Anda di halaman 1dari 3

Monitoring Kredit Dan Penanganan Kredit Bermasalah Aset paling besar dari bank adalah kredit, sementara itu,

untuk industri adalah barang, jasa adalah aktiva tetap. 80 persen asset adalah kredit. Kredit perlu dimonitor karena memerlukan proses yang lama, sehingga diperlukan monitoring dan pembinaan. Ada risiko: suku bunga naik, inflasi, perubahan nilai mata uang terhadap mata uang asing. Kredit bermasalah tidak terjadi secara tiba-tiba. DPK bank harus membuku bunga 5%. Menunggak hari 1 90 KL mulai bulan ke 4 sampai akhir bulan ke 4 D mulai bulan ke 5 sampai akhir bulan ke 6 M mulai bulan ke 7 sampai tak terhingga/penghapusbukuan. Dimasukkan ke off balance sheet. Monitoring = alat untuk memantau kredit untuk mencegah penyimpangan. Monitoring diperlukan karena: - Besarnya dampak kualitas kredit (kolektibilitas) pada kontinuitas bisnis bank - Mencegah terjadinya permasalahan menjadi lebih besar - Setiap proses konversi asset bisa terkena potensi risiko Cara: jangka waktu pembayaran diperpanjang, suku bunga diturunkan LEVEL MONITORING: Types of credit Payment history Amounts owed New Credit Length of credit history

: 10% : 35% : 30% : 10% : 15%

KI dimonitor sesuai kemajuan proyek KMK dimonitor 3 bulan sekali Setiap debitur berbeda monitoringnya tergantung tingkat risiko kreditnya. Offset data komputer, data BRINet Monitoring portofolio secara umum di cabang, apa yang NPL, apa tujuannya? Kebijakan kredit: penilaian kualitas kredit di atas 1 milyar dibagi menjadi 3 kriteria: - Kemampuan bayar (tidak bayar pokok dan bunga) - Kinerja debitur (laporan keuangan) - Prospek usaha Penyelesaian NPL: - Restrukturisasi untuk prospek bisnis yang masih baik, masih bisa lancar lagi o Penurunan tingkat suku bunga kredit o Penundaan pembayaran bunga berjalan atau pembayaran sebagian kewajiban bunga dibayar kemudian (deferred interest payment) o Pengurangan tunggakan bunga dan penalty o Pengurangan tunggakan pokok kredit o KOMBINASI o Penjualan sebagian agunan untuk membayar pokok kreditnya (harus dijadwalkan) o PERUBAHAN JANGKA WAKTU ANGSURAN POKOK o Penambahan fasilitas/suplesi kredit

Damai untuk prospek yang sudah tidak ada Saluran hukum tidak ada itikad Penjaminan (asuransi) parah

ANALISIS EVALUASI NEGOSIASI Pembeda kredit lancar dan bermasalah: Rekomendasi Kanca (Syarat dan Ketentuan): - Putusan dinyatakan batal jika debitur tidak melaksanakan kewajiban 3 kali selama masa angsuran - Memuat pengecualian Pasal 1266 KUH Perdata: Kewajiban yang telah dibayarkan harus dikembalikan ke nasabah. - Keringanan atas tunggakan bunga dan atau penalty harus dinyatakan secara tegas s/d berapa rupiah atau s/d tanggal kapan Perubahan Kolektibilitas Kredit sampai dengan 1 milyar: - Saat realisasi restrukturisasi: pada bulan tersebut maksimum kolektibilitas menjadi kurang lancar, kemudian: - Paling cepat 3 kali bayar (3 bulan berturut-turut) debitur membayar kewajibannya sesuai perjanjian restrukturisasi, maka kreditnya dapat berubah menjadi Lancar. Kredit di atas 1 milyar: - Saat realisasi restrukturisasi pada bulan tersebut kolektibilitasnya tetap, kemudian: - Paling cepat 3 kali bayar (3 bulan berturut-turut) kolektibilitas naik 1 tingkat, bulan berikutnya dapat naik/lebih baik tergantung prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan membayar Saluran hukum: pengadilan negeri, pengadilan niaga (pengajuan pailit efektif untuk nasabah besar yang berbadan hukum), atau kantor lelang (KPKNL= kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (organisasi di bawah Departemen Keuangan) 1. Parate eksekusi (lelang agunan) melalui kantor lelang negara 2. Eksekusi pengikatan agunan Melalui pengadilan negeri: lewat somasi/surat peringatan kepada debitur. Bisa sampai membuat pelanggan lari karena kekuatan media. Bisa juga dengan fiat eksekusi jika tahap sebelumnya gagal. Meminta pengadilan untuk menguasai dokumen hukum dan fisik agunan. Minta bantuan KPKNL adalah tahap selanjutnya. Atau bisa lewat kejaksaan / kepolisian (sebagai pengacara negara). Nanti dilanjutkan ke pengadilan negeri untuk tahap persidangan dan putusan vonis. Hal ini dilakukan jika ada bukti-bukti untuk tuduhan: - Tindak pidana perbankan - Tindak pidana korupsi (memperkaya diri sendiri atau orang lain)

Asuransi: Untuk agunan Kebakaran atau bencana alam KUR : JAMKRINDO, ASKRINDO Kalau ritkom lewat balai lelang/kantor lelang dengan catatan agunan sudah dipasang HT dan ada sertifikatnya.

Lelang: macet, tidak ada itikad, sudah dipasang HT dengan adanya SHT. Untuk melelang dibutuhkan waktu 2-3 bulan. 2 cara lelang: Kalau lewat pengadilan negeri fiat eksekusi, lalu parate eksekusi Langsung ke kantor lelang tidak boleh kecuali sudah ada restrukturisasi, tidak ada itikad dari nasabah, tidak bisa dibujuk (dr LKN), sudah diberikan surat peringatan 3 kali.