Anda di halaman 1dari 2

MANIPULASI EKSTRAKSI Melakukan pencabutan pada gigi sulung tidak berbeda dengan gigi permanen, yang tidak memerlukan

tenaga besar, maka bentuk tang ekstraksi lebih kecil ukurannya. Perlu diingat bahwa gigi molar susu atas mempunyai akar yang memancar , yang menyulitkan pencabutannya. Apabila permasalahannya tersebut di tambah dengan adanya resorpsi, maka tekanan berlebihan harus dihindari. Seperti pada pencabutan semua gigi atas, digunakan Pinch Grasp dan telapak menghadap ke atas. Tang #150s ini biasanya digunakan dari depan kanan dan kiri dengan cara Pinch Grasp dan posisi telapak tangan yang menghadap ke atas, posisi telapak tangan ini memungkinkan terjadinya posisi pergelangan lurus dan siku yang mendekati badan. Teknik Pinch Grasp yang efektif juga tergantung pada retraksi pipi atau bibir dan stabilitas prosesus alveolaris.

Tekhnik Pinch Grasp Teknik Pinch Grasp terdiri dari memegang prosesus alveolaris di antara ibu jari dan telunjuk dengan tangan yang bebas. Ini akan membantu retraksi pipi, stabilitas kepala, mendukung prosesus alveolaris, dan meraba tulang bukal. Pencabutan pada gigi RA dapat dibedakan dengan 2 cara, yaitu

Pencabutan pada gigi yang sudah goyang (anestesi dengan Chlor Ethyl) Letakkan ujung tang (beak/ paruh) pada bagian bukal dan lingual/ palatinal gigi sampai cervical gigi/ bifurkasi gigi.

Pada gigi dengan akar tunggal (gigi anterior), gerakan pencabutan rotasi (gigi diputar sesuai sumbu panjang gigi) dan ekstraksi (gigi digerakkan kea rah pertumbuhan gigi).

Pada gigi dengan akar lebih dari satu, gerakan pencabutan luksasi (gigi digerakkan ke bukal dan palatal/ lingual) dan ekstraksi.

Pencabutan pada gigi yang belum goyang (anestesi dengan liocain) Lakukan pemisahan gigi dan gusi dengan memakai bein (elevator) dengan posisi bein mesiobukal/ distobukal gigi yang bersangkutan, dengan gerakan apical ke koronal sampai gigi goyang.

Letakkan ujung tang (beak/ paruh) pada bagian bukal dan lingual/ palatinal gigi sampai cervical gigi/ bifurkasi gigi.

Pada gigi dengan akar tunggal (gigi anterior), gerakan pencabutan rotasi (gigi diputar sesuai sumbu panjang gigi) dan ekstraksi (gigi digerakkan kea rah pertumbuhan gigi).

Pada gigi dengan akar lebih dari satu, gerakan pencabutan luksasi (gigi digerakkan ke bukal dan palatal/ lingual) dan ekstraksi.

Posisi Operator Penempatan kursi yang tinggi dan posisi berbaring diperlukan untuk pencabutan gigi-gigi atas karena membantu visualisasi.

Posisi untuk kuadran kanan atas, posisi yang nyaman dan efisien untuk operator adalah di depan pasien.

Posisi untuk gigi posterior kuadran kiri atas, operator berdiri disebelah kanan dental chair dengan posisi kursi sedikit di tinggikan.

Sumber Geoffrey L Howe. 1989. Pencabutan Gigi Geligi ed.2. Jakarta:EGC.