Anda di halaman 1dari 8

Perumusan Strategi

Proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan ini Dalam analisis melibatkan penilaian, dan angka yang digunakan biasanya estimasi kasar Tujuan, strategi, dan kebijakan

Proses dimana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi Melibatkan serangkaian langkah yang berurutan sesuai dengan Pengendalian jadwal yang tetap dan dengan estimasi yang dapat diandalkan Manajemen Penerapan Strategi

Proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien Pengendalian Kinerja yang efisien dan efektif dari tugas-tugas individual Tugas

Perumusan Strategi
Mengakuisisi bisnis tak terkait

Pengendalian Manajemen
Memperkenalkan produk atau merk baru dalam lini produk

Pengendalian Tugas
Mengkoordinasikan pesanan yang masuk Menjadwalkan produksi

Memasuki bidang bisnis baru Memperluas pabrik Menambah penjualan langsung melalui pos Mengubah rasio utang/modal

Menentukan anggaran untuk Memesan iklan TV iklan Menerbitkan utang baru Mengatur arus kas

Menerapkan kebijakan yang telah disepakati


Menyusun kebijakan spekulasi persediaan Memutuskan lingkup dan arah riset

Menerapkan program rekrutmen minor


Memutuskan tingkat persediaan Mengendalikan organisasi riset

Memelihara dokumen kepegawaian


Memesan ulang suatu barang Menjalankan proyek riset individual

Pengendalian Manajemen
A. Kegiatan pengendalian manajemen
Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan organisasi. Mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian dalam organisasi Mengomunikasikan informasi Mengevaluasi informasi yang didapat Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka

Kendali manajemen harus melibatkan pengantisipasian kondisi di masa depan untuk memastikan tujuan organisasi tercapai. Jika manajer menemukan pendekatan yang lebih baik daripada rencana yang telah dibuat, maka sistem kendali manajemen tidak boleh menghalangi implementasi cara yang lebih baik tersebut.

B. Keselarasan Tujuan
Biasanya para manajer memiliki tujuan pribadi dan juga tujuan organisasi. Oleh karena itu, masalah pengendalian yang utama adalah bagaimana mempengaruhi mereka untuk bertindak demi pencapaian tujuan pribadi mereka dengan cara sedemikian rupa sehingga sekaligus juga membantu pencapaian tujuan organisasi

C. Perangkat Penerapan Strategi


Pengendalian manajemen merupakan salah satu alat yang digunakan manajer untuk mengimplementasikan strategi yang diinginkan. Alat lainnya adalah
Struktur organisasi Untuk menjelaskan peran, hubungan pelaporan, dan pembagian tanggung jawab yang membentuk pengambilan keputusan di organisasi. Manajemen sumber daya manusia Pemilihan, pelatihan, evaluasi, promosi dan pemberhentian karyawan untuk mengembangkan pengetahuan dan skill yg dibutuhkan untuk melaksanakan strategi organisasi. Budaya Kepercayaan, sikap dan norma bersama yang secara eksplisit maupun implisit mempengaruhi tindakan manajerial.

D. Tekanan finansial dan Non finansial


Sistem kendali manajemen harus mencakup pengukuran kinerja baik secara finansial (laba bersih, ROE, dll) maupun nonfinansial (kualitas produk, pangsa pasar, moral karyawan, pengiriman yang tepat waktu dan kepuasan konsumen).

E. Bantuan dalam Mengembangkan Strategi Baru


Pengendalian manajemen juga dapat memberikan dasar untuk mempertimbangkan strategi baru. Fungsi ini biasa disebut pengendalian interaktif, fungsi ini membutuhkan manajemen untuk memperhatikan perkembangan baik negatif maupun positif yang dapat mengindikasikan apakah perlu dicari suatu strategi baru.

Dampak Internet terhadap Pengendalian Manajemen


Internet menyediakan infrastruktur untuk memproses informasi menjadi lebih mudah, dan lebih cepat. Dan memfasilitasi koordinasi dan pengendalian melalui pemrosesan informasi yang efisien dan efektif. Akan tetapi tidak bisa menggantikan proses fundamental dalam pengendalian manajemen. Karena penerapan strategi melalui pengendalian manajemen secara esensial merupakan sebuah proses sosial dan perilaku sehingga tidak dapat diotomatisasikan secara penuh.