Anda di halaman 1dari 2

Prosedur Penetaan Bilangan Kimia Bilangan Asam Timbang 10 gram zat uji (minyak zaitun) Larutkan dalam labu

refluks , isi 50 ml campuran etanol-eter (1:1) Tambahkan 1 ml larutan fenolftalein Titrasi dengan pemanas refluks dan kocok Amati larutan hinggawarna merah muda lemah tetap bertahan selama 30 detik Catat volume yang dibutuhkan Lakukan lagi titrasi (duplo) Lakukan titrasi blanko Hitung bilangan asam zat yang di uji (minyak zaitun) Asam lemak bebas merupakan hasil degradasi/ deesterifikasi/ hidrolisislemak yang dapat menunjukkan kualitas bahan makanan mulai menurun. Reaksihidrolisis lemak adalah sebagai berikut: Trigiserida + 3 H2O --> asam lemak + gliserol Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri, yaitu teknik titrasi dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : RCOOH + KOH RCOOK + H2O Pemberian etanol dalam percobaan kali ini, di maksudkan untuk menarik air yang melingkupi molekul-molekul minyak, sehingga terjadi pemisahan fase minyak dengan air. Sedangkan penambahan eter, dikarenakan lemak adalah sekelompok ikatan yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen yang mempunyai sifat larut dalam eter, yang mempunyai titik lebur tinggi. Penambahan indicator adalah untuk menandai kapan titik akhir atau titik ekivalensi terjadi. Indicator phenolftalein pada larutan yang asam akan berwarna bening atau tidak berwarna dan jika larutan sudah basa atau mendekati basa, larutan akan menjadi merah muda. KOH berfungsi untuk melarutkan asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga terbentuk. Karena bilangan asam adalah jumlah KOH yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam zat uji.

Aplikasi Bilangan kimia merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kualitas minyak atau lemak, pengujian bilangan kimia juga dapat dilakukan untuk minyak atau lemak yang berasal dari hasil ekstraksi produk makanan seperti mie instan. Lemak diartikan sebagai suatu bahan makanan yang pada suhui

ruangan terdapat dalm bentuk cair. Lemak dan minyak terdapat hampir semua bahan pangan dengan kandungan yang berbeda-beda, tetapi lemak dan miyak tersebut seringkali ditambahkan dengansengaja kedalam bahan makanan dengan berbagai tujuan . dalam pengolahan bahan makanan, minyak dan lemak berfungsi sebagai media penghantar panas, seperti minyak goreng. Pengukuran bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan ester, bilangan hidroksil maksimum ditentukan sesuai literature. Jika kimia tersebut tidak sesuai dengan literature, maka makanan tersebut dinyatakan tidak layak makan. Bilangan iod digunakan untuk menghitung katidakjenuhan minyak atau lemak, semakin besar angka iod, maka asam lemak tersebut semakin tidak jenuh. Dalam pencampurannya, bilangan iod menjadi sangat penting yaitu untuk mengidentifikasi ketahanan sabun pada suhu tertentu.