Anda di halaman 1dari 9

Sejarah Singkat PT ASKES (Persero) Status Perusahaan Persero PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang

ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Sejarah singkat penyelenggaraan program Asuransi Kesehatan sebagai berikut : 1968 Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri dan Penerima Pensiun (PNS dan ABRI) beserta anggota keluarganya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968. Menteri Kesehatan membentuk Badan Khusus di lingkungan Departemen Kesehatan RI yaitu Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), dimana oleh Menteri Kesehatan RI pada waktu itu (Prof. Dr. G.A. Siwabessy) dinyatakan sebagai embrio Asuransi Kesehatan Nasional. 1984 Untuk lebih meningkatkan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi peserta dan agar dapat dikelola secara profesional, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1984 tentang Pemeliharaan Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun (PNS, ABRI dan Pejabat Negara) beserta anggota keluarganya. Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti. 1992 Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun diubah menjadi Perusahaan Perseroan (PT pertimbangan fleksibilitas pengelolaan keuangan, Pemerintah dapat dinegosiasi untuk kepentingan peserta dan manajemen lebih mandiri. 2005 Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1241/Menkes/XI/2004 PT Askes (Persero) ditunjuk sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (PJKMM). PT Askes (Persero) mendapat penugasan untuk mengelola kepesertaan serta pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Visi dan Misi Visi Menjadi spesialis dan pusat unggulan Asuransi Kesehatan di Indonesia. Misi

1992 status Perum Persero) dengan kontribusi kepada pelayanan kepada

Memberikan kepastian jaminan pemeliharaan kesehatan kepada peserta (masyarakat Indonesia) melalui sistem pengelolaan yang efektif dan efisien Mengoptimalkan pengelolaan dana dan pengembangan sistem untuk memberikan pelayanan prima secara berkelanjutan kepada peserta Mengembangkan pegawai untuk mencapai kinerja optimal dan menjadi salah satu keunggulan bersaing utama perusahaan. Membangun kordinasi dan kemitraan yang erat dengan seluruh stakeholder untuk bersama menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Landasan Hukum PT Askes (Persero) yang berkedudukan di Jakarta didirikan dengan Akte Notaris Muhani Salim, SH Nomor 104 tanggal 20 Agustus 1992 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Akte Notaris NM Dipo Nusantara Pua Upa, SH Nomor 24, tanggal 13 Agustus 2012 yang mempunyai maksud dan tujuan serta kegiatan sebagai berikut : Maksud dan tujuan perseroan ialah turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang asuransi sosial melalui penyelenggaraan asuransi/jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan beserta keluarganya, dan masyarakat lainnya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, guna meningkatkan nilai manfaat bagi peserta dan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : 1. Menyelenggarakan asuransi kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun, Veteran dan Perintis Kemerdekanaan beserta Keluarganya. 2. Menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi Pegawai dan Penerima Pensiun Badan Usaha dan Badan lainnya. 3. Menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah sesuai dengan prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional. 4. Melakukan kegiatan investasi dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan. Tujuan Turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang asuransi sosial melalui penyelenggaraan asuransi/jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan beserta keluarganya, dan masyarakat lainnya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, guna meningkatkan nilai manfaat bagi peserta dan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut ini : 1. Menyelenggarakan asuransi kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) bagi Pegawai Negeri Sipil,Penerima Pensiun, Veteran dan Perintis Kemerdekanaan beserta Keluarganya. 2. Menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi Pegawai dan Penerima Pensiun Badan Usaha dan Badan lainnya. 3. Menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah sesuai dengan prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional. 4. Melakukan kegiatan investasi dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan. 5. Struktur Organisasi 6. Struktur Organisasi PT Askes (Persero) Kantor Divisi Regional 7. Struktur Organisasi PT Askes (Persero) Kantor Cabang

KEPALA GRUP Maya Amiarny Rusady Sekretaris Perusahaan Erna Wijaya Kesuma Kepala Grup Pendidikan dan Pelatihan Budi M. Arief Kepala Grup Kepesertaan Zuchrady Kepala Grup Organisasi dan Sumber Daya Manusia Siswandi Kepala Grup Teknologi dan Sistem Informasi Ambarwati Kepala Grup Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Korporat Army A Kepala Grup Keuangan (Pjs) Arief Witjaksono Juwono P Kepala Grup Investasi Heru Chandra Kepala Grup Akuntansi Jenni Wihartini Kepala Grup Pemasaran Togar Siallagan Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan Yose Rizal Denis Kepala Grup Sumber Daya Sarana dan Umum Heryanto Kepala Satuan Pengawasan Intern Suhatmadji Kepala Grup Manajemen Resiko dan Manajemen Mutu Mohammad Edison Kepala Grup Manajemen Provider dan Utilisasi Ikhsan Kepala Grup Hubungan Antar Lembaga Andi Afdal Kepala Grup Manajemen Manfaat Mira Anggraini Ketua Project Management Office (PMO) setingkat Kepala Grup Profil Karyawan Pencapaian kinerja keuangan dan operasional perusahaan tahun 2011 telah didukung oleh ketersediaan SDM yang memadai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sampai dengan akhir tahun 2011 jumlah pegawai Askes mencapai 2.952 orang, diantaranya sebanyak 10 orang diperbantukan pada Anak Perusahaan/PT AJII sehingga total Pegawai yang ada pada induk Pegawai adalah hanya 2942 orang. Secara rinci profil pegawai PT Askes (Persero) disajikan pada tabeltabel berikut: Tabel Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian 2009-2011 (sumber: Dok.Askes)

Pada tahun 2011, jumlah pegawai terbesar berkedudukan pada kantor regional IV sebesar 322 untuk wilayah kerja propinsi jawa tengah dan D.I. Yogyakarta, dan terbesar kedua pada regional VII dengan jumlah 307 karyawan berkedudukan di wilayah kerja Jawa Timur, dan posisi ketiga ada pada wilayah regional IV berkedudukan di DKI Jakarta, Banten dan Kalimantan Barat.

Tabel Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin 2009-2011 (sumber: Dok. Askes)

PT Askes (Persero) memberikan perlakuan yang sama bagi setiap karyawan, baik untuk kesempatan karir maupun segala fasilitas pekerjaan, untuk itu Askes tidak membedakan gender dalam rekruitmen dan menjadikan kualitas sebagai satu-satunya syarat penerimaan karyawan. Susunan Dewan Direksi PT Askes (Persero) periode 2013 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Askes (Persero) Nomor : SK-09/MBU/2013 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota-anggota direksi perusahaan perseroan (Persero) PT Asuransi Kesehatan Indonesia. Susunan Direksi PT Askes (Persero) sebagai berikut ini : (Urutan Nama dari Kiri ke Kanan) 1. drg. Fajriadinur, MM / Direktur Pelayanan Lahir di Pontianak 10 Juni 1964. Meraih gelar Dokter di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan, Kepala Divisi Regional I dan IV, Kepala Divisi Kemitraan dan Pemasaran, dan Kepala Grup Kemitraan dan Pengendalian Manfaat PT Askes (Persero) 2. drg. Sri Endang Tidarwati, MM / Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga Lahir di Magelang, 22 Agustus 1957. Meraih Gelar Dokter di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Regional IX, Kepala Divisi Organisasi dan SDM dan kepala Divisi Regional VI. 3. Purnawarman Basundoro, Ak. MBA / Direktur Keuangan dan Investasi Lahir di Solo, 26 Mei 1961. Lulusan Diploma IV Sekolah Tinggi Administrasi Negara tahun 1988, MBA pada University of Newbruswick , Canada tahun 1992. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Intern PT Askes (Persero), dan Direktur Keuangan PT Askes (Persero) Periode 2008-2013. 4. DR. dr. Fachmi Idris, Mkes / Direktur Utama Lahir di Palembang, 1 Februari 1968. Meraih gelar dokter di Universitas Sriwijaya, merupakan lulusan terbaik dari Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan lulusan terbaik dengan gelar cum laude untuk gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Ketua Umum PB IDI periode 2006-2009, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan Komisaris Independent PT Askes (Persero).

5. dr. Tono Rustiano, MM / Direktur Perencanaan Pengembangan dan Teknologi Informasi Lahir di Pandeglang, 25 Maret 1965. Meraih gelar Dokter di Universitas Padjadjaran 1991. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Utama Bandung, Kepala Kantor Regional IX, Kepala Divisi Organisasi & SDM dan Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan PT Askes (Persero). 6. dr. Taufik Hidayat, MM / Direktur SDM dan Umum Lahir pada 24 Agustus 1965. Meraih Gelar Dokter di Universitas Brawijaya Malang. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Regional I dan IV, Kepala Divisi Jaminan Pelayanan Kesehatan, Kepala Divisi Promosi Kesehatan, dan Kepala Grup Pendidikan dan Pelatihan. Dewan Komisaris Susunan Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Asuransi Kesehatan Indonesia periode 2008-2013 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Askes (Persero) Nomor : Kep-86/MBU/2008 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota-anggota komisaris perusahaan perseroan (Persero) PT Asuransi Kesehatan Indonesia. dr. Farid W Husain, Sp. BD. (K) / Komisaris Utama Diangkat sebagai komisaris utama PT Askes (Persero) sejak tahun 2008. Lahir di Soppeng, 9 Maret 1950. Lulusan S1 Kedokteran UNHAS tahun 1975, kemudian mengambil Spesialis Bedah di UNHAS tahun 1981, Spesialis Bedah Digestif tahun 1984. Pernah menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Islam Makassar (1995-2002), Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kesehatan dan Lingkungan Hidup (2002-2005). Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI.

Hambra Samal, SH. MH. / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2012. Lahir di Ketapang, 10 Oktober 1968. Lulusan S1 Hukum di Universitas Patimura, kemudian mengambil S2 Magister Hukum di Universitas Gajah Mada. Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Biro Hukum pada Kementerian Negara BUMN RI.

DR. Ida Bagus Indra Gotama, SKM. Msi. / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2008. Lahir di Bangli, 29 Januari 1950. Lulusan S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 1983, kemudian mengambil S2 Magister Administrasi Bisnis, Universitas Indonesia tahun 1998, Doktor Epidemiologi Komunitas, Program Doktor Ilmu Epidemiologi Komunitas Universitas Indonesia tahun 2006. Pernah menjabat sebagai Direktur Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat, Ditjen Binkesmas (2005) dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, Sekjen Depkes (2005). Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Pusat Diklat SDM Kesehatan, Badan PPSDM Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Drs. Tata Suntara, DESS / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2008. Lahir di Tasikmalaya, 15 Januari 1954. Lulusan S1 Institut Ilmu Keuangan Jakarta tahun 1980, kemudian mengambil Diplome, Institut International D"Administration Publique, Perancis tahun 1985, Diplome D"Estudes Superieures Specialisees (DESS) Eniversite de Paris Dauphine Paris, Perancis tahun 1986. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Kas Negara Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI.

Drs. Eko Sutrisno, MSi. / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2008. Lahir di Trenggalek, 06 Januari 1955. Lulusan S1 Universitas Gajah Mada tahun 1980, kemudian mengambil S2 di Universitas Indonesia tahun 1999. Pernah menjabat sebagai Sekretaris Utama pada Badan Kepegawaian Negara (2003). Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Drs. Tjarda Muchtar MBA / Komisaris Independen Diangkat sebagai komisaris independen PT Askes (Persero) sejak akhir Februari 2013. Lahir di Mersam (Jambi) 27 Maret 1949. Lulusan S1 IKIP Malang di tahun 1 Prestasi 2008

"The best insurance company" (penghargaan khusus asuransi sosial), Investor award 2008 Platinum Brand Award for its achievement of IBBA for 7 consecutive years (20022008), Indonesia Best Brand Award 2008, Jakarta Agustus 2008 Peringkat 4 "The Best company in Finance", Business Review award 2008 Peringkat 3 "The Best CEO", Business Review award 2008 Early improvement & Silver Achievment Award "The Performance Excellence Growth" for Big Company, IQA (Indonesia Quality Award) 2008 "BUMN Terbaik 2008, Bidang Keuangan Sektor Asuransi" Investor Award 2009 Piagam citra pelayan public KC gorontalo kcu semarang dan KCU Jakarta Pusat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara 2008 Juara III Anugerah Media Humas 2008 Kategori Kalender BUMN di Hotel Sahid Kuta Bali 30 Agustus 2008 BUMN Terbaik 2007 kategori bidang keuangan sektor asuransi versi Investor Media Group

2009

Platinum Brand Award for its achievement of IBBA for 8 consecutive years (20022009), Indonesia Best Brand Award 2009, Jakarta Agustus 2009 Peringkat 4 Annual Report Award 2008 kategori Perusahaan Keuangan Non Listed BUMN Terbaik 2009, Bidang Keuangan Sektor Asuransi Investor Award 2009 Peringkat ke-3 Perusahaan Non listed terbaik, Business Review award 2009 Early improvement & Silver Achievment Award "The Performance Excellence Growth" for Big Company, IQA ( Indonesia Quality Award) 2009

2010

Peringkat ke-7 Best e-Corp dari SWA, Peringkat ke -2 Best CIO (Chief Information Officer) dari SWA, Peingkat ke-4 Best Future Leader dari SWA. Peringkat 2 Best CIO (Chief Information Officer) 2010, Peringkat 4 Best IT Future dan peringkat 7Best e-Corp 2010, Majalah SWA Platinum Brand Award for its achievement of IBBA for 9 consecutive years (20022010), Indonesia Best Brand Award 2009, Jakarta Agustus 2009 Piagam Penghargaan Museum Rekor - Dunia Indonesia, atas Pemrakarsa dan Penyelenggara Senam Osteoporosis Secara Serentak di 421 Wilayah dengan Peserta Terbanyak Juara III Laporan Tahunan Cetak Kategori BUMN, Anugerah Media Humas 2010, Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah Juara II Stand Favorite Pengunjung , Pameran 2nd International Public Service Expo 2010

Juara III Website dengan Marketing Communication Terbaik Kategori BUMN Jasa Keuangan Non Listed Juara III Website dengan User Interface Terbaik Kategori BUMN Jasa Keuangan Non Listed Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden Republik Indonesia kepada Kantor PT Askes (Persero) Cabang Utama Surabaya dan Semarang sebagai Unit Pelayanan Publik Berkinerja sangat Baik. "Good Performance", IQA ( Indonesia Quality Award) 2010 Mendapatkan Predikat "Sangat Bagus" untuk Kategori Asuransi Sosial dari InfoBank Award 2010

2011

The Best For Human Capital Initiative kategori performance management system diberikan oleh Dunamis bekerjasama dengan Business Review The Best For Employee Net Promotor Score kategori financial industry diberikan oleh Dunamis bekerjasama dengan Business Review Best For Human Capital Index kategori financial industry diberikan oleh Dunamis bekerjasama dengan Business Review The Best CEO Commitment diberikan oleh Dunamis bekerjasama dengan Business Review Number One Best Choice Award kategori Asuransi Keseha

Sejarah Perjalanan UU BPJS

SEJARAH PERJALANAN JAMINAN SOSIAL DI INDONESIA Tidak Ada Orang Kaya Dalam Dunia Kesehatan Perjalanan Panjang UU SJSN Adanya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit, apalagi tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin seperti hemodialisa atau biaya operasi yang sangat tinggi. Hal ini berpengaruh pada penggunaan pendapatan seseorang dari pemenuhan kebutuhan hidup pada umumnya menjadi biaya perawatan dirumah sakit, obat-obatan, operasi, dan lain lain. Hal ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga. Sehingga munculah istilah SADIKIN, sakit sedikit jadi miskin. Dapat disimpulkan, bahwa kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada orang kaya dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang dimiliki seseorang dapat hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Begitu pula dengan resiko kecelakaan dan kematian. Suatu peristiwa yang tidak kita harapkan namun mungkin saja terjadi kapan saja dimana kecelakaan dapat menyebabkan merosotnya kesehatan, kecacatan, ataupun kematian karenanya kita kehilangan pendapatan, baik sementara maupun permanen. Belum lagi menyiapkan diri pada saat jumlah penduduk lanjut usia dimasa datang semakin bertambah. Pada tahun Pada 2030, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia adalah 270 juta orang. 70 juta diantaranya diduga berumur lebih dari 60 tahun. Dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2030 terdapat 25% penduduk Indonesia adalah lansia. Lansia ini sendiri rentan mengalami berbagai penyakit degenerative yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan berbagai dampak lainnya. Apabila tidak aday ang menjamin hal ini maka suatu saat hal ini mungkin dapat menjadi masalah yang besar Seperti menemukan air di gurun, ketika Presiden Megawati mensahkan UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 19 Oktober 2004, banyak pihak berharap tudingan Indonesia sebagai negara tanpa jaminan sosial akan segera luntur dan menjawab permasalahan di atas.

Munculnya UU SJSN ini juga dipicu oleh UUD Tahun 1945 dan perubahannya Tahun 2002 dalam Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 28H ayat (1), ayat (2) dan ayat (3), serta Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) mengamanatkan untuk mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional. Hingga disahkan dan diundangkan UU SJSN telah melalui proses yang panjang, dari tahun 2000 hingga tanggal 19 Oktober 2004. Diawali dengan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000, dimana Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan tentang Pengembangan Konsep SJSN. Pernyataan Presiden tersebut direalisasikan melalui upaya penyusunan konsep tentang Undang-Undang Jaminan Sosial (UU JS) oleh Kantor Menko Kesra (Kep. Menko Kesra dan Taskin No. 25KEP/MENKO/KESRA/VIII/2000, tanggal 3 Agustus 2000, tentang Pembentukan Tim Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional). Sejalan dengan pernyataan Presiden, DPA RI melalui Pertimbangan DPA RI No. 30/DPA/2000, tanggal 11 Oktober 2000, menyatakan perlu segera dibentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera. Dalam Laporan Pelaksanaan Putusan MPR RI oleh Lembaga Tinggi Negara pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2001 (Ketetapan MPR RI No. X/ MPR-RI Tahun 2001 butir 5.E.2) dihasilkan Putusan Pembahasan MPR RI yang menugaskan Presiden RI Membentuk Sistem Jaminan Sosial Nasional dalam rangka memberikan perlindungan sosial yang lebih menyeluruh dan terpadu. Pada tahun 2001, Wakil Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengarahkan Sekretaris Wakil Presiden RI membentuk Kelompok Kerja Sistem Jaminan Sosial Nasional (Pokja SJSN - Ke Askes Road to BPJS HARAPAN rakyat Indonesia yang menginginkan adanya jaminan sosial bagi kehidupan mereka, bakal segera terwujud pasca diundangkannya BPJS untuk menyelenggarakan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Keinginan ini, diilhami oleh negara lain, seperti Kanada dan Jerman. Di negara-negara yang sudah lebih dahulu memberlakukan UU Jaminan Sosial itu, rakyat telah mendapatkan jaminan kesehatan, pensiun dan ketenagakerjaan. Bahkan, beberapa negara di antaranya juga memberi jaminan bagi mereka yang tidak mempunyai pekerjaan. Karena itu, kehadiran UU BPJS ini yang disambut gembira oleh sejumlah masyarakat, tentu saja dapat dimaklumi. Sebab idealnya seluruh rakyat Indonesia akan terlindungi ke dalam jaminan sosial Harapan ini, tentu saja masuk akal, sebab, rakyat sudah bosan setiap kali mendengar dan menyaksikan di berbagai media perihal masih adanya rakyat miskin yang ditolak oleh pihak rumah sakit untuk berobat karena tiadanya biaya dari sang pasien. Kita pun sudah tidak ingin mendengar lagi manakala ada pensiunan yang terpaksa harus kembali menjadi pekerja kasar di hari tuanya. Ditambah dengan banyaknya masyarakat menengah yang jatuh miskn karena menderita penyakit, menjual apa yaBahkan sebutan dan plesetan "jamila" alias jatuh miskin lagi, yang dialamatkan kepadanya, rasanya terlalu sedih untuk kembali dimunculkan ke permukaan. Karena itu, dengan disahkannya UU BPJS ini, dambaan dari seluruh rakyat Indonesia, yang merupakan harapan baru di tengah kehausan sebuah belaian nyata dari negara dalam bentuk jaminan sosial mendekati kenyataan. Pemerintah mempunyai tugas meyiapkan peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (Perpres) sebagai petunjuk pelaksanaan UU BPJS yang baru saja disahkan. Harus diakui, dengan adanya UU BPJS maka akan sangat membantu memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayan kesehatan, untuk jaminan hari tua, jaminan pensiunnya bahkan jaminan kematian. Namun itu semua akan dapat terlaksana apabila semua bertekad secara sungguh-sungguh, melaksanakan amanat undang undang dengan penuh komitmen. Sudah berubah Pasca Terbitnya UU SJSN Bagi PT Askes (Persero), kesungguhan komitmen menjadi penyelenggara jaminan sosial di bidang kesehatan bukan terjadi pada saat ini saja, pada saat telah diketuknya UU BPJS. Kebulatan tekad untuk berubah sudah terjadi sejak tahun 2004, saat terbitnya UU SJSN yang menyebutkan PT Askes (Persero) adalah pengelola jaminan sosial di bidang kesehatan dalam

Sistem Jaminan Sosial Nasional, di Indonesia. Momentum itu menjadi titik balik perusahaan yang kini berusia 44 tahun ini untuk bertransformasi dan mempersiapkan diri. Dari masa ke masa, PT Askes (Perero) terus berbenah menyesuaikan diri seiring perkembangan situasi dan kondisi baik secara bisnis asuransi maupun kebijakan pemerintah karena dalam hal ini status perusahaan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu sebagai BUMN, PT Askes (Persero) melakukan serta menunjang program maupun kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, terutama dalam penyelenggaraan asuransi sosial melalui penyediaan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi pegawai negeri sipil (PNS), penerima pensiunan, veteran dan perintis kemerdekaan beserta keluarganya juga masyarakat umum. Dinamika bisnis pun turut serta mewarnai perjalanan PT Askes (Persero) sepanjang berdirinya perusahaan ini sejak tahun 1968. Termasuk pada saat ini penerapan UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang mengisyaratkan PT Askes (Persero) sebagai badan penyelenggara, diyakini akan mendukung upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan derajat hidup masyarakat Indonesia. PT Askes (Persero) telah dan terus mempersiapkan diri mendukung pencapaian target pem