Anda di halaman 1dari 3

1. Bagaimana penanganan bila terjadi keracunan? Sebutkan senyawa-senyawa yang digunakan untuk penanganan tersebut. 1.

Membersihkan perut dengan cara mencuci lambung (memompa perut) untuk mengeluarkan obat yang secara mekanis tidak diserap di lambung, biasanya dengan cara mendorong tubuh untuk muntah. 2. Mengonsumsi arang aktif yang bisa mudah dibeli di toko. Arang aktif ini nantinya bisa membantu mengikat dan menjaga obat di dalam lambung serta usus sehingga mengurangi jumlah obat yang diserap ke dalam darah. Prinsipnya adalah obat akan terikat oleh arang kemudian dikeluarkan melalui tinja. 3. Jika kondisi semakin memburuk atau timbulnya gejala lain segera hentikan konsumsi obat dan mintalah bantuan tenaga medis untuk mengatasinya. 4. Untuk overdosis obat tertentu kadang diperlukan obat-obatan lainnya sebagai penangkal untuk membalikkan efek yang timbul dan mencegah kerugian lebih lanjut dari obat yang sebelumnya dikonsumsi. Tapi kondisi ini tidak bisa dilakukan sendiri dan memerlukan bantuan tenaga medis. 2. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi toksisitas. Faktor intrinsik zat beracun -Faktor kimia Sifat Fisika-kimia: Asam benzoat lebih mudah diabsorbsi dari lambung daripada usus (kaitannya dengan pH dan pKa). -Kondisi pemejanan Jenis pemejanan terbagi kepada 3 bagian yaitu akut, subkronis dan kronis. Jalur pemejanan terbagi kepada 2 yaitu Intra Vaskuler (i.v, i.a., i.c) dan Ekstra Vaskuler (p.o, inhalasi, s.c., i.m., i.p.) Saat pemejanan ada 3 proses yaitu Blastogenesis, Oragonogenesis dan Pematangan Takaran pemejanan terbagi kepada 2 yaitu dosis normal dan tidak normal. Dosis normal apabila diambil dalam dosis yabg besar akan menyababkan berlakunya toksisitas, dosis tidak normal, jika diambil akan menyebabkan hipersensitif dan alergi. Kekerapan pemejanan terbagi kepada 2 yaitu Tungggal Dosis Besar (KTM > cepat) dan Berulang Dosis Kecil (KTM > sulit)

Faktor intrinsik makhluk hidup - Keadaan fisiologi adalah: Berat Badan Umur Jenis Kelamin Suhu Tubuh Kecepatan pengosongan Lambung Kecepatan aliran darah Status Gizi Kehamilan Genetika - Keadaan patologi Kapasitas Fungsional Cadangan Penyimpanan ZB dalam Tubuh Genetika Toleransi

3. Bagaimana eliminasi toksikan yang ada dalam tubuh kita? Jelaskan. Ekskresi Obat dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi atau dalam bentuk asalnya. Obat atau metabolit polar dieksresi lebih cepat daripada obat larut lemak. Ekskresi kebanyakan obat bergantung pada ginjal, sebagian obat lain diekskresikan lewat empedu, contoh: kortikosteroid dan estrogen. Ekskresi di ginjal merupakan hasil dari 3 proses: i. Laju filtrasi di glomerulus/glomerular filtration rate (GFR) ii. Sekresi aktif di tubuli proksimal iii. Reabsorpsi pasif di tubuli proksimal dan distal 4. Bagaimana metode untuk mengeliminasi toksikan dalam tubuh kita? Biotransformasi Biotransformasi atau metabolisme obat ialah proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh dan dikatalisis oleh enzim. Pada proses ini molekul obat diubah menjadi lebih polar lebih mudah larut dalam air dan kurang larut dalam lemak, sehingga lebih mudah diekskresi melalui ginjal. Ekskresi i. Eliminasi melalui ginjal Kebanyakan obat dikeluarkan melalui air seni, dan lazimnya tiap obat dieksresi berupa metabolitnya, dan hanya sebagian kecil dalam keadaan asli.

ii. Ekskrisi melalui empedu dan usus -Penetrasi ke dalam kapiler empedu dari suatu sel hati terjadi baik melalui difusi ataupun transpor aktif. -Dalam usus, konjugat yang dieksresi melalui empedu, sebagian akan diuraikan lagi dan sebagian besar akan direabsorpsi seperti halnya bahan-bahan yang larut dalam lemak yang dieksresi dengan empedu. Dengan cara ini bahan-bahan ini berhasil kembali kembali ke dalam hati melalui vena porta. Baru setelah pembentukan metabolit yang larut dalam air yang dapat melewati ginjal, senyawa ini benar-banar dieksresi. iii. Ekskrisi melalui paru-paru Yang dieksresikan melalui paru-paru adalah yang berupa gas (senyawa-senyawa yang menguap), misalnya; alkohol, paraldehida dan anestetika (kloroform, halotan, siklopropan).