Anda di halaman 1dari 17

Pengaruh tekanan terhadap titik lebur Anda dapat melihat pengaruh tekanan terhadap titik lebur dengan mengamati

demonstrasi yang ditunjukkan pada gambar 6.39. Letakkan sebuah balok es di atas dua penumpu. Gantungkan seutas kawat tembaga halus yang ujung-ujungny diberi beban 3kg melalui balok es tersebut. Setelah setengah atau satu jam tergantung pada ukuran balok es, kawat akan melewati balok es secara perlahan-lahan

dan akhirnya terjatuh ke lantai. Akan tetapi, anehnya balok es tetap utuh atau tidak terpotong. Sewaktu kawat menekan permukaan atas balok es, bagian ini melebur lebih dahulu sebab tekanan yang diberikan menurunkan titik lebur es. Sebagai gambaran, es melebur pada suhu 0C pada tekanan normal ( 1 atm). Jika diberi tekanan 2 atm maka titik lebur es turun menjadi -0,007C. akibat meleburnya es menjadi air, kawat bergerak melalui bagian yang melebur ini. Akan tetapi segera setelah kawat lewat, tekanan yang diberikan kawat pada bagian yang melebur ini normal kembali9sama dengan tekanan udara luar) sehingga air hasil leburan membeku kembali menjadi es. Jadi, kawat secara perlahan melewati balok es, tetapi lintasan yang dilalui kawat segera membeku kembali menjadi es. Akhirnya kawat bersama beben jatuh ke lantai tetapi es balok tetap utuh tidak terpotong. Gejala meleburnya bagian balok es yang diberi beban (tekanan luar) dan membeku kembali sesaat setelah beban dihilangkan dinamakn regelasi (regelation). Relegasi adalah sifat unik yang dimiliki oleh air karena adanya kristal struktur terbuka es (lihat Gambar 6.13) Kristal- kristal struktur terbuka es diruntuhkan oleh pemakaian tekanan pada permukaan es sehingga es yang secara normal melebur pada 0C akan melebur pada suhu di bawah 0C. Pengaruh tekanan terhadap titik didih Jika tekanan pada permukaan zat cair dinaikkan atau diturunkan, bagaimanakah titik didih zat cair tersebut? Untuk menjelaskan hal ini sebaiknya melakukan demonstrasi seperti yang ditunjukkan pada kegiatan berikut.

Kegiatan 6.8 Melakukan Demonstrasi Tujuan: Mendemonstrasikan pengaruh tekanan terhadap titik didih Alat dan Bahan: Labu didih, thermometer, selang karet, dan penumpu (lihat Gambar 6.40) Langkah Kerja: Pengaruh tekanan terhadap titik didih 1. Sediakan sebuah labu kaca yang berdinding agak tebal yang tahan panas (disebut labu didih). 2. Isi labu didih dengan air kira-kira sepertiga volumenya. 3. Panaskanlabu didih sampai air mendidih seperti ditunjukkan pada Gambar 6.40a. 4. Begitu air mendidih, jepi ujung selang karet dengan penjepit untuk mempersulit keluarnya uap, dan dengan demikian memperbesar tekanan di dalam labu. Lakukan ini sesaat saja segeralah melepas jepitan itu dan berhenti memanasi setelah thermometer menunjukkan kenaikan sedikit di atas 100C. jika dibiarkan lama, ada kemungkinan labu pecah, dan bahkan meledak. 5. Bagaimanakah pengaruh kenaikkan tekanan terhadap titik didih zat cair? Pengaruh penurunan tekanan terhadap titik didih 1. Keluarkan seluruh udara yang terdapat di atas permukaan air dalam labu dengan cara mendidihkan air dalam labu selama beberapa menit. 2. Berhentilah memanasi (jauhkan nyala api dari labu) dan dengan cepat tutup rapat selang karet dengan penjepit, sehingga udara luar tidak masuk ke dalam labu. 3. Balik labu itu dan beri penumpu (Gambar 6.40b). siswa jangfan terlalu dekat dengan labu. 4. Siram labu tersebut dengan air dingin. Dengan penyiraman ini, uap air dsi atas permukaan air mengembun menjadi air.

5. Perhatikanlah, thermometer akan menunjukkan suhu di bawah 100C ketika air mendidih. 6. Bagaimanakah pengaruh penurunan tekanan terhadap titik didih zat cair? Demonstrasi pada kegiatan pertama menunjukkan bahwa ketika tekanan di atas permukaan air dinaikkan, air mendidih di atas 100C (titik didihnormal). Dapatlah disimpulkan bahwa kenaikan tekanan pada permukaan air akan menaikkan titik didihnya. Salah satu pemanfaatan naiknya titik didih karena kenaikan tekanan ialah pada alat yang dinamakan otoklaf, yaitu alat pemanas yang menggunakan air untuk mensterilkan alat-alat. Otoklaf umumnya digunakan di rumah sakit. Alat yang digunakan oleh ibu rumah tangga untuk mensterilkan botol susu dan perangkat makan bayinya dapat juga kita sebut otoklaf. Naiknya titik didih karena kenaikan tekanan juga dimanfaatkan pada panci pemasak bertekanan (pressure cooker), seperti ditunjukkan pada gambar 6.41. ketika panci dipanaskan, air menguap. Oleh karena panci ditutup rapat, maka uap terperangkap di atas permukaan air, dan menyebabkan tekanan di atas permukaan air naik, yaitu dua kali tekanan normal (2atm). Kenaikkan tekanan menyebabkan air tidak mendidih pada suhu 100C, tetapi kira-kira pada suhu 120C. Titik didih yang tinggi menyebabkan makanan lebih vepat matang. Untuk menjaga agar tekanan uap di atas permukaan air tidak melebihi nilai tekanan yang membahayakan, panci dilengkapi dengan suatu alat pengatur tekanan yang dinamakan katup pengaman. Katup ini mengandung pemberat yang diam di atas sebuah lubang dalam tutup panci (Gambar 6.42). ketika tekanan uap mencapai di atas nilai tertentu, tekanan uap ini mengangkat pemberat sehingga sejumlah uap dapat lolos keluar. Naiknya titik didih karena kenaikan tekanan juga dimanfaatkan pada ketel uap untuk menghasilkan uap bertekanan tinggi guna menjalankan turbin-turbin uap pada mesin-mesin pembangkit tenaga listrik dan mesin-mesin kapal laut. Demonstrasi padakegiatan kedua menunjukkan bahwa ketika tekanan di ats permukaan air diturunkan, air mendidih di bawah 100C (titik didih normal). Dapatlah disimpulkan bahwa penurunan tekanan pada permukaan air akan menurunkan titik didihnya.

Di permukaan laut, air mendidih pada suhu 100C. makin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, makin rendah tekanan udaranya, sehingga makin rendah juga titik didih air. Pada Gambar 6.43 ditunjukkan bagaimana penurunan titik didih ketika tekanan udara makin rendah untuk membuktikan bahwa makin tinggi suatu tempat, makin rendah titik didih air, pergilah ke dua buah tempat yang ketinggiannya dari permukaan laut sangat berbeda (missal Jakarta dan Bandung).

Pengaruh ketidakmurnian terhadap titik lebur Titik lebur es pada keadaan normal adalah 0C. kita dapat mengubah titik lebur es dengan cara menambahkan garam pada campuran es dan air, seperti pada kegiatan berikut. Penambahan garam dapur pada campuran air dan es dapat menurunkan titik lebur es sampai 20C. peristiwa ini dimanfaatkan dalam pembuatan es krim. Pemberian garam menurunkan titik lebur es, sehingga es yang suhunya dibawah 0C dapat melebur. Untuk melebur diperlukan kalor. Oleh karena kalor tidak disuplai dari luar, mak kalor diambil dari dalam es itu sendiri. Sebagai akibatnya, suhu es akan turun lebih jauh sekalipun es dalam keadaan cair (es krim). Pengaruh ketidakmurnian terhadap titik didih Titik didih air pada keadaan normal adalah 100C. kita dapat menaikkan titik didih air di atas 100C dengan menambah ketidakmurnian zat menaikkan titik didihnya. Oleh karena itu, titik didih air laut lebih tinggi daripada titik didih air biasa.

6.5 Perpindahan Kalor


Jika air panas disentuhkan dengan benda dingin maka tak lama kemudian suhu benda panas turun sedangkan suhu benda dingin naik. Hal ini terjadi karena benda panas memberikan kalor kepada benda dingin (Gambar 6.44). Jadi, kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Ada tiga cara perpindahan kalor, yaitu: 1. Konduksi, 2. Konveksi (aliran), dan 3. Radiasi (pancaran). Perpindahan Kalor Secara Konduksi Letakkan sebuah sendok logam ke dalam mangkok yang berisi sup panas. Sentuhan ujung sendok yang tidak terendam dalam sup. Ujung sendok tersebut terasa panas walaupun ujung sendok tersebut tidak bersentuhan langsung dengan sumber kalor (sup panas). Pada proses perpindahan kalor dari bagian sendok yang panas ke ujung sendok yang dingin tidak terjadi perpindahan partikelpartikel dalam sendok. Proses perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel dinamakan konduksi. Perpindahan kalor secara konduksi dapat terjadi dalam dua proses berikut: 1. Pemanasan pada satu ujung zat menyebabkan partikel-partikel pada ujung itu bergetar lebih cepat dan suhunya naik, atau energy kinetiknya bertambah (Gambar 6.46). Partikel-partikel yang energy kinetiknya lebih besar ini memberikan sebagian energy kinetiknya kepada partikel-partikel tetangganya melalui tumbukan sehingga partikel-partikel ini memiliki energy kinetic lebih besar. Selanjutnya, partikel-partikel ini memberikan sebagian energy kinetiknya ke partikel-partikel tetangga berikutnya. Demikian seterusnya sampai kalor mencapai ujung yang dingin (tidak dipanasi). Proses perpindahan kalor seperti ini berlangsung lambatkarena untuk memindahkan lebih banyak kalor diperlukan beda suhu yang tinggi diantara kedua ujung. 2. Dalam logam, kalor dipindahkan melalui elektron-elektron bebas yang terdapat dalam struktur atom logam. Elektronn bebas ialah electron yang dengan mudah dapat berpindah dari satu atom ke atom yang lain. Di tempat yang dipanaskan, energy elektron-elektron bertambah besar. Oleh karena electron bebas mudah berpindah, pertambahan energy ini dengan cepat dapat diberikan ke elektron-

elektron lain yang letaknya lebih jauh melalui tumbukan. Dengan cara ini kalor berpindah lebih cepat. Oleh karena itu, logam tergolong konduktor yang sangat baik. Berdasarkan kemampuan mengantarkan kalor ini , zat dibagi atas dua golongan besar, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor ialah zat yang mudah menghantar kalor. Isolator ialah zat yang sukar menghantar kalor. Setiap zat dapat menghantarkan kalor secara konduksi.

Kita memasak makanan tanpa perlu nyala api bersentuhan langsung denagan makanan. Untuk itu kita gunakan panci yang terbuat dari aluminium (konduktor) untuk menghantarkan kalor dari api ke bahan makanan atau air yang dimasak (Gambar 6.47). agar kita dapat memegang gagang panci tanpa merasa panas karena konduksi, maka gagang panci biasanya dibuat dari kayu atau plastic (isolator). Bagian alas setrika listrik terbuat dari logam (konduktor) agar dapat menghantarkan kalor dari energy listrik ke pakaian yang disetrika. Agar dapat memegang setrika tanpa merasa panas, maka gagang setrika dibuat dari plastic (isolator). Jika setrika tidak digunakan, maka alas setrika diletakkan di atas tutup penghambat kalor yang terbuat dari bahan isolator (Gambar 6.48). dengan demikian, als setrika tidak memanasi meja setrika. Udara termasuk penghantar kalor yang buruk secara konduksi. Di Negara beriklim dingin, kalor di rumah harus bias dipertahankan agar suhu rumah tetap hangat. Karena itu desai rumah di Negara tersebut harus diisolasi dengan baik, dan isolasi ini memanfaatkan sifat udara sebagai penghantar kalor konduksi yang buruk, seperti ditunjukkan pada Gambar 6.49.

Perhatikan Gambar 6.49, udara diperangkap di antara dua lembar kaca dalam suatu jendela dengan lapisan ganda. Desain ini akan mengurangi konduksi kalor melalui jendela dan menjaga ruangan lebih hangat selama musim dingin dan lebih dingin selama cuaca panas. Ide yang sama juga digunakan di industry, mislnya pada kulkas dan AC, dimana bahan berbulu digunakan sebagai isolator. Bahan berbulu adalah isolator kalor karena bahan ini mengurung kantungkantung kecil udara di antara serat-seratnya. Isolasi pada atap dan dinding rumah juga didesain dengan prinsip yang sama. Faktor faktor apa yang mempengaruhi laju kalor konduksi? Ilustrasi pada Gambar 6.50 untuk menjelaskan konduksi kalor secara kuantitatif. Laju konduksi kalor melalui sebuah dinding bergantung pada empat besaran: 1. Beda suhu di antara kedua permukaan T = T - T ;makin besar beda suhu, makin cepat perpindahan kalor. 2. Ketebalan dinding d; makin tebal dinding, makin pelan perpindahan kalor. 3. Luas permukaan A; makin besar luas permukaan, makin cepat perpindahan kalor. 4. Konduktivitas termal zat k, merupakan ukuran kemampuan zat menghantarkan kalor; makin besar nilai k, makin cepat perpindahan kalor.

Berdasarkan penjelasan di atas, banyak kalor yang melalui dinding selama selang waktu t, dinyatakan oleh:

Keterangan: = kalor = waktu K = koefisien konduktivitas A = luas penampang = perbedaan suhu ujung-ujung kedua benda = tebal atau panjang Pada Tabel 6.10 ditunjukkan konduktivitas termal berbagai zat. Tampak bahwa makin mudah zat itu menghantarkan kalor, makin besar nilai k. nilai k terbesar dimiliki oleh logam karena logam tergolong konduktor yang sangat baik. Nilai k terkecil dimiliki oleh udara dan bahan-bahan isolator seperti gelas, serat kaca, bulu halus, dan kapuk. Tabel 6.10 Konduktivitas termal k( ) zat Bahan Isolator Gabus Serat kaca (fiberglass) Bulu halus Kapuk k( )

zat Logam Aluminium Perunggu Tembaga Besi dan baja Perak Zat padat lain Lemak tubuh Batu bata Beton Kaca Es Air Kayu (pinus)

205 109 385 50 406

0,04 0,04 0,02 0,03

0,17 0,6 0,8 0,8 1,6 0,60 0,13

Gas Hidrogen Udara

0,13 0,024

Perpindahan Kalor Secara Konveksi Tangan yang di taruh di atas nyala lilin sejauh kira-kira 10cm, akan merasakan udara hangat yang naik dari nyala lilin. Ketika udara yang dekat nyala lilin dipanasi, udara itu memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil. Udara hangat yang massa jenisnya lebih kecil akan naik, dan tempatnya digantikan oleh udara dingin yang massa jenisnya lebih besar. Proses perpindahan kalor dari satu bagian fluida ke bagian lain fluida oleh pergerakan fluida itu sendiri dinamakan konveksi. Ada dua jenis konveksi, yaitu konveksi alamiah dan konveksi paksa. Contoh di atas adalah konveksi alamiah. Pada konveksi alamiah, pergerakan fluida terjadi akibat perbedaan massa jenis. Bagian fluida yang menerima kalor (dipanasi) memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil sehingga bergerak ke atas. Tempatnya digantikan oleh bagian fluida dingin yang jatuh ke bawah karena massa jenisnya lebih besar. Peristiwa ini mirip dengan mengapungnya suatu benda karena massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair. Pada Gambar 6.53 ditunjukkan suatu demonstrasi untuk mengamati konveksi alami dalam air. Ketika air yang diberi zat warna (beberapa butir Kristal kalium permanganate) dipanasi, massa jenis air pada bagian itu menjadi lebih kecil, sehingga air bergerak naik ke atas. Tempatnya digantikan oleh air dingin yang massa jenisnya lebih besar. Di dalam air terbentuk lintasan tertutup yang ditunjukkan oleh arah anak panah, disebut arus konveksi. Dalam konveksi paksa, fluida yang telah dipanasi langsung diarahkan ke tujuannya oleh sebuah peniup (biower) atau pompa. Contoh konveksi paksa adalah pada sistem pendingin mobil (Gambar 6.54) , dimana air diedarkan di dalam pipa-pipa air oleh bantuan sebuah pompa air (water pump). Panas mesin yang tidak dikendaki dibawa oleh sirkulasi air menuju ke radiator. Di dalam sirip-sirip radiator ini air hangat didinginkan oleh udara. Air yang dingin kembali menuju pipa-pipa air yang bersentuhandengan blok-blok mesin untuk mengulang siklus berikutnya. Perlu anda perhatikan bahwa radiator berfungsi sebagai penukar kalor (heat exchanger). Jadi funsi radiator adalah menjaga suhu mesin agar tidak melampaui batas desain, sehingga mesin tidak rusak karena pemanasan lebih. Oleh karena itu,pemilik mobil harus selalu memeriksa apakah volum air radiatornya cukupatau tidak. Contoh konveksi paksa lainnya adalah pada pengering rambut (hair dryer), seperti ditunjukkan pada gambar 6.55. kipas menarik udara disekitarnya dan meniupkan udara tersebut melalui elemen panas.denagn cara ini dihasilkan suatu arus konveksi paksa udara panas.

Konveksi dalam keseharian Konveksi udara yang terjadi sewaktu anda membakar sampah ditunjukkan pada gambar 6.56. udara panas di dekat nyala api memuai danmassa jenisnya menjadi lebih kecil. Udara dingin (massa jenisnya lebih besar) yang berada disekitar api menekan udara panas ke atas, sehingga terjadilah arus konveksi udara. Arus konveksi udara inilah yang membawa asap bergerak ke atas. Konveksi alami udara juga terjadi pada sistem ventilasi rumah. Udara panas dalam rumah bergerak ke atas dan keluar melalui ventilasi. Tempatnya digantikanoleh udara dingin yang masuk melalui ventilasi. Oleh karena arus konveksiudara ini, maka suhu udara di dalam rumah terasa lebih nyaman. Angin laut dan angin darat yang dimanfaatkan nelayan untuk berlayar mencari ikan terjadi melalui konveksi alami udara. Pada siang hari, tanah lebih cepat menjadi panas daripada laut sehingga udara di atas daratan lebih panas daripada udara di atas laut. Oleh karena itu, udara di atas daratan naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas laut, teradilah angin laut (gambar 6.57a). Pada malam hari tanah lebih cepat dingin daripada laut sehingga udara di atas daratan lebih dingin daripada udara di atas laut. Oleh karena itu, uadara di atas laut naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas daratan, terjadilah angin darat (Gambar 6.57b).

Pemanfaatan konveksi Kita akan membahas pemanfaatan konveksi pada: 1. Cerobong asap, 2. Sistem suplay air panas, 3. Lemari es. 1. Cerobong asap Prinsip kerja cerobong asap di pabrik-pabrik dapat dimodelkan seperti pada Gambar 6.58. kertas berasap digunakan untuk memperlihatkan arus konveksi alamiah udara. Udara panas dekat nyala lilin naik ke atas dan tempatnya digantikan oleh udara dingin disekitar nyala lilin. Terjadilah arus konveksi udara yang membawa asap yang berasal dari kertas menuju ke cerobong asap. 2. Sistem suplay air panas Air panas di dalam ketel naik ke bagian atas tangki penyimpan ( titik b). air dingin di dalam tangki utama turun menuju ke ketel untuk dipanaskan. Tangki utama dihubungkan ke suplay air dingin oleh katup yang dikendalikan oleh pelampung. Jika ketinggian air di dalam tangki utam berada di bawah ketinggian minimum tertentu, maka pelampung membuka katup suplay air. pipa luapan berfungsi mengalirkan luapan air panas yang dihasilkan ke dalam tangki utama ( Gambar 6.59). 3. Lemari es Udara dingin di bawah kompartemen pendingin bergerak ke bawah, dan tempatnya digantikan oleh udara hangat yang naik dari bagian bawah ( Gambar 6.60). pergerakan udara ini menghasilkan arus konveksi alamiah udara ruangan seperti ditunjukkan oleh arah anak panah. Arus konveksi udara ini akan mendinginkan semua makanan yang disimpan dalam lemari es.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju kalor konveksi? Laju kalor Q/t ketika sebuah benda panas memindahkan kalor ke fluida sekitarnya secara konveksi adalah sebanding dengan luas permukaan benda A yang bersentuhan dengan fluida dan beda suhu

diantara benda dan fluida. Secara matematis ditulis :

=hA
Dengan h adalah koefisien konveksi yang nilainya bergantung pada bentuk dan kedudukan permukaan, yaitu tegak, miring, mendatar, menghadap ke bawah atau menghadap ke atas. Nilai h diperoleh secara percobaan. Sebagai contoh, nilai h untuk tubuh manusia adalah 7,1 J s-1m-2K-1.

Perpindahan kalor secara radiasi Bagaimanakah energy kalor dari matahari dapat melalui atmosfer bumi dan menghangatkan bumi? Anda telah mengetahui bahwa kalor dari matahari tidak dapat melalui atmosfer secara konduksi karena udara yang terdapat di atmosfer tergolong konduktor yang paling buruk. Kalor dari matahari juga tidak dapat sampai ke bumi melalui konveksi karena konveksi selalu diawali dengan pemanasan bumi terlebih dahulu. Selain itu, perpindahan kalor secara onduksi atau konveksi tidak mungkin melalui luar hampa yang terdapat diantara atmosfer bumi dan matahari. Bagaimanakah proses perpindahan kalor dalam peristiwa ini? Kalor dari matahari dapat sampai ke bumi melalui ruang hampa tanpa tanpa zat perantara (medium). Perpindahan kalor seperti ini disebut radiasi. Perpindahan kalor dapat melalui ruang hampa karena energy kalor dibawa dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Jadi, radiasi atau pancaran adalah perpindahan energy kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap dan pemancar kalor yang baik. Sedangkan permukaan yang putih dan mengkilap adalah penyerap dan pemancar kalor yang buruk. Suhu kopi atau teh panas akan bertahan lebih lama dalam suatu cangkir yang permukaan dalamnya mengkilap daripada dalam suatu cangkir yang permukaannya dalamnya gelap. Aplikasi lain dapat anda temukan pad termos air panas, yaitu permukaan dalam termos selalu diberi lapisan perak mengkilap. Bangunan-bangunan yang dicat dengan warna terang (misal putih) terasa lebih dingin pada musim panas, sebab cat terang banyak mematulkan kalor radiasi yang mengenainya. Cat terang sekaligus juga pemancar radiasikalor radiasi yang buruk sehingga lebih mempertahankan energy dalamnya pada musim dingin, dan bangunan terasa lebih hangat. Oleh karena itu anda lebih banyak menjumpai orang mengcat rumahnya dengan warna terang.

Pemanfaatan Radiasi Ada banyak pemanfaatan radiasi dalam keseharian. Namun, kita hanya akan membahas 3 contoh pemanfaatan radiasi. 1. 2. 3. Pendiangan rumah Rumah kaca dan efek rumah kaca Panel surya (solar panel)

1.

Pendiangan rumah

Sebagian besar kalor pada pendiangan rumah akan naik ke atas cerobong asap karena dibawa oleh konveksi udara. Tubuh kita merasa hangat karena penjalaran kalor ke samping dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Dengan kata lain, tubuh kita merasa hangat karena penghantar kalor secara radiasi. 2. Rumah kaca

Berdasarkan panjang gelombangnya, sinar matahari dibagi ata 3 macam, yaitu : inframerah, cahaya tampak, dan ultraviolet. Ketika sinar matahari mengenai kaca sebuah rumah kaca, cahaya tampak dapat menembus kaca, sedangkan ultraviolet dan inframerah dipantulkan kembali oleh kaca. Kalor radiasi cahaya tampak diserap oleh tanah dan tanaman di dalam rumah kaca sehingga tanah dan tanaman menjadi hangat. Tanah dan tanaman yang hangat dapat kita

golongkan sebagai sumber yang lebih dingin dibandingkan dengan matahari yang suhunya sangat tinggi. Tanah dan tanaman sebagai sumber kalor yang lebih dingin akan memancarkan kembali kalor yang diterimanya dalam bentuk radiasi inframerah dengan panjang gelombang lebih panjang (energy lebih kecil). Energi kalor radiasi inramerah yang dipancarkan kembali ini tidak mampu menembus kaca. Sebagai hasilnya energy kalor in terperangkap di dalam rumah kaca, dan rumah kaca menjadi hangat. Suhu di dalam rumah kaca dapat tetap tinggi dibandingkan dengan suhu di luarnya. Keadaan ini dapat membuat tanaman dapat tumbuh dengan subur. Yang mempertahankan suhu di dalam rumah kaca tetap tinggi bukanlah kalor radiasi langsung dari sinar matahari, tetapi kalor radiasi yang dipancarkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah yang panjang gelombangnya lebih panjang, yang terkurung di dalam rumah kaca. Dalam keseharian kejadian yang mirip rumah kaca adalah memanasnya suhu di dalam sebuah mobil yang diparkir langsung di bawah terik matahari dengan kaca jendelanya tertutup rapat. Suhu yang tinggi di dalam mobil diakibatkan oleh radiasi kembali energy kalor yang diterima oleh bagian dalam mobil, tetapi radiasi kembali ini tidak dapat menembus kaca sehingga energy kalornya terperangkap di dalam mobil. Oleh karena itu, selalu dianjurkan kepada pengendara mobil untuk membuka lebar-lebar kaca jendela untuk membebaskan energy kalor ini sebelum mulai menjalankan AC, agar AC segera dapat mencapai suhu nyaman di dalam mobil tanpa pemborosan bahan bakar. Efek rumah kaca Dengan cara yang mirip rumah kaca, bumi kita juga dihangati oleh sinar matahari, sehingga proses penghangatan bumi ini dinamakan efek rumah kaca (green house effect). Matahari memancarkan radiasi yang terdiri dari ultraviolet, cahaya tampak, inframerah. Inframerah yang memiliki panjang gelombang terpanjang (energy kalor terbesar) dengan mudah menembus atmosfer bumi. Kalor radiasi inframerah sampai kepermukaan bumi dan diserap oleh permukaan bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan dapat dianggap sebagai sumber panas yang dingin. Pada gilirannya, permukaan bumi akan memancarkan kembali energy kalornya dalam bentuk radiasi inframerah dengan panjang gelombang yang lebih panjang, dinamakan radiasi membumi. Radiasi membumi sebagian besar menembus atmosfer dan lolos ke luar angkasa, sedangkan sebagian kecil terperangkan oleh gas-gas rumah kacayang terdapat di atmosfer,

seperti halnya dinding kaca yang memerangkap kalor dalam sebuah rumah kaca. Bumi secara alamiah menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, uap air, methanol, nitrogen oksida, dll. Keseimbangan gas-gas rumah kaca ini menjaga suhu di bumi tetap seimbang. Artinya, tanpa gas rumah kaca, suhu bumi terlalu dingin, tetapi terlalu banyak gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu bumi. Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas di pabrik-pabrik dan pusat-pusat teaga listrik, penebangan liar dan pembakaran hutan menyebabkan peningkatan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Hal ini mengakibatkan meningkatnya radiasi membumi yang diperangka oleh gas-gas tersebut. Sebagai akibat terjadinya penghangatan bumi, yaitu peningkatan suhu secara bertahap di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan perubahan iklim yang pada akhirnya mengancam masa depan planet bumi.

3.

Panel surya

Panel surya (solar panel) adalah suatu perangkap yang digunakan untuk menyerap radiasi dari matahari. Solar panel terdiri dari wadah logam berongga yang dicat hitam dengan panel depan terbuat dari kaca. Kalor radiasi dari matahari diserap oleh permukaan hitam dan dihantarkan secara konduksi melalui logam. Bagian dalam panel dijaga tetap hangat oleh efek rumah kaca, kemudian sirkulasi air melalui wadah logam akan membawa kalor menjauh untuk dimanfaatkan pada sistem pemanas air domestic dan untuk memanasi kolam renang.