Anda di halaman 1dari 6

1. Bangau Tongtong 1.2. Klasifikasi : menurut (Myers et al.

, 2013) Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus : Chordata : Aves : Ciconiiformes : Ciconiidae : Leptoptilos

Spesies : Leptoptilos javanicus

1.3. Gambar dan Deskripsi

Gambar 1. Pengamatan Bangau Tongtong Deskripsi literatur :

Gambar 2. Literatur Bangau Tongtong (Phukan, 2010)

Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus) merupakan salah satu anggota family bangau,
yakni family Ciconiidae. Bangau jenis ini memiliki tubuh berukuran sangat besar dengan panjang

badan (dari paruh hingga ekor) 87 - 93 cm, berat badan 4 hingga 5,71 kg dan tinggi 110 - 120 cm. Warna hitam dan putih dengan paruh sangat besar. Sayap, punggung, dan ekor hitam. Tubuh bagian bawah dan kalung putih. Kepala botak, dengan bulu kapas putih halus pada mahkota. Leher dan tenggorokan merah jambu. Tidak memiliki kantung tenggorokan. Paruhnya berwarna pucat, panjang, dan tebal. Pada saat masih muda, warnanya lebih kusam dari warna saat sudah dewasa namun bulu pada tengkuknya lebih banyak. Selama masa pembiakan, wajahnya berwarna kemerahan dan lehernya berwarna jingga. Tulang sayapnya memiliki panjang 57,5 66 cm (MacKinnon el al., 2000) Burung ini berhabitat di lahan yang basah (di dalam hutan kayu yang terdapat sungai atau danau). Seringkali juga ditemui di kawasan hutan mangrove, rawa, dan rawa dekat pantai (Elliot, 1994). Selain di wilayah-wilayah tersebut, dapat pula ditemui di lahan pertanian dan padang rumput. Burung bangau tongtong biasanya ditemui bersama kelompok bangau lain atau terkadang bersama elang. Bangau tongtong merupakan pemangsa ikan, katak, kepiting, reptil, serangga, dan mamalia yang berukuran lebih kecil. Bangau tongtong berkembang biak pada bulan Februari, Maret, Mei Agustus, dengan telur berwarna putih bercorak biru berjumlah 3 butir. Bangau tongtong tersebar di beberapa wilayah, yakni India, Cina selatan, Asia tenggara, Sunda Besar, Sumatera,

Kalimantan, Jawa, dan Bali (Menurut data BirdLife International pada tahun 2012, jumlah populasi species ini terus menurun. Elliot, A. 1994. Order Ciconiiformes. Family Ciconiidae (Storks). In: del Hoyo, J., A. Elliot & J. Sargatal (eds.),Handbook of the Birds of the World. Volume 1. Ostrich to Ducks. Lynx Edicions, Barcelona, Spain. Pp. 436465.
BirdLife International 2012. Leptoptilos javanicus. In: IUCN 2012. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.2. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 21 May 2013
MACKINNON, J., K. PHILLIPPS, B. VAN BALEN. 2000. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI dan BirdLife IP. Bogor. Hal. 72-73

Phukan. 2010. http://orientalbirdimages.org/images/data/lesser_adjutant_stork_3277_01.jpg. Diakses pada tanggal 20 Mei 2013 pukul 19.09 WIB.
Myers, P., R. Espinosa, C. S. Parr, T. Jones, G. S. Hammond, and T. A. Dewey. 2013. The Animal Diversity Web (online). Accessed at http://animaldiversity.org.

2. Terkuku 2.1. Klasifikasi (Myers et al., 2013) Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Columbiformes Famili : Columbidae Genus : Streptopelia Spesies : Streptopelia chinensis 2.2. Gambar dan Deskripsi

Gambar 3. Pengamatan Tekukur

Gambar 4. Literatur Tekukur (Keehey, 2000)


Burung tekukur masih dalam family yang sama dengan burung merpati sehingga memiliki rupa yang sejenis. Burung ini berukuran sedang, memiliki panjang antara 28 hingga 32 cm. Memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan burung merpati namun lebih tirus. Memiliki ciri khas yakni bagian belakang, sayap, dan ekornya berwarna perang pucat, dengan banyak bintik kuning pucat. Yang ditonjolkan pada fisik burung ini adalah bulu hitam yang dibatasi oleh tepi dalaman yang berwarna kelabu pucat. Kepala dan bagian bawah burung ini pada awalnya berwarna merah muda, dan berangsur-angsur berubah menjadi kelabu pucat pada muka dan perut bawahnya. Pada lehernya terdapat tompok hitam yang mempunyai bintikbintik putih yang halus. Warna kakinya merah (Avibase, 2013) Burung ini merupakan burung pemakan biji-biji rumput, biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan yang lain di padang rumput/ ladang (hutan yang tumbuhannya jarang-jarang). Burung terkuku biasanya hidup bersendirian atau dalam pasangan. Burung terkuku merupakan burung non-migratory, namun terkadang melakukan perluasan daerah. Habitat dari burung ini di kebun atau di taman (wilayah suburban) (Natureali, 2013)

Avibase. 2013. http://www.avibase.bsc-eoc.org//


Natureali. 2013. http:// www.nature Keehey, Allison. 2013. http:// www.natureali.org/bird_articles/spotted_dove.htm

3.

Cekakak Jawa (Javan Kingfisher)

3.1. Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas Ordo Famili Genus : Aves : Coraciiformes : Halcyonidae : Halcyon

Spesies

: Halcyon cyanoventris

(Myers et al., 2013)

3.2.Deskripsi dan Gambar

Gambar 5. Pengamatan Cekakak Jawa (Kristanto, 2013)

Gambar 6. Literatur Cekakak Jawa (Ken, 2010)


tubuh berukuran sedang (25 cm). Burung dewasa: Kepala coklat tua. Tenggorokan dan kerah coklat. Perut dan punggung biru ungu. Penutup sayap hitam. Bulu terbang biru terang. Bercak putih sayap saat terbang.

Burung remaja: Tenggorokan keputih-putihan. Iris coklat tua, paruh merah, kaki merah. Berburu di lahan rerumputan, jarang di atas air. Lebih banyak diam daripada Cekakak sungai, tapi suara sering terdengar. pemakan serangga habitat di lahan terbuka, pepohonan, dekat air bersih, tersebar sampai ketinggian 1.000 m dpl. Persebaran jawa-bali (endemik) (SBW, 2013)

SBW. 2013. http://bio.undip.ac.id/ Ken. 2010. http://www.avianweb.com/images/birds/JavanKingfisher.jpg Kristanto, Ady. 2013. http://orientalbirdimages.org/images/data/javan_kingfisher.jpg