Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat


serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah yang berjudul
RUGI RUGI DAN EFISIENSI TRAFO.
Walaupun masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini,namun
penulis berharap agar makalah ini dapat dipergunakan dan di manfaatkan baik di
dalam kampus maupun diluar kampus..
Dalam penyusunan makalah ini banyak pihak yang terlibat dan membantu
sehingga dapat menjadi satu makalah yang dapat di baca dan dimanfaatkan .
Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata
semoga laporan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
para pembaca umumnya . Sekian dari kami mengucapkan banyak terimakasih .



Padang, 27 November 2013









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................... 1
DAFTAR ISI ................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ............................................................... 3
A. Latar Belakang ........................................................... 4
B. Rumusan Masalah ......................................................
C. Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
II. Rugi rugi dan Efisisensi Trafo
II.1 Rugi-rugi Trafo
II.2 Efisisensi dari Transformator
II.3 Kondisi pada Efisiensi Maksimum
II.4 Variasi Efisisensi dengan Faktor Daya
II.5 Efisiensi Sepanjang Hari
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. PENUTUP













BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berbagai macam alat kelistrikan yang digunakan pada zaman
sekarang salah satunya yang umum digunakan adalah Transformator atau
yang biasa disebut trafo.Trafo sendiri digunakan sebagai alat pengkonversi
besaran listrik yang berguna untuk menaikkan dan menurunkan tegangan
.Trafo biasa digunakan pada gardu-gardu listrik, untuk menurunkan
tegangan sebelum di salurkan kepada konsumen atau untuk menaikkan
tegangan pada saluran lisrik yang cukup panjang karena adanya penurunan
tegangan.
Prinsip kerja trafo, yakni induksi elektromagnetik, ditemukan
pertama kali oleh Michael Faraday dan Joseph Henry pada tahan 1831.
Faraday memperkenalkan prinsip penemuannya yaitu hubungan gaya
elektromotif atau tegangan listrik dan aliran magnetik.
Trafo pertama yang bisa digunakan dalam kehidupa sehari-hari
diciptaka oleh Nicholes Callan di Irlandia pada tahun 1836. Ia adalah salah
satu penelitian pertama yang menyadari prinsip bahwa semakin banyak
kumparan kabel kedua, semakin besar medan elektromagnetik yang
dihasilkan.

B. Rumus Masalah
Untuk menghindaran adanya kesimpangsiuran dari penyusunan makalah
ini, maka kami membatasi masalah-masalah yang akan di bahas di
antaranya :
a. Rugi-rugi yang ada pada trafo
b. Efisiensi dari transformator
c. Kondisi pada efisiensi maksimun
d. Variasi Efisiensi Dengan Faktor Daya
e. Efisiensi Sepanjang Hari

C. Tujuan Penulisan
a. Untuk melengkapi persyaratan mata kuliah Transformator dam mesin
induksi
b. Agar dapat megetahui penyebab rugi-rugi yang ada pada trafo
c. Untuk mengetahui efisiensi dan kodisi trafo dimana efisiensi tersebut
mencapai titik maksimum serta variasi pada trafo dengan faktor daya
d. Untuk mengetahui nilai efisiensi yang digunakan dalam sehari

























BAB II
PEMBAHASAN

2. Rugi-rugi dan Efesiensi Transformator


2.1. Rugi-rugi Trafo
Pada sebuah trafo tidak ada rugi-rugi gesekan dan angin karena statik. Rugi-
rugi yang muncul hanyalah:
(i) Rugi-rugi inti atau rugi-rugi besi
Termasuk juga rugi-rugi histerisis dan rugi-rugi arus eddy. Karena fluks inti
pada sebuah trafo pada prakteknya adalah konstan untuk semua jenis beban
(variasinya berkisar antara 1-3 % dari beban nol sampai beban penuh). Rugi-rugi
inti pada prakteknya adalah sama untuk semua jenis beban.
Rugi-rugi histerisis (W
h
) watt V f B
6 . 1
max
q = ;
Rugi-rugi arus Eddy (W
e
) watt t f B P
2 2 2
max
=
Rugi-rugi ini diminimalisasi dengan menggunakan baja dengan kandungan
silikon yang tinggi sebagai bahan intinya dan menggunakan laminasi yang tipis.
Rugi-rugi inti atau rugi-rugi besi dapat diketahui dengan pengujian open circuit
(O.C. test). Masukan trafo pada saat tanpa beban dapat digunakan untuk
menghitung rugi-rugi inti.
(ii) Rugi-rugi tembaga
Rugi-rugi ini disebabkan oleh resistansi Ohmic pada belitan trafo.
Total rugi-rugi Cu
02
2
2 01
2
1 2
2
2 1
2
1
R I R I R I R I + = + =
Terlihat jelas bahwa rugi-rugi Cu sebanding dengan kuadrat arus atau
kuadrat kVA. Dengan kata lain, rugi-rugi Cu pada setengah beban-penuh sama
dengan seperempat beban-penuhnya. Nilai dari rugi-rugi Cu dapat dicari dengan
pengujian short-circuit.







2.2. Efisiensi dari Transformator
Kasus pada tipe lain dari mesin listrik, efesiensi dari transformator pada
beban partikular dan faktor daya didefenesikansebagai pembagi tegangan dengan
dua keadaan input yang di ukur pada unit yang sama. (salah satu dari watt atau
kilowatt)

input
output
efesiensi =

Tetapi sebuah transformator dengan efisiensi yang tinggi , memiliki rugi
rugi yang sangat kecil, sehingga tidak dapat mengukur efisiensi transformator
dengan mengukur binput atau output. Besarnya mendekati ukuran yang sama.
Metode yang tepat untuk menentukan rugi rugi dan kemudian menghitung
efisiensi adalah

loss iron loss cu output
output
losses output
output
efisiensi
. . + +
=
+
=

Atau

input
losses
input
losses input
=

= 1 q
Perlu diingat bahwa efisiensi didasarkan pada daya output dalam watt dan
tidak dalam volt-amperes, walaupun rugi rugi proporsional pada VA. Sehingga
pada setiap beban volt-ampere, efisiensi tergantung pada faktor daya. Keadaan
maksimum faktor daya dari unit.
Efisiensi dapat dihitung dengan menentukan rugi rugi inti dari test tanpa
beban atau open circuit dan rugi rugi tembaga dari tes short circuit.


2.3. Kondisi pada efisiensi maksimum

cu losses =
01
2
1
R I atau
01
2
1
R I =
cu
W
iron losses = hysteresis loss + eddy current loss =
i e h
W W W = +
dengan mempertimbangkan sisi primer,
primary input =
1 1 1
cos| I V

1 1 1
01
2
1 1 1 1
1 1 1
1 1 1
cos
cos
cos
cos
|
|
|
|
q
I V
W R I I V
I V
losses I V
i

=

=

1 1 1 1 1
01 1
cos cos
1
| | I V
W
V
R I
i
=

Perbedaan kedua sisi berkenaan dengan I
1
diperoleh
1
2
1 1
1 1
01
1
cos
cos
0
|
|
q
I V
W
V
R
dI
d
i
+ =
Untuk qmaksimum 0
1
=
dI
dq
sehingga persamaan diatas menjadi

1
2
1 1
1 1
01
cos
cos
|
|
I V
W
V
R
i
= atau
01
2
1
R I W
i
= atau
02
2
2
R I

Cu losses = iron loss
Arus output pada efisiensi maksimum adalah
|
|
.
|

\
|
=
02
2
R
W
I
i

Nilai diperoleh dari arus output yang akan menimbulkan rugi rugi tembaga
seimbang dengan rugi rugi besi

100
80
60
40
20
%

e
f
i
s
i
e
n
s
i
M
a
k
s

e
f
f
i
s
i
e
n
s
i
T
o
t
a
l

l
o
s
s
e
s
C
u

l
o
s
s
F
u
l
l

l
o
a
d
Iron loss
% power input
0 25 50 125 75 100
L
o
s
s
e
s

%

o
f

F
L

i
n
p
u
t
1
2
3
4
5

Gambar 1
catatan :
(i) jika diberikan rugi rugi besi dan rugi rugi tembaga beban penuh,
kemudian rugi rugi pada kedua beban akan seimbang, maka efisiensi maksimum
diperoleh dari

= full load x |
.
|

\
|
loss Cu L F
loss iron
. . .
.


Pada gambar 1, Cu losses diplot sebagai persentase dari input daya dan
kurva efisiensi juga dapat dilihat pada gambar. Hal ini terlihat jelas pada titik dari
kurva cu loss dan iron loss yang memberikan dari efisiensi maksimum. Hal ini
terlihat bahwa efisiensi tinggi dan secara prakteknya konstan dari 15 % beban
penuh sampai 25% beban lebih.

(ii) efisiensi pada setiap beban adalah

( )
100
. . .
. . .

+ +

=
i cu
W W f p kVA load full x
f p kVA load full x
q

Dimana x = ratio dari beban penuh kVA aktual
Wi = rugi rugi besi dalam kW
Wcu = rugi rugi tembaga dalam kW

Contoh 1.
100 kVA,dua kumparan transformator memilki iron loss 1kW dan cu loss pada
arus output normal adalah 1,5 kW.hitung kVA pembebanan pada efisiensi
maksimum dan efisiensi pada pembebanan ini adalah (i)pada pf unit (ii) pada 0,8
pf lagging

Jawab

Beban kVA pada efisiensi maksum adalah

= full load x |
.
|

\
|
loss Cu L F
loss iron
. . .
.

= kVA . 3 . 82
5 , 1
1
100 =
(i) total loss = 2 x 1 = 2kW ; output = 82.3 x 1 = 82.3 kW
= q 82.3 / ( 82.3 + 2 ) =0.9763 atau 97.63%

(ii) total loss = 2 kW ; output = 83.3 x 0.8 = 65.8 kW
= q 65.8 / (65.8 + 2 ) = 0.9705 atau 97.05%

Contoh 2
5 kVA , 2300/230 V , 50 hz transformator telah di tes untuk iron loss dengan
eksitasi normal dan cu losses pada beban penuh dan diperoleh 40 w dan 112 w.
Hitung efisiensi dari transformator pada pf 0.8 untuk output kVA.

1.25 2.5 3.57 5 6.25 7.5

Titik kurva efisiensi vs kVA output

Jawab
F L Cu loss = 112 w ; iron loss = 40 W
( i ) cu loss pada 1.25 kVA = 112 x
2
5
25 . 1
|
.
|

\
|
= 7 W
Total loss = 40 + 7 = 47 W output = 1.25 x 0.8 = 1kW = 1000W
= q 100 x 1000/ (1000 + 47 )
=95.51%
( ii ) cu loss pada 2.5 kVA = 28 W
Total loss = 68 W
Output = 2 kW
= q 96.71%
( iii) cu loss pada 3.75 kVA = 63 W
Total = loss 103 w
= q 96.68 %
( iv ) cu loss pada 5 kVA = 112 W
Total loss = 152 W
Output = 4kW
= q 95.36 %
( v ) cu loss pada 6.25 kVA = 175 w
Total loss = 215 W
Output = 5 kW
= q 95.88%
( vi ) cu loss pada 7.5 kVA = 252 W
Total loss = 292 W
Output = 6 kW
= q 95.36%
92
93
94
95
96
97
98
1.25 2.5 3.75 5 6.25 7.5

Gambar 2
Contoh 3
4 kVA , 200/400 V, transformator 1 phasa memilki resistansi equivalen dan
resistansi yang terhubung ke sisi tegangan rendah sebanding dengan 0.5 O dan
1.5 O. Hitung tegangan terminal pada sisi tegangan tinggi ketika supplai 3/4th
beban penuh pada pf 0.8 dan tegangan supplai 200 V. Hitung output transformator
dan efisiensi jika rugi rugi besi adalah 100 W.
Jawab
Terlihat bahwa sisi primer merupakan sisi regangan rendah dan sekunder
merupakan sisi tegangan tinggi.
O = 5 . 0
01
R dan O = 5 . 1
01
X sehingga dapat digubakab pada sisi sekunder
dengan bantuan dari rasio transformator
K = 400 / 200 = 2 ; O = = = 2 5 . 0 2
2
01
2
02
R K R ;
O = = = 6 5 . 1 4
01
2
02
X K X
Arus sekunder ketika beban adalah dari beban penuh adalah = ( 1000 x 4
x ) / 400 = 7.5 A
Total drop yang terhubung dengan sekunder transformator adalah
= ( ) ( ) V X R I 39 6 . 0 6 8 . 0 2 5 . 7 sin cos
02 02 2
= + = +
-
| |
Jadi tegangan terminal pada sisi tegangan tinggi dibawah kondisi beban
yang diberikan adalah = 400 39 = 361 V
Cu loss =
01
2
1
R I = W 5 . 112 2 5 . 7
2
= iron loss = 100W
Total loss = 212.5 W output = (4 x ) x 0.8 = 2.4
kW
Input = 2400 + 212.5 = 2612.5 W = q 2400 x 100/2612.5 =
91.87 %

Contoh 4
Berdasarkan tes yang dilakukan untuk 4kVa, 240/400 V, 50 Hz, transformer 1
phasa;
Open circuit ; tegangan yang digunakan pada kumparan primer = 200 V, arus
= 0.8 A daya = 70 W
Short circuti ; tegangan yang di gunakan pada kumparan sekunder = 17.5 V, arus
= 9 A , daya = 50 W
Hitung: (a) efisiensi bebam penuh pada ( i ) p.f unit ( ii ) 0.8 p.f
(b) tegangan terminal primer ketika menyuplai arus sekunder beban
penuh pada ( i ) u. p.f (ii) 0.8 p.f lagg ( iii) 0.8 p.f lead.
Jawab
Iron loss = 70 W dari S.C tes
arus sekunder pada FL I2 = 4000 / 400 = 10 A
cu loss pada saat FL = W 62 50
9
10
2
=
|
.
|

\
|

O = = 94 . 1
9
5 . 17
02
Z O = = 62 . 0
81
50
02
R
838 . 1 62 . 0 94 . 1
2 2
02
= X
(a) ( i ) U P F
Output = 4 x 1 = 4 kW ; losses = 62 + 70 = 132 W
= q 4 / 4.132=0.968 atau 96.8 %
( ii ) 0.8 pf
Output = 4 x 0.8 = 3.2 kW
= q 3.2 / (3.2 + 0.132 ) =0.96 atau 96 %
(b) ( i ) drop pada up f V = 2 . 6 62 . 0 10
02 2
= = R I
V2 = 400 - 6.2 =393.8 V
( ii ) drop at 0.8 lag = 10 ( 0.62 x 0.8 + 1.838 x 0.6 ) = 16 V
V2 = 400 16 = 384 V
( iii ) drop pada 0.8 p f lead = 10 ( 0.62 x 0.8 1.838 x 0.6 ) =-61 V
V2 = 406.1 V

Contoh 5
Efisiensi maksimum pada 500 kV A , 3300/500 V, 50 Hz, trafo 1 phasa adalah 97
% dan terjadi pada beban penuh pf unit. Jika impedansi adalah 10 % hitung
regulasi pada beban penuh pf 0.8 lagging.
Jawab
Output saat
maks
q = 500 x = 375 kW
Input = 375/0.97 =386.8 kW
Total loss = 386.6 375 = 116 kW
Cu loss pada beban penuh = 11.6/2 = 5.8 kW
Cu loss saat beban penuh = kW 3 . 10 8 . 5
3
4
2
=
|
.
|

\
|

%R =
r
v
I V
loss cu
= =

= 06 . 2
500
100 3 . 10
100
.
2 2

%X =
x
v R Z = = = 76 . 9 06 . 2 10 % %
2 2 2 2

Maka % regn = 52 . 7 6 . 0 79 . 9 8 . 0 06 . 2 sin cos = + = + | |
x r
v v

2.4. Variasi Efisiensi Dengan Faktor Daya

Efisiensi trafo diberikan oleh
q
output input losses
input input

= =

( )
2 2
1 1
cos
losses losses
input V I losses |
= =
+

Losses/V
2
I
2
= x

( )
( ) ( )
2 2
2 2
/
1
cos /
/ cos
1 1
cos 1 / cos
losses V I
losses V I
x x
x x
|
|
| |
=
+
= =
+ +


Variasi efisiensi dengan faktor daya pada beban yang berbeda diperlihatkan
pada gambar 27-59.
10 p.f
0.8 p.f
0.6 p.f
0.99
0.98
0.97
0.96
0
0.5 1.0 1.5
E
f
i
s
i
e
n
s
i
Beban Penuh

Gambar 27.59


2.5. Efisiensi Sepanjang Hari
Efisiensi komersil atau ordinary efficiency dari sebuah trafo diberikan oleh
ratio
output dalamwatt
input dalamwatt
=
Tapi ada tipe tertentu dari trafo yng performannya yang tak dapat ditentukan
dengan ratio diatas. Trafo yang digunakan untuk menyuplai penerangan dan
jaringan umum dalam ini trafo distribusi yang mempunyai daya utama selama 24
jam, walaupun sumber kedua sedikit atau tidak berbeban banyak sepanjang hari
kecuali selama penerangan rumah. Hal itu berarti core loss terjadi sepanjang hari,
Cu loss terjadi hanya ketika trafo dibebani. Oleh karena itu, Ini benar-benar
dipertimbangkan untuk mendesain sebuah trafo agar mendapatkan core loss yang
sangat rendah. Cu loss sangat relativ karena nilai ini tergantung terhadap beban.
Performan dari sebuah trafo dapat ditentukan dengan efisiensi sepanjang hari
(dikenal juga dengan efisiensi operasional) yang dihitung pada dasar dari energi
yang dipakai selama sebuah periode tertentu, biasanya selama sehari dari 24 jam.
q
sepanjang hari ( ) 24
output dalam kWh
untuk jam
input dalam kWh
=
Nilai efisiensi ini selalu kurang daripada efisiensi komersial dari sebuah
trafo.
Untuk menemukan efisiensi sepanjang hari atau efisiensi energi, kita harus
mengetahui siklus beban pada trafo dalam hal ini berapa banyak dan berapa lama
trafo dibebani selama 24 jam. Untuk perhitungan dimudahkan dengan
menggunakan fakto beban.

Contoh 45
Sebuah trafo 5kV mempunyai core loss 35 W dan loss copper 40 W pada saat
beban penuh. Dioperaasikan pada rating kVA dan faktor daya 0,8 lagging selama
6 jam, ono-half rated kVA dan faktor day lagging untuk 12 jam dan tanpa beban
selama 6 jam. Berapa efisiensi sepanjang harinya?

Jawab
Cu loss beban penuh = 40 W
Cu loss beban penuh untuk 6 jam = 6 X 40 = 240 Wh
Co loss setengah beban penuh = (1/20)
2
X 40 =10 W
Cu loss setengah beban penuh untuk 12 jam = 12 X 10 = 120 Wh
Total Cu loss untuk 24 jam = 240+120 = 360Wh = 0,36 kWh
Iron loss untuk 24 jam = 24X35=840Wh = 0,84 kWh
Total loss dalam satu hari = 0,36 + 0,84 = 1,2 kWh
Energi output trafo dalam 24 jam:
= (6 X output beban penuh) + (12 X setengah beban penuh)
= 6 (5 X 0,8) + 12 (2,5 X 0,5) = 39 kWh

sepanjang hari
= 39/(39+1,2)
= 0,97 atau 97%


Contoh 46
Sebuah trafo penerangan100 kVA mempunyai loss beban penuh 3 kW, losses
dibuat dibagi seimbang antara iron dan copper. Selama satu hari, trafo
dioperasikan pada beban penuh selama 3 jam, satu setengah beban untuk 4 jam,
output dibuat tak berarti untuk sisa dari satu hari itu. Hitung efisiensi sepanjang
hari.

Jawab
Iron loss untuk 24 jam = 1,5 X 24 = 36 kWh
Cu loss beban penuh = 1,5 kW
Cu loss untuk 3 jam pada beban penuh = 1,5 X 3 = 4,5 kWh
Cu loss pada setengah beban penuh = 1,5/4 kW
Cu loss untuk 4 jam saat setengan beban = (1,5/4) X 4 = 1,5 kWh
Total losses = 36 + 4,5 + 1,5 = 42 kWh
Total output = (100 X 3) + (50 X 4)
= 500 kWh

sepanjang hari
= 500 X 100/542 = 92,26 %
Efisiensi komersial dari trafo = 100/(100 + 3)
= 0,971 = 97,1 %

Contoh 47
Dua trafo 100 kW yang masing-masingnya mempunyai efisiensi 98 % tapi
maksimum efisiensi terjadi saat trafo yang lain beban penuh, ini terjadi saat
setengah beban. Setiap trafo berbeban penuh selama 4 jam, setengah beban selama
6 jam dan sepersepuluh beban selama 14 jam setiap harinya. Hitung efisiensi
sepanjang hari dari masing-masing trafo.

Jawab
Misal x adalah iron loss dan y adalah Cu loss saat beban penuh. Jika efiosiensi
komersial saat 1/m dari beban penuh, maka x = y/m
2
Output = 100 kW
Input = 100/0,98
Total losses = 100/0,98 100 = 2,04 kW
y + y/m
2
= 2,04
Trafo 1
m = 1
y + y = 2,04 ;
y = 1,02 kW
dan x = 1,02 kW
Iron loss untuk 24 jam = 1,02 X 24 = 24,48 kWh
Cu loss untuk 24 jam = 4 X 1,02 + 6 (1,02/4) + 14 (1.02/10
2
)
= 5,73 kW
Total loss = 24,48 + 5,73 = 30,21 kWh
Output selama 24 jam = (4 X 100) + (6 X 50) + (14 X 10) = 840 kWh

sepanjang hari
= 840/870,21 = 0,965 atau 96,5 %


Trafo 2
1/m = atau m = 2
y + y/4 = 2,04
y = 1,63 kW
x = 0,41 kW
Output = 840 kWh
Iron loss selama 24 jam = 0,41 X 24 = 9,84 kWh
Cu loss selama 24 jam = 4 X 1,63 + 6(1,63/4) + 14(1,63/10
2
)
= 9,19 kWh
Total loss = 9.84 + 9.19 = 19,03 kWh

sepanjang hari
= 840/859,03 = 0,978 atau 97,8 %

Contoh 48
Sebuah trafo distrbusi 5 kVA mempunyai efisiensi beban penuh saat p.f 95 %,
copper dan iron losses bernilai sama. Hitung efisiensi sepanjang hari jika
pembebaanan selama 24 jam sebagai berikut:
Tidak berbeban selama 10 jam, seperempat beban selama 7 jam,setengah selama 5
jam, beban penuh selama 2 jam. Faktor daya beban diasumsikan unity.

Jawab
Pertama-tama kita cari losses dari efisiensi komersial trafo yang diberikan.
Output = 5 X1
Input = 5/0,95 = 5,264 kW
Losses = (5,264 5,000) = 0,264 kW
Saat efisiensi bernilai maksimum, nilai dari losses Cu dan iron bernilai sama.
Cu loss saat beban penuh dari 5 kVA = 264/2 = 132 W
Iron loss = 132 W
Cu loss saat seperempat beban penuh = (1/4)
2
X 132 = 8,2 W
Cu loss saat setengah beban penuh = (1/2)
2
X 132 = 33 W
Cu loss seperempat beban selama 7 jam = 7 X 8,2 = 57,4 Wh
Cu loss beban penuh selama 2 jam = 2 X 132 = 264 Wh
Total Cu loss selama satu hari = 57,4 + 165 +264
= 486,4 Wh = 0,486 kWh
Iron loss selam 24 jam = 24 X 132
= 3168 Wh = 3,168 kWh
Total losses selama 24 jam = 3,168 + 0,486 = 3,654 kWh
Saat beban faktor daya diasumsikan sebagai unity.
Output beban penuh = 5 X 1 = 5 kW
Output setengah beban penuh = (5/2) X 1 = 2,5 kW
Output seperempat beban = (5/4) X 1 = 1,25 kW
Output trafo dalam satu hari = (7 X 1,25) + (5 X 2,5)
+ (2 X 5) = 31,25 kWh

sepanjang hari
= 31,25/(31,25 + 3,654)
= 0,8953 atau 89,53 %




Contoh 49
Hitung efisiensi sepanjang hari dari sebuah trafo 15 kVA yang memiliki efisiensi
maksimum 98% dengan faktor daya unity dan berbeban sebaagia brerikut:
12 jam 2 kW 0,5 pf lag
6 jam 12 kW 0,8 pf lag
6 jam tidak bebeban
Jawab
Output = 15 X 1 = 15 kW
Input = 15/0,98
Losses = (15 15/0,98) = 0,306 kW = 306 W
Saat efisiensi maksimum, antara losses Cu dan losses iron bernilai sama.
Cu loss saat 15 kVA = 306/2 = 153 W
Iron loss = 153 W
2 kW saat 0,5 pf = 4 kVA
Cu loss saat 4 kVA = 153 (4/15)
2
= 10,9 W
Cu loss selama 12 jam = 12 X 10,9 = 131 W
12 kW saat 0,8 pf = 12/0.8 = 15 kVA
Cu loss saat 15 kVA = 153W
Cu loss selama 6 jam = 6 X 153 = 918 Wh
Total Cu loss selama 24 jam = 131 + 918 = 1050 Wh = 1,05 kWh
Iron loss selama 24 jam = 24 X 153 = 3,672 Wh = 3,672 kWh
Output selama 24 jam = (2 X 12) + (6 X 12) = 96 kWh
Input dalam 24 jam = 96 + 1,05 + 3,672 = 100,72 kWh

sepanjang hari
= 96 X100/100,72 = 95,3%

Contoh 50
Sebuah trafo 150 kVA dibebani sebagai berukut:
Beban ditambah dari nol sampai 100 kVA selama 3 jam 7 A.M sampai 10.00
A.M, tetap 100 kVA dari 10 A.M sampai 6 P.M dan kemudian trafo diputuskan
hingga esok harinya. Diasumsikan beban resistif dan core loss sama untuk beban
penuh copper loss 1 kW, hitung efisiensi spanjang hari dn efisiensi kemesial dari
trafo.
Jawab
Saat beban resistif, nilai pf unity
Beban rata-rata dari 7 A.M sampai 10A.M = (0 + 100)/2
= 50 kVA dengan 1/3 beban penuh
Beban dari 10 A.M sampai 6 P.M = 100 kVA dengan 2/3 beban penuh
Ordinary Efisiensi
Dalam kasus ini, variasi beban tidak berkaitan.
Output = 150 X 1 = 150 kW
Iron loss = Cu loss = 1 kW
Total loss = 2 kW
Ordinary

= 150/(150 + 2) = 0,9868 atau 98,68%
Efisiensi Sepanjang hari
Cu loss dari 7 10 A.M = 3 X (1/3)
2
X 1 = 0,333 kWh
Cu loss dari 10 A.M sampai 6 P.M = 8 X (2/3)
2
X 1 = 3,555 kWh
Total Cu loss selama 24 jam = 0,3333 + 3,555 = 3,888 kWh
Total iron loss selama 24 jam = 24 X 1 = 24 kWh
Losses selama 24 jam = 27,888 kWh
Output selama 24 jam = 3 (50 X 1) + 8 (100 X 1)
= 950 kWh

sepanjang hari
= (950 X 100)/(950 + 27,888)
= 97,15%

Anda mungkin juga menyukai