Anda di halaman 1dari 9

Analisis SWOT Perbankan di Indonesia Tahun 2013 Pendahuluan Bank merupakan lembaga yang menjadi perantara bagi pihak-pihak

yang kelebihan dana dan pihak pihak yang kekurangan dana. Pihak yang surplus dana akan menyimpan uang di bank, sedangkan pihak yang kekurangan dana akan meminjam uang di bank. Dengan kata lain bank merupakan lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi perusahaan, badan-badan pemerintah dan swasta, maupun perorangan menyimpan dana-dananya. Melalui kegiatan perkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem pembayaran bagi semua sektor perekonomian. Pemberian kredit kepada beberapa sektor perekonomian berarti bank telah melancarkan arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Bank merupakan pemasok (supplier darisebagian besar uang yang beredar yang digunakan sebagai alat tukar atau alat pembayaran, sehingga mekanisme kebijakan moneter dapat berjalan. !ondisi ini menunjukkan bahwa bank, terutama bank umum merupakan lembaga keuangan yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan perekonomian dan perdagangan. Bank umum itu sendiri terdiri dari bank umum pemerintah, bank umum swasta, dan bank umum asing dan campuran.

Kekuatan ". #lternati$ kerjasama atau aliansi sehubungan dengan kebutuhan dana atau menjalin sinergi antar bank atau lembaga keuangan lainnya untuk meningkatkan daya saing. %. Penyaluran kredit yang meningkat
Bank &ndonesia (B& masih optimis dengan kondisi perekonomian &ndonesia di %'"(. )al tersebut juga berpengaruh terhadap kondisi penyaluran kredit dari industri perbankan tanah air. Deputi *ubernur B&, )alim #lamsyah memperkirakan penyaluran kredit tumbuh diangka %+, di %'"( atau naik tipis dari proyeksi penyaluran kredit di %'"% sebesar %%, sampai %-,. .ipisnya kenaikan pertumbuhan penyaluran kredit di %'"( disebabkan adanya rencana kenaikan tari$ dasar listrik (.D/ dan upah minimum propi0insi (1MP di %'"(. 2amun proyeksi pertumbuhan tersebut akan berubah ketika ada rencana kenaikan BBM bersubsidi di %'"(. B& merilis hingga 3ktober %'"% penyaluran kredit perbankan senilai 4p %.56+ triliun atau tumbuh %%,6, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni 4p %."'+ triliun. 7edangkan di bulan 7eptember %'"% pertumbuhan kredit sebesar %%,8,. 7ementara B& menargetkan, tahun ini kredit perbankan meningkat pada kisaran %%, sampai %-,.

Kelemahan ". Pasar keuangan yang cenderung dangkal Maka, perbankan harus mampu memastikan pasar 0alas domestik dapat memenuhi kebutuhan dan perilaku hedging pelaku pasar. 7elain itu, pasar obligasi yang likuid mampu

memberikan alternati$ pembiayaan bagi pemerintah maupun swasta dan pasar saham sebagai alternati$ pembiayaan bagi perusahaan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. %. Struktur erbankan yang belum o timal 7aat ini masih ditemukan struktur permodalan bank yang memiliki disparitas tinggi di mana strukturnya ber0ariasi dari 4p +' triliun hingga di bawah 4p %'' miliar. 7elain itu, perbankan juga belum mengedepankan unsur *ood 9orporate *o0ernance (*9* . Belum optimalnya struktur perbankan di &ndonesia ditandai oleh terkonsentrasinya struktur perbankan hanya pada "" bank besar (yang menguasai :5, aset perbankan &ndonesia . 2amun demikian bank-bank kecil dalam hal ini perlu mendapat perhatian karena selain jumlahnya relati$ banyak, bank-bank kecil tersebut juga memiliki cakupan usaha yang relati$ sama dengan bank-bank besar namun dengan kemampuan operasional, manajemen risiko, dan corporate go0ernance yang relati$ lebih terbatas. Demikian pula, dibandingkan dengan negara-negara lain, kepemilikan pemerintah &ndonesia dalam perbankan nampak cukup tinggi, bahkan tertinggi di kawasan #sia. )al ini juga merupakan persoalan tersendiri terhadap struktur perbankan karena dapat menimbulkan kon$lik kepentingan yang akan mengganggu e$isiensi pasar. (. Struktur endanaan bank cenderung !angka endek 7aat ini DP! masih didominasi dengan tenor kurang dari ( bulan di mana mencapai :: persen. #kibatnya, utang luar negeri swasta mencapai 17D "%(," miliar dengan tingkat pertumbuhan %"," persen dan Debt to *DP menjadi %:,6 persen. "# Ka asitas ertumbuhan kredit erbankan yang masih rendah 1ntuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dalam waktu lima tahun ke depan, diperlukanpertumbuhan kredit perbankan yang cukup besar. 7ementara itu, kemampuan permodalan perbankan &ndonesia saat ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan kredit yang cukup tinggi tersebut sulit dicapai jika perbankan nasional tidak memperbaiki kondisi permodalannya. 7elain hambatan dalam hal permodalan bank, penyaluran kredit dalam banyak hal juga terhambat oleh keengganan sebagian bank untuk menyalurkan kredit karena kemampuan manajemen risiko dan core banking skills yang relati$ belum baik, dan biaya operasional yang relati$ tinggi. $# Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhada elayanan erbankan yang dinilai oleh masyarakat masih kurang !urangnya pemenuhan kebutuhan masyarakat atas pelayanan perbankan ditandai dengan seringnya terdengar keluhan dari masyarakat mengenai kurangnya akses terhadap kredit dan tingginya suku bunga kredit serta masih banyaknya praktek penyediaan jasa keuangan in$ormal. Pandangan masyarakat semacam ini cukup beralasan, karena walaupun kredit korporasi dan 1!M sudah mulai tumbuh, tingkat penetrasi kredit masih relati0e rendah. 7elain itu, meningkatnya kompleksitas jasa dan produk keuangan sebagai akibat dari globalisasi sektor keuangan juga memerlukan respons yang memadai dari berbagai pihak yang terkait. )al ini semakin penting mengingat masyarakat pengguna jasa keuangan khususnya perbankan semakin menuntut kualitas pelayanan dan akses perbankan yang semakin tinggi. %# Industri erbankan belum mam u melakukan e&isiensi .ingkat pro$itabilitas dan e$isiensi operasional yang dicapai oleh perbankan pada umumnya

bukan merupakan pro$itabilitas dan e$isiensi yang sustainable. )al ini disebabkan oleh lemahnya struktur akti0a produkti$ bank-bank. Margin yang diperoleh bank-bank semakin mengecil karena adanya kecenderungan suku bunga yang menurun. ;aktor lain dari tidak sustainable-nya pro$itibilitas dan e$isiensi adalah karena sebagian pendapatan perbankan berasal dari akti0itas trading yang $luktuati$ serta rendahnya rasio asset per nasabah yang membuat biaya operasional perbankan &ndonesia relati$ tinggi dibandingkan negara-negara lain. '# (ks ansi erbankan yang masih terkonsentrasi di sekitar )a*a dan Sumatera )al ini menyebabkan kondisi pertumbuhan kredit usaha di belahan &ndonesia bagian barat berkembang pesat, sementara di belahan &ndonesia bagian timur justru sebaliknya. 6. +asih rendahnya akses masyarakat ke erbankan )al ini ditunjukkan dari data statistik bahwa penggunaan bank oleh masyarakat &ndonesia hanya sebesar -: persen. !urangnya pemenuhan kebutuhan masyarakat atas pelayanan perbankan ditandai dengan seringnya terdengar keluhan dari masyarakat mengenai kurangnya akses terhadap kredit dan tingginya suku bunga kredit serta masih banyaknya praktek penyediaan jasa keuangan in$ormal. Pandangan masyarakat semacam ini cukup beralasan, karena walaupun kredit korporasi dan 1!M sudah mulai tumbuh, tingkat penetrasi kredit masih relati0e rendah. 7elain itu, meningkatnya kompleksitas jasa dan produk keuangan sebagai akibat dari globalisasi sektor keuangan juga memerlukan respons yang memadai dari berbagai pihak yang terkait. )al ini semakin penting mengingat masyarakat pengguna jasa keuangan khususnya perbankan semakin menuntut kualitas pelayanan dan akses perbankan yang semakin tinggi.
,# Kenaikan Suku -unga Kredit !enaikan suku bunga kredit pada triwulan & %'"( pasti akan berdampak pada dunia usaha, khususnya sektor usaha mikro kecil menengah (1M!M . !onsekuensi biaya naik pasti ada. !enaikkan itu memberikan tekanan yang besar khususnya industri 1M!M, industri 1M!M akan semakin berat membayarnya. 2amun kenaikan suku bunga kredit tidak akan dibebankan langsung terhadap harga jual. Perlu juga mencermati kenaikan harga bahan baku yang bisa berdampak langsung terhadap biaya produksi. 10# (ks ansi -ank .mum terhada -P/

1paya bank umum untuk merebut dan menguasai pangsa pasar BP4 memicu persaingan tidak sehat antara bank umum dengan BP4 dalam penyaluran kredit 1M!M. Persaingan yang tidak sehat tersebut dimungkinkan terjadi karena rata-rata suku bunga deposito BP4 lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga bank umum. #kibatnya dengan cost o$ $und yang tinggi, bunga kredit yang ditawarkan BP4 untuk sektor 1M!M menjadi tinggi pula. Peluang ". Pertumbuhan enduduk dan erusahaan sebagai emakai roduk erbankan dihara kan da at meningkatkan industri bank umum# <umlah penduduk &ndonesia pada tahun akhir %'"% saja sudah mencapai %55 juta jiwa. 7elain itu, peningkatan jumlah perusahaan diharapkan dapat mendorong peningkatan sektor riil. 7ehingga kebutuhan akan pinjaman dan jasa perbankan

lainnya meningkat. %. Kema!uan teknologi yang esat mendorong enci taan eningkatan elayanan yang da at mendorong erkembangan industri bank umum# !emajuan teknologi semakin terlihat dengan jelas pada layanan yang diberikan perbankan pada konsumennya. Perkembangan layanan perbankan telah bergeser yaitu dari pola pelayanan yang bersi$at tradisional (manual menuju pada pola layanan perbankan elektronik. Penggunaan teknologi maju, memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi $inansial perbankan disembarang tempat dan kapanpun dalam waktu %- jam. 7istem online yang dilakukan oleh bank-bank umum menunjukkan teknologi yang semakin hebat. !emajuan teknologi ini membawa peluang bagi bank untuk dapat memperluas usaha perbankan dan meningkatkan pelayanannya. Misalnya internet banking, phone banking, sms banking, dll. 3# -erkembangnya budaya menabung dan in0estasi serta budaya konsumsi yang tinggi dalam masyarakat# Pembangunan yang selama ini digalakkan oleh pemerintah adalah melalui program pendidikan dengan membuat tara$ pendidikan masyarakat lebih tinggi. Masyarakat akhirnya semakin menyadari pentingnya menabung dan berin0estasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. )al ini tidak lepas dari peranan teknologi in$ormasi yang digunakan oleh pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai produk-produk yang mereka tawarkan..eknologi in$ormasi juga mendorong timbulnya budaya konsumti$ masyarakat yang diharapakan dapat meningkatkan sektor riil. Perkembangan sektor riil ini dapat mendorong dunia perbankan untuk menjadi lebih maju dan berkembang. . "# 1ambatan masuk industri erbankan yang cuku tinggi2 membuat erusahaan yang eksis da at lebih nencurahkan ada ersaingan yang ada dan roduk subtitusi# #ncaman terhadap masuknya pendatang baru saat ini cukup lemah, karena ada beberapa rintangan untuk masuk, antara lain = a. !ebutuhan modal untuk mendirikan bank semakin besar. b. #kses distribusi yang sangat penting dalam industri perbankan sudah dikuasai oleh pelaku bisnis saat ini. c. .eknologi yang mahal. Perbankan membutuhkan teknologi in$ormasi yang sangat mutakhir untuk memenangkan persaingan. .eknologi ini membutuhkan in0estasi yang sangat besar. d. Beberapa kebijakan pemerintah akhir-akhir ini yang bertujuan menyehatkan industri perbankan, menyebabkan pengelolaan semakin sulit dan ketat, sehingga menyurutkan minat pendatang baru untuk memasuki industri perbankan. 5. Bank &ndonesia (B& mewajibkan kepada bank umum untuk menyalurkan kredit bagi sektor
usaha mikro kecil dan menengah (1M!M minimal %' persen dari total kredit pembiayaannya. #turan tersebut rencananya akan mulai e$ekti$ pada %'"(. B& beralasan keluarnya aturan tersebut karena selama ini penyaluran kredit dari bank umum untuk sektor 1M!M masih sangat kecil. Padahal sektor 1M!M membutuhkan kredit untuk pengembangan usahanya. B& beralasan keluarnya aturan tersebut karena selama ini penyaluran kredit dari bank umum untuk sektor 1M!M masih sangat kecil. Padahal sektor 1M!M membutuhkan kredit untuk pengembangan

usahanya.

Tantangan ". *ejolak ekonomi dan $inansial luar negeri yang masih berlanjut membuat bisnis ekspor masih dalam tekanan. Bank perlu monitor ketat sejumlah debitur yang bergerak dalam akti0itas ekspor, termasuk yang di sektor komoditas seperti 9P3 dan batu bara. &ni masih perlu diwaspadai gejolak harga dunianya dan dampaknya kepada keuangan perusahaan nasabah. %. Di sisi mata uang agaknya kurs masih akan $luktuati$ setahun ini. 1ntuk itu bank harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya kerugian kurs yang signi$ikan pada /aporan /aba 4ugi (&ncome 7tatement nasabah debitur yang punya eksposur $ore> yang besar. )arus dijaga agar cash $low nasabah tetap aman bagi port$olio kredit bank. (. Pada %'"( ini alokasi subsidi BBM, yang sudah besar itu dan tahun lalu jebol terus pagunya, rencananya akan dinaikkan sebesar -(,. &ni memberikan porsi subsidi BBM sebesar "+, pada #PB2 yang lebih tinggi dari alokasi pembangunan in$rastruktur yang mendapat porsi hanya "%,. #pa dampaknya ini bagi pembangunan? !ebijakan demikian akan kurang memberi stimulus terhadap ekspansi proyek-proyek in$rastruktur yang harusnya dapat menguatkan di0ersi$ikasi pertumbuhan ekonomi ke seluruh negeri. <uga seharusnya dapat menguraikan sejumlah bottle-neck pertumbuhan di daerah-daerah yang selama ini tersumbat. #gak ironis karena program MP(@& digembar-gemborkan, tetapi di sisi anggaran alokasi terkaitnya malah kalah dengan subsidi BBM. .erkait hal tersebut, sejumlah bank yang akti$ dalam melakukan bridging finance atas proyek-proyek berbasis #PBD perlu lebih waspada dan selekti$. Direkomendasikan untuk jangan hanya ter$okus kepada pembiayaan jenis itu, walau mungkin di tahun-tahun sebelum ini dapat dikatakan tidak bermasalah. Di0ersi$ikasi pembiayaan adalah strategi yang bijak di tengah situasi yang perlu diwaspadai. -. Belakangan ini di sektor tenaga kerja hubungan antara buruh dan pengusaha sedang kurang harmonis. Demonstrasi buruh yang berkelanjutan serta dinaikkannya 1MP di sejumlah daerah secara cukup signi$ikan, dirasakan berat oleh banyak pengusaha. Masalahnya ini juga memberikan citra serta dampak negati$ bagi para in0estor asing dengan PM# mereka. !emungkinan P)! yang mengarah massal akan segera terjadi. .erindikasi juga sejumlah in0estor asing yang sedang dan siap merelokasikan pabriknya ke negeri-negeri seperti Aietnam, .hailand, dll karena tidak tahan dengan hubungan tenaga kerja yang tidak kondusi$ lagi. Mereka mau angkat kaki meninggalkan bisnisnya di sini. !abarnya di negeri-negeri tetangga itu tidak ada demonstrasi buruh dan produkti0itasnya juga di atas tenaga kerja kita. 3leh sebab itu, perbankan kiranya perlu mewaspadai kondisi dan situasi hubungan pengusaha dan buruh ini. .erhadap kelompok debitur yang pabrik atau bisnisnya memiliki banyak buruh perlu diawasi perkembangannya. Demikian juga kepada nasabah yang joint

venture dengan asing, perlu terus dimonitor secara lebih ketat perkembangan bisnisnya. 5. Pengawasan bank juga merupakan bidang yang memerlukan peningkatan dan penyempurnaan. )al ini disebabkan karena masih terdapatnya beberapa prinsipprinsip prudensial yang masih belum diterapkan secara baik, koordinasi pengawasan yang masih perlu ditingkatkan, kemampuan 7DM pengawasan yang belum optimal, dan pelaksanaan law-en$orcement pengawasan yang belum e$ekti$. 7ecara keseluruhan, upaya peningkatan kapabilitas pengawasan ini sejalan dengan usaha Bank &ndonesia untuk menerapkan 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision, termasuk meningkatkan sarana teknologi pengawasan. Mengingat pengawasan bank merupakan bidang yang sangat dinamis dan luas cakupannya, maka peningkatan kualitas pengawasan merupakan upaya yang patut dilaksanakan secara terus menerus oleh Bank &ndonesia maupun oleh lembaga lainnya seperti 3toritas <asa !euangan (3<! pada saatnya nanti. +. !emajuan teknologi in$ormasi ikut menambah tantangan yang dihadapi oleh perbankan. Perkembangan teknologi in$ormasi (.& menyebabkan makin pesatnya perkembangan jenis dan kompleksitas produk dan jasa bank sehingga risiko-risiko yang muncul menjadi lebih besar dan ber0ariasi. Disamping itu, persaingan industry perbankan yang cenderung bersi$at global juga menyebabkan persaingan antar bank menjadi semakin ketat sehingga bank-bank nasional harus mampu beroperasi secara lebih e$isien dengan meman$aatkan teknologi in$ormasi.
:. Bank &ndonesia memperkirakan suku bunga kredit modal kerja (!M! dan kredit in0estasi (!& dalam rupiah pada triwulan & %'"( akan meningkat masing-masing "5 bps menjadi "%,(5, per tahun dan % bps menjadi "%,"(, per tahun. Begitupun perkiraan suku bunga dalam 0aluta asing. Menurut !etua 1mum #sosiasi Pengusaha &ndonesia (#pindo 7o$jan Banandi peningkatan itu akan menambah berat beban pengusaha. Pasalnya, pada %'"( pengusaha sudah disibukkan dengan kenaikan tari$ dasar listrik (.D/ dan upah minimum pro0insi (1MP . #pabila kondisi ini terus berlangsung, pengusaha akan lebih memilih mengimpor barang dibandingkan melakukan produksi di dalam negeri. 7ebab, biaya mendatangkan barang dari luar negeri jauh lebih murah.

6. Perbankan 2asional sudah mengucurkan kreditnya untuk pelaku 1M!M. )al ini

membuat perbankan nasional mulai menyadari pentingnya memberdayakan 1M!M melalui bantuan kredit. Baik bank pemerintah maupun bank swasta ikut meramaikan penawaran kredit 1M!M yang selama ini dikuasai oleh BP4 dan Bank B4&, bahkan pemain asing pun mulai bergerak di sector tersebut. )al ini akan meningkatkan
persaingan antar bank dalam penyaluran kredit. Dengan persaingan yang makin ketat nasabah akan makin mudah mengakses kredit perbankan

Sumber3 http=CCwww.merdeka.comCuangCenam-tantangan-besar-perbankan-tahun-depan.html (dikutip tanggal (' <anuari %'"( pukul "(.5' http=CCwww.bi.go.idC http=CCwww.anggaran.depkeu.go.id