Anda di halaman 1dari 8

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

  • 1. RHIZOMA 2

    • 1.1. TEMU IRENG ( Curcuma aeruginosa )

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 1. RHIZOMA 2 1.1. TEMU IRENG ( Curcuma aeruginosa ) 1.1.1. IDENTIFIKASI
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 1. RHIZOMA 2 1.1. TEMU IRENG ( Curcuma aeruginosa ) 1.1.1. IDENTIFIKASI
  • 1.1.1. IDENTIFIKASI ORGANOLEPTIK

Warna

: Coklat muda, ada warna biru didalam.

Bau

: Sangat Pahit

Rasa

: Khas aromatic

  • 1.1.2 IDENTIFIKASI MAKROSKOPIK Kepingan, pipih, keras, panjang 1cm 5cm, lebar 1cm 3cm, tebal sampai 0,5cm, tepi agak melengkung, permukaan berwarna coklat keabu- abuan atau jingga keabu-abuan. Batas korteks dengan silinder pusat jelas. Bekas patahan agak rata, tidak berserat, agak berdebu

  • 1.1.3 IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Nama Lokal

: Temu Ireng

Nama Ilmiah

: Curcuma aeruginosa

Nama simplisia

: Curcumae Aeruginosae Rhizome

Nama Preparat

: Irisan melintang temu ireng

Famili

: Zingiberaceae

Perbesaran

: 10 x 10 dan 10 x 40

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 1. RHIZOMA 2 1.1. TEMU IRENG ( Curcuma aeruginosa ) 1.1.1. IDENTIFIKASI

Ket 100x :

  • 1. Epidermis

  • 2. Parenkim Korteks

  • 3. Korteks

  • 4. Pembuluh

  • 5. Endodermis

  • 6. Stele

  • 7. Sel minyak

Ket 400x :

  • 1. Epidermis

  • 2. Endodermis

  • 3. Pembuluh

  • 4. Butir amilum

  • 5. Sel minyak

  • 1.1.4 IDENTIFIKASI KIMIAWI Setelah direaksikan dengan IKI (Iodium dalam air) preparat berwarna ungu yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung amilum. Setelah direaksikan dengan Sudan III, preparat berwarna merah yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung minyak atsiri. Kandungan menurut literatur : Rimpang temu hitam mengandung minyak asiri, tanin, kurkumol, kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumalakton, germakron, a, ß, g-elemene, linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin, bisdemethyoxykurkumin. Khasiat : Rimpang berkhasiat untuk mengatasi: tidak nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, penyakit kulit seperti kudis, ruam, dan borok, perut mulas (kolik), sariawan, batuk, sesak napas, dan cacingan.

1.2.

KUNCI PEPET ( Kaempferia angustifolia )

1.2. KUNCI PEPET ( Kaempferia angustifolia ) 1.2.1. IDENTIFIKASI ORGANOLEPTIK  Warna : Coklat bening 
  • 1.2.1. IDENTIFIKASI ORGANOLEPTIK

Warna

: Coklat bening

Bau

: Seperti kacang tanah muda

Rasa

: Khas aromatik tidak tajam

  • 1.2.2 IDENTIFIKASI MAKROSKOPIK Bentuk dari rimpang panjang 1cm 5cm; lebar 1mm 2cm; bentuk hampir bulat menjorok lonjong dan memanjang. Rimpang dibelah terlihat warnanya putih pucat, berserat halus, dan rasanya pahit.

  • 1.2.3 IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Nama Lokal

: Kunci pepet

Nama Ilmiah

: Kaempferia angustifola / Kaempferia rotunda

Nama Simplisia

: Kaempferiae angustifolae / rotundae Rhizoma

Nama Preparat

: Irisan melintang temu ireng

Famili

: Zingiberaceae

Perbesaran

: 10 x 10 dan 10 x 40

1.2. KUNCI PEPET ( Kaempferia angustifolia ) 1.2.1. IDENTIFIKASI ORGANOLEPTIK  Warna : Coklat bening 

Ket 100x :

  • 1. Epidermis

  • 2. Endodermis

  • 3. Pembuluh

  • 4. Sel minyak

  • 5. Butir amilum

Ket 400x :

  • 1. Epidermis

  • 2. Endodermis

  • 3. Pembuluh

  • 4. Parenkim korteks

  • 5. Sel minyak

  • 6. Butir amilum

  • 1.2.4 IDENTIFIKASI KIMIAWI Setelah direaksikan dengan IKI (Iodium dalam air) preparat berwarna ungu yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung amilum. Setelah direaksikan dengan Sudan III, preparat berwarna merah yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung minyak atsiri. Kandungan menurut literatur: Rimpang mengandung minyak atsiri berwarna kuning muda, agak berbau, mengandung borneol, sineol, metil khavikol, dan saponin. Khasiat : Berkhasiat anti radang, peluruh kentut (karminatif), dan mempercepat penyembuhan luka. Rimpang digunakan untuk mengatasi: gangguan pencernaan, sakit perut, perut mulas, dan bengkak karena memar, keseleo.

  • 1.3. TEMU GIRING ( Curcuma heyneana )

3. Pembuluh 4. Sel minyak 5. Butir amilum Ket 400x : 1. Epidermis 2. Endodermis 3.

Warna

: Coklat muda agak bening

Bau

: Pahit, agak pedas

Rasa

: Khas aromatik

  • 1.3.2 IDENTIFIKASI MAKROSKOPIK Keping pipih, ringan, bentuk hampir bulat jorong atau bulat panjang, kadang bercabang atau berbentuk tidak beraturan; tebal keeping 1mm 4mm; panjang 2cm 5cm; lebar 5mm 4cm; bagian tepi berombak atau keriput, warna kecoklatan; bagian tengah berwarna kuning keputih-putihan; kadang-kadang terdapat pangkal upih daun dan pangkal akar; batas korteks dan silinder pusat kadang jelas; korteks sempit, lebar lebih kurang 3mm; silinder pusat lebar; berkas patahan agak rata, warna kuning keputih-putihan.

  • 1.3.3 IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Nama Lokal

: Temu Giring

Nama Ilmiah

: Curcuma heyneana

Nama Simplisia

: Curcuma heyneanae rhizoma

Nama Preparat

: Irisan melintang temu giring

Famili

: Zingiberaceae

Perbesaran

: 10 x 10

 Warna : Coklat muda agak bening  Bau : Pahit, agak pedas  Rasa :

Ket :

  • 1. Epidermis

  • 2. Amilum

  • 3. Sel minyak

  • 4. Endodermis

  • 5. pembuluh

Setelah direaksikan dengan IKI (Iodium dalam air) preparat berwarna ungu yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung amilum. Setelah direaksikan dengan Sudan III, preparat berwarna merah yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung minyak atsiri.

Kandungan menurut literatur :

piperazin sitrat, atsiri, amilun, dammar, lemak, dan tannin.

Kegunaan :

Temu giring dalam pengobatan tradisional dimanfaatkan sebagai obat cacing, meningkatkan stamina, rematik, sembelit, dan disentri. Sedangkan manfaat temu giring adalah untuk mengatasi: perasaan tidak tenang atau cemas, jantung berdebar-debar, cacingan entah karena cacing kremi atau cacing gelang, sembelit, disentri, haid tidak teratur, rematik, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, berat badan anak-anak menurun, menghaluskan kulit, jerawat, luka, koreng, cacar air, batuk, dan lainnya. Luka pada kulit atau koreng.

  • 1.4. TEMU KUNCI ( Boesenbergia pandurata )

Setelah direaksikan dengan IKI (Iodium dalam air) preparat berwarna ungu yang membuktikan bahwa preparat dari irisan
  • 1.4.1. IDENTIFIKASI ORGANOLEPTIK

Warna

: kuning

Bau

: Agak pahit, menumbulkan rasa agak tebal

Rasa

: Khas aromatik

  • 1.4.2 IDENTIFIKASI MAKROSKOPIK Kepingan: keras, tidak rapus, bentuk hamper bulat, jorong sampai bulat telur, kadang-kadang bercabang; lebar sampai 15mm, panjang sampai

25mm, tebal 2mm 5mm; permukaan luar tidak rata, berwarna coklat muda coklat kelabu, berkerut melintang atau berkerut membujur; kadang-kadang terdapat pangkal upih daun atau pangkal akar; bidang irisan berwarna coklat muda kekuningan; bekas patahan rata, berwarna putih kecoklatan.

  • 1.4.3 IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK

Nama Lokal

: Temu Kunci

Nama Ilmiah

: Boesenbergia pandurata

Nama Simplisia

: Boesebergiae rhizoma

Nama Preparat

: Irisan melintang temu ireng

Famili

: Zingiberaceae

Perbesaran

: 10 x 10 dan 10 x 40

25mm, tebal 2mm – 5mm; permukaan luar tidak rata, berwarna coklat muda – coklat kelabu, berkerut

Ket 100x :

1.

Epidermis

2.

Butir amilum

3.

Sel minyak

4.

Pembuluh

5.

Endodermis

Ket 400x :

1.

Epidermis

2.

Sel minyak

3.

Butir amilum / pati

4.

Parenkim korteks

5.

Berkas pembuluh

6.

Endodermis

  • 1.4.4 IDENTIFIKASI KIMIAWI

Setelah direaksikan dengan IKI (Iodium dalam air) preparat berwarna ungu yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung amilum. Setelah direaksikan dengan Sudan III, preparat berwarna merah yang membuktikan bahwa preparat dari irisan melintang temu ireng positif mengandung minyak atsiri.

Kandungan menurut literatur :

Mengandung Minyak atsiri (terdiri dari kamfer, sineol, metil sinamat, dan hidromirsen), d-borneol,d-pinen sesquiterpen, Kurkumin, Tannin, Saponin, dan Flavonoid.

Kegunaan :

Rimpang: sebagai peluruh dahak/untuk menanggulangi batuk, peluruh kentut, penambah nafsu makan, menyembuhkan sariawan, bumbu masak, pemacu keluarnya air susu ibu (ASI).