Anda di halaman 1dari 2

Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan metabolisme energi untuk menghitung dan menyimpulkan besar metabolisme basal,

mempelajari perlunya menghitung BMR dan bukan hanya Metabolic Rate saja, serta mempelajari pengaruh faktor-faktor fisiologis yang mempengaruhi hasil pengukuran BMR. Dalam praktikum ini digunakan sebuah alat yakni spirometer yang dihubungkan dengan pipa mulut (mouth piece) pada orang coba yang berbaring atau dalam kondisi istirahat. Sementara itu hidung orang coba juga dijepit agar pernafasan terjadi lewat mulut dan harus dipastikan bahwa tidak ada kebocoran sedikitpun. Kebocoran ini akan sangat mempengaruhi hasil praktikum karena udara yang seharusnya masuk ke dalam pipa mulut dan menggerakkan alat spirometer ternyata keluar dari sistem. Setelah alat disiapkan dengan baik dan benar, orang coba mulai melakukan ekspirasi dan inspirasi seperti biasa melalui mulut selama 6 menit. Orang coba mendapatkan udara dari tabung oksigen yang telah dihubungkan dengan pipa mulut dan mengeluarkan oksigen kembali. Sementara itu tabung pada spirometer akan bergerak naik turun dan mencatat grafik pernafasan secara otomatis. Grafik pernafasan yang terbentuk merupakan cerminan dari keadaan inspirasi (grafik naik) dan keadaan ekspirasi (grafik turun) yang terjadi pada orang coba. Dari grafik inilah kemudian dapat diketahui besarnya oksigen yang dibutuhkan orang coba dalam proses pernafasan serta besarnya oksigen yang telah digunakan untuk metabolisme. Grafik ini semakin lama akan semakin naik karena karbon dioksida akan semakin habis seiring dengan bertambahnya oksigen di dalam sistem. Hal ini dikarenakan karbon dioksida diikat oleh soda lime. Selanjutnya, dengan mengetahui besarnya pemakaian oksigen dalam volume ATPS (Ambient Temperature Pressure Saturated) maka dapat dikonversikan pula pemakaian oksigen tersebut dalam volume STPD (Standard Temperature Pressure Dry). Rumus yang digunakan adalah :

Dengan V1 adalah pemakaian oksigen selama 6 menit, P1 didapat dari tekanan barometer ruangan dikurangi tekanan uap jenuh, T1 adalah tekanan absolut (273 C)

ditambah suhu spirometer, P2 bernilai 760 dan T1 bernilai 273 C (suhu absolut). Sedangkan V2 adalah volume STPD yang akan dicari. Dari rumus tersebut di atas, diperoleh pemakaian oksigen sebesar 2,78 liter STPD dalam 6 menit, dan 27,8 liter STPD dalam 1 jamnya. Kemudian metabolisme rate bisa dihitung menggunakan rumus: ( )

Sehingga dihasilkan nilai sebesar 89,62 kcal/m2/jam. Sementara itu untuk Basal Metabolisme Rate (BMR)-nya dihitung menggunakan rumus :

Dan dihasilkan nilai sebesar +152,4%. Hal ini berarti metabolisme orang coba mengalami deviasi positif (tinggi). Sedangkan untuk orang normal BMR-nya berkisar antara -10% sampai +15%. Dalam praktikum ini sebenarnya yang dicari bukanlah B.M.R, tetapi Metabolic Rate dalam keadaan istirahat. Jadi, hasil tersebut masih tergolong normal. Karena mungkin sebelum melakukan percobaan orang coba mengkonsumsi makanan yang

mengandung protein, lemak, ataupun karbohidrat yang pada dasarnya membutuhkan waktu relatif lama untuk diserap tubuh.