Anda di halaman 1dari 25

DESA 1.

Pengertian Desa

dalam pengertian umum adalah permukiman manusia di luar kota yang penduduknya berjiwa agraris. Dalam keseharian disebut kampung, sehingga ada istilah pulang ke kampung atau kampung halaman. Desa adalah bentuk kesatuan administratif yang disebut kelurahan. Lurahnya kepala desa. Dalam lingkup kota yang dipenuhi pertokoan, pasar dan deretan kios, juga ada desa, seperti desa ali!a!ing di kota Salatiga. Desa di luar kota dengan lingkungan fisisbiotisnya, adalah gabungan dukuh. Dukuh mewujudkan unit geografis yang tersebar seperti pulau di tengah persawahan atau hutan.Dukuh di "awa #arat disebut kampung. $ampong di A!eh, huta di %apanuli, nagari di Sumatera #arat, marga di Sumatera Selatan, wanus di Sulawesi &tara, dan dusun dati di 'aluku. Desa menurut definisi #intarto, adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur( geografis, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang ada di sana dalam hubungannya dan pengaruh timbal balik dengan daerah( lain.

Desa, dalam definisi lainnya, adalah suatu tempat) daerah di mana penduduk berkumpul dan hidup bersama, menggunakan lingkungan setempat, untuk mempertahankan, melangsungkan dan mengembangkan kehidupan mereka. Desa adalah pola permukiman yang bersifat dinamis, di mana para penghuninya senantiasa melakukan adaptasi spasial dan ekologis sederap kegiatannya berpangupajiwa agraris. Desa dalam arti administratif, menurut Sutardjo artohadikusumo, adalah suatu kesatuan hukum di mana sekelompok masyarakat bertempat tinggal dan mengadakan pemerintahan sendiri. Asal mula terbentuknya desa Desa di "awa, mulanya dihuni orang seketurunan. 'ereka memiliki nenek moyang sama, yaitu para !ikal bakal pendiri permukiman tsb. "ika desa sudah penuh, masalah( ekonomi bermun!ulan. #eberapa keluarga keluarga keluar, mendirikan permukiman baru dengan !ara membuka hutan. %indakan ini disebut tetruka. Di %apanuli, pembukaan desa baru, menurut 'arbun, sebagian karena kelompok baru ingin men!apai hak dan kewajiban sebagai raja adat, atau tanah desa tak memadai lagi untuk menghidupi penghuninya. Desa sebagai kesatuan masyarakat memiliki * hal +

Daerah) rangkah) wilayah, yaitu tanah( pekarangan dan pertanian beserta penggunaannya, termasuk aspek lokasi, luas, batas, yang merupakan lingkungan geografis setempat. Penduduk) darah) keturunan, meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan, penyebaran dan matapen!arian.

Adat) warah) ajaran, yaitu ajaran tentang tata hidup, tata pergaulan, dan ikatan( sebagai warga desa. %ata kehidupan ini terkait usaha penduduk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Desa memiliki seting geografis dan sumber daya manusia yang berbeda,beda. Ada desa yang dikarunia alam yang kaya, namun semangat membangun, ketrampilan dan pengetahuan masyarakat serba kurang, sehingga tidak maju. Ada pula desa yang sumber alamnya terbatas, tetapi ekonominya maju, berkat kemampuan penduduknya mengatasi berbagai hambatan alam. Sehubungan dengan ini, ada - unsur geografis yang turut menentukan persebaran desa, yaitu . lokasi, iklim, tanah dan air.

Lokasi, menyangkut letak fisiografis, misalnya + jauh dekatnya dengan jalan raya, sungai, rawa, pegunungan, pantai, kota, dsb, yang mempengaruhi ekonomi desa, kemajuan budaya,

pendidikan. /ontohnya, persebaran desa( di wilayah ke!amatan #atu, 'alang. Desa( ini menempati wilayah 0ulkanis yang tersebar di sekitar pun!ak( gunung. #atas alam hampir berhimpit dengan batas administrasi. ondisi fisiografis 1 topografi, iklim, 0egetasi 2 !o!ok untuk agrowisata. Sungai #rantas di hulu memiliki banyak !abang sehingga baik untuk pertanian sayur, bunga dan budi daya pekarangan. 3klim desa 1 tipe iklim 2, tergantung letak topografi desa dari atas permukaan air laut 1 dpl 2. aliurang 2 1444 m dpl 2 dan openg 1 1*54 m dpl 2 menjadi kota peristirahatan, lengkap dengan fasilitas rekreasi, perhotelan, perwarungan, perdagangan sayur dan bunga,bungaan. Di ketinggian tsb, tak ada sawah atau pun pohon kelapa yang tumbuh. %anah, misalnya tanah berkapur, berpasir, berlempung, bertanah liat, dsb, mempengaruhi keberhasilan pertanian. %ebu, tembakau, karet, !oklat, teh, kopi, dsb, dibudidayakan menjadi perkebunan dengan modal teknologi dan peren!anaan yang tepat /iri wilayah desa, bentuk 6 polanya

'enurut dirjen #angdes, !iri( wilayah desa antara lain + Perbandingan lahan dengan manusia !ukup besar 1 lahan desa lebih luas dari jumlah penduduknya, kepadatan rendah 2. Lapangan kerja yang dominan adalah agraris 1 pertanian 2

7ubungan antar warga amat akrab %radisi lama masih berlaku. desa yang se!ara sederhana

Ada beragam bentuk dikemukakan sbb +

#entuk desa menyusur sepanjang pantai 1 desa pantai 2. Di daerah pantai yang landai dapat tumbuh permukiman yang bermatapen!arian di bidang perikanan, perkebunan kelapa dan perdagangan. Perluasan desa pantai itu dengan !ara menyambung sepanjang pesisir, sampai bertemu dengan desa pantai lainnya. Pusat( kegiatan industri ke!il 1 perikanan, pertanian 2 tetap dipertahankan di dekat tempat tinggal semula. #entuk desa yang terpusat 1 desa pegunungan 2. %erdapat di daerah pegunungan. Pemusatan tsb didorong kegotongroyongan penduduknya. Pertambahan penduduk memekarkan desa pegunungan itu ke segala arah, tanpa ren!ana. Pusat( kegiatan penduduk bergeser mengikuti pemekaran desa. #entuk desa linier di dataran rendah. Permukiman penduduk di sini umumnya memanjang sejajar dengan jalan raya yang menembus desa tsb. "ika desa mekar se!ara alami, tanah pertanian di luar desa sepanjang jalan raya menjadi permukiman baru. Ada kalanya pemekaran ke arah dalam 1 di belakang perrmukiman lama 2. Lalu dibuat jalan raya mengelilingi desa 1 ring road 2 agar permukiman baru tak terpen!il. #entuk desa mengelilingi fasilitas tertentu.

8asilitas yang dimaksud, misalnya, mata air, waduk, lapangan terbang, dll. Arah pemekaran ke segala arah, sedangkan fasilitas industri ke!il tersebar di mana pun sesuai kebutuhan

#entuk( desa tsa bertalian erat dengan usaha pengembangan dan penggalian sumber dayanya se!ara optimal. Dengan !ara bijaksana, perkembangan permukiman harus diren!anakan se!ara khusus, sehingga terjamin wajah permukiman yang baik dan menguntungkan. Di samping bentuk desa, #intarto menyatakan ada 9 pola desa + memanjang jalan, memanjang sungai, radial, tersebar, memanjang pantai, memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api. Daerah #antul, :ogyakarta merupakan line village 1 pola desa memanjang jalan 2. Permukiman di sekitar $unung Slamet dan sungai di lerengnya membentuk desa berpola radial. Pola desa di daerah karst $unung idul, :ogyakarta adalah tersebar. Permukiman di daerah ;engasdengklok, "awa #arat dan %egal membentuk desa berpola memanjang 1 desa nelayan 2 dan sejajar rel kereta api. Pola( desa, dari bujur sangkar sampai bulat telur. Di Pakistan, geograf 'isra merin!inya lebih lengkap lagi menjadi 1- pola desa, yaitu .

Segi empat memanjang 1 re!tangular 2 + tipe paling umum karena bentuk lahan pertaniannya. ekompakan desa membutuhkan letak rumah yang saling berdekatan, karena tak ada tembok keliling yang mengamankannya. Pola segi - !o!ok bagi permukiman berkelompok. #ujur sangkar 1 square & 4 square 2 + tipe ini mun!ul di persilangan jalan, juga di permukiman bentuk segi - panjang yang terbagi - kelompok.

Desa memanjang 1 elongated 2 + kondisi alam dan budaya setempat telah membatasi pemekaran desa ke arah( tertentu sehingga terpaksa memanjangkan diri. Desa melingkar 1 circular 2 + bentuk ini diwarisi ketika tanah masih kosong. Desa dibangun di atas urugan tanah, sehingga dari luar nampak seperti benteng dengan lubang untuk keluar masuk. %ipe beruji 1 radial plan 2 + jika pusat desa berpengaruh besar atas perumahan penduduk, maka ter!apai bentuk beruji. Pengaruh tsb berasal dari istana bangsawan, rumah ibadah atau pasar. Desa poligonal + karena desa tak pernah dibangun menurut ren!ana tertentu, maka nampak bentuk( luar yang beragam. #entuk ini antara melingkar dan segi empat panjang. Pola tapal kuda 1 horse shoe 2 + dihasilkan oleh sebuah gundukan, bukit atau lembah, sehingga pola desa menjadi setengah melingkar. %ak teratur 1 irregular 2 . desa yang masing( rumahnya tak karuan alang ujurnya. 3nti rangkap 1 double nucleus 2 + desa kembar hasil pertemuan ( permukiman yang saling mendekat, misalnya akibat lokasi stasiun kereta api di antara keduanya. Pola kipas + tumbuh dari pusat yang letaknya di salah satu ujung permukiman, dari situ jalan raya menuju ke segala arah. Desa pinggir jalan raya 1 street 2 + desa ini memanjang sepanjang jalan raya, pasar berada di tengah, jalan kereta api menyusuri jalan raya tsb. Desa bulat telur 1 oval 2 + sengaja dibuat menurut ren!ana demikian.

<arga Salamungkal swasembada, dari air sampai bahan pangan.

%erletak di ketinggian =44 meter dpl, berpenduduk lebih 1.(9- jiwa, terbagi atas 154 kepala keluarga. Dukuh tsb laksana pulau terapung di tengah lautan persawahan nan hijau. Di dalamnya terdapat rumah( penduduk tersebar di pekarangan masing(. Setiap pekarangan dihiasi beraneka jenis pohon buah, kolam ikan dan kandang kambing. Di sisi selatan dan barat dukuh, nampak jalan desa menyusurinya. Air sawah dialirkan dari lereng( bukit di luar desa. &ntuk membersihkan bahan pangan dan men!u!i pakaian, dipakai air yang mengalir dari kolam( ikan, yang asalnya dari sawah. ebiasaan yang menyebabkan banyak anak berpenyakit !a!ingan. Dalam pekarangan, penduduk menanam pisang, ketela, sayuran, kelapa, bambu, dll. Di bawahnya ditanami aneka tumbuhan untuk bumbu masakan 1 dapur hidup 2 dan obat sehari,hari 1 apotek hidup 2. %ransmigran Sitiung, dapat tanah (,(5 hektar untuk mulai hidup baru. Sekelompok rumah yang membentuk dukuh, atau desa. &mumnya berasal dari satu keturunan. 'emegang adat sebagai norma yang mengatur perilaku anggotanya, dan berpen!arian sebagai petani 1 agraris 2.

etika waduk $ajah 'ungkur, Surakarta mulai dibangun, penduduk diungsikan se!ara bedol desa ke Sitiung, Sumatera #arat. Proyek transmigrasi di pinggir %rans Sumatera 7ighway ini berada di areal persawahan baru seluas (>.444 hektar, menggantikan -4.444 hektar dukuh(, tegalan dan persawahan para transmigran yang digenangi air waduk. 'ereka terdiri 9>.51> kepala

keluarga 1 kk 2. %iap( angkatan yang terdiri sekitar 544 kk, se!ara bertahap berhasil dimukimkan kembali. %iap kk disediakan 1,(5 ha sawah, 4,>5 tegalan dan 4,(5 ha pekarangan di sekitar rumah tinggal. Letaknya, tidak di hutan liar, namun diapit permukiman penduduk asli yang telah lama ada. Letak proyek transmigrasi di dekat pertemuan ( batang sungai sehingga irigasinya lan!ar. Persebaran pedukuhan di tengah lautan persawahan. #erada di antara kota Sitiung dan otabaru menguntungkan perkembangan lanjut kawasan transmigrasi tsb. Di buatkan pula, jalan( terobosan baru untuk keperluan transportasi dan komunikasi. 1 drs.?.Daldjoeni 2. Sekolah di daerah terpen!il . jarang angkot, tanpa listrik 6 langka guru

Didirikannya sekolah di daerah terpen!il !enderung belum dibarengi dengan akses transportasi yang memudahkan siswa menuju ke sekolah. Akibatnya, penyerapan pelajaran kurang optimal dan libur sering diberlakukan saat !ua!a tak mendukung. Pendiri pusat belajar,mengajar swadaya /inta 'adani abupaten #ogor, Ahmad @ayyadi, menuturkan, di Desa Sukadamai, e!amatan Sukamakmur, misalnya, untuk menuju pusat belajar, siswa harus berjalan sekitar 5 km dengan jalanan berbatu dan menanjak. #angunan tak permanen itu berada di lereng $unung Siyeum. #elum dialiri listrik, dan tak ada angkutan umum. Di daerah tsb ada sekitar 1>4 anak usia SD hingga 1= tahun. ebanyakan SD. Pendiri :ayasan #ina Anak Pertiwi itu juga mengatakan, tak ada guru di daerah tsb.

Selama ini, ia memanfaatkan tenaga - guru yang digaji dari yayasannya. ASejak tahun 1B9*, masyarakat di sini mengharapkan sekolah dan memang banyak yang menjanjikan. %etapi, tidak ada yang terbukti. "adi, ini memang sebagai komitmen kami untuk dunia pendidikan,C kata @ayyadi.

'enanggapi hal tsb, pengamat pendidikan dari &P3, Said 7amid 7asan, menuturkan, pemerintah seharusnya menggen!arkan konsep guru kunjung yang sebenarnya telah digagas sejak lama. Pada intinya, seperti ter!antum dalam && Sistem Pendidikan ?asional nomor (4)(44*, masyarakat tidak boleh terkendala oleh ekonomi, geografis, sosial, politik, suku, dll, dalam mendapatkan pendidikan. Dengan guru kunjung, para siswa bisa tetap belajar tanpa harus menempuh jarak yang jauh, karena gurulah yang lebih aktif berkunjung ke permukiman anak. &ntuk itu, seharusnya pemerintah memperbanyak jumlah guru kunjung dan memberikan fasilitas yang bagus kepada guru kunjung atau guru di daerah terpen!il agar mereka mudah menjalankan tugas.C#erilah mereka mobil dan fasilitas lain yang mendukung,Ckatanya. Selain itu, pemerintah seharusnya memberi apresiasi yang proporsional pada guru di daerah terpen!il dan merotasinya setelah 5 tahun di daerah. Sejauh ini yang terjadi, apresiasi pemerintah masih rendah. /ontohnya saat mengambil gaji, tidak mudah, bahkan tunjangan pun masih tersendat,sendat. %ahun 1BB4,an &P3 mengirim *4 guru ke pedalaman alimantan #arat. ?amun, yang bertahan hanya * orang karena lemahnya apresiasi. Padahal di pedalaman juga banyak anak berpotensi. 1 P;, 1-)1()(44B 2 Padi 6 ikan mati. Andai ada saluran irigasi di kampung kami.

Air adalah sumber kehidupan masyarakat di desa kami karena =4 D masyarakatnya adalah petani. Sumber pen!arian mereka hanya dari menanam padi, sayur, sayuran dan beternak ikan. Akan tetapi, bila musim kering, air hampir tidak ada, dan petani banyak yang gulung tikar karena padi dan ikan tak ada air. "adi, banyak padi dan ikan yang mati. Andai saja ada saluran irigasi, mungkin masyarakat di desa kami dapat terbantu. epada instansi yang terkait, tolong dibuatkan saluran irigasi di ampung #along, 'argaharja, /iamis. 'asyarakat menunggu bantuan pembuatan saluran irigasi. 1 Arip 7idayat) Surat Pemba!a P;, 1-)1()(44B 2. Sistim ijon . pupuk ;p.1*4.444) kuintal dibayar padi ;p.(54.444,,) kuintal. %engkulak 0s petani.

Pemkab 'ajalengka harus segera menangani persoalan masa tanam yang kini tengah dihadapi para petani di sejumlah sentra produksi padi agar mereka tak terjebak tengkulak( yang merugikan usaha pertanian dengan sistem ijon. "ika

terus dibiarkan, mereka akan semakin miskin, kata ?asir, wakil ketua DP;D 'ajalengka, didampingi /e!ep "alaludin, <irman dan 'uhamad Sihabudin. Petani tak memiliki dana untuk membeli pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya. Pemerintah harus menyediakan pupuk murah, pinjaman lunak dan mudah, yang bisa dibayar saat panen. Dengan !ara demikian, petani takkan meminjam pada tengkulak, melainkan pada lembaga yang disediakan pemerintah. Pengadaan saprotan 1 sarana produksi pertanian 2 yang pernah dilakukan pada program #imas 1 #imbingan 'asyarakat 2 harusnya bisa dilakukan lagi oleh Pemkab 'ajalengka, atau mungkin membentuk #&'D 1 #adan &saha 'ilik Daerah 2 yang khusus menangani saprotan, di mana petani bisa membayar pinjaman saat panen. ?amun, regulasi di #&'D harus dikaji lebih komprehensif agar tak terjadi tunggakan atau disalahgunakan oleh orang( yang tak berkepentingan. Program #imas yang lalu pun sebenarnya dinilai berhasil, jika saja tak disalahgunakan oknum( yang mengambil keuntungan pribadi. 'emasuki musim tanam saat ini, banyak tengkulak yang mendatangi petani di sentra produksi e!amatan "atitujuh dan ertajati. 'ereka aktif menawarkan pupuk pada petani dengan sistem ijon, yang akan dibayar dengan padi saat panen dengan perbandingan 1 . 1. 7arga pupuk menjadi jauh lebih mahal dibanding harga pupuk yang dibeli kontan 1 di tingkat penge!er ;p.1*4.444 E ;p.1*5.444,, per kuintal, sedang harga padi ;p.((4.444,, hingga ;p.(54.444,, per kuintal 2. ondisi seperti itu biasa dilakukan para petani tiap tahun pada saat musim tanam, karena menjelang musim tanam para petani sudah tak memiliki stok padi untuk biaya garap dan pembelian pupuk. Akibatnya, banyak petani terlibat dengan tengkulak karena alasan mudah mendapatkan pupuk. #ahkan, kondisinya sudah merambah ke penge!er pupuk dari luar daerah.

A'ereka pikir, daripada petani mengambil pupuk pada orang lain yang tak punya pupuk, lebih baik mereka yang menyediakan pupuk ke petani. &ntungnya, jauh lebih besar dibanding sekedar penge!er pupuk,Cujar Sarif, petani asal "atitujuh. Para tengkulak tak pernah berpikir atas kerugian yang dialami petani saat panen. 'ereka tahunya hanya mengambil gabah ke petani saat panen untuk membayar hutang. %engkulak tak pernah mau tahu atau berpikir, apakah panennya diserang hama atau tidak. &ntung atau tidak. :ang penting dapat gabah dari petani sesuai perjanjian. Soal ke depan petani tak punya gabah untuk biaya garap, itu soal lain. 'ereka kembali menawarkan pinjaman hutang dengan bunga tinggi, keluhnya. 1 P;, *)1()(44B 2 *(44 ha sawah . dirusak tikus 1 1>= ha 2 dari >*B ha lahan diserang hama. Para petani di = desa di e!amatan "ayakerta, abupaten arawang berhasil membasmi ribuan tikus pada sejumlah areal sawah. Petani mengaku khawatir gagal tanam mengingat serangan tikus pada musim sebelumnya, yang menyebabkan sekitar 144 hektar sawah gagal tanam. Pemberantasan hama tikus difokuskan di sepanjang tanggul Pertamina yang disinyalir petani sebagai sarang tikus. 'ulanya, sarang tikus digali, lalu diasapi menggunakan alat emposan. ?anti, tikus akan keluar sendiri. ami tinggal menangkapnya, kata #ambang 1 -4 2, petani asal Desa 'edang Asem, e!amatan "ayakerta. #anyaknya serangan hama tikus karena masa tanam petani tak serempak. Setelah menyerang satu lahan, tikus berpindah dengan !epat ke lahan lainnya. alagumarang 1 pemberantasan tikus 2 kali ini dilakukan di = desa, yaitu + 'edangasem, ampung Sawah,

/iptamarga, emiri, "ayamakmur, 'akmurjaya, "ayakerta, dan ertajaya. 'enurut kepala desa emiri, Salwani, kalagumarang dilakukan tiap musim panen tiba. Sehingga saat padi sudah tertanam, petani sedikit lega karena sarang tempat hama tikus sudah dibasmi. Antisipasi dini dapat dilakukan petani dengan !ara segera menghan!urkan sarang tikus yang ditemukan, karena tikus sulit dibasmi dengan obat. /amat "ayakerta, drs.7. 7amdani mengatakan, tak kurang dari 144 hektar 1 ha 2 lahan diserang tikus dari *(44 hektar lahan sawah di ke!amatannya. epala #idang %anaman dan Pangan Dinas Pertanian dan ehutanan abupaten arawang, adarisman, men!atat, hama padi yang dominan menyerang di antaranya + hawa wereng 1 *1( ha 2, penggerek tanaman 1 (*B ha 2, tikus 1 1>= ha 2 dan siput 1 14 ha 2. %otal >*B hektar. 1 P;, *)1()(44B 2 -444 anjing liar) rabies berkeliaran di pedesaan. ;a!un anjing ;p. B juta) kg. #idang peternakan dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan abupaten uningan melakukan 0aksinasi terhadap 1444 anjing peliharaan di - lokasi, termasuk mengambil sampel darah sebagai bahan pemeriksaan untuk mengetahui antibodi anjing terhadap rabies. ?amun, masih terdapat -444 anjing liar yang seharusnya sudah dieliminasi 1 dibunuh 2, tetapi dibiarkan berkeliaran akibat terbatas dan mahalnya harga ra!un anjing. epala Dinas Pertanian, uningan, 7.3man Sungkawa, melalui abid Peternakan, %atang ;ustandi, usai melakukan 0aksinasi 1 ()1()(44B 2 menyebutkan, untuk mengantisipasi penularan rabies, sejumlah petugas mem0aksin -44 ekor anjing di e!amatan uningan, 154 ekor di e!amatan /ilimus, (44 ekor di e!./iawigebang dan (54 ekor di e!.Luragung. Sejak 5 tahun lalu, ab. uningan sudah dinyatakan bebas rabies, tapi hal itu tak menutup kemungkinan rabies akan mun!ul lagi, karena belakangan ini ada sekitar -444 ekor lebih anjing liar yang berkeliaran di pedesaan. Petugas siap bekerja sama dengan aparat desa untuk memberi ra!un pada anjing liar yang ada di

masing( desa) kelurahan. 'eski demikian, harga Strygnine 1 dari Peran!is, 3ndia 2 relatif mahal men!apai ;p. = E B juta) kg. Satu kilogram ra!un itu bisa efektif membunuh -444 anjing, ukuran besar maupun ke!il. 1 P;, *)1()(44B 2 7arga kubis ;p.544,, per kg. #iaya produksinya ;p.B44,, . Petani butuh pengetahuan pasar. Para petani sayur mayor di e!amatan Pangalengan mengeluhkan harga sayur mayur yang belum berpihak kepada mereka. Penjualan sayur hanya !ukup menutup biaya produksi. 'alah, kadang harus nombok. 'enurut tokoh petani Pengalengan, 7.&sep, harga sayur saat ini, seperti tomat sekitar ;p.(444,, per kg. Sementara, biaya produksi tomat sekitar ;p.(444,, Pas,pasan. Para petani sekedar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya untuk makan. 7arga kubis sekarang rata( ;p.544,, per kg dan biaya produksi sekitar ;p.B44,,. Pengalengan saat ini, sedang tidak musim tanam kentang. Para petani membutuhkan pengetahuan pasar sehingga tidak terjadi tanam serentak yang berdampak pada anjloknya harga sayuran. 1 P;, 1-)1()(44B 2 #ambu F kreati0itas G green design, ramah lingkungan, berkelas, bernilai ekonomi tinggi. #ambu sudah dikenal masyarakat "awa #arat dengan beragam fungsi pendukung akti0itas sehari,hari. Saat plastik mengganti fungsi bambu, sejumlah daerah masih menjadikan bambu sebagai bahan utama. #ahkan, pamor bambu belakangan ini kembali dilirik. #ambu tak lagi menjadi kerajinan !indera mata atau hiasan, tapi juga peralatan rumah tangga, kesenian, atau alat bantu lainnya.

Dalam pameran hasil karya kompetisi desain AAwi,awi (44BC, bertempat di $edung 3ndonesia 'enggugat, potensi bambu tak hanya ditonjolkan sebagai bahan untuk peralatan tradisional, tetapi juga peralatan modern. 'isalnya, karya ;iHki @ulian ?. berjudul A/igeeC, berupa bangku relaksasi yang tak hanya memperlihatkan !ita rasa alami, tetapi juga nilai estetika dan ergonomi!. #angku relaksasi ber!itrakan daun ini, memberi nilai lebih dari batang bambu. #ambu sebagai tanaman khas tanah Parahyangan mampu memberi identitas pada bangku relaksasi A/igeeC sebagai produk green design. arya 'uhammad 3hsan berjudul A#ambu Pin!uk SetC juga menyedot perhatian pengunjung. arya kriya berupa alat makan makanan ringan terdiri atas pincukboo dan sendokboo. $abungan material stainless steel dan bambu. Tak hanya meningkatkan nilai estetika alat makan tsb, namun juga nilai bambu yang identik sebagai produk tradisi berharga murah, menjadi produk berkelas. eunikan ino0asi produk bambu yang ditampilkan, sejak "umat 1 11)1()(44B 2 kemarin, tak hanya menarik perhatian pengunjung, yang sebagian besar seniman dan mahasiswa seni 6 desain sejumlah uni0ersitas, tapi juga diminati masyarakat umum. 'ereka yang berminat banyak yang memesan. Sayangnya, karena masih berupa konsep, permintaan tsb belum bisa dilayani.

'elalui kreati0itas, nilai estetika bambu tak kalah dengan logam atau plastik. %anaman bambu masih memiliki nilai ekonomi yang !ukup tinggi. Dan yang terpenting, ramah lingkungan. 1 P;, 1-)1()(44B 2 ;p. ( milyar) tahun dari wisata hutan. <arga desa dilibatkan dengan sistem bagi hasil. Selamat datang di /urug /ilember. 'asyarakat sekitar yang dilibatkan, menjadikan obyek wisata aman, bersih, dan terjaga kelestarian. Di antara sejumlah obyek wisata kehutanan yang tengah dioptimalkan bisnisnya oleh Perum Perhutani &nit 333 adalah /urug /ilember, e!./isarua, ab.#ogor. Ibyek wisata seluas 5 hektar yang dibuka untuk umum sejak 1BB* itu menjadi salah satu primadona ecotourism dan tujuan wisatawan ke Pun!ak. /urug yang dikelola esatuan Pemangkuan 7utan 1 P7 2 #ogor ini, memiliki sejumlah andalan, di antaranya + > air terjun, rumah kupu( 1 ada spesies langka Troides helena dan Papilio meiunon 2, obyek perkemahan, tempat menginap, outbond, flying fox dan lokasi wisata lainnya. Lokasi !ukup mudah di!apai karena banyak jalur alternatif. &mumnya wisatawan mengambil jalur dari arah e!./isarua. 'ereka datang dari "akarta, #ogor, #ekasi, %angerang, Sukabumi, /ianjur, #andung, dan %imur %engah. Apalagi, kawasan Pun!ak, #ogor, ada AkampungC Arab. 'asyarakat sekitar melalui Pengelolaan 7utan #ersama 'asyarakat 1 P7#' 2 sudah dilibatkan melalui seleksi ketat P7 #ogor, mempertimbangkan kemauan, kemampuan dan rasa tanggung jawab mereka memelihara lingkungan. emajuan paling menyolok setelah masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan adalah faktor keamanan dan kebersihan yang kian meningkat. 'ereka ikut menjaga kelestarian lingkungan. ;esep yang jitu adalah bermitra dengan ikatan remaja masjid desa setempat. Langkah adaptif yang ditempuh P7 atas kekritisan masyarakat sekitar atas efek sosial budaya, keamanan, kenyamanan, moral, dsb, seiring perkembangan obyek( wisata.

#esarnya kontrol sosial dari mereka menjadikan /urug /ilember tempat rekreasi yang sehat, terjaga, nyaman untuk rekreasi keluarga, pelajar dan umum, terutama bagi wisata alam dan ilmu pengetahuan. Pengelola bersama masyarakat bersepakat memanfaatkan obyek wisata /ilember untuk berkemah bermalam untuk keluarga. 'ereka tak menerima pelajar, mahasiswa, pemuda yang datang berpasangan. 7asilnya, kunjungan wisatawan kian meningkat. Diraih pendapatan lebih ;p.( milyar dari target ;p.1,= milyar tahun (44B. ;ekornya -444 pengunjung) hari pada Lebaran lalu. onsep pengembangan wisata kehutanan oleh Perhutani &nit 333 disusun untuk ramah lingkungan dan menghindari kerusakan hutan. %ak membangun pondok permanen, hanya boleh bangunan kayu atau rumah pohon, serta fasilitas umum seluas maksimal 14 D dari wilayah kehutanan. Sistim pengamanan hutan menjadi salah satu pertimbangan utama pengunjung dan in0estor. 7ampir seluruh kawasan kehutanan Perhutani sudah dilakukan P7#' dengan sistem bagi hasil. epala Seksi eamanan Perum Perhutani &nit 333, Amas <ijaya, salah satu dampak positif adalah keamanan hutan setempat meningkat. Logikanya sederhana, karena masyarakat sekitar diperbolehkan ikut terlibat dan menikmati hasil usaha dari kawasan kehutanan, paling tidak, mereka termoti0asi ikut menjaga keamanan dan kenyamanan tempat usaha mereka.

Sejumlah pemerhati lingkungan mengatakan, Perhutani harus mengantisipasi resiko tumpukan sampah pengunjung, perubahan struktur tanah, perubahan iklim mikro, gangguan terhadap ekosistem hutan, resiko kebakaran hutan, dll, karena banyaknya manusia yang masuk ke hutan. Potensi resiko itu harus dapat ditelaah Perhutani. Apalagi, salah satu peran, tugas, dan misi penting yang mereka emban adalah melakukan pemulihan dan pelestarian lingkungan. Pengembangan kawasan wisata hutan jangan jadi bumerang. 7utan adalah titipan yang harus dirawat. #ukan warisan yang dieksploitasi. "uga, jangan berubah jadi wisata AHiarahC yang berbau mistik. 1 P;, *4)11)(44B 2

"E?3S "E?3S DESA 1. Desa %erbelakang atau Desa Swadaya

Desa terbelakang adalah desa yang kekurangan sumber daya manusia atau tenaga kerja dan juga kekurangan dana sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada di desanya. #iasanya desa terbelakang berada di wilayah yang terpen!il jauh dari kota, taraf berkehidupan miskin dan tradisional serta tidak memiliki sarana dan prasaranan penunjang yang men!ukupi.

(. Desa Sedang #erkembang atau Desa Swakarsa Desa sedang berkembang adalah desa yang mulai menggunakan dan memanfaatkan potensi fisik dan nonfisik yang dimilikinya tetapi masih kekurangan sumber keuangan atau dana. Desa swakarsa belum banyak memiliki sarana dan prasarana desa yang biasanya terletak di daerah peralihan desa terpen!il dan kota. 'asyarakat pedesaan swakarsa masih sedikit yang berpendidikan tinggi dan tidak bermata pen!aharian utama sebagai petani di pertanian saja serta banyak mengerjakan sesuatu se!ara gotong royong.

*. Desa 'aju atau Desa Swasembada Desa maju adalah desa yang berke!ukupan dalam hal sdm ) sumber daya manusia dan juga dalam hal dana modal sehingga sudah dapat memanfaatkan dan menggunakan segala potensi fisik dan non fisik desa se!ara maksimal. ehidupan desa swasembada sudah mirip kota yang modern dengan pekerjaan mata pen!arian yang beraneka ragam serta sarana dan prasarana yang !ukup lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat pedesaan maju.

PILA

E;&A?$A? DESA 6

I%A

:ang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo artodikusuma mengemukakan sebagai berikut. Desa

adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. 'enurut #intaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu 1suatu daerah2, dalam hubungan dan pengaruhnya se!ara timbal balik dengan daerah lain.

Sedang menurut Paul 7. Landis .Desa adalah pendudunya kurang dari (.544 jiwa. Dengan !iri !iri sebagai berikut . a2 mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. b2 Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan !2 /ara berusaha 1ekonomi2adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti . iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. Pola %ata ;uang Desa ota

Desa merupakan suatu lokasi di pedesaan dengan kondisi lahan sangat heterogen dan topografi yang beraneka ragam. Pola tata ruangnya sangatlah tergantung pada topografi yang ada. Pola tata ruang merupakan pemanfaatan ruang atau lahan di desa untuk keperluan tertentu sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan berguna bagi kelangsungan hidup penduduknya.

Pemanfaatan lahan di desa dibedakan atas dua fungsi, yaitu. 1. 8ungsi sosial adalah untuk perkampungan desa. (. 8ungsi ekonomi adalah dimanfaatkan untuk akti0itas ekonomi seperti , sawah, perkebunan, pertanian dan peternakan Dalam penataan ruang desa maupun kota diperlukan empat komponen, yaitu . 1. Sumberdaya alam, (. Sumberdaya manusia, *. 3P%E dan

-. Spatial 1keruangan2 Pola tata ruang desa pada umumnya sangat sederhana, letak rumah di kelilingi pekarangan !ukup luas, jarak antara rumah satu dengan lain !ukup longgar, setiap mempunyai halaman, sawah dan ladang di luar perkampungan.

Pada desa yang sudah berkembang pola tata guna lahan lebih teratur, yaitu

adanya perusahaan yang biasa mengolah sumberdaya desa, terdapat pasar tradisional, tempat ibadah rapi, sarana dan prasarana pendidikan serta balai kesehatan. Semakin maju daerah pedesaan, bentuk penataan ruang semakin teratur dan tertata dengan baik. Pola persebaran dan pemukiman desa menurut ; #intarto 11B>>2 sebagai berikut.

1. Pola Radial (. Pola Tersebar *. Pola memanjang sepanjang pantai -. Pola memanjang sepanjang sungai 5. Pola memanjang sepanjang jalan 9. Pola memanjang sejajar dengan jalan kereta api #entuk dan pola tata ruang kota, dalam penataannya tidak terlepas memperhatikan !orak kehidupan penduduk, karena penduduk kota sudah memiliki !orak ragam kehidupan yang heterogen, sehingga pola pola tataguna lahan untuk ruang di kota sudah diran!ang dengan baik terutama memperhatikan pengadaan sarana perkotaan dengan baik dan terpadu yang meliputi . 1. penyediaan air bersih (. drainase yang baik *. pengelolaan sampah -. sanitasi lingkungan 5. perbaikan kampung 9. pemeliharaan jalan kota

>. perbaikan prasarana fungsi pasar. . Daerah, dalam arti tanah,tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi, luas dan #atas yang merupakan lingkungan geografis setempat. (. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pen!aharian penduduk desa setempat. *. %ata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan,ikatan pergaulan warga desa. "adi menyangkut seluk,beluk kehidupan masyarakat desa 1rural so!iety2. etiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan &nsur daerah, penduduk dan tata kehidupan merupakan suatu kesatuan hidup atau JLi0ing unitJ Daerah menyediakan kemungkinan hidup, penduduk menggunakan kemungkinan yang disediakan oleh daerah itu guna,mempertahankan hidup. %ata kehidupan, dalam artian yang baik memberikan jaminan akan ketenteraman dan keserasian hidup bersama di desa. 1#intaro, 1B>>. 152.

&nsur lain yang termasuk unsur desa yaitu, unsur letak. Letak suatu desa pada umumnya selalu jauh dari kota atau dari pusat pusat keramaian. Peninjauan ke desa,

desa atau perjalanan ke desa sama artinya dengan menjahui kehidupan di kota dan lebih mendekati daerah,daerah yang monoton dan sunyi. Desa,desa yang pada perbatasan kota mempunyai kemampuan berkembang yang lebih banyak dari pada desa,desa di pedalaman. &nsur letak menentukan besar,ke!ilnya isolasi suatu daerah terhadap daerah,daerah lainnya. Desa yang terletak jauh dari batasan kota mempunyai tanah,tanah pertanian yang luas. 3ni disebabkan karena penggunaan tanahnya lebih banyak dititik beratkan pada tanaman pokok dan beberapa tanaman perdagangan daripada gedung,gedung atau perumahan. Penduduk merupakan unsur yang penting bagi desa. JPotential man powerJ terdapat di desa yang masih terikat hidupnya dalam bidang pertanian.

adang,kadang di beberapa desa terdapat tenaga, tenaga yang berlebihan di bidang pertanian, sehingga timbul apa yang disebut dengan istilah pengangguran tak kentara atau Jdisguished unemplomentJ. Dalam hal ini perlu diperhatikan penyaluran,penyaluran yang sebaik,baiknya, misalnya dengan lebih meningkatkan dan menyebarkan Jrural industriesJ atau migrasi yang efisien.