Anda di halaman 1dari 8

1. Fungsi, Konstruksi, Proses Kerja Dapur Tinggi Fungsinya : mengolah bijih bijih besi untuk dijadikan besi kasar.

Cara kerja dapur tinggi : Bahan bakar, bijih besi, dan bahan tambahan dimasukkan secara teratur berlapis-lapis. Udara panas dimasukkan dari dapur cowper dengan kecepatan 100 m/dt, dengan temperatur 9000oC. Muatan yang turun pertama kali melepas air, kemudian hidrat arang dan terjadi pengikatan kimiawi pada waktu reduksi pertama oleh CO pada suhu 400oC. Bijih besi turun terus supaya arang/kokas yang pijar berwarna putih menerima zat KONTRUKSI :

arang dan membentuk karbonat-karbonat seperti batu kapur dan dolomite, baru pada suhu 700oC.-800oC., terbentuk bersama-sama

kehilangan CO2 maka teraknya

dengan reduksi sempurna dari besi. 2. Bahan-Bahan Pembantu Dapur Tinggi Batu kapurbertindak sebagai pengikat kotoran (fluks). Bahan bakarbiasanya adalah kokas, arang kayu juga antrasit juga bisa digunakan. Udara panasuntuk melangsungkan pembakaran dengan bahan bakar menjadi CO2 dan gas CO untuk menghasilkan panas. Udara panas dihasilkan oleh dapur cowper. 3. Hasil Produksi Dapur Tinggi Hasil olahan blast furnace/ dapur tinggi adalah : Besi kasar / pig iron, mengandung 3,5 4% C, 0,1 1,0% P dan 0,02 0,08% S. Terdiri dari besi kasar putih dan besi kasar kelabu. Besi kasar kelabu dibedakan menjadi besi kasar kelabu muda yang berbutir halus dengan Si 0,5 - 1 % baik sebagai bahan besi tuang, untuk membuat silinder mesin, serta besi kasar kelabu hitam.
1

Terak, sebagian besar terdiri dari silikat calsium, aluminat. Terak dapat dipakai untuk pengganti batu alam untuk mengeraskan jalan,

Gas dan debu, kira-kira 5000 m3 tiap ton besi kasar yang dihasilkan, mempunyai nilai pembakaran 900k.cal/m3 dan mengandung: 35 % gas CO, 12 % gas CO2, 64 % gas N2, + 2 % gas H2.

4. Dapur Sinter Dapur sinter berfungsi untuk mengikat partikel melalui proses penekanan dengan cara dipanaskan 0.7-0.9 dari titik lelehnya. Proses sintering yaitu dimulai dari pencucian dan pencampuran bahan baku dan bahan tambahan kedalam drum mixing lalu dipanaskan (sintering) kemudian dimasukkan ke mesin penghancur lalu dipilah sesuai dengan kebutuhan setelah itu

didinginkan. Untuk hasil produk yang kurang baik dapat diolah lagi sebagai bahan baku. 5. Dapur Listrik Fungsinya untuk proses

pembuatan logam / peleburan logam, untuk menghasilkan baja berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel). Dalam proses pembuatan, bahanbahan yang dimasukkan adalah bahanbahan yang benar-benar diperlukan dan besi bekas, lalu elektroda-elektroda listrik akan memanaskan bahan dengan panas + 7000 C. Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja tahan karat) dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap untuk dituang. 6. Dapur Kubah Fungsinya untuk peleburan besi tuang. Cara kerjanya adalah bahan bakar yang digunakan adalah kokas dan dimasukkan ke dalam Kupola selang seling dengan muatan logam. Proses pembakaran terjadi dengan meniupkan udara ke dalam Kupola dengan menggunakan Blower. Proses
2
o

peleburan besi tuang dengan Kupola biasanya terjadi secara kontinyu artinya begitu muatan logam mencair maka langsung mengalir keluar tungku. Logam cair yang keluar dari Kupola ditampung pada alat perapian depan (forehearth) yang kemudian diangkut dengan menggunakan ladel untuk dituang ke dalam cetakan.

Dapur Kubah 7. Konventor

Konverter

Konventer untuk proses oksidasi berkapasitas antara 50-400 ton. Secara umum proses kerja konverter adalah dipanaskan dengan kokas sampai suhu 15000C, dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja (+1/8 dari volume konverter), konverter ditegakkan kembali, dihembuskan udara dengan tekanan 1,5 2 atm dengan kompresor, setelah 20 25 menit konverter dijungkirkan untuk mengeluarkan hasilnya. 8. Dapur Siemen-Martin Fungsinya mengolah besi mentah (Pig Iron) hasil pengolahan dapur tinggi atau tanur tinggi.Dapur dipanaskan terlebih dahulu menggunakan bahan bakar gas sampai mencapai suhu 1300 derajat, lalu diisi besi mentah atau baja bekas. Jika yang diisikan besi mentah maka yang paling bagus adalah besi mentah yang masih cair yang diperoleh langsung dari dapur tinggi. Sedangkan jika berupa besi bekas, maka harus dibuat dengan ukuran-ukuran kecil agar volume pengisian bisa lebih banyak. Lalu gas bakar dan udara dialirkan menuju ruang peleburan

9. Dapur Cawan Dapur cawan berfungsi untuk mengolah baja. Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar dalam cawan, kemudian dapur ditutup rapat. Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan muatan

dalam cawan akan mencair. Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan. 10. Dapur Elektro Fungsinya untuk membuat baja elektro yang bermutu sangat baik untuk digunakan sebagai alat perkakas misalnya pahat, alat tumbuk dan lain-lainnya. Cara kerjanya

adalah dalam kumparan dialirkan arus bolakbalik maka terjadilah arus putar didalam isi dapur. Arus ini merupakan aliran listrik hubungan dibangkitkan mencairkan singkat sangat isi dapur dan panas yang

tinggi dan

sehingga campuran tambahan yang lain serta

mengkoksidasikannya. 11. Dapur Aduk Berfungsi untuk pembuatan baja yang

konvensional dengan cara melebur besi kasar di dalam dapur nyala api bersama-sama dengan terak (FeO) untuk mendapatkan zat asam.

Dengan cara mengaduk-aduk dengan batang besi dan ke bawah permukaan dimasukkan udara maka terjadilah suatu masa lunak dari baja yang banyak mengandung terak. Apabila gumpalan-gumpalan yang dibuat dalam dapur telah mencapai kira-kira 60 kg dikeluarkan, maka langkah selajutnya adalah mengeluarkan terak dengan jalan menempanya atau dipres. Dalam proses aduk ini lebih banyak melibatkan pekerjaan tangan serta kapasitas
4

produksi yang kecil maka cara ini dipandang tidak efisien dan jarang digunakan pada pabrik-pabrik baja. 12. Besi Tuang Besi Tuang Kelabu, diperoleh dari besi kasar kelabu. Besi Tuang Putih, diperoleh dari besi kasar putih. Besi Tuang mampu tempa, diperoleh dari besi tuang putih. Besi Tuang Nodular, diperoleh dari besi kasar kelabu. Sifat Mekanis dari Besi Tuang Keras dan mudah melebur/mencair Getas sehingga tidak dapat menahan benturan Temperatur meleleh 1250 Kekuatan tarik menurun Regangan menurun Sangat tahan terhadap karat (jauh lebih baik daripada baja) Tidak dapat di beri muatan magnit Tidak dapat disambung dengan las dan paku keling, disambung dengan baut dan sekrup. Kegunaan Kerangka mesin, seperti mesin bubut, mesin ketam, dan alat pengepres Psabuk-V dalam motor dan mesin Besi silinder Pipa yang menahan tekanan dari luar sangat tinggi 13. Baja Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu : Baja Karbon yang terdiri dari (1) baja karbon rendah yang berifat mudah ditempa dan mudah di mesin, digunakan padaautomobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails, gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings, (2) baja karbon menengah yang lebih kuat daripada baja karbon rendah, dan bersifat sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong. Digunakan untuk connecting rods, crank pins,
5

Kuat dalam menahan gaya tekan, lemah dalam menahan tarik kuat tekan sekitar 600 Mpa, kuat tarik 50 Mpa Menyusut waktu pendinginan/waktu dituang. Besi tuang hampir bisa dicetak dalam bentuk apa saja. Bisa tahan terhadap tekanan yang besar

Tutup lubang saluran drainasi dan alat saniter lain Bagian mesin, blok mesin Pintu gerbang,tiang lampu Sendi, rol jembatan.

axles, car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers, hammers dan sledges, serta (3) baja karbon tinggi yang bersifat sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong, digunakan untukscrew drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws,hammers, vise jaws,knives, drills. tools for turning brass and wood, reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies, fine cutters Baja Paduan terdiri dari (1) baja paduan khusus bersifat lebih keras, kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon, dan (2) High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel, digunakan untuk membuat alat-alat potong seperti drills, reamers, countersinks, lathe tool bits dan milling cutters. 14. Heat Treatment Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat logam yang diinginkan. Beberapa jenis perlakuan panas yang umum dikerjakan antara lain: 1. Normalizing, dengan cara dipanaskan kira-kira 60C diatas temperatur kritis., lalu biarkan beberapa saat supaya pemanasan merata, terakhir didinginkan dalam ruangan. 2. Stress relieving, dengan cara memanaskan baja pada temperatur sekitar 550700oC, tergantung pada jenis baja yang diproses. Kemudian benda kerja ditahan pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu agar diperoleh distribusi temperatur yang merata diseluruh benda kerja selanjutnya didinginkan di dalam tungku. 3. Annealing, dengan caramemanaskan baja sampai suhu tertentu, kemudian menahannya selama waktu tertentu kemudian didinginkan dengan lambat. 4. Quenching, dengan cara dipanaskan sampai temperatur austenit (austenisasi) diikuti pendinginan secara cepat, sehingga fasa austenit langsung

bertransformasi secara parsial membentuk struktur martensit. 15. Diagram Besi Zat Arang (Fe-C) Proses terjadinya Karbon larut di dalam besi dalam bentuk larutan padat (solid solution) hingga 0,05% berat pada temperatur ruang. Baja dengan atom karbon terlarut hingga jumlah tersebut memiliki alpha ferrite pada temperatur ruang. Pada kadar karbon lebih dari 0,05% akan terbentuk

endapan karbon dalam bentuk hard


6

intermetallic stoichiometric compound (Fe3C) yang dikenal sebagai cementite atau carbide. Selain larutan padat alpha-ferrite yang dalam kesetimbangan dapat ditemukan pada temperatur ruang terdapat fase-fase penting lainnya, yaitu delta-ferrite dan gamma-austenite. Fungsinya sebagai salah satu metode untuk mempelajari logam menggunakan diagram fase. Dari diagram fase ini dapat diamati perubahan struktur logam akibat pengaruh temperatur. Struktur dari baja dapat ditentukan oleh komposisi baja dan karbon. 16. Pengujian Tarik-Tekan Fungsi pengujian tarik adalah untuk mengetahui sifat mekanis dari suatu logam terhadap tarikan di mana sifat mekanis tersebut. Proses pengujian : memasang spesimen pada cekam mesin uji, mengatur skala pembebanan, memberi pembebanan dengan kecepatan maksimum, memperhatikan perubahan yang terjadi pada spesimen maupun grafik, setelah patah, spesimen dilepaskan dari pencekam lalu digabungkan kembali kemudian diukur untuk mengetahui perpanjangan, terakhir menghitung dan menampilkan hasil.

Standardisasi Bahan Uji Tarik

17. Pengujian Lengkung Fungsinya menetapkan kekuatan lengkung. Proses pengujiannya adalah sebuah batang percobaan diletakkan di atas sebuah roda sebagai titik tumpuan dan di tengah-tengah batang itu dengan sebuah stempel lengkung dibebani oleh suatu gaya P yang diperbesar
7

secara teratur.