Anda di halaman 1dari 7

A

PENGERTIAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu konsep dari akuntansi manajemen dan sistem akuntansi yang dikaitkan dan disesuaikan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi. Istliah akuntansi pertanggungjawaban ini akan mengarah pada proses akuntansi yang melaporkan sampai bagaimana baiknya manajer pusat pertanggungjawaban dapat memanage pekerjaan yang langsung dibawah pengawasannya dan yang merupakan tanggungjawabnya atau suatu sistem yang mengukur rencana dan tindakan dari setiap pusat pertanggungjawaban. Menurut Hansen, Mowen (2 !"##$% de&inisi akuntansi pertanggungjawaban adalah sebagai berikut" 'Akuntansi pertanggungjawaban adalah (istem yang mengukur berbagai hasil yang dicapai oleh setiap pusat pertanggungjawaban menurut in&ormasi yang dibutuhkan oleh para manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka.' (edangkan akuntansi pertanggungjawaban menurut )M (amryn (2 #" 2!*% adalah sebagai berikut " +Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansi yang digunakan untuk mengukur kinerja setiap pusat pertanggungjawaban sesuai dengan in&ormasi yang dibutuhkan manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka sebagai bagian dari sistem pengendalian manajemen. B PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN Pengertian Pusat Pertanggungjawaban ,usat pertanggungjawaban ialah setiap unit kerja dalam organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab atas akti-itas yang dilakukan atau unit organisasi yang dipirnpinnya. .alam kaitan ini, suatu organisasi terdiri dari kumpulan dari beberapa pusat pertanggungjawaban. /eseluruhan pusat pertanggungjawaban ini membentuk jenjang hirarki dalam organisasi tersebut. ,ada tingkatan yang terendah bentuk dan pusat pertanggungjawaban ini kita dapatkan sebagai seksi, regulernya bergilir, serta unit-unit kerja lainnya, ,ada tingkatan yang lebih tinggi pusat pertanggungjawaban dibentuk dalam departernen-departemen ataupun di-isi-di-isi. 0iasanya istilah pusat pertanggungjawaban hanya kita terapkan untuk unit-unit kecil dalam organisasi ataupun unit-unit kerja yang terletak pada tingkat bawah dalam suatu lingkup organisasi.

Terdapat empat pusat pertanggungjawaban: 1. Pusat Biaya (Cost Centre) Yaitu pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan biaya. 2. Pusat Pendapatan (Revenue Centre) Yaitu pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan pendapatan. 3. Pusat Laba (Profit Centre) Yaitu pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan pendapatan dan biaya. 4. Pusat n!estasi (Investment Centre) Yaitu pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan pendapatan" biaya dan in!estasi. Pusat Pertanggungjawaban n!estasi Pusat Investasi merupakan pusat pertanggungjawaban yang bertugas untuk mengatur in!estasi guna men#apai $aba yang se%ptima$ mungkin. &ewenangan Pusat n!estasi ada$a' menyangkut penge$%$aan $aba (yang terdiri atas pendapatan dan biaya) serta menge$%$a aset yang dipergunakan untuk memper%$e' $aba. (engan demikian" Pusat n!estasi diukur prestasinya berdasarkan perbandingan antara $aba yandiper%$e' dengan aset (in!estasi) yang dipergunakan.

Tujuan pengukuran prestasi suatu pusat in!estasi" ada$a' : 1. )enyediakan in*%rmasi yang berman*aat da$am pengambi$an

keputusan mengenai in!estasi yang digunakan %$e' manajer di!isi dan mem%ti!asi mereka untuk me$akukan keputusan yang tepat. 2. sendiri. 3. )enyediakan a$at perbandingan prestasi antar di!isi untuk )engukur prestasi di!isi sebagai kesatuan usa'a yang berdiri

penentuan a$%kasi sumber ek%n%mi.

n*%rmasi dari Pusat n!estasi dapat digunakan mem%ti!asi )anajer (i!isi da$am : 1. )eng'asi$kan $aba yang memadai dengan wewenang mengambi$

keputusan tentang sumber ek%n%mi dan *asi$itas *isik yang digunakan. 2. )engambi$ keputusan untuk menamba' in!estasi bi$a in!estasi

tersebut memberikan kemba$ian (return) yang memadai. 3. )engambi$ keputusan untuk me$epas+mengurangi in!estasi yang

tidak memberikan kemba$ian (return) yang memadai.

Bentuk Pusat n!estasi Bentuk pusat in!estasi ada$a' &ant%r Pusat Perusa'aan atau ,nit Bisnis -trategis maupun (i!isi yang diberi wewenang atau kebijakan maksimum da$am menentukan keputusan %perasi yang tidak 'anya berjangka pendek" tetapi juga tingkat (besarnya) dan tipe (jenis) in!estasi.

)asa$a' yang timbu$ pada Pusat n!estasi ada$a' berkaitan dengan pengukuran dan t%$%k ukur prestasi pusat in!estasi.

1.

Pada umumnya tujuan manajer unit usa'a ada$a' memper%$e' $aba

yang memuaskan dari in!estasi yang ditanamkan. 2. Laba yang yang diper%$e'" berasa$ dari m%da$ yang ditanam untuk

memper%$e' $aba tersebut. 3. )akin besar m%da$ yang ditanam be$um tentu makin besar pu$a

$abanya.

Terdapat dua met%de da$am mengukur prestasi Pusat n!estasi. Pertama" pusat in!estasi diukur prestasinya dengan meng'itung $aba yang diper%$e' dengan in!estasinya (in!estment base). Per'itungan ini disebut dengan .eturn %n n!estmen atau ./ . &edua" pengukuran prestasi di$akukan dengan meng'itung 0#%n%mi# 1a$ue 2dded (012) yang sering disebut juga sebagai residua$ in#%me. Berikut ini ada$a' #%nt%' peng'itungan kedua met%de tersebut

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN PUSAT INVESTASI Kita perlu membedakan antara evaluasi terhadap pusat investasi dan evaluasi terhadap menejer yang mengelolanya. Kemampuan suatu divisi menghasilkan suatu kinerja yang baik tidak terlepas dari upaya-upaya manajernya. Manajer pusat investasi mengemban tanggung jawab atas pendapatan, baban dan laba operasi terkendalikan yang dihubungkan dengan investasi yang digunakan.. Karena beban tersebut maka manajer pusat investasi memikul tanggung jawab mendulang laba yang konsisten dengan besarnya aktiva yang ditanamkan dalam divisinya. Sebagian besar divisi perusahaan dapat diperlakukan sebagai pusat laba dan sekaligus pusat investasi. Seandainya manajer divisi dapat mempengaruhi secara signifikan keputusan-keputusan yang mempengaruhi investasi dalam aktiva divisional yang dikendalikannya, maka divisi tersebut haruslah dianggap sebagai pusat investasi. Apabila manajer divisi tidak dapat mempengaruhi keputusan-keputusan investasi, maka divisi tersebut diperlakukan sebagai pusat laba. Anak perusahaan biasanya diperlakukan sebagai pusat investasi.

kuran yang biasa digunakan adalah !eturn on "nvestment dan !esidual "ncome. Return On Investment (ROI) #ivisi yang menjadi pusat investasi mempunyai laporan rugi-laba dan neraca sendiri. $alaupun laba operasi merupakan ukuran kinerja pusat investasi yang bermanfaat, ukuran ini tidaklah mencerminkan jumlah asset yang ditanamkan dalam setiap pusat investasi. Karena manajer pusat investasi juga bertanggungjawab untuk mengendalikan asset yang ditanam dalam pusat pertanggungjawabannya, maka manajer harus memikul tanggungjawab atas penggunaan asset tersebut. !%" didifinisikan sebagai pendapatan operasi neto dibagi dengan rata-rata aktiva operasional !%" & 'aba (eto %perasi ) !ata-!ata Aktiva %persional

'aba (eto %perasi adalah pendapatan sebelum bunga dan pajak *+,"-. Aktiva operasional mencakup kas, piutang, inventasir, bangunan)pabrik dan peralatan, dan aktiva lain yang dipertahankan perusahaan dan digunakan untuk aktivitas produktif. !umus !%" dapat dinyatakan sebagai berikut/

!%"

& 0rofit Margin

0erputaran Aktiva

'aba (eto %perasi & 222222223 0enjualan 1

0enjualan 2222222222-

!ata-rata Aset %perasi

-erdapat tiga cara yang dapat dilakukan oleh manajer pusat investasi untuk menaikan !%", yaitu/ 4. Manajer pusat investasi dapat memangkas biaya guna meningkatkan profit margin.

5. 6.

Mengurangi aktiva guna meningkatkan rasio perputaran aktiva. Meningkatkan penjualan yang dengan sendirinya akan mengatrol laba bersih. ,agi perusahaan yang melaporkan laba terkendali secara terpisah dari laba operasi bersih, maka kalkulasi tingkat imbalan haruslah memakai laba operasi terkendali sebagai factor pembilang rumus !%". Kebaikan !%"/

4.

!%" mendorong manajer #evisi memperhatikan hubungan antara penjualan, biaya dan investasi. 5. !%" mendorong manajer #evisi untuk menghemat biaya. 6. !%" mencegah investasi yang dipandang berlebihan, dalam hal ini manajer akan mengurangi aktiva yang tidak produktif yang diharapkan akan mengurangi biaya operasi. Kelemahan !%"/ 4. !%" mendorong manajer untuk tidak melakukan investasi yang menurunkan !%" rata-rata #ivisi meskipun investasi tersebut sebenarnya akan menaikkan laba perusahaan secara keseluruhan. 5. !%" mendorong manajer untuk menfokuskan laba jangka pendek yang akan merugikan perusahaan dalam jangka panjang. 'aba !esidu Adalah laba neto operasi yang diperoleh pusat investasi diatas kembalian minimal dari aktiva operasional yang digunakan -ujuan penggunaan 'aba !esidual atau nilai tambah ekonomis *+conomis 7alue Added)+7A. adalah memaksimalkan jumlah total laba redisu atau nilai tambah ekonomi, dan tidak untuk memaksimalkan !%" secara keseluruhan. 8ontoh/ 0- '+$+ mempunyai total nilai rata-rata aktiva operasional sebesar !p. 59.:::.:::,- dengan laba operasi neto !p. 9.:::.:::,- dan tingkat pengembalian minimal yang ditetapkan 49;, maka besarnya laba residu dapat dihitung/ 'aba (eto %perasi !p. 9.:::.:::,-

0engembalian Minimal 49 ; 49; 1 !p. 9.:::.:::,'aba !esidu Kebaikan !"/ 4. Keunggulan utama dari !" adalah dapat diterimanya usulan investasi yang telah ditolak dengan !%", walaupun investasi tersebut dapat menaikan laba perusahaan secara keseluruhan tetapi !%" rata-rata #ivisi turun. 5. !" dapat menggunakan kembalian minimum yang berbeda-beda untuk berbagai jenis aktiva. Kelemahan !"/ 4. !", sebagaimana !%" dapat mendorong manajer untuk berpandangan jangka pendek. 5. !" adalah ukuran profitabilitas absolut, hal ini akan menghasilkan penilaian prestasi yang tidak adil apabila kedua #ivisi tersebut mempunyai "nvestasi yang berbeda. ntuk mengatasinya maka diperlukan mengukur !esidual !eturn yang menghubungkan !" dengan "nvestasi. !p. 6.<9:.:::,!p. 4.59:.:::,-

Anda mungkin juga menyukai