Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian pendahuluan akan memberikan wawasan umum mengenai latar belakang yang menjadi landasan adanya penelitian, permasalahan penelitian, tujuan penelitian, serta manfaat yang dapat diambil dari adanya penelitian. 1.1 1.1.1 Latar Belakang Uang dalam Ekonomi Uang memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi, karena uang dapat dianggap sebagai suatu hal yang bersifat alami karena semua kegiatan perekonomian modern, misalnya produksi, investasi, dan konsumsi, selalu melibatkan uang. Bahkan dalam kegiatannya tidak hanya digunakan untuk mempermudah transaksi perdagangan, namun uang juga menjadi suatu komoditas yang dperdagangkan dalam pasar uang. Uang adalah inovasi modern yang menggantikan posisi barter, atau tukar menukar satu barang dengan barang lainnya. Barter yang digunakan dahulu dipandang sebagai transaksi yang rumit karena ketika seseorang melakukan barter harus mencari orang lain yang membutuhkan barang yang dimilikinya begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu diciptakanlah uang sebagai alat transaksi yang dapat menentukan nilai suatu barang. Menurut J.P Coraward

mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang diterima secara luas sebagai media pertukaran, sekaligus berfungsi sebagai standar ukuran nilai harga dan media penyimpanan kekayaan. Dalam perekonomian saat ini uang telah beralih fungsi menjadi barang komoditas yang dperdagangkan daripada digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan. 1

1.1.2

Krisis Keuangan Dunia Krisis keuangan tengah melanda Amerika Serikat, krisis ini disebabkan

permasalahan kredit macet sektor perumahan. Pemerintah AS yang berniat baik untuk menekan jumlah tuna wisma yang ada, namun di sisi lain hal itu malah memicu dampak di dalam negeri AS sendiri. Pemberian kredit lunak itu tidak diimbangi dengan kemampuan rakyat untuk membayar cicilannya. Sehingga yang terjadi adalah kredit macet besar-besaran yang menyebabkan defisitnya anggaran AS. Hal ini lalu memicu penarikan dana secara besar-besarn oleh investor dari berbagai sektor perekonomian yang menyebabkan tersendatnya perekonomian AS. Menurut seorang ekonom JP Morgan Chase, di AS dampak dari kredit macet mulai terasa dari banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Terutama yang terjadi pada lima sektor yang mengalami PHK dalam jumlah besar yaitu sektor finansial, otomotif, pemerintahan/organisasi nirlaba, transportasi dan ritel. Bank sentral AS (Fed) dan bankbank sentral negara lain telah berusaha mengurangi dampaknya dengan menurunkan suku bunga antar-bank ke titik terendah sejak krisis 2003 (1 persen). Namun, dunia perbankan masih enggan menyalurkan kredit ke sektor riil dan sektor perekonomian yang berbasis kerakyatan. (KOMPAS,31 Oktober 2008) Tidak hanya berdampak dalam perekonomian Amerika Serikat, namun krisis keuangan ini merambah ke berbagai negara termasuk Indonesia. Pada tanggal 8 Oktober IHSG tertekan tajam turun 10%, demikian pula Nikken di Jepang jatuh lebih dari 9 %. Hampir semua pasar keuangan dunia terimbas krisis financial Amerika Serikat tersebut, sehingga krisis ini disebut sebagai krisis keungan global. Krisis keungan ini sudah ada dalam sejarah dan tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, negara lain seperti Asia dan Eropa juga mengalami krisis 2

keungan. Roy Davies dan Glyn Davies dalam buku The History of Money From Ancient time to Present Day telah menguraikan sejarah kronologi secara komprehensif. Menurut mereka, sepanjang abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia. Pada tahun 1907 krisis perbankan Internasional dimulai di New York, setelah beberapa dekade sebelumnya yakni mulai tahun 1860-1921 terjadi peningkatan hebat jumlah bank di Amerika sampai dengan 19 kali lipat. Selanjutnya, tahun 1920 terjadi depresi ekonomi di Jepang. Kemudian pada tahun 1922 1923 German mengalami krisis dengan hyper inflasi yang tinggi. Karena takut mata uang menurun nilainya, gaji dibayar sampai dua kali dalam sehari. Selanjutnya, pada tahun 1927 krisis keuangan melanda Jepang dengan menutup 37 Bank akibat krisis yang terjadi pada bank-bank Taiwan. Pada tahun 1929 1930 The Great Crash & Great Depression di US, hingga net national product-nya terpangkas lebih dari setengahnya. Selanjutnya, pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas. Kemudian1944 1966 Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya. Berikutnya, pada tahun 1944 1946 Hungaria mengalami hyper inflasi dan krisis moneter. Ini merupakan krisis terburuk Eropa. Note issues Hungaria meningkat dari 12000 million hingga 27 digits. Pada tahun 1945 1948 Jerman mengalami hyper inflasi akibat perang dunia kedua. Selanjutnya tahun 1945 1955 Krisis Perbankan di Nigeria Akibat pertumbuhan bank yang tidak teregulasi dengan baik pada tahun 1945. Pada 3

saat yang sama, Perancis mengalami hyperinflasi sejak tahun 1944 sampai 1966. Pada tahun (1950-1972) ekonomi dunia terasa lebih stabil sementara, karena pada periode ini tidak terjadi krisis untuk masa tertentu. Hal ini disebabkan karena Bretton Woods Agreements, yang mengeluarkan regulasi di sektor moneter relatif lebih ketat (Fixed Exchange Rate Regime). Disamping itu IMF memainkan perannya dalam mengatasi anomali-anomali keuangan di dunia. Jadi regulasi khususnya di perbankan dan umumnya di sektor keuangan, serta penerapan rezim nilai tukar yang stabil membuat sektor keuangan dunia (untuk sementara) "tenang". Namun ketika tahun 1971 Kesepakatan Breton Woods runtuh. Pada hakikatnya perjanjian ini runtuh akibat sistem dengan mekanisme bunganya tak dapat dibendung untuk tetap mempertahankan rezim nilai tukar yang fixed exchange rate. Selanjutnya pada tahun 1971-73 terjadi kesepakatan

Smithsonian dengan hasil kesepkatan nilai 1 Ons emas sama dengan 38 USD. Pada fase ini dicoba untuk menenangkan kembali sektor keuangan dengan perjanjian baru. Namun hanya bertahan 2 sampai 3 tahun saja. Pada tahun 1973 Amerika meninggalkan standar emas. Akibat dari hukum uang buruk (foreign exchange) menggantikan uang bagus. Pada tahun 1973 dan sesudahnya mengglobalnya aktifitas spekulasi sebagai dinamika baru di pasar moneter konvensional akibat penerapan floating exchange rate sistem. Periode Spekulasi di pasar modal,uang, obligasi dan derivative. Maka tak aneh jika pada tahun 1973 1874 terjadi krisis perbankan kedua di Inggris akibat Bank of England meningkatkan kompetisi pada supply of credit. Pada tahun 1974 Krisis pada Euro dollar Market akibat west German Bankhaus ID Herstatt gagal mengantisipasi international crisis. Selanjutnya tahun 1978-1980 Deep recession di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh

OPEC, yang kemudian membuat melambung tingginya interest rate negaranegara industri. Selanjutnya sejarah mencatat bahwa pada tahun 1980 krisis dunia ketiga, banyaknya hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada tahun 1974, tapi ketika negara maju meningkatkan interest rate untuk menekan inflasi, hutang negara ketiga meningkat melebihi kemampuan bayarnya. Pada tahun 1980 itulah terjadi krisis hutang di Polandia akibat terpengaruh dampak negatif dari krisis hutang dunia ketiga. Banyak bank di Eropa Barat yang menarik dananya dari bank di Eropa Timur. Pada saat yang hampir bersamaan yakni di tahun 1982 terjadi krisis hutang di Mexico yang disebabkan outflow kapital yang massive ke US, kemudian ditreatments dengan hutang dari US, IMF, BIS. Krisis ini juga menarik Argentina, Brazil dan Venezuela untuk masuk dalam lingkaran krisis. Perkembangan berikutnya, pada tahun 1987 The Great Crash (Stock Exchange), pada tanggal 16 Oktober 1987 di pasar modal US & UK. Mengakibatkan otoritas moneter dunia meningkatkan money supply. Selanjutnya pada tahun 1994 terjadi krisis keuangan di Mexico kembali akibat kebijakan finansial yang tidak tepat. Pada tahun 1997-2002 krisis keuangan melanda Asia Tenggara, krisis yang dimulai di Thailand, Malaysia kemudian Indonesia, akibat kebijakan hutang yang tidak transparan. Kemudian, pada tahun 1998 terjadi krisis keuangan di Rusia, dengan jatuhnya nilai Rubel Rusia yang diakibatkan spekulasi. Selanjutnya krisis keuangan melanda Brazil di tahun 1998. pada saat yang hampir bersamaan krisis keuangan melanda Argentina di tahun 1999. Terakhir, pada tahun 2007hingga saat ini, krisis keuangan melanda Amerika Serikat. Sejarah membuktikan bahwa krisis keuangan tidak hanya terjadi pada saat ini, namun beberapa dekade lalu krisis keuangan telah terjadi dan terlihat bahwa dari beberapa negara yang dilanda krisis menganut konsep uang dalam ekonomi 5

konvensional dengan tiga pilar utama yaitu fiat money, interest, dan fractional reserve requirement (Amin 2011). Fiat money merupakan uang yang diciptakan tanpa backup money berupa emas, keberadaan fiat money uang tidak memiliki nilai intrinsik bisa mengakibatkan inflasi sehingga harga barang dan jasa bisa meningkat tak terkendali. Fiat money tidak hanya diciptakan oleh pemerintah atau penguasa, namun bank juga ikut andil dalam mempengaruhi suplai uang melalui FRR yang dikreditkan kepada nasabah, uang yang disimpan oleh bank sebagai dana cadangan hanya sebesar 10% dari jumlah uang yang disimpan di bank 90% sisanya oleh bank bisa dipinjamkan kepada nasabah lain. Peminjaman dana oleh nasabah kepada bank tidaklah gratis, bank sebagai penyedia dana diberikan kompensasi berupa interest atau bunga. Bunga ini yang mengakibatkan jumlah pinjaman nasabah terus meningkat setiap periodenya. Ketika pilar ekonomi konvensional ini pada akhirnya akan menimbulkan bubble economy dimana sektor financial tidak ditopang oleh sektor riil yang memadai. Bubble economy iniliah yang pada akhirnya akan mengakibatkan krisis keuangan seperti yang terjadi di Amerika Serikat yang disebabkan gagal bayar akibat cicilan mereka bertambah setiap periodenya.

1.1.3

Mengapa Perspektif Islam? Uang dalam ekonomi memiliki berbagai pandangan, menurut kelompok

Cambrige School dan kaum Keynesian uang bersifat stock concept. Dimana stock concept menanggap uang dapat didiamkan dalam artian 1.2 Rumusan Masalah Konsep uang dalam ekonomi konvesional tertanya bukanlah konsep uang yang menjanjikan, karena terbukti bahwa tiga pilar utama konsep uang dalam ekonomi konvesional ternyata malah menjerumuskan ekonomi pada lembah

krisis keuangan. Sehingga untuk menjelaskan permasalahan tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Bagaimana kepemilikan uang dalam Islam? Bagaimana pemanfaatan uang dalam Islam? Bagaimana pengelolaan uang dalam Islam? Bagaimana pertanggung jawaban uang dalam Islam?

1.3

Tujuan Penelitian Berkaitan dengan rumusan masalah pada penelitian ini, tujuan dari

penelitian ini adalah: 1. 2. 3. 4. 1.4 Untuk mengetahui kepemilikan uang dalam Islam Untuk mengetahui pemanfaatan uang dalam Islam Untuk mengetahui pengelolaan uang dalam Islam Untuk mengetahui pertanggung jawaban uang dalam Islam Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu : 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi

perkembangan ilmu ekonomi khususnya mengenai konsep uang dalam ekonomi islam. 2. a) b) Manfaat praktis Media referensi bagi pemerintah dan mahasiswa Memberikan inspirasi bagi peneliti yang tertarik pada topik sejenis agar dapat mengembangkan secara lebih meluas dan mendalam.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab II, akan dikupas mengenai berbagai kajian teori yang berhubungan dengan topik penelitian. 2.1 Konsep Uang dalan Ekonomi Islam

2.1.1 Uang Dalam Pandangan al-Ghazali Menurut Dr. Muhammad Zaki Syafii mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang diterima khalayak untuk menunaikan kewajiban-kewajiban. Sedangkan menurut Imam al-Ghazali berpendapat bahwa uang dibutuhkan sebagai ukuran nilai suatu barang, meskipun dalam perekonomian barter. Uang memiliki fungsi sebagai ukuran nilai (unit of account), media pertukaran (medium of exchange) dan penetapan nilai yang wajar dari pertukaran tersebut. Selain itu Imam al-ghazali juga berpendapat bahwa uang ibarat cermin yang tidak memiliki warna namun merefleksikan semua harga barang. Uang hanya memiliki kegunaan apabila digunakan untuk membeli barang. Dengan demikin Imam al-Ghazali menyatakan bahwa uang hanya berfungsi sebagai satuan hitung dan alat tukar. Imam al-Ghazali menganggap bahwa menimbun uang adalah perbuatan yang zalim karena dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran yang meluas, kelesuan ekonomi dan instabilitas ekonomi. Al-Ghazali memeperbolehkan penggunaan uang selain emas dan perak, seperti logam dan kertas asalkan pemerintah menyatakannya sebagai alat pembayaran resmi, hanya saja pemerintah wajib menjaga nilai uang yang dicetaknya karena masyarakat menerimanya bukan lagi berdasarkan kandungan emas atau perak didalamnya. 2.1.2 Uang dalam Pandangan Ibnu Khaldun Pembahasan mengenai uang juga terdapat dalam kitab Muqaddimah yang ditulis oleh Ibnu Khaldun. Beliau menjelaskan bahwa kekayaan suatu 9

negara tidak ditentukan oleh banyaknya uang di negara tersebut, tetapi ditentukan oleh tingkat produksi negara tersebut dan neraca pembayaran yang positif. Apabila suatu negara mencetak uang sebanyak-banyaknya, tetapi bukan merupakan refleksi pesatnya pertumbuhan sektor produksi, maka uang yang melimpah tersebut tidak ada nilainya. Sektor produksi merupakan motor penggerak pembangunan suatu negara karena akan menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan pekerja, dan menimbulkan permintaan (pasar) terhadap produksi lainnya. 2.2 Uang dalam Perspektif Fikih Ulama menggunakan istilah untuk menyebutkan uang seperti naqd (nuqud), tsaman fals, sikkah, dan juga umlah. Tsaman memiliki arti antara lain qimah yakni nilai sesuatu dan juga harga pembayaran yang dijual yakni sesuai dalam bentuk apapun yang diterima oleh pihak penjual sebagai imbalan dari barang yang dijual sedangkan dalam tataran fikih kata yang digunakan untuk menunjukan uang perak dan emas. Sesuai hukum islam, tidak ada barang dagangan yang dapat disangkakan sebagai satu-satunya uang. Imam Malik mendefinisikan uang sebagai barang dagangan yang biasanya diterima sebagai media pertukaran. Hal ini berarti rakyat bebas memilih alat tukar mereka. Dalam hukum islam uang tidak dapat dijadikan sebagai media tukar. Uang emas dan perak merupakan alat tukar yang memiliki keindahan dan keunnggulan. Emas dan perak adalah uang riil/nyata, dan uang riil mewakili atau menunjukan kemandirian dan kebebasan. Uang kertas hanya menyimpan simbolisme dari substansi asli. Dalam mendefinisikan uang, para ulama memiliki perbedaan perbedaan pendapat diantaranya:

10

1. Semua nilai yang digunakan masyarakat dalam melakukan transaksi, baik dinar, dirham perak maupun fulus tembaga. 2. Segala sesuatu yang diterima secara umum sebagai media pertukaran dan pengukur nilai. Menurut Muhammad Rawas sesuatu yang dipandang sebagai uang harus memenuhi dua kriteria yaitu, pertama substansi benda tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara langsung, melainkan hanya sebagai media untuk memperoleh manfaat. Kedua dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk menerbitkan uang seperti bank sentral. 2.3 Fungsi Uang dalam Ekonomi Islam Pada awalnya uang hanya berfungsi sebagai alat penukar saja, tetapi sejalan perkembangan perdaban manusia dalam memenuhi kebutuhan

ekonominya, fungsi uang tersebut telah berkembang dan bertambah sehingga fungsinya menjadi seperti yang dirasakan seperti pada saat ini. Dalam islam fungsi uang hanya sebagai: 1. medium of Change uang menjadi media untuk mengubah barang dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, sehingga uang tidak bisa dijadikan komoditi. 2. unit of account uang berfungsi untuk menilai persamaan harga barang komoditi yang dibarterkan. Motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi, bukan untuk spekulasi dan trading. Dalam konsep islam tidak dikenal money demand for speculation, karena spekulasi tidak diperbolehkan dalam islam.

11

2.4 -

Kepemilikan dalam Islam Makna kepemilikan Kepemilikan merupakan suatu hak yang tidak bersifat permanen, selalu berubah dan sangat korelatif dengan konteks kulturalnya, spasial, dan kesejarahannya. Hak dalam kepemilikan merupakan suatu pengambilan atau klaim yang bersifat memaksa dan terhadap suatu ultilitas atau kegunaan sesuatu Sebagai suatu hak, kepemilikan akan menjadikan suatu pihak

(pemegangnya) berperan untuk bertindak atas sesuatu yang menjadi objek dari haknya terhadap orang lain (purbacaraka dan halim, 1982:10). Konsekuensi dari hak ini bahwa pemegang hak itu : a. Tidak dapat dipaksa agar menggunakan haknya bila ia enggan memanfaatkannya b. Tidak dapat dicegah atau dilarang bila ia menggunakan haknya, sepanjang tidak disalahgunakan dan tidak merugikan kepentingan orang lain (purbacaraka dan halim, 1982:10) Dalam ekonomi islam dinyatakan bahwa kepemilikan berasal dari bahasa arab yaitu Al Milku yang berasal dari kata dasar malaka. Dari sini muncul kata al milku yang berarti penguasaan terhadap sesuatu disebabkan oleh kekuatan pengendalian dan keshahihannya; kata malik yang berarti raja, yang berkuasa mutlak atas apa yang ada pada dirinya. Milk secara bahasa berarti memiliki sesuatu dan sanggup bertindak secara bebas terhadapnya. Kata lain yang digunakan untuk menjelaskan kepemilikan adalah kata al-maal yang berarti harta. Menurut para intelektual muslim klasik, terdapat tiga pendekatan dalam mendefinisikan kepemilikan yaitu sumber, objek, dan pemanfaatan 1. Pendekatan sumber dan asal-usul kepemilikan, kepemilkan adalah sebuah kekuatan yang ditetapkan oleh syari yang diberikan kepada pemilik untuk melakukan tasharruf. Allah adalah pemilik mutlak atas keseluruhan sumber daya.

12

2. Pendekatan objek kepemilikan, yaitu maal (harta), baik berupa materi atau manfaat. Imam Syathibi (1997:2/32) menyebutkan bahwa harta sebagai sesuatu yang menjadi objek kepemilikan 3. Pendekatan pemanfaatan hak milik. Dalam Adwar al Syuruq (1346:3/209) disebutkan kepemilikan adalah suatu otoritas (tamakkun) pemanfaatan barang dan jasa oleh pemilik yang diakui oleh syara Ketiga pendekatan memiliki benang merah yang menjelaska unsur-unsur

yang terkandung dalam kepemilikan yang meliputi sumber, objek, dan konsekuensi. Dari definisi di atas dipahami bahwa kepemilikan adalah suatu kekuasaan yang sah menurut syara yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang atas barang atau jasa yang memungkinkan baginya memanfaatkan atau mentransaksikannya.

2.5

Penelitian Terdahulu Tinjauan penelitian terdahulu digunakan sebagai referensi untuk penelitian

lanjutan. Berikut ini adalah beberapa penelitian terdahulu dan tabel tinjauan penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu yang dapat dijadikan sebagai dasar atau referensi dan berhubungan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan Heryani Arman pada penelitian yang berjudul Relevansi Konsep Uang Al-Ghazali dalam Sistem Keuangan Kontemporer, yang bertujuan untuk mengetahui tentang pendekatan yang dilakukan Al-Ghazali dalam menilai sifat, fungsi, dan peranan uang dalam perekonomian. Dalam penelitian tersebut uang dapat menimbulkan inflasi dan bubble gum economics, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai konsep uang imam Al-Ghazali dalam

menghadapi kondisi perekonomian.

13

Penelitian

ini

menggunakan

metode kualitatif,

yang

berdasarkan

penelitian tersebut mendapatkan kesimpulan yaitu : 1. Al-Ghazali memandang uang sebagai alat tukar dengan motif permintaan uang adalah untuk memenuhi transaksi. 2. Dalam islam tidak mengenal spekulasi karena pada hakikatnya uang adalah milik Allah yang diamanatkan kepada manusia 3. Dalam islam uang adalah flow concepts dan public good karenanya harus selalu berputar dalam perekonomian. 4. Uang tidak boleh ditimbun karena akan membuat perekonomian lesu. Selanjutnya yang dijadikan rujukan lain adalah penelitian yang dilakukan Winoto Soekarno pada penelitian yang berjudul Uang dan Kebijakan Moneter dalam Ekonomi Islam, yang bertujuan untuk mengurai system dan kebijakan moneter ekonomi Islam dari konsep dasar tentang uang. Dalam penelitian tersebut membahas mengenai fungsi uang yang sesungguhnya yaitu sebagai alat tukar. Dalam ekonomi islam uang bukanlah modal melainkan public goods yang mengalir seperti air dan tida dapat dimonopoli oleh seseorang atau kelompok. Uang sebagai public goods harus dapat digunakan masyarakat dan tidak boleh ditimbun karena akan menghambat perekonomian. 2.6 Kerangka Pikir Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu kerangka berpikir merupakan konsepsional mengenai masalah yang kita teliti. Selain itu, menggambarkan hubungan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang akan diteliti dan untuk mempersempit ruang lingkup penelitian agar tidak meluas dalam pembahasannya, maka kerangka pikirnya akan disajikan dalam gambar.

UANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM

14

KEPEMILIKAN PEMANFAATAN PEMANFAATAN PENGELOLAAN PERTANGGUNG JAWABAN

15

BAB III Metodologi Penelitian Bab III berikut akan membahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian, unit analisis, teknik den pemilihan informan, fokus penelitian, definisi operasional, jenis data, teknik pengumpulan data dan teknik keabsahan data. Metode penelitian berguna untuk memberikan panduan berpikir untuk penulis dalam melakukan penelitian, sehingga penulis dapat memperoleh data yang dikehendaki sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. 3.1 Pendekatan Penelitian Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep uang dalam ekonomi islam, sehingga berdasarkan tujuan yang ada pendekatan penelitian yang dipilih adalah pendekatan kualitatif karena output yang diinginkan bukan berupa angka matematis. Sedangkan penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk mengungkap dan memahami sesuatu di balik fenomena yang masih jarang diketahui, serta mencona merinci secara kompleks tentang penelitian yang sulit diungkap oleh metode kuantitatif. Selain itu penelitian kualitatif juga dapat diartikan sebagai suatu metode penelitian yang berupaya untuk memahami lebih mendalam sebuah fenomena tentang sesuatu yang berkaitan dengan subyek penelitian yang tercermin dalam perilaku, persepsi, motivasi maupun tindakan (Moleong dalam Aprilianto, 2012). Moleong (2011:6) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang berusaha memahami fenomena tentang apa yang dialami subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dlll, secara holistik, dan dengan

16

cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus secara alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Sedangkan menurut Sugiyono (2008:1) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instumen kunci. Sugiyono (2007:1) menjelaskan metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Pendekatan kualitatif ini dirasa sangat sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Karena penelitian yang dilakukan digunakan untuk meneliti sebuah keadaan atau realitas yang sedang terjadi, sehingga penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang tepat karena penelitian kualitatif mencari daya penjelas proses sesuai dengan rumusan masalah yang dipilih peneliti. 3.2 Unit Analisis Penelitian ini menggunakan unit analisis yang berfokus pada persoalan penelitian yaitu untuk mengetahui mengetahui konsep uang dalam ekonomi islam. 3.3 Fokus Penelitian Fokus penelitian berguna untuk memberikan arahan dalam gambaran yang sejalan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Fokus penelitian diarahkan untuk mengetahui konsep uang dalam ekonomi islam. 3.4 Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian kualitatif terdiri dari : a. Data Primer Data primer merupakan data yang langsung didapatkan dari sumber informasi tersebut, yang didapat dari wawancara dan dokumentasi 17

yang dilakukan secara langsung oleh peneliti dan sumber atau informan. Data-data tersebut berupa data naratif, deskriptif, dalam kata-kata mereka yang diteliti, dokumen pribadi dan catatan lapangan. b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber lain selain yang diperoleh dari informan. Data tersebut berupa kajian kajian akademis. Selain itu dalam penelitian ini penulis menggunakan data-data seperti dokumen dari lembaga terkait. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara dokumentasi. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah lalu dan dapat berupa gambar, tulisan, karya-karya monumental dari seseorang. 3.6 Model Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2007:87). Selain itu Bogdan & Biklen (dalam Moleong, 2009:248) menjelaskan bahwa teknik analisis data merupakan usaha yang dilakukan oleh peneliti yang dilakukan dengan bekerja dengan data, mengorganisasikan dan memilah-milah data tersebut menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan patut dipelajari serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

18

Dengan menggunakan penelitian kualitatif data-data yang telah didapat kemudian diklarifikasikan ke dalam tabel-tabel. Untuk kemudian dianalisa menggunakan proses penalaran secara alamiah, penuturan, penafsiran, perbandingan dan kemudian penggambaran fenomena-fenomena yang terjadi secara apa adanya, guna dapat mengambil kesimpulan dan memberikan saransaran dengan cara menguraikan dengan kata-kata. Dalam menganalisa data dalam penelitian ini, peneliti melalui beberapa proses yaitu proses reading dan coding, data reduction, data displaying dan interpreting. 1. Reading and Coding Membaca, mempelajari dan menuliskan gagasan dalam data yang diperoleh, baik melalui wawancara, observasi maupun dokumentasi. 2. Data Reduction Data reduction atau proses reduksi data ialah proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang tercatat di lapangan. Dengan melakukan reduksi data diharapkan menghasilkan data yang sesuai dan terklarifikasi secara jelas tepat guna dan terorganisir. Reduksi data ini berlangsung selama penelitian dilaksanakan. 3. Data Displaying Proses ini adalah proses di mana data-data yang telah didapat diproses dan disajikan berupa tabel-tabel atau kalimat. Sehingga dari tabel-tabel maupun kalimat terebut dapat mempermudah peneliti untuk mengambil kesimpulan. 4. Interpreting Proses untuk menyimpulkan hasil analisis dari data yang telah didapat. Data yang telah diperoleh di lapangan, dianalisa dengan 19

menggunakan

beberapa

cara

untuk

mencapai

validitas

dan

akuratisasi dan menyimpulkan hasil analisis data yang dilakukan peneliti selama waktu penelitian. Namun proses yang dilakukan oleh peneliti ini tidak harus berdasarkan urutan, namun bisa diulang-ulang dari proses satu kembali ke proses lainnya dan dilanjutkan ke proses-proses berikutnya yang dirasa perlu oleh peneliti untuk dilakukan kembali.

3.7

Teknik Pengujian Keabsahan Data Data-data yang telah didapatkan dalam penelitian tentunya memerlukan

pengujian agar data yang didapat tersebut reliable (handal), kredibel dan teruji validitasnya. Hal ini diperlukan karena data yang tidak reliable dan kredible akan menyebabkan hasil yang diperoleh menjadi bias. Dalam penelitian ini data diuji kredibilitasnya dengan menggunakan triangulasi data, atau pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Sugiyono (2007:125) menjelaskan terdapat 3 macam triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber merupakan cara untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama namun dengan teknik berbeda, sedangkan triangulasi waktu dilakukan dengan cara melakukan pengecekan pada waktu dan kondisi yang berbeda. Dari beberapa macam triangulasi yang ada, maka peneliti memutuskan untuk melakukan triangulasi sumber yaitu menggunakan beberapa sumber informasi guna menyesuaikan dan memperkuat data, baik dalam metode pengumpulan data yang berbeda (wawancara dan observasi) maupun

menggunakan informan pendukung. Namun apabila dalam proses penelititan 20

ternyata ditemukan keadaan di mana harus menggunakan triangulasi lain, maka peneliti juga akan mempertimbangkan untuk menggunakan triangulasi yang sesuai.

21

DAFTAR PUSTAKA Alwie.2007. Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia, Pustaka Pohon Bodhi Amin, A. Riawan. 2007. Satanic Finance, Jakarta: Celestial Publishing Chapra, Umar. 2000. Sistem Moneter Islam. Gema Insani Pers. Moeleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Cetakan ke dua puluh tujuh. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Smick, David M. 2009. Kiamat Ekonomi Global: Krisis 2007-2008 Barulah Awal. Daras Books: Jakarta Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta

22