Anda di halaman 1dari 127

KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RME PADA POKOK BAHASAN SEGI EMPAT BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII

SEMESTER 2 SMP NEGERI 4 KUDUS TAHUN PESERTA DIDIKAN 2006/2007

SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

SI

S TA

NEGERI

SE

U N IV E R

AR
AN G

Oleh Nama NIM Program studi Jurusan : Frida Mayferani : 4101403577 : Pendidikan Matematika S-1 : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada Hari Tanggal : : Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam, S. M. S. NIP. 130781011 Pembimbing I

Drs. Supriyono, M. Si NIP. 130815345 Ketua Penguji

Dra. Nurkaromah D., M.Si NIP. 131876228 Pembimbing II

Muh. Fajar S., S.Si, M.Si NIP. 132231407 Anggota Peguji

Dra. Kristina W.,M.S. NIP. 131568307

1. Dra. Nurkaromah D., M.Si NIP. 131876228

2. Dra. Kristina W.,M.S. NIP. 131568307

ii

ABSTRAK Metode belajar, kesiapan guru dan persepsi sebagian besar peserta didik terhadap Matematika menjadi penyebab stagnannya pengajaran matematika. Pendekatan yang diterapkan kurang bermakna dan tidak mengaplikasikan keterampilan berhitung pada situasi pemecahan masalah sehingga peserta didik menjadi bosan dan tidak menyenangi Matematika. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang dapat mengubah persepsi tersebut melalui model pembelajaran yang mudah diterima oleh peserta didik dan bersifat realistis. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk meneliti suatu model pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang real. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) lebih efektif dibanding dengan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery dan ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun pelajaran 2006/2007. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dengan jumlah seluruhnya 301 peserta didik. Sampel penelitian ini sebanyak 128 peserta didik yang terbagi dalam kelompok eksperimen I menggunakan model pembelajaran RME terdiri dari 42 peserta didik, kelompok eksperimen II menggunakan model pembelajaran dengan media LKS dalam metode discovery terdiri dari 43 peserta didik dan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori terdiri dari 43 peserta didik. Untuk memperoleh data digunakan tes pada tiap-tiap kelompok dalam bentuk uraian. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians satu arah (One-Way ANOVA). Berdasarkan ANAVA dengan taraf signifikansi( = 5 % ) diperoleh nilai = 0,007 ), karena < maka hipotesis ditolak. Berdasar uji lanjut dengan kritis( uji pembandingan ganda Scheffe diperoleh data sebagai berikut. Kelompok Interval konvidensi Kesimpulan LKS - Ekspositori Tidak ada keputusan 9,4883 < 1 2 < 10,2325 RME Ekspositori 20,9554 < 1 3 < 1,1175 3 > 1

LKS - RME

21,3275 < 2 3 < 1,4897

3 > 2

Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh simpulan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan implementasi model pembelajaran RME lebih baik dibanding kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan implementasi model pembelajaran ekspositori, (2) kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan implementasi model pembelajaran RME lebih baik dibanding kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan implementasi model pembelajaran menggunakan media LKS dalam metode discovery, (3) kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan implementasi model pembelajaran menggunakan media LKS dalam metode discovery tidak bisa dibandingkan dengan

iii

kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam implementasi model pembelajaran ekspositori. Saran yang dapat disumbangkan dalam penelitian ini adalah para guru matematika supaya lebih kreatif dalam mencari suatu bentuk model pembelajaran sebagai alternatif dalam pengajaran. Salah satu alternatifnya adalah model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME).

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah : 249). Bahagia adalah udara, kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati, semakin kita mengejarnya semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.

Saya melakukan cara terbaik yang saya ketahui yang terbaik yang dapat saya lakukan, dan
saya bermaksud untuk tetap melakukan yag terbaik sampai akhir hayat saya (Abraham Lincoln).

PERSEMBAHAN
Skripsi ini kuperuntukkan kepada : Mama dan papa yang selalu menjadi embun penyejuk jiwa dan cahaya jiwaku Mas Afis dan dik Arta yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang Teman-teman semangat Mas Eka, Fitri, Andi dan Nia (Cinta dan Terimakasih) P'mat angkatan 2003 dan ADINDA KOST yang selalu memberikan

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Keberhasilan penulis dalam penyelesaian skripsi ini juga atas bantuan dari berbagai pihak, dengan rasa rendah hati penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada : 1. Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si., Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Drs. Kasmadi Imam S, M.S., Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. 3. Drs. Supriyono, M.Si., Ketua jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang. 4. Dra. Nurkaromah D., M.Si., Dosen pembimbing I yang telah banyak memberikan petunjuk dan saran dalam penyelesaian skripsi ini. 5. Dra. Kristina W., M.S., Dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan petunjuk dan saran dalam penyelesaian skripsi ini. 6. Parjiyono, S.Pd., Kepala SMP Negeri 4 Kudus. 7. Umi Salamah, S.Pd., Guru mata pelajaran matematika kelas VII SMP Negeri 4 Kudus. 8. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih belum sempurna hal ini karena keterbatasan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan dan penyempuranaan tulisan berikutnya.

vi

Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Semarang, Agustus 2007

Penulis

vii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... ABSTRAK ....................................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................... KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................................... DAFTAR TABEL............................................................................................ DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................... B. Rumusan Masalah .............................................................................. C. Tujuan Penelitian................................................................................ D. Manfaat Penelitian ............................................................................. E. Penegasan Istilah ................................................................................ F. Sistematika Skripsi ............................................................................. BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Landasan Teori................................................................................... 1. Pembelajaran Matematika............................................................. 2. Model-Model Pembelajaran Matematika...................................... 3. Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) ... 8 8 10 13 1 4 4 5 5 6 i ii iii v vi viii x xi xii

4. Model Pembelajaran Menggunakan Media Lembar Kerja Peserta didik (LKS) Dalam Metode Discovery .................................................. 5. Model Pembelajaran Ekspositori .................................................. 6. Pemecahan Masalah...................................................................... B. Tinjauan Materi Pelajaran .................................................................. 17 17 18 21

viii

1. Persegi Panjang ............................................................................. 2. Persegi ........................................................................................... C. Kerangka Berfikir............................................................................... D. Hipotesis............................................................................................. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penentuan Obyek Penelitian ................................................. B. Variabel Penelitian ............................................................................. C. Metode Pengumpulan Data ................................................................ D. Prosedur Penelitian............................................................................. E. Analisis Instrumen .............................................................................. F. Analisis Data....................................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .................................................................................. 1. Uji Normalitas............................................................................... 2. Uji Homogenitas ........................................................................... 3. Analisis Varians ............................................................................ 4. Uji Pembandingan Ganda Scheffe ................................................ B. Pembahasan ........................................................................................ BAB V PENUTUP A. Simpulan ........................................................................................... B. Saran .................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

21 24 26 28

29 31 32 32 33 37

44 44 45 46 46 48

51 51 52

ix

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman 20 32 44 45 46 47

1.1 Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika .... 3.1 Prosedur Penelitian ......................................................................................... 4.1 Output SPSS Uji Normalitas Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah ... 4.2 Output SPSS Uji Homogenitas Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah 4.3 Output SPSS Analisis Varians Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah. 4.4 Output SPSS Uji Pembandingan Ganda Scheffe ............................................

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman 39 41 41 42

3.1 One Sample Kolmogorov Smirnov Test ......................................................... 3.2 One Way Anova.............................................................................................. 3.3 kotak dialog Options .................................................................................. . .. 3.4 Post-Hoc..........................................................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Nama dan Kode Kelas Uji Coba...................................................... 2. Daftar Nilai Raport Kelas VII SMP Negeri 4 Kudus.................................. 3. Daftar Nama Kelas Eksperimen dan Kontrol.............................................. 4. Daftar Nilai Raport Kelas Eksperimen dan Kontrol ................................... 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................... 6. Lembar Kerja Siswa (LKS)......................................................................... 7. Uji Normalitas Data Nilai Raport Populasi................................................. 8. Uji Homogenitas Data Nilai Raport Populasi ............................................. 9. Analisis Varians Data Nilai Raport Populasi .............................................. 10. Kisi-Kisi Soal Uji Coba Instrumen .......................................................... 11. Soal Tes Uji Coba ...................................................................................... 12. Kunci Jawaban Soal Tes Uji Coba ............................................................ 13. Hasil Uji Coba Instrumen........................................................................... 14. Instrumen Soal Yang Dipakai .................................................................... 15. Contoh Perhitungan Validitas Soal ............................................................ 16. Contoh Perhitungan Reliabilitas Soal ....................................................... 17. Contoh Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal ........................................... 18. Contoh Perhitungan Daya Pembeda Soal .................................................. 19. Soal Tes Kemampuan Pemecahan Masalah............................................... 20. Kunci Jawaban Soal Tes Kemampuan Pemecahan Masalah .....................

Halaman 55 56 57 58 59 84 92 93 94 95 97 98 101 103 104 106 107 108 109 110

21. Daftar Nilai Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............................................................................................. 22. Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............................... 23. Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol............................ 24. Analisis Varians ......................................................................................... 25. Uji Scheffe ................................................................................................. 26. Tabel Nilai-Nilai r Product Moment .......................................................... 113 114 115 116 117 118

xii

27. Daftar Kritik Uji T .....................................................................................

119

xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Salah satu karakteristik Matematika adalah mempunyai objek bersifat abstrak sehingga peserta didik mempersepsikan bahwa Matematika

merupakan peserta didikan yang sulit dipahami dan sulit diaplikasikan dalam situasi kehidupan real. Berdasarkan hasil survei Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) tahun 2003 menempatkan Indonesia pada posisi ke-34 dalam bidang Matematika dari 45 negara yang disurvei dan diketahui dikategorikan berada di bawah standar internasional dalam penguasaan Matematika(www.kompas.com/kompascetak/0603/13/jabar /418.htm). Metode belajar, kesiapan guru dan persepsi sebagian besar peserta didik terhadap Matematika menjadi penyebab stagnannya pengajaran Matematika. Terbukti dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh sebagian besar sekolah-sekolah adalah masih menggunakan pendekatan latihan pada pembelajaran Matematika dengan mengembangkan kemampuan pikiran melalui latihan berulang keterampilan berhitung dan meminta peserta didik menghafal langkah atau rumus-rumus. Dari situasi tersebut, pendekatan yang diterapkan kurang bermakna dan tidak mengaplikasikan keterampilan berhitung pada situasi pemecahan masalah sehingga peserta didik menjadi bosan dan tidak menyenangi

Matematika. Untuk membuat Matematika mudah difahami, guru harus bekerja keras mengajarkan Matematika pada peserta didik dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan yang dapat mengubah persepsi tersebut melalui model pembelajaran yang mudah diterima oleh peserta didik dan bersifat realistis artinya berhubungan erat dengan lingkungan sekitar. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika dikenal berbagai macam model pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). Dalam Suyitno (2004:38) Pembelajaran dengan model RME merupakan model pembelajaran yang dilakukan melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan-persoalan realistik. Model ini bertitik tolak dari hal-hal yang real (nyata) bagi peserta didik, menekankan keterampilan process of doing mathematics, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi, akhirnya menggunakan Matematika untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Pemecahan masalah merupakan salah satu kecakapan Matematika dan aspek penting dalam pengajaran Matematika. Kecakapan ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui pembelajaran yang didekatkan dengan masalahmasalah realistis dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan masalah-masalah tersebut nantinya peserta didik akan menemukan pengetahuan Matematika formal. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan rancangan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan menggunakan Matematika dalam pemecahan masalah (www.kompas.com). Agar maksud itu tercapai maka peran guru sangat menentukan dalam mendekatkan Matematika dengan peserta didik. Salah satu caranya adalah mengembangkan pembelajaran Matematika dengan menggabungkan konsep dan keterampilan dasar Matematika dengan situasi sosial. Selama ini kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Kudus pada pokok bahasan segi empat cukup baik. Akan tetapi, masih ada keinginan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik mampu memecahkan masalah seharihari yang berkaitan dengan konsep segi empat. Berdasarkan pada pengamatan dan penuturan guru mata peserta didikan Matematika di SMP Negeri 4 Kudus, pembelajaran Matematika di SMP tersebut menggunakan model pembelajaran ekspositori. Secara otomatis, hanya peserta didik yang memiliki kecenderungan untuk aktif saja yang akan maju dan berkembang. Peserta didik yang belum aktif akan menerima begitu saja yang diberikan dalam penjelasan guru. Mereka tidak akan menerima penjelasan lebih lanjut, sehingga dalam penerapan kehidupan sehari-hari akan kurang dipahami dan dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang dapat membuat peserta didik paham akan materi yang disampaikan dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut. 1. Apakah model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) lebih efektif dibanding dengan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery dan ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun pelajaran 2006/2007? 2. Apakah model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery lebih efektif dibanding model

pembelajaran ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun pelajaran 2006/2007?

C. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) lebih efektif dibanding dengan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery dan ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun pelajaran 2006/2007.

D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Sebagai masukan untuk guru dalam usaha meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah. 2. Peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dalam mata peserta didikan Matematika. E. Penegasan Istilah Untuk menghindari salah pengertian mengenai judul skripsi ini, maka beberapa istilah yang terdapat pada judul perlu dijelaskan. Adapun istilah yang perlu dijelaskan adalah sebagai berikut. 1. Keefektifan Efektif adalah ada efeknya (pengaruhnya, akibatnya, kesannya); manjur; mujarab; mempan. Keefektifan adalah keadaan berpengaruh; hal berkesan (Depdiknas, 2003:284). Keefektifan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dalam implementasi model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah dalam implementasi model pembelajaran

menggunakan media Lembar Kerja Peserta didik (LKS) dalam metode discovery maupun ekspositori.

2. Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) merupakan model pembelajaran Matematika di sekolah yang bertitik tolak dari hal-hal yang real bagi kehidupan peserta didik (Suyitno, 2004:38). 3. Segi Empat Segi empat merupakan salah satu materi matematika yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII semester 2. Materi segi empat yang diberikan dalam penelitian ini adalah persegi panjang dan persegi.

F. Sistematika Skripsi Secara garis besar, skripsi dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir skripsi. Bagian awal skripsi terdiri atas halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi dan daftar lampiran. Bagian isi skripsi terdiri atas hal-hal sebagai berikut. 1. BAB I PENDAHULUAN yang meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi. 2. BAB IILANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS berisi tentang landasan teoritis mengenai pembelajaran matematika, model-model pembelajaran matematika, model pembelajaran Realisic Mathematics Education (RME),

model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS), model pembelajaran ekspositori, pemecahan masalah, kerangka berfikir dan Hipotesis. 3. BAB III METODE PENELITIAN meliputi: metode penentuan obyek penelitian, variabel penelitian, prosedur penelitian, metode pengumpulan data, analisis instrumen, dan analisis data. 4. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN yang meliputi: hasil penelitian dan pembahasan penelitian. 5. BAB V PENUTUP yang meliputi simpulan dan saran. Bagian akhir skripsi meliputi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori 1. Pembelajaran Matematika Pembelajaran terjemahan dari kata instruction yang berarti self instruction dan eksternal instruction. Dalam Sugandi (2004:9)

Pembelajaran merupakan suatu kumpulan proses yang bersifat individual, yang merupakan stimulus dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi, yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Selain itu definisi lain dari pembelajaran (Suyitno, 2004:2) adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan peserta didik serta antara peserta didik dengan peserta didik. Matematika berasal dari bahasa latin Manthanein atau Mathema yang berarti belajar atau hal yang dipeserta didiki. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Menurut Gravemeijer (dalam http://zainurie .wordpress.com/2007/04/13/pembelajaran-Matematikarelistik-rme/) Matematika sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep Matematika dengan bimbingan orang dewasa. Ciri utama Matematika adalah penalaran

deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam Matematika bersifat konsisten. Pembelajaran Matematika adalah suatu proses atau kerja guru mata peserta didikan Matematika dalam mengajarkan Matematika kepada para peserta didiknya. Pembelajaran Matematika menurut pandangan

konstruktivis adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengonstruksi konsep-konsep/prinsip-prinsip Matematika dengan

kemampuan sendiri melalui proses internalisasi. Menurut Davis (dalam http://zainurie. wordpress. com /2007 /04 /13 /PembelajaranMatematikarelistikrme/) pandangan konstruktivis dalam pembelajaran Matematika berorientasi pada empat hal yaitu : (1) pengetahuan dibangun dalam pikiran melalui proses asimilasi atau akomodasi, (2) dalam pengerjaan Matematika, setiap langkah peserta didik dihadapkan kepada apa, (3) informasi baru harus dikaitkan dengan pengalamannya tentang dunia melalui suatu kerangka logis yang mentransformasikan, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan

pengalamannya, dan (4) pusat pembelajaran adalah bagaimana peserta didik berpikir, bukan apa yang mereka katakan atau tulis. Tujuan pembelajaran Matematika adalah sebagai berikut

(http://ktsp.diknas.go.id/ktsp_smp.php). a. Menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.

10

b. Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, grafik atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah. c. Menggunakan penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. d. Menunjukkan kemampuan strategik dalam membuat (merumuskan), menafsirkan dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah. e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.

2. Model-Model Pembelajaran Matematika Pada saat ini banyak dikembangkan model-model pembelajaran, pemilihan model pembelajaran tersebut disesuaikan dengan materi bahan ajar yang akan disampaikan. Dalam memilih model pembelajaran, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut (Suyitno, 2004:29). a. Bagi peserta didik SD dan SMP banyak yang masih berada dalam tahap berpikir konkret. Model dan metode apa pun yang diterapkan, pemanfaatan alat peraga masih diperlukan dalam menjelaskan beberapa konsep Matematika. Peserta didik SMA, tahap berpikirnya sudah formal walaupun demikian implementasi alat peraga kadangkadang juga diperlukan. b. Tidak perlu mendewakan salah satu model pembelajaran yang ada karena setiap model pembelajaran pasti memiliki kelemahan dan kekuatan. c. Kita dapat memilih salah satu model pembelajaran yang kita anggap sesuai dengan materi peserta didikan dan jika perlu kita dapat menggabungkan beberapa model pembelajaran. d. Kita harus menguasai materi yang akan disampaikan.

11

Model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru sangat beragam (Suyitno, 2004:31) diantaranya adalah sebagai berikut. a. Model pembelajaran pengajuan soal (problem possing) Model pembelajaran yang mewajibkan para peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri. b. Model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning-CTL) Model pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. c. Model pembelajaran Pakem Model pembelajaran dimana pembelajaran bersifat aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. d. Model pembelajaran quantum (quantum teaching) Model pembelajaran yang menggubah (mengorkestrasi) suasana belajar menjadi suasana yang menyenangkan bagi peserta didik. e. Model pembelajaran berbalik (reciprocal teaching) Model pembelajaran dimana peserta didik menyampaikan materi kembali seperti guru menerangkan materi tersebut.

12

f. Model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil Model pembelajaran yang membantu peserta didik di dalam mengajarkan materi kepada teman-temannya. g. Model pembelajaran problem solving Model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir tinggi peserta didik. h. Model pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) Model pembelajaran dimana peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil. i. Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Model pembelajaran Matematika di sekolah yang bertitik tolak dari hal-hal yang real bagi kehidupan peserta didik. Dari beberapa model pembelajaran di atas terdapat beberapa model pembelajaran yang hampir sama yakni model pembelajaran RME dan CTL. Keduanya mempunyai persamaan yaitu model pembelajaran yang sama-sama bertitik tolak dari hal-hal realistis bagi peserta didik. Selain itu keduanya mempunyai perbedaan dalam penerapannya, CTL dapat diterapkan dalam berbagai bidang studi sedangkan RME lebih mengkhususkan pada bidang studi Matematika. Perbedaan yang lain antara implementasi RME dan CTL dalam Matematika adalah pemberian soal realistik dalam model pembelajaran RME diberikan sebelum materi sedangkan pada model pembelajaran CTL dapat diberikan pada sebelum atau sesudah materi.

13

3. Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Realistic Mathematics Education (RME) pertama kali

dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Menurut Gravemeijer dalam Suharta mengatakan bahwa Matematika harus dikaitkan dengan realita dan Matematika merupakan aktifitas manusia. Matematika harus dikaitkan dengan realita berarti Matematika harus dekat dan relevan dengan peserta didik. Sedangkan Matematika sebagai aktivitas manusia maksudnya manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep Matematika dengan bimbingan orang dewasa. Realistic dalam hal ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan oleh peserta didik. Menurut pandangan Freudenthal mengenai RME adalah

mathematics must be connected to reality and mathematics as a human activity. Pertama, Matematika harus dekat terhadap peserta didik dan harus relevan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Kedua, ia menekankan bahwa Matematika sebagai aktifitas manusia, sehingga peserta didik harus diberi kesempatan untuk belajar melakukan aktifitas semua topik dalam Matematika. Menurut Zainurie (dalam http:// zainurie.wordpress.com /2007 /04 /13 / pembelajaranMatematikarelistikrme/) Secara umum, RME terdiri dari lima karakteristik yaitu sebagai berikut.

14

a. Implementasi real konteks sebagai titik tolak belajar matematika Dalam RME, pembelajaran diawali dengan masalah kontekstual (dunia nyata) sehingga memungkinkan mereka menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. b. Implementasi model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau rumus Model yang dimaksudkan dalam hal ini adalah model yang berkaitan dengan model situasi dan model matematik yang dikembangkan oleh peserta didik sendiri (self developed models). Peran self developed models adalah jembatan bagi peserta didik dari situasi real ke situasi abstrak atau dari Matematika informal ke Matematika formal. Artinya peserta didik membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah. c. Menggunakan produksi dan konstruksi Streefland menekankan bahwa dengan pembuatan produksi bebas peserta didik terdorong untuk melakukan refleksi pada bagian yang mereka anggap penting dalam proses belajar. d. Mengaitkan sesama topik dalam matematika Pengintegrasian unit-unit Matematika dalam RME adalah essensial. Dalam mengaplikasikan Matematika diperlukan pengetahuan yang lebih kompleks, tidak hanya aritmetika, aljabar, atau geometri tetapi juga bidang lain.

15

e. Implementasi metode interaktif dalam belajar Matematika Dalam RME, interaksi antarpeserta didik dengan guru merupakan hal yang mendasar. Bentuk-bentuk interaksi tersebut berupa negosisasi, penjelasan, pembenaran, setuju, tidak setuju, pertanyaan atau refleksi yang digunakan untuk mencapai bentuk formal dari bentuk-bentuk informal peserta didik. Selain karakteristik di atas, Zulkardi (dalam http:// www.

geocities.com /ratuilma/paper/Semarang.html) menambahkan satu karakteristik lagi yaitu menghargai ragam jawaban dan kontribusi peserta didik. Implementasi pembelajaran dengan pendekatan RME di sekolah adalah sebagai berikut. 1) Guru menyiapkan 1 soal realistik yang akan dikerjakan para peserta didik secara informal. 2) Guru mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik. 3) Guru mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik dengan menghargai keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik. 4) Guru meminta beberapa peserta didik untuk menjelaskan temuannya di depan kelas. 5) Guru mengulang jawaban peserta didik dengan tanya jawab. 6) Setelah itu, guru menunjukkan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut.

16

Menurut Dantes dan Suharta (dalam http:// www.balipost.co.id/ balipostcetak/2005/4/1/pen4.htm) pembelajaran Realistic guru dan peserta didik (RME) dalam perlu

Mathematics

Education

memperhatikan hal-hal sebagai berikut. a. Untuk guru 1) Membuat masalah yang realistis. 2) Menyiapkan sumber belajar atau alat peraga yang dapat merangsang anak berpikir dan tidak sekadar menghafal. 3) Menguasai bahan peserta didikan. Artinya guru harus ahli di bidangnya. 4) Menguasai atau memahami psikologi dalam mendidik anak-anak. 5) Menguasai metode pengajaran yang inovatif. 6) Menguasai masalah-masalah yang berkaitan dengan pengembangan pribadi dan keprofesian. b. Untuk peserta didik 1) Banyak latihan. 2) Jangan cepat menyerah. 3) Belajar untuk tidak menghafal, tetapi harus memahami masalah. 4) Setiap langkah munculkan pertanyaan mengapa, lalu temukan jawabannya. Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) memiliki beberapa manfaat (www.balipost.co.id), antara lain sebagai berikut.

17

a. Peserta didik lebih berani dalam memberi tanggapan. b. Peserta didik dapat menghargai pendapat orang lain. c. Penalaran peserta didik menjadi lebih baik. d. Komunikasi Matematika jadi terbangun secara baik. e. Peserta didik menjadi mengerti tentang Matematika tanpa harus menghafal. f. Peserta didik belajar secara enjoy, tidak takut salah. 4. Model Pembelajaran Menggunakan Media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam Metode Discovery Model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) lebih banyak menerapkan metode latihan, yaitu metode pembelajaran Matematika yang lebih banyak ditujukan agar peserta didik cepat dan cermat dalam menyelesaikan soal. Jadi penekanannya lebih pada menghafal algoritma dan prosedur Matematika secara cepat dan cermat menggunakannya. Pembelajaran menggunakan media LKS dalam penelitian ini adalah dengan metode penemuan terbimbing atau sering disebut discovery (discovery learning). Dalam metode penemuan terbimbing, para peserta didik diberi bimbingan singkat untuk menemukan jawabannya.

5. Model Pembelajaran Ekspositori Pembelajaran ekspositori adalah pembelajaran dimana cara penyampaian peserta didikan dari seorang guru kepada peserta didik di

18

dalam kelas dengan cara berbicara di awal peserta didikan, menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab. Dalam Suyitno (2004:4) hal tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar, termasuk dalam menilai kemajuan belajar peserta didik. Pembelajaran cenderung bersikap memberi atau menyerahkan pengetahuan dan membatasi jangkauan peserta didik. Dengan demikian peserta didik terbatas dalam mengungkapkan pendapat, pasif dan bergantung pada guru, sehingga keberhasilan sangat bergantung pada keterampilan dan kemampuan guru.

6. Pemecahan Masalah Pemecahan masalah merupakan kompetensi strategis yang ditunjukkan peserta didik dalam memahami, memilih pendekatan dan strategi pemecahan, dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah (Budihardjo, 2006:6). Pemecahan masalah merupakan cara belajar yang mengharuskan peserta didik untuk menemukan jawabannya (discovery) tanpa bantuan khusus (Nasution, 2003:173). Masalah dapat dipandang sebagai proses dimana peserta didik menemukan kombinasi aturan-aturan yang telah dipeserta didikinya lebih dahulu yang digunakannya untuk memecahkan masalah yang baru. Namun memecahkan masalah tidak sekedar

19

menerapkan aturan-aturan yang diketahui, akan tetapi juga menghasilkan peserta didikan baru. Menurut John Dewey (Nasution, 2003:171) langkah-langkah yang diikuti dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. a. Peserta didik dihadapkan dengan masalah. b. Peserta didik merumuskan masalah itu. c. Ia merumuskan hipotesis. d. Ia menguji hipotesis itu. Indikator-indikator dalam pencapaian peningkatan kemampuan pemecahan masalah ( Budihardjo, 2006:6) adalah sebagai berikut. a. b. Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman masalah. Peserta didik mampu mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah. c. Peserta didik mampu menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk. d. Peserta didik mampu memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah. e. f. Peserta didik mampu mengembangkan strategi pemecahan masalah. Peserta didik mampu membuat dan menafsirkan model Matematika dari suatu masalah. g. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah yang tidak rutin. Dalam menilai kemampuan pemecahan masalah digunakan pedoman penskoran tes kemampuan pemecahan masalah Matematika,

20

mengadopsi penskoran pemecahan masalah yang dikemukakan oleh schoen dan ochmke seperti terlihat pada tabel sebagai berikut. Tabel 1.1 Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Skor Memahami Masalah Merencanakan Strategi Penyelesaian Salah Tidak ada menginterpret rencana strategi asikan/ tidak penyelesaian memahami soal/ tidak ada jawaban Interpretasi Merencanakan soal kurang strategi tepat/ salah penyelesaian menginterpret yang tidak asikan relevan sebagian soal/ mengabaikan kondisi soal Melaksanakan Strategi Penyelesaian Tidak ada penyelesaian sama sekali Memeriksa Kembali Hasil Tidak ada pengecekan jawaban/ hasil

Melaksanakan prosedur yang benar dan mungkin menghasilkan jawaban yang benar tetapi salah perhitungan/ penyelesaian tidak lengkap. Memahami Membuat Melakukan soal dengan rencana strategi prosedur/ baik. penyelesaian proses yang yang kurang benar dan relevan mendapatkan sehingga tidak hasil yang dapat benar. dilaksanakan/ salah Membuat rencana strategi penyelesaian yang benar tetapi tidak lengkap.

Ada pengecekan jawaban/ hasil tetapi tidak tuntas.

Pengecekan dilaksanaka n untuk melihat kebenaran proses.

21

Skor maksimal 2

Membuat rencana strategi penyelesaian yang benar dan mengarah pada jawaban yang benar. Skor maksimal 4

Skor maksimal 2

Skor maksimal 2

B. Tinjauan Materi Peserta didikan 1. Persegi Panjang a. Pengertian Persegi Panjang

Persegi panjang adalah segi empat dengan sepasang sisi sama panjang dan sejajar, dan salah satu sudutnya siku-siku (Sukino dan Simangunsong, 2004:317). b. Sifat-sifat persegi panjang Persegi panjang memiliki sifat-sifat sebagai berikut (Sukino dan Simangunsong, 2004:317). 1)

Setiap sudutnya siku-siku 2)

22

Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang dan saling berpotongan di titik pusat persegi. Titik tersebut membagi diagonal menjadi dua bagian sama panjang 3).

Mempunyai dua sumbu simetri yaitu sumbu vertikal dan horizontal. c. Keliling dan luas daerah persegi panjang 1) Keliling Daerah Persegi Panjang Keliling daerah persegi panjang merupakan jumlah seluruh panjang sisinya (Sukirno dan Simangunsong, 2004:317). Rumus keliling daerah persegi panjang adalah sebagai berikut.
K = 2( p + l )

dimana

K menyatakan keliling daerah persegi panjang,

p menyatakan panjang daerah persegi panjang,


l menyatakan lebar daerah persegi panjang.

2) Luas Daerah Persegi Panjang Luas daerah persegi panjang adalah hasil kali panjang dan lebarnya (Sukirno dan Simangunsong, 2004:317). Rumus luas daerah persegi panjang adalah sebagai berikut.

L = px l
dimana L menyatakan luas daerah persegi panjang.

23

d. Contoh soal dan penyelesaian 1) Sebuah kebun dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 7 meter. Sekeliling kebun itu akan dipasang pagar. Biaya pembuatan pagar Rp 40.000,00 tiap meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pembuatan pagar tersebut? Penyelesaian : Diketahui : p = 20 meter
l = 7 meter

Biaya pembuatan pagar Rp 40.000,00 tiap meter. Ditanya : biaya yang diperlukan untuk pembuatan pagar = ? Jawab:
K = 2( p + l ) = 2 (20 + 7) = 2 x 27 = 54 meter.

Jadi biaya yang diperlukan untuk pembuatan pagar adalah 54 x Rp 40.000,00 = Rp 2.160.000,00 2) Pak Walmen membeli sebidang tanah berukuran 25 m x 15 m. Apabila harga tiap m 2 tanah itu adalah Rp 100.000,00 berapakah uang yang harus dikeluarkan oleh Pak Walmen untuk membeli tanah itu? Penyelesaian : Diketahui : ukuran tanah = 25 m x 15 m harga tiap m 2 tanah itu adalah Rp 100.000,00 Ditanya : uang yang harus dikeluarkan oleh Pak Walmen untuk membeli tanah = ?

24

Jawab : Luas tanah yang akan dibeli pak Walmen = 25 m x 15 m = 375 m2 Jadi uang yang harus dikeluarkan oleh pak Walmen untuk membeli tanah tersebuat adalah 375 x Rp 100.000,00 = Rp 37.500.000,00

2. Persegi a. Pengertian persegi

Persegi adalah suatu segi empat yang semua sisinya sama panjang dan keempat sudutnya siku-siku (Sukirno dan Simangunsong, 2004:317). b. Sifat-sifat persegi Sifat-sifat yang dimiliki oleh persegi adalah sebagai berikut (Sukirno dan Simangunsong, 2004:317). 1) mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang dan berpotongan di tengah 2) Setiap sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya 3) memiliki 4 sumbu simetri

c. Keliling dan luas daerah persegi 1) Keliling Daerah Persegi Keliling daerah persegi merupakan jumlah seluruh panjang sisinya (Sukirno dan Simangunsong, 2004:317).

25

Rumus keliling daerah persegi adalah sebagai berikut.

K = 4s
dimana K menyatakan keliling daerah persegi,

s menyatakan sisi daerah persegi.


2) Luas Daerah Persegi Luas daerah persegi adalah kuadrat panjang sisinya (Sukirno dan Simangunsong, 2004:317). Rumus luas daerah persegi adalah sebagai berikut.

L = s2
dimana L menyatakan luas daerah persegi panjang.

d. Contoh Soal Dan Penyelesaian 1) Sebuah taman di sekelilingnya akan ditanami pohon cemara dengan jarak antar pohon adalah 10 meter. Apabila sisi taman itu 50 meter. Berapa banyak pohon cemara di sekeliling taman itu? Penyelesaian: Diketahui: panjang sisi taman = 50 meter Jarak antar pohon = 10 meter

Ditanya : banyak pohon cemara di sekeliling taman = ... ? Jawab : keliling taman = 4 s = 4 x 50 = 200 meter. Banyak pohon cemara di sekeliling taman =
200 = 20 pohon. 10

26

2) Lantai sebuah ruangan akan ditutupi ubin persegi berukuran 30 cm x 30 cm, sedangkan ruangan tersebut berukuran 6 m x 6 m. Berapa banyak ubin yang diperlukan? Penyelesaian: Diketahui : ukuran ubin = 30 cm x 30 cm = 0,3 m x 0,3 m ukuran ruangan = 6 m x 6 m Ditanya : banyak ubin yang diperlukan = ? Jawab : 0,3 m 6m 0,3 m

6m

Banyak ubin yang diperlukan = (6 x 6) : (0,3 x 0,3) = 36 : 0,09 = 400 buah ubin.

C. Kerangka Berfikir

Kemampuan pemecahan masalah dipandang sebagai proses dimana peserta didik menemukan kombinasi aturan-aturan yang telah dipeserta didikinya lebih dahulu yang digunakannya untuk memecahkan masalah yang baru. Dalam hal ini pemecahan masalah tidak sekedar menerapkan peserta didikan yang baru. Oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah perlu dikembangkan. Apabila dikaji lebih lanjut, berdasarkan teori yang telah ada maka salah satu alternatif dalam melatih dan mengembangkan kemampuan

27

pemecahan masalah peserta didik adalah implementasi model pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan dalam proses belajar mengajar. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), salah satu cara mengembangkan pembelajaran Matematika adalah dengan menggabungkan konsep dan keterampilan dasar Matematika dengan situasi sosial.

Realistic Mathematics Education (RME) merupakan salah satu model


pembelajaran yang dapat digunakan sebagai altenatif bagi guru untuk mengajar. Model ini memiliki karakteristik tersendiri antara lain implementasi konteks real sebagai titik tolak belajar Matematika, menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau menggunakan rumus dan menghargai keberagaman jawaban peserta didik. Model pembelajaran

Realistic Mathematics Education (RME) ini menekankan pada keterampilan process of doing mathematics, berdiskusi, berkolaborasi, berargumentasi dan
mencari simpulan dengan teman sekelas. Setiap model pembelajaran tentunya mempunyai karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) akan berbeda dengan kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran yang lainnya. Berdasarkan kerangka berfikir di atas, peneliti menduga bahwa model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) lebih efektif dibanding model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery maupun ekspositori.

28

D. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics

Education (RME) lebih baik dibanding dengan model pembelajaran


menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery atau ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun peserta didikan 2006/2007.

29

BAB III METODE PENELITIAN

A. Metode Penentuan Obyek Penelitian

1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun peserta didikan 2006/2007 dengan perincian sebagai berikut. a. Kelas VII A berjumlah 45 peserta didik. b. Kelas VII B berjumlah 41 peserta didik. c. Kelas VII C berjumlah 44 peserta didik. d. Kelas VII D berjumlah 43 peserta didik. e. Kelas VII E berjumlah 43 peserta didik. f. Kelas VII F berjumlah 43 peserta didik. g. Kelas VII G berjumlah 42 peserta didik. Sebelum pemilihan sampel, diuji terlebih dahulu normalitas, homogenitas, dan uji beda rata-rata dari suatu populasi. Untuk mempermudah pengolahan data digunakan software SPSS. Prosedur pengujian yang dilakukan sebagai berikut. a. Uji Normalitas Ho : data berdistribusi normal H1 : data tidak berdistribusi normal

29

30 Kriteria pengujian dengan SPSS pada taraf signifikansi ( = 5 % ) > maka Ho diterima. adalah jika Dari hasil perhitungan nilai raport semester 1 kelas VII A sampai kelas VII G dengan taraf signifikansi

( = 5 % )

diperoleh nilai

) tiap kelas lebih dari maka populasi tersebut berdistribusi kritik (

normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. b. Uji homogenitas Hipotesis yang diuji sebagai berikut. Ho = 1 = 2 = ... = 7
2 2 2

H1 = paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku. Kriteria pengujian dengan SPSS pada taraf signifikansi ( = 5 % ) > maka Ho diterima. adalah jika Dari hasil perhitungan dengan taraf signifikansi

( = 5 % )

) = 0.095 karena > maka Ho diterima diperoleh nilai kritik (

artinya

populasi

mempunyai

varians

yang

sama

(homogen).

Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 8. c. Analisis Varians Hipotesisnya adalah sebagai berikut. Ho : 1 = 2 = K = 7 H1 : paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku. Kriteria pengujian dengan SPSS pada taraf signifikansi ( = 5 % ) > maka Ho diterima. adalah jika

31

Dari hasil perhitungan dengan taraf signifikansi

( = 5 % )

) = 0.356. Karena > maka Ho diterima diperoleh nilai kritik (

artinya ketujuh rata-rata adalah identik atau populasi mempunyai ratarata yang sama. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 9. 2. Sampel Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Pada penelitian ini diambil 3 kelas untuk sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME), satu kelas untuk model pembelajaran menggunakan metode discovery dengan media Lembar Kerja Siswa (LKS), dan satu kelas untuk model pembelajaran ekspositori. Populasi telah diuji normalitas dan homogenitasnya, maka dapat dipilih 3 kelas untuk sampel yaitu kelas VII E sebagai kelas eksperimen menggunakan metode discovery dengan media Lembar Kerja Peserta didik (LKS), kelas VII G dengan menggunakan model pembelajaran Realistic

Mathematics Education (RME) dan kelas VII F sebagai kelas kontrol


dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori.

B. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus tahun peserta didikan 2006/2007 yang dinyatakan dengan hasil tes pemecahan masalah pokok bahasan segi empat.

32

C. Metode Pengumpulan Data

1. Metode Dokumentasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data nilai raport bidang studi Matematika semester 1 SMP Negeri 4 Kudus tahun peserta didikan 2006/2007. Data ini digunakan untuk uji normalitas, homogenitas, dan analisis varians yang selanjutnya digunakan untuk penentuan sampel. 2. Metode Tes Metode tes digunakan untuk memperoleh data skor nilai kemampuan pemecahan masalah dari tes matematika pada pokok bahasan segi empat setelah mendapat perlakuan yang berbeda. Dengan data ini dapat diketahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah mendapat perlakuan berbeda.

D. Prosedur Penelitian

Prosedur dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Tabel 3.1 Prosedur Penelitian Kelompok I II III Keterangan: I II III Perlakuan X Y Z Pelaksanaan P P P Tes T T T

: kelompok eksperimen 1 (VII E) : kelompok control (VII F) : kelompok eksperimen 2 (VII G)

33

: diajar dengan menggunakan model pembelajaran dengan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery

Y Z

: diajar dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori : diajar dengan menggunakan model pembelajaran Realistic

Mathematics Education (RME)


P T : pelaksanaan tindakan (treatment) : tes belajar matematika pokok bahasan segi empat (persegi panjang dan persegi) Kelompok eksperimen diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran

Realistic

Mathematics

Education

(RME)

dan

menggunakan metode discovery dengan media Lembar Kerja Siswa (LKS) sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran ekspositori. Kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diajar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seperti pada lampiran 5. Setelah perlakuan diberikan baik bagi peserta didik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol pada pokok bahasan segi empat maka langkah berikutnya adalah pemberian tes yang sama untuk ketiga kelas untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah peserta didik.

E. Analisis Instrumen

Materi yang digunakan dalam tes ini adalah materi peserta didikan Matematika pokok bahasan segi empat kelas VII semester 2. Adapun bentuk tes yang digunakan adalah uraian obyektif.

34

Agar tes yang digunakan dapat menghasilkan data yang akurat dan sesuai dengan yang diharapkan, maka dalam pembuatannya harus

dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut. 1. Persiapan Dalam tahap persiapan, langkah-langkah yang dilakukan adalah membuat kisi-kisi soal uji coba instrumen (lampiran 10) dan membuat soal uji coba instrumen sesuai dengan kisi-kisi yang dibuat (lampiran 11). 2. Uji Coba Instrumen Setelah instrumen disusun kemudian diujicobakan di kelas VII B untuk dianalisis tingkat kevalidan, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal. Uji coba dilakukan pada peserta didik di luar sampel penelitian dengan jumlah 41 peserta didik (lampiran 1). 3. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen
a. Validitas Soal

Untuk mencari validitas digunakan rumus:


rxy =

{N X

N XY ( X )( Y )
2 2

( X ) N Y 2 ( Y )

}{

(Arikunto, 2002:146)

Apabila di dalam perhitungan didapat rhitung > rtabel , maka item soal tersebut valid. Setelah dilakukan perhitungan validitas maka 5 soal tersebut valid. Contoh perhitungan dapat dilihat pada lampiran 15 dan perhitungan selengkapnya pada lampiran 13.

35

b. Reliabilitas

Rumus yang digunakan adalah rumus alpha, yaitu sebagai berikut.


2 k b r11 = 1 2 (k 1) 1

(Arikunto, 2002:171)

Keterangan:
r11

=reliabilitas instrument = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.


2

12

= jumlah varians butir = varians total. Kriteria pengujian reliabilitas tes yaitu setelah didapatkan harga

r11 kemudian harga r11 tersebut dibandingkan dengan harga r product

moment pada tabel, jika rhitung > rtabel maka item tes yang diujicobakan reliabel. Pada soal yang telah diujicobakan didapat r11 = 1.146075 sedangkan rtabel = 0.308 dengan taraf signifikansi 5 % ini berarti

r11 > rtabel artinya instrumen tersebut reliabel. Contoh perhitungan


dapat dilihat pada lampiran 16 dan perhitungan selengkapnya pada lampiran 13.
c. Daya Pembeda

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.


t= L

2 1

ni (ni 1)

+ 2

(Arifin, 1991:141)
2

36

Keterangan: MH = rata-rata kelompok atas ML = rata-rata kelompok bawah


1 = jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok atas
2

2 =jumlah kuadrat deviasi individual dar kelompok bawah


2

ni N

= jumlah responden pada kelompok atas atau bawah (27 % x N) = Jumlah seluruh responden yang mengikuti tes
Kriteria : jika thitung > ttabel maka mempunyai daya pembeda soal

yang signifikan. Dari hasil analisis, seluruh soal mempunyai daya pembeda yang signifikan. Contoh perhitungan dapat dilihat pada lampiran 18 dan perhitungan selengkapnya pada lampiran 13.
d. Taraf Kesukaran

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.


TK = jumlah siswa yang gagal x100 % Jumlahsiswa yang mengikutites

(Arifin, 1991:135)

Keterangan: TK = tingkat kesukaran soal Klasifikasi tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut. (Arifin, 1991:135) Jika jumlah testi yang gagal > 28 %, soal termasuk mudah. Jika 28 % jumlah testi yang gagal 72 % , soal termasuk sedang. Jika jumlah testi yang gagal > 72 %, soal termasuk sukar.

37

Dari hasil analisis diperoleh soal sukar sebanyak 3 soal yaitu soal nomor 1, 2 dan 5, soal sedang sebanyak 2 soal yaitu soal nomor 3 dan 4. Contoh perhitungan dapat dilihat pada lampiran 17 dan Perhitungan selengkapnya pada lampiran 13.

F. Analisis Data

1. Uji Normalitas Ho H1 : data berdistribusi normal : data tidak berdistribusi normal Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data nilai tes pokok bahasan segi empat baik kelompok dengan model pembelajaran

Realistic

Mathematics

Education

(RME),

model

pembelajaran

menggunakan metode discovery dengan media Lembar Kerja Peserta didik dan model pembelajaran ekspositori berdistribusi normal atau tidak. Adapun langkah-langkah uji normalitas dengan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut. a). Pemasukan data ke SPSS Dalam pemasukan data langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah dari menu utama File, pilih menu New, lalu klik mouse pada Data kemudian klik mouse pada sheet tab Variable View.

38

Pengisian pada variable view : Name. ketik kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3 berturut-turut kebawah. Pada bagian yang lain diabaikan dan tekan CTRL+T untuk kembali ke data view. b). Mengisi data Dalam pengisian data view, letakkan pointer pada baris 1 kolom kelompok 1 lalu ketik menurun kebawah sesuai data. Begitu pula pada kolom kelompok 2 dan 3. Setelah pengisian, data bias disimpan dengan nama Normalitas. c). Pengolahan data dengan SPSS Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengolah data dengan SPSS adalah : (1) buka file Normalitas (2) dari menu utama SPSS, pilih menu Analyze kemudian pilih submenu Nonparametic Tests lalu pilih 1-Sample K-S. (3) tampak di layar tampilan windows OneSample Kolmogorov Smirnov test.

Gambar 3.1 One Sample Kolmogorv Smirnov Test (4) isikan pada test variable list, variabel yang akan kita uji yaitu nilai kelompok 1, 2 dan 3. lalu pilih Test Distribution Normal dan tekan OK.

39

Kriteria

pengujian

dengan

perhitungan

SPSS

pada

taraf

> maka Ho diterima. signifikansi ( = 5 % ) , jika 2. Uji Homogenitas Varians Hipotesis untuk kasus ini adalah sebagai berikut. Ho = 1 = 2 = 3 H1 = paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku. Uji homogenitas varians ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelompok dengan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME), model pembelajaran menggunakan metode discovery dengan media Lembar Kerja Peserta didik (LKS) dan model pembelajaran ekspositori mempunyai tingkat varians yang sama atau tidak,. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut. a) Pemasukan data ke SPSS Pemasukan data ini berbeda dengan pemasukan data pada uji normalitas. Perbedaannya adalah pemasukan data pada uji homogenitas menggunakan dua variabel yaitu nilai dan kelompok. Jumlah data tetap sama hanya penempatannya yang berbeda yaitu dari susunan horizontal ke susunan vertikal. Langkah-langkah dalam pemasukan data adalah dari menu utama
File, pilih menu New, lalu klik mouse pada Data. Kemudian klik mouse

pada sheet tab Variable View. Pada Pengisian variable view yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

40

1) Pengisian variabel nilai


Name, sesuai kasus ketik nilai dan bagian yang lain diabaikan.

2) Pengisian variabel kelompok


Name, sesuai kasus ketik kelompok. Values, pilihan ini untuk proses pemberian kode dengan isian:

Label 1 E 2 F 3 G Setelah ketiga kode didefinisikan, tekan OK untuk kembali ke kotak dialog utama dan abaikan bagian yang lain. Kemudian tekan CTRL+T untuk kembali ke data view untuk proses pengisian data. b) Mengisi data Dalam pengisian data, langkah yang harus dilakukan adalah : (1) untuk mengisi kolom nilai, letakkan pointer pada baris 1 kolom tersebut. Lalu ketik menurun ke bawah sesuai data. (2) sebelum mengisi data pada kolom kelompok, aktifkan value label dengan menu View Value Label. Kemudian pada baris pertama kolom kelompok, ketik 1. terlihat secara otomatis SPSS mengubahnya menjadi E. hal ini terjadi karena pengaktifan value label. Demikian untuk data selanjutnya, kemudian simpan dengan nama Homogenitas. c) Pengolahan data dengan SPSS Langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah : (1) buka file
Homogenitas. (2) dari menu utama SPSS, pilih menu Analyze

Kode

41
Compare-Means One-Way ANOVA. (3) Tampak di layar tampilan

windows One-Way ANOVA.

Gambar 3.2 One-Way ANOVA Cara pengisian kotak dialog diatas adalah masukkan variabel nilai pada dependent list, masukkan variabel kelompok pada factor dan klik option maka akan tampak di layar:

Gambar 3.3 Kotak Dialog Options Cara pengisian kotak dialog options adalah pilih Descriptive dan
Homogeneity-Of-Variance pada statistics dan untuk missing values

diabaikan saja. Kemudian tekan Continue jika pengisian dianggap selesai (Santoso, 2006:214). Kriteria pengujian dengan perhitungan SPSS pada taraf

> maka Ho diterima. signifikansi ( = 5 % ) adalah jika 3. Analisis Varians Hipotesisnya adalah sebagai berikut.

42

H 0 : 1 = 2 = 3
H 1 : paling sedikit 1 tanda sama dengan tidak berlaku.

Analisis Varians adalah langkah terakhir yang digunakan untuk menguji hipotesis dan selanjutnya jika terjadi perbedaan rata-rata maka menggunakan uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe. Analisis varians yang digunakan adalah analisis varians satu arah (one-way ANOVA). Langkah yang digunakan adalah melanjutkan langkah pada uji homogenitas. Kemudian klik Post-Hoc pada gambar 3.2 sehingga akan tampak layar sebagai berikut.

Gambar 3.4 Post-Hoc Cara pengisian kotak dialog Post-Hoc adalah klik pilihan Scheffe pada Equal Variances Assumed, tekan Continue jika pengisian dianggap selesai. Kemudian tekan OK untuk proses data (Santoso, 2006:217). Kriteria pengujian dengan perhitungan SPSS pada taraf

> maka Ho diterima. signifikansi ( = 5 % ) adalah jika 4. Uji Pembandingan Ganda Scheffe Jika Ho ditolak maka hasil dari uji pembandingan ganda Scheffe dapat dilihat pada output SPSS Post Hoc Test. Dari output tersebut dapat dilihat

43

dengan ada atau tidaknya tanda * pada kolom Mean Difference. Jika tanda * ada di angka mean difference maka perbedaan tersebut nyata atau signifikan (Santoso, 2006:218). Untuk lebih mengetahui yang lebih baik antara ketiga kelompok maka dilihat dari interval konvidensi yaitu lower bound < i j < upper bound atau i j > 0 artinya i > j .

44

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah pada lampiran 21 dilakukan analisis, Untuk mempermudah pengolahan data maka digunakan software SPSS dan diperoleh analisis sebagai berikut. 1. Uji Normalitas Dari hasil perhitungan uji normalitas dengan menggunakan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4.1 Output SPSS Uji Normalitas Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KEL.1 N Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
a,b

KEL.2 43 33,1628 17,3876 ,132 ,132 -,110 ,864 ,445

KEL.3 42 44,5714 18,6876 ,148 ,148 -,099 ,957 ,319

Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative

43 33,5349 19,2470 ,168 ,154 -,168 1,100 ,178

Keterangan : KEL.1 : kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran dengan media Lembar kerja peserta didik (LKS) dalam metode discovery KEL.2 : kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ekspositori

44

45

KEL.3 : kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Berdasarkan output Uji normalitas data kemampuan pemecahan
) lebih masalah di atas terlihat pada baris terakhir diperoleh nilai kritik (

dari taraf signifikansi ( = 0,05) . Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima atau dengan kata lain data nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan implementasi model pembelajaran RME, model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Peserta didik (LKS) dalam metode discovery dan ekspositori semuanya berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 22. 2. Uji Homogenitas Dari hasil perhitungan uji homogenitas dengan menggunakan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4.2 Output SPSS Uji Homogenitas Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah
Test of Homogeneity of Variances NILAI Levene Statistic ,615 df1 2 df2 125 Sig. ,542

Berdasarkan output di atas, Uji homogenitas data kemampuan pemecahan masalah pada data penelitian dengan taraf signifikansi

( = 5 % ) diperoleh

) = 0.542. Karena > nilai kritik (

maka Ho

diterima dengan kata lain ketiga varians adalah sama atau homogen. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 23.

46

3. Analisis Varians (ANAVA) Dari hasil uji normalitas dan homogenitas maka dapat dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan ANAVA. Berdasarkan hasil

perhitungan ANAVA menggunakan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4.3 Output SPSS Analisis Varians Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah
ANOVA NILAI Sum of Squares Between Groups 3557,031 Within Groups 42574,844 Total 46131,875 df 2 125 127 Mean Square 1778,516 340,599 F 5,222 Sig. ,007

Berdasarkan output di atas, Analisis Varians (ANAVA) data kemampuan pemecahan masalah pada data penelitian dengan taraf < ) = 0.007. Karena signifikansi ( = 5 % ) diperoleh nilai kritik ( maka Ho ditolak dengan kata lain rata-rata kemampuan pemecahan masalah ketiga kelas tersebut memang berbeda. Hasil perhitungan secara rinci dapat dilihat pada lampiran 24. 4. Uji Pembandingan Ganda Scheffe Dari hasil di atas, Ho ditolak maka dilakukan uji lanjut dengan uji pembandingan ganda Scheffe pada taraf signifikansi = 5 % dan diperoleh output sebagai berikut.

47

Tabel 4.4 Output SPSS Uji Pembandingan Ganda Scheffe


Multiple Comparisons Dependent Variable: NILAI Scheffe Mean Difference (I) KELOMPOK (J) KELOMPOK Std. Error (I-J) 1 2 ,3721 3,9802 3 -11,0365* 4,0038 2 1 -,3721 3,9802 3 -11,4086* 4,0038 3 1 11,0365* 4,0038 2 11,4086* 4,0038 *. The mean difference is significant at the .05 level.

Sig. ,996 ,025 ,996 ,020 ,025 ,020

95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound -9,4883 10,2325 -20,9554 -1,1176 -10,2325 9,4883 -21,3275 -1,4897 1,1176 20,9554 1,4897 21,3275

Keterangan : 1 : kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran dengan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery 2 : kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ekspositori 3 : kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Berdasarkan output di atas diperoleh : a. dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai interval konvidensi antara kemampuan pemecahan masalah 1 dan 2 adalah

9,4883 < 1 2 < 10,2325 artinya 1 2 < 0 atau 1 2 > 0 .

Jadi tidak ada keputusan dengan kata lain nilai kemampuan pemecahan masalah antara kelompok 1 dan 2 tidak terdapat perbedaan secara signifikan.

48

b. dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai interval konvidensi antara kemampuan pemecahan masalah 1 dan 3 adalah

20,9554 < 1 3 < 1,1175 artinya 1 3 < 0 berarti 3 > 1 . Dengan kata lain nilai kemampuan pemecahan masalah antara kelompok 1 dan 3 terdapat perbedaan secara signifikan. c. dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai interval konvidensi antara kemampuan pemecahan masalah 2 dan 3 adalah

21,3275 < 2 3 < 1,4897 artinya 2 3 < 0 berarti 3 > 2 . Dengan kata lain nilai kemampuan pemecahan masalah antara 2 dan 3 terdapat perbedaan secara signifikan. Karena

3 > 1

dan

3 > 2

maka rata-rata kemampuan

pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan menggunakan RME lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery maupun ekspositori. Hasil perhitungan secara rinci dapat dilihat pada lampiran 25.

B. Pembahasan

Berdasarkan analisis uji normalitas menunjukkan bahwa sampel berdistribusi normal sedangkan analisis uji homogenitas juga menunjukkan sampel berasal dari populasi yang homogen. Dengan demikian uji hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians (ANAVA) dapat dilakukan. Analisis Varians (ANAVA) data kemampuan pemecahan masalah pada data penelitian
) = 0.007. Karena dengan taraf signifikansi ( = 5 % ) diperoleh nilai kritik (

49 < maka Ho ditolak dengan kata lain rata-rata kemampuan pemecahan masalah ketiga kelas tersebut memang berbeda. Setelah dilakukan uji pembandingan ganda Scheffe diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara peserta didik yang diberi model pembelajaran RME, model pembelajaran

menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery, dan model pembelajaran ekspositori. Dimungkinkan terdapat beberapa hal yang mempengaruhinya, antara lain sebagai berikut. 1. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran RME, peserta didik dituntut untuk mengerti tentang Matematika tanpa harus menghafal. Sehingga peserta didik lebih mampu memecahkan masalah Matematika khususnya yang berkaitan kehidupan sehari-hari. 2. Dalam model pembelajaran RME, peserta didik tidak hanya bertindak sebagai pendengar tetapi juga aktif dalam menyampaikan gagasan dan memberikan tanggapan terhadap gagasan tersebut. Pada kelompok yang menggunakan model pembelajaran ekspositori dan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery tidak terdapat perbedaan secara signifikan. Hal ini dimungkinkan terdapat beberapa hal yang mempengaruhinya, antara lain sebagai berikut. 1. Dalam proses pembelajaran, kedua model pembelajaran tersebut lebih menekankan pada menghafal materi.

50

2. Kedua model pembelajaran lebih berpusat pada guru (teacher centered), guru menjadi sumber dan pemberi informasi utama sehingga peserta didik kurang bisa menyampaikan gagasan dan memberikan tanggapan.

51

BAB V PENUTUP

A. Simpulan
1. Kemampuan pemecahan masalah Matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran RME lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery maupun dengan model pembelajaran ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus. 2. Kemampuan pemecahan masalah Matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery tidak berbeda secara signifikan dengan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori pada pokok bahasan segi empat bagi peserta didik kelas VII semester 2 SMP Negeri 4 Kudus.

B. Saran
Berdasarkan simpulan di atas maka disarankan sebagai berikut . 1. Penggunaan model pembelajaran RME dalam pembelajaran Matematika di SMP Negeri 4 Kudus perlu diterapkan agar peserta didik lebih mengerti tentang matematika tanpa harus menghafal, peserta didik lebih berani memberi tanggapan dan menghargai pendapat orang lain.

51

52

2. Diperlukan variasi dalam metode mengajar untuk memotivasi dan menumbuhkan minat belajar peserta didik sehingga kemampuan pemecahan masalah menjadi lebih baik.

53

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Z. 1991. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Balipost. 2005. Belajar Matematika. Tersedia di http://www.balipost.co.id /balipostcetak /2005/4/1/pen4.htm [29 maret 2006]. Budihardjo. 2006. Pemahaman Konsep, Penalaran & Komunikasi dan Pemecahan Masalah. Tidak Diterbitkan Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Tersedia di http://ktsp.diknas.go.id/ktsp_smp.php [4 agustus 2007]. Depdiknas. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Jakarta : Balai Pustaka. Kompas. 2004. Pemahaman Matematika Rendah, Dituntut Profesionalisme Guru. Tersedia di http://www.kompas.com/kompascetak/0603/13/jabar/418.htm [9 april 2006]. Kompas. 2006. Metode Pembelajaran Dimulai Dengan Pengenalan Situasi. Tersedia di http://www.kompas.com [12 januari 2007]. Nasution,S. 2003. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara. Rahmawati, R.D. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2. Yogyakarta : CV.empat pilar pendidikan. Santoso, S. 2006. Menguasai Statistik di Era Informasi Dengan SPSS 14. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. Subagyo, P.J. 2004. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta : PT.Rineka Cipta.

53

54

Sugandi, Achmad. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang : UPT MKK UNNES. Suharta. Matematika Realistik : Apa Dan Bagaimana?. Singaraja : Jurusan pendidikan matematika IKIP Negeri Singaraja. Tersedia di http://www.depdiknas.go.id/jurnal/38/matematika%20realistik.htm [9 april 2006]. Sukino dan W.Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. Suyitno, Amin. 2004. Dasar-Dasar Dan Proses Pembelajaran Matematika I. tidak diterbitkan. Zainurie. 2007. Pembelajaran Matematika Realistik. Tersedia http://zainurie.wordpress.com/2007/04/13/pembelajaran-matematikarealistik-rme/ [22 mei 2007]. di

Zulkardi. RME Suatu Inovasi Dalam Pendidikan Matematika Di Indonesia (Suatu Pemikiran Pasca Konferensi Matematika Nasional 17-20 July di ITB). Tersedia di http://www.geocities.com/ratuilma/paper/semarang.html [9 April 2006].

54

58

Lampiran 4 DAFTAR NILAI RAPORT KELAS EKSPERIMEN DAN KONTROL Nilai Raport Kelas Eksperimen (LKS) 63 50 57 66 72 65 55 64 49 38 67 62 69 64 63 40 65 69 61 43 62 50 74 60 67 61 73 68 70 70 68 55 65 63 50 60 69 37 69 68 67 70 74

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Kelas Eksperimen (RME) 56 64 66 60 69 66 63 48 47 64 63 69 60 62 66 75 58 69 61 60 70 51 60 72 57 58 55 54 46 59 53 49 63 67 73 53 66 64 51 72 65 69

Kelas Kontrol (Ekspositori) 59 51 36 42 66 55 72 64 63 63 66 64 66 85 68 65 69 61 57 55 45 57 33 50 59 52 57 63 58 73 60 59 37 43 58 59 57 66 54 54 65 50 70

59

Lampiran 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 1 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :1

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya 2. Menghitung keliling persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah D. Model Pembelajaran : RME E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator).

60

d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi panjang. e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). b. Guru memberikan 1 soal kepada peserta didik. Sebuah kebun berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 7 meter. Sekeliling kebun itu akan dipasang pagar. Biaya pembuatan pagar Rp 40.000,00 tiap meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pembuatan pagar tersebut? c. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi panjang. d. Guru menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS yang berkaitan dengan sifat-sifat daerah persegi panjang dan peserta didk melengkapi LKS. e. Setelah peserta didik memahami sifat-sifat persegi panjang tersebut, peserta didik menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru mengenai keliling persegi panjang. f. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik. g. Guru mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik dengan menghargai terhadap keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik. h. Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan temuannya di depan kelas. i. Guru memberikan penyelesaian formal setelah peserta didik mengerjakan dengan cara informal. j. Peserta didik melengkapi LKS mengenai keliling daerah persegi panjang. 3. Penutup(10 menit) a. Guru memberikan PR.

61

b. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII : Yogyakarta, CV.Empat Pilar Pendidikan. 2. Alat a. Model daerah persegi panjang b. Papan tulis

62

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 1 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :2

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator Menghitung luas daerah persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah D. Model Pembelajaran : RME E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru memberikan 1 soal realistik kepada peserta didik.

63

Pak Walmen membeli sebidang tanah berukuran 25 m x 15 m. Apabila harga tiap m 2 tanah itu adalah Rp 100.000,00. berapakah uang yang harus dikeluarkan oleh Pak Walmen untuk membeli tanah itu? b. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal yang diberikan secara informal atau coba-coba. c. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik. d. Guru mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik dengan menghargai terhadap keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik. e. Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan temuannya di depan kelas. f. Guru memberikan penyelesaian formal setelah peserta didik mengerjakan dengan cara informal. g. Peserta didik melengkapi LKS mengenai luas daerah persegi panjang. h. Guru memberikan beberapa latihan soal. 3. Penutup (10 menit) a. Guru memberikan PR. b. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII. Yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Sukirno dan Wilson Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. 2. Alat a. Model daerah persegi panjang b. Papan tulis c. Pensil

64

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 1 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :3

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya 2. Menghitung keliling persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah D. Model Pembelajaran : RME E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi. e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik.

65

2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). b. Guru memberikan 1 soal kepada peserta didik. Sebuah taman berbentuk persegi di sekelilingnya akan ditanami pohon cemara dengan jarak antar pohon adalah 10 meter. Apabila sisi taman itu 50 meter. Berapa banyak pohon cemara di sekeliling taman itu? c. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi. d. Guru menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS yang berkaitan dengan sifat-sifat daerah persegi. e. Setelah peserta didik memahami sifat-sifat persegi tersebut, peserta didik menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru mengenai keliling daerah persegi. f. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik. g. Guru mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik dengan menghargai terhadap keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik. h. Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan temuannya di depan kelas. i. Guru memberikan penyelesaian formal setelah peserta didik mengerjakan dengan cara informal. j. Peserta didik melengkapi LKS mengenai keliling daerah persegi. 3. Penutup (10 menit) a. Guru memberikan PR. b. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII : Yogyakarta, CV.Empat Pilar Pendidikan. 2. Alat Model daerah persegi dan Papan tulis.

66

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 1 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :4

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator Menghitung luas daerah persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah D. Model Pembelajaran : RME E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru memberikan 1 soal kepada peserta didik. Sebuah kebun berbentuk persegi dengan ukuran panjang 20 m dan lebar 7 m. Sekeliling kebun itu akan dipasang pagar. Biaya pembuatan

67

pagar Rp. 40.000,00 tiap meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pembuatan pagar tersebut? b. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal yang diberikan secara informal atau coba-coba. c. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik. d. Guru mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik dengan menghargai terhadap keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik. e. Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan temuannya di depan kelas. f. Guru memberikan penyelesaian formal setelah peserta didik mengerjakan dengan cara informal. g. Peserta didik melengkapi LKS mengenai luas daerah persegi. h. Guru memberikan beberapa latihan soal. 3. Penutup (10 menit) a. Guru memberikan PR. b. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII. Yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Sukirno dan Wilson Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. 2. Alat a. Model daerah persegi. b. Papan tulis. c. Pensil.

68

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 2 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :1

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya 2. Menghitung keliling persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah D. Metode Pembelajaran : menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator).

69

d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi panjang. e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). b. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi panjang. c. Guru menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS yang berkaitan dengan sifat-sifat daerah persegi panjang dan peserta didk melengkapi LKS. d. Guru memberikan pengertian tentang keliling persegi panjang. e. Guru membimbing peserta didik mengingat kembali tentang konsep keliling persegi panjang dengan melengkapi LKS. f. Guru meminta peserta didik untuk mencoba mengerjakan beberapa contoh soal yang berkaitan dengan konsep keliling persegi panjang. g. Guru meminta peserta didik mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling persegi panjang h. Guru membahas beberapa soal yang dirasa sulit oleh peserta didik. 3. Penutup (10 menit) a. Guru memberikan PR. b. Guru menanykan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII . Yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Sukirno dan Wilson Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. 2. Alat a. Model daerah persegi panjang. b. Papan tulis.

70

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 2 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :2

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator Menghitung luas daerah persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Pembelajaran : menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru memberikan pengertian tentang luas persegi panjang.

71

b. Guru membimbing peserta didik mengingat kembali tentang konsep luas persegi panjang dengan melengkapi LKS. c. Guru meminta peserta didik untuk mencoba mengerjakan beberapa contoh soal yang berkaitan dengan konsep luas persegi panjang. d. Guru meminta peserta didik mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan penerapan konsep luas persegi panjang e. Guru membahas beberapa soal yang dirasa sulit oleh peserta didik. 3. Penutup (10 menit) a. Guru memberikan PR. b. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII. Yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Sukirno dan Wilson Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. 2. Alat a. Model daerah persegi panjang. b. Papan tulis. c. Pensil.

72

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 2 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :3

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya. 2. Menghitung keliling persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Pembelajaran : menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondiskan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi.

73

e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). b. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi. c. Guru menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS yang berkaitan dengan sifat-sifat daerah persegi dan peserta didik melengkapi LKS. d. Guru memberikan pengertian tentang keliling persegi. e. Guru membimbing peserta didik mengingat kembali tentang konsep keliling persegi dengan melengkapi LKS. f. Guru meminta peserta didik untuk mencoba mengerjakan beberapa contoh soal yang berkaitan dengan konsep keliling persegi. g. Guru meminta peserta didik mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling persegi h. Guru membahas beberapa soal yang dirasa sulit oleh peserta didik. 3. Penutup (10 menit) c. Guru memberikan PR . d. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII. Yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Sukirno dan Wilson Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. 2. Alat a. Model daerah persegi panjang. b. Papan tulis. c. Pensil.

74

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN 2 Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :4

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator Menghitung luas daerah persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Pembelajaran : menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam metode discovery E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondiskan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru memberikan pengertian tentang luas persegi.

75

b. Guru membimbing peserta didik mengingat kembali tentang konsep luas persegi dengan melengkapi LKS. c. Guru meminta peserta didik untuk mencoba mengerjakan beberapa contoh soal yang berkaitan dengan konsep luas persegi. d. Guru meminta peserta didik mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan penerapan konsep luas persegi panjang e. Guru membahas beberapa soal yang dirasa sulit oleh peserta didik. 3. Penutup (10 menit) a. Guru memberikan PR. b. Guru menanyakan kesimpulan dari serangkaian pembelajaran yang telah dilakukan. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Rina Dyah Rahmawati, dkk. 2005. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 Untuk Kelas VII. Yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Sukirno dan Wilson Simangunsong. 2004. Matematika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. 2. Alat a. Model daerah persegi panjang. b. Papan tulis. c. Pensil.

76

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :1

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya 2. Menghitung keliling persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah D. Metode Pembelajaran : Ekspositori E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi panjang.

77

e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi panjang. b. Guru menjelaskan pengertian persegi panjang dan macam-macam sifatnya. c. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai sifat-sifat persegi panjang. d. Guru menerangkan pengertian tentang keliling persegi panjang. e. Dengan peragaan menggunakan model daerah persegi panjang, guru menunjukkan bahwa keliling suatu bangun adalah jumlah panjang semua sisinya. f. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling daerah persegi panjang. g. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal di LKS. 3. Penutup (10 menit) a. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran b. Guru memberikan PR. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Buku Matematika SMP Kelas VII LKS dan buku lain yang relevan

2. Alat a. Model daerah persegi panjang. b. Papan tulis.

78

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :2

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator Menghitung luas daerah persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Pembelajaran : Ekspositori E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru bersama siswa membahas PR. c. Dengan tanya jawab, guru mengingatkan kembali tentang materi sebelumnya. d. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru memberikan pengertian tentang luas persegi panjang.

79

b. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan luas daerah persegi panjang. c. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal pada LKS. 3. Penutup (10 menit) a. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran b. Guru memberikan PR. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Buku Matematika SMP Kelas VII LKS dan buku lain yang relevan

2. Alat a. Model daerah persegi panjang. b. Papan tulis.

80

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :3

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya. 2. Menghitung keliling persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Pembelajaran : Ekspositori E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. c. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi panjang. e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik.

81

2. Kegiatan inti (60 menit) a. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi. b. Guru menjelaskan pengertian persegi dan macam-macam sifatnya. c. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai sifat-sifat persegi. d. Guru menerangkan pengertian tentang keliling persegi. e. Dengan peragaan menggunakan model daerah persegi, guru menunjukkan bahwa keliling suatu bangun adalah jumlah panjang semua sisinya. f. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling daerah persegi. g. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal di LKS. 3. Penutup (10 menit) a. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran b. Guru memberikan PR. F. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Buku Matematika SMP Kelas VII LKS dan buku lain yang relevan

2. Alat a. Model daerah persegi. b. Papan tulis.

82

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Mata Pelajaran Satuan Pelajaran Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP N 4 Kudus : VII / Genap : Bangun Datar : 2 X 40 menit :4

A. Standar Kompetensi Mengidentifikasi segi empat dan segitiga serta menentukan ukuran-ukurannya. B. Kompetensi Dasar 1. Peserta didik mampu memahami sifat-sifat daerah persegi panjang dan persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang. 2. Peserta didik mampu menghitung keliling dan luas berbagai bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator Menghitung luas daerah persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Pembelajaran : Ekspositori E. Skenario pembelajaran 1. Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam untuk membuka pelajaran. b. Guru bersama siswa membahas PR. c. Dengan tanya jawab, guru mengingatkan kembali tentang materi sebelumnya. d. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). e. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. 2. Kegiatan inti (60 menit) f. Guru memberikan pengertian tentang luas persegi.

83

g. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan luas daerah persegi. h. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal pada LKS. 3. Penutup (10 menit) c. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran d. Guru memberikan PR. G. Sumber / bahan dan alat 1. Sumber / bahan Buku Matematika SMP Kelas VII LKS dan buku lain yang relevan

2. Alat a. Model daerah persegi. b. Papan tulis.

84

Lampiran 6

LEMBAR KERJA SISWA


Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Kelas / semester : Segi empat : Persegi Panjang : VII / 2

A. PENGERTIAN PERSEGI PANJANG D C Pada gambar 1 di samping terlihat jelas bahwa AB sejajar dengan A Gambar 1 Simpulan Persegi panjang adalah segi empat dengan sepasang sisi (sama panjang) dan (sejajar ), dan salah satu sudutnya (siku-siku) B AD sejajar dengan (DC) (BC)

B. SIFAT-SIFAT PERSEGI PANJANG 1. D M A K C N B

L Gambar 2

a. Jika persegi panjang ABCD pada gambar 2 di atas dibalik menurut KL

A K maka A = K D K maka D = K

( A B maka A = B ) ( D C maka D = C )

85

b. Jika persegi panjang ABCD pada gambar 2 di atas dibalik menurut MN

A K maka A = K B K maka B = K
Jadi A = K = K = K

( A D maka A = D ) ( B C maka B = C ) ( A = B = C = D )

c. Jika ada 4 buah persegi panjang yang berukuran sama disusun seperti di bawah ini maka akan tersusun tanpa celah. Hal ini menunujukkan bahwa keempat buah sudut persegi panjang membentuk sudut satu putaran penuh. Jadi besar tiap-tiap sudut persegi panjang adalah 360 0 =K K 360 0 ( = 90 0 ) 4

Simpulan : keempat sudut pada persegi panjang adalah (sama besar yaitu 900) 2. Jika persegi panjang ABCD pada gambar 2 di atas dibalik menurut garis KL A akan berada pada posisi C akan berada pada posisi AC akan berada pada posisi Maka dapat disimpulkan AC = (B) (D) ( BD ) ( BD )

Simpulan : panjang diagonal-diagonal pada persegi panjang adalah (sama panjang) Jika daerah persegi panjang ABCD pada gambar 2 di atas diputar setengah putaran pada pusat O. Perhatikan AC. O menempati A menempati AO menempati (O) (C) (OC) Perhatikan BD O menempati B menempati BO menempati (O) (D) (OD)

86

Jadi AO =

(OC)

Jadi BO =

(OD)

Simpulan : kedua diagonal berpotongan di titik O yang membagi diagonal menjadi (dua) bagian sama panjang.

C. KELILING DAERAH PERSEGI PANJANG Keliling persegi panjang merupakan jumlah seluruh panjang sisinya. Jika ABCD adalah daerah persegi panjang maka keliling ABCD = + + ... + (AB + BC + CD + DA)

Jika panjang = p dan lebar = l maka keliling ABCD = + + ... + (p + l + p + l ) Sehingga dapat ditulis sebagai : K = + = (+) (K = 2p + 2 l = 2 (p + l ))

87

D. LUAS DAERAH PERSEGI PANJANG Persegi panjang di bawah ini disusun dari beberapa persegi, dimana setiap 1 persegi berukuran 1 cm x 1 cm. 1 cm 1 cm Lengkapilah tabel berikut ini! Persegi Panjang 3 cm Lebar cm (1) 2 cm Banyak persegi 3=3x (1) 6=x2 (3) Luas persegi 3 cm 2

cm (3)

6 cm 2

cm (4)

cm (3)

12 = x (4) (3)

12 cm 2

Jika terdapat daerah persegi panjang dengan panjang = p dan lebar = l maka luas persegi panjang adalah L=x (pxl)

88

LEMBAR KERJA SISWA


Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Kelas / semester : Segi empat : Persegi : VII / 2

A. PENGERTIAN PERSEGI

C
Pada gambar 1 di samping terlihat jelas bahwa AB sejajar dengan

A
Gambar 1

AD sejajar dengan DAB = ABC = K = K = 90 0

( BCD = CDA )

Jadi ABCD adalah daerah persegi panjang. AB = BC = = Persegi panjang ABCD keempat sisinya
Simpulan Persegi adalah suatu segi empat yang semua sisinya (sama) panjang dan keempat sudutnya (siku-siku)

(CD = AD) (sama panjang)

B. SIFAT-SIFAT PERSEGI 1. D M A K C N B A Gambar 3 D C

O B

Gambar 2

89

Jika persegi ABCD dibalik menurut KL


C K AC K A L AB CD AC BD

Jadi AC =

AC = BD

Jadi panjang diagonal-diagonal dalam persegi adalah (sama panjang)

Jika daerah persegi ABCD di samping diputar

1 2

D O A

putaran pada pusat O, maka: Perhatikan diagonal AC dan BD


O K O K
B K

(O) (C) (OC) (OC)

(O) (D) (OD) (OD)

A K

OA K

OB K

OA =

OB =

Jadi diagonal-diagonal pada persegi saling membagI (dua) sama panjang

Sifat 1 : panjang diagonal-diagonal dalam persegi adalah (sama panjang) dan saling membagi (dua) sama panjang 2 a. Jika daerah persegi ABCD dibalik menurut diagonal AC maka

BAC DAC
Jadi BAC = K ( DAC )

ACB K
Jadi ACB = K

( ACD ) ( ACD )

BAC = K dan ACB = K


( BAC = DAC dan ACB = ACD ) Maka diagonal AC membagi A dan C menjadi (dua)bagian sama besar. b. Jika daerah persegi ABCD dibalik menurut diagonal BD maka

ABD CBD

ADB K

( BDC )

90 Jadi ABD = K ( CBD ) Jadi ADB = K ( BDC )

ABD = K dan ADB = K

( ABD = CBD dan ADB = BDC ) Maka diagonal AC membagi B dan D menjadi (dua)bagian sama besar. Sifat 2 : setiap sudutnya dibagi menjadi ( dua ) bagian sama besar oleh diagonal-diagonalnya

C. KELILING DAERAH PERSEGI Keliling persegi merupakan jumlah seluruh panjang sisinya. Jika ABCD adalah daerah persegi panjang maka D C Karena AB = = = (BC = CD = AD)

Jika sisi AB = s dan keliling persegi = K, maka keliling persegi ABCD = s + + + A B (s + s + s + s )

Rumus keliling persegi dapat ditulis K= ( 4s )

91

D. LUAS DAERAH PERSEGI Gambar tabel di bawah ini tersusun dari beberapa persegi, dimana setiap 1 persegi berukuran 1 cm x 1 cm. 1 cm 1 cm Lengkapilah tabel berikut ini! Persegi Panjang Lebar Banyak persegi Luas persegi

2 cm

cm (2)

4=2x (2)

4 cm 2

cm (3)

3 cm

9=x 3 (3)

9 cm 2

cm (4)

cm (4)

16 = x (4) (4)

16 cm 2

Jadi jika terdapat daerah persegi dengan panjang = p dan lebar = l maka rumus luas persegi (L) adalah L=x (pxl)

92
Lampiran 7

UJI NORMALITAS DATA NILAI RAPORT POPULASI

Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Kriteria : ) > Taraf signifikansi ( = 5 % ) maka Ho diterima.. Jika harga kritis (
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test A N a,b Mean Normal Parameters Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 45 56,7556 11,8995 ,109 ,070 -,109 ,734 ,653 B 41 58,7073 11,9880 ,094 ,092 -,094 ,602 ,861 C 44 58,2273 11,5756 ,127 ,127 -,121 ,844 ,475 D 43 59,2326 12,6582 ,089 ,089 -,064 ,582 ,887 E 43 61,6744 9,6479 ,175 ,101 -,175 1,149 ,142 F 43 58,2791 10,3471 ,125 ,088 -,125 ,821 ,510 G 42 61,2619 7,5258 ,091 ,057 -,091 ,592 ,875

> maka tiap-tiap kelas berdistribusi normal.sehingga Karena dari tiap-tiap kelas populasi berdistribusi normal.

93
Lampiran 8

UJI HOMOGENITAS DATA NILAI RAPORT POPULASI

Hipotesis : 2 2 2 Ho = 1 = 2 = ... = 7 Ha = paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku
Kriteria : ) > Taraf signifikansi ( = 5 % ) maka Ho diterima.. Jika harga kritis (
Descriptives NILAI 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 53,1806 60,3306 54,9234 62,4912 54,7080 61,7466 55,3369 63,1282 58,7052 64,6436 55,0947 61,4634 58,9167 63,6071 57,8971 60,3820

N A B C D E F G Total 45 41 44 43 43 43 42 301

Mean 56,7556 58,7073 58,2273 59,2326 61,6744 58,2791 61,2619 59,1395

Std. Deviation 11,8995 11,9880 11,5756 12,6582 9,6479 10,3471 7,5258 10,9539

Std. Error 1,7739 1,8722 1,7451 1,9304 1,4713 1,5779 1,1612 ,6314

Minimum 33,00 35,00 25,00 35,00 37,00 33,00 46,00 25,00

Maximum 76,00 85,00 90,00 89,00 74,00 85,00 75,00 90,00

Test of Homogeneity of Variances NILAI Levene Statistic 1,819 df1 6 df2 294 Sig. ,095

= 0,095 ) karena > Dengan Taraf signifikansi ( = 5 % ) diperoleh harga kritis (

maka Ho diterima artinya ketujuh varians adalah sama.

94
Lampiran 9

ANALISIS VARIANS DATA NILAI RAPORT POPULASI

Hipotesis :

Ho : 1 = 2 = K = 7 Ha : Paling sedikit I tanda sama dengan Ho tidak berlaku


Kriteria :

) > Taraf signifikansi ( = 5 % ) maka Ho diterima. Jika harga kritis (


ANOVA NILAI Sum of Squares 797,727 35198,413 35996,140 df 6 294 300 Mean Square 132,954 119,722 F 1,111 Sig. ,356

Between Groups Within Groups Total

= 0,356 ) karena > Dengan Taraf signifikansi ( = 5 % ) diperoleh harga kritis (


maka Ho diterima artinya rata-rata ketujuh kelas adalah identik.

95
Lampiran 10

KISI-KISI SOAL TES UJI COBA

No

Sub Pokok Bahasan

Uraian Materi

Indikator

Perilaku yang diukur

Nomor Butir

Bentuk tes

Persegi panjang

1. keliling daerah persegi panjang. 2. luas daerah persegi panjang

1. Menghitung keliling daerah persegi panjang serta menggunakan nya dalam pemecahan masalah. 2. Menghitung luas daerah persegi panjang serta menggunakan nya dalam pemecahan masalah.

Pemecahan masalah

Uraian

Persegi

1. keliling daerah persegi. 2. luas daerah persegi.

1. Menghitung keliling daerah persegi serta menggunakan nya dalam

96

pemecahan masalah. 2. Menghitung luas daerah persegi serta menggunakan nya dalam pemecahan masalah. 4,5

97
Lampiran 11

SOAL TES UJI COBA

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan benar! 1. Pak Tomo mempunyai sebidang sawah berbentuk persegi panjang yang luasnya 729 m 2 dengan panjang 0,81 hm. Pada tiap tepi sawah akan dibuat jalan setapak dengan lebar 30 cm. Berapa keliling sawah Pak Tomo yang nantinya dapat ditanami? 2. Sebuah taman berbentuk persegi luasnya 625 m 2 . Taman itu dikelilingi pohon palem yang jarak tiap pohonnya 2,5 m dan lampu taman yang jarak tiap lampunya 5 m. a. Tentukan banyaknya pohon palem yang mengelilingi taman tersebut! b. Tentukan juga banyaknya lampu taman yang mengelilingi taman tersebut! 3. Seorang peternak mempunyai sebidang tanah berberbentuk persegi panjang berukuran 15 m x 12 m. dia akan membangun kandang ayam yang berukuran 10 m x 6 m. bila masih ada sisa lahan, dia ingin menanaminya dengan sayuran. Berapa m 2 lahan yang dapat ditanami sayuran? 4. Lantai sebuah ruangan akan ditutupi ubin persegi berukuran 30 cm x 30 cm, sedangkan ruangan tersebut berukuran 6 m x 6 m. berapa banyak ubin yang diperlukan?
5.

Sebuah seprai berbentuk persegi dihiasi dengan renda yang panjangnya 6 m. berapa luas seprai tersebut?

98
Lampiran 12

KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA

1. Diketahui : Luas = 729 m 2 . P = 0,81 hm = 81 m. Lebar jalan setapak = 30 cm = 0,3 m Ditanya : keliling sawah pak tomo yang dapat ditanami = ? Jawab : Luas = p x l 729 = 81 x l 9m

l =9m
81 m Panjang sawah setelah dibuat jalan setapak = 81 (2 x 0,3) = 80,4 m. Lebar sawah setelah dibuat jalan setapak = 9 (2 x 0,3) = 8,4 m. Jadi keliling kebun pak Tomo yang dapat ditanami = 2 (80,4 + 8,4) = 2 . 88,8 = 177,6 m. 2. Diketahui : luas taman = 625 m 2 jarak tiap pohon = 2,5 m jarak tiap lampu taman = 5 m. ditanya : a. Banyaknya pohon palem yang mengelilingi taman = ? b. Banyaknya lampu taman yang mengelilingi taman = ? Jawab : Luas taman = s 2 625 = s 2 s = 25 panjang sisi = 25 m Keterangan : : pohon palem : lampu taman a. Banyaknya pohon pada pojok-pojok taman = 4.

99

Banyaknya pohon antara pojok satu dengan yang lain tiap deret = 9. terdapat 4 deret, jadi ada 36 pohon. Jadi banyaknya pohon yang mengelilingi taman = 4 + 36 = 40 pohon. b. Banyaknya lampu taman pada pojok-pojok taman = 4. Banyaknya lampu taman antara pojok satu dengan yang lain tiap deret = 4. terdapat 4 deret jadi ada 16 lampu taman. Jadi banyaknya lampu taman yang mengelilingi taman = 4 + 16 = 20 lampu taman. 3. Diketahui : ukuran tanah = 15 m x 12 m Ukuran kandang ayam = 10 m x 6 m Ditanya : lahan yang ditanami sayuran = ? Jawab : B A 15 m Misal : Daerah A adalah lahan yang ditanami sayuran. Daerah B adalah lahan untuk kandang ayam. Jadi ukuran yang ditanami sayuran = ukuran tanah ukuran kandang ayam = (15 x 12) (10 x 6) = 180 60 = 120 m 2 . 4. Diketahui : ukuran ubin = 30 cm x 30 cm = 0,3 m x 0,3 m ukuran ruangan = 6 m x 6 m Ditanya : banyak ubin yang diperlukan = ? Jawab : 0,3 m 0,3 m 6m 6m 12 m

Banyak ubin yang diperlukan = (6 : 0,3) x (6 : 0,3) = 20 x 20 = 400 buah ubin. 5. Diketahui : panjang renda = 6 m.

100

Ditanya : luas seprai = ? Jawab : panjang renda = keliling seprai = 6 4s = 6 s =


Luas = 3 3 9 1 x = = 2 m2 . 2 2 4 4 1 2 m 4 3 2

Jadi luas seprai = 2

100

Lampiran 13

HASIL UJI COBA INSTRUMEN


No Soal

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

Kode UC-18 UC-29 UC-31 UC-8 UC-12 UC-42 UC-2 UC-3 UC-4 UC-33 UC-34 UC-36 UC-19 UC-32 UC-44 UC-24 UC-10 UC-20 UC-22 UC-30 UC-11 UC-39 UC-5 UC-40 UC-41 UC-14 UC-15 UC-7 UC-9 UC-21 UC-25 UC-26 UC-6 UC-27 UC-28 UC-35 UC-43 UC-13 UC-23 UC-37 UC-38

1 8 8 8 3 5 3 3 3 3 3 3 5 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 0 0 0

2 10 10 10 10 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 5 3 2 3 4 0 3 3 3 0 3 4 3 2 0 3 0 0 3 3 2 0 0 0

3 10 10 10 10 9 10 9 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 5 10 10 8 5 10 3 10 5 10 5 3 5 6 10 3 10 5 6 3 0 1 1 0

4 10 10 10 9 10 10 9 6 6 6 6 6 10 6 5 3 4 5 3 3 3 5 3 7 3 5 3 3 3 3 3 0 3 0 3 0 0 2 0 0 0

5 10 3 3 7 10 10 10 8 8 8 7 3 1 3 3 5 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 0 2 0 0 0 0 0 0

Y 96 82 82 78 76 72 68 60 60 60 58 54 52 50 48 48 46 44 42 40 40 40 38 38 42 36 36 34 32 32 32 32 30 26 24 24 16 14 2 2 0

Y2 9216 6724 6724 6084 5776 5184 4624 3600 3600 3600 3364 2916 2704 2500 2304 2304 2116 1936 1764 1600 1600 1600 1444 1444 1764 1296 1296 1156 1024 1024 1024 1024 900 676 576 576 256 196 4 4 0

101

130 526 6838 0,784 0,308 Valid 4,545 1,909


2 2

128 678 7342 0,754 0,308 Valid 5,636 1,182 120,546 19,636 11 3,946 1,72 Signifikan 38,00 Valid

302 2686 15374 0,735 0,308 Valid 9,818 4,091 1,636 132,909 11 5,179 1,72 Signifikan 14,00

186 1264 10694 0,900 0,308 Valid 7,727 0,727 58,182 16,182 11 8,514 1,72 Signifikan 26,00

147 893 8514 0,786 0,308 6,909 0,727 86,909 16,182 11 6,386 1,72 Signifikan 32,00

1786

97524

Validitas Butir Daya Pembeda

X2 XY r r tabel Kriteria MH ML X1 X2 n thitung ttabel Kriteria

52,727 16,909 11 3,313 1,72 Signifikan 39,00

Tingkat Kesukaran

gagal

TK Kriteria

95,12% Sukar

92,68% Sukar

34,15% Sedang

63,41% Sedang

78,05% Sukar

k 2b 2t r11

= 5 =39,996 =481,076 =1,146

102

Lampiran 14

INSTRUMEN SOAL YANG DIPAKAI

No 1 2 3 4 5

No Soal 1 2 3 4 5

Validitas valid valid valid valid valid

Daya Beda signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan

Tingkat kesukaran IK Kriteria 95,12% Sukar 92,68% Sukar 34,15% Sedang 63,41% Sedang 78,05% sukar

Reliabilitas

reliabel

104

Lampiran 15

Contoh Perhitungan Validitas Butir Rumus

rxy =

{N X

N XY ( X )( Y )
2 2

( X ) N Y 2 ( Y )

}{

Keterangan :

Kriteria Apabila rhitung > rtabel maka butir soal tersebut valid. Perhitungan Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal nomor 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti pada table analisis butir soal. No kode Butir soal Skor total X2 XY Y2 (X) (Y) 96 9216 8 768 UC-21 64 1 82 6724 8 656 UC-15 64 2 82 6724 8 656 UC-33 64 3 78 6084 3 234 UC-37 9 4 76 5776 5 380 UC-8 25 5 72 5184 3 216 UC-40 9 6 68 4624 3 204 UC-32 9 7 60 3600 3 180 UC-5 9 8 3600 3 180 UC-16 9 9 60 3600 3 180 UC-17 9 10 60 3364 3 174 UC-27 9 11 58 2916 5 270 UC-31 25 12 54 2704 3 156 UC-12 9 13 52 2500 3 150 UC-35 9 14 50 2304 3 144 UC-13 9 15 48 2304 3 144 UC-14 9 16 48 2116 3 138 UC-22 9 17 46 4 176 UC-7 16 1936 18 44 3 126 UC-6 9 1764 19 42 2 80 UC-28 4 1600 20 40 3 120 UC-36 9 1600 21 40 3 120 UC-38 9 1600 22 40 3 114 UC-3 9 1444 23 38 3 114 UC-30 9 1444 24 38 3 126 UC-18 9 1764 25 42 3 108 UC-19 9 1296 26 36 3 108 UC-41 9 1296 27 36 3 102 UC-9 9 1156 28 34 3 96 UC-10 9 1024 29 32 3 96 UC-20 9 1024 30 32 2 64 UC-25 4 1024 31 32

105

32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

UC-34 UC-1 UC-24 UC-4 UC-11 UC-2 UC-23 UC-26 UC-39 UC-29 jumlah

3 3 3 2 3 2 3 0 0 0 130

32 30 26 24 24 16 14 2 2 0 1786

9 9 9 4 9 4 9 0 0 0 526

96 90 78 48 72 32 42 0 0 0 6838

1024 900 676 576 576 256 196 4 4 0 97524

Berdasarkan tabel tersebut diperoleh:

rxy =

{41.526 (130) }{41.97524 (1786) }


2 2

41.6838 130.1786

48178 = 0.784307 61247.5 Pada = 5 % dengan n = 41 diperoleh rtabel = 0.308 =


Karena rxy > rtabel, maka soal nomor 1 valid.

106

Lampiran 16 Contoh Perhitungan Reliabilitas Instrumen Rumus :


2 k b r11 = 1 2 (k 1) 1

Keterangan: r11 =reliabilitas instrument k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.

2 b

= jumlah varians butir = varians total.

Kriteria Apabila r11 > rtabel , maka instrument tersebut reliabel. Berdasarkan table pada analisis ujicoba diperoleh: b 2 = x1 2 + x 2 2 + x 3 2 + x 4 2 + x 5 2

= 2,775729 + 6,790006 + 11,2564 + 10,24866 + 8,92564 = 39,99643

12

97524
=

3189796 41 = 481,0756 41

5 39,99643 r11 = 1 (5 1) 481,0756


= 1,146075 Pada = 5 % dengan n = 41 diperoleh rtabel = 0.308 Karena r11 > rtabel, maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut reliabel.

107

Lampiran 17 Contoh Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal Rumus

TK =

Jumlah siswa yang gagal 100% Jumlah siswa yang mengikuti tes

Kriteria Interval IK TK TK TK Kriteria Mudah Sedang Sukar

0,00 0,28 0,72

< < <

< < <

0,27 0,72 1,00

Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti pada tabel analisis butir soal.
Jumlah siswa yang gagal Jumlah siswa yang mengikuti tes 39 41

TK =

100 % =

100 % = 95 ,12 %

Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai tingkat kesukaran yang sukar

108

Lampiran 18 Contoh Perhitungan Daya Pembeda Soal Rumus


t= L

2 1

ni (ni 1)

+ 2

Keterangan:

MH = rata-rata kelompok atas ML = rata-rata kelompok bawah 2 1 = jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok atas
2 ni N
2

=jumlah kuadrat deviasi individual dar kelompok bawah = jumlah responden pada kelompok atas atau bawah (27 % x N) = Jumlah seluruh responden yang mengikuti tes

Kriteria : thitung > ttabel maka mempunyai daya pembeda soal yang signifikan. Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal nomor 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti pada tabel analisis butir soal. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
jumlah MH

Kode
UC-21 UC-15 UC-33 UC-37 UC-8 UC-40 UC-32 UC-5 UC-16 UC-17 UC-27

Nilai
8 8 8 3 5 3 3 3 3 3 3 50 4,545

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
jumlah ML

Kode
UC-25 UC-34 UC-1 UC-24 UC-4 UC-11 UC-2 UC-23 UC-26 UC-39 UC-29

Nilai
2 3 3 3 2 3 2 3 0 0 0 21 1,909

= 3,313 52,727 + 16,909 11(11 1) Pada = 5% dengan dk = 11 + 11 -2 = 20 diperoleh t tabel 1,72. Karena t > ttabel , maka soal no 1 mempunyai daya pembeda yang signifikan.

t=

4,545 1,909

109

Lampiran 19

SOAL TES KEMAMPUAN PEMECHAN MASALAH

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan benar! 1. Pak Tomo mempunyai sebidang sawah berbentuk persegi panjang yang luasnya 729 m 2 dengan panjang 0,81 hm. Pada tiap tepi sawah akan dibuat jalan setapak dengan lebar 30 cm. Berapa keliling sawah Pak Tomo yang nantinya dapat ditanami? 2. Sebuah taman berbentuk persegi luasnya 625 m 2 . Taman itu dikelilingi pohon palem yang jarak tiap pohonnya 2,5 m dan lampu taman yang jarak tiap lampunya 5 m. a. Tentukan banyaknya pohon palem yang mengelilingi taman tersebut! b. Tentukan juga banyaknya lampu taman yang mengelilingi taman tersebut! 3. Seorang peternak mempunyai sebidang tanah berbentuk persegi panjang berukuran 15 m x 12 m. dia akan membangun kandang ayam yang berukuran 10 m x 6 m. bila masih ada sisa lahan, dia ingin menanaminya dengan sayuran. Berapa m 2 lahan yang dapat ditanami sayuran? 4. Lantai sebuah ruangan berbentuk persegi akan ditutupi ubin persegi berukuran 30 cm x 30 cm, sedangkan ruangan tersebut berukuran 6 m x 6 m. Berapa banyak ubin yang diperlukan? 5. Sebuah seprai berbentuk persegi dihiasi dengan renda yang panjangnya 6 m. berapa luas seprai tersebut?

110

Lampiran 20

KUNCI JAWABAN SOAL TES KEMAMPUAN PEMECHAN MASALAH

1. Diketahui : Luas = 729 m 2 . P = 0,81 hm = 81 m. Lebar jalan setapak = 30 cm = 0,3 m Ditanya : keliling sawah pak tomo yang dapat ditanami = ? Jawab : Luas = p x l 729 = 81 x l 9m

l =9m
81 m Panjang sawah setelah dibuat jalan setapak = 81 (2 x 0,3) = 80,4 m. Lebar sawah setelah dibuat jalan setapak = 9 (2 x 0,3) = 8,4 m. Jadi keliling kebun pak Tomo yang dapat ditanami = 2 (80,4 + 8,4) = 2 . 88,8 = 177,6 m. 2. Diketahui : luas taman = 625 m 2 jarak tiap pohon = 2,5 m jarak tiap lampu taman = 5 m. ditanya : a. Banyaknya pohon palem yang mengelilingi taman = ? b. Banyaknya lampu taman yang mengelilingi taman = ? Jawab : Luas taman = s 2 625 = s 2 s = 25 panjang sisi = 25 m Keterangan : : pohon palem : lampu taman a. Banyaknya pohon pada pojok-pojok taman = 4. Banyaknya pohon antara pojok satu dengan yang lain tiap deret = 9. terdapat 4 deret, jadi ada 36 pohon. Jadi banyaknya pohon yang mengelilingi taman = 4 + 36 = 40 pohon.

111

b. Banyaknya lampu taman pada pojok-pojok taman = 4. Banyaknya lampu taman antara pojok satu dengan yang lain tiap deret = 4. terdapat 4 deret jadi ada 16 lampu taman. Jadi banyaknya lampu taman yang mengelilingi taman = 4 + 16 = 20 lampu taman. 3. Diketahui : ukuran tanah = 15 m x 12 m Ukuran kandang ayam = 10 m x 6 m Ditanya : lahan yang ditanami sayuran = ? Jawab : B A 15 m Misal : Daerah A adalah lahan yang ditanami sayuran. Daerah B adalah lahan untuk kandang ayam. Jadi ukuran yang ditanami sayuran = ukuran tanah ukuran kandang ayam = (15 x 12) (10 x 6) = 180 60 = 120 m2 . 4. Diketahui : ukuran ubin = 30 cm x 30 cm = 0,3 m x 0,3 m ukuran ruangan = 6 m x 6 m Ditanya : banyak ubin yang diperlukan = ? Jawab : 0,3 m 0,3 m 6m 6m 12 m

Banyak ubin yang diperlukan = (6 : 0,3) x (6 : 0,3) = 20 x 20 = 400 buah ubin. 5. Diketahui : panjang renda = 6 m. Ditanya : luas seprai = ? Jawab : panjang renda = keliling seprai = 6 4s = 6 s = 3 2

112

Luas =

3 3 9 1 x = = 2 m2 . 2 2 4 4

Jadi luas seprai = 2

1 2 m 4

113

Lampiran 21
DAFTAR NILAI TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL Nilai Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen Kelas Eksperimen Kelas Kontrol (RME) (LKS) (Ekspositori) 28 15 48 18 50 50 10 15 63 25 30 23 60 15 48 20 53 48 25 15 40 10 40 23 43 18 65 43 53 50 18 35 53 55 53 43 43 28 45 25 43 48 43 28 48 15 30 28 15 30 43 23 48 35 15 58 83 20 58 25 38 30 43 15 23 35 20 30 15 15 15 38 15 33 43 15 30 25 70 40 80 53 60 25 78 43 10 28 40 43 43 30 18 25 30 15 53 40 25 53 78 43 15 95 15 18 48 10 85 30 43 15 35 10 60 15 55 35 95 30 38 33 45 53 80 45 23 35

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

114

Lampiran 22 UJI NORMALITAS DATA NILAI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL

Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Kriteria : ) > Taraf signifikansi ( = 5 % ) maka Ho diterima.. Jika harga kritis (
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KEL.1 N Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
a,b

KEL.2 43 33,1628 17,3876 ,132 ,132 -,110 ,864 ,445

KEL.3 42 44,5714 18,6876 ,148 ,148 -,099 ,957 ,319

Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative

43 33,5349 19,2470 ,168 ,154 -,168 1,100 ,178

> maka tiap-tiap kelompok berdistribusi normal. Karena dari tiap-tiap kelas

115

Lampiran 23 UJI HOMOGENITAS DATA NILAI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL

Hipotesis : 2 2 2 Ho = 1 = 2 = 3 Ha = paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku


Kriteria : ) > Taraf signifikansi ( = 5 % ) maka Ho diterima. Jika harga kritis (
Descriptives NILAI 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 27,6115 39,4582 15,00 85,00 27,8117 38,5139 10,00 83,00 38,7480 50,3949 15,00 95,00 33,6978 40,3647 10,00 95,00

N 1 2 3 Total 43 43 42 128

Mean Std. Deviation Std. Error 33,5349 19,2470 2,9351 33,1628 17,3876 2,6516 44,5714 18,6876 2,8836 37,0313 19,0589 1,6846

Test of Homogeneity of Variances NILAI Levene Statistic ,615 df1 2 df2 125 Sig. ,542

= 0,542 ) karena Dengan Taraf signifikansi ( = 5 % ) diperoleh harga kritis ( > maka Ho diterima artinya ketujuh varians adalah sama.

116

Lampiran 24 ANALISIS VARIANS DATA NILAI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL

Hipotesis :

Ho : 1 = 2 = 3 Ha : paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku


Kriteria :

) > Taraf signifikansi ( = 5 % ) maka Ho diterima Jika harga kritis (


ANOVA NILAI Sum of Squares 3557,031 42574,844 46131,875 df 2 125 127 Mean Square 1778,516 340,599 F 5,222 Sig. ,007

Between Groups Within Groups Total

= 0,007 ) karena Dengan Taraf signifikansi ( = 5 % ) diperoleh harga kritis (

< maka Ho ditolak artinya rata-rata ketiga kelas berbeda. Karena rata-rata ketiga kelas berbeda maka dilakukan uji pembandingan ganda Scheffe.

117

Lampiran 25

UJI SCHEFFE
Multiple Comparisons Dependent Variable: NILAI Scheffe Mean Difference (I-J) ,3721 -11,0365* -,3721 -11,4086* 11,0365* 11,4086*

(I) KELOMPOK 1 2 3

(J) KELOMPOK 2 3 1 3 1 2

Std. Error 3,9802 4,0038 3,9802 4,0038 4,0038 4,0038

Sig. ,996 ,025 ,996 ,020 ,025 ,020

95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound -9,4883 10,2325 -20,9554 -1,1176 -10,2325 9,4883 -21,3275 -1,4897 1,1176 20,9554 1,4897 21,3275

*. The mean difference is significant at the .05 level.

NILAI Scheffe KELOMPOK 2 1 3 Sig.


a,b

N 43 43 42

Subset for alpha = .05 2 33,1628 33,5349 ,996 44,5714 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 42,661. b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.

Hasil uji signifikansi dapat dilihat dengan ada atau tidaknya tanda * pada kolom mean difference. Jika tanda * ada di angka mean difference maka perbedaan tersebut nyata atau signifikan. Dari hasil diatas maka a. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kemampuan pemecahan masalah model pembelajaran menggunakan RME dan ekspositori. b. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kemampuan pemecahan masalah model pembelajaran menggunakan RME dan LKS. c. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kemampuan pemecahan masalah model pembelajaran menggunakan LKS dan ekspositori