hidrodinamik. b. Jenis Migrasi Migrasi dibagi men"adi ) ma!am(*andenbrou!ke, 1&&)). yaitu +

1.

Migrasi Primer

Migrasi primer yaitu perpindahan hidrokarbon dari sour!e ro!k ke karier bed. Migrasi primer ber"alan lambat karena minyak bumi harus !ukup untuk keluar dari batuan induk yang memiliki

permeabilitas matrik yang rendah. Migrasi primer berakhir ketika hidrokarbon telah men!apai ,permeable !onduit- atau ,!arrier bed- untuk ter"adinya migrasi sekunder Saat ini, ada tiga mekanisme migrasi primer yang membawa perhatian serius bagi kebanyakan ahli geokimia petroleum, yaitu difusi, ekspulsi fasa minyak, dan pelarutan dalam gas. .ifusi sebagai mekanisme aktif dalam migrasi hidrokarbon, ter"adi se!ara terbatas pada batuan sumber yang tipis atau pada tepian unit batuan sumber yang tebal. Pengkonsentrasian diperlukan untuk memungkinkan ter"adinya migrasi primer, dimana difusi dapat menyebabkan akumulasi hidrokarbon dalam ukuran yang !ukup besar. /kspulsi hidrokarbon dalam kaitannya dengan migrasi primer ter"adi dalam fasa hidrofobik. 0ni ter"adi pada umumnya sebagai hasil perekahan mikro selama pergerakan hidrokarbon. $etika tekanan dalam batuan sudah melebihi kekuatannya menahan tekanan, perekahan mikro ter"adi, terutama pada bidang lemah dari batuan tersebut, seperti bidang perlapisan. Sehingga batuan yang terlaminasi mungkin menghasilkan hidrokarbon dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi daripada batuan yang masif. Momper (11'&) dalam 2ondeel (3((1) menyatakan bahwa dalam banyak kasus tidak ada perekahan mikro atau ekspulsi yang ter"adi sebelum "umlah bitumen yang dihasilkan batuan sumber men!apai batas ambang tertentu. Mills (1&3)) dan Sokolo% (1&45) dalam $oesoemadinata (1&'() sehubungan dengan pelarutan minyakbumi dalam gas dan ekspansi gas, menyatakan bahwa minyak dapat larut dalam gas, terutama pada temperatur dan tekanan tinggi. 6as diketahui dapat bermigrasi dengan lebih leluasa melalui batuan bergubung tegangan permukaannya yang ke!il. $arena suatu pembebasan tekanan, maka gas berekspansi dan membawa minyakbumi terlarut. 2ondeel (3((1) menyatakan bahwa mekanisme pelarutan ini hanya ter"adi bergantung pada keberadaan gas yang dipengaruhi oleh tingkat katagenesis dan kapabilitas batuan sumber untuk menghasilkan gas. Jarak dari migrasi primer hidrokarbon pendek. Migrasi primer ter"adi dengan lambat dan sulit, dikarenakan batuan sumber yang memiliki permeabelitas yang rendah. Migrasi primer akan terhenti ketika hidrokarbon men!apai tingkat permeabelitas yang memungkinkan ter"adinya migrasi sekunder. Migrasi primer dapat ter"adi baik se!ara lateral, ke atas dan ke bawah bergantung pada karakteristik carrier bed yang ada di dekat batuan sumber.

3.

Migrasi Sekunder

Migrasi sekunder yaitu perpindahan hidrokarbon dari !arier bed ke "ebakan atau trap. Problem yang sering dihadapi adalah pore throat lebih ke!il dibanding oil stringers, karenanya oil stringrs akan tertahan. untuk dapat bergerak, maka ,bouyan!y- >>>,!apillary#entry pressure (setelah akumulasi ter!apai). Jika !apillary#entry pressur 777 buoyan!y, maka migrasi sekunder . kan terhenti hingga !apillary#entry presure tereduksi dan 8uoyant for!e meningkat$etika hidrokarbon berhasil keluar dari batuan sumber dan mengalami migrasi sekunder, pergerakan dari hidrokarbon akan dipengaruhi oleh gaya pelampungan ( bouyancy). 9eori pelampungan (dalam $oesoemadinata, 1&'() menerangkan mekanisme pergerakan minyak bumi karena adanya perbedaan berat "enis minyakbumi dan air. Suatu gumpalan minyak dalam air akan selalu melambung men!ari tempat yang lebih tinggi. 6umpalan ini kemudian bergerak ke atas mengikuti kemiringan penyekat batuan reser%oir. 8erlawanan dari gaya pelampungan adalah tekanan kapilaritas (2ondeel, 3((1). Semakin besar pori dari suatu batuan, semakin ke!il tekanan kapilaritasnya, dan semakin ke!il pori dari suatu batuan, semakin besar tekanan kapilaritasnya. 6aya pelampungan beker"a untuk mengerakan hidrokarbon, tetapi tekanan kapilaritas melawan gaya pelampungan tersebut. Sehingga apabila gaya pelampungan yang beker"a lebih ke!il dari pada tekanan kapilaritas, maka migrasi dari hidrokarbon tidak akan ter"adi. liran hidrodinamik yang merupakan gaya ketiga yang mengerakan hidrokarbon dapat mengubah pergerakan dari hidrokarbon, tetapi hal ini kurang memperngaruhi dasar bahwa gaya pelampungan dan tekanan kapilaritas merupakan faktor utama yang menentukan pergerakan dari hidrokarbon. Migrasi sekunder ter"adi pada arah yang dipengaruhi oleh gaya pelampungan yang paling besar. Pergerakan ini awalnya menu"u ke arah atas, dan lalu mengikuti kemiringan carrier bed apabila hidrokarbon menemui lapisan dengan permeabelitas kurang di atas carrier bed. $eberadaan struktur dan perubahan fasies mungkin menyebabkan tekanan kapilaritas lebih

dominan daripada gaya pelampungan, sehingga arah migrasi mungkin akan berubah, dan atau terhenti. ). Migrasi 9ersier Migrasi tersier ter"adi "ika ada kebo!oran (leakage) pada !ap ro!ks yang menutupi reser%oir.:ap ro!ks dengan pori#pori yang lebih ke!il dari batuan dibawahnya, mampu menahan pergerakan naik dari minyak bumi. Pengisian yang progresif menyebabkan akumulasi meningkat, dapat menyebabkan bouyan!y 777 !apillary#entry pressure ;ra!tures dan faults dapat menyebabkan kebo!oran.