Anda di halaman 1dari 58

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT (OPT) TERPADU

APAKAH OPT ITU ?

APAKAH HAMA DAN PENYAKIT (OPT) ITU ?

Makluk hidup yang mengurangi ketersediaan, kualitas atau kuantitas beberapa sumberdaya yang dimiliki manusia

Sumberdaya

Tumbuhan (Tanaman budidaya) Binatang piaraan (Ternak) KesenangaTumbuhan (Tanaman budidaya) Kesenangan (Tanaman hias, rumput lap. Golf) Keperluan ketenangan/kesehatan

Ainun H, 12/21/2010

pencemaran lingkungan oleh pestisida

CONTAMINASI PESTISIDA LEWAT AIR SUSU IBU

PESTISIDA SALAH SATU PENYEBAB KANKER PAYUDARA

Ciri-ciri Pengendalian Hama Dan Penyakit Terpadu


1). Tujuan utama PHT bukanlah pemusnahan, pembasmian atau pemberantasan

hama, tetapi pengendalian populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerusakan atau kerugian ekonomik. Strategi PHT bukanlah eradikasi atau pemberantasan (eradication) hama tetapi pembatasan (containtment ). Pengendalian Hama Terpadu mengakui bahwa ada suatu jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. Pandangan yang menyatakan bahwa setiap individu hama yang ada di lapangan adalah berbahaya dan harus diberantas tidak sesuai dengan prinsip PHT. Dalam keadaan tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau binatang malahan berguna bagi manusia.

2) Dalam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau teknik pengendalian yang dikenal. Pengendalian Hama Terpadu tidak tergantung pada satu cara pengendalian tertentu seperti penggunaan pestisida saja, atau penanaman varietas tahan hama saja, tetapi semua teknik pengendalian dikombinasikan secara terpadu dalam sutu kesatuan sistem pengelolaan. Pengendalian hama yang hanya bertumpu pada satu teknik pengendalian sering disebut pengendalian secara unilateral, sedangkan PHT merupakan pengendalian secara multilateral.

Kendala sosial dan ekonomi yang berarti pelaksanaan PHT harus dapat didukung oleh kelayakan sosial ekonomi masyarakat setempat.

Dalam mencapai sasaran utama PHT yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi maka perlu diperhatikan beberapa kendala yaitu :

Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan PHT harus secara ekologik dapat dipertanggungjawaban dan tidak menimbulkan kegoncangan dan kerusakan lingkungan yang merugikan bagi binatang yang berguna, margasatwa, manusia dan lingkungan pada umumnya baik pada saat ini maupun masa mendatang.

Oleh karena itu PHT termasuk salah satu usaha pengelolaan lingkungan pertanian yang berusaha melakukan optimasi yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan ekonomi yang akan menentukan keberadaan umat manusia pada masa mendatang. Pengendalian Hama Terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek saja, tetapi juga sasaran-sasaran jangka jauh (panjang), tidak terbatas pada aksi atau tindakan pengendalian dan penekanan populasi organisme sebagai hama tanaman tetapi juga mempertimbangkan peranannya yang lebih luas dan hakiki sebagai bagian dari sistem produksi tanaman pada khususnya dan pengelolaan lingkungan pertanian pada umumnya.

PHT

Pengendalian Hama Terpadu Pengelolaan Hama Terpadu

Definisi :

. Sistem pengendalian hama yang dihubungkan


dengan dinamika populasi dan lingkungan yang berkaitan dengan spesies hama, memanfaatkan perpaduan semua teknik dan metode yang memungkinkan secara kompatibel dan menahan populasi hama di bawah tingkat yang menyebabkan kerusakan ekonomi (Panel pakard FAO, 1967)

Satu pendekatan yang menggunakan kombinasi dari berbagai teknik untuk mengendalikan berbagai macam hama potensial yang dapat mengancam hasil tanaman budidaya. Di dalamnya meliputi ketergantungan maksimal pada pengendalian populasi hama secara alami, bersama dengan serangkaian teknik yang mendukungnya yaitu cara-cara bercocok tanam untuk menghindarkan penyakit/hama, varietas tahan, serangga mandul, senayawa perangkap, menstimulasi pertumbuhan parasit dan predator atau pestisida kimiawi jika diperlukan. (The Council on Environment Quality, 1972)

Pengendalian hama berdasarkan ekologi yang menitikberatkan pada faktor-faktor mortalitas alami seperti musuh alami dan cuaca serta mencari taktik agar hambatan keduanya semimal mungkin. Ber-PHT pestisida masih mungkin dilaksanakan dengan pedoman pemantauan sistematik terhadap populasi hama dan Musuh alami PHT Memperhitungkan pengendalian yang tersedia Mengevaluasi interaksi bermacam-macam taktik pengendalian, cara bercocok tanam, cuaca, hama dan tanaman budidaya yang dilindungi (Mary Louis Flint, Robert van Den Bosch, 1995)

Hama utama (Hama kunci)

Merupakan spesies hama yang pada kurun waktu lama dan wilayah yang luas selalu menyerang pada daerah dengan intensitas serangan yang berat sehingga memerlukan usaha pengendalian. Tanpa usaha pengendalian akan mendatangkan kerugian ekonomi. Dalam Agro-ekosistem umumnya hanya ada 1 (satu) atau dua spesies saja yang menjadi hama utama (hama inilah yang menjadi sasaran PHT)

Hama kadangkala (hama minor)

Merupakan jenis hama yang relatif kurang penting, karena kerusakan yang diakibatkan masih dapat ditoleransikan oleh tanaman. Kadang-kadang populasinya pada suatu saat meningkat melebihi aras toleransi ekonomik tanaman. Peningkatan opulasi ini diduga ada gangguan proses pengendalian alami, kondisi iklim atau kesalahan pengelolaan oleh manusia. Occasional pest (Minor pest) merupakan hama yang peka terhadap gangguan pengelolaan hama utama sehingga perlunya monitoring sehingga tidak menimbulkan letusan hama kedua

Hama potensial

Merupakan sebagian besar jenis serangga herbivora yang saling berkompetensi dalam memperoleh makanan. Organisme-oganisme tersebut tidak pernah mendatangkan kerugian yang berarti dalam kondisi pengelolaan agro-ekosistem yang normal. Namun karena kedudukannya dalam rantai makanan mereka mempunyai potensi untuk menjadi hama yang membahayakan apabila terjadi perubahan cara pengelolaan oleh manusia

Hama Migran

Merupakan hama yang tidak berasal dari agro-ekosistem setempat, tetapi datang dari luar karena sifatnya yang berpindah-pindah (migran). Banyak serangga belalang, ulat grayak dan burung yang memiliki sifat demikian kedatangan hama ini di suatu daerah dapat menimbulkan kerusakan yang parah dalam waktu singkat (pendek) selanjutnya pindah ke daerah lain.

BREAK DOLOE aa..h

Hama utama (Hama kunci)


Merupakan spesies hama yang pada kurun waktu lama dan wilayah yang luas selalu menyerang pada daerah dengan intensitas serangan yang berat sehingga memerlukan usaha pengendalian. Tanpa usaha pengendalian akan mendatangkan kerugian ekonomi. Dalam Agroekosistem umumnya hanya ada 1 (satu) atau dua spesies saja yang menjadi hama utama (hama inilah yang menjadi sasaran PHT)

Hama kadangkala (hama minor)


Merupakan jenis hama yang relatif kurang penting, karena kerusakan yang diakibatkan masih dapat ditoleransikan oleh tanaman. Kadangkadang populasinya pada suatu saat meningkat melebihi aras toleransi ekonomik tanaman. Peningkatan opulasi ini diduga ada gangguan proses pengendalian alami, kondisi iklim atau kesalahan pengelolaan oleh manusia. Occasional pest (Minor pest) merupakan hama yang peka terhadap gangguan pengelolaan hama utama sehingga perlunya monitoring sehingga tidak menimbulkan letusan hama kedua

Hama potensial
Merupakan sebagian besar jenis serangga herbivora yang saling berkompetensi dalam memperoleh makanan. Organismeoganisme tersebut tidak pernah mendatangkan kerugian yang berarti dalam kondisi pengelolaan agro-ekosistem yang normal. Namun karena kedudukannya dalam rantai makanan mereka mempunyai potensi untuk menjadi hama yang membahayakan apabila terjadi perubahan cara pengelolaan oleh manusia

Hama Migran
Merupakan hama yang tidak berasal dari agro-ekosistem setempat, tetapi datang dari luar karena sifatnya yang berpindah-pindah (migran). Banyak serangga belalang, ulat grayak dan burung yang memiliki sifat demikian kedatangan hama ini di suatu daerah dapat menimbulkan kerusakan yang parah dalam waktu singkat (pendek) selanjutnya pindah ke daerah lain.

Perubahan Status Hama


Hama ini digolongkan sebagai hama

sporadis akan menimbulkan masalah jika keseimbangan dengan musuh alami terganggu, pada kondisi normal (seimbang) tidak membahayakan tanaman budidaya.

Perubahan status hama dapat terjadi bila

pada kondisi tempat dan waktu terjadi perubahan yang dipicu cara budidaya.

Hama wereng batang cokelat (hama

potensial, 1970) tetapi selanjutnya menjadi hama utama

Curah hujan vs Ledakan Belalang Kembara di Sumba Timur, NTT

Curah hujan vs Ledakan Poopulasi Serangga Hama

Curah hujan vs Wereng


Kekurangan air hujan dapat menyebabkan nimfa wereng coklat, wereng hijau, dan wereng punggung putih hidupnya merana Hujan yang lebat (banjir) dapat membersihkan nimfa dari tanaman

Curah hujan vs Penggerek batang padi putih


Larva diapause penggerek batang padi putih pada musim kemarau akan aktif kembali jika curah hujan mencapai 10 mm dan turun secara teratur.

Kepadatan Populasi Serangga di Agroekosistem

PENGELOLAAN AGRO-EKOSISTEM
(PHT SECARA UTUH)
MUSUH ALAMI

O2
COLEOMBOLA

hama

BO
nutrisi

N,P,K
- cacing - belut
BAHAN ORGANIK silikat
MICRO ORGANISME

chyromidae plankton

memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama

Kecepatan resistensi hama thd perlk. Pestisida

Fig. Gambar. 5A + 5B. 5A + 5B. Island Biogeography: (MacArthur and Wilson 1967) Pulau Biogeografi: (MacArthur dan Wilson 1967)

Lingkungan & Rangsangan


Rangsangan lingk. umum
1

Tanggapan serangga
Penekanan pop dewasa

Mekanisme Resistant

Penetapan habitat inang

Tidak

Ya

Rangsangan Bau & penglihatan

Menemukan habitat /inang


Tidak

Penetapan Tan. inang


Ya

Rangsangan bau, rabaan & rasa

Menemukan inang Penetapan inang diterima Menerima inang Unsur hara sesuai Non antibiosis
Tidak Tidak

Ya

Rangsangan Nutrisi & Antibiosis

Ya

Tanaman Inang sesuai


Dewasa generasi Baru muncul

Pestisida
KUB KU

Pestisida menurunkan pop. Dg cepat Peluang resistensi hama Resurgensi Mematikan jasad bukan sasaran (MA) Musuh alami
KUB

Keseimbangan umum
Kehilangan Hasil Sebagai FungsiKepadatan Populasi

Populasi

Keseimb. Umum

Keseimb. Umum Baru

A B C I II

Waktu III IV V

Tingkat I : Merupakan periode peningkatan pertumbuhan populasi secara sigmoid A = tahap pembentukan populasi B = tahap pertumbuhan cepat secara eksponensial C = tahap menuju keseimbangan Tingkat II : Merupakan pencapaian aras atau letak keseimbangan yang merupakan garis asimtot dari kurva sigmoid Tingkat III : Merupakan tahap osilasi dan fluktuasi populasi Osilasi populasi adalah penyimpangan populasi sekitar aras keseimbangan secara simetris Fluktuasi populasi adalah penyimpangan populasi sekitar aras keseimbangan secara tidak simetris Keseimb. Umum

Allee et. al. , (1995)

Keseimb. Umum Baru

A B C I II

Waktu III IV V

Keseimbangan umum

Kehilangan Hasil Sebagai Fungsi Kepadatan Populasi

Density independent factor

Density independent factor

Equilibrium posisition
Density depen-dent factor

--- Kepadatan ---

--- Kepadatan ---

--- Kepadatan ---

--- Kepadatan ---

G0 Jumlah WBC per rumpun

G1 R3 R2 r2 r1

G2

G3

r3

Minggu setelah tanam

Dasar Ekologi Kerusakan Ekonomik


Beberapa Pengertian beberapa pengertian atau definisi menurut Stern et. al. (1959). Pengendalian hayati (Biological control) Tindakan atau aksi parasit, predator dan patogen yang dikenakan pada populasi inang atau mangsa sehingga menghasilkan suatu keadaan keseimbangan umum yang lebih rendah daripada keadaan apabila agen-agen hayati tersebut tidak ada atau tidak bekerja

Populasi
Keseimb. Umum lama Keseimb. Umum baru

Waktu

Ambang ekonomi (Economic threshold)

3. Ambang ekonomi (Economic threshold)


Kepadatan populasi hama yang membutuhkan suatu tindakan pengendalian, untuk mencegah peningkatan populasi berikutnya yang dapat mencapai aras luka ekonomik. Ambang ekonomi lebih rendah daripada luka ekonimik agar memberikan waktu yang cukup guna memulai perlakuan pengendalian yang berhasil sebelum populasi hama mencapai aras luka ekonomik.

Populasi

ALE
Tindakan pengendl

AE

Waktu

Untuk membedakan pengertian tentang istilah-istilah luka, kerusakan, dan kehilangan hasil akibat serangan hama, Main (1977). Luka (Injury)

Setiap penyimpangan yang terjadi pada tanaman dari keadaan yang normal akibat adanya serangan hama yang teramati. Luka dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan.

Kerusakan (Damage)

Setiap penurunan produksi dalam kualitas dan kuantitas akibat serangan hama. Kerusakan dapat mengakibatkan terjadinya kehilangna hasil.

Kehilangan hasil (Yield loss)

Setiap penurunan pendapatan ekonomik yang terjadi karena pengurangan hasil akibat serangan hama dan adanya pengeluaran biaya yang digunakan untuk aktivitas pengendalian.

Populasi
ALE
AE

Aras Keseimb. Umum


Waktu

Aras-luka ekonomik (Economic-enjury level) Suatu kepadatan populasi hama yang terendah yang dapat mengakibatkan kerusakan ekonomik. Aras ini dapat beragam dari satu ke daerah lainnya, dan dari satu musim ke musim lainnya. Juga aras ini tergantung pada perubahan skala nilai sosial dan ekonomi masyarakat.

Populasi ALE AE Aras Keseimb. Umum

Waktu

Tingkat I

Allee et. al. , (1995)


:

Merupakan periode peningkatan pertumbuhan populasi secara sigmoid A = tahap pembentukan populasi B = tahap pertumbuhan cepat secara eksponensial C = tahap menuju keseimbangan

Tingkat II : Merupakan pencapaian aras atau letak keseimbangan yang merupakan garis asimtot dari kurva sigmoid Tingkat III : Merupakan tahap osilasi dan fluktuasi populasi Osilasi populasi adalah penyimpangan populasi sekitar aras keseimbangan secara simetris Fluktuasi populasi adalah penyimpangan populasi sekitar aras keseimbangan secara tidak simetris

Keseimb. Umum

Keseimb. Umum Baru

II

III

IV

Waktu V

Kehilangan Hasil Sebagai Fungsi Kepadatan Populasi


Iklim agroekositem Makanan

Density independent factor

Density independent factor

Equilibrium posisition
Density dependent factor
Ukuran Persaingan Keperidian

Pestisida
KUB KU

Keseimbangan sementara (Temporary equilibrium position) Suatu kepadatan populasi rata-rata yang meliputi suatu daerah luas dan bersifat sementara, yang diakibatkan oleh tindakan manusia terutama dengan penggunaan pestisida secara terus menerus.

Pestisida menurunkan pop. Dg cepat

Peluang resistensi hama


Resurgensi Mematikan jasad bukan sasaran (MA)

Musuh alami
KUB

Kecuali definisi Stern beberapa ahli mencoba membuat batasan tentang ambang ekonomi. Berikut ini dikutipkan beberapa batasan tentang ambang ekonmi.
Suatu aras kerusakan hama yang tidak dapat ditoleransikan lagi, oleh karena itu pada aras tersebut atau sebelumnya sudah diperlakukan tindakan pengendalian (National Academy of Science, 1969). Aras kerusakan keritik yang di atasnya tidak dapat di toleransikan (Bierne, 1966). Populasi hama dikatakan telah mencapai AE apabila populasi tersebut cukup mengakibatkan kerusakan yang bernilai sama dengan biaya pengendalian (Edwards dan Heat, 1964). Populasi hama maksimum yang dapat ditoleransikan pada waktu dan tempat tertentu tanpa mengakibatkan kehilangan secara ekonomik (Reynold et. al. 1975). Aras populasi hama yang mengakibatkan tambahan berangsur kerusakan sama dengan besarnya tambahan berangsur biaya pengendalian untuk menghalangi tejadinya kerusakan tersebut (Headley, 1972).

Jadi, menurut kosepsi AE tersebut pengendalian hama khususnya dengan menggunakan pestisida hanya dilakukan apabila perkembangan populasi hama telah menunjukkan peningkatan sampai menyamai atau melebihi AE

Pembersihan Lahan

Pengolahan Lahan Penanaman


diari Semai Bibit Vegetatif

Pemeliharaan
Generatif Panen

1 Bulan

3 Minggu

1 Bulan

1 bulan

1 minggu

Alat Bahan/job
Pupuk Kandang Kapur Sosialisasi Hand Tractor Namping Gegaleng Perencanaan pematang Pembersihan ratun 10 m keliling demplot Analisis agroekosistem Awal
Hama/penyakit utama & endemi

Ancaman VS Kaji Tindak Analisis Agrekositem Pengamatan tiap 10 hari Presisi populasi 15 hari kedepan

Fasilitasi Partisipatif Bersama petani

Beberapa letak keseimbangan Umum Hama Tanaman

Pestisida

Pembersihan Lahan

Pengolahan Lahan Penanaman

Pemeliharaan

KU KU
Diari Semai Bibit Vegetatif Generatif Panen

1 Bulan 1 minggu

3 Minggu

1 Bulan

1 bulan

Tryporiza incertulas

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Ambang Ekonomi 1. Keadaan tanaman Varietas Kepridian berpengaruh pada aksi MA 2. Iklim Biologi Ekologi

(Suhu, Intensitas, rH, angin) direct pest

3. Sifat hama dan serangannya

4. Peraturan Pemerintah dan sikap masyarakat Peraturan dinas karantina Sikap atau permintaan pembeli atau konsumen 5.Variabel ekonomi ALE dan AE akan selalu berubah sesuai dengan gejolak perubahan keadaan ekonomi dan ekosistem harga pasar hasil pertanian, biaya pengendalian, kelimpahan hasil pertanian, dan berbagai biaya eksternal.

Menurut Smith dan Apple (1978) langkah-langkah pokok yang perlu dikerjakan adalah:

Mengidentifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola.

Hama-hama yang menyarang pada suatu agroekosistem harus dikategorikan apakah termasuk hama-hama utama, hama-hama kedua, hama-hama potensial, hama migran, dan yang bukan hama. Dengan mempelajari status hama dapat ditetapkan jenjang toleransi ekonomi untuk masing-masing hama.

Mempelajari anasir dan saling tindak dalam ekosistem

Anasir atau komponen pada suatu unit ekosistem perlu dipejari terutama yang berpengaruh terhadap hama-hama utama. Termasuk dalam studi ini adalah inventarisasi berbagai musuh alami yang penting dan sampai berapa jauh peranan mereka sebagai pengendali alami. - Interaksi antar berbagai anasir biotik dan abiotik, - dinamika populasi hama dan musuh alaminya, - studi fenologi tanaman dan hama, - studi sebaran hama dll. Merupakan bahan yang sangat diperlukan untuk menetapkan strategi pengendalian hama yang tepat.

Penetapan dan pengembangan ambang ekonomi

Ambang ekonomi, atau ambang pengendalian, atu ambang toleransi ekonomik merupakan ketetapan tentang pengembalian keputusan tentang pengembalian keputusan kapan harus dilaksanakan penggunaan pestisida. Apabila ternyata populasi atau kerusakan hama belum mencapai aras tersebut penggunaan pestisida masih belum diperlukan.
Untuk menetapkan ambang ekonomi dibutuhkan banyak informasi baik data biologi dan ekologi. Penetapan kerusakan hasil dalam hubungannya dengan populasi hama merupakan bagian yang enting dalam pengembangan ambang ekonomi, demikian juga analisis biaya/manfaat pengendalian sangat diperlukan. Meskipun ambang ekonomi perlu ditetapkan secara sistematik namun ketetapapan yang sementara berdasar data empirik dapat digunakan sambil dilakukan perbaikan-perbaikan terhadapnya.

Tjatjuk Subiono @faperta_unmul.2008