Anda di halaman 1dari 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 SOFTWARE ETABS Software ETABS adalah suatu perangkat lunak untuk melakukan perencanaan struktur. Baik dalam hal pemodelan, pembebanan, hingga koreksi terhadap kemampuan struktur. ETABS mempermudah dalam melakukan perencanaan struktur gedung (ETABS hanya diperuntukkan sebagai software penghitung struktur gedung).

2.2 BEBAN 2.1.1 Beban Mati Beban mati adalah beban yang terjadi dalam suatu struktur yang menetap. Berat sendiri struktur termasuk dalam beban mati. Maka, beban mati mulai bekerja ketika konstruksi tersebut mulai dikerjakan. Ada pun beban mati yang lainnya adalah beban yang menetap dalam struktur ketika bangunan sedang dalam masa layannya. Salah satunya adalah beban mekanikal elektrikal, plumbing, plafond, dan masih banyak yang lainnya.

2.1.2

Beban Hidup Beban hidup adalah beban yang terjadi dalam struktur ketika struktur dalam masa layannya. Beban hidup merupakan beban yang terjadi hanya sesekali. Maka, struktur ada kalanya menerima beban hidup, dan ada kalanya tidak memiliki beban hidup. Salah satu contoh beban hidup adalah beban manusia yang berada dalam struktur tersebut. Besarnya beban hidup tergantung dari fungsi bangunan tersebut. Adapun besarnya beban hidup terdapat dalam tabel di bawah ini :
2

Sumber : PBI hal.12

Tabel 2.1 Tabel Beban Hidup

2.1.3

Beban Gempa Beban gempa adalah beban yang terjadi akibat bencana gempa. Besarnya beban gempa tergantung dari letak struktur tersebut akan di bangun (dilakukan penzonaan). Berikut adalah gambar penzonaan di Indonesia.

Adapun rumus untuk menghitung beban gempa :

Berat lantai didapat dari perhitungan manual berat struktur atau dari perhitungan ETABS. Untuk harga ketinggian lantai didapat dari gambar rencana. Sedangkan untuk menghitung nilai beban geser nominal digunakan rumus :

Nilai I didapat dari tabel berikut :

Nilai Wt didapat dari perhitungan manual berat struktur atau perhitungan berat massa dari ETABS. Sedangkan untuk nilai faktor reduksi gempa perlu diketahui jenis daktilitas struktur yang akan direncanakan, setelah itu digunakan tabel :

Untuk mendapatkan nilai C, perlu dilakukan penyelidikan terhadap tanah dan waktu getar. Nilai waktu getar dipengaruhi oleh jenis struktur yang direncanakan. Untuk itu, digunakan rumus :

H B : Tinggi Struktur : Lebar Struktur

Setelah itu tentukan nilai C menggunakan kurva di bawah ini:

2.1.4

Beban Kombinasi Setelah mendapatkan semua nilai beban, maka gunakan beban kombinasi untuk mendapatkan beban kritis yang akan terjadi pada struktur. Adapun rumus untuk menghitung beban kombinasi.