Anda di halaman 1dari 7

WIWIK SOFIA 101810301046

ASAM AMINO

1.

Pengertian Asam amino adalah senyawa-senyawa yang mengandung gugus

karboksil (-COOH), gugus amina (-NH2), satu atom H, dan rantai samping (gugus R). Asam amino merupakan merupakan unit penyusun protein, dimana gugus R pada struktur asam amino dapat membedakan jenis asam amino yang dapat menentukan struktur, ukuran, muatan elektrik, dan sifat kelarutan dalam air. Struktur asam amino pada umumnya adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Struktur asam -amino

2.

Klasifikasi Asam Amino

Aromatik Non Polar

Asam Amino
Acidic (-)

Polar

Basic (+)

a.

Asam amino non polar - Memiliki gugus R alifatik - Bersifat hidrofobik. Semakin hidrofobik suatu asam amino seperti Isoleusin, maka akan semakin berada di bagian dalam protein - Umumnya terdapat pada protein yang berinteraksi dengan lipid

Gambar 2. Asam amino Non Polar

3. 4.

b.

Asam amino polar - Memiliki gugus R yang tidak bermuatan - Bersifat hidrofilik, yaitu mudah larut dalam air

- Cenderung terdapat di bagian luar protein - Sistein berbeda dengan yang lain, karena gugus R terionisasi pada pH tinggi (pH = 8.3), sehingga dapat mengalami oksidasi membentuk ikatan disulfida

Gambar 3. Asam amino polar

c.

Asam amino dengan gugus R aromatik - Bersifat relatif non polar, karena hidrofobik - Fenilalanin, tirosin, dan triptofan termasuk dalam asam amino gugus R aromatik - Tirosin membentuk gugus hidroksil dan triptofan membentuk cincin indol, sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen yang penting untuk menentukan struktur ensim - Asam amino aromatik mampu menyerap sinar UV 280 nm, sehingga sering digunakan untuk menentukan kadar protein

d.

Asam amino dengan gugus R bermuatan positif - Mempunyai gugus yang bersifat basa pada rantai sampingnya - Bersifat polar dan terletak di permukaan protein yang dapat mengikat air - Lisin, arginin, dan histidin termasuk dalam asam amino dengan gugus R bermuatan positif - Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pada gugus imidazol) dibanding dengan lisin (gugus amino) dan arginin (gugus guanidine)

e.

Asam amino dengan gugus R bermuatan negatif - Aspartat dan glutamat termasuk dalam asam amino dengan gugus R bermuatan negatif - Mempunyai gugus karboksil pada rantai sampingnya, sehingga bermuatan negatif (-)/acid pada pH 7

Gambar 4. Asam amino dengan gugus R bermuatan positif dan negatif

3. Tugas (Obat Penenang )

DEXTROAMFETAMIN Secara umum, Dextroamphetamin adalah obat yang biasa digunakan dalam pengobatan rasa sakit dalam kanker kronis. Dextoamphetamin biasa digunakan sebagai penstimulan untuk mengurangi kelelahan dan mengurangi nafsu makan. Dextroamphetamin dapat menghasilkan efek menenangkan. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi dextroamphetamin yang berlebihan dapat menimbulkan ketidakseimbangan kimia di otak dan dapat menimbulkan kelainan mental seperti yang terdapat pada penderita schizoprenia. a. Pengertian Dextroamphetamine (DAT) sulfate adalah dextro isomer dari senyawa Dl-amphetamine sulfate, suatu amin simpatomometik dari golongan amfetamin. Secara kimia, Dextroamphetamine adalah D--methyl-phenethylamine, dan terdapat pada semua bentuk dari tablet Dextroamphetamine sulfate sebagai sulfat netral. Rumus kimianya adalah (C9H13N)2H2SO4 dengan berat molekul 368.50 gram. a. b.

Gambar 5. (a) Struktur Dextroamphetamin Sulfate (b) Dextroamphetamin

b.

Metabolisme DAT D-amfetamin mengalami mtabolisme di hepar melalui reaksi oksidasi

dan

glukoronidasi.

D-amfetamin

teroksidasi

menghasilkan

4-

hydroxyamphetamine melalui kerja enzim CYP2D6, juga teroksidasi pada rantai samping atau yang menghasilkan -hydroxy-amphetamine atau norephedrine. 4-hydroxyamphetamine dan norephedrine akan bergabung membentuk 4hydroxy-norephedrine, sedangkan -hydroxy-amphetamine akan mengalami
5

deaminasi untuk membentuk phenylacetone yang selanjutnya akan diubah menjadi asam benzoat dan membentuk konjugat asam hippurat. Jalur metabolisme yang lain adalah dengan merubah DAT menjadi p-hydroxyamphetamine yang kemudian dirubah menjadi p-hydroxynorephedrine, tetapi metabolit ini hanya berjumlah sekitar 5% dari dosis DAT.

Gambar 6. Metabolisme DAT

Pada pH urin normal, kira-kira separuh dari dosis DAT akan termetabolisme dan dikeluarkan lewat urin dalam bentuk derivat alpha-hydroxy-amphetamine sedangkan 30%-40% dari dosis dikeluarkan dalam bentuk amfetamin utuh. Karena DAT memiliki pKa 9,9 maka bentuk metabolit dlaam urin sangat dipengaruhi oleh pH urin, di mana bila pH urin tinggi, DAT akan sulit terionisasi sehingga lebih banyak dikeluarkan lewat urin dalam bentuk metabolitnya, sedangkan pada pH urin rendah, DAT dikeluarkan dalam jumlah banyak lewat urin. Gangguan hepar atau ginjal dapat menghambat eliminasi DAT. c. Mekanisme aksi Mekanisme utama dari dextroamfetamin dalam mempengaruhi sistem saraf pusat adalah dengan menghalangi reuptake neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin. Molekul dextroamfetamin memiliki struktur yang mirip dengan dopamin.

Gambar 7 . Mekanisme Inhibisi Reuptake Dopamin dan Norepinefrin

Pada keadaan normal, dopamin maupun norepinefrin yang merupakan neurotransmiter akan dilepaskan ke celah sinapsis melalui mekanisme eksositosis. Neurotransmiter akan dibawa di dalam sebuah vesikel (vesicular monoamin transporter = VMAT) dan dilepaskan ke celah sinapsis menuju reseptor. Kemudian setelah menimbulkan efek, neurotransmiter akan dibawa kembali ke sel saraf melalui melewati monoamin transporter menuju vesikel. Dextroamfetamin akan berkompetisi dengan dopamin dan norepinefrin untuk melewati monoamin transporter dan masuk ke vesikel sehingga ada sebagian dopamin dan norepinefrin yang tertinggal pada celah sinapsis. Kemudian penumpukan dopamin dan norepinefrin ini yang akan menimbulkan efek stimulan.