P. 1
Nama Nama Direktur Bumn Bumd Perum Bumn an Daftar

Nama Nama Direktur Bumn Bumd Perum Bumn an Daftar

|Views: 17,652|Likes:
Dipublikasikan oleh poertkordferzxor
nama nama direktur bumn bumd perum bumn perusahaan daftar.doc
nama nama direktur bumn bumd perum bumn perusahaan daftar.doc

More info:

Published by: poertkordferzxor on Aug 19, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2015

pdf

text

original

BUMN

BUMN - BUMD - PERUM

Omar Abdalla

Bankir Bermental Ikan Karper
Omar Abdalla, mantan Direktur Utama Bank Bumi Daya, seorang bankir ulet dan tabah bagaikan ikan Karper. lahir di Tebingtinggi, Sumatera Utara, 3 Juni 1926. Dengan ulet, kemauan keras dan ketabahan, seperti ikan karper, ayah empat anak ini pun berhasil memimpin Bank Bumi Daya (BBD) yang pada 1977 dalam keadaan krisis, antara lain karena kredit macet. Galaila Karen Agustiawan

Google tokohindonesia.com
BUMN ► Abdulgani ► Achmad Djunaidi, Ak ► Agus D.W. Martowardojo ► Alinafiah, MBA ► Ari H Soemarno ► Ariffi Nawawi ► Arwin Rasyid ► ECW Neloe ► Edie Haryoto ► Edwin Gerungan ► Emirsyah Satar ► Frans Satyaki Sunito ► Galaila Karen Agustiawan ► Gatot Pujo Martono ► Gunawan Pranoto ► Herris B. Simandjuntak ► Hotbonar Sinaga ► Indra Setiawan ► Iqbal Latanro ► Kodradi ► Kristiono ► Omar Abdalla ► Rauf Purnama, Ir ► Rinaldi Firmansyah ► Rudjito ► Sigit Pramono ► Sutikno ► Transtoto Handhadari ► Widya Purnama ► Zaenal Soedjais PERUM ► Badan Urusan Logistik ► Mustafa Abubakar ► Widjanarko Puspoyo, MA ► Percetakan Negara ► Subrata, Drs Agus DW Martowardojo

Perempuan Pertama Pimpin Pertamina
Babak baru PT Pertamina (Persero), kali pertama sejak berdiri 1968, dipimpin seorang wanita, Galaila Karen Agustiawan. Perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 dan lulusan Sarjana Teknik Fisika, ITB, ini diangkat sebagai Dirut menggantikan Ari H. Soemarno. Ia didampingi Omar Sjawaldy Anwar sebagi wakil Dirut. Frans Satyaki Sunito

Dirut PT Jasa Marga
Direktur Utama PT Jasa Marga, lahir 9 Mei 1949. Sebelumnya, lulusan S1 Teknik Sipil ITB (1974), itu menjabat Direktur Pengembangan dan Niaga (1998-2006), Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1997-1998), Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1990-1992). Sutikno

Dirut PT Perusahaan Gas Negara
Sutikno, menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sejak November 2006. Ia dituntut mempertahankan kinerja PGN yang cemerlang pada 2006. Sekadar gambaran, pendapatan PGN selama tiga tahun terakhir tumbuh rata-rata 23%. Hingga triwulan III 2006, PGN membukukan pendapatan Rp4,975 triliun, naik 24% dibanding periode yang sama 2005. Hotbonar Sinaga

Dirut Bank Mandiri Ganti Neloe
Jakarta 16/5/2005: RRUPS Bank Mandiri, Senin 16/5/2005, memilih Agus Martowardojo sebagai direktur utama, menggantikan Eduard Cornelis William Neloe, yang berstatus tersangka dalam kasus kredit macet. Sementara Edwin Gerungan, mantan Kepala BPPN ditetapkan sebagai komisaris utama menggantikan Binhadi. Sofyan Basir

Direktur Utama PT Jamsostek
Hotbonar Sinaga, pria kelahiran Cipanas, Jawa Barat, 20 Mei 1949, dipercaya memimpin Jamsostek, perusahaan beraset Rp47 triliun. Sarjana Ekonomi Manajemen Konsentrasi Pemasaran UI, itu diangkat berdasarkan Kepmeneg BUMN Nomor: KEP15/MBU/2007 tanggal 16 Februari 2007. Iqbal Latanro

Dari Bukopin Jadi Dirut BRI
Jakarta 17/5/2005: Sofyan Basir (46

tahun) yang masih menjabat Direktur Utama Bank Bukopin terpilih sebagai Direktur Utama BRI menggantikan Rudjito dalam RUPS BRI, Selasa 17/5/2005. Rudjito kemudian diangkap menjabat Komisaris Utama BRI menggantikan Sukanto Reksohadiprojo. Alinafiah, MBA

Dirut Bank Tabungan Negara
Pengangkatan direksi BTN ditetapkan melalui Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor 291 tahun 2007 tanggal 19 Desember 2007. Jajaran direksi baru BTN mencakup Iqbal Latanro sebagai Direktur Utama, diikuti Evi Firmansyah (sebelumnya Direksi PT Bank Ekspor Indonesia), Sunarwa, Saut Pardede, Irman Alfian Zahiruddin, dan Purwadi sebagai direktur. Mustafa Abubakar

Orientasi Prestasi Sang Inovator
Selalu melakukan inovasi dalam setiap jabatan yang diembannya. CEO Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ini meniti karir dari bawah hingga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia. Ia ‘karyawan pemerintah’ yang berorientasi prestasi dan tidak gagap jabatan. Ia memiliki integritas dan keberanian moral melakukan inovasi yang tentu tak sekadar patuh pada atasan dan tata kerja rutin birokrasi. Sejak kecil ia telah terlatih mandiri dan punya kepekaan bisnis. Ir Rauf Purnama

Direktur Utama Perum Bulog
Mustafa Abubakar, lelaki kelahiran Piddie, 15 Oktober 1949, sejak 21 Maret 2007 dipercaya menjabat Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Widjanarko Puspoyo. Sebelumnya, Mustafa menjabat sebagai Inspektur Jenderal di Departemen Kelautan dan Perikanan. Ari H Soemarno

Pemikir dan Pelaku Industri
Tidak banyak orang yang sekaligus sebagai pemikir dan pelaku industri. Salah satu di antaranya, Ir Rauf Purnama. Dia telah merancang dan memimpin beberapa proyek strategis industri pupuk dan kimia di tanah air. Penampilannya sederhana, enerjik, kreatif dan inovatif. Dia terlihat juah lebih muda dari usianya. Perspektif pemikirannya selalu memandang jauh ke depan. Pantas saja dia digelari industriawan pupuk sejati. Gatot Pujo Martono

Direktur Utama Pertamina
Pria kelahiran Yogyakarta, 14 Desember 1948, ini dilantik menjadi Dirut PT Pertamina (Persero), Rabu 8 Maret 2006, menggantikan Widya Purnama. Sebelumnya, lulusan Chemistry, Aachen University, Jerman, ini menjabat Direktur Pemasaran & Niaga. Ari didampingi Iin Arifin Takhyan sebagai Wakil Dirut. Arwin Rasyid

Bankir Pimpin Telkom
Jakarta 25/6/2005: Di luar dugaan mantan Dirut Bank Danamon dan Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid dipercaya pemerintah menjadi Dirut PT Telkom Tbk dalam RUPS di Kantor Divre II Telkom Jakarta, Jumat (24/6/2005). Alumni S1 FE-UI (1980), itu menggantikan Kristiono yang semula dijagokan akan tetap menduduki jabatan itu. Rudjito

Bertekad Berbuat yang Terbaik
Selama menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura I, ia merasa cukup enjoy karena bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dari sisi pelayanan, lima dari 13 bandara yang dikelola PT AP I mendapat penghargaan pelayanan prima dari Menteri Perhubungan. Ia berjuang keras untuk menjadi-kan kelima bandara itu dapat diandalkan di Asia Pasifik. Herris B. Simandjuntak

Matang di Dunia Perbankan
Sentuhan tangannya berhasil meningkatkan kinerja BRI secara signifikan. Kinerja yang baik itu telah menghantarnya menerima penghargaan sebagai CEO BUMN Terbaik 2003, dan BRI sebagai BUMN terbaik di sektor keuangan. Dalam RUPS 17 Mei 2005, dia pun diangkat menjabat Komisaris Utama menggantikan Sukanto Reksohadiprojo..

Keteladanan Pintu Keberhasilan

Semenjak menjadi CEO PT.Asuransi Jiwasraya (2001), ia bertekad menjadikannya sebagai perusahaan asuransi jiwa komersial terbesar di Indonesia, dan pemain di pasar regional Asia Pasifik. Sebagai agen perubahan dia menekankan dua hal penting yaitu menjadi teladan dan Zaenal Soedjais (1) menerapkan prinsip good corporate Sang CEO Bermata Elang governance di Jiwasraya. Dia CEO berlatar akuntan bermata elang yang dalam beberapa menit saja bisa Ariffi Nawawi menemukan kelebihan dan kekurangan

Nakhoda Pertama PT Pertamina
Dia nakhoda pertama Pertamina setelah perusahaan minyak negara ini berobah status menjadi PT (Persero). Di tangannya diserahkan pengelolaan BUMN yang memiliki aset sekitar Rp 138 triliun itu. Ia diangkat menjabat Direktur Utama PT Pertamina, dalam RUPS 17 September 2003. Kemudian dalam RUPS tahun berikutnya, dia digantikan Widya Purnama, Rabu 11 Agustus 2004. Drs. Achmad Djunaidi, Ak

sebuah laporan keuangan. CEO bertangan dingin dengan mengandalkan kemampuan akademis, pemilik dua gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi UGM, ini menanamkan tujuh etos kerja sebagai agenda manajemen korporasi. Emirsyah Satar

Dirut Garuda Indonesia
Wakil Dirut PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2003-2005), ini dipercaya menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia (1985), yang pernah menjabat Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia, itu menggantikan Indra Setiawan yang sudah demisioner sejak 2003. Indra Setiawan, MBA

Pimpin Jamsostek Lebih Fokus
Bercita-cita jadi ahli sejarah, malah jadi akuntan. Lalu menjadi Direktur Utama PT Jamsostek. Di bawah kepemimpinannya, Jamsostek lebih fokus sebagai perusahaan jasa jaminan sosial tenaga kerja. Ia lahir pada tanggal 12 Juni 1943 di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, anak tunggal pasangan A. Lamsyari (ayah) dan Halimah Kartodimedjo (ibu). Widya Purnama

Sang 'Pendekar' Garuda Indonesia
Setelah 25 tahun merintis karir di Garuda Indonesia, Indra Setiawan, satu dari “Sembilan Pendekar”, akhirnya terpilih memimpin maskapai penerbangan nasional terbesar di Indonesia itu, meskipun pada mulanya ia bukan yang paling dijagokan di antara para calon yang ada. Ini perpaduan prestasi dan garis tangan. Kodradi

Keteladanan Sang Pemimpin
Ia dilantik menjabat Direktur Utama PT Pertamina, Rabu 11 Agustus 2004, meninggalkan jabatannya sebagai Dirut Indosat. Dia berjanji akan melawan mafia minyak dan menjaga agar Pertamina tidak "diobok-obok" lagi oleh oknum tertentu serta akan menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas nomor satu di kawasan Asia Tenggara, mengalahkan Petronas, Malaysia. Edie Haryoto

Sedikit Bicara Banyak Bekerja
Dia seorang bankir yang telah merengkuh banyak pengalaman. Sebelum menjabat Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Kodradi, kelahiran Boyolali, 18 Juli 1944, ini sudah teruji di Bank Mandiri, Bank Bumi Daya dan Bank Ekspor Impor. Dia menganut AFTA (Action First Talk After) dalam bekerja. Widjanarko Puspoyo

Berobsesi Wujudkan Kota Bandara
Dirut PT (Persero) Angkasa Pura II ini berobsesi menjadikan Bandara Soekarno-Hata sebagai airport city berkelas internasional. Mantan Dirut PT KAI, ini ingin mewujudkan gerbang utama Indonesia, itu tidak lagi sekadar tempat bagi orang yang hendak bepergian dengan pesawat, tetapi juga sekaligus sebagai tempat berbisnis dan rekreasi. Sigit Pramono

Enyahkan Benalu di Bulog
Sejak memimpin Bulog, ia terus berbenah dan mengembangkan model bisnis baru. Ia berusaha menghapus calo-calo birokrasi yang selama ini menjadi benalu, mengubah mekanisme organisasi dan menyinergikan program bisnis. Selain mengubahnya menjadi Perum, ia mempersiapkan generasi baru di Bulog yang lebih bervisi. Kristiono

‘Dokter Spesialis’ Bank Bermasalah
Ibarat soerang dokter, ia adalah ‘dokter spesialis’ bank bermasalah (sakit). Berhasil mengatasi kredit bermasalah di Bank Mandiri, kemudian memimpin penyehatan Bank Internasional Indonesia (BII) yang ‘sekarat’. Lalu dipercaya menjabat Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) yang tengah

Dia Murni Biru Telkom
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (2002-2005) ini meniti karir dari Telkom ke Telkom. Dia Murni Biru Telkom! Pertama kali menjabat Dirut pada Juni 2002, Kemudian dalam RUPS-LB 10

bermasalah akibat L/C fiktif Rp 1,7 trilyun.

Maret 2004 sempat diisukan akan diganti namun dikukuhkan kembali, karena kinerjanya baik. Lalu dalam RUPS 24 Juni 2005, dijagokan akan tetap menduduki jabatan itu, namun secara mengejutkan dia digantikan Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid. ECW Neloe

Kisah Pemimpin Bank Terbesar
Dia bankir senior yang merintis karir dari bawah. Berawal sebagai tenaga pembukuan (1966) sampai menjabat direksi (1991-1998) di Bank Dagang Negara (BDN) dan dia dilantik (tahun 2000) jadi Direktur Utama Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia. Selama memimpin Bank Mandiri, dia telah meraih beberapa penghargaan. Drs. H.Subrata, M.H

Pencetus Ide 'Dunia Dalam Berita'
Direktur Utama PT.Perum Percetakan Negara RI, ini Si Anak Desa, yang meniti karir mulai dari reporter sampai menjadi Direktur TVRI, dan Dirjen selama 14 tahun (Dirjen Radio Televisi dan Film dan Dirjen Pembinaan Pers dan Grafika, Deppen). Dia adalah pencetus ide Dunia Dalam Berita TVRI yang amat diminati pemirsa hingga saat ini. Gunawan Pranoto

Tampilkan Citra Baru Kimia Farma
Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1951 ini bersama segenap jajaran direksi dan staf karyawan mengubah persepsi dan citra lama tentang Kimia Farma. Caranya, secara fisik memperbaharui penampilan eksterior dan interior 270 apotek yang dikelola yang tersebar di seluruh Indonesia. Simbol orientasi pelayanan konsumen.

BIOGRAFI TOKOH INDONESIA THE JOURNALISTIC BIOGRAPHY
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

BUL OG
PERUM Kepala Bulog: ► Mustafa Abubakar ► Widjanarko Puspoyo, MA Sekretaris Utama: Ir. Moch. Syafei Atmodiwiryo, MM

Alamat Kantor: Jalan Gatot Subroto No.49 jakarta 12950 Telp 021-5250267 Fax 021-5222876 Mustafa Abubakar

PEJABAT
► Pejabat ► Presiden ► MA ► Bepeka ► MK ► Kabinet ► Departemen ► Badan-Lembaga ► Pemda ► BUMN ► Purnabakti ► Asosiasi ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► Pernikahan ► In Memoriam ► Majalah TI ► Redaksi ► Buku Tamu

Direktur Utama Perum Bulog
Mustafa Abubakar, lelaki kelahiran Piddie, 15 Oktober 1949, sejak 21 Maret 2007 dipercaya menjabat Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Widjanarko Puspoyo. Sebelumnya, Mustafa menjabat sebagai Inspektur Jenderal di Departemen Kelautan dan Perikanan. Widjanarko Puspoyo

Enyahkan Benalu di Bulog
Sejak memimpin Bulog, ia terus berbenah dan mengembangkan model bisnis baru. Ia berusaha menghapus calo-calo birokrasi yang selama ini menjadi benalu, mengubah mekanisme organisasi dan menyinergikan program bisnis. Selain mengubahnya menjadi Perum, ia mempersiapkan generasi baru di Bulog yang lebih bervisi.

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

A B C D E F G H I

J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

C © updated 18112003

EdieHaryoto

PROFESI
► Advokat ► Akuntan ► Arsitek ► Bankers ► CEO-Manajer ► Dokter ► Guru ► Konsultan ► Kurator ► Notaris ► Peneliti-Ilmuwan ► Pialang ► Psikolog ► Seniman ► Teknolog ► Wartawan ► Profesi Lainnya ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► In Memoriam ► Majalah ► Redaksi
rpr sh

Obsesi Wujudkan Kota Bandara Soekarno-Hatta
Direktur Utama PT (Persero) Angkasa Pura II ini berobsesi menjadikan Bandara Soekarno-Hata sebagai airport city berkelas internasional. Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, ini ingin mewujudkan gerbang utama Indonesia, itu tidak lagi sekadar tempat bagi orang yang hendak bepergian dengan pesawat, tetapi juga sekaligus sebagai tempat berbisnis dan rekreasi. Bandara Soekarno-Hatta akan dikelilingi oleh trade center, tempat konferensi, supermarket, pusat hiburan, fasiltas olahraga, hotel dan kantor-kantor. Pria kelahiran Yogyakarta 19 September 1952, ini kepada TokohIndonesia DotCom memang mengakui bahwa ia sangat menyadari tidaklah mudah mewujudkan hal itu. Namun ia optimis dapat mewujudkannya dengan dukungan berbagai pihak. Ia pun bertekad bekerja keras untuk mewujudkan impian itu. Sebab impian itu bukanlah impian pribadinya tetapi merupakan impian bangsa ini untuk menjadikan gerbang utama Indonesia itu setara dengan bandara kelas dunia di beberapa negara lainnya. Ia seorang eksekutif yang kreatif, inovatif dan pekerja keras. Tak jarang ia bekerja hingga larut malam. Maka tak heran bila ia dengan cepat dapat memahami dan menguasai seluk-beluk bisnis kebandarudaraan dan berbagai bisnis pendukungnya tak berapa lama setelah terpilih menjabat Dirut PT AP II tahun 2002. Kemauan belajar dan bekerja keras yang sudah menyatu dalam kehidupan kesehariannya telah menjadikannya terbiasa mampu dengan cepat menguasai bidang pekerjaannya di mana pun ia ditempatkan. Pria yang hobi mengendarai Harley Davidson ini memang harus berkorban. Karena kesibukan pekerjaan dan besarnya tanggung jawab yang diembannya, Edie, biasa dia dipanggil, seringkali hanya bisa bertemu sekali seminggu dengan keluarganya yang kini masih bermukim di Bandung. Sarjana akuntansi Universitas Gajah Mada dan Pascasar-jana ITB dengan predikat cum laude ini berharap bisa mema-jukan PT AP II. Perusahaan BUMN yang akan diprivatisasi ini mengelola 10 unit bandara yang semuanya berada di wilayah Indonesia bagian barat. Adapun ke-10 bandara yang dikelola tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Hussein Sastranegara (Bandung), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Polonia (Medan), Bandara Kijang (Riau), Supadio (Pontianak), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Bandara Tabing (Padang). Menurut rencana, Bandara Soekarno-Hatta akan diperluas menjadi kira-kira 3.000 hektar dari sebelumnya seluas 1.800 hektar yang akan memakan waktu 20 tahun. Jika tahun 2002, bandara ini hanya menampung 15 juta lebih penum-pang, kelak diharapkan akan mencapai 100 juta. Bila diban-dingkan dengan bandara lainnya, Changi (Singapura) yang 30 juta dan Bangkok (Thailand) yang mencapai 35 juta, jumlah 15 juta

Nama: Edie Haryoto Lahir: Yogyakarta, 19 September 1952 Pendidikan: Sarjana akuntansi Universitas Gajah Mada S2 Institut Teknologi Bandung (cum laude) Jabatan: Direktur Utama PT (Persero) Angkasa Pura II Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (2002) Hobi: Mengendarai Harley Davidson Alamat Kantor: Jakarta Soekarno-Hatta International Airport Buiding 600, PO. Box 1001 Jakarta 19120 Phone. (62-21) 5505074, 5505002, 5505021 Fax. (62-21) 5502141 Telex. 43585/PBSH IA Sumber: = Kementerian BUMN = Sinar Harapan Senin, 15 September 2003

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

C © updated 08012008

MUSTAFA ABUBAKAR
► DIRGAHAYU HUT REPUBLIK INDONESIA KE-64, 17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009 ► Selamat datang di situs gudang pengalaman ENSIKONESIA (ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA) ► Thank you for visiting the experience site ► TOKOHINDONESIA DOTCOM ► Biografi Jurnalistik ► The Excellent Biography ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office & Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ► ► DIRGAHAYU HUT REPUBLIK INDONESIA KE-64, 17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009 ► Selamat datang di situs gudang pengalaman ENSIKONESIA (ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA) ► Thank you for visiting the experience site ► TOKOHINDONESIA DOTCOM ► Biografi Jurnalistik ► The Excellent Biography ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office & Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ► Mustafa Abubakar

HOME
► Home ► Biografi ► Versi Majalah ► Berita ► Galeri
► e-ti/rpr

PEJABAT
► Pejabat ► Presiden ► MA ► Bepeka ► MK ► Kabinet ► Departemen ► Badan-Lembaga ► Mabes TNI ► Mabes Polri ► Pemda ► BUMN ► Purnabakti ► Asosiasi ► Majalah TI ► Nusantara ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► Pernikahan ► In Memoriam ► Redaksi ► Buku Tamu

Nama: Mustafa Abubakar Lahir: Pidie, 15 Oktober 1949 Jabatan: Direktur Utama Perum Bulog Pendidikan: - Institut Pertanian Bogor (IPB) Karir: - Penjabat Gubernur Nangroe Aceh Darussalam - Inspektur Jenderal di Departemen Kelautan dan Perikanan Direktur Utama Perum Bulog, Maret 2007-sekarang Alamat Kantor: Jalan Gatot Subroto No.49 jakarta 12950 Telp 021-5250267 Fax 021-5222876

Direktur Utama Perum Bulog
Mustafa Abubakar, lelaki kelahiran Piddie, 15 Oktober 1949, sejak 21 Maret 2007 dipercaya menjabat Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Widjanarko Puspoyo. Sebelumnya, Mustafa menjabat sebagai Inspektur Jenderal di Departemen Kelautan dan Perikanan. Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga pernah menjadi penjabat Gubernur Nangroe Aceh Darussalam. Mustafa Abubakar diangkat dan dilantik menjadi direktur utama Perum Bulog sesuai keputusan Menteri no KEP-22/MBU/2007 dan dilantik di gedung kementerian negara BUMN pada Rabu (21/3/2007) sore. Menteri Negara BUMN, Sugiharto pada pelantikan itu mengatakan, Kementerian BUMN perlu melakukan leadership reform di jajaran Dewan Pengawas dan Direksi Perum Bulog sebagai langkah antisipatif agar tidak mengganggu kinerja dan dapat tetap menjalankan fungsi mengamankan stok beras

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

CEO
Rabu, 19 Agustus 2009

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
C © updated 190503

PROFIL
INDEX PROFESI :::::: Profesi :::::: Advokat :::::: Akuntan :::::: Arsitek :::::: Bankers :::::: CEO-Manajer :::::: Dokter :::::: Guru :::::: Konsultan :::::: Kurator :::::: Notaris :::::: Peneliti-Ilmuwan :::::: Pialang :::::: Psikolog :::::: Seniman :::::: Teknolog :::::: Wartawan :::::: Profesi Lainnya :::::: Redaksi

Alinafiah, MBA

Orientasi Prestasi Sang Inovator
Selalu melakukan inovasi dalam setiap jabatan yang diembannya. CEO Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ini meniti karir dari bawah hingga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia. Ia ‘karyawan pemerintah’ yang berorientasi prestasi dan tidak gagap jabatan. Ia memiliki integritas dan keberanian moral melakukan inovasi yang tentu tak sekadar patuh pada atasan dan tata kerja rutin birokrasi. Sejak kecil ia telah terlatih mandiri dan punya kepekaan bisnis. Kini ia melakukan transformasi bisnis untuk menjemput masa depan PT Pos Indonesia memasuki era total logistik service, yang tak lagi sekadar mengantar paket. Ia memang seorang inovator pemberani. Inovasi telah menjadi kata kunci dan sakti yang selalu muncul dalam perjalanan karir peraih The Best CEO BUMN Award 2002 Bidang Inovasi Manajemen dari Presiden RI ini. Pria kelahiran Medan, 13 November 1953, ini sejak masa kecilnya telah diwarnai berbagai inovasi dan kemandirian. Ia berasal dari keluarga besar, sebagai anak ketiga dari 12 bersaudara. Dalam proses pembentukan kepribadian, ia sangat terkesan dengan pesan orang tuanya untuk hidup mandiri. Dimulai dari sejak kecil. Ia tidak pernah diantar ke sekolah oleh ayahnya. Waktu pendaftaran SD saja, pamannya yang mendaftarkan. Ia dibonceng naik sepeda, duduk di palang depan bukan di boncengan. Saat masuk SMP ia mendaftar sendiri. Dalam proses belajar juga mandiri. Orangtua hanya memberikan dukungan, tetapi tidak mendikte.

Nama: ALINAFIAH, MBA Lahir: Medan, 13 November 1953. Agama : Islam. Status : Kawin Jumlah anak : 3 (tiga) orang anak. Masa kerja: Lingkungan PT/Perum Pos Indonesia 2 Agustus 1976 sampai sekarang. Kepangkatan/Golongan 1. PUT IV/E 15 Februari 1999 *) Pangkat Tituler 2. PUTMA IV/D 1 April 2002 3. PUTDA IV /C 1 April 2001 4. PBN I IV /B 1 April 2000 5. PBN IV/A 1 Agustus 1998 6. PNPOS I III/D 1 Agustus 1996

Namun bukan berarti perhatian dan kasih sayang orang tuanya tidak sepenuhnya dia rasakan. Bahkan ada sesuatu yang sampai 7. PNPOS III/C 1 Oktober 1992 kini sangat berkesan dalam ingatannya perihal pengasuhan ayah8. PNMPOS-I III/B 1 Oktober ibunya. Ketika ia masih bayi, mungkin pada usia di bawah dua 1988 tahun. Tapi ia masih ingat sampai saat ini. Luar biasa. Yakni, saat9. PNMPOS III/A 1 Oktober saat ia dimandikan ibunya di ember yang bulat bukan plastik. Ketika 1984 selesai, dibalut dengan handuk. Kasih sayang orangtuanya, 10. PAPOS I II/D 1 Oktober terutama ibunya, ini sampai saat ini terkesan sekali dalam 1980 11. PAPOS II/C 2 Agustus 1976 ingatannya. Ia tidak ingat pada umur berapa, tetapi sebagai bayi dimandikan di ember, ia ingat sekali. Maka, jika anak-anak sekarang dimandikan dalam ember plastik, ia selalu terkesan. Dan setiap pulang ke Medan, melihat ibunya, yang paling ia ingat bukan jabatan atau yang lain. Ia bersyukur pada usia yang sekarang sudah lanjut, ibu yang melahirkan dan memandikannya masih hidup. Kesan itu juga

Jabatan (Struktural/Fungsional) 1. Direktur Utama Dirut 15 Februari 1999 2. Kawilpos IV Jakarta. Wilpos IV Jkt 18 Agustus 1997 3. Wakil Kawilpos IV Jakarta. Wilpos IV Jkt 29 Juni 1995 4. Ka. Kpb I. Jakarta 13 Februari

1993 5. Kepala Kantor Pos. Ujungpandang 16 Januari 1991 6. Kepala Urusan Wasipos -1. Kantor Pusat 31 Juli 1990 7. Kepala Urusan Kepegawaian. Wilpos I Jakarta 13 Juni 1988 8. Kepala Kantor Pos. Tanjungpinang 7 September 1985 9. Kepala Kantor Pos. Batusangkar 13 September 1984 10. Kepala Kantor Pos. Sidikalang 27 Agustus 1979 11. Ketua Bagian Paket Medan 1 Januari 1979 12. Bendaharawan BPM Medan 15 Maret 1977 Jabatan/Penugasan lainnya 1. GB APPTC -APPU Meeting di Teheran 11 September 2000 2. SIO 7th Asean Postal Business di Malaysia 3 Agustus 2000 3. Executive Briefing 3 G Tech di Bangkok 25 Maret 2000 4. Microsoft Meeting di Seatle USA Mei 2000 5. Penjajagan Valutapos di Saudia Arabia 22 November 1999 6. Pameran Filateli di Swiss 22 November 1999 7. Kunjungan Undangan Pos Malaysia di Malaysia 3 Oktober 1999 8. Kongres UPU ke-22 di Beijing 26 Agustus 1999 9. Studi Banding Ke Amerika 18 Oktober 1997 10. Seminar Creat Value the Multibusiness di Jakarta 3 Juli 1997 11. Pameran Filateli Ce Bit 1997 di Hannover 13 Maret 1997 12. Comperative Marketing / Bulk Pos di Australia 13 Juli 1994 13. OB Post Plan and Development 4-2-1985 sd 29-31985

yang sekarang ia rasakan ketika sudah memiliki seorang cucu. Kebetulan pada hari itu, cucunya tepat satu tahun, 30 April 2003. Maka, khusus hari itu ia pulang lebih awal sebelum magrib, biasanya setelah magrib baru pulang. Saat ini, manakala cucunya dimandikan oleh ibunya, kebetulan masih satu rumah, terbayang dibenaknya ketika dulu dimandikan orangtuanya. Ketika selesai dimandikan, seperti ia diperlakukan oleh ayahnya. Begitu juga ia perlakukan cucunya. Sehingga sekarang ia sangat dekat dengan cucunya itu. Kalau bapanya pergi cucunya tidak menangis. Tetapi kalau ia mau pergi cucunya menangis. Diangkat ibunya, tidak mau jadi ngamuk. Hanya mau digendong kakeknya. Begitu dekatnya, ini barangkali karena penghayatannya kepada cucu. Ia ingat ketika seumur seperti cucunya. Insting anak-anak peka akan penghayatan itu. Itu sebuah sentuhan kasih dan kemanusiaan yang sangat terkesan dalam benaknya. Namun dalam penerapan kasih sayang itu, orang tuanya mendorongnya untuk mandiri. Maka etika masuk SMA, ia sudah memiliki penghasilan sendiri. Ia membuka kelas les privat di rumah, di ruangan tamu yang tidak terlalu besar. Sehingga bisa beli baju sendiri dan keperluan sendiri. Setiap malam lepas magrib kawan sekelas dan adik-adik kelas bahkan dari sekolah lain datang ke rumahnya untuk belajar. Walau ilmunya masih terbatas, hanya mengandalkan pelajaran yang diperolehnya di sekolah, ia berani membuka les privat. “Kalau saya dapat pelajaran kimia di SMA, ya saya ajarkan kepada adik-adik kelas. Kadang-kadang juga kuatir bisa salah sendiri. Tetapi teman-teman bayar bukan diskusi, karena saya membuka les privat,” ujarnya mengenang dalam percakapan dengan Wartawan Tokoh Indoensia DotCom di ruang tamu kantornya di Bandung. Semua pelajaran kurikulum SMA dan SMP ia pegang. Waktu itu ia benar-benar mulai mandiri, berjuang dan berani. Selain itu, ia juga ikut bertani bersama orangtua. Pada saat SMA, orangtuanya seorang pegawai negeri juga bertani. Sehingga hampir sepanjang tahun mereka tidak pernah membeli beras. Mereka mengonsumsi beras hasil pertanian sendiri. Maka tidak heran jika sampai saat ini ia sangat memperhatikan masalah pertanian.

Selepas lulus SMA IPA Medan 1971, ia mengikuti ujian Sipenmaru (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Ia diterima di Fakultas Hukum USU. Namun, sesungguhnya ia tidak sreg, karena bayangan harus menyelesaikan dalam berapa tahun dan setelah Pendidikan Formal lulus belum tentu langsung ditempatkan. Apalagi, ia bayangkan 1. SUSPIM SUSGAB BUMN kondisi keluarga besarnya. Sehingga ketika ada pengumuman di -Jakarta 1998 kantor pos mengenai penerimaan mahasiswa di Akademi Pos 2. SUSKAPIM I -Bandung 1998 3. MANAJER MADYA -Bandung (angkatan dinas), ia pun mendaftar.
1991 4. SEPALA -Bandung 1987 5. SEPADA -Bandung 1981 6. DIKTI (REGULER) -Bandung 1976 7. SMA IPA Medan 1971 8. SMP - 1968 9. SD - 1965 Pendidikan Lainnya 1. Emotional Intelegence Jakarta 1999 2. Ensuring Nasional Jakarta 1996 3. Teknik GKM Jakarta 1994

“Sebenarnya pada waktu itu saya bukan orang pilih-pilih. Saya yakin dimana pun orang menekuni suatu bidang akan membawa benefit (keuntungan) bagi dirinya dan orang lain jika ditekuni dengan serius. Itu barangkali yang sekarang diterjemahan profesional. Menjadi ahli di bidangnya, apapun, bisa tukang ukir yang ahli di kampung, jika didalami dan tekuni,” jelasnya. Akhirnya ia masuk Akademi Pos, dengan tekad akan belajar secara serius. Sehingga dari awal ia termasuk mahasiswa yang belajar serius. Ide-ide yang ada dalam pikirannya pun selalu ia tulis. Ia memang termasuk penulis yang produktif di majalah mahasiswa ketika itu. “Itu karena saya ingin mendalami apapun yang saya

Bukan itu saja. Gedung dan dinding kantor pos pun dipergunakan secara maksimal. Karena petugas pengiriman surat terbatas, ia berpikir menggalakkan penggunaan kotak pos. Sehingga tidak perlu merekrut pegawai pengantar pos. Lalu, dinding kantor pos yang lowong digunakan untuk kotak-kotak pos. Terbentuk berapa ratus kotak surat di sana, sehingga masyarakat bisa menerima surat 24 Karya Tulis: 1. Prospek Jasa Perposan Pada jam. Setiap keluarga punya kunci sendiri. Akhirnya, pengantar pos Era Perekonomian Mendatang menjadi berkurang karena masyarakat yang mengambil sendiri. Serta Analisis SDM Dalam Tetapi masyarakat membayar untuk setiap kotak pos yang ada.
Meningkatkan Kinerja dan Daya Saing Industri Perposan di Era, Globlal. 2000 2. Strategi Pengembangan Usaha Jasa Pos Dalam Menghadapi Milenium III. 2000 3. Repositioning Postal Service In Facing The Competition (7th ASEAN Postal Business Meeting) 2000 4. Petan Telematika Dalam Rekayasa Ulang Dunia Usaha: Pengalaman PT Pos Indonesia (Seminar Telematika, Bandung). 2000 5. Business Strategy in Hypercompetition: Studi Kasus di PT Pos Indonesia. 2000 6. Reformasi BUMN Mengatasi Krisis Ekonomi Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional (Seminar Suspim Susgab BUMN Angkatan VII, Lemhannas, Jakarta). 1999 7. Membidik Target Pasar Dalam Membangun Perekonomian Indonesia. Baru (Seminar Direct Marketing, Ujung Pandang). 1999 8. The Network Company Menuju Perusahaan Kelas Dunia (Seminar IPTEK, Universitas Andalas). 1999 9. Competitive Strategy Dalam Meningkatkan Kinerja Usaha (Seminar Direct Marketing,

Manajemen, Presiden RI 21 Agustus 2002 3. Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Bidang Pembinaan PUKK, Presiden RI 14 September 2000 4. Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Bidang Pembangunan Pos, Presiden RI 13 September 1999 5. Tanda Penghargaan Karya Jasa Pemerintah 8 Juli 1998 6. Piagam Penghargaan Masa Karya II (20 Tahun) PT Pos Indonesia 27 7. September 1996 Piagam Penghargaan Masa Karya I (15 Tahun) Perum Pos dan Giro 27 September 1991

Karirnya dimulai bekerja di Kantor Pos Medan sebagai staf, bersamaan dengan masa pendidikannya di Akademi Pos. Kemudian menjadi Kepala Kantor Pos Sidikalang. Sebuah kota kecil yang ketika magrib datang hampir tidak ada lagi orang yang Penghargaan/Tanda Jasa lewat. Namun di sana ia betah selama 5 tahun (1979 – 1984). Ia 1. The Best IT Produck of The pikir kantor pos kabupaten ini bisa mendoronganya mencari inovasi. Year, Kadin Indonesia 28 “Jadi bukan hanya di Jakarta untuk bisa membuat inovasi,” jelas Februari 2003 2. The Best CEO BUMN Award penerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Bidang 2002 Bidang Inovasi Pembangunan Pos, Presiden RI, 13 September 1999 ini. Dalam melakukan inovasi, alumni Program MBA (1990) ini banyak bertanya dan berdiskusi dengan Pemda setempat. “Saya berpikir sebenarnya Kantor Pos dapat digunakan menjadi kantornya Pemda. Dalam arti, setiap orang yang ingin mendapatkan surat catatan sipil, sebelum datang ke Kantor Bupati, selesaikan dulu pembayaran di Kantor Pos. Di Kantor Bupati hanya tinggal menanda tangan,” katanya. Ide ini pun terwujud. Pemda menyambutnya dengan baik. Bahkan kemudian, retribusi sampah juga dibayar lewat kantor pos.

4. Penataran Akuntansi Bandung 1993 5. Program MBA Jakarta 1990 6. Penyuluhan Pos dan Giro -1986 7. TOC Bandung 1982 8. Penataran P4 -1980

kerjakan dan di mana pun saya mengerjakannya secara maksimal,” katanya.

Itu contoh inovasi yang ia kerjakan di kota kecil. Ia seorang yang dikenal kaya inovasi dan mempunyai kebiasaan lebih banyak berada di lapangan dibandingkan di kantor. Ia ‘pegawai pemerintah’ yang berpikir dan mampu melaksanakan apa yang dipikirkannya. Keberanian berinovasi ini terus berlangsung di manapun ia ditempatkan. Baik sebagai Kepala Kantor Pos (Ka.Kp) Batusangkar (1984–1985), Ka. Kp Tanjungpinang (1985), Ka.Ur Kepegawaian Wilpos I Jakarta (1988-1990), Ka. Wasipos-1 Kantor Pusat (19901991), Ka.Kpb I Ujungpandang (1991-1993), Ka. Kpb I Jakarta (1993-1995), Wakil Kawilpos IV Wilpos IV Jakarta (1995-1997), Kawilpos IV Wilpos IV Jakarta (1997-1999), sampai menjabat Direktur Utama PT Posindo (sejak 1999). Sungguh ia seorang yang berorientasi prestasi. Ia pemberani melakukan perobahan yang diyakininya pasti lebih baik. Ia memang orang yang selalu ingin tampil beda (lebih). Dalam melakukan berbagai hal baru kadang-kadang ia harus menentang arus. Misalnya, ketika di Unjung Pandang. Ia dilarang oleh atasan melakukan perubahan. “Kerjakan sistem ini, karena itu peraturan.” Perubahan itu biasanya menyimpang. Tetapi ia bersikeras, “Ijinkan enam bulan saja kami ujicoba Pak, nanti lihat hasilnya.” Jadi bukan hanya sekedar taat atau loyal tetapi juga dapat mengerjakan hal yang diyakini lebih baik jika dilakukan. Barangkali, keberanian melakukan inovasi ini pula yang mengantarnya sampai mencapi puncak di BUMN tempatnya mengabdi. “Boleh mungkin, saya tidak tahu persis, oleh karena berbeda dengan yang lain, atasan jadi percaya,” katanya. Tetapi siap juga orang-orang yang seperti ini ditendang, karena

Ujung Pandang). 1999 10. Peran Teknologi Dalam Percepatan Pembangunan Bidang Pos Dalam Rangka Mendukung Wawasan Nusantara (Seminar Suspim Susgab BUMN Angkatan VII, Lemhannas, Jakarta). 1998 11. Wanita Pengantar Pos: Solusi Layanan Pos di Gedung Bertingkat. 1997 12. Customized Service: Reposisi Layanan Pos Dalam Meraih Segmen Pasar Industri. 1996 13. Penyiapan Kapasitas Siap Layan di Wilayah Usaha Pos IV Jakarta. 1996 14. Business Mail Service (BMS); Suatu Aplikasi Layanan Pos di Kantor Pos Kelas I Jakarta. 1994

dianggap melawan arus. Tetapi sekali lagi, niatnya. Ia melakukan itu bukan untuk diangkat menjadi kepala wilayah.” Dengan melakukan perubahan yang hasilnya lebih baik, muncul kepuasan batin. Apalagi bila berhasil dan bermanfaat bagi orang banyak, anak buah senang dan tambah bergairah (bekerja tidak melihat jam tetapi menyelesaikan pekerjaan).

Apa yang ia kerjakan mungkin berbeda dan tidak biasa dilakukan oleh ‘karyawan pemerintah’ yang lain. Berbagai inovasi yang telah ia lakukan sering kali berkaitan dengan bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, hemat energi, bukan berarti pelit. Contohnya, salah satu kebiasaan orang yang sering ia perhatikan, jika ruangan sempit solusinya selalu menambah ruangan. Kurang lemari, paling mudah solusinya membeli lemari. Itu sangat umum. Tetapi, katanya, pernahkah kita berpikir, di dalam lemari itu mungkin ada barang yang tidak perlu lagi disimpan di situ? Jadi solusinya adalah tidak membeli lemari. Tetapi membakar arsip dan barang yang sebetulnya secara peraturan setahun sudah harus dimusnahkan. Tetapi sering kali orang terus menimpannya. Karena apa? Karena tidak fokus dan memiliki kesungguhan untuk Alamat kantor : Kantor Pusat PT Pos Indonesia mengelola suatu kantor.
(Persero) JI. Banda No.30 Bandung 40115.

Alamat Rumah : JI. Cipunegara 25 Bandung 40114.

Kepala kantor dianggap memakai dasi, duduk melayani taskdesk. Padahal yang namanya kepala kantor, pemilik seluruh aspek, harus berpikir bagaimana mengoptimalkan semua sumber daya. Pemakaian ruang kantor, lemari dan sebagainya dioptimalkan. “Tetapi selama 2 minggu kerja kami hanya membakar berkasberkas lama,” kenangnya. Hal itu tampaknya sederahana, namun pola pikirnya digunakan untuk perusahaan dan bangsa. BUMN menjadi efesien. Jadi, anjurnya, jangan gemar membeli. Kebiasaan gemar membeli itu harus dihilangkan. “Sebab di dalam membeli banyak perampokannya juga kan?” ujarnya seraya tertawa. Dalam setiap melakukan inovasi atau pekerjaan rutin pun harus didukung tim yang padu dan efisien. “Ketika kita diam, itu juga bukan hanya sekedar diam. Namun bagaimana mengerjakannya dengan efesien, optimal dan hemat energi,” kata peserta Suspim Susgab BUMN tahun 1998 ini. Di manapun kita berada harus dapat menyesuaikan diri dengan hemat energi. Kita ini manusia biasa yang memiliki kapasitas energi terbatas. Karena itu, kita tidak mungkin mengerjakan segalanya. Menjadi kepala kantor di Jakarta mempunyai tuntutan sendiri dari ketika menjabat kepala kantor di Sidikalang. Ketika di Sidikalang, mungkin masih mesti menangani dari pengantar hingga bagian arsip. Tapi pada level yang lebih tinggi, menjadi kepala kantor di Jakarta, tentu berbeda. Apalagi sesudah menjadi penanggung jawab manajemen paling puncak. Untuk itu, hal yang mendasar adalah percaya orang lain. Tetapi bukan sekedar percaya begitu saja. Menurutnya, pada saat semakin tinggi level produktivitas kita, bukan berapa lama kita duduk di sini. “Saya masih menggunakan istilah ada kerja ada ngantor. Kalau saya di sini tadi beberapa menit, saya mengerjakan sesuatu, itu namanya pengantor. Saya melakukan pekerjaan kantoran. Tetapi jika sejak lima hari yang lalu, saya tidak ada di sini, mungkin sampai jam 12 malam saya masih bicara bisnis dengan berbagai mitra kerja di hotel atau di manapun, itu namanya kerja, itu kerjaan saya. Seperti berbicara dengan rekan-rekan wartawan saat ini, itu juga ‘kan kerjaan saya. Sebab itu bagian informasi yang memang harus didengar langsung dari tangan pertama. Itu berbeda nilainya jika kita hanya mengeluarkan rilis,” urainya.

Lalu ia menggambarkan bagaimana peliknya perusahaan ini dalam tingkatan yang memiliki 26.500 karyawan, memiliki 13.500 pensiunan dalam kondisi saat ini. “Kita mengerti porsi kita. Ada waktunya kita entry (masuk) ada juga saatnya kita serahkan pada staf. Karena kalau semua kita masuk, akhirnya hal yang penting jadi tak tertangani. Jangan juga kita memperbesar masalah. Kalau bisa kita sederhanakan dan jangan menambah permasalah semakin berkembang. Putuskan dengan cepat dan kadang-kadang pahit. Tapi itulah kadang-kadang resikonya berat, kita harus terima, jangan salahkan orang lain, semakin ke atas adalah policy systim,” jelasnya. Ketika ia baru menduduki jabatan Direktur Utama, saat berada di luar negeri, terjadi demonstrasi karyawan. Apa yang ia lalukan? No Comment. Ia menentukan kebijakan, tidak satu orang pun mereka yang demo yang perlu dipanggil. “Saya tidak perlu tahu siapa penggerak di balik demo,” katanya. Ia pun sengaja tidak memberikan komentar kepada pers. Ia mau cooling down (tenang). Yang ia lakukan adalah mencari tahu apa yang menjadi tuntutan mereka. Ternyata, persoalannnya adalah tuntuan kenaikan gaji 300 ribu rupiah. “Saya bukan mencari siapa provokatornya, tetapi bagaimana caranya mencari 300 ribu,” katanya. Maka, ketika itu, ia segera pulang ke Indonesia untuk mengadakan rapat sampai malam. “Cari anggaran! Mainkan mana yang bisa digunakan.” Akhirnya ditemukan solusinya. Tuntutan karyawan dipenuhi dan perusahaan masih bisa survive dan tetap mendapat keuntungan. Bahkan keuntungan bertambah Rp 98 miliar. Ia berani mengambil risiko, kemungkinan perusahaan rugi. Sebab ia tidak mau menghabiskan energi untuk hal itu, karena eranya yang seperti itu. Ada serikat pekerja yang masih baru, ada kesempatan untuk melakukan perubahan manajemen juga belum terbiasa. Dulu bekerja dengan Korpri yang semua setiap tanggal 17 diatur. “Kita sadari itu adalah pembelajaran. Dan di sela-sela pembelajaran kita belajar, jangan juga kita protek diri. Ketika masalah selesai, kita lebih mengambil keputusan yang lebih besar yaitu dengan transformasi diri,” kata penganut falsafah hidup bekerja keras, hemat dan jangan mengeluh serta jangan menyalahkan orang ini. Lebih baik energi digunakan untuk memikirkan 5 tahun kedepan perusahaan ini mau di bawa kemana. Itu pulalah yang menjadi obsesinya saat ini. Bagaiamana ekistensi perusahaan ini 5 tahun ke depan, siapa pun yang berperan. Bukan untuk tujuan mempertahankan jabatan. Ia berharap, (bukan sebuah cerita yang sombong, sebagai pejabat, tokoh publik atau yang dituakan, apapun namanya) jangan gagap posisi. Sebab gagap posisi itu takut diganti. Karena kalau tujuan kita duduk jadi dirut, dengan legalitas SK pengangkatan dan pelantikan, itu kita menjadi gagap posisi dan menjadi takut. Takut dalam mengambil keputusan dan melakukan inovasi. Jangan-jangan ada sesuatu yang tidak mengenakan, lalu kita pikirkan, apakah tergeser dari kedudukan. “Jadi soal diangkat dan diberhentikan kapan, itu bukan urusan kita. Dan kita tak perlu berjuang mencari akal untuk mempertahankan jabatan. Jangan gagap,” katanya dengan penuh keyakinan profesionalisme, bukan kesombongan. Ia yakin dengan pengabdian yang seperti itu, pimpinan dan masyarakat dapat menilai. Lebih lagi masyarakat saja yang menilai bukan legalitas, dan kita tak perlu

teriak-teriak, marah-marah malah membuat diri kita menjadi sakit. Dan yang terpenting, menurutnya, selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada siapapun pengganti kita. Sejak masuk ke Akademi Pos, ia memang tak pernah mengejar jabatan, apalagi mengejar jabatan dirut. Ia yakin jabatan atau menjadi dirut itu akan datang dengan sendirinya, sebagai amanah. Tapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan prestasi. Meskipun kata orang harus ada cantolan dan lainnya, ia mengaku tidak pernah punya cantolan dan mengantungkan diri dengan cantolan itu. “Saya adalah orang kampung yang datang dari Titikkuning dan berasal dari keluarga pegawai negeri yang tidak ada satu pun duduk tingkat golongan III. Kepada siapa saya harus mencantol?” ujarnya. Bukan itu, tetapi coba dengan keahlian dan karya, dan siap kapan saja untuk bekerja. “Alhamdulilah, 5 tahun menjabat sebagai dirut, saya selalu sehat dan bersama dengan teman-teman juga tidak ada masalah,” katanya. Dalam kepemimpinnya ia juga dikenal demokratis dan siap dikritik staf. Ia menegaskan, kalau ada yang berpandangan berbeda dengan kita, jangan dibenci. Bahkan jadikan pandangannya sebagai masukan, memperkaya gagasan atau wacana. Selain itu, dalam kepemimpinannya, ia juga hampir tidak pernah marah kepada staf. Kenapa ia tak marah? “Saya tidak akan marah sebab marah itu capek dan kebetulan dalam lingkungan dan gaya saya yang seperti ini hampir tidak alasan yang membuat saya bisa marah, kadangkadang saya heran juga,” ujar putera bangsa yang pernah mengecap pendidikan Emotional Intelegence (Jakarta 1999) ini. Menurutnya, gaya marah itu tidak perlu teriak-teriak atau membenci orang, tapi dengan memberikan disposisi, memberikan arahan sehingga orang menjadi tahu ke mana sebetulnya. Tapi bukan dengan menjadi teriak-teriak. Karyawan Posindo juga mengenalnya sebagai orang yang bersahaja. Dalam setiap kali berkunjung ke daerah, misalnya, ia tidak pernah mengharapkan penyambutan atau perlakuan istimewa. Seperti ketika berkunjung ke Papua untuk melihat dari dekat peran Pos Indonesia di sana. Juga ke Cirebon-Bandung-Tasik sampai Pekalongan, berkomunikasi dengan jajaran Posindo di sana. Semua menunggu dengan antusias kehadirannya. Dalam satu hari, ia berbicara di 7-8 kantor, hingga jam 11 malam. Karena jajarannya menunggu semua sampai jam yang terakhir, berbicara tentang pos masa depan. Secara kemampuan fisik, itu tentu sangat berat. Tapi itu ia lakukan. “Kalau mau enak, ngapain sih dirut gitu-gitu. Kalau saya katakan tidak mau, tinggal saja di hotel dan tidur selesai kan? Demi kenyamanan kita tidur, tapi apakah di tidurnya kita itu nyenyak?” katanya ketika hal ini dikonfirmasikan. Setelah itu, baru ia pulang ke hotel, tidur hanya 4 jam, tetapi penuh dengan keindahan, kepuasan melihat kawan-kawan kita di Nusantara yang masih tetap semangat. “Itu adalah lebih dari obat tidur yang dosisnya tinggi sekali. Itu yang saya lihat, dan itu yang membuat hidup ini tetap sehat, Alhamdulillah,” kata penulis ‘Prospek Jasa Perposan Pada Era Perekonomian Mendatang Serta Analisis SDM Dalam Meningkatkan Kinerja dan Daya Saing Industri Perposan di Era Globlal’ (2000) ini.

Salah satu rahasia pengendalian emosi dan pemeliharaan ketahanan fisiknya mungkin juga terkait pada hoby menikmati alam, pertanian dan perikanan. Bahkan ia mengaku mimpinya pun selalu berhubungan dengan ikan. “Itu sebabnya jika saya puyeng, karena rapat dan urusan kantor, saya pergi ke kebun. Di situ ada ikan. Saya memancing, menangkap ikan. Bukan untuk dijual tapi hiburan. Setelah itu, saya pulang sudah bisa bekerja sampai 12 malam lagi. Jadi benar-benar saya jadikan sebagai tempat hiburan. Kalau golf itu bukan hoby tapi itu hanya untuk networking,” kata penggemar makanan genjer ini. Pengalamannya lebih 27 tahun di BUMN ini, sejak dimulai naik sepeda hingga posisi sekarang ini, dengan segala kreatifitas dan inovasinya, telah menjadi jaminan kompetensi, integritas, dedikasi dan loyalitasnya kepada perusahaan jasa perposan ini. Ia memang bertekad memberikan yang terbaik, sebagai bagian sumbangsihnya untuk bangsa dan negara ini. Terutama dalam meningkatkan peran Pos Indonesia mempersatukan bangsa ini. Itulah pula antara lain yang selalau menyalakan semangatnya untuk melakukan inovasi agar Pos Indonesia bisa memberikan pelayan paripurna kepada publik. Salah satu inovasi yang baru saja dilakukannya adalah layanan SMS Pos (Short Message Service via Pos) yang diluncurkan pada Oktober 2002. Layanan ini merupakan hasil kerjasama antara PT Pos Indonesia dengan Mitra Kerja Cellular Provider ProXL, Satelindo dan Telkomel. Sedangkan untuk content Providernya dengan PT Bali Iklanmindo Semesta selaku penyedia SMS-Gateway menjadi inter-face antara SMS-Center milik Cellular Provider dengan Server Ratsim milik PT Pos Indonesia. Layanan SMS Pos ini benar-benar feasible. Sehingga tak heran bila dalam waktu singkat telah berhasil mendapat Anugerah Telematika Kadin Indonesia berupa Piagam Penghargaan dan Piala "Micronics Internusa Golden Award for The Best I.T Product of The Year". Penyerahan penghargaan itu dilakukan di Hotel LeMeridien Nirwana Bali Resort, Bali (28/02/03). Produk SMS Pos ini memungkinkan masyarakat pengguna ponsel dapat mengirimkan kartu ucapan kepada masyarakat yang tidak memiliki ponsel. Masyarakat kini sudah dapat terlayani hanya dengan menekan tombol pada ponsel tanpa perlu datang ke loketlaket kantor pos. Layanan SMS Pos ini didukung jaringan 154 Kantor Layanan Kantor Pos di seluruh Indonesia. Sistem tersebut merupakan cikalbakal untuk memungkinkan dikembangkan bagi layanan lain (related). Layanan ini memiliki prospek bisnis yang tak hanya membawa hasil yang baik bagi internal PT Pos tapi juga dapat mempengaruhi serta dapat memberi kesempatan pada lingkungan untuk berkembang. Total Logistik Service Selama ini Pos Indonesia lebih dikenal sebagai perusahaan yang melayani pengiriman surat, wesel, maupun paket ke seluruh pelosok negeri dan mancanegara. Namun seiring dengan perkembangan bisnis dan teknologi, di bawah kendali Alinafiah, Pos Indonesia pun melakukan berbagai terobosan dalam memberikan jasa perposannya. Salah satu terobosan itu adalah dikembangkannya pelayanan total logistik. Melalui pelayanan ini, kini pengguna jasa pos dapat mempercayakan kepada Pos Indonesia aktivitas manajemen distribusi barang-barang atau produk usaha secara menyeluruh.

Pos Indonesia tidak lagi sekedar mengirimkan barang ke alamat tujuan tapi juga melakukan proses warehousing, assembling, packaging dan bahkan track and tracing perjalanan barang tersebut ke alamat tujuan. Menurut Alinafiah, ssunguhnya layanan total logistik bukanlah hal baru. Pos sejak lama telah mengelola aktivitas total logistik ini, namun belum maksimum. Seperti, penjualan materai yang dilakukan oleh Pos Indonesia sebenarnya dikelola dengan pendekatan total logistik. Dalam hal ini, Pos Indonesia dipercaya oleh Departemen Keuangan tidak saja menjual materai di loketloket, tapi juga melakukan proses penyimpanan dan pendistribusian serta pengadministrasiannya. Hal yang sama dilakukan pula untuk Universitas Terbuka. Pos Indonesia tidak saja menjual formulir pendaftaran, tetapi juga menyimpan dan mendistribusikan dokumen-dokumen serta modulmodul perkuliahan ke seluruh peserta di pelosok Indonesia. Pengalaman ini, ditambah dengan potensi jaringan transportasi maupun jaringan pelayanan yang dimiliki oleh Pos Indonesia, merupakan bekal dalam membuka layanan total logistik. Pada sisi lain terdapat perkembangan signifikan dalam aktivitas bisnis di Indonesia. Lalu lintas barang dari dan ke berbagai daerah semakin marak apalagi dengan diterapkannya Otonomi Daerah. Efesiensi dan efektivitas pendistribusian barang ke seluruh wilayah menjadi sangat penting bagi berbagai bidang usaha. Ketatnya persaingan yang ada menuntut pengelolaan usaha yang lebih fokus pada aktivitas inti tanpa direpotkan kegiatan-kegiatan lain seperti logistik yang sebenarnya dapat di sub kontrakan kepada perusahaan logistik service seperti Pos Indonesia. Pengusaha tidak direpotkan lagi oleh masalah penyimpangan barang, persediaan, pendistribusian dan sebagainya. Bahkan pengadministrasian pengiriman barang tersebut. Solusi efesiensi akan terjadi karena adanya sinergi dan konsolidasi berbagai kegiatan dalam layanan Pos Indonesia. Dalam kerangka inilah layanan total logistik Pos Indonesia diperkenalkan. Perusahaan atau produsen produk konsumsi, pharmasi, elektronika dab sebagainya tidak perlu memikirkan lagi masalah logistiknya. Desain pergudangan, pola distribusi, cara penyimpanan, pengepakan, administrasi persediaan dapat disesuaikan dengan spesifikasi barang yang akan ditangani. Inilah yang disebut Pos Indonesia tidak menjual apa yang dimiliki tetapi menjual apa yang diinginkan konsumennya. Salah satu klien yang telah memanfaatkan layanan Total Logistik adalah PT. Unilever Indonesia Tbk. Perusahaan ini mempercayakan kepada Pos Indonesia pengiriman barang-barang Point Of Sale (POS), perangkat promosi, dan Gift dari seluruh merk produk Unilever. Kepercayaan ini diberikan dengan salah satu pertimbangan bahwa Pos Indonesia memiliki kemampuan dan pengalaman untuk mengintegrasikan proses pengirimannya ke berbagai wilayah usaha Unilever di seluruh Indonesia. Apalagi kebijakan perusahaan menekankan bahwa kantor cabang Unilever benar-benar difokuskan untuk mengejar target pendapatan dan tidak boleh direpotkan oleh masalah-masalah pendistibusian produk atau halhal lainnya. Bermitra dengan perusahaan yang mampu dan dapat dipercaya untuk mengelola logistik adalah pilihan strategis Unilever.

Saat ini total logistik telah dapat dilayani di wilayah Jabotabek. Dalam waktu dekat akan dikembangkan di Surabaya, Bandung dan Medan. Layanan Total Logistik sangat sesuai bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang consumer goods, elektronika, penerbitan buku, office equipment, suku cadang kendaraan bermotor, perangkat komputer dan produk telekomunikasi, farmasi dan bahkan produk agribisnis. Guna memberikan kepuasan kepada pemakai layanan Total Logistik ini, Pos Indonesia akan memanfaatkan gedung dan sarana yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pendukung kelancaran aktivitas total logistik ini. Pendekatan pelayanannya pun dilakukan secara costumize, termasuk jika konsumen menginginkan produknya diasuransi. Khusus dalam penyediaan gudang, Pos Indonesia memiliki 4000-an gedung yang tersebar di seluruh Indonesia dan masih belum optimal dimanfaatkan. Untuk itu, bila konsumen menginginkan gedung itu dapat diubah menjadi sarana pergudangan bagi kelancaran logistiknya. Transformasi Bisnis Dalam era globalisasi dan kondisi bangsa saat ini, PT Pos Indonesia harus meningkatkan daya saingnya. Maka ia pun telah mencanangkan Transformasi Bisnis dalam tubuh Pos Indonesia. Sebuah solusi strategis yang komprehensif, realistis, rasional dan berjangka panjang melalui program yang dikemas dalam transformasi bisnis. Dengan solusi tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan manfaat bagi semua pihak, stakeholder terutama pegawai dan keluarga pegawai sehingga 'everybody will be happy'. Melalui transformasi bisnis ini pula diharapkan dapat mendorong terjadinya perubahan yang signifikan bagi kemajuan PT Pos Indonesia di masa datang. Ia mencoba mendesign PT Pos Indonesia paling tidak lima tahun ke depan secara kuantitatif maupun kualitatif. Perusahaan ini di reka dan dirancang lima tahun ke depan. PT Pos Indonesia akan seperti apa. Ia mendisain transformasi ini memberikan gambaran bagaimana kontribusi kepada pemerintah, bagaimana peningkatan kesejahteraan karyawan, bagaimana biaya harus dikendalikan, bagaimana pendapatan digali secara terencana oleh konsep transformasi dari sekarang hingga lima tahun ke depan. Implementasi Transformasi Bisnis ini dilakukan secara bertahap mulai tahun 2003 hingga 2007, yakni tahapan konsolidasi (2003), tahapan revitalisasi bisnis (2004-2005) dan tahapan pertumbuhan (2006-2007). Selain itu, prosesnya dilakukan melalui strategi 6 R (repositioning, reinventing, reengineering, reorganizing, rightsizing, dan resource alocation). Pertama, repositioning yaitu proses memetakan kembali potensi dan kelemahan perusahaan sehingga akan terlihat bisnis yang akan dimasuki, ditinggalkan atau dikembangkan. Kedua, reinventing, menemukan kembali bisnis yang telah diposisikan untuk 'reborn' menjadi produk yang lebih kompetitif dan dengan manajemen yang efisien. Ketiga, reengineering yaitu me-reengineer proses bisnis untuk

dapat memberikan proses yang efisien, efektif dan dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Keempat, reorganizing, melakukan perubahan organisasi dengan formal struktur sebagai bentukan dan penugasan baru, yang menjadi 'design factor' untuk merubah perilaku organisasi dalam rangka mencapai proses bisnis yang dikehendaki. Kelima, rightsizing, upaya melakukan penyesuaian kualitas dan kuantitas SDM agar fit dengan konteks bisnis. Keenam, resource alocation yaitu pengaturan kembali alokasi sumber daya yang dimiliki agar sesuai dengan kebutuhan konteks bisnis. Ia berharap transformasi bisnis ini membawa dampak bagi perusahaan, antara lain: (1) menjadi lebih kompetitif (mempunyai produk unggul dalam persaingan dan mampu berkompetisi); (2) bisa berkembang (dapat mengembangkan bisnis dan mampu berkolaborasi dengan bisnis lain dalam era 'network economy' dimasa datang); (3) efisien (mampu memberikan kontrol manajemen yang secara strategis dapat memberikan keunggulan berkompetisi). Sementara, filosofi dasarnya adalah kepemimpinan yang kuat (strong leadership), good corporate governance (GCG), komitmen serta penetapan strategi dan kebijakan yang tepat. Transformasi bisnis ini dilaksanakan dengan sasaran dapat memberikan manfaat bagi semua stakeholders. Bagi perusahaan secara finansial akan terjadi peningkatan pendapatan dan laba, peningkatan total asset dan modal. Sedangkan non-finansialnya adalah meningkatkan pendapatan perusahaan, kinerja organisasi, citra perusahaan serta efektivitas dan efesiensi. Bagi karyawan, peningkatan kesejahteraan, pengingkatan kepuasan kerja dan peningkatan produktivitas/ pengetahuan serta kemampuan. Bagi pemegang saham, penerimaan deviden yang lebih baik, penerapan kaidah GCG dan terjaminnya kelangsungan hidup perusahaan (going concern). Sedangkan bagi pelanggan dan masyarakat, mendapatkan nilai uang terbaik, mendapatkan produk/ layanan yang bernilai tinggi, peningkatan kepuasan pelanggan dan penyediaan fasilitas pos sampai ke pelosok tanah air. Program implementasi Transformasi Bisnis di tahun 2003 ini meliputi 8 (delapan) faktor yakni SBU Express, SBU Direct Mail, Bisnis Reguler, Asset Management, Pembangunan Jaringan IT, Reorganisasi, Rightsizing dan Financing/ Pendanaan. Namun keberhasilan Transformasi Bisnis ini tergantung pada penerapan model kepemimpinan yang kuat pada setiap lini organisasi serta penerapan sistem reward and punishment. Dengan strategi transformasi bisnis ini, pada tahun 2003 ini, PT Pos mencoba mencharge laba sebesar Rp 20 miliar dan untuk tahun 2007 atau lima tahun ke depan kira-kira akan meningkat menjadi Rp 100 miliar. Sementara, jika transformasi bisnis ini tidak dilakukan, maksimal PT Pos hanya akan memperoleh laba sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2003 ini.. Untuk itu, tahun 2003 ini PT Pos Indonesia membuat dua rancangan untuk kesejahteraan pegawai. Sebab dari laba yang Rp 5 miliar itu, kesejahteraan pegawai hanya naik Rp 40 ribu, tidak

seimbang dengan tuntutan pegawai. Kesejahteraan itu sebetulnya dapat ditingkatkan menjadi Rp 200 ribu, namun harus kembali dengan konsep transformasi bisnis tadi. Laba yang Rp 5 miliar bisa ditingkatkan menjadi Rp 20 miliar. Belajar dari pengalaman, dulu PT Pos memang hanya mengutamakan bangunan fisik semata dan adanya tanggapan bahwa posisi PT Pos hanya berkutat antara prangko dan surat saja. Namun pada saatnya terutama pada jaman dan era teknologi seperti sekarang, PT Pos Indonesia menyadari hal itu tidak akan membawa peningkatan dan kemajuan jika tetap dibiarkan. Untuk itu, kini PT Pos Indonesia memberdayakan jaringan fisik yang ada didukung bidang virtual disokong oleh infrastruktur, dengan segmen pasar sasaran perusahaan asuransi, perbankan, perusahaan logistik dan umum. Itu sebabnya PT Pos bermaksud mempertegas posisinya melalui transformasi bisnis dengan memperkental peran bisnis sekaligus menjadi pelakunya tanpa melupakan tugas untuk memberikan pelayanan pada masyarakat luas. Salah satu yang perlu dikomunikasikan dalam transformasi bisnis untuk pertamakalinya adalah PT Pos Indonesia akan meluncurkan obligasi pendanaan sebesar Rp 135 miliar. Alinafiah menilai, bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk menjual obligasi tersebut, karena ternyata banyak masyarakat (investor) yang berminat. Menurutnya, dalam rangka sosialisasi, sangatlah penting bagi masyarakat mengetahui rencana ke depan PT Pos Indonesia secara terbuka. Tak lain untuk mempersembahkan dan memberi harapan bagi para investor sebagai relevansi pengkomunikasian transformasi bisnis kepada publik agar memahami posisi PT Pos Indonesia. Sedang di mana dan mau ke mana perusahaan ini berjalan, termasuk dalam hal pembangunan sebagai kompensasi dari investasi yang dilakukan. Selain pembangunan, strategi lain yang diterapkan adalah optimalisasi semua sumber daya yang ada. Seperti yang dilakukan di Bali, dua tahun lalu telah ditandatangani kerjasama dengan pengusaha setempat untuk membangun Kantor Pos Bali, 70 ruko dalam 3 lantai dan pembangunan rumah untuk para pejabat pos di tanah seluas 9000 m2 tanpa satu sen pun mengeluarkan biaya hanya menggunakan aset yang ada dan jalinan kemitraan yang baik. Lima tahun ke depan, potret PT Pos Indonesia inilah yang akan dipersembahkan bagi generasi penerus karena mampu merubah pandangan dan menggugah karyawannya untuk maju dan saling bahu-membahu mewujudkan harapan semua pihak. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi secara terus menerus dalam rangka perbaikan mutu layanan. Di samping itu, ia berjanji dalam rangka program transformasi bisnis ini, manajemen tidak akan melakukan PHK, akan tetapi dengan penawaran pensiun dini dan relokasi SDM ke tempat yang lebih produktif sesuai kebutuhan perusahaan. *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) Artikel lain: WAWANCARA: Profesionalisme yang Tidak Pernah Marah
Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

C © updated 1507002

Drs. Achmad Djunaidi, Ak

PROFESI
► Advokat ► Akuntan ► Arsitek ► Bankir ► CEO-Manajer ► Dokter ► Guru-Dosen ► Konsultan ► Kurator ► Notaris ► Peneliti-Ilmuwan ► Pialang ► Psikolog ► Seniman ► Teknolog ► Wartawan ► Profesi Lainnya ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► Pernikahan ► In Memoriam ► Majalah ► Redaksi
►e-ti

Memimpin Jamsostek Lebih Fokus
Bercita-cita jadi ahli sejarah, malah jadi akuntan. Kini ia menjadi Direktur Utama PT Jamsostek. Di bawah kepemimpinannya, PT Jamsostek lebih progresif dan lebih fokus sebagai perusahaan jasa jaminan sosial tenaga kerja. Achmad Djunaidi lahir pada tanggal 12 Juni 1943 di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Ia adalah anak satu-satunya dari pasangan A. Lamsyari (ayah) dan Halimah Kartodimedjo (ibu). Meskipun kini ia menjadi orang nomor satu di PT Jamsostek, sebelumnya ia tidak pernah bercita-cita berkarir di bidang keuangan. Ketika masih kecil, Djunaidi bercita-cita menjadi ahli sejarah. Ia dengan tekun mengumpulkan tu1isan-tu1isan kuno yang ada di daerahnya. "Tu1isan Ulu namanya", kata Djunaidi untuk menyebutkan tu1isan itu terdapat di daun. Selain mengumpulkan tu1isan kuno, ia juga gemar mengunjungi perkampungan bawah tanah yang terdapat di Pasemah, Sumatera Selatan, bekas daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Cerita masa silam dan bukti-bukti sejarah yang begitu sering dijumpai Djunaidi sejak kecil, membuatnya amat menyukai bidang sejarah. Namun, karena kondisi yang tidak mendukung, impiannya itu harus dikubur dalam-dalam. Ketika ia lulus SMA pada tahun 1962, ia tidak dapat meneruskan pendidikan ke jurusan sejarah. Sebab, jurusan sejarah hanya ada di perguruan tinggi di Pulau Jawa. Sementara itu, sebagai anak tunggal, orangtuanya merasa berat untuk mengirimkannya ke Pulau Jawa. Keterbatasan dana pun menjadi pertimbangan lain dari orangtuanya yang bekerja sebagai panitera pengadilan. Akhirnya, ia memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang. Belum genap setahun kuliah di sana, Djunaidi membaca berita di koran mengenai tawaran mengikuti Kursus Djabatan Pembantu Akuntan (KDPA) di Bandung. Program studi ini menawarkan ikatan dinas bagi peserta yang lulus testing. Melihat peluang itu, Djunaidi lalu berdiskusi dengan orangtuanya. Ayahnya mengatakan bahwa, profesi akuntan masih langka di Indonesia. Karena itu, prospek masa depannya sangat cemerlang. Akhirnya, Djunaidi mendapat restu untuk berangkat ke Bandung. Syarat penting yang harus dipenuhi oleh calon peserta kursus adalah nilai selama di SMA harus minimum rata-rata tujuh. Bagi Djunaidi, syarat ini tidak menjadi masalah karena ia adalah siswa lulusan terbaik, nomor satu di sekolahnya, dengan nilai rata-rata di atas tujuh. Ia berhasil diterima di KDPA. Setelah lulus pendidikan selama setahun, Djunaidi kembali ke Palembang. Ia menjadi pegawai Akuntan Negara Departemen Keuangan RI, sesuai dengan program ikatan dinas. Sambil bekerja, ia pun kembali meneruskan kuliah di FH Universitas Sriwijaya, Palembang yang sempat ditinggalkannya.

Nama: Drs. Achmad Djunaidi, AK Lahir: Lubuk Linggau, 12 Juni 1943 Agama : Islam Pendidikan Formal: 1. SD Negeri II Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1956 2. SMP Negeri I di Sekayu, Sumatera Selatan, 1959 3. SMA Negeri di Lahat, tamat 1962 4. Fakultas Hukum Universitas Sriwidjaya Palembang, sampai tingkat II tahun 1964 5. Akademi Ajun Akuntan Negara di Bandung, 1966 6. Institut Ilmu Keuangan Jurusan Akuntansi di Jakarta, 1972 Pendidikan Non-Formal: 1. Kursus Jabatan pembantu Akuntan Indonesia di Bandung, 1963 2. Penataran P4 Type A tahun 1982 3. Sespa Nasional Direksi BUMN 4. Kursus Reguler Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) angkatan XVlI, tahun 1984 5. Kursus-kursus lain seperti, Kursus Analisa Efek, Kursus Appraisal, Kursus Analisa Proyek, dll 6. Kursus dan Study Perbandingan Pasar Modal di Tokyo pada Nomura Securities (1983), Nikko Sec, (1985 dan Yamaichi Sec, 1991) 7. Kursus ”Privatization on State Owned Enterprises” oleh UNDP di Washington DC, 1990 8. Kursus-kursus singkat di luar negeri seperti, Housing Finance Systems, FELT Centre, Wharton School, University of Pennsylvania, Philadelphia, tahun 1992 Pekerjaan: 1. Direktorat Akuntan Negara,

ARS IT EK
ARSITEK INDONESIA

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero

Herlianto, Ir., MTh.

Arsitek yang Pendeta
Herlianto, lahir di Surabaya, 1 Oktober 1941, seorang arsitek (ITB, 1968) dan konsultan yang menjadi 'pendeta'. Mendirikan dan sampai sekarang menjadi Ketua Yayasan Bina Awam (YABINA ministry, www.yabina.org, 1982) sebuah yayasan keagamaan dan sosial. Ikatan Arsitek Indonesia (IAS) Ketua Prof. Dr. Ir. Sandi A.S., M.Art, IAI Jakarta Design Centre Building, 6th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 53 Jakarta Pusat 10260 Phone Number: 62-(021)-5304715 5304722 Fax Number : 62-(021)-5304722 Email : iai@ubi.net.id Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ketua: Rauf Purnama Jl. Halimun Raya No. 39 Jakarta Selatan 12980 Phone Number : 62-(021)-8352353 62-(021)-8352354 62-(021)-8352180 Fax Number : 62-(021)-8352352 Ketua Umum PII 2004-2006 :: Rauf Purnama 2002-2004 :: Pandri Prabono 1999-2002 :: A. Qoyum Tjandranegara 1994-1999 :: Arifin Panigoro 1989-1984 :: Aburizal Bakrie 1984-1989 :: Sumantri 1969-1984 :: GM Tampubolon 1965-1969 :: Suratman Dharmaperwira 1959-1961 :: Umar Bratakusuma 1954-1959 :: Kaslan Tohir 1952-1954 :: Djuanda Kartawidjaja

a-z
► Friedrich Silaban (1912-1984) ► Han Awal ► Herlianto, Ir., MTh. ► Sandi A.S ► Han Awal

Arsitek Pemugar Bangunan Tua
Han Awal, seorang arsitek yang ikut berperan merancang Gedung MPR/DPR sebagai asisten arsitek Soejoedi. Dia lahir di Malang, 16 September 1930. Karya penerima penghargaan Prof Teeuw Award, itu sudah tersebar di beberapa tempat. Belakangan, dia lebih dikenal sebagai arsitek konservatoris. Friedrich Silaban (1912-1984)

Arsitek Pengukir Sejarah Toleransi
Dia arsitek pengukir sejarah toleransi beragama di negeri ini. Bung Karno menjulukinya sebagai by the grace of God karena kemenangannya mengikuti sayembara desain Mesjid Istiqlal. Friedrich Silaban, seorang penganut Kristen yang taat kelahiran Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912, wafat dalam usia 72 tahun pada hari Senin, 14 Mei 1984.

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

Yusril Djalinus (1944-2009)

WARTAWAN
TOKOH PERS

Wartawan Senior Tempo
Yusril Djalinus, akrab dipanggil YD, redaktur senior dan salah satu pendiri majalah Tempo, meninggal akibat stroke Senin, 2 Februari 2009. Jenazah pria kelahiran Jakarta, 12 Agustus 1944, itu dimakamkan di Pemakaman Pasar Senen, Purwakarta, Jawa Barat. Yusril meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan empat cucu. Reinhart Simandjuntak (1938-2008)

PROFESI
► Advokat ► Akuntan ► Arsitek ► Bankir ► CEO-Manajer ► Dokter ► Guru-Dosen ► Konsultan ► Kurator ► Notaris ► Peneliti-Ilmuwan ► Pialang ► Psikolog ► Seniman ► Teknolog ► Wartawan ► Profesi Lainnya ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► In Memoriam ► Majalah TI ► Redaksi

Google tokohindonesia.com

a-z
► Adam Malik^ ► Albert Situmorang (1951-2004) ► Andi Abdul Muis (1929-2005) ► Ani Idrus^ ► Annie Bertha Simamora^ ► Atang Ruswita ► August Parengkuan ► BM Diah ► Dahlan Iskan ► Djafar H Assegaf ► GM Pangggabean ► Goenawan Mohamad ► Herad Tidar (1939-2004) ► Herawati Diah ► Inke Maris ► Jacob Oetama ► Jusuf Ronodipuro, M ► Lazarus Eduard Manuhua^ ► Mahtum Mastoem (1949-2006) ► Maria Margaretha Hartiningsih ► Mochtar Lubis ► Mohammad Said, H ► Nasruddin Hars (1942-2005) ► Norbertus Riantiarno (Nano) ► PK Ojong (1920-1980) ► Ramadhan KH (1927-2006) ► Reinhart Simandjuntak (1938-2008) ► Richard Susilo ► Rorimpandey, Hendrikus Gerardus (HG) ► Rosihan Anwar ► Rumhardjono (1939-2007) ► Sabam Siagian ► Sasongko Soedarjo (1968-2007) ► Siregar, RH (1932-2008) ► Soebagijo IN ► Sumita Tobing ► Surya Dharma Paloh ► Tarman Azzam ► Titie Said ► Trimurti, S.K. ► Tuan MH Manullang ► Valens Gowa Doy (1944-2005) ► Yusril Djalinus (1944-2009) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ketua Umum: Drs. Tarman Azzam Dewan Pers Building, 4th Floor Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat 10110 Phone Number : 62-(021)-3862041 62-(021)-3453131 Fax Number : 62-(021)-3453175

Mantan Guru dan Wartawan
Wartawan harian Kompas (1973- 2005), Reinhart Simandjuntak, meninggal dunia Selasa 21 Oktober 2008 pukul 20.09, di RS MI Jatinegara, Jakarta Timur . Pria kelahiran Jawa Tonga, Pematang Siantar, Sumatera Utara, 16 Februari 1938, ini meninggal setelah dirawat sejak Rabu 15/10 akibat penyakit jantung. Tarman Azzam

Ketua Dewan Kehormatan PWI
Kongres PWI ke-XXII memilih dan menetapkan Tarman Azzam menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI 2008-2013. Sebelumnya Tarman dua periode menjabat Ketua Umum PWI Pusat. Dalam kongres yang berlangsung 28-29 Juli 2008 di Banda Aceh, itu Tarman digantikan Margiono. Tuan MH Manullang (1887-1979)

Pejuang Pers dan Kemerdekaan
Digelari Tuan Manullang, seorang jurnalis pejuang perintis pers dan kemerdekaan. Saat berusia 19 tahun telah menerbitkan koran Binsar Sinondang Batak (1906). Juga menerbitkan koran Soara Batak (1919-1930) untuk menentang penindasan Belanda. Akibat tulisannya, ia dipenjara di Cipinang. M. Jusuf Ronodipuro (1919-2008)

Pemberita Pertama Proklamasi
Dia adalah angkasawan RRI yang sarat dengan peristiwa heroik. Pria kelahiran Salatiga, 30 September 1919 itu adalah salah seorang pendiri RRI ketika zaman revolusi masih bergolak. Pemberita pertama Proklamasi 17 Agustus 1945, ini meninggal dunia dalam usia 88 tahun, Minggu 27 Januari 2008. RH Siregar (1932-2008)

Pengawal Kode Etik Jurnalistik
Dunia pers Indonesia kembali berduka. Salah satu putra terbaiknya, Robinson Hamonangan Siregar (76), atau yang lebih dikenal dengan RH Siregar SH, meninggal dunia, Senin 14 Januari 2008 pukul 03.30

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

C © updated 29012008

IQBAL LATANRO HOME
► DIRGAHAYU HUT REPUBLIK INDONESIA KE-64, 17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009 ► Selamat datang di situs gudang pengalaman ENSIKONESIA (ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA) ► Thank you for visiting the experience site ► TOKOHINDONESIA DOTCOM ► Biografi Jurnalistik ► The Excellent Biography ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office & Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ► ► DIRGAHAYU HUT REPUBLIK INDONESIA KE-64, 17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009 ► Selamat datang di situs gudang pengalaman ENSIKONESIA (ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA) ► Thank you for visiting the experience site ► TOKOHINDONESIA DOTCOM ► Biografi Jurnalistik ► The Excellent Biography ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office & Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ► Iqbal Latanro

HOME
► Home ► Biografi ► Versi Majalah ► Berita ► Galeri ► Link ► Bankir ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► Pernikahan ► In Memoriam ► Majalah TI ► Redaksi ► Buku Tamu
► e-ti/btn

Nama: Iqbal Latanro Lahir, Makassar, 5 Oktober 1958 Jabatan: Direktur Utama Bank Tabungan Negara Pendidikan: - Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanuddin Makassar, 1983 - Pasca Sarjana Manajemen Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, 1998

Dirut Bank Tabungan Negara
Pengangkatan direksi BTN ditetapkan melalui Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor 291 tahun 2007 tanggal 19 Desember 2007. Jajaran direksi baru BTN mencakup Iqbal Latanro sebagai Direktur Utama, diikuti Evi Firmansyah (sebelumnya Direksi PT Bank Ekspor Indonesia), Sunarwa, Saut Pardede, Irman Alfian Zahiruddin, dan Purwadi sebagai direktur. Jajaran direksi baru ini menggantikan direksi lama yang sebelumnya dijabat Kodradi sebagai Direktur Utama diikuti Siswanto, Fatchudin, Suryanto, M. Badruzaman, serta Iqbal Latanro sebagai direktur. Lahir di Makassar, 5 Oktober 1958. Menjabat Direktur sejak 17 Maret 2005 melalui Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No.KEP-016/MBU/2005 tanggal 17 Maret 2005. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

Pergeseran satu lempeng itu, hari Minggu, 26 Desember 2004, mengakibatkan gempa yang disusul tsunami dan merenggut ratusan ribu jiwa.

PROFESI
► Advokat ► Akuntan ► Arsitek ► Bankir ► CEO-Manajer ► Dokter ► Guru-Dosen ► Konsultan ► Kurator ► Notaris ► Peneliti-Ilmuwan ► Pialang ► Psikolog ► Seniman ► Teknolog ► Wartawan ► Profesi Lainnya ► Majalah TI ► Nusantara ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► In Memoriam ► Redaksi

Prof. DR. Ir. Djoko Santoso, M.Sc.

Agustus 2007 berjanji untuk tetap menjadikan UI sebagai kampus rakyat dan mozaik Indonesia. "Siapa saja yang berprestasi, termasuk mereka yang kurang mampu dari seluruh Indonesia, harus bisa kuliah di sini," katanya. Prof dr Supartondo, SpPD, KEMD, KGer

Bersatu ITB untuk Berjaya
Guru Besar teknik geofisika dan Doktor Ilmu Teknik ITB, ini terpilih sebagai Rektor ITB periode 2005-2010 dalam rapat pleno MWA ITB di Gedung Depdiknas, Jakarta, Senin 17 Januari 2005. Pria kelahiran Bandung, 9 September 1953 yang saat terpilih menjabat Ketua Senat Akademik ITB, itu menggantikan Kusmayanto Kadiman. Alex Kawilarang W Masengi

Melayani Berlandaskan Empati
Prof dr Supartondo, SpPD, KEMD, KGer dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada layanan holistik untuk pasien. Dokter kelahiran Purwakarta, 7 Mei 1930, itu sangat memerhatikan pendidikan, efektivitas pembiayaan layanan kesehatan, komunikasi antara dokter dan pasien berlandaskan empati yang pada akhirnya merupakan bagian dari etika profesi. Prof Dr H Koesnadi Hardjasoemantri SH ML

Penemu Kapal Ikan Bersirip
Doktor dari The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki University, Jepang (1993), ini adalah penemu teknologi kapal ikan bersirip. Temuan pria bernama lengkap Prof Dr Ir Alex Kawilarang Warouw Masengi MSc kelahiran Desa Kinilou, Tomohon, 13 Juni 1958, ini sudah dipatenkan di Jepang. Sarlito Wirawan Sarwono

Guru Besar Hukum Lingkungan Hidup
Mantan Rektor UGM (1986-1990), kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Desember 1926, ini masih tampak gagah. Dalam usia 80-an tahun, guru besar emeritus FH UGM, ini masih aktif mengajar dan mengikuti berbagai kegiatan sosial, serta menjadi pembicara di berbagai seminar. Prof Dr Komaruddin Hidayat

Profesor Fakultas Psikologi UI
Dekan dan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) sangat menaruh minat pada masalah sosial, keluarga berencana, seksologi, remaja, dan "tembang kenangan". Pria kelahiran Purwokerto, 2 Pebruari 1944, ini juga menjadi guru besar tamu di beberapa universitas di dalam dan luar negeri. Dr. Gadis Arivia

Rektor UIN Jakarta 2006-2010
BIO 01: Direktur Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mantan Ketua Panwaslu 2004 Prof Dr Komaruddin Hidayat terpilih dengan suara muutlak (61 dari 80 suara senat) sebagai rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk masa bakti 20062010. Dia menggantikan Prof Dr Azyumardi Azra, MA. yang sudah dua kali menduduki jabatan tersebut. Prof Dr Paulus Wirutomo

Filsuf Gerakan Feminisme
Dosen studi feminisme dan filsafat kontemporer di Universitas Indonesia ini seorang aktivis perempuan. Ibu berparas cantik ini mendirikan Yayasan Jurnal Perempuan, bersama rakan-rekannya pada tahun 1996. Namanya, Gadis Arivia, menjadi akrab di telinga, mata dan hati publik setelah ditangkap polisi ketika berdemonstrasi Februari 1998. Prof Nelson Tansu, Ph.D.

Sosiolog Universitas Indonesia
Prof Dr Paulus Wirutomo sosiolog dan guru besar FISIP UI. Pria kelahiran Solo, 29 Mei 1949, ini menamatkan sarjana sosiologi dari UI, 1976. S2 Perencanaan Sosial dari University College of Swansea Wales, Inggris, 1978 dan S3 Sosiologi Pendidikan dari State University of New York at Albany, USA, 1986. Bustanul Arifin

Usia 25 Tahun Mengajar S-3
Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.

Ekonom, Guru Besar Unlam
Bustanul Arifin, Ekonom Senior di INDEF, Jakarta, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian di Universitas Lampung, Dosen Pascasarjana di UI dan IPB. Dia telah menulis lebih 30 judul buku (12 di antaranya sebagai penulis tunggal),

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

Yusuf Arief Rahmanto

PR OFE SI L AIN
PROFESI
► Advokat ► Akuntan ► Arsitek ► Bankir ► CEO-Manajer ► Dokter ► Guru-Dosen ► Konsultan ► Kurator ► Notaris ► Peneliti-Ilmuwan ► Pialang ► Psikolog ► Seniman ► Teknolog ► Wartawan ► Profesi Lainnya ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► Pernikahan ► In Memoriam ► Majalah TI ► Redaksi

Pendiri Yahoo Messenger Tiny
Banyak yang mengira program (perangkat lunak) bernama YMTiny (Yahoo Messenger Tiny) dibuat orang luar negeri. Ternyata, YMTiny dibangun orang Indonesia: Yusuf Arief Rahmanto, kelahiran Makassar, 1 Mei 1978. Selain itu, ia juga membuat program gratis bernama Eazy SMS Gateway dan Kamus Orisinil. Anne Ahira

a-z
► Anne Ahira ► Boy Bolang, promotor tinju ► Tuti Soenardi, Ahli Gizi (Jasa Boga) ► Yusuf Arief Rahmanto ► Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) Ketua: Karsono Surjowibowo, SE Jl. Kalibata Raya No. 11-12E Jakarta Selatan 12750 Phone Number : 62-(021)-7949079 62-(021)-7949080 62-(021)-7949081 Fax Number : 62-(021)-7949081 Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia Tiara Kusuma (PAKPSITK) Ketua: Ibu As Jafar Jl. Tulodong Bawah III No.7 Jakarta Selatan Phone Number : 62-(021)-5737367 62-(021)-7500167 Fax Number : 62-(021)-5271982 Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) Ketua: A. Sugiyanto Roxy Mas Complex, Block D-3 No. 28, Jl. KH. Hasyim Ashari Jakarta Pusat 10150 Phone Number : 62-(021)-6306905 Fax Number : 62-(021)-6306904

Internet Marketer Dunia
Usianya masih 25 tahun, tetapi penghasilannya sudah ribuan dollar AS. Perempuan yang selalu mengaku ‘orang kampung’ ini bekerja dari rumahnya di pinggiran kota Bandung mengembangkan bisnis berskala internasional berbasis internet marketing. Ia bercita-cita akan ‘pensiun’ sebelum umur 30 tahun. Boy Bolang (In Memoriam)

Legenda Pertinjuan Indonesia
Publik pernah mengelu-elukan promotor tinju kesohor ini tatkala berhasil mengangkat Ellyas Pical menjadi juara dunia tinju tahun 1985. Pria kelahiran Surabaya, 12 Januari 1948 ini berhasil menggairahkan dunia tinju profesional di negeri ini. Pria yang pantas digelari legenda pertinjuan profesional Indonesia itu meninggal di Jakarta, Jumat 16 April 2004. Tuti Soenardi

Ahli Gizi yang Pandai Memasak
Ia seorang ahli gizi yang pandai memasak dan piawai pula menuliskan pengetahuannya itu. Penulis buku Hidangan Indonesia Populer (2004) ini bertekad kuat membuat makanan Nusantara menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Buku yang berisi kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Nusantara itu bisa dianggap sebagai standar makanan nasional.

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

BIOGRAFI TOKOH INDONESIA THE JOURNALISTIC BIOGRAPHY
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

PEJABAT
► Pejabat ► Presiden ► MA ► Bepeka ► MK ► Kabinet ► Departemen ► Badan-Lembaga ► Pemda ► BUMN ► Purnabakti ► Asosiasi ► Search ► Poling Tokoh ► Selamat HUT ► Pernikahan ► In Memoriam ► Majalah TI ► Redaksi ► Buku Tamu

NIP: 640010475 Pangkat/Golongan: Pembina Utama Muda (IV/c) Jabatan: Kepala Badan Perpustakaan Instansi: Badan Perpustakaan Provinsi Papua Alamat Rumah: Pemda III Kotaraja Telepon Rumah: 0967-536205 E-mail: kabadan_perpustakaan@papua.go.id Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Nama: Idrus Muhammad, M.Agr.Sc Tempat/Tanggal Lahir: Ternate, 4 Mei 1945 NIP: 080019361 Pangkat/Golongan: Pembina Utama Madya (IV/d) Jabatan: Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Instansi: Badan Bimas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Alamat Kantor: Jl. Abepantai No.26 Abepura Jayapura Telepon Kantor: 0967-581529, 581260, 581411, 584104 (Fax) Alamat Rumah: Jl. Komplek PEMDA IV Kota Raja No.A5 Jayapura Telepon Rumah: 0967-581505 E-mail: kabadan_tanpangan@papua.go.id Kepala BPMD Nama: Drs. Tedjo Soeprapto Tempat/Tanggal Lahir: Surakarta, 26 Desember 1949 NIP: 010055151 Pangkat/Golongan: Pembina Utama Madya (IV/c) Jabatan: Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Instansi: Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Alamat Kantor: Jl. Raya Abepura Gedung Dinas Otonom B Lantai II Telepon Kantor: 0967-588057, Fax 0967588058 Alamat Rumah: Jl. Angkasa Indah I/5 Jayapura Telepon Rumah: 0967-542811 E-mail: kabadan_pmd@papua.go.id Kepala Biro Tata Pemerintahan Nama: Drs. Eduard Fonatoba Tempat/Tanggal Lahir: Serui, 6 Oktober 1951 NIP: 640012910 Pangkat/Golongan: Pembina Utama Muda (IV/b) Jabatan: Kepala Biro Tata Pemerintahan Instansi: Sekretariat Daerah Provinsi Papua Alamat Kantor: Jl. Soa-Siu Dok II Jayapura Telepon Kantor: 0967-536026 Alamat Rumah: Jl. Agats no.27 Dok.V Jayapura Telepon Rumah: 0967-532538 E-mail: karo_tapem@papua.go.id

Instansi: Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Alamat Kantor: Jl. Sumatera No.15 Dok IV Jayapura Telepon Kantor: 0967-531721 Alamat Rumah: Telepon Rumah: 0967-53319 E-mail: kadin_pu@papua.go.id Kepala Dinas Perhubungan Nama: Soleman CH. Wairo, Bsc Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 12 September 1949 NIP: 120045963 Pangkat/Golongan: Pembina (IV/a) Jabatan: Kepala Dinas Perhubungan Instansi: Dinas Perhubungan Provinsi Papua E-mail: kadin_perhubungan@papua.go.id Kepala Dinas Pendidikan & Pengajaran Nama: Jerry Haurissa, SE Tempat/Tanggal Lahir: NIP: Pangkat/Golongan: Jabatan: Kepala Dinas Pendidikan & Pengajaran Instansi: Dinas Pendidikan & Pengajaran Provinsi Papua E-mail: kadin_dikjar@papua.go.id Kepala Dinas Pendapatan Daerah Nama: Drs. Frans Roberth Kristantus Tempat/Tanggal Lahir: Serui, 16 Mei 1949 NIP: 640006682 Pangkat/Golongan: Pembina Utama Madya (IV/d) Jabatan: Kepala Dinas Pendapatan Daerah Instansi: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Papua Alamat Kantor: Jl. A.Yani Kloofkam Jayapura Telepon Kantor: 0967-531960 Alamat Rumah: Jl. Kotaraja Dalam Telepon Rumah: 0967-583455 E-mail: kadin_penda@papua.go.id Kepala Dinas Kependudukan & Pemukiman Nama: Ir. H.E. Mackbon, M.Si Tempat/Tanggal Lahir: Biak, 23 April 1946 NIP: 130351139 Pangkat/Golongan: Pembina utama Muda (Iv/c) Jabatan: Kepala Dinas Kependudukan & Pemukiman Instansi: Dinas Kependudukan & Pemukiman Alamat Kantor: Jl. Tanjung Ria Base 'G' No.29 Jayapura Telepon Kantor: 0967-541687/541693 - Fax 0967-541679 Alamat Rumah: Jl. Muh. Yamin no. 3 Angkasa Indah Jayapura Telepon Rumah: 0967-535152

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

BERITA TOKOH INDONESIA ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
Rabu, 19 Agustus 2009

SUL SEL
SULAWESI SELATAN Gubernur Kepala Daerah 1960-1966 :: A.A. Rifai 1966-1978 :: Achmad Lamo 1978-1983 :: Kolonel Andi Odang 1983-1992 :: Achmad Amiruddin 1992-2002 :: Mayjen H.Z.B.Palaguna 2002-2007 :: Amin Syam Wakil Gebernur: 2002-2007 :: Syahrul Yasin Limpo Kabupaten / Kotamadya Kab. Selayar (Benteng) Kab. Bulukumba (Bulukumma) Kab. Bantaeng (Bantaeng) Kab. Jeneponto (Jeneponto) Kab. Takalar (Takalar) Kab. Gowa (Sunggu Mimasa) Kab. Sinjai (Sinjai) Kab. Maros (Maros) Kab. Pankajene Kepulauan (Pangkajene) Kab. Barru (Barru) Kab. Bone (Watampone) Kab. Sopeng (Watang Sopeng) Kab. Wajo (Sengkang) Kab. Sidendreng Rappang (Sidenreng) Kab. Pinrang (Pinrang) Kab. Enrekang (Enrekang) Kab. Luwu Utara (Palopo) Kab. Tanah Toraja (Makale) Kab. Polewali Mamasa (Poliwali) Kab. Majene (Majene) Kab. Mamuju (Mamuju) Kab. Makassar (Makasar) Kab. Pare-pare (Pare-pare) Kab. Watempone (Watempone) Data Berdiri : 13 Desember 1960 Ibukota : Makassar Luas Wilayah : 62.482.54 Km2 Penduduk : Sensus 1980 : 6.062.212 jiwa ; Sensus 1990 : 6.980.589 jiwa Pendidikan : SD (1.051.451 orang) SMP (257.315 orang) SMA (161.911 orang) Mahasiswa (122.551 orang) Suku & Marga : Makassar, Bugis, Toraja, Mandar Agama : Islam (89 %) Kristen (8.9 %) Hindu (0.63 %) Buhda (0.42 %)

Mohammad Zain Katoe

Walikota Parepare 2004-2009
Drs. H. Moh. Zain Katoe Walikota Parepare periode 2004-2009. Pria kelahiran Sidrap, 07 Agustus 1945, ini sebelumnya menjabat Anggota DPRD Kota Parepare 1997-2003. Lulusan S1 Ilmu Adminsitrasi Negara Fak. Sospol Unhas, 1982, ini pernah menjabat Kabag di Kotamadya Ujung Pandang, 19651967.

PEMDA
► NAD ► Sumut ► Sumbar ► Riau ► Kepri ► Jambi ► Sumsel ► Bengkulu ► Lampung ► Babel ► Banten ► DKI Jakarta ► Jabar ► Jateng ► DIY ► Jatim ► Bali ► NTB ► NTT ► Kaltim ► Kalsel ► Kalteng ► Kalbar ► Sulsel ► Sulteng ► Sultra ► Sulut ► Gorontalo ► Sulbar ► Maluku ► Malut ► Papua ► Pabar

BERANDA
► Majalah TI

Copyright © 2002-2009 Ensikonesia - Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Penerbit pt AsasirA. Design and Maintenance by Esero

ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

PEMDA
Rabu, 19 Agustus 2009

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

ACEH

PROVINSI NAD

INDEX PEJABAT :::::: Pejabat :::::: Lembaga Tinggi :::::::::::: Presiden :::::::::::: MPR/DPR/DPD :::::::::::: MA :::::::::::: Bepeka :::::::::::: DPA :::::: Kabinet :::::: Departemen :::::: Badan-Lembaga :::::: Pemda :::::: BUMN :::::: Asosiasi ::::::::::: Korpri ::::::::::: APPSI ::::::::::: Apeksi ::::::::::: Apkasi ::::::::::: Lainnya :::::: MK :::::: Purnabakti :::::: Redaksi

Gubernur Kepala Daerah 1945-1946 :: Teuku Nyak Arif 1947-1948 :: Teuku Dauh Syah 1948-1951 :: Daud Beureueh 1951-1952 :: Danu Broto 1952-1953 :: Teuku Soleman Daud 1953-1955 :: Abdul Wahab 1955-1956 :: Abdul razak 1975-1964 :: Ali Hasyimi, Prof Dr. 1964-1966 :: Nyak Adam Kamil 1966-1967 :: Hasbi Wahidi 1967-1978 :: Muzakir Walad 1978-1981 :: Madjid Ibrahim 1981-1986 :: Hadi Thayeb 1985-1993 :: Ibrahim Hasan, Prof Dr 1993-2000 :: Syamsuddin Mahmud, Prof Dr 2000-2000 :: H.Ramli Ridwan 2000-2005 :: Abdullah Puteh 2004-2005 :: Azwar Abubakar, Pj 2005-2007 :: 20. Mustafa Abubakar, Pj 2007-2012 :: Irwandi Yusuf Kabupaten / Kotamadya Kodya Sabang (Sabang) Kodya Banda Aceh (Banda Aceh) Kabupaten Aceh Besar (Jantho) Kabupaten Pidie (Sigli) Kabupaten Aceh Utara (Lhok Seumawe) Kabupaten Aceh Tengah (Takengon) Kabupaten Aceh Timur (Langsa) Kabupaten Aceh Tenggara (Kotacane) Kabupaten Aceh Barat (Meulaboh) Kabupaten Aceh Selatan (Tapak Tuan) Kabupaten Simeulue (Sinabang) Kotif Aceh Timur (Langsa) Kotif Lhok Seumawe (Lhok Seumawe) Kabupaten Bireuen (Bureuen) Kabupaten Singkil (Singkil) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam Berdiri : 7 Desember 1959 Ibukota : Banda Aceh Luas Wilayah: 57.365,57 Km2 ( 2,88 % Luas Indonesia ) Penduduk : 3. 793.619 Jiwa Pendidikan: TK ( 23. 390 ), SD ( 582.470 ), SMTP ( 139.154 ), SMTA ( 1. 254 ) Suku & Marga : Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Simeulue, Kluet, Aneuk, Jame, dll Agama : Islam (97,6 %), Kristen ( 1,7 %), Hindu (0,08 %), Budha (0,55 %)

Irwandi Yusuf

Gubernur Aceh 2007-2012
Irwandi Yusuf dan M Nazar dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam oleh Menteri Dalam Negeri Moh Ma’ruf, mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di hadapan 67 anggota DPRD dan seribuan undangan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis 8 Februari 2007. Abdullah Puteh

Ditantang Mencari Solusi Konflik Aceh
Orang yang paling menentukan untuk penyelesaian konflik Acah boleh jadi adalah Abdullah Puteh. Selaku Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, ia adalah orang yang paling berkuasa di daerah itu. Termasuk dalam sosialisasi sembilan pasal kesepakatan penghentian permusuhan (The Cessation of Hostilities Agreement), pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang telah didatangani 9 Desember 2002.

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero Dipersembahkan untuk Bangsa oleh CPPI Foundation.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->