Anda di halaman 1dari 3

2.

Epidemiologi Deskriptif Epidemiologi Deskriptif merupakan studi epidemiologi yang bertujuan untuk menggambarkan pola distribusi penyakit dan determinannya menurut populasi, letak geografik, serta waktu. Indikator yang digunakan dalam epidemiologi Deskriptif adalah Faktor sosial ekonomi, seperti umur, jenis kelamin, ras, status perkawinan, pekerjaan maupun variabel gaya hidup, seperti jenis makanan, pemakaian obat dan perilaku seksual. Beberapa manfaat dari Studi Epidemiologi Deskriptif adalah a. !elatif murah daripada studi Epidemiologi "nalitik yang efisien. $. #emberikan petunjuk awal untuk merumuskan hipotesis bahwa suatu variabel merupakan faktor resiko penyakit %embagian Studi Epidemiologi Deskriptif antara lain adalah a. &aporan kasus dan seri kasus &aporan kasus merupakan ran$angan studi yang menggambarkan kejadian satu kasus baru yang menarik, misalnya terjadi kasus kera$unan merthyl mer$uri di 'eluk #inimata (epang Serial kasus merupakan ran$angan studi yang menggambarkan kejadian sekumpulan kasus baru dengan diagnosis serupa, misal pada tahun )*+, ditemukan penyakit break dan$ing ne$k. -elemahan studi ini adalah 'idak ada grup kontrol 'idak dapat dilakukan studi hipotesa b. #emberikan masukan tentang pengalokasian sumber daya dalam rangka peren$anaan

b. Studi ekologi . korelasi Studi -orelasi merupakan studi epidemiologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit dengan karakteristik suatu populasi pada waktu yang sama atau pada populasi yang sama pada waktu yang berbeda. -arakteristik dari populasi yang akan di teliti biasanya tergantung pada minat seorang peneliti, misalnya, mengenai jenis kelamin, umur, kebiasaan mengkonsumsi makanan tertentu, obat/obatan, rokok, aktifitas, tempat tinggal dan lain/lain. 0ontohnya adalah

a. b.

1ubungan antara tingkat penjualan obat anti asma dengan jumlah kematian yang diakibatkan oleh penyakit ashma 1ubungan antara jumlah konsumsi rokok pada satu wilayah dengan jumlah kematian yang diakibatkan oleh penyakit paru

-elebihan dari Studi korelasi adalah sangat tepat bila digunakan sebagai dasar penelitian untuk melihat hubungan antara fakor paparan dengan penyakit, karena mudah dilakukan dengan informasi yang tersedia sehingga dapat mun$ul hipotesis kausal dan selanjutnya dapat diuji dengan ran$angan studi epidemiologi analitik.. -elemahan dari studi korelasi adalah studi korelasi menga$u pada populasi 2kelompok3, sehingga tidak dapat mengidentifikasikan kondisi per individu dalam kelompok tersebut.selain itu dalam studi korelasi juga tidak dapat mengontrol faktor peran$u yang potensial, misalnya dalam studi korelasi mengenai hubungan antara jumlah perokok dengan jumlah penderita kanker paru, pada studi korelasi tidak mampu untuk mengidentifikasikan faktor peran$u lain seperti, faktor polusi, jenis pekerjaan, aktifitas, asbes dan lain/lain. $. 0ross se$tional #erupakan ran$angan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan penyakit dengan paparan2pajanan3 se$ara a$ak terhadap satu individu dimana faktor pen$etus dan status penyakit diteliti pada waktu yang sama. 'ujuan dari kegiatan ini adalah #empelajari angka kejadian suatu penyakit .masalah kesehatan #empelajari hubungan antara suatu faktor resiko dengan angka kejadian suatu penyakit. -euntungan -erugian #udah dan murah dilakukan Dilakukan pada satu waktu Berguna untuk ran$angan kegiatan #enggambarkan hubungan dan kondisi satu penyakit dan pemi$unya 'idak hanya terhadap individu yang mendapatkan pengobatan

'idak tepat untuk meneliti hubungan kausal antara penyakit dengan pemi$unya karena penelitian dilakukan pada satu waktu. 1anya akurat bila dilaksanakan pada individu yang representatif 'idak dapat dilaksanakan pada semua kasus.