Anda di halaman 1dari 25

TUGAS MONOGRAPH SPESIES MK SISTEMATIKAHEWAN

Anarhichas lupus Nama Lokal Nama Inggris Habitat Makanan Reproduksi

: Wolffish : Wolffish : Laut; demersal; oceanodromous dengan kedalaman sekitar 1 - 600 m. : kelompok molusca, Echinodermata, dan crustaceans :

Perilaku ikan ini ketika membuahi telur mereka ialah menjauh dari gerombolan ikan lainnya. Pada saat betina melepaskan telurnya ke laut lepas agar difertilisasi oleh ikan jantan. Ikan jantan tersebut kemudian membuahi telur-telur tersebut secara internal dan tinggal di sarangnya untuk melindungi telur-telur tersebut selama 4 bulan hingga cukup kuat dan siap untuk dilepas secara bebas. Telur-telur ikan ini berdiameter 5,5 6,0 mm, berwarna kuning tembus cahaya. Telur-telur tersebut bertebaran di dasar lautan dalam jumlah yang banyak dan bergerombol di rumput laut atau bebatuan. Pertumbuhan ikan ini untuk menjadi dewasa relative lambat, yakni pada umur 6 tahun.

Perilaku/Ethologi : Ikan ini biasa ditemukan di daerah dekat pantai atau lepas pantai. Biasanya mendiami dasar yang berbatu, terkadang juga di atas pasir atau lumpur dan juga di daerah benthic. Hidup
secara soliter. Ikan ini memiliki anti-freeze alami yang diproduksi untuk menjaga aliran darahnya meskipun suhu lingkungannya sangat dingin.

Penyebaran : Tersebar di Atlantik bagian timur laut : Spitsbergen southward hingga Laut Putih, pesisir
Skandinavia, Laut utara, Kepulauan Britania, Iceland dan pesisir Tenggara Greenland. Barat laut Atlantik : Selatan Labrador di Kanada dan barat Greenland hingga Semenanjung Cod di Massachusetts, USA; terkadang hingga ke New Jersey, USA. Tempat lainnya ialah di laut Baltik (timur hingga ke Rgen dan pulau Bornholm), teluk Biscay dan barat laut Mediterrania (jurang Genoa)

Morfologi : Ikan ini memiliki warna tubuh zaitun kecoklatan hingga biru keabuan terang. Tampak dengan jelas berkas gelap tidak beraturan yang melintang di sepanjang sisi tubuhnya. Ikan hantu serigala Atlantik memiliki bentuk yang memanjang. Tubuhnya, bagian yang paling dalam pada tengkuk leher, meruncing ke belakang tangkai caudal yang menyempit dan sirip ekor yang kecil. Ikan ini memiliki sirip pektoral membulat dan besar, sedikit sirip pelvic, dan tidak memiliki gurat sisi. Sirip dorsalnya memiliki tinggi yang beragam dan membentang dari area leher hingga ke belakang, dimana sirip ekor berada. Sirip analnya memiliki panjang berkisar setengah dari panjang sirip dorsalnya. Ikan ini memiliki rahang yang kuat dan dilengkapi oleh gigi taring yang bersar dan geraham yang yang besar dan padat pula. Ikan ini dapat tumbuh dengan panjang 5 ft dan ukuran rata-rata hingga 3 ft. Foto :

Pustaka

Bigelow, Henry B. and William C. Schroeder. 1953. "Fishes of the Gulf of Maine." Fishery Bulletin of the Fish and Wildlife Service. Washington, 1953. v 53; p503-506. Diakses dari http://gma.org/fogm/Anarhichas_lupus.htm Pada 30 Mei 2013 pukul 08.10 WIB. FishBase. 2013. Anarhichas lupus. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.07 WIB.

Anarhichas minor NamaLokal : Spotted sea-cat NamaInggris : Spotted Wolffish Habitat : Perairan lepas pantai dan berakhir di dasar yang lunak, sering kali dengan bebatuan besar pada kedalaman 25-590 m, namun paling sering di kedalaman 100-400m. Makanan : Makanan utama adalah dari kelompok Echinodermata, namun juga mengkonsumsi molusca, crustacean, dan ikan. Reproduksi :
Telur ikan ini disimpan dalam suatu gumpalan berbentuk bola di kedalaman 110-250 m pada bulan April-December, utamanya pada bulan Juni-Agustus, fase larva pelagic pada Juni (berukuran 2,4 cm), kemudian menjadi penghuni bawah pada 4-7 cm TL

Perilaku/Ethology

Kelompok ikan ini sangat menyukai tempat berpasir kasar/pecahan halus kerang dengan bebatuan yang dekat dengan sarang untuk berlindung. Laju pertumbuhan ikan ini lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan Atlantic Wolffish. Ikan baru dewasa pada umur 7 tahun dan dapat hidup hingga 21 tahun. Kelompok species ini tidak membentuk kelompok yang besar dan bermigrasi secara local dan terbatas.

Penyebaran

Ikan ini tersebar di selatan Spitsbergen hingga pesisir Skandinavia, juga Iceland dan pantai tenggara Greenland. Lokasi lainnya, pantai barat Greenland, Baffin I. Selatan hingga ke pinggir Nova Scotia, terkadang hingga ke teluk Massachusetts.

Morfologi

Tubuh ikan ini memanjang, berkepala besar dengan moncong yang tumpul. Rahang bergigi kuat, gigi taringnya terletak di depan, gigi berbentuk kerucut dan membulat terletak di belakang, gigi di vomernya besar, agak tajam, sampai jauh di balik garis gigi palatine di kedua sisi. Sirip caudal terdiri dari 20-23 finrays. Warna tubuhnya kekuningan atau coklat keabu-abuan hingga coklat gelap, dengan banyak bintik yang jelas meluas hingga diatas sirip dorsal. Pada saat masih muda, terlihat batangan berwarna hitam meluas hingga 10 cm. Ukuran ikan ini dapat mencapai 144 cm TL. Namun pada umumnya 120 cm.

Foto

Pustaka

Marine Species. 2013. Fishes of the NE Atlantic and the Mediterranean Spotted sea-cat (Anarhichas minor). Diakses di http://www.marinespecies.org/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.12 WIB. Department of Fisheries and Oceans. 2005. Spotted Wolffish: A Species at Risk in the North. Government of Canada.

Pholis crassispina NamaLokal NamaInggris Habitat Makanan Reproduksi : Spotted Gunnel : Spotted Gunnel : Laut, demersal pada kedalaman 0-5 m : Ikan-ikan kecil, benthic. :

Seperti reproduksi ikan pada umumnya, bertelur dan pembuahannya dilakukan secara eksternal oleh jantan. Untuk musim kawin dan fertilisasinya belum tercatat di literature manapun. Perilaku/Ethology :

Ikan ini sangat sering ditemukan berkeliaran di zona intertidal hingga kedalaman 5 m. sangat menyukai hamparan rumput laut dengan koral. Penyebaran :

Ikan ini tersebar di daerah barat laut pasifik: Jepang, Semenanjung Korea dan sungai kuning hingga ke teluk Po-Hai (Bo Hai, Chihli), China. Morphology :

Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang memanjang seperti ikan lele. Berwarna kuning keemasan dengan sembur coklat gelap di sepanjang area dorsal dan bintik-bintik hitam. Memiliki moncong yang bentuknya hamper seperti ikan arwana. Sirip ekornya membulat. Memiliki jumlah duri dorsal sebenyak 73 81, namun tidak memiliki dorsal soft rays. Duri di bagian analnya berjumlah 2, dan anal soft rays-nya berkisar 34-41. Memiliki gurat sisi yang memanjang di tengah. Ukuran ikan ini dapat mencapai 25 cm.

Foto

Pustaka

FishBase. 2013. Pholis crassispina. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.30 WIB.

Lycodes toyamensis Nama Lokal Nama Inggris Habitat Makanan Reproduksi : Eelpout : Eelpout : Laut, demersal :.ikanikan kecil, benton, larva :

Seperti reproduksi ikan pada umumnya, bertelur dan pembuahannya dilakukan secara eksternal oleh jantan. Untuk musim kawin dan fertilisasinya belum tercatat di literature manapun Perilaku/Ethology Penyebaran ::

Ikan dapat ditemui di daerah barat laut Pasifik : Laut Jepang dan selatan laut Okhotsk.

Morphology

Ikan ini bertubuh memanjang dan menguncup di bagian ekor. Sirip dorsal, ekor, dan sirip anal seolah menyatu dan membentuk pinggiran tubuhnya. Bentuknya sekilas mirip ikan lele. Begitu juga dengan bentuk kepalanya. Ikan ini memiliki ukuran hingga 32,5 cm. Warna tubuhnya tidak dapat dijelaskan dengan pasti karena belum ada literature yang menjelaskan dan memuat foto asli dari species ini. Foto :

Pustaka

FishBase. 2013. Lycodes toyamensis. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.22 WIB.

Clinocottus analis NamaLokal NamaInggris Habitat Makanan Reproduksi

: Wolly sculpin : Wolly sculpin : Laut, demersal, subtropical pada ketinggian 0-18 m : ikan-ikan kecil, crustacean, Benton, larva :

Seperti reproduksi ikan pada umumnya, bertelur dan pembuahannya dilakukan secara eksternal oleh jantan. Untuk musim kawin dan fertilisasinya belum tercatat di literature manapun Perilaku/Ethology :

Biasanyanya menempati daerah intertidal dengan kebiasaan rumah. Seringkali ditemui dimana terdapaat banyak alga. Ikan ini akan meninggalkan tempatnya jika kondisi akuatik sedang tidak ramah

Penyebaran

Ikan ini tersebar di timur pusat Pasifik : Tanjung Mendocino di utara California, USA hingga pusat Baja California, Mexico.

Morphology

Ikan ini memiliki panjang maksimal 18 cm. Memiliki kepala yang agak besar jika dibandingkan dengan proporsi tubuhnya. Sehingga tubuh bagian depan agak besar lalu mengecil hingga ke belakang. Kepalanya flat. Memiliki warna hijau lumut keabu-abuan dengan corakcorak hitam. Sirip caudalnya berbentuk truncate. Sekilas ikan ini seperti ikan cupang. Foto :

Pustaka

FishBase. 2013. Clinocottus analis. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.23 WIB.

Cottus hangiongensis NamaLokal NamaInggris Habitat Makanan Reproduksi ::: Laut; air tawar; air payau; demersal; catadromous : Benton, algae, larva :

Seperti reproduksi ikan pada umumnya, bertelur dan pembuahannya dilakukan secara eksternal oleh jantan. Untuk musim kawin dan fertilisasinya belum tercatat di literature manapun Perilaku/Ethology :

Ikan dewasa berkeliaran di daerah pertengahan atau bagian dalam sungai. Sedangkan larvanya mendiami daerah perairan di pesisir. Ikan ini biasanya ditemui di aliran air jernih dan dingin di atas daerah berpasir.

Penyebaran

Ikan ini tersebar di Asia: Primorski Krai di semenanjung Korea. Juga dari Hokkaido, Japan.

Morphology : Ikan ini memiliki tubuh yang memanjang dengan moncong yang tumpul. Kepalanya flat. Sirip caudalnya berbentuk truncated berwarna kuning transparan dengan garis putus-putus hitam. Tubuhnya berwarna hitam dengan sirip-sirip berwarna kekuningan dengan garis putus-putus hitam. Panjang maksimal ikan ini ialah 15 cm Foto :

Pustaka

Masuda, H., K. Amaoka, C. Araga, T. Uyeno dan T. Yoshino. 1984. The fishes of the Japanese Archipelago. Vol. 1. Tokai University Press, Tokyo, Japan. 437 p. (text). FishBase. 2013. Cottus hangiongensis. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.40 WIB.

Cottus poecilopus Nama Lokal Nama Inggris Habitat

: : Alpine bullhead, Siberian bullhead : Daerah bentik dengan aliran air yang deras di pesisir, sungai, dan juga danau.

Makanan : Alga (diatoms, desmids, algae hijau-biru), polichaeta, crustacean, Larva serangga akuatik dan
nimfa (Ephemeroptera, Trichoptera, Plecoptera, Chironomidae), dan juga telur ikan dan larva.

Reproduksi

Ikan ini bertelur pada bulan May-Juni. Namun ada literature lain yang mengatakan bahwa ikan ini bertelur pada kisaran bulan Februari-April ketika suhu naik sekitar 50C. Telur pertama dikeluarkan pada saat berumur 2-4 tahun. Ikan ini dapat bertelur sekitar 200-1000 telur, dengan diameter telur kurang dari 1,5 mm. Telurnya berwarna jingga Betina bertelur tiap tahun. Kebanyakan individu bertelur 2-3 musim. Mereka meletakkan telurnya yang saling merekat di sarang yang padat yang terletak di langit-langit rongga suatu batuan di dasar laut. Ikan jantan mengawal dan menjaga telur-telur hingga menetas. Biasanya seorang jantan dapat mengawal lebih dari satu sarang telur seirang betina.

Perilaku/Ethology

Ikan ini merupakan ikan nocturnal atau aktif di malam hari, namun mengalami perubahan kebiasaan menjadi aktif di siang hari pada saat musim dingin di Artik. Ikan ini pemangsa bagi semua jenis Benton invertebrate. Mendiami kawasan utara, pegunungan, dan sungai di bukit kaki gunung. Ikan ini sangat menyukai aliran air yang cepat dan deras di arus pesisir, sungai, danau, dan juga perairan yang berbatu.

Penyebaran

Ikan ini tersebar di laut lembah utara (tenggara Norwegia, barat Jutland), lembah laut Baltik (Denmark, Oder, dan sungai Vistula, Swedia, sungai Neva), lembah laut Hitam (Sungai Danube dan Dneister). Lokasi lainnya di timur Siberia dan jauh ke sungai Timur.

Morphology

Tubuh telanjang kecuali pada bidang kecil dari duri-duri di bawah sirip pectoral. Sirip pelvic panjang, hingga melewati anus, sirip paling dalam kurang dari setengah panjang yang paling luar. Gurat sisinya terletak di garis tengah tubuh, pendek, ke bagian beawah belakang dari sirip lunak dorsal, dengan 20 pori. Sirip caudalnya berbentuk truncated. Warna tubuhnya hijau zaitun dengan 4-5 benjolan besar dan banyak benjolan kecil berwarna coklat, terang di panggul dan perut, tepi sirip dorsal pertama berwarna kuning-jingga, sirip pelvic dengan 5-15 bar melintang di tepi, bidang gelap di dasar sirip caudal; sirip dorsal, pectoral, dan anal biasanya memiliki bar yang lebih gelap. Ukuran ikan ini dapat mencapai 15 cm. namun pada umumnya berkisar 8,5 10 cm.

Foto

Pustaka

FishBase. 2013. Cottus poecilopus. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.23 WIB.

Marine Species. 2013. Fishes of the NE Atlantic and the Mediterranean Alpine bullhead (Cottus poecilopus). Diakses di http://www.marinespecies.org/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.55 WIB.

Cottus reinii NamaLokal NamaInggris Habitat Makanan Reproduksi

::: Di perairan air tawar, demersal : Algae, benthic, larva :

Seperti reproduksi ikan pada umumnya, bertelur dan pembuahannya dilakukan secara eksternal oleh jantan. Untuk musim kawin dan fertilisasinya belum tercatat di literature manapun Perilaku/Ethology : tidak dijelaskan di literature manapun

Penyebaran : Ikan ini ditemui di Asia (Jepang) Morphology : Ikan ini memiliki bentuk yang serupa dengan ikan-ikan genus Cottus lainnya, yakni memanjang denga tubuh bagian depan yang lebih lebar lalu menguncup hingga ke ekor. Semua siripnya memiliki corak garis putus-putus. Kepalanya plat. Panjang ikan ini dapat mencapai 12 cm. Memiliki corak warna yang gelap. Foto :

Pustaka

FishBase. 2013. Cottus reinii. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 08.33 WIB.

Aptocyclus ventricosus NamaLokal : NamaInggris : Smooth lumpsucker, Globefish Habitat : Laut, Benthopelagic pada kedalaman 0-1700 m Makanan : ikan, moluska, crustacean, Echinodermata, telur ikan Reproduksi : Seperti reproduksi ikan pada umumnya, bertelur dan pembuahannya dilakukan secara eksternal oleh jantan. Ikan jantan menjaga dan mengawal telur hingga menetas. Pada Desember hingga juni, dilakukan migrasi telur ke daerah perairan di pesisir laut Bering. Perilaku/Ethology Penyebaran ::

Ikan ini tersebar di wilayah Pasifik utara : Pusan, Korea utara (diluar laut Okhotsk) hingga Telur Providence di teluk Anadyr, laut Bering, sepanjang lembah dan pulau Aleustian, dan tenggara hingga terusan Mathieson, Kolumbia Britania, Kanada.

Morphology

Ikan ini memiliki bentu membulat hamper mirip sepeerti ikan fugu. Tidak memiliki duri dorsal, jumlah dorsal soft-raysnya 8-9, anl soft rays-nya 7-9. Warna tubuhnya Biru keabu-abuan sedangkan siripsiripnya berwatrana abu-abu kecoklatan dengan bintik hitam di daerah dorsal dan abu-abu lumpur pada sirip ventral. Sirip caudalnya berbentuk membulat atau rounded. Sirip pektoralnya besar dan meluas. Sirip pelvic termodifikasi membentuk lempengan atau disc yang melekat dengan tepi yang tebal pada permukaan ventral tubuhnya. Kulitnya telanjang tanpa dilapisi sisik. Sirip dorsal pertama menempel utuh di bawah kulit. Ukuran ikan ini dapat mencapai 41 cm.

Foto

Pustaka

Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. 2012. "Aptocyclus ventricosus" in FishBase. December 2012 version.

Satyrichthys amiscus NamaLokal NamaInggris Habitat Makanan Reproduksi Perilaku/Ethology Penyebaran

::: Laut, demersaal, perairan dalam : larva, telur ikan lain, ikan kecil, moluska. : - (tidak dijelaskan dalam literature) : - (tidak dijelaskan dalam literature) :

Ikan ini tersebar di barat laut Pasifik : Jepang Selatan and Laut Cina timur

Morphology : Ikan ini memiliki bentuk badan dimana bagian depan lebih lebar lalu meruncing ke belakang. Memiliki moncong yang meruncing dengan disertai seperti sungut di bawah bibir. Memiliki gurat sisi tepat di garis tengah tubuh yang memanjang hingga ke pangkal sirip caudal. Sirip caudalnya berbentuk truncated. Warna tubuhnya tidak dapat dideskripsikan karena tidak ada literature yang mencantumkan foto asli, namun hanya gambar skematis saja. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 28 cm Foto :

Pustaka

FishBase. 2013. Satyrichthys amiscus. Diakses di http://www.fishbase.org/summary/2501/ pada tanggal 30 Mei 2013 pukul 09.45 WIB.

Helicolenus hilgendorfii NamaLokal : Belibis polos NamaInggris : Lesser Whistling Duck Habitat : Laut, demersal kedalaman 150 500 m Makanan : telur ikan lain, ikan kecil, Benton, moluska, crusracean Reproduksi : Viviparous Perilaku/Ethology : Menyukai dataran pasir berlumpur Penyebaran :
Ikan ini tersebar di wilayah barat laut pasifik : Jepang dan selatan Korea hingga ke timur laut Cina

Morphology : Memiliki bentuk agak pipih melebar, mirip seperti ikan mas. Sirip caudalnya berbentuk truncated. Warna tubuhnya coklat kekuningan dengan totol hitam. Memiliki gurat sisi dimulai dari ujung atas tutup insang kemudian memanjang hingga tengah pangkal sirip caudal. Bermata bulat agak besar. Mulutnya terletak di atas garis tengah tubuh. Duri-duri di siripnya panjang dan runcing. Ukuran ikan ini dapat mencapai 27 cm. Foto :

Pustaka

Nakabo, T. 2002. Fishes of Japan with pictorial keys to the species, English edition I. Tokai University Press, Japan, pp v-866

Sebastiscus marmoratus NamaLokal : False kelpfish NamaInggris : False kelpfish Habitat : Laut, demersal; oceanodromous di wilayah tropis Makanan : ikan-ikan kecil, moluska, crustacean, larva, telur ikan lain Reproduksi : Viviparous Perilaku/Ethology : Sangat menyukai daerah tepi pantai dan bawah bebatuan. Ikan ini memiliki kelenjar racun yang berfungsi untuk pertahanan dari predator Penyebaran : Ikan ini tersebar di wilayah Pasifik barat: Hokkaido selatan, Jepang hingga ke Filipina. Morphology : Tubuhnya berbentuk pipih seperti ikan mas. Warna tubuhnya merupakan perpaduan corak dari bercak coklat tua yang besar dan bercak kecil berwarna putih dan jingga memenuhi tubunnya. Memiliki mata yang agak menonjol jelas . Sirip caudalnya berbentuk truncated. Di daerah atas matanya terdapat duri-duri kecil. Sirip dorsal pertama lebih pendek dari sirip dorsal kedua. Ikan ini dapat berukuran hingga 30 cm. Foto :

Pustaka : Masuda, H., K. Amaoka, C. Araga, T. Uyeno and T. Yoshino. 1984. The fishes of the Japanese Archipelago. Vol. 1. Tokai University Press, Tokyo, Japan. 437 p. (text).

Sebastes schlegelii NamaLokal : Korean rockfish NamaInggris : Korean rockfish Habitat : Laut, demersal, pada kedalaman antara 3-100 m Makanan : ikan-ikan kecil, moluska, crustacean, Echinodermata, larva, telur ikan lain. Reproduksi : Ovovivipar Perilaku/Ethology : Suka berenang di daerah tepi laut, tepatnya di bawah batu-batuan. Pada saat masih kecil, seringkali bergerombol di rumput laut yang mengapung. Penyebaran : Ikan ini tersebar di barat laut pasifik : Jepang, Semenanjung Korea, dan China. Morphology :

Ikan ini memiliki bentuk tubuh agak pipih dan melebar. Kepalanya flat. Memiliki duri dorsal sebanyak 13 dan dorsal soft ray 11-13. Sedangkan duri anal sebanyak 3 dan anal soft rays sebanyak 6-8. Sirip caudalnya berbertuk rounded. Ikan ini memiliki warna perpaduan antara kuning mas dengan bercak-bercak hitam. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 65 cm.

Foto

Pustaka

Masuda, H., K. Amaoka, C. Araga, T. Uyeno and T. Yoshino. 1984. The fishes of the Japanese Archipelago. Vol. 1. Tokai University Press, Tokyo, Japan. 437 p. (text).

Elassoma evergladei NamaLokal NamaInggris Habitat 300 C Makanan

: : : Perairan tawar, demersal, dengan pH 7,0 - 7,5 dengan temperature 100 C

: Carnivorous, all types of live foods including daphnia, cyclops, brine shrimp and tubifex worms. They will also accept algae and flakes Reproduksi : Musim kawin terjadi musiman di awal musim panas untuk Southern ground hornbills, tapi tidak setiap tahun. Southern ground hornbill adalah monogami. Penampilan didasarkan pada ukuran burung. Dengan demikian, hanya akan ada satu pasangan kawin, karena hanya betina dan jantan yang terbesar yang bereproduksi (pasangan alpha). Individu tersebut menghasilkan keturunan, sisa kawanan burung berfungsi sebagai pembantu. Rangkong Pria tidak dikenal untuk memperebutkan betina dan kekurangan setiap menampilkan pacaran rumit, tetapi pejanatan melakukan panggilan kawin pada betina saat pacaran. Southern ground hornbill memiliki masa kopulasi dan bersarang yang berlangsung dari bulan September sampai Desember. Selama ini, wanita menghabiskan banyak waktunya dalam rongga besar atau sekitar pohon dan tebing. Rongga ini biasanya terbuat dari daun terletak di dalam pohon atau tebing. Telur biasanya menetas 37-43 hari setelah sanggama. Setelah menetas mereka punya waktu 86 hari sampai fledging. Perilaku/Ethology : Southern ground hornbills sering hidup dalam kelompok-kelompok kecil dari 2 sampai 11, sering berhubungan, burung. Dalam masing-masing kelompok kecil, dominan (alpha) sepasang burung jantan dan betina biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan umur burung. Ada juga satu jantan dominan dan pemuliaan perempuan dalam setiap kelompok. Rangkong lainnya dalam kelompok biasanya bertindak sebagai "pekerja". Burung-burung ini mencarikan lokasi yang banyak makanan untuk kawananya. Kawanan ini juga mungkin termasuk burung enggang remaja yang belum meninggalkan wilayah rumah mereka. Penyebaran : Southern ground hornbills (Bucorvus leadbeateri) dibatasi untuk sub-Sahara Afrika. Burung ini non-migrasi, yang tersisa di habitat tertentu mereka sepanjang tahun. Mulai dari Kenya selatan, tepat di sebelah selatan Afrika tropis di utara, ke Botswana di selatan, utara Afrika Selatan. Jangkauan mereka extendeds timur ke barat di kawasan ini karena topografi dan habitat yang serupa dari timur ke barat. Sementara jangkauan mereka biasanya tidak meluas ke Afrika Selatan, mereka telah terlihat di Taman Nasional Kruger di bagian utara Afrika Selatan. Mereka juga telah dilaporkan di Tarangire National Park di Tanzania. Morphology : Southern ground hornbills adalah burung terbesar dalam keluarga rangkong (Bucerotidae Keluarga, hingga mencapai tinggi 100 cm Southern ground hornbills menyerupai Northern ground hornbills, tetapi memiliki tanda yang berbeda di bulu burung ini sepenuhnya hitam dengan putih yang berbeda bulu primer. Pada Southern ground hornbills, dimorfisme seksual jelas. Laki-laki memiliki warna merah constinuous pada wajah dan leher mereka, sementara perempuan memiliki warna biru di tenggorokan mereka. Northern ground hornbills berbeda dari Southern ground hornbills pada wajah dan leher mereka hampir benar-benar berwarna biru. Juvenile burung enggang tanah selatan memiliki bulu warna sama seperti orang dewasa, dengan bulu hitam dan putih primary, namun pewarnaan pada tenggorokan adalah kurang jelas dibandingkan pada orang dewasa. Kedua Southern ground hornbills dan Northern ground hornbills berbeda dari burung enggang lain bahwa mereka disesuaikan untuk bergerak dan hidup

di tanah, bukan gaya hidup arboreal. Hal ini ditunjukkan oleh paruh mereka besar, kepala, dan tubuh, serta kaki kekar mereka komparatif untuk ukuran mereka secara keseluruhan. Ciri khas lain yang dimiliki oleh Southern ground hornbills adalah tenggorokan kantung tiup mereka. Mereka memiliki bulu mata panjang untuk membantu dalam bayangan mata mereka. Tidak ada variasi geografis atau musiman dalam spesies ini, juga tidak ada morphs berbeda. Foto :

Pustaka : Gentilcore, V. and A. Sorenson 2012. "Bucorvus leadbeateri" (On-line), Animal Diversity Web. Accessed June 05, 2013 at http://animaldiversity.ummz.umich.edu/accounts/Bucorvus_leadbeateri/

Penelopides panini NamaLokal : Enggang Tariktik NamaInggris : Visayan tarictic Habitat : Hutan hujan kanopi Makanan : Buah, serangga, kumbang, semut dan cacing tanah (jarang). Reproduksi : Breeding Seperti rangkong lainnya, yaitu wanita disegel ke sarang oleh laki-laki selama inkubasi, tapi sepertinya ini hanya asumsi karena kenyataannya betina masih dapat terbang kesa kemari pada saat inkubasi. Breeding tampaknya terjadi antara bulan Maret dan Juni. Penduduk setempat di Negros dan Panay melaporkan musim bersarang bervariasi antara Februari dan Juli. Siklus bersarang sekitar 95 hari. Sarang Burung di lubang pohon dipterocarp pada ketinggian 1525 m dengan kopling yang biasa-ukuran 2-3, dari sembilan nestlings dari (mungkin) semua lima dari sarang yang ditemukan, semua sembilan matang. Perilaku/Ethology : Visayan Hornbills hidup berkelompok dan sering di hutan hujan kanopi. Burung ini berisik dan membunyikan suara gencarnya yang terdengar seperti ta-rik-tik. Penyebaran : Visayan Hornbill (Penelopides panini) adalah rangkong ditemukan di hutan hujan di pulau Panay, Negros, Masbate, dan Guimaras, dan sebelumnya Ticao, di Filipina. Ini sebelumnya termasuk semua burung enggang tarictic lainnya Filipina sebagai subspesies, dalam hal ini nama umum dari 'spesies gabungan' itu disingkat menjadi Hornbill Tarictic. Morphology : Burung-burung dewasa menunjukkan dimorfisme seksual. Laki-laki memiliki kepala dan leher berwarna krem-putih, dada bagian atas putih, dada bagian bawah cokelat kemerahan dan uppertail-bulu, dan ekor krem-putih dengan ujung hitam yang luas. Paruh dan pelindung kepala yang kehitaman, bekas dengan punggung kekuningan. Kulit mata telanjang merah muda-putih. Ekor dan paruh dari perempuan menyerupai laki-laki, tetapi sebaliknya bulu betina berwarna hitam, dan kulit okular berwarna biru. Foto :

Pustaka : BirdLife International (2013) Species factsheet: Penelopides panini. Downloaded from http://www.birdlife.org on 06/06/2013. Recommended citation for factsheets for more than one species: BirdLife International (2013) IUCN Red List for birds. Downloaded from http://www.birdlife.org on 06/06/2013.

Aegotheles cristatus Nama Lokal : Owlet-nightjar Nama Inggris : Owlet-nightjar Habitat : Hutan terbuka, hutan, semak belukar, dan hutan bakau Makanan : Serangga malam Reproduksi : Australian Owlet-nightjars kadang bersarang di rongga bank atau bangunan. Kopling adalah satu sampai lima, sedikit mengkilap, putih telur bertanda, untuk alasan yang tidak diketahui, memiliki cangkang luar tebal. Menetas dengan dengan warna putih yang digantikan oleh lapisan kedua abu-abu turun sebelum bulu Juvenal tumbuh. Rincian pemuliaan dikenal hanya untuk spesies Australia, di mana inkubasi membutuhkan waktu 25-27 hari dan dilakukan setidaknya terutama oleh betina, telur menetas selama beberapa hari, kaum muda diberi makan oleh kedua orang tua, dan fledging terjadi setelah 21-32 hari. Tidak ada pembersihan sarang terjadi sehingga kotoran menumpuk di rongga sarang. Kedua jenis kelamin membangun sarang, dari daun hijau, ditempatkan di sebuah lubang pohon yang cocok atau celah batu. Kedua burung juga menetaskan telur dan merawat anaknya. Kopling berkisar antara 2 sampai 5 telur, masa inkubasi selama 28 hari. Perilaku/Ethology : Australia Owlet-nightjar makan di malam hari dengan menyelam dari bertengger dan menyambar serangga dari udara, tanah atau off batang dan cabang, dalam cara sikatan sebuah.Makan pada kebanyakan serangga, terutama kumbang, belalang dan semut. Pada siang hari mereka berdiam di cekungan di pohon. Penyebaran : Australia Owlet-nightjar adalah salah satu yang paling umum dan luas burung nokturnal Australia. Ada di seluruh Australia dan pulau-pulau, serta selatan New Guinea. Morphology : Australia Owlet-nightjar adalah yang terkecil dari burung nokturnal (burung malam) ditemukan di Australia. Mata yang besar coklat adalah non-reflektif bila terkena obor atau lampu sorot (burung nokturnal lainnya memberikan cerminan merah). The Owlet-nightjar memiliki dua colourations bulu yang berbeda: cokelat muda-coklat (berwarna karat), dan abu-abu yang lebih umum. Dalam kedua bentuk burung yang pucat bawah, dan samar-samar dilarang dengan hitam. Ada dua garis hitam lebar yang memperpanjang atas kepala dari atas mata, dan bertemu di bagian belakang leher. Bentuk berwarna karat terbatas pada burung betina, yang, bahkan dalam bentuk abu-abu, cenderung lebih berwarna karat-biruan dibanding laki-laki. Muda Owlet-nightjars menyerupai orang dewasa, tetapi memiliki tanda hitam kurang jelas. Foto :

Pustaka : BirdLife International (2013) Species factsheet: Aegotheles cristatus. Downloaded from http://www.birdlife.org on 06/06/2013. Recommended citation for factsheets for more than one species: BirdLife International (2013) IUCN Red List for birds. Downloaded from http://www.birdlife.org on 06/06/2013.

Anser albifrons NamaLokal : Greater White-fronted Goose NamaInggris : Greater White-fronted Goose Habitat : Rawa-rawa dan danau, air dangkal yang luas, lahan pertanian, padang rumput, dataran terbuka dengan banyak kolam, dan rawa-rawa pedalaman dan pesisir Makanan : rumput, daun, tanaman air, buah, dan biji-bijian, serangga, dan moluska Reproduksi : Terjadi pada musim gugur melalui musim semi. Mayoritas adalah berpasangan selama musim dingin kedua mereka. Ikatan pasangan yang seumur hidup dan monogami. Greater Whitefronted Goose menjadi dewasa secara seksual pada usia 3 tahun. Greater White-fronted Goose memulai bersarang pada akhir Mei atau awal Juni. Clutch terhitung berkisar 4-7 telur. Inkubasi berlangsung 26 sampai 28 hari. The Angsa meninggalkan sarang dalam waktu 24 jam dan menuju air terdekat. Perilaku/Ethology : Kondisi cuaca merupakan faktor kunci dalam keberhasilan reproduksi tahunan Angsa Putih-fronted. Di Arktik, kesempatan untuk bersarang, mengerami telur, dan meningkatkan merenung untuk keadaan penerbangan terbuka sebentar, selama sekitar tiga bulan. Tiba di akhir Mei atau awal Juni, Angsa Putih-fronted mulai berangkat ke area pementasan yaitu pada awal September. Ini berarti bahwa pencairan salju yang tertunda atau badai akhir musim semi secara signifikan dapat mengurangi keberhasilan reproduksi burung . Penyebaran : Amerika Utara burung midcontinent dari subspesies A.. gambeli yang pada tahun 2010 memiliki populasi penurunan sekitar 710,000 burung keturunan dari Alaska North Slope di barat dan tengah Artik Kanada Geese Tule dari American pantai Pasifik, yang pada tahun 2010 berjumlah kurang lebih 650.000 burung, bersarang di barat Alaska. Angsa midcontinent berkumpul di awal musim gugur di padang rumput dari Saskatchewan barat dan timur Alberta, menghabiskan beberapa minggu makan sebelum menuju ke daerah musim dingin dekat Teluk Meksiko, ke Meksiko utara. Burung-burung bermigrasi ke selatan Pasifik di pantai Pasifik, pementasan terutama di Klamath Cekungan selatan Oregon dan California utara dan musim dingin, akhirnya, di California Central Valley. The Tule Goose sangat langka dan telah sejak paruh kedua abad ke-19, mungkin itu dipengaruhi oleh perusakan habitat musim dingin, karena adanya pemukiman manusia. Di Kepulauan Inggris, dua kawanan melewati musim dingin: Greenland di Skotlandia dan Irlandia, Rusia dan di Inggris dan Wales. Mereka berkumpul di lahan pertanian di lokasi tradisional disukai, dengan berkumpulnya kawanan terkenal di WWT Slimbridge, Gloucestershire, Inggris Greenland. Juga melewati musim dingin di Irlandia dan dari akhir September dan melalui bulan-bulan musim dingin, Irlandia adalah rumah bagi hampir 50% dari populasi Greenland angsa putih-fronted. Morphology : Greater White-fronted Geese panjangnya adalah 64-81 cm (25-32 in), memiliki lebar sayap 130-165 cm (51-65 in) dan berat 1,93-3,31 kg (4,3-7,3 lb). Mereka memiliki kaki oranye terang dan mouse berwarna atas sayap-bulu. Mereka lebih kecil dari Greylag Angsa. Serta menjadi lebih besar dari Lesser Goose White-fronted, Greater Goose White-fronted tidak

memiliki cincin kuning di mata, dan white facial blaze tidak memanjang ke atas sejauh di Lesser. Laki-laki ukurannya lebih besar, jantan dan betina tidak memiliki penampilan yang sama yaitu coklat keabu-abuan dengan dada abu-abu terang dengan belang-belang cokelat tua sampai hitam bercak dan bar. Keduanya juga memiliki paruh merah muda serta tungkai dan kaki oranye. Foto :

Pustaka : Tesky, Julie L. 1993. Anser albifrons. In: Fire Effects Information System, [Online]. U.S. Department of Agriculture, Forest Service, Rocky Mountain Research Station, Fire Sciences Laboratory (Producer). Available: http://www.fs.fed.us/database/feis/ [2013, June 62013, June 6].

Myrmecobius fasciatus NamaLokal : Banded anteater, walpurti NamaInggris : Numbat Habitat : Hutan Makanan : Serangga Reproduksi : Menjelang musim kawin, yang terjadi dari Desember hingga Januari, numbats laki-laki mengeluarkan zat berminyak dari kelenjar sternum mereka, yang terletak di bagian atas dada. Menghidupkan bulu merah, minyak ini tajam digosok di atas permukaan kayu dan batu oleh pria. Selain untuk menunjukkan pada perempuan bahwa laki-laki sedang mencari pasangan, bau juga memperingatkan laki-laki lain untuk menjauh dari wilayahnya. Ketika pria menginginkan wanita tertentu, ia akan mengikutinya dan sangat memperhatikan daerah kloaka nya dengan mengendusnya. Baik pria dan wanita akan menyuarakan satu sama lain, menghasilkan suara yang terdiri dari serangkaian lunak klik. Numbats menyuarakan hanya selama dua periode yang berbeda dalam kehidupan mereka (selama musim kawin dan selama masa bayi ketika berkomunikasi dengan ibu), namun, vokalisasi peternakan secara signifikan berbeda dari vokalisasi bayi Numbat. Jika seorang wanita menolak kemajuan pria, pertengkaran keras akan berlangsung. Betina akan bersuara rendah, serak, agresif menggeram dengan mulut tertutup. Kadang-kadang, laki-laki akan mencoba untuk me-mount perempuan diperburuk, yang akan menyebabkan mereka jatuh bersama-sama di tanah dengan perempuan menggeram. Laki-laki mungkin masih mencoba untuk mengejar betina dengan mengejarnya, atau dia dapat menghentikan kemajuan nya semua bersama-sama. Setelah kopulasi, yang berkisar dalam waktu kurang dari satu menit untuk satu jam, pria dapat segera pergi untuk kawin dengan perempuan lain, atau ia mungkin tinggal di kandang (log berongga, liang, dan sarang terdiri dari kulit kayu, rumput, dan daun) sampai musim kawin berakhir. Namun, setelah musim selesai reproduksi, lakilaki akan meninggalkan betina. Perempuan kemudian peduli dan cenderung muda sendiri. Numbats adalah poligini, yang berarti laki-laki kawin dengan lebih dari satu perempuan, dengan

demikian, selama musim kawin berikutnya, laki-laki akan kawin dengan perempuan yang berbeda. Perilaku/Ethology : Numbats adalah marsupial sangat yang tidak biasa bahwa mereka adalah diurnal, atau hanya aktif di siang hari. Kegiatan diurnal adalah karena makananya yaitu rayap. Karena numbats tidak cukup kuat untuk masuk ke sarang rayap untuk mendapatkan mangsa, mereka harus memberi makan pada siang hari ketika ada kelimpahan rayap aktif yang besar dalam galeri dangkal. Penyebaran : Sejak awal pemukiman Eropa di Australia, kelimpahan numbats telah menurun secara dramatis. Sebelumnya menduduki sebagian besar Australia bagian selatan, termasuk New South Wales dan Victoria, dan sebagian Australia Barat dan Northern Territory, Numbat sekarang sudah punah pada sekitar 99% dari jangkauan mantan. Hanya dua populasi alami tetap, situs Dryandra dan Perup, keduanya terletak di Australia Barat. Populasi diperkenalkan kembali dapat ditemukan di Naga Rocks Nature Reserve, Batalling Hutan Negara, Tutanning Nature Reserve, dan Boyagin Cagar Alam (semua terletak di Australia Barat), Yookamurra Sanctuary (terletak di Australia Selatan), dan Scotia Sanctuary (terletak di New South Wales) . Morphology : Numbats kecil, marsupial karnivora ramping, dengan berat antara 300 g dan 752 g, dan ukuran 175 mm sampai 290 mm panjang tubuh dan 120 mm sampai 210 mm panjang ekor. Kepala relatif kecil dan datar dengan memanjang, moncong runcing dan ramping, lidah lengket yang memiliki kemampuan untuk menjulur setidaknya 100 mm. Mantel pendek, kaku, rambut coklat kemerahan atau abu-abu-coklat, yang ditandai dengan 4-11 pita putih berlari melintasi punggung dan pantat, memberikan masing-masing individu tersebut penampilan yang berbeda yang unik. Sebuah garis hitam tunggal, ditekankan oleh pita putih di bawahnya, melintasi setiap sisi wajah dan perjalanan melalui setiap mata. Rambut pada ekor cenderung sedikit lebih panjang dari rambut di tubuh. Ekor tidak berbeda jauh antara numbats, mereka cenderung berwarna coklat diselingi dengan warna putih dengan warna oranye-cokelat di bawah. Rambut di sisi ventral, atau perut, dari numbats berwarna putih. Mata dan telinga yang terletak tinggi di kepala, dan telinga tegak adalah dua kali lebih lama sebagai luas. Kaki depan, yang memiliki lima jari, dan kaki belakang, yang memiliki empat jari kaki, yang kuat, dan cakar yang tajam. Tidak seperti mamalia lainnya, numbats tidak memiliki gigi yang tumpul "pasak" karena mereka tidak mengunyah makanan mereka. Pada numbats perempuan, tidak ada bekas kantong yang jelas, melainkan beruapa lipatan kulit, yang tercakup dan berkerut, rambut keemasan pendek, menggendong anaknya ketika menyusui dari salah satu dari empat puting yang ada di perut. Selain lipatan kulit, wanita dan pria berbeda satu sama lain dalam massa tubuh, dengan laki-laki cenderung sedikit lebih berat daripada perempuan. Betina memiliki berat badan antara 320 g dan 678 g, rata-rata 478 g. Sementara laki-laki memiliki berat badan antara 300 g dan 715 g, rata-rata 597 g. Ketika muda, baru lahir numbat mimliki rentang panjang dari kurang dari 20 mm sampai 75 mm, dan moncong yang sangat pendek. Ketika muda mencapai panjang sekitar 30 mm, mantel berbulu halus menkilap, dan mantel ini akhirnya menyandang garis putih karakteristik ketika Numbat berukuran sekitar 55 mm. Foto :

Pustaka : De la Riva, A. 2013. "Myrmecobius fasciatus" (On-line), Animal Diversity Web. Accessed June 07, 2013 at http://animaldiversity.ummz.umich.edu/accounts/Myrmecobius_fasciatus/

Chalinolobus tuberculatus Nama Lokal : Pekapeka Nama Inggris : Long-tailed bat Habitat : Hutan dan tepi hutan Makanan : Serangga, nyamuk, ngengat dan lalat capung Reproduksi : Reproduksi kelelawar ekor panjang dipelajari oleh O'Donnell (2002) selama tujuh tahun, dan ditemukan bahwa pasangan kelelawar ekor panjang dimulai awal musim gugur. Hal ini diasumsikan bahwa sperma disimpan dalam saluran telur dari kelelawar perempuan sepanjang musim dingin, dengan ovulasi dan pembuahan terjadi setelah hibernasi di musim semi (King, 1990). Ini adalah kasus di kedua C. morio dan C. gouldii seperti yang dijelaskan oleh Kitchener & Coster (1981) (King, 1990). Betina mencapai kematangan seksual pada usia dua sampai tiga tahun, dan melahirkan keturunan tunggal sekitar pertengahan Desember (O'Donnell, 2002). Rasio jenis kelamin anak adalah sama, dan memulai penerbangan pertama pada empat hingga lima minggu (O'Donnell, 2002). O'Donnell (2002) mengamati bahwa proses menyusui pada perempuan terjadi ketika ada kelimpahan serangga terbang, serta suhu udara tahunan tertinggi. Perilaku/Ethology : Kelelawar ekor panjang adalah nokturnal, meninggalkan tempat bertengger mereka ke dedaunan untuk mencari makanan pada sore hari (Dwyer, 1960). Kelelawar terbang dijelaskan oleh Dwyer (1960) tidak bersuara, cepat, dan dengan banyaknya perubahan dalam arah. Kelelawar ekor panjang bisa salah untuk fantail karena ini pola penerbangan yang tidak menentu (King, 1990). Kelelawar mencari makan dan terbang sepanjang malam, kembali bertengger sesaat setelah fajar (King, 1990). Sebuah studi oleh Sedgeley dan O'Donnell (2004) menemukan bahwa sebagian besar kelelawar bertengger komunal. Studi mereka berpusat pada kelelawar di Canterbury Selatan dan menemukan bahwa kelelawar yang bertengger komunal tinggal di petenggeran selama rata-rata sehari dan setengah bulan sebelum pindah ke yang baru bertengger sebagai sebuah kelompok. Roosts Komunal sering berada di pohon-pohon dengan diameter batang besar, terutama pohon willow (Salix spp.). Pohon willow ditemukan memiliki rongga cukup besar untuk bertengger komunal dan masih belum menyediakan isolasi untuk kelelawar (Sedgeley & O'Donnell, 2004). Kelelawar Solitary tampaknya memilih roosts di celah-celah batu atau pohon dengan diameter batang lebih kecil seperti pohon kubis (Cordyline australis) atau Kanuka (Kunzea ericoides). Sedgeley dan O'Donnell (2004) juga menemukan bahwa persyaratan bertengger berbeda untuk yang melahirkan di mana kelelawar perempuan berkumpul bersama dalam lingkungan yang hangat untuk mencoba meningkatkan kehamilan. Persyaratan yang berbeda untuk roosts tergantung pada kebutuhan kelelawar menunjukkan bahwa kelelawar mampu membedakan antara situs bertengger kualitas tinggi dan rendah, dan memilih situs yang cocok untuk kebutuhan tersebut (Sedgeley & O'Donnell, 2004). Penyebaran : Kelelawar ekor panjang endemik di Selandia Baru, meskipun genus Chalinolobus ditemukan di seluruh Australia (Daniel & Williams, 1984). Diperkirakan bahwa C. tuberculatus berasal baik dari C. picatus atau C. gouldii dan telah berkembang dalam isolasi di sini selama lebih dari satu juta tahun (King, 1990).

Morphology : Kelelawar ekor panjang unik, karena merupakan salah satu dari tiga mamalia darat asli Selandia Baru. Dari dua spesies lain, dari spesies kelelawar, hanya satu (Mystacina tuberculata) masih hidup saat ini. Kelelawar ekor panjang relatif kecil, dengan berat dewasa mulai dari 7-10 gram, dan dengan lebar sayap sekitar 260mm (King, 1990). Sisi dorsal ditutupi dengan rambut halus, rambut halus yang berkisar pada warna dari hitam ke gelap coklat kemerahan (King 1990). Bawah ditutupi dengan rambut abu-abu-hitam, sementara sayap dan membran ekor berbentuk 'v' telanjang (King, 1990). Struktur tulang kelelawar ekor panjang dijelaskan oleh Raja (1990) sebagai langsing dan panjang, selain jempol kecil menonjol dari pergelangan tangan yang memiliki cakar tajam dan melengkung. Diferensiasi antara jenis kelamin jelas, karena penis liontin pendek laki-laki (King, 1990). Foto :

Pustaka : Woods, A 2006.Chalinolobus tuberculatu(online), CanterburyNature Species Web. Accessed June 7, 2013 at http:// CanterburyNature Species Profile. edu/accounts/Chalinolobus_tuberculatu/