Anda di halaman 1dari 21

PENGERTIAN Myoma Uteri adalah : neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus yang disebut juga dengan

Leiomyoma Uteri atau Uterine Fibroid. Myoma Uteri umumnya terjadi pada usia lebih dari 35 tahun. Dikenal ada dua tempat asal myoma uteri yaitu pada serviks uteri ( !" dan pada korpus uteri (#$!"% belum pernah ditemukan myoma uteri terjadi sebelum menar&he. ETIOLOGI 'alaupun myoma uteri ditemukan terjadi tanpa penyebab yang pasti% namun dari hasil penelitian Miller dan Lips&hlut( dikatakan bah)a myoma uteri terjadi tergantung pada sel*sel otot imatur yang terdapat pada +,ell -est. yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh hormon estrogen. LOKALISASI MIOMA UTERI /. Mioma intramural 0 1pabila tumor itu dalam pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding uterus. . Mioma 2ubmukosum 0 Mioma yang tumbuh ke arah kavum uteri dan menonjol dalam kavum itu. 3. Mioma 2ubserosum 0 Mioma yang tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan uterus. KOMPLIKASI /. 3ertumbuhan leimiosarkoma. o Mioma di&urigai sebagai sar&oma bila selama beberapa tahun tidak membesar% sekonyong 4 konyong menjadi besar apabila hal itu terjadi sesudah menopause . 5orsi (putaran tangkai" o 1da kalanya tangkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. 6alau proses ini terjadi mendadak% tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan akan tampak gambaran klinik dari abdomenakut. 3. -ekrosis dan 7n8eksi o 3ada myoma subserosum yang menjadi polip% ujung tumor% kadang* kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan dari vagina% dalam hal ini kemungkinan gangguan situasi dengan akibat nekrosis dan in8eksi sekunder.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

/. 3emeriksaan Darah Lengkap : 9b: turun% 1lbumin : turun% Lekosit : turun : meningkat% ;ritrosit : turun . U2< : terlihat massa pada daerah uterus. 3. =aginal 5ou&her : didapatkan perdarahan pervaginam% teraba massa% konsistensi dan ukurannya. >. 2itologi : menentukan tingkat keganasan dari sel*sel neoplasma tersebut.% 5. ?ontgen : untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi. @. ;,< : Mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi% yang dapat mempengaruhi tindakan operasi. CARA PENANGANAN MIOMA UTERI 7ndikasi mioma uteri yang diangkat adalah mioma uteri subserosum bertangkai. 3ada mioma uteri yang masih ke&il khususnya pada penderita yang mendekati masa menopause tidak diperlukan pengobatan% &ukup dilakukan pemeriksaan pelvi& se&ara rutin tiap tiga bulan atau enam bulan. 1dapun &ara penanganan pada myoma uteri yang perlu diangkat adalah dengan pengobatan operati8 diantaranya yaitu dengan histerektomi dan umumnya dilakukan histerektomi total abdominal. 5indakan histerektomi total tersebut dikenal dengan nama 5otal 1bdominal 9isterektomy and Ailateral 2alphingo Bophore&tomy (519* A2B". 5194A2B adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus% serviks% kedua tuba 8alo8ii dan ovarium dengan melakukan insisi pada dinding% perut pada malignan neoplasmati& desease% leymyoma dan &hroni& endrometriosis (5u&ker% 2usan Martin% /##C". DIAGNOSA KEPERAWATAN /. <angguan eliminasi urin (retensio" berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasm pada daerah sekitarnnya% gangguan sensorik : motorik. . <angguan rasa nyaman (nyeri" berhubungan dengan kerusakan jaringan otot 3. <anguan konsep diri berhubungan dengan keka)atiran tentang ketidakmampuan memiliki anak% perubahan dalam masalah ke)anitaan% akibat pada hubungan seksual. >. ?esiko 5. 6urang tinggi syok hipovolemik tentang berhubungan dengan dan terjadinya kebutuhan perdarahan yang berulang*ulang. pengetahuan kondisi% prognosis pengobatan berhubungan dengan salah interpretasi in8ormasi% tidak mengenal sumber in8ormasi.

PENGERTIAN Mioma uteri adalah tumor yang paling umum pada traktus genitalis (Derek Lle)ellyn* Dones% /##>".. Mioma uteri adalah tumor jinak otot rahim% disertai jaringan ikatnya ())). 7n8omedika. htm% EE>". Mioma uteri terbatas tegas% tidak berkapsul% dan berasal dari otot polos jaringan 8ibrosus% sehingga mioma uteri dapat berkonsisten padat jika jaringan ikatnya dominan dan berkonsentrasi lunak jika otot rahim yang dominan. Mioma uteri biasa juga disebut leiomioma uteri% 8ibroma uteri% 8ibroleiomioma% mioma 8ibroid atau mioma simpel. Mioma terdiri atas serabut* serabut otot polos yang diselingi dengan jaringan ikat dan dikelilingi kapsul yang tipis. 5umor ini dapat berasal dari setiap bagian duktus muller% tetapi paling sering terjadi pada miomatreium. Disini beberapa tumor dapat timbul se&ara serentak. Ukuran tumor dapat bervariasi dari sebesar ka&ang polong sampai sebasar bola kaki. Degenarasi ganas mioma uteri% ditandai dengan terjadinya perlunakan serta )arna yang keabu* abuan% terutama jika mioma tumbuh dengan &epat atau ditemukan pada pot menopause. 1danya bagian nekrotik% lunak dan perdarahan pada potongan mioma perlu di)aspadai adanya proses ganas. Aila berasal dari miometrium% maka dinding uterus menebal% sehingga terjadi pembesaran uterus. Mioma uteri terjadi kira * kira 5! )anita selama masa reproduksi. 5umor ini tumbuh dengan lambat dan mungkin baru dideteksi se&ara klinis pada kehidupan dekade ke* >. pada dekade ke FG+ > ini insidennya men&apai kira FG+ kira satu orang anak. Aentuk mikroskopis sering sulit dibedakan dengan mioma uteri yang hiperselluler. Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan satu dari empat )anita selama masa reproduksi yang akti8. 6ejadian mioma uteri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operasi. Mioma uteri tidak memberikan tanda dan gejala klinik yang bermakna namun lebih sering pada dekade ke* > serta pada )anita kulit hitam dan sekitar 5 * /E ! merupakan submukosa. Diet dan lemak tubuh juga berpengaruh terhadap resiko terjadinya mioma. Marshall (/##C"% 2ato (/##C" dan ,hia88arino menemukan bah)a resiko mioma meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh dan konsumsi daging dan ham. 2ebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi% karena diduga berhubungan dengan aktivitas estrogen. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum menarke dan akan mengalami regresi setelah menopause% atau bahkan bertambah besar maka kemungkinan besar mioma uteri tersebut telah mengalami degenerasi ganas menjadi sarkoma uteri. Aila ditemukan pembesaran abdomen sebelum menarke% hal itu pasti bukan mioma E!. Mioma sering terjadi pada )anita nulipara atau )anita yang hanya mempunyai

uteri tetapi kemungkinan besar kista ovarium dan resiko untuk mengalami keganasan sangat besar. ETIOLOGI 2ampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multi8aktorial. Diper&ayai bah)a mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. 2el*sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom% khususnya pada kromosom lengan. Faktor*8aktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor% di samping 8aktor predisposisi genetik% adalah estrogen% progesteron dan human gro)th hormone. /. ;strogen. Mioma estrogen uteri dijumpai setelah uteri menarke. akan 2eringkali terdapat saat pertumbuhan tumor yang &epat selama kehamilan dan terapi eksogen. Mioma menge&il pada menopause dan pengangkatan ovarium. 1danya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (5E!"% perubahan 8ibrosistik dari payudara (/>%C!"% adenomyosis (/@%5!" dan hiperplasia endometrium (#%3!".Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan )anita dengan sterilitas. /$A hidroHydesidrogenase: en(im ini mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat" menjadi estron (estrogen lemah". 1ktivitas en(im ini berkurang pada jaringan miomatous% yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak daripada miometrium normal. . 3rogesteron 3rogesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. 3rogesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua &ara yaitu: mengakti8kan /$A hidroHydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor. 3. 9ormon pertumbuhan Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan% tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu 93L% terlihat pada periode ini% memberi kesan bah)a pertumbuhan yang &epat dari leiomioma selama kehamilan mingkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara 93L dan ;strogen. Dalam De88&oates 3rin&iples o8 <yne&ology% ada beberapa 8aktor yang diduga kuat sebagai 8aktor predisposisi terjadinya mioma uteri% yaitu : /. Umur

Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari sering memberikan gejala klinis antara 35 * >5 tahun. . 3aritas

E tahun% ditemukan

sekitar /E! pada )anita berusia lebih dari >E tahun. 5umor ini paling

Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada )anirta yang relati8 in8ertil% tetapi sampai saat ini belum diketahui apakan in8ertilitas menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan in8ertilitas% atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. 3. Faktor ras dan genetik 3ada )anita ras tertentu% khususnya )anita berkulit hitam% angka kejadian mioma uteri tinggi. 5erlepas dari 8aktor ras% kejadian tumor ini tinggi pada )anita dengan ri)ayat keluarga ada yang menderita mioma >. Fungsi ovarium Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma% dimana mioma uteri mun&ul setelah menarke% berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause. 3emberian agonis <n?9 dalam )aktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma. ;8ek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan 8aktor pertumbuhan lain. 5erdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron% 8aktor pertumbuhan epidermal dan insulin* like gro)th 8a&tor yang distimulasi oleh estrogen. 1nderson dkk% telah mendemonstrasikan mun&ulnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma. -amun bukti*bukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang bermakna setelah menopause sebagaimana yang disangka. Lebih daripada itu tumor ini kadang*kadang berkembang setelah menopause bahkan setelah oo8orektomi bilateral pada usia dini.

PATOLOGI Dika tumor dipotong% akan menonjol diatas miometrium sekitarnya karena kapsulnya berkontraksi. 'arnanya abu keputihan% tersusun atas berkas* berkas otot jalin* menjalin dan melingkar* lingkar didalam matriks jaringan ikat. 3ada bagian peri8er serabut otot tersusun atas lapisan konsentrik dan serabut otot tersusun atas lapisan konsentrik serta serabut otot normal yang mengelilingi tumor berorientasi sama. 1ntara tumor dan miometrium normal% terdapat lapisan jaringan areolar tipis yang membentuk pseudokapsul% tempat masuknya pembuluh darah kedalam mioma.

3ada pemeriksaan mikroskopis% kelompok FG+ kelompok sel otot berbentuk kumparan dengan inti panjang dipisahkan menjadi berkas FG+ berkas oleh jaringan ikat. 6arena seluruh suplai darah mioma berasal dari beberapa pembuluh darah yang masuk ke pseudokapsul% berarti pertumbuhan tumor tersebut selalu melampaui suplai darahnya. 7ni menyebabkan degenerasi% terutama pada bagian tengah mioma. Mula FG+ mula terjadi degenerasi hyalin% mungkin menjadi degenerasi kistik% atau kialsi8ikasi dapat terjadi kapanpun oleh ahli ginekologi pada abad ke */# disebut sebagai FGIbatu rahimFG . 3ada kehamilan% dapat terjadi komplikasi. dengan dikuti ekstravasasi darah diseluruh tumor yang memberikan gambaran seperti daging sapi mentah. 6urang dari E%/! terjadi perubahan SIMTOMATOLOGI <ejala tergantung pada besar dan posisi mioma. 6ebanyakan mioma ke&il dan beberapa yang besar tidak menimbulkan gejala dan hanya terdeteksi pada pemeriksaan rutin. Dika mioma terletak subendometrium% mungkin disertai minoragia. Dika perdarahan yang hebat menetap% pasien mungkin mengalami anemia. uterus. Dimanapun posisinya didalam uterus% mioma besar dapat menyebabkan gejala penekanan pada panggul% disuria dan sering ken&ing serta konstipasi atau nyeri punggung jika uterus yang membesar menekan re&tum. Mioma servi& dapat menyebabkan nyeri panggul dan kesulitan melakukan hubungan seksual. Mioma 8ibrosa dapat tidak menunjukan gejala: menyebabkan perdarahan vagina abnormal. <ejala lain akibat tekanan pada organ FG+ organ sekitarnya men&akup nyeri% sakit kepala% konstipasi dan masalah FG+ masalah perkemihan. Menorrhagi dan metroragi terjadi karena 8ibroid (dapat merusak lapisan uterus". 6etika uterus berkontraksi% dapat timbul nyeri kram. Mioma subendometrium yang bertangkai dapat menyebabkan perdarahan persisten dari tumor menjadi sarkoma.

KLASIFIKASI 6lasi8ikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena.

1. Lokasi
,erivi&al ( %@!"% umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan in8eksi. 7sthmi&a ($% !"% lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. ,orporal (#/!"% merupakan lokasi paling la(im% dan seringkali tanpa gejala.

2.

Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus% sesuai dengan lokasinya dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

o Mioma Uteri 2ubserosa


Lokasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai tonjolan saja% dapat pula sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai. 3ertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum dan disebut sebagai mioma intraligamenter. Mioma yang &ukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu massa. 3erlengketan dengan usus% omentum atau mesenterium di sekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum. 1kibatnya tangkai makin menge&il dan terputus% sehingga mioma akan terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. Mioma jenis ini dikenal sebagai jenis parasitik.

o Mioma Uteri 7ntramural


Disebut juga sebagai mioma intraepitelial. Aiasanya multipel apabila masih ke&il tidak merubah bentuk uterus% tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol*benjol% uterus bertambah besar dan berubah bentuknya. Mioma sering tidak memberikan gejala klinis yang berarti ke&uali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah ba)ah. 6adang kala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa dan kadang*kadang sebagai mioma submukosa. Di dalam otot rahim dapat besar% padat (jaringan ikat dominan"% lunak (jaringan otot rahim dominan".

o Mioma Uteri 2ubmukosa


5erletak di ba)ah endometrium. Dapat pula bertangkai maupun tidak. Mioma bertangkai dapat menonjol melalui kanalis servikalis% dan pada keadaan ini mudah terjadi torsi atau in8eksi. 5umor ini memperluas permukaan ruangan rahim. Dari sudut klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan dengan jenis yang lain. 3ada mioma uteri subserosa ataupun intramural )alaupun ditemukan &ukup besar tetapi sering kali memberikan keluhan yang tidak berarti. 2ebaliknya pada jenis submukosa )alaupun hanya ke&il selalu memberikan keluhan perdarahan melalui vagina. 3erdarahan sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi. 1tropi : setelah menopause dan rangsangan estrogen menghilang. Degenerasi ditemukan": hialin (merupakan perubahan degenerati8 yang paling umum

o Daringan ikat bertambah o Aer)arna putih dan keras


Degenerasi kistik:

o Aagian tengah dengan degenerasi hialin men&air o Menjadi poket kistik


Degenerasi membatu (&al&areous degeneration" :

o 5erdapat timbunan kalsium pada mioma uteri. o 3adat dan keras dan Aer)arna putih
?ed degeneration (&arneous degeneration" :

o 5erjadi paling sering pada masa kehamilan. o ;strogen merangsang tumbuh kembang mioma. o 1liran darah tidak seimbang (edema sekitar tungkai dan tekanan hamil". o 5erjadi kekurangan darah menimbulkan nekrosis% pembentukan trombus%
bendungan darah dalam mioma% )arna merah (hemosiderosis:hemo8usin".

o 3roses ini biasanya disertai nyeri% tetapi dapat hilang sendiri. 6omplikasi
lain yang jarang ditemukan meliputi: kelahiran preterm% ruptur tumor dengan perdarahan peritoneal% sho&k dan bahkan men&etuskan D7,. Degenerasi Mukoid :

o Daerah hyaline digantikan oleh bahan gelatinosa yang lembut. Aiasanya


terjadi pada tumor yang besar% dengan aliran arterial yang terganggu. Degenerasi Lemak:

o Lemak ditemukan di dalam serat otot polos.


Degenerasi sarkomatous (trans8ormasi maligna" :

o 5erjadi pada kurang dari /! mioma. 6ontroversi yang ada saat ini adalah
apakah hal ini me)akili sebuah perubahan degenerati8 ataukah sebuah neoplasma spontan. Leiomyosarkoma merupakan sebuah tumor ganas yang jarang terdiri dari sel*sel yang mempunyai di8erensiasi otot polos. GAMBARAN KLINIK 9ampir separuh dari kasus mioma uteri ditemukan se&ara kebetulan pada pemeriksaan pelvik rutin. 3ada penderita memang tidak mempunyai keluhan apa* apa dan tidak sadar bah)a mereka sedang mengandung satu tumor dalam uterus. Faktor*8aktor yang mempengaruhi timbulnya gejala klinik meliputi :

1. Aesarnya mioma uteri. 2. Lokalisasi mioma uteri. 3. 3erubahan*perubahan pada mioma uteri.

<ejala klinik terjadi hanya pada sekitar 35 ! FG+ 5E! dari pasien yang terkena. 1dapun gejala klinik yang dapat timbul pada mioma uteri:

3erdarahan abnormal% merupakan gejala klinik yang sering ditemukan (3E!". Aentuk perdarahan yang ditemukan berupa: menoragi% metroragi% dan hipermenorrhea. 3erdarahan dapat menyebabkan anemia de8isiensi Fe. 3erdarahan abnormal ini dapat dijelaskan oleh karena bertambahnya area permukaaan dari endometrium yang menyebabkan gangguan kontraksi otot rahim% distorsi dan kongesti dari pembuluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium.

3enekanan rahim yang membesar :

- 5erasa berat di abdomen bagian ba)ah. - <ejala traktus urinarius: urine 8reJuen&y% retensi urine% obstruksi ureter
dan hidrone8rosis.

- <ejala intestinal: konstipasi dan obstruksi intestinal. - 5erasa nyeri karena tertekannya sara8. o
-yeri% dapat disebabkan oleh :

- 3enekanan sara8. - 5orsi bertangkai. - 2ubmukosa mioma terlahir. - 7n8eksi pada mioma. o
7n8ertilitas% akibat penekanan saluran tuba oleh mioma yang berlokasi di &ornu. 3erdarahan kontinyu pada pasien dengan mioma submukosa dapat menghalangi kelahiran submukosa. implantasi. pada 5erdapat pasien peningkatan dengan insiden aborsi dan dan prematur mioma intramural

o o

6ongesti vena% disebabkan oleh kompresi tumor yang menyebabkan edema ekstremitas ba)ah% hemorrhoid% nyeri dan dyspareunia. <angguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan.

6ehamilan dengan disertai mioma uteri menimbulkan proses saling mempengaruhi :

o o o o o

6ehamilan dapat mengalami keguguran. 3ersalinan prematuritas. <angguan proses persalinan. 5ertutupnya saluran indung telur menimbulkan in8entiritas. 3ada kala 777 dapat terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. Aiasanya mioma akan mengalami involusi yang nyata setelah kelahiran.

3engaruh kehamilan dan persalinan pada mioma uteri :

o o

,epat bertambah besar% mungkin karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat dalam kehamilan. Degenerasi merah dan degenerasi karnosa : tumor menjadi lebih lunak% berubah bentuk% dan ber)arna merah. Aisa terjadi gangguan sirkulasi sehingga terjadi perdarahan.

Mioma subserosum yang bertangkai oleh desakan uterus yang membesar atau setelah bayi lahir% terjadi torsi (terpelintir" pada tangkainya% torsi menyebabkan gangguan sirkulasi dan nekrosis pada tumor. 'anita hamil merasakan nyeri yang hebat pada perut (abdoment akut".

o o o o o o

6ehamilan dapat mengalami keguguran. 3ersalinan prematuritas. <angguan proses persalinan. 5ertutupnya saluran indung telur sehingga menimbulkan in8ertilitas. 3ada kala 777 dapat terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. Mioma yang lokasinya dibelakang dapat terdesak kedalam kavum douglasi dan terjadi inkarserasi.

3engaruh mioma pada kehamilan dan persalinan :

o o o o o o o o o

2ub8ertil (agak mandul" sampai 8ertil (mandul" dan kadang* kadang hanya punya anak satu. 5erutama pada mioma uteri sub mu&osum. 2ering terjadi abortus. 1kibat adanya distorsi rongga uterus. 5erjadi kelainan letak janin dalam rahim% terutama pada mioma yang besar dan letak sub serus. Distosia tumor yang menghalangi jalan lahir% terutama pada mioma yang letaknya diserviH. 7nersia uteri terutama pada kala 7 dan kala 77. 1tonia uteri terutama paska persalinan 0 perdarahan banyak% terutama pada mioma yang letaknya didalam dinding rahim. 6elainan letak plasenta. 3lasenta sukar lepas (retensio plasenta"% terutama pada mioma yang sub mukus dengan intra mural. 3enanganan berdasarkan pada kemungkinan adanya keganasan%

kemungkinan torsi dan abdomen akut dan kemungkinan menimbulkan komplikasi obstetrik% maka : 5umor ovarium dalam kehamilan yang lebih besar dari telur angsa harus dikeluarkan.

o o

'aktu yang tepat untuk operasi adalah kehamilan /@ * E minggu. Bperasi yang dilakukan pada umur kahamilan diba)ah diberikan substitusi progesteron : E minggu harus

- Aeberapa hari sebelum operasi. - Aeberapa hari setelah operasi% sebab ditakutkan korpus luteum
terangkat bersama tumor yang dapat menyebabkan abortus.

o o

Bperasi darurat apabila terjadi torsi dan aboment akut. Aila tumor agak besar dan lokasinya agak ba)ah akan menghalangi persalinan% penanganan yang dilakukan :

- ,oba reposisi% kalau perlu dalam narkosa. - Aila tidak bisa persalinan diselesaikan dengan se&tio &esarea dan jangan
lupa% tumor sekaligus diangkat. KOMPLIKASI

1. 3erdarahan sampai terjadi anemia. 2. 5orsi tangkai mioma dari : a. Mioma uteri subserosa. b. Mioma uteri submukosa. 3. -ekrosis dan in8eksi% setelah torsi dapat terjadi nekrosis dan in8eksi. 4. 3engaruh timbal balik mioma dan kehamilan. a. 3engaruh mioma terhadap kehamilan. i. 7n8ertilitas. ii. 1bortus. iii. 3ersalinan prematuritas dan kelainan letak. iv. 7nersia uteri. v. <angguan jalan persalinan. vi. 3erdarahan post partum. vii. ?etensi plasenta. b. 3engaruh kehamilan terhadap mioma uteri i. Mioma &epat membesar karena rangsangan estrogen. ii. 6emungkinan torsi mioma uteri bertangkai.
DIAGNOSIS Diagnosis mioma uteri ditegakkan berdasarkan:

1. 1namnesis

a. 5imbul benjolan di perut bagian ba)ah dalam )aktu yang relati8


lama.

b. 6adang*kadang disertai gangguan haid% buang air ke&il atau buang


air besar.

c. -yeri perut bila terin8eksi% terpuntir% pe&ah. 2. 3emeriksaan 8isik a. 3alpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian ba)ah. b. 3emeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan
tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi.

c. 6onsistensi padat% kenyal% mobil% permukaan tumor umumnya rata. 3. <ejala klinis a.
1danya rasa penuh pada perut bagian ba)ah dan tanda massa yang padat kenyal.

b. 1danya perdarahan abnormal. c. -yeri% terutama saat menstruasi. d. 7n8ertilitas dan abortus. 4. 3emeriksaan luar a.
5eraba massa tumor pada abdomen bagian ba)ah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas.

5. 3emeriksaan dalam. a. 5eraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat
terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan se&ara kebetulan.

6. 3emeriksaan penunjang a. U2<% untuk menentukan jenis tumor% lokasi mioma% ketebalan
endometriium dan keadaan adneHa dalam rongga pelvis. Mioma juga dapat dideteksi dengan ,5 s&an ataupun M?7% tetapi kedua pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik U2<. Untungnya% leiomiosarkoma sangat jarang karena U2< tidak dapat membedakannya dengan mioma dan kon8irmasinya membutuhkan diagnosa jaringan.

b. Dalam sebagian besar kasus% mioma mudah dikenali karena pola


gemanya pada beberapa bidang tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus0 lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur.

c. Foto A-B:7=3 pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di


rongga pelvis serta menilai 8ungsi ginjal dan perjalanan ureter.

d. 9isterogra8i

dan

histeroskopi

untuk

menilai

pasien

mioma

submukosa disertai dengan in8ertilitas.

e. Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis. f. Laboratorium : darah lengkap% urine lengkap% gula darah% tes 8ungsi
hati% ureum% kreatinin darah.

g. 5es kehamilan. h. Diagnosis banding i. 5umor solid ovarium. ii. Uterus gravid. iii. 6elainan ba)aan rahim. iv. ;ndometriosis% adenomiosis. v. 3erdarahan uterus dis8ungsional
PENANGANAN 3enanganan yang dapat dilakukan ada dua ma&am yaitu penanganan se&ara konservati8 dan penanganan se&ara operati8.

1. 3enanganan konservati8 sebagai berikut : Bbservasi dengan pemeriksaan pelvis se&ara periodik setiap 3*@ bulan. Aila anemia% 9b K C g! trans8usi 3?,. 3emberian (at besi. 3enggunaan agonis <n?9 leuprolid asetat 3%$5 mg 7M pada hari /*3 menstruasi setiap minggu sebanyak tiga kali. Bbat ini mengakibatkan pengerutan tumor dan menghilangkan gejala. Bbat ini menekan sekresi gonadotropin dan men&iptakan keadaan hipoestrogenik yang serupa yang ditemukan pada periode postmenopause. ;8ek maksimum dalam mengurangi ukuran tumor diobservasi dalam / minggu. 5erapi agonis <n?9 ini dapat pula diberikan sebelum pembedahan% karena memberikan beberapa keuntungan: mengurangi hilangnya darah selama pembedahan% dan dapat mengurangi kebutuhan akan trans8usi darah. -amun obat ini menimbulkan kahilangan masa tulang meningkat dan osteoporosis pada )anita tersebut. ,atatan : Aaru*baru ini% progestin dan antipprogestin dilaporkan mempunyai e8ek terapeutik. 6ehadiran tumor dapat ditekan atau

diperlambat intrauterin

dengan

pemberian

progestin

dan

levonorgestrol

2. 3enanganan operati8% bila : Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus / */> minggu. 3ertumbuhan tumor &epat. Mioma subserosa bertangkai dan torsi. Aila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya. 9ipermenorea pada mioma submukosa. 3enekanan pada organ sekitarnya.

Denis operasi yang dilakukan dapat berupa :

a) ;nukleasi Mioma
Dilakukan menginginkan pada anak penderita atau in8ertil atau yang uterus masih demi mempertahankan

kelangsungan 8ertilitas. 2ejauh ini tampaknya aman% e8ekti8% dan masih menjadi pilihan terbaik. ;nukleasi sebaiknya tidak dilakukan bila ada kemungkinan terjadinya karsinoma endometrium atau sarkoma uterus% juga dihindari pada masa kehamilan. 5indakan ini seharusnya dibatasi pada tumor dengan tangkai dan jelas yang dengan dengan mudah dapat dijepit dan diikat. Aila miomektomi dilahirkan menyebabkan &a&at yang menembus atau sangat berdekatan endometrium% kehamilan berikutnya harus dengan seksio sesarea. 6riteria preoperasi menurut 1meri&an ,ollege o8 Bbstetri&ians <yne&ologists (1,B<" adalah sebagai berikut :

i. 6egagalan untuk hamil atau keguguran berulang. ii. 5erdapat leiomioma dalam ukuran yang ke&il dan berbatas
tegas.

iii. 1pabila tidak ditemukan alasan yang jelas penyebab


kegagalan kehamilan dan keguguran yang berulang.

b) 9isterektomi
Dilakukan bila pasien tidak menginginkan anak lagi% dan pada penderita yang memiliki leiomioma yang simptomatik atau yang sudah bergejala. 6riteria 1,B< untuk histerektomi adalah sebagai berikut:

i. 5erdapatnya / sampai 3 leiomioma asimptomatik atau yang


dapat teraba dari luar dan dikeluhkan olah pasien.

ii. 3erdarahan uterus berlebihan :


3erdarahan yang banyak bergumpal*gumpal atau berulang*ulang selama lebih dari C hari. 1nemia akibat kehilangan darah akut atau kronis.

iii. ?asa tidak nyaman di pelvis akibat mioma meliputi :


-yeri hebat dan akut. ?asa tertekan punggung ba)ah atau perut bagian ba)ah yang kronis. 3enekanan buli*buli dan 8rekuensi urine yang berulang*ulang dan tidak disebabkan in8eksi saluran kemih.

c) Miomektomi
Miomektomi adalah pengambilan mioma saja tanpa pengangkatan uterus. 1pabila )anita sudah dilakukan miomektomi kemungkinan dapat hamil sekitar 3E * 5E!. Dan perlu disadari oleh penderita bah)a setelah dilakukan miomektomi harus dilanjutkan histerektomi. Lama pera)atan :

/ hari pas&a diagnosa kepera)atan. $ hari pas&a histerektomi: miomektomi.

Masa pemulihan : minggu pas&a diagnosa pera)atan. @ minggu pas&a histerektomi: miomektomi.

3enanganan ?adioterapi

9anya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient". Uterus harus lebih ke&il dari usia kehamilan / minggu. Aukan jenis submukosa. 5idak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum. 5idak dilakukan pada )anita muda% sebab dapat menyebabkan menopause.

Maksud dari radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan.

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN MIOMA UTERI /. 3engkajian. Data subjekti8 :

Data objekti8 :

3asien mengeluh nyeri saat menstruasi. 3asien mengatakan ada perdarahan abnormal. 3asien merasa penuh pada perut bagian kanan ba)ah. 3asien mengeluh adanya perubahan pola A16 dan A1A. 3asien merasa haidnya tidak teratur.

. Diagnosa.

1da benjolan pada perut bagian ba)ah yang padat% kenyal% permukaan tumor rata serta adanya pergerakan tumor. 3emeriksaan ginekologi dengan pemeriksaan bimanual di dapat tumor menyatu dengan rahim atau mengisi kavum douglas. 7n8ertilitas atau abortus.

<angguan rasa nyaman0 nyeri berhubungan dengan adanya penekanan syara8. ?esiko terjadi yang anemi berhubungan dengan dengan perdarahan perdarahan pervagina

abnormal

ditandai

berlebihan% pasien lemah% sklera pu&at.

<angguan

pola

eliminasi0

disuria

berhubungan

dengan

pembesaran uterus yang menekan vesika urinaria. <angguan pola eliminasi0 konstipasi berhubungan dengan pembesaran uterus yang menekan rektum. ?esiko terjadinya in8ertilitas berhubungan dengan penutupan saluran indung telur. ?esiko terjadinya abortus berhubungan dengan adanya distorsi rongga uterus. 3. 3eren&anaan

Diagnosa <angguan rasa nyaman0 nyeri berhubungan dengan adanya penekanan pada organ dan syara8 viseral. 5ujuan : -yeri dapat mengalami penurunan : berkurang. 7ntervensi :

- 6aji tingkat nyeri pasien (skala"

- 6olborasi dengan dokter untuk pemberian obat analgetik. - 1tur posisi tidur senyaman mungkin. - 1jarkan teknik relaksasi: distraksi untuk mengurangi nyeri b
Diagnosa <angguan pola eliminasi0 disuria berhubungan dengan pembesaran uterus yang menekan vesika urinaria. 5ujuan : Disuria dapat di&egah. 7ntervensi :

- 6aji tingkat nyeri. - Aerikan penjelasan pada pasien mengenai penyebab nyeri. - 1njurkan kepada pasien agar tidak takut untuk miksi. - 1njurkan pada pasien untuk menarik na8as panjang se)aktu terasa
nyeri.

- 6olaborasi dengan doter untuk pemberian obat analgetik. c


Diagnosa <angguan pola eliminasi0 konstipasi berhubungan dengan pembesaran uterus yang menekan rektum. 5ujuan : konstipasi dapat di&egah 7ntervensi :

- kaji adanya tanda * tanda adanya konstipasi - kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat pen&ahar - anjurkan pasien untuk relaksasi - anjurkan pasien untuk banyak minum - anjurkan pasien untuk banyak makan makanan berserat d
Diangnosa. ?esiko terjadinya in8ertilitas berhubungan dengan penutupan saluran indung telur. 5ujuan : 7n8ertilitas dapat di&egah 7ntervensi :

- 6olaborasi dengan ahli radiologi (U2<" untuk menentukan jenis


tumor% letak mioma.

- 6olaborasi dengan ahli histerogra8i dan histeroskopi. - 6olaborasi dengan petugas laboratorium untuk &ek darah lengkap. - 6olaborasi dengan ahli gi(i untuk pemberian nutrisi yang adekuat. - 6olaborasi dengan tim medis untuk tindakan selanjutnya (operasi%
pengobatan in8ertilitas".

Diagnosa ?esiko terjadinya abortus berhubungan dengan adanya distorsi rongga uterus. 5ujuan : abortus dapat teratasi

7ntervensi :

EVALUASI.

6aji tanda FG+ tanda perdarahan dan jumlah darah. Bbservasi dengah pemeriksaaan pelvis se&ara periodik setiap 3 *@ bulan. 6olaborasi pemberian obat penguat janin% obat anemi ((at besi". 1njurkan pasien un tuk lebih banyak istirahat (bedrest total". 1jarkan pasien untuk relaksasi. 6olaborasi dengan ahli gi(i untuk pemberian nutrisi yang adekuat.

1nemi dapat teratasi ?asa nyeri berkurang 3ola eliminasiA16 A1A teratasi 7n8ertilitas dapat di&egah 1bortus dapat di&egah.

D1F51? 3U25161 Arunner and 2uddarth. EE . 6epera)atan Medikal Aedah edisi C. ;<, http: ::))). 7n8oMedika.&om: mioma uteri. 9tm 3engurus Aesar 3erkumpulan Bbstetri dan <inekologi 7ndonesia. /##/. 2tandar pelayanan medik obstetri dan ginekologi. 3B<7. Dakarta 2arjadi. /##5. 3atologi <inekologi 9ipokrates. Fakultas 6edokteran Universitas Diponegoro. Dakarta 2ar)ono 3ra)irahardjo. /#$@. 7lmu 6ebidanan. Layasan Aina 3ustaka. Dakarta 'iknjosastro 9ani8a. /###. 7lmu 6andungan. Layasan Aina 3ustaka 2ar)ono 3ra)irahardjo. Dakarta

ASKEP IBU DENGAN MYOMA UTERI A. Pengertian Myoma Uteri adalah : neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus yang disebut juga dengan Leiomyoma Uteri atau Uterine Fibroid.

Myoma Uteri umumnya terjadi pada usia lebih dari 35 tahun. Dikenal ada dua tempat asal myoma uteri yaitu pada serviks uteri ( B. Eti ! gi 'alaupun myoma uteri ditemukan terjadi tanpa penyebab yang pasti% namun dari hasil penelitian Miller dan Lips&hlut( dikatakan bah)a myoma uteri terjadi tergantung pada sel*sel otot imatur yang terdapat pada +,ell -est. yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh hormon estrogen. C. L "a!i#a#i Mi $a Uteri /. Mioma intramural 0 1pabila tumor itu dalam pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding uterus. . Mioma 2ubmukosum 0 Mioma yang tumbuh ke arah kavum uteri dan menonjol dalam kavum itu. 3. Mioma 2ubserosum 0 Mioma yang tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan D. K $%!i"a#i /. 3ertumbuhan leimiosarkoma. Mioma di&urigai sebagai sar&oma bila selama beberapa tahun tidak membesar% sekonyong 4 konyong menjadi besar apabila hal itu terjadi sesudah menopause . 5orsi (putaran tangkai" 1da kalanya tangkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. 6alau proses ini terjadi mendadak% tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan akan tampak gambaran klinik dari abdomenakut 3. -ekrosis dan 7n8eksi 3ada myoma subserosum yang menjadi polip% ujung tumor% kadang*kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan dari vagina% dalam hal ini kemungkinan sekunder. E. Pe$eri"#aan Diagn #ti" /. 3emeriksaan Darah Lengkap : 9b: turun% 1lbumin : turun% Lekosit : turun : meningkat% ;ritrosit : turun . U2< : terlihat massa pada daerah uterus. 3. =aginal 5ou&her : didapatkan perdarahan pervaginam% teraba massa% konsistensi dan ukurannya. >. 2itologi : menentukan tingkat keganasan dari sel*sel neoplasma tersebut.% 5. ?ontgen : untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi. gangguan situasi dengan akibat nekrosis dan in8eksi uterus. !" dan pada korpus uteri (#$!"% belum pernah ditemukan myoma uteri terjadi sebelum menar&he.

@. ;,< : Mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi% yang dapat mempengaruhi tindakan operasi. F. Cara Penanganan Mi $a Uteri 7ndikasi mioma uteri yang diangkat adalah mioma uteri subserosum bertangkai. 3ada mioma uteri yang masih ke&il khususnya pada penderita yang mendekati masa menopause tidak diperlukan pengobatan% &ukup dilakukan pemeriksaan pelvi& se&ara rutin tiap tiga bulan atau enam bulan. 1dapun &ara penanganan pada myoma uteri yang perlu diangkat adalah dengan pengobatan operati8 diantaranya yaitu dengan histerektomi dan umumnya dilakukan histerektomi total abdominal. 5indakan histerektomi total tersebut dikenal dengan nama 5otal 1bdominal 9isterektomy and Ailateral 2alphingo Bophore&tomy (519*A2B". 5194 A2B adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus% serviks% kedua tuba 8alo8ii dan ovarium dengan melakukan insisi pada dinding% perut pada malignan neoplasmati& desease% leymyoma dan &hroni& endrometriosis (5u&ker% 2usan KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN A. Peng"a&ian B. Diagn #a Ke%era'atan /. <angguan eliminasi urin (retensio" berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasm pada daerah sekitarnnya% gangguan sensorik : motorik. . <angguan rasa nyaman (nyeri" berhubungan dengan kerusakan jaringan otot 3. <anguan konsep diri berhubungan dengan keka)atiran tentang ketidakmampuan memiliki anak% perubahan dalam masalah ke)anitaan% akibat pada hubungan seksual. >. ?esiko tinggi syok hipovolemik berhubungan dengan terjadinya perdarahan yang berulang*ulang. 5. 6urang pengetahuan tentang kondisi% prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah interpretasi in8ormasi% tidak mengenal sumber in8ormasi. Ren(ana Ke%era'atan DH / <angguan rasa nyaman (nyeri" berhubungan dengan kerusakan jaringan otot dan system sara8 akibat penyempitan kanalis servikalis oleh myoma 5ujuan 6lien dapat mengontrol nyerinya dengan &riteria hasil mampu mengidenti8ikasi &ara mengurangi nyeri% mengungkapkan keinginan untuk mengontrol nyerinya. 7ntervensi dan ?asional Martin% /##C".

1. 2. 3. 4. 5. DH

Bbservasi adanya nyeri dan tingkat nyeri. Memudahkan tindakan kepera)atan 1jarkan dan &atat tipe nyeri serta tindakah untuk mengatasi nyeri Meningkatkan persepsi klien terhadap nyeri yang dialaminya. 1jarkan teknik relaksasi Meningkatkan kenyamanan klien 1njurkan untuk menggunakan kompres hangat Membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan klien 6olaborasi pemberian analgesi& Mengurangi nyeri

<angguan eliminasi urine (retensio" berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasma pada daerah sekitarnnya% gangguan sensorik : motorik. 5ujuan 3ola eliminasi urine ibu kembali normal dengan &riteria hasil ibu memahami terjadinya retensi urine% bersedia melakukan tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan 7ntervensi dan ?asional 1. 2. ,atat pola miksi dan monitor pengeluaran urine Melihat perubahan pola eliminasi klien Lakukan palpasi pada kandung kemih% observasi adanya ketidaknyamanan dan rasa nyeri. Menentukan tingkat nyeri yang dirasakan oleh klien 3. 1njurkan klien untuk merangsang miksi dengan pemberian air hangat% mengatur posisi% mengalirkan air keran. Men&egah terjadinya retensi urine Da8tar 3ustaka Aagian Bbstetri M <inekologi F6. Unpad. /##3. <inekologi. ;lstar. Aandung ,arpenito% Lynda Duall% Dakarta <alle% Danielle. ,harette% Dane. EEE. ?en&ana 1suhan 6epera)atan Bnkologi. ;<,. Dakarta 9artono% 3oedjo. 7ndonesia. 6ursus 3ra kongres 6B<7 N7 Denpasar. Mimbar =ol.5 -o. Mei EE/ 2ai8idin% 1bdul Aari%dkk. 3B<7. Dakarta EE/. Auku 1&uan -asional 3elayanan 6esehatan Maternal dan -eonatal. Layasan Aina 3ustaka 2ar)ono 3ra)irohardjo M D-66?* EEE. 6anker 2erviks:Leher ?ahim M Masalah 2krining di EEE. Auku 2aku Diagnosa 6epera)atan. ;disi C. ;<,. retensi urine.