Anda di halaman 1dari 10

NAMA

: UUS KUSWANDI

NOMOR PASIS

: 347

MATERI

: TEORI KEPEMIMPINAN

PERTEMUAN

: KE II

1. Jelaskan gaya kepemimpinan menurut Thoha !


Jawab :
Gaya kepemimpinan adalah merupakan norma perilaku yang digunakan
oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi
perilaku orang lain.
2. Gaya kepemimpinan yang dikenal secara umum ada empat gaya
kepemimpinan. Jelaskan gaya kepemimpinan tersebut !
Jawab :
a. Gaya Kepemimpinan Otokratis.
Gaya kepemimpinan ini kadang kadang dikatakan kepemimpinan
yang terpusat pada diri pemimpin (Leadership Center) atau tipe
direktif. Gaya ini ditandai dengan sangat banyaknya petunjuk yang
datangnya dari pemimpin dan sangat terbatasnya bahkan sama sekali
tidak ada

peran serta anak buah dalam perencanaan dan

pengambilan keputusan.
b. Gaya Kepemimpinan Birokratis.
Gaya kepemimpinan ini dapat dilukiskan dengan kalimat memimpin
berdasarkan

peraturan.

Perilaku

pemimpin

ditandai

dengan

keketatan palaksanaan prosedur yang berlaku bagi pemimpin dan


anak buahnya.
c. Gaya Kepemimpinan Demokratis.
Gaya kepemimpinan ini kadang-kadang disebut gaya kepemimpinan
yang terpusat pada anak buah Employee Center, kepemimpinan
dengan kesedarajatan Equalitaria, kepemimpinan konsultatif atau
partisipatif, dalam gaya ini terjadi komunikasi dua arah.
d. Gaya Kepemimpinan Bebas.
Gaya kepemimpinan ini, pemimpin sedikit sekali menggunakan
kekuasaannya atau sama sekali membiarkan anak buahnya untuk
berbuat sesuka hatinya.

Catatan Gadik

Nilai

Paraf
Pasis
Gadik

NAMA

: UUS KUSWANDI

NOMOR PASIS

: 347

MATERI

: TEORI KEPEMIMPINAN

PERTEMUAN

: KE III

1. Jelaskan yang dimaksud kepemimpinan situasional !


Jawab :
a. Teori ini sesungguhnya belum teruji validasinya di lapangan, tetapi
sangat menarik didalami karena ada tiga alasan penggunaannya
antara lain.
1) Pengunaanya yang meluas
2) Daya Tarinya secara intuitif
3) Didukung oleh pengalaman di dunia kenyataan
b. Lebih memusatkan perhatian pada pihak bawahan yang pada intinya
menekankan

bahwa

efektifitas

pemilihan

gaya

kepemimpinan

seseorang tergantung pada dua hal yaitu :


1) Untuk menghadapi situasi tertentu
2) Tingkat kematangan jiwa (kedewasaan) bawahan yang dipimpin
2. Sebutkan empat tingkat kedewasaan bawahan !
Jawab :
a. Memberitahukan
b. Menjual
c. Mengajak
d. Pendelegasian
3. Konflik merupakan bagian dari dinamika kehidupan manusia. Jelaskan
jenis-jenis dan sumber konflik !
Jawab :
a. Jenis-jenis Konflik
1) Konflik nyata. Konflik ini timbul karena perselisihan kebutuhan
yang bersifat fisik seperti kekurangan makanan, gaji yang tidak
cukup dan pembagian jatah yang tidak adil.
2) Konflik nilai (Idial). Konflik ini timbul karena perbedaan pandangan
ideologi, agama / kepercayaan.
b. Sumber konflik
1) Menurut Wahjosumijo

Ketidakpuasan

Adanya tujuan dan berbagai sistem nilai yang berbeda-beda

Berbagai hambatan kumunikasi

Manusia dan perilakunya

Struktur organisasi dan tugas pokok serta fungsi

2) Menurut Wexley dan Yulk

Persaingan terhadap sumber-sumber

Ketergantungan pekerjaan

Kekaburan bidang tugas

Perbedaan tujuan

Problem status

Rintangan komunikasi

Sifat-sifat individu

4. Jelaskan tehnik penginderaan dan tehnik kompromi !


Jawab :
a. Tehnik Penginderaan
Merupakan perilaku menghindar dari situasi konflik, yang biasanya
diekspresikan dengan bersikap tidak kooperatif dan tidak terbuka,
menarik diri dari situasi yang berkembang, penolakan untuk
menyelesaikan konflik dengan mengulur-ngulur waktu pengambilan
tindakan sampai tersedia banyak informasi.
b. Tehnik Kompromi
Bekerja menuju kearah pemuasan kepentingan semua pihak yang
berkepentingan, melaksankan upaya tawar-menawar untuk memcapai
pemecahan sehingga tak seorangpun merasa bahwa ia yang menang
atau kalah.

Catatan Gadik

Nilai

Paraf
Pasis
Gadik

NAMA

: UUS KUSWANDI

NOMOR PASIS

: 347

MATERI

: PENGETAHUAN DASAR TERITORIAL

PERTEMUAN

: KE II

1. Sebutkan dan jelaskan sifat-sifat teritorial


Jawab :
a. Mengayomi. Dalam bersikap dengan masyarakat setiap prajurit TNI
AD diharapkan dapat memberikan perlidungan kepada rakyat
sehingga tercipta rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Kebersamaan. Dalam bersikap denga masyarakat, prajurit TNI AD
harus dapat mewujudkan rasa kebersamaan dengan masyarakat
sehingga

tumbuh

rasa

senasib

dan

sepenanggungan

dalam

mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


c. Gotong royong. Dalam bersikap dengan masyarakat, prajurit TNI
AD selalu ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh
masyarakat untuk kepentingan umum.
d. Manfaat. Dalam bersikap dengan masyarakat, sikap dan tingkah laku
prajurit TNI AD harus bermanfaat bagi kepetingan masyarakat.
2. Jelaskan keharusan larangan dalam penyelenggaraan sikap teritorial !
Jawab :
a. Kehurusan
1) Melaksanakan peribadatan sesuai agama masing-masing dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai / norma keagamaan yang ada di
lingkungannya.
2) Menjunjung tinggi dan menghargai adat istiadat serta budaya yang
berlaku di lingkungannya.
3) Melaksakan setiap kegiatan dengan didasarkan pada Sapta
Marga, Sumpah Prajurit dan 8 TNI Wajib.
4) Mampu menyesuaikan diri / beradaptasi dengan lingkungannya.
5) Menegakan dan mematuhi hukum / HAM, peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku di lingkungannya.
b. Larangan
1) Melakukan kegiatan / hal-hal yang dapat merusak citra TNI
2) Melanggar nilai-nilai / norma agama yang ada di lingkungannya

3) Melanggar adat istiadat, budaya, hukum / HAM dan peraturan


perundang-undangan yang berlaku di daerahnya.
4) Bersikap aroganis
5) Melakukan perbuatan yang dapat merugikan dan menyakiti
masyarakat.
3. Jelaskan peran sikap teritorial !
Jawab :
Sikap teritorial sebagai sarana dalam meningkatkan kebersamaan dan
keeratan hubungan antara prajurit TNI AD dengan rakyat, sehingga
terwujud kemanunggalan TNI Rakyat untuk didayagunakan bagi
kepentingan pertahan negara di daratan.

Catatan Gumil

Nilai

Paraf
Pasis
Gumil

NAMA

: UUS KUSWANDI

NOMOR PASIS

: 347

MATERI

: PENGETAHUAN DASAR TERITORIAL

PERTEMUAN

: KE III

1. Jelaskan tujuan Bhakti TNI !


Jawab :
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat meliputi bidang fisik
dan non fisik guna memantapkan kemanunggalan TNI Rakyat untuk
didayagunakan bagi kepentingan pertahan negara aspek darat.
2. Jelaskan hakekat komunikasi sosial !
Jawab:
a. Sebagai metoda adalah suatu cara yang diselenggarakan oleh
satuan jajaran TNI AD yang berhubungan dengan perencanaan dan
kegiatan untuk memelihara serta meningkatkan keeratan hubungan
dengan segenap komponen bangsa guna terwujudnya saling
pengertian

dan

kebersamaan

yang

memungkinkan

timbulnya

keinginan masyarakat untuk berpartisipasi pada kepentingan bidang


pertahanan.
b. Sebagai kemampuan adalah kemampuan prajutir TNI AD dalam
berkomunikasi dengan komponen masyarakat dan aparat pemerintah
terkait lainnya guna terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan
yang

memungkinkan

timbulnya

keinginan

masyarakat

untuk

berpartisipasi pada kepentingan bidang pertahanan.


3. Jelaskan peran Bhakti TNI !
Jawab :
Bhakti TNI sebagai metode Binter digunakan untuk merebut hati dan
pikiran rakyat dalam rangka kemanunggalan TNI Rakyat.

Catatan Gumil

Nilai

Paraf
Pasis
Gumil

NAMA

: UUS KUSWANDI

NOMOR PASIS

: 347

MATERI

: PENGETAHUAN DASAR TERITORIAL

PERTEMUAN

: KE IV

1. Sebutkan dan jelaskan sasaran Binter terbatas !


Jawab:
a. Satuan mengenal lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar
pangkalan.
b. Masyarakat di sekitar pangkalan merasa memiliki dan merasa aman
dengan keberadaan satuan.
c. Masyarakat di sekitar pangkalan dapat dijadikan pagar hidup satuan
khususnya dalam membantu keamanan pangkalan.
d. Sasaran membina adalah bidang SDA dan SDB, SDM serta sarana
prasarana.
2. Jelaskan Metoda dan tehnik Binter terbatas !
Jawab :
a. Metoda
Pembinaan teritorial terbatas pada prinsipnya sama dengan metoda
pembinaan teritorial yaitu :
1) Bhakti TNI
2) Bintahwil
3) Komsos
b. Teknik
Penerapan

teknik

kepemimpinan

binter

terbatas

mencerminkan

seni

dan

dari momandan satuan. Teknik pembinaan melalui

pendekatan, ajakan, dan kegiatan-kegiatan lainnya berupa


1) Latihan
2) Anjangsana
3) Penyuluhan
4) Kegiatan bersama
3. Jelaskan radius wilayah Binter terbatas !
Jawab :
a. Wilayah dengan radius + 0 Km s/d 3 Km dari pangkalan Sat Non
Kowil. Wilayah tersebut merupakan wilayah penguasaan (diketahui

dari segala aspeknya secara langsung) dan dibina secara langsung


melalui program Binter terbatas.
b. Wilayah dengan radius + 3 Km s/d 5 Km dari pangkalan Sat Non
Kowil. Wilayah tersebut merupakan wilayah di bawah pengaruh
(harus dapat diselami, dihubungi, dipengaruhi secara tidak langsung)
dan diajak untuk dapat mewujudkan ketahanan wilayah.
c. Wilayah dengan radius + 5 Km s/d 8 Km dari pangkalan Sat Non
Kowil. Wilayah tersebut merupakan wilayah yang perlu mendapat
pemantauan.

Catatan Gumil

Nilai

Paraf
Pasis
Gumil