Anda di halaman 1dari 76

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN SANITASI TRANSPORTASI TERMINAL BUS ANTAR KOTA KAMPUNG RAMBUTAN TAHUN AJARAN 2012/2013

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK: 11 REGULER

AMINAH APRIANTI NUR ALIFAH RIZKA MARYANA SHELLA FAUZIAH

P2.31.33.010.004 P2.31.33.010.035 P2.31.33.010.039 P2.31.33.010.044

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN JAKARTA

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan memanjatkan puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya kepada kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan. Laporan Praktek Kerja Lapangan ini merupakan aplikasi dari setiap mata kuliah yang sudah didapat selama proses perkuliahan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Jurusan Kesehatan Lingkungan. Dalam penyelesaian laporan praktek kerja lapangan ini, tidak lepas dari berbagai hambatan dan cobaan, oleh karena itu kami menyadari, tidak lepas dari berbagai hambatan dan cobaan, oleh karena itu kami menyadari masih banyak kekurangannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan guna perbaikan dimasa mendatang. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama kegiatan Praktek Kerja Lapangan, antara lain : 1. Keluarga tim penulis atas dukungan dan doanya kepada tim penulis dalam membuat laporan PKL. 2. Kepada Bapak Budi Pramono, SKM. MKes, selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II. 3. Kepada Agus Joko Susanto, SKM. MKKK. Selaku dosen pembimbing kami yang telah memberikan pengarahan selama PKL di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan 4. Kepada Bapak Sumarna Selaku Pembina dan sekaligus pembimbing lapangan yang telah memberikan masukkan dan persetujuan dalam setiap langkah praktek lapangan kami dan memberikan data-data

yang kami butuhkan selama PKL di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan.. 5. Seluruh staf karyawan yang membantu dalam pengumpulan data selama kami PKL di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan. 6. Teman teman tingkat III Jurusan Kesehatan Lingkungan yang selama penyusunan laporan ini telah memberikan bantuan dan masukan kepada kami sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. 7. Semua pihak yang tidk dapat kami sebutkan satu per satu dalam penyusunan laporan ini.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktek kerja lapangan ini masih jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan karena keterbatasan, kemampuan dan pengetahuan kami. Maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi pembelajaran kami. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk setiap mahasiswa yang akan melaksanakan praktek kerja lapangan.

Wassalamualaikum Wr. Wb. Jakarta, Januari 2013

Tim Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Pada zaman sekarang ini banyak teknologi yang diciptakan untuk memudahkan dan membantu aktivitas manusia. Kebutuhan dan aktivitas manusia yang tidak terbatas menyebabkan teknologi terus mengalami perkembangan demi memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Salah satu teknologi yang berkembang ialah teknologi untuk mempermudah dan mempercepat untuk menjangkau suatu tempat atau berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, yakni transportasi.

Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena dengan transportasi semua kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat umum lainnya dapat berjalan lancar. Pentingnya peranan transportasi di masyarakat meliputi segi ekonomi, social, politik dan sebagainya. Oleh karena itu kegiatan seperti perdagangan, perindustrian, dan pertanian akan sangat tergantung pada lancar tidaknya transportasi.

Proses transportasi merupakan gerakan angkutan yang mengantarkan benda atau manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Salah satu kegiatan transportasi adalah memindahkan barang atau orang dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Dalam transportasi darat dikenal istilah terminal. Menurut Undang undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 1 No. 13, terminal adalah pangkalan

kendaraan kedatangan

bermotor dan

umum

yang

digunakan menaikkan

untuk dan

mengatur

keberangkatan,

menurunkan Sedangkan

orang/atau barang, serta pepindahan roda angkutan.

menurut UU RI No.14 tahun 1992, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 1, terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan menurunkan dan atau barang serta mengatur keberangkatan dan kedatangan orang, yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi.

Terminal merupakan tempat yang dikunjungi masyarakat terutama para calon penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi yang ada di terminal. Terminal tidak dipakai oleh penumpang untuk menetap, tetapi harus memiliki fasilitas yang memadai guna kenyamanan dan kelancaran dalam terminal. Selain fasilitas, terminal juga dituntut untuk memiliki system keamanan, kebersihan, dan kesehatan karena terminal merupakan public area, tempat dimana banyak orang atau masyarakat berada, yaitu calon penumpang.

Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan merupakan salah satu tempat umum yang berada di Jakarta Timur, yaitu tempat

berkumpulnya banyak orang untuk melakukan berbagai kegiatan, maka diperlukan adanya peningkatan terhadap pelayanan sanitasi lingkungan terminal untuk menciptakan keadaan yang nyaman dan terlindung dari gangguan kesehatan.

Disamping hal-hal positif tersebut, tentu saja kegiatan transportasi juga dapat menimbulkan dampak negatif yaitu limbah atau buangan berbentuk padat, cair maupun gas yang dapat masuk melalui pernapasan, kulit, makanan atau dapat juga melalui pendengaran atau telinga sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi kesehatan kerja.

Disisi lain limbah buangan tersebut juga dapat menimbulkan resiko bagi lingkunga maupun pada pekerja yang selalu berinteraksi secara langsung dengan sumber polutan tersebut, sehingga setiap individu yang bekerja harus diberikan perlindungan dari kemungkinan

timbulnya efek negatif dari pekerjaannya.

Berdasarkan latar belakang diatas maka kami Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II dalam hal ini melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) akan melaporkan hasil Praktek Kerja Lapangan yang berkaitan dengan Sanitasi Transportasi Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Jakarta Timur.

1.2

Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran umum mengenai sanitasi di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan.

1.2.2 Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui ruang bangunan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. 2. Untuk mengetahui fasilitas penunjang di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. 3. Untuk mengetahui sarana penyediaan air bersih di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. 4. Untuk mengetahui pengelolaan limbah cair di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. 5. Untuk mengetahui pengendalian vektor dan binatang pengganggu di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan.

6. Untuk mengetahui pengolahan makanan dan minuman di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. 7. Untuk mengetahui pengelolaan sampah di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. 8. Untuk mengetahui kualitas lingkungan kerja fisik yang meliputi kebisingan dan kadar debu di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan.

1.3

Manfaat

1.3.1 Manfaat bagi Mahasiswa

1. Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku perkuliahan Poltekkes Kemenkes Jakarta II Jurusan Kesehatan Lingkungan ke dalam kondisi lingkungan kerja yang sebenarnya. 2. Mahasiswa mendapatkan pengetahuan tentang Sanitasi Lingkungan Rambutan. 3. Mahasiswa dapat memberikan saran untuk masalah Sanitasi Lingkungan Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan. di Terminal Bus Antar Kota Kampung

1.3.2 Manfaat bagi Institusi

1. Mendapatkan Lingkungan Rambutan. di

masukkan Terminal

mengenai Bus Antar

masalah Kota

Sanitasi Kampung

2. Untuk menjadikan perhatian dan kewaspadaan dalam menghadapi dampak risiko tentanf sanitasi lingkungan transportasi Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan.

1.3.3 Manfaat bagi Akademik

Manfaat dalam pengembangan keilmuan kesling dan sebagai bahan masukan dan perbandingan untuk penelitian selanjutnya dan sebagai alternatif penilaian tentang kesuksesan dalam penyelenggaraan pendidikan selama di kampus Poltekkes Kemenkes RI Jakarta II Jurusan kesehatan Lingkungan.

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTEK

2.1

Sejarah Umum Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan

Terminal Bus Kampung Rambutan Jakarta Timur merupakan salah satu terminal diantara terminal-terminal yang ada di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Terminal ini didirikan untuk menggantikan terminal bus cililitan yang sudah tidak dapat menampung kendaraan umum yang terlalu banyak dan tidak layak pakai. Maka tanggal 1 Oktober 1992, Terminal Bus Kampung Rambutan diresmikan penggunaannya oleh pemerintah DKI Jakarta. Namun saat ini dalam penggunaannya Terminal Bus Kampung Rambutan telah dibagi menjadi dua terminal yakni; Terminal Dalam Kota dan Terminal Antar Kota. Luas area Terminal Bus Kampung Rambutan secara keseluruhan adalah 8,7 ha.

Terminal Bus Kampung Rambutan merupakan terminal bus yang cukup lengkap dalam hal fasilitas angkutan jasanya di daerah Jakarta, khususnya Jakarta Timur dan terminal tersebut setiap harinya cukup ramai oleh para pengunjung. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan terminal tersebut cukup penting bagi masyarakat yang

membutuhkannya.

2.1.2 Lokasi Geografis Terminal Bus Kampung Rambutan

Terminal Bus Kampung Rambutan berlokasi di Jl. Lingkar Luar Selatan, Jakarta Timur. Berikut batas-batas wilayah Terminal Bus Kampung Rambutan :

Batas Bagian Barat Batas Bagian Selatan Batas Bagian Timur Batas Bagian Utara

: Kampung Manunggal : Kampung Manunggal : Kampung Dukuh dan Tol Jagorawi : Jl. TB. Simatupang Timur Barat

2.1.3 Sarana dan Prasarana

Terminal Bus Kampung Rambutan memiliki sarana dan prasarana yang tersedia di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan, terdiri dari fasilitas utama dan fasilitas penumpang.

a. Fasilitas utama terdiri dari : 1. Luas tanah 2. Luas emplasmen 3. Luas bangunan 4. Luas taman 5. Luas trotoar 6. Pagar besi : 8,7 Ha : 9.762 m2 : 2.779 m2 : 9.600 m2 : 4.19 m2 : 1.087,55 m

7. Jalur kedatangan dan keberangkatan kendaraan umum 8. Loket penjualan karcis 9. Menara pemantau 10. Rambu dan papan informasi jurusan dan tariff 11. Ruang tunggu untuk penumpang

b. Fasilitas penunjang terdiri dari : 1. Warung makan 2. Kios perorangan 3. Koperasi 4. MCK/Toilet unit) : 14 buah : 18 buah : 1 buah : 9 titik (dengan jumlah kamar 67

5. Musholla 6. Taman

: 3 buah : 1 buah

2.1.4 Sumber Daya Manusia

Jumlah pegawai yang ada di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berjumlah 66 orang yang terdiri dari : 1. Pegawai Negeri Sipil 2. Calon Pegawai Negeri Sipil 3. PTT 4. Petugas Keamanan (Polisi) 5. Petugas Kebersihan : 46 orang : 2 orang : 7 orang : 8 orang : 23 orang

2.1.5 Jenis Bis Yang Ada di Terminal Kampung Rambutan

Terminal Bis Kampung Rambutan terbagi menjadi dua bagian yakni; Terminal Antar Kota dan Terminal Dalam Kota. Memiliki jenis angkutan yang berbeda antara dalam dan luar kota.

Bus antar kota yang ada di Terminal Bus Kampung Rambutan, antara lain: Agra Mas Warga Baru Dewi Sri Doa Ibu Medal Sekar Sari Karunia Bakti Prima Jasa

Kosub Dahlia Indah Sumber Alam Dll.

Bus antar kota atau antar provinsi untuk kelas ekonomi yang ada di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan : Merdeka Group : Banjar Haryanto Dieng Indah Sumber Putra Dll. : Wonosobo : Madiun : Wonogiri

2.2

Struktur Organisasi

Dalam pelaksanaan kegiatannya Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan memiliki struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja dimulai dari Kepala Terminal, Tata Usaha sampai hubungan antara Kepala Regu atau secara umum struktur organisasi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan terdiri dari : 1. Pimpinan tertinggi adalah Kepala Terminal 2. Tata Usaha 3. Kepala Regu I, Kepala Regu II dan Kepala Regu III, yang masingmasing membawahi sejumlah anggota

Dalam

suatu

institusi,

pembentukan

suatu

organisasi

sangat

diperlukan dalam usaha untuk menjaga kelancaran dan mencapai tujuan. Struktur organisasi dibentuk agar setiap anggota organisasi

dapat bekerja secara efektifdan efisien. Struktur organisasi di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan terlampir.

2.3

Tugas Pokok dan Fungsi Terminal Bus Kampung Rambutan (Antar Kota).

Adapun tugas dan fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut :

1. Ketua Terminal Mengatur jalur-jalur bus sesuai rute Mengatur kelancaran dan ketertiban arus lalu lintas angkutan penumpang umum agar lancar, aman dan nyaman Menjaga kebersihan dan keamanan Membuat data serta mengolah data kendaraan, penumpang datang/berangkat sebagai laporan secara berkala Mengadakan koordinasi dengan aparat terkait Evaluasi dan optimasi terminal.

2. Tata Usaha Mencatat dan meng-agendakan surat-surat Memungut dan menyetorkan retribusi ke UPT (Unit Pelaksana Terminal) Mewakili rapat-rapat.

3. Komandan Regu (Danru) Melaksanakan petunjuk berdasarkan kebijakan pimpinan

Mengawasi penempatan pos-pos anggota Mengawasi kebersihan dan keamanan terminal Mencatat kendaraan penumpang yang datang/berangkat Pengawasan laik jalan serta mengantur lalu lintas di terminal Melaporkan seluruh kegiatan terminal kepada kepala terminal.

4. Anggota Regu Melaksanakan petunjuk pim[inan Mengatur lalu lintas agar tertib, aman, nyaman, dan lancar Mencatat kendaraan yang beroperasi Mencatat penumpang yang datang/tiba Memonitor kegiatan terminal.

5. Petugas Kepolisian Dalam kegiatan sehari-hari tugas pokoknya adalah menjaga keamanan lingkungan sekitar Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan 1x 24 jam dengan pembagian waktu jaga 3 shift untuk mengantisipasi gangguan penyakit masyarakat seperti: kerusuhan, narkoba, mabuk-mabukan dan tindakan asusila lainnya.

BAB III METODE PENGUMPULAN DATA

3.1

Waktu Pelaksanaan

Waktu

pelaksanaan

kegiatan

Praktek

Kerja

Lapangan

(PKL)

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta II Jurusan Kesehatan Lingkungan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan dimulai dari tanggal 17 Desember s/d 28 Desember 2012. Kegiatan yang kami lakukan dilaksanakan oleh 4 orang mahasiswi.

3.2

Cara Pengumpulan Data

3.2.1 Observasi Observasi pengelolaan kesehatan lingkungan terminal

(penyediaan air bersih, pengelolaan limbah cair, sanitasi makanan, pengelolaan sampah, dan pengendalian vektor penyakit)

3.2.2 Pengukuran Pengukuran komponen lingkungan fisik (tingkat kebisingan dan kadar debu)

3.2.3 Wawancara Wawancara kepada pimpinan dan petugas kesehatan

lingkungan dan petugas lainnya.

3.3

Alat Ukur yang Digunakan Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut.

3.3.1 Kuesioner Merupakan daftar pertanyaan untuk wawancara dengan

pekerja. Data yang didapatkan melalui kuesioner, dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Untuk data kuesioner pertanyaan yang tersedia meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan yang terdiri dari beberapa pertanyaan. Bobot nilai jawaban adalah sebagai berikut: a. Pilihan a mempunyai bobot nilai 2, karena jawaban yang tersedia dianggap paling benar. b. Pilihan b mempunyai bobot nilai 1, karena jawaban yang tersedia dianggap mendekati benar. c. Pilihan c mempunyai bobot nilai 0, karena jawaban yang tersedia dianggap kurang benar. Sistem penilaian yang digunakan: 1. Kuesioner pengolahan makanan dan minuman Nilai tertinggi Nilai Terendah : C = Xn Xi 3 C = 18 0 = 6 3 = 2 x 9 soal = 18 = 0 x 9 soal = 0

Rumus

Rentang Nilai 0-6 7-12 13-18

Kategori Kurang Cukup Baik

2. Kuesioner pengelolaan sampah Nilai tertinggi Nilai Terendah : C = Xn Xi 3 C = 18 0 = 6 3 = 2 x 9 soal = 18 = 0 x 9 soal = 0

Rumus

Rentang Nilai 0-6 7-12 13-18

Kategori Kurang Cukup Baik

3. Kuesioner kesehatan dan keselamatan kerja

Nilai tertinggi Nilai Terendah : C = Xn Xi 3

= 2 x 5 soal = 10 = 0 x 5 soal = 0

Rumus

C = 10 0 = 3,3 3

Rentang Nilai 0-3,3 3,4-6,7 6,8-10

Kategori Kurang Cukup Baik

3.3.2 Checklist Merupakan daftar cek untuk observasi pengelolaan kesehatan lingkungan terminal. = Jawaban Ya tiap variabel x 100 % Pertanyaan

Hasil checklist

Untuk penilaian rentang nilai pada checklist antara lain : Rentang Nilai (%) <75% 75% Kategori Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat

3.3.3 Alat pengukur keadaan lingkungan fisik Alat ukur yang digunakan yaitu sebagai berikut. Sound Level Meter untuk pengukuran tingkat kebisingan High Volume Sampler untuk pengukuran kadar debu lingkungan

BAB IV HASIL IDENTIFIKASI

Identifikasi masalah dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan wawancara, checklist, pengisian kuesioner pada pekerja, serta melakukan pengukuran di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan didapatkan hasil sebagai berikut :

Data

diperoleh

berdasarkan

hasil

pengamatan

checklist

terhadap

pemeriksaan Sanitasi Lingkungan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan dengan hasil sebagai berikut : = Jawaban Ya tiap variabel x 100 % Pertanyaan = 71 x 100 % 96 = 73.96 %

Untuk penilaian rentang nilai pada checklist antara lain : Rentang Nilai (%) <75% 75% Kategori Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat

Dapat diketahui bahwa hasil checklist pemeriksaan Sanitasi Lingkungan sebesar 73.96% dengan kategori tidak memenuhi syarat.

4.1

Ruang dan Bangunan

Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai ruang dan bangunan sebesar 92,3% sehingga berada dalam katagori memenuhi syarat..

1. Lokasi terminal Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berlokasi strategis, jauh dari lokasi industry yang mengeluarkan limbah asap dan bunyi bising. Namun, tidak jauh di belakang terminal terdapat pemukiman penduduk.

2. Pagar Terminal bus antar kota kampung rambutan memiliki pagar pemisah yang jelas antara jalur bus masuk dan keluar, dengan konstruksi yang kuat, aman, tahan lama, dan diberi cat.

3. Lantai Kondisi lantai di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan termasuk dalam katagori baik. Lantai dibuat dari bahan kedap air dan tidak licin, mudah dibersihkan juga tidak membahayakan dan meminimalisasi kecelakaan akibat licin permukaan lantai.

4. Bangunan Kondisi bangunan terminal kuat, tidak memungkinkan adanya kecelakaan dan gangguan kesehatan, bersih, namun kurang terpelihara di beberapa titik bangunan

5. Dinding dan langit-langit

Kondisi dinding dan langit-langit di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan tergolong dalam kondisi baik. Dinding dan langit-langit berwarna terang, kuat, namun terdapat beberapa bagian dinding yang bernoda dan sudut langit-langit yang terdapat kumpulan debu.

6. Ventilasi Kondisi ventilasi di ruang kantor tergolong dalam kategori baik karena terdapat jendela untuk pertukaran udara yang cukup. Ventilasi pada ruang kantor lantai dasar. Sedangkan, ruang kantor di lantai atas menggunakan pendingin ruangan.

4.2

Fasilitas Penunjang Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai fasilitas penunjang Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan sebesar 90% sehingga berada dalam katagori memenuhi syarat.

1. Tempat parkir bus Di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan terdapat tiga rute bus yaitu, kedatangan bus, tempat peristirahatan bus (pool), dan keberangkatan bus. Masing-masing tempat memiliki luas dan daya tampung kendaraan yang mencukupi. Kondisi tempat parkir sudah cukup bersih dari sampah dan genangan air, terbuat dari aspal, sehingga tidak menimbulkan lubang lubang yang dapat menjadi tempat genangan genangan air, juga tidak menyebabkan goncangan goncangan kendaraan. Disamping itu, tempat parkir mudah dibersihkan dari sampah sampah yang mengotori tempat tersebut. Namun pada saat hujan turun beberapa titik di tempat parkir bus tergenang air hujan.

2. Toilet Umum Di Terminal Kampung Rambutan (Antar Kota) terdapat 9 titik toilet dengan jumlah kamar 67 unit. Masing-masing tersebar merata di terminal. Jumlah toilet mencukupi jumlah pengunjung terminal. Kondisi toilet umum tersebut pada dasarnya sudah baik, bersih, lantai tidak licin, penyediaan air bersih dan mencukupi, dan terpisah antara pria dan wanita. Namun, penyediaan wastafel, sabun pencuci tangan dan diperhatikan. alat pengering tangan kurang

3. Fasilitas tempat duduk pada ruang tunggu penumpang Kondisi tempat duduk di ruang tunggu penumpang berkondisi baik. Tempat duduk bersih dan bebas dari kutu busuk, konstruksi kuat, dan jumlah mencukupi untuk penumpang

4. Fasilitas P3K Terminal bis antar kota Kampung Rambutan memiliki fasilitas P3K yang terdapat pada ruang kesehatan. Ruang kesehatan terletak di ruang tunggu penumpang terminal.

5. Alat Pemadam kebakaran (APAR) Terminal bis antar kota Kampung Rambutan memiliki fasilitas alat pemadam kebakaran namun jumlah dan lokasi penempatan tidak memadai.

6. Musholla Terminal bis antar kota Kampung Rambutan memiliki fasilitas tempat ibadah musholla sebanyak 3 buah yang tersebar di

lingkungan terminal, dengan jumlah yang mencukupi dan terawat dengan baik.

4.3

Penyediaan Air Bersih

Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai penyediaan air bersih sebesar 100% sehingga berada dalam katagori memenuhi syarat.

Penyediaan air bersih di terminal bus antar kota kampung rambutan digunakan untuk keperluan toilet dan pengelolaan makanan dan minuman. Ketersediaan air bersih di terminal bus antar kota kampung rambutan sudah cukup memadai . air bersih digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK), serta dimanfaatkan juga oleh pedagang yang memiliki usaha rumah makan. Kualitas air tersebut sudah memenuhi syarat fisik air bersih yaitu air bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

4.4

Pengelolaan Limbah Cair

Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai pengelolaan limbah cair sebesar 50% sehingga berada dalam katagori tidak memenuhi syarat.

Air limbah yang terdapat di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan berasal dari air toilet dan usaha tempat makan yaitu berupa limbah domestik. Air limbah dari masing-masing sumber dialirkan ke saluran pembuangan air berupa selokan/parit yang kemudian menuju ke kali sekitar terminal. Kondisi saluran air limbah kedap air, tidak tertutup, terdapat sampah, serta mengalir agak terhambat oleh sampah-sampah yang ada di pinggiran saluran. Limbah Cair toilet sebelumnya masuk ke pengelolaan septic tank.

4.5

Pengendalian Vektor Penyakit

Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai pengendalian vektor penyakit sebesar 25% sehingga berada dalam katagori tidak memenuhi syarat.

Di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan masih terlihat tikus yang berkeliaran di siang hari di ruang tunggu penumpang, dan lalat juga terlihat bertebangangan, terutama pada tempat-tempat sampah dan paling banyak terdapat di TPS.

Terminal Antar Kota Kampung Rambutan tidak terdapat bagian khusus pengendalian vector penyakit, sehingga tidak adanya control rutin untuk membasmi dan mengendalikan vector penyakit seperti lalat dan tikus.

4.6

Pengolahan Makanan dan Minuman

Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai pengolahan makanan dan minuman sebesar 40% sehingga berada dalam katagori tidak memenuhi syarat.

Di dalam Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan terdapat tempat penyediaan makanan (rumah makan) yang dikelola pihak terminal berjumlah 14 buah yang terletak di ruang tunggu penumpang. Kondisi rumah makan tertutup sehingga dapat meminimalisir jumlah debu yang masuk ke dalam ruang makan. Secara umum, rumah makan terlihat bersih, namun para pedagang sebagai penjamah

makanan tidak memperhatikan 6 prinsip hygiene sanitasi makanan. Dalam mengolah makanan, sebagian besar menyiapkan makanan sambil berbicara, dan tidak menggunakan alat pelindung diri. Kuku penjamah makanan kurang terawat dan menggunakan cincin pada saat mengolah makanan. Fasilitas sanitasi dalam kantin tersebut kurang memadai.

Prinsip pengolahan makanan di terminal antar kota Kampung Rambutan, hanya pada penyimpanan makanan jadi dan penyajian makanan. Pemilahan bahan makanan dan pengolahan makanan mereka lakukan dirumah.

Identifikasi penyelenggaraan Penyehatan Makanan dan Minuman di terminal antar kota Kampung Rambutan melalui 6 prinsip Hygiene Sanitasi Makanan, adalah sebagai berikut :

1. Pemilihan Bahan Makanan Pemilihan bahan makanan tidak dilakukan di warung makan, tetapi dilakukan dirumah pedagang

2. Penyimpanan Bahan Makanan Tidak terdapat penyimpanan bahan makanan.

3. Pengolahan Bahan Makanan Tidak terdapat pangolahan bahan makanan.

4. Penyimpanan Makanan Jadi Makanan yang telah dimasak disimpan pada wadah dan suhu penyimpanan yang sesuai dengan jenis makanan.

Terkadang makanan yang dihidangkan sebelum dimakan oleh konsumen mengalami waktu penyimpanan yang cukup lama dan makanan yang sudah tersaji diletakkan pada tempat yang terbuka.

5. Pengangkutan Makanan Jadi Pegangkutan makanan jadi dilakukan pada saat makanan siap disajikan kepada konsumen. Pedagang membawa makanan yang siap disajikan ke konsumen menggunaka nampan. Makanan yang dibawa tidak diberi penutup.

6. Penyajian Makanan Jadi Penyiapan penyajian makanan jadi meliputi :

1. Personal Hygiene Penjamah Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan penjamah makanan hanya celemek. Dalam penyajian makanan, makanan terkena kontak

langsung dengan penjamah. Penjamah makanan kurang memeperhatikan prinsip hygiene sanitasi dalam menyajikan makanan. Secara umum,

penjamah makanan masih menggunakan perhiasan di tangan seperti cincin, penjamaha mengobrol dalam

menyajikan makanan, terkadang tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah menyajikan makanan.

2. Tempat Penyajian makanan Tempat penyajian makanan tidak terpisah dengan tempat penyimpanan makanan jadi Dinding kurang bersih dan kurang terawat

Tempat pencucian alat, bahan makanan dan cuci tangan tidak terpisah.

Makanan disajikan ketika makanan dipesan oleh konsumen. Wadah makanan tersebut terbuat dari bahan plastik dan melamin, cukup bersih, namun ditemukan wadah makanan bolong/retak yang masih tetap digunakan.

Berdasarkan hasil identifikasi mengenai pengolahan makanan di atas, kami ingin mengetahui lebih lanjut mengenai social para penjamah makanan mengenai Hygiene dan Sanitasi Makanan dengan cara menggunakan instrument kuesioner.

Aspek social Pekerja Pengolahan Makanan mengenai Hygiene Sanitasi Makanan

Hasil pengamatan terbagi atas data umum dan data khusus. Daa umum terdiri dari jenis kelamin pekerja, golongan umur, masa kerja dan pendidikan terakhir pekerja. Sedangkan data khusus terdiri atas tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan yang berkaitan dengan hygiene sanitasi makanan pada petugas pengolahan makanan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan dengan jumlah responden 10 orang. Data kuesioner terdiri dari 2 data, yaitu data umum dan data khusus.

1. Data Umum

Berikut ini hasil dari data umum, meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir dan masa kerja.

a. Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja pengolahan makanan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan jenis kelamin pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Pekerja Pengolahan Makanan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 3 7 10 (%) 30 70 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012 Dari table 3 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan jenis kelamin, didapatkan hasil

responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 3 orang dengan persenrasi 30% sedangkan, responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 7 orang dengan persentase 70%.

b. Umur Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap responden mengenai umur pekerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Golongan Umur Pada Pekerja Pengolahan Makanan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Golongan Umur <24 tahun 24-45 tahun >45 tahun Jumlah Jumlah 8 2 0 10 % 80 20 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan golongan umur pekerja pengolahan makanan, 8 responden ada pada golongan umur kurang dari 25 tahun. Pada golongan umur 25-45 tahun terdapat 2 responden dengan persentase 80%. Tidak ada responden pada golongan umur di atas 45 tahun.

c. Masa Kerja

Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja Pada Pekerja Pengolahan Makanan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Masa Kerja <1 tahun 1-3 tahun >3 tahun Jumlah Jumlah 0 4 6 10 % 0 40 60 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan masa kerja pada pekerja pengolahan makanan, 4 responden memiliki masa kerja antara 1-3 tahun dengan persentase 40% dengan jumlah 10 responden dengan

persentase 100%. terdapat 6 responden dalam masa kerja lebih dari 3 tahun dengan persentase 60%.

d. Pendidikan

Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pada Pekerja Pengolahan Makanan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Pendidikan SD SMP SMA/Sederajat PT/Akademik Jumlah Jumlah 0 6 4 0 10 % 0 60 40 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan makanan di tingkat pendidikan Antar pada pekerja pengolah Rambutan,

Terminal

Kota

Kampung

responden berpendidikan SMP sebanyak 6 orang dengan persentae 60%. Responden berpendidikan SMA/sederajat sebanyak 4 orang dengan persentase 40%. Sedangkan, tidak ada responden yang berpendidikan SD dan Peguruan

Tinggi/Akademik.

2. Data Khusus

Berikut ini hasil dari data khusus meliputi, tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan.

a. Pengetahuan

Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan tingkat pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang HSM Pada Pekerja Pengolahan Makanan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 6 4 0 10 % 60 40 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat pengetahuan tentang HSM, responden berpengetahuan baik berjumlah 6 orang dengan persentase 60%. Responden berpengetahuan cukup berjumlah 4 orang dengan persentase 40%. Sedangkan, tidak ada responden berpengetahuan kurang.

b. Sikap

Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan tingkat pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Sikap Tentang HSM Pada Pekerja Pengolahan Makanan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Sikap Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 2 8 0 10 % 20 80 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat sikap pekerja tentang HSM, responden memiliki sikap yang baik berjumlah 2 orang dengan persentase 20%. Responden bersikap cukup berjumlah 8 orang dengan persentase 80%. Sedangkan, tidak ada responden yang bersikap kurang .

c. Tindakan

Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan tingkat tindakan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 7 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Tindakan Tentang HSM Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Tindakan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 2 6 2 10 % 20 60 20 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat tindakan pekerja tentang HSM, diketahui responden memiliki sikap yang baik berjumlah 2 orang dengan persentase 20%. Responden bertindakan cukup baik berjumlah 6 orang dengan persentase 60%. Sedangkan, jumlah

responden bertindakan kurang baik berjumlah 2 orang dengan persentase 20%.

4.7

Pengelolaan Sampah Padat

Berdasarkan hasil observasi, hasil check list mengenai ruang dan bangunan sebesar 50% sehingga berada dalam katagori cukup baik.

Pengolahan sampah di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan di tangani oleh unit kebersihan terminal kampung rambutan. Terdapat 23 orang yang bertugas dalam pengolahan sampah. Yaitu 1 orang koordinator kebersihan dan 22 orang pekerja

Di area ruang tunggu Terminal Antar Kota Kampung Rambutan terdapat tempat sampah dalam radius 10 m. Tempat sampah terbuat dari bahan anti karat, mudah dibersihkan, terbuat dari bahan yang kedap air dan ringan serta tempat sampah sudah dilengkapi dengan penutup.

Gambaran mengenai teknis pengelolaan sampah di Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan adalah sebagai berikut.

1. Pewadahan Berdasarkan hasil observasi yang telah kami lakukan pewadahan sampah di Terminal Kampung Rambutan (Antar Kota) yakni: Terdapat dua jenis tempat sampah yaitu sampah organik & anorganik. Konstruksi Tempat pewadahan yang memenuhi

persyaratan terbuat dari bahan anti karat, mudah dibersihkan, terbuat dari bahan yang kedap air dan ringan serta tempat sampah sudah dilengkapi dengan penutup.

2. Pengumpulan Sampah dari masing-masing tempat sampah diambil/diangkut dengan menggunakan gerobak sampah ke tempat pembuangan sementar (TPS) setiap hari. APD yang digunakan sarung tangan, masker, wearpack dan sepatu kerja. Konstruksi TPS kuat, kedap air, tidak tertutup, dengan volume sampah melebihi kapasitas, dan sampah berserakan di sekitar TPS.

3. Pemilahan Sampah yang telah dikumpulkan dipilah-pilah kembali antara sampah botol plastik dan sampah dedaunan. Sampah botol plastik

akan di jual ke penampungan sampah botol plastik untuk diolah, sedangkan sampah dedaunan akan dilanjutkan ke proses

pengomposan yang dilakukan sendiri oleh pihak kebersihan terminal antar kota Kampung Rambutan.

4. Pengolahan pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah dengan cara mengubah sampah dedaunan menjadi pupuk kompos.

5. Pengangkutan Setelah dipilah, sampah yang sudah terkumpul di TPS diangkut menuju TPA oleh dinas kebersihan. Jangka waktu pengangkutan sampah tidak menentu tergantung volume sampah. Jika volume sampah sudah memenuhi bak TPS, pihak pengelola sampah di terminal Kampung Rambutan menghubungi Dinas Kebersihan setempat untuk mengangkut sampah ke TPA.

6. Pembuangan Akhir Pembuangan akhir dilakukan oleh pihak Dinas Kebersihan setempat ke TPA, seperti TPA Bantargebang.

Berdasarkan hasil identifikasi mengenai pengelolaan sampah di atas, kami ingin mengetahui lebih lanjut mengenai social para petugas kebersihan mengenai pengelolaan sampah dengan cara

menggunakan instrument kuesioner.

Aspek Sosial Petugas Kebersihan Mengenai Pengelolaan Sampah

Hasil pengamatan terbagi atas data umum dan data khusus. Data umum terdiri dari jenis kelamin pekerja, golongan umur, masa kerja dan pendidikan terakhir pekerja. Sedangkan data khusus terdiri atas tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan yang berkaitan dengan pengolahan sampah pada petugas kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan dengan jumlah pekerja 23 orang. Namun dari pihak instansi hanya diijinkan 10 pekerja untuk menjadi responden. Data kuesioner terdiri dari 2 data, yaitu data umum dan data khusus.

1. Data Umum

Berikut ini hasil dari data umum yang telah kami dapat meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir dan masa kerja.

a. Jenis Kelamin Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan jenis kelamin pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 8 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 10 0 10 (%) 100 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012 Dari table 10 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan jenis kelamin, didapatkan hasil

keseluruhan responden berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 100%.

b. Umur Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan umur pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 9 Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Umur < 24 tahun 24-45 tahun >45 tahun Jumlah Jumlah 0 4 6 10 (%) 0 40 60 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 5 responden berdasarkan golongan umur diketahui bahwa tidak ada responden yang berumur <24 tahun, responden dengan umur 24-45 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase 40% dan golongan umur >45 tahun sebanyak 6 orang dengan persentasi 60%.

c. Pendidikan Terakhir Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 10 Distribusi RespondenBerdasarkan Pendidikan Terakhir Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Pendidikan SD SMP SMA/Sederajat Perguruan Tinggi (PT) Jumlah Jumlah 10 0 0 0 10 (%) 100 0 0 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan pendidikan terakhir didapat responden keseluruhan berpendidikan terakhir SD dengan persentase 100%.

d. Masa Kerja Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan masa kerja pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 11 Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Masa Kerja <1 tahun 1- 3 tahun >3 tahun Jumlah Jumlah 0 0 10 10 (%) 0 0 100 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel 13 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan golongan masa kerja diketahui bahwa keseluruhan responden memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun dengan persentase 100%.

2. Data Khusus

Data khusus meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan, yaitu sebagai berikut:

a. Pengetahuan

Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan tingkat

pengetahuan pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel 12 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Pengolahan Sampah Pada Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 10 0 0 10 (%) 100 0 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel 14 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan tingkat pengetahuan pekerja tidak didapatkan responden berpengetahuan cukup dan kurang. Keseluruhan responden berpengetahuan baik dengan

persentase 100%.

b. Sikap Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan tingkat sikap pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 13 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Sikap Tentang Pengolahan Sampah Pada Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat sikap Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 10 0 0 10 (%) 100 0 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel 15 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan tingkat sikap pekerja tidak didapatkan responden bersikap cukup dan kurang. Keseluruhan responden bersikap baik dengan persentase 100%.

c. Tindakan

Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja bagian kebersihan di kebersihan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan tingkat tindakan pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 14 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Tindakan Tentang Pengolahan Sampah Pada Pekerja Bagian Kebersihan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat tindakan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 10 0 0 10 (%) 100 0 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel 16 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden didapatkan Keseluruhan berdasarkan responden responden tingkat tindakan cukup tindakan pekerja dan baik tidak kurang. dengan

bertindakan memiliki

persentase 100%.

4.8

Kualitas Lingkungan Kerja Fisik

4.8.1 Tingkat Kebisingan Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter. Cara pengambilan data kebisingan pada area sekeliling terminal antar kota kampung rambutan dengan berjalan mengelilingi lingkungan terminal selama 30 menit per 5 detik. Sedangkan, pengambilan data pada area kedatangan bus dan area tunggu penumpang dengan cara diam di tempat masingmasing selama 30 menit per 5 detik. Dari hasil pengukuran tingkat kebisingan didapatkan hasil sebagai berikut.

1. Area Keliling Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tanggal Pengukuran Jam Pengukuran : Rabu, 19 Desember 2012 : 09.00 WIB

Rata-rata hasil pengukuran adalah 81,9 dB (A) Tabel 15 Distribusi Kumulatif Tingkat Kebisingan Di Area Keliling Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Kisaran Db (A) Jumlah Sampel % Sampel Jumlah Kumulatif Sampel 13 86 220 347 360 % Kumulatif Sampel 3,61 23,89 61,11 96,39 100

90 94,9 13 3,61 85 89,9 73 20,28 80 84,9 134 37,22 75 79,9 127 35,28 70 74,9 13 3,61 Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Grafik Distribusi Kumulatif Tingkat Kebisingan Di Area Keliling Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012
120

k u m u % l a t i f

100

s a m p e l

80 60 40 20 0 70-74.9 75-79.9 80.84.9 85-89.9 90-94.9

kisaran dB (A)

2. Area kedatangan bus Tanggal Pengukuran Jam Pengukuran : Rabu, 19 Desember 2012 : 10.10 WIB

Rata-rata hasil pengukuran : 77.9 dB (A)

Tabel 16 Distribusi Kumulatif Tingkat Kebisingan Di Area Kedatangan Bus Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Kisaran dB (A) Jumlah Sampel % Sampel Jumlah Kumulatif Sampel 1 7 24 113 120 % Kumulatif Sampel 0,83 5,83 20 94,17 100

90 94,9 1 0,83 85 89,9 6 5 80 84,9 17 14,17 75 79,9 89 74,17 70 74,9 7 5,83 Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Grafik Distribusi Kumulatif Tingkat Kebisingan Di Area Kedatangan Bus Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012
120 k u m u % l a t i f 100 s a m p e l 80 60 40 20 0 70-74.9 75-79.9 80.84.9 kisaran dB (A) 85-89.9 90-94.9

Denah Pengukuran Kebisingan Di Area Kedatangan Bus Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012
Area Terminal Dalam Kota 1 3 2

Jalur Kedatangan Bus

Jalur Kedatangan Bus POS jaga

Keluar Terminal

TAMAN KECIL

PARKIRAN ANTAR-JEMPUT

Keterangan:

1 2

: Kantor Terminal Antar Kota : Rumah Makan Pembatas

: Trotoar :Pagar

: Titik Pengukuran Kebisingan

4.8.2 Kadar Debu

Pengukuran kadar debu menggunakan alat High Volume Sampler dengan durasi pengukuran selama 30 menit. Dari hasil pengukuran kadar debu yang dilakukan di ruang tunggu penumpang dan area kedatangan bus didapatkan hasil sebagai berikut.

1. Ruang Tunggu Penumpang Hari, Tanggal Pengukuran Jam Pengukuran Hasil pengukuran : Jumat, 21 Desember 2012 : 09.00 WIB : 64,38 ug/m3

Denah Pengukuran Kadar Debu Di Area Tunggu Penumpang Terminal Bus Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012
Kios makanan Loket karcis

Ruang keseh atan

Tangga

Parkiran bus

Keterangan
Kursi tunggu

Pagar pembatas Titik pengukuran debu

2. Area Kedatangan Bus Hari, Tanggal Pengukuran Jam Pengukuran Hasil pengukuran : Jumat, 21 Desember 2012 : 10.00 WIB : 107,3 ug/m3

Denah Pengukuran Kadar Debu Di Area Kedatangan Bus Terminal Antar Kota Kampung Ranbutan Tahun 2012
Area Terminal Dalam Kota 1 2

Jalur Kedatangan Bus

Jalur Kedatangan Bus 3 POS jaga Keluar Terminal

TAMAN KECIL

PARKIRAN ANTAR-JEMPUT

1 2

: Kantor Terminal Antar Kota : Rumah Makan Pembatas

: Trotoar :Pagar

: Titik Pengukuran Debu

Berdasarkan hasil identifikasi mengenai kualitas lingkungan kerja fisik di atas, kami ingin mengetahui lebih lanjut mengenai social para pekerja Dinas Perhubungan yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) cara menggunakan instrument kuesioner.

Aspek Sosial Petugas Dinas Perhubungan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Hasil pengamatan terbagi atas data umum dan data khusus. Data umum terdiri dari jenis kelamin pekerja, golongan umur, masa kerja dan pendidikan terakhir pekerja. Sedangkan data khusus terdiri atas tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan yang berkaitan dengan K3 pada petugas dinas perhubungan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan dengan jumlah pekerja 17 orang. Namun dari pihak instansi hanya diijinkan 10 pekerja untuk menjadi responden. Data kuesioner terdiri dari 2 data, yaitu data umum dan data khusus.

1. Data Umum Berikut ini hasil dari data umum, meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir dan masa kerja.

a. Jenis Kelamin Berdasarkan hasil yang kami dapat dari penyebaran kuesioner yang dibagi kepada 10 pekerja dinas perhubungan di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan berdasarkan jenis kelamin pekerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 17 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 10 0 10 (%) 100 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012 Dari table 17 dapat dilihat bahwa hasil kuesioner dari 10 responden berdasarkan jenis kelamin, didapatkan hasil

keseluruhan responden berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 100%.

b. Umur Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap responden mengenai umur pekerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 18 Distribusi Responden Berdasarkan Golongan Umur Pada Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Golongan Umur <25 tahun 25-45 tahun >45 tahun Jumlah Jumlah 0 8 2 10 % 0 80 20 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan golongan umur pekerja dinas perhubungan

dengan jumlah terbanyak ada pada kelompok umur 24-45 tahun sebanyak 8 orang dengan persentase 80%. Pada golongan umur lebih dari 45 tahun sebanyak 20 orang dengan persentase 20%. Sedangkan, tidak ada responden pada golongan umur kurang dari 25 tahun.

c. Masa Kerja Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 19 Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja Pada Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Masa Kerja <1 tahun 1-3 tahun >3 tahun Jumlah Jumlah 0 0 10 10 % 0 0 100 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan golongan umur pekerja dinas perhubungan

terminal keseluruhan responden dalam masa kerja lebih dari 3 tahun.

d. Pendidikan Terakhir Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 20 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pada Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Pendidikan SD SMP SMA/Sederajat PT/Akademik Jumlah Jumlah 0 0 10 0 10 % 0 0 100 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan perhubungan tingkat Terminal pendidikan Antar Kota pada pekerja dinas

Kampung

Rambutan,

keseluruhan responden berpendidikan terakhir SMA dengan jumlah 10 orang dengan persentasi 100%.

3. Data Khusus

a. Pengetahuan Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan tingkat pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 21 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang K3 Pada Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 2 8 0 10 % 20 80 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat pengetahuan tentang K3, 2 responden berpengetahuan baik dengan persentase 20%. Responden berpengetahuan cukup berjumlah 8 orang dengan persentase 80%. Sedangkan, tidak ada responden berpengetahuan kurang.

b. Sikap Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan tingkat pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 22 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Sikap Tentang K3 Pada Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Sikap Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 10 0 0 10 % 100 0 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat sikap pekerja tentang K3 diketahui semua responden memiliki sikap yang baik, dengan jumlah 10 responden dengan persentase 100%.

c. Tindakan Menurut hasil penyebaran kuesioner pada pekerja dinas perhubungan berdasarkan tingkat tindakan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 23 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Tindakan Tentang K3 Pekerja Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 Tingkat Tindakan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 10 0 0 10 % 100 0 0 100

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat sikap pekerja tentang K3 diketahui semua responden memiliki sikap yang baik, dengan jumlah 10 responden dengan persentase 100%.

BAB V ANALISA HASIL

Dari hasil identifikasi melalui wawancara, observasi (checklist), pengisian kuesioner oleh pekerja, dan pengukuran (tingkat kebisingan dan kadar partikel debu) di Terminal Antar Kota Kampung Rambutan dapat dianalisis sebagai berikut. 5.1 Ruang dan Bangunan 1. Lokasi terminal Persyaratan lokasi terminal, yaitu: a. Dalam menentukan letak harus disesuaikan dengan

perencanaan tata kota b. Tidak terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, tetapi cukup strategis c. Tidak terlalu dekat dengan pabrik-pabrik besar yang

mengeluarkan asap dan bunyi yang bising. d. Tidak terletak di tempat yang rendah dan daerah rawa sehingga tidak terjadi banjir, dan tidak di tempat yang berdebu e. Sebaiknya ditempatkan di daerah yang luas dan terbuka dengan maksud: Memberikan tempat cukup luas untuk orang-orang yang pergi ke terminal bus dan berjualan di tempat tersebut Memberikan tempat yang cukup bagi kendaraan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang Memberikan tempat yang cukup luas untuk kendaraan parkir

Dari persyaratan yang ada, terminal antar kota Kampung Rambutan beberapa sudah memenuhi syarat, namun lokasi terminal berdekatan dengan pemukiman penduduk.

2. Pagar Sekeliling terminal perlu diberi pagar yang cukup tinggi dan kuat untuk menunjukkan: 1. Batas-batas terminal 2. Menjaga keamanan 3. Memperkecil masuknya hewan peliharaan ke dalam terminal Dari persyaratan yang ada, pagar terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

3. Lantai Menurut KEPMENKES 1405/MENKES/SK/XI/2002, mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, terdapat persyaratan mengenai lantai, yaitu: Lantai terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, permukaan rata, tidak licin dan bersih. Dari persyaratan tersebut, lantai pada bangunan terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

4. Bangunan Menurut KEPMENKES 1405/MENKES/SK/XI/2002, mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, terdapat persyaratan mengenai bangunan, yaitu: kuat, terpelihara, bersih, dan tidak memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan dan kecelakaan. Dari persyaratan tersebut, bangunan terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

5. Dinding dan Langit-langit

Menurut

KEPMENKES

1405/MENKES/SK/XI/2002,

mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, terdapat persyaratan mengenai dinding dan langit-langit, yaitu: 1. Dinding bersih dan bewarna terang, permukaan dinding yang selalu terkena percikan air harus kedap air. 2. Langit langit kuat tidak bocor, bewarna terang, ketinggian minimal 2,5 m dari lantai. 3. Atap kuat dan tidak bocor. 4. Tidak memingkinkan terjadinya kecelakaan Dari persyaratan tersebut, dinding dan langit-langit pada bangunan di terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

6. Ventilasi Menurut KEPMENKES 1405/MENKES/SK/XI/2002, mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, terdapat persyaratan pertukaran udara, yaitu: a) Untuk ruangan kerja yang tidak ber AC harus memiliki lubang ventilasi minimal 15% dari luas lantai dengan menerapkan sistem ventilasi silang. b) Ruang yang menggunakan AC secara periodik harus dimatikan dan diupayakan mendapat pergantian udara secara alamiah dengan cara membuka seluruh pintu dan jendela atau dengan kipas angin. c) Membersihkan saringan/filter udara AC secara periodik sesuai ketentuan pabrik. Dari persyaratan tersebut, ventilasi pada bangunan di terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

5.2

Fasilitas Penunjang

1. Tempat parkir bus Dengan persyaratan minimal hygiene sanitasi yang berlaku adalah sebagai berikut : 1. Bersih dari sampah dan genangan air 2. Berlantai aspal/beton 3. Penerangan yang cukup 4. Sarana pembuangan sampah yang cukup dan memenuhi syarat kesehatan. 5. Sekeliling bangunan harus ada saluran pembuangan air kotor 6. Kebersihan selalu terjaga. Dari persyaratan yang ada, tempat parkir bus terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

2. Toilet Umum a. Tersedia dengan jumlah yang cukup b. Air bersih tersedia dalam jumlah yang cukup. c. Toilet dipisahkan antara toilet khusu wanitan dan toilet khusus pria d. Adanya fasilitas sanitasi seperti wastafel, sabun, serta

pengering tangan di dalam toilet. e. Tersedianya tempat sampah f. Kondisi WC tidak bersih dan tidak becek. Dari persyaratan yang ada, toilet umum terminal bis antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat, namun masih kurang tersedianya fasilitas sanitasi seperti wastafel, sabun serta pengering tangan atau tisu.

3. Tempat Duduk

Kuat, bersih, bebas dari serangga, dan jumlah tempat duduk memenuhi kapasitas penumpang. Dari persyaratan tersebut, tempat duduk pada ruang tunggu di terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

4 Fasilitas P3K a. Adanya peralatan dan obat-obatan P3K yang baik dan cukup b. Adanya petugas yang terlatih dalam memberikan pertolongan pertama Fasilitas P3K Terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat. 5. Alat Pemadam Kebakaran a. Tersedianya alat pemadam kebakaran yang selalu siap digunakan b. Dilengkapi cara penggunaannya c. Penempatan mudah dilihat dan dicapai untuk digunakan Letak alat pemadam kebakaran di Terminal antar kota Kampung Rambutan sulit dilihat dan tidak berada pada posisi yang strategis, sehingga alat pemadam kebakaran di terminal antar kota Kampung Rambutan belum memenuhi syarat. 6. Bangunan Musholla a. Penyediaan air bersih yang cukup b. Kondisi terawat dan bersih c. Strategis, mudah dilihat dan dijangkau oleh pengunjung. Dari persyaratan tersebut, bangunan musholla di Terminal antar kota Kampung Rambutan sudah memenuhi syarat.

5.3

Penyediaan Air Bersih

Berdasarkan PERMENKES 416/MENKES/PER/XI/1990, mengenai persyaratan kualitas air bersih, yaitu : Syarat fisik air: Telah terpenuhi, seperti air tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak keruh. Hasil identifikasi dapat dianalisis bahwa air bersih di terminal antar kota Kampung Rambutan secara fisik sudah memenuhi syarat kualitas air bersih.

5.4

Pengelolaan Limbah Cair

Menurut

KEPMENKES

1405/MENKES/SK/XI/2002,

mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, yaitu: a. Saluran limbah cair harus kedap air, tertutup, limbah cair dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan bau. b. Semua limbah cair harus dilakukan pengolahan lebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan minimal dengan tengki septik.

Saluran limbah cair di terminal antar kota kampung rambutan sudah kedap air, namun belum tertutup. Beberapa bagian saluran tersumbat dengan sampah sehingga dapat menimbulkan bau. Pengelolaan limbah cair terminal antar kota Kampung Rambutan belum memenuhi syarat.

5.5

Pengendalian Vektor Penyakit

Menurut

KEPMENKES

1405/MENKES/SK/XI/2002,

mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, yaitu:

1) Konstruksi bangunan tidak memungkinkan masuk dan berkembang biaknya vektor dan reservoar penyakit kedalam ruang kerja dengan memasang alat yang dapat mencegah masuknya serangga dan tikus. 2) Menjaga kebersihan lingkungan, sehingga tidak terjadi

penumpukan sampah dan sisa makanan. 3) Pengaturan peralatan dan arsip secara teratur. 4) Meniadakan tempat perindukan serangga dan tikus. 5) Pengendalian dengan bahan kimia yaitu dengan melakukan penyemprotan, pengasapan, memasang umpan, membubuhkan abate pada tempat penampungan air bersih. 6) Pengendalian penjamu dengan listrik frekwensi tinggi. 7) Cara mekanik dengan memasang perangkap

Terminal antar kota Kampung Rambutan tidak terdapat pengawasan dan pengendalian terhadap vekor penyakit dan binatang pengganggu. Hasil identifikasi dapat dianalisis bahwa pengendalian vektor terminal antar kota Kampung Rambutan belum memenuhi syarat.

5.6

Pengolahan Makanan dan Minuman

Menurut

KEPMENKES

1098/MENKES/SK/VII/2003,

mengenai

persyaratan hygiene sanitasi rumah makan dan restoran, terdapat persyaratan mengenai pengolahan makanan, yaitu: 1. Semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari kontak langsung dengan tubuh. 2. Perlindungan kontak langsung dengan makanan jadi dilakukan dengan: a. Sarung tangan plastik. b. Penjepit makanan.

c. Sendok garpu dan sejenisnya. 3. Setiap tenaga pengolah makanan pada saat bekerja harus memakai: a. Celemek/apron. b. Tutup rambut. c. Sepatu dapur. d. Berperilaku : 1). Tidak merokok. 2). Tidak makan atau mengunyah. 3). Tidak memakai perhiasan kecuali cincin kawin yang tidak berhias. 4). Tidak menggunakan peralatan dan fasilitas yang bukan untuk keperluannya. 5). Selalu mencuci tangan sebelum bekerja dan setelah keluar dari kamar kecil. 6). Selalu memakai pakaian kerja dan pakaian pelindung dengan benar. 7). Selalu memakai pakaian kerja yang bersih yang tidak dipakai di luar tempat rumah makan atau restoran. 4. Tenaga pengolah makanan harus memiliki sertifikat vaksinasi chotypa dan buku kesehatan yang berlaku. 5. Terdapat fasilitas sanitasi: Air bersih Pembuangan air limbah Toilet Tempat sampah Temat cuci tangan Tempat pencucian bahan makanan

Dari persyaratan tersebut, ada beberapa yang tidak dilakukakan oleh penjamah makanan, yaitu penjamah tidak berperilaku sehat pada saat menjamah makanan. Di meja penyajian makanan terdapat lalat dan fasilitas sanitasi tidak memadai yaitu tidak terdapatnya wastafel dan sabun pencuci tangan. Sehingga pengolahan makanan di terminal antar kota Kampung Rambutan belum memenuhi syarat.

Menurut hasil kuesioner, terdapat penjamah makanan dengan pengetahuan yang cukup yaitu terdapat 4 orang (40%). Hal tersebut disebabkan mereka tidak mengerti tentang hygiene sanitasi makanan dan apa manfaatnya. 80% penjamah makanan memiliki sikap yang kurang baik dalam mengelola makanan yaitu mereka mengobrol dalam mengolah makanan. Tindakan penjamah makanan 60% cukup dan 20% kurang baik, dikarenakan mereka tidak menggunakan APD saat mengolah makanan, serta kurangnya personal hygiene dalam mengelola makanan.

5.7

Pengolahan Sampah

Menurut

KEPMENKES

1405/MENKES/SK/XI/2002,

mengenai

persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran, yaitu: a. Setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya serta dilengkapi dengan penutup. b. Sampah kering dan sampah basah ditampung dalam tempat sampah yang terpisah. c. Tersedia tempat pengumpulan sampah sementara yang memenuhi syarat.

Menurut

Undang

Undang

No:

18

Tahun

2008.

Kegiatan

penanganan sampah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf b meliputi: a. Pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah. b. Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan

sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu. c. Pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir. d. Pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah; dan/atau e. Pemrosesan akhir sampah dalam bentuk pengembalian

sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman. Di terminal antar kota Kampung Rambutan telah terdapat proses pengelolaan sampah, namun masih belum memenuhi persyaratan untuk konstruksi TPS yang digunakan. Sehingga dapat dikatakan pengelolaan sampah di terminal antar kota Kampung Rambutan belum memenuhi syarat.

Menurut hasil kuesioner, semua petugas memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pengelolaan sampah yang baik. Sehingga aspek social pekerja tidak mempengaruhi ketidak-optimalnya pengelolaan sampah di terminal.

5.8

Kualitas Lingkungan Kerja Fisik

5.8.1 Tingkat Kebisingan Menurut Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 551/2001 Tentang Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Provinsi DKI Jakarta, terdapat persyaratan mengenai tingkat kebisingan kawasan terminal yaitu 70 dB (A). Hasil analisa pengukuran dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 24 Analisa Hasil Pengukuran Tingkat Kebisingan Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 No. 1. 2. Area Keliling terminal Kedatangan bus Kebisingan (dB) 81,9 77,9 Standar 70 dB 70 dB Hasil Tidak memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

5.8.2 Kadar Debu Menurut Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 551/2001 Tentang Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di Provinsi DKI Jakarta, terdapat persyaratan mengenai kadar debu di kawasan terminal yaitu 230 ug/Nm3 per waktu pengukuran 24 jam. Hasil analisa pengukuran dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 25 Analisa Hasil Pengukuran Kadar Debu Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Tahun 2012 No. 1. 2. Area Ruang tunggu penumpang Kedatangan bus Kadar debu (ug/m3) 56,97 94,54 Standar 230 ug/m3 230 ug/lm3 Hasil Memenuhi syarat Memenuhi syarat

Sumber. Data Primer terolah tahun 2012

Menurut hasil kuesioner para pekerja Dinas Perhubungan mengenai K3, terdapat petugas dengan pengetahuan yang cukup yaitu terdapat 8 orang (80%). Hal tersebut disebabkan mereka kurang memahami K3 dalam transportasi, seperti kadar debu dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

BAB VI PENUTUP

6.1

Kesimpulan

6.1.1 Ruang dan Bangunan 1. Lokasi terminal sudah memenuhi persyaratan, namun tidak jauh di belakang lokasi terminal terdapat pemukiman penduduk. 2. Pagar terminal berfungsi sesuai peruntukannya, member batasan-batasan pada terminal, pagar kuat, dan pagar diberi cat sehingga sudah memenuhi persyaratan. 3. Lantai ruangan terminal sudah memenuhi syarat 4. Bangunan terminal sudah memenuhi syarat, tapi ada sedikit bagian yang kurang terawat. 5. Dinding dan langit-langit bangunan terminal sudah memenuhi syarat. 6. Ventilasi ruangan kantor di terminal sudah memenuhi syarat. Jumlah ventilasi pada ruang kantor lantai dasar mencukupi namun tidak dipasang kassa. Sedangkan, ruang kanor di lantai atas menggunakan pendingin ruangan.

6.1.2 Fasilitas penunjang 1. Tempat parkir bus sudah memenuhi persyaratan. Namun pada saat hujan turun beberapa titik di tempat parkir bus tergenang air hujan. 2. Toilet umum sudah memenuhi persyaratan, namun masih kurang tersedianya fasilitas sanitasi seperti wastafel, sabun serta pengering tangan atau tisu.

3. Tempat duduk pada ruang tunggu jumlahnya mencukupi sesuai kapasitas penumpang, dan bebas dari kutu busuk. Sehingga tempat duduk ruang tunggu terminal sudah memenuhi syarat. 4. Fasilitas P3K terminal terdapat pada ruang kesehatan terminal dan terdapat orang yang ahli dibidangnya. Fasilitas P3K di terminal sudah memenuhi syarat. 5. Alat pemadam kebakaran terminal belum memenuhi syarat karena terletak di tempat-tempat yang sulit dijangkau. 6. Bangunan musholla terminal jumlahnya mencukupi dan

tersebar di llingkungan terminal. Bangunan musholla sudah memenuhi syarat

6.1.3 Penyediaan Air Bersih Ketersediaan air bersih di terminal sudah cukup memadai. Kualitas air tersebut sudah memenuhi syarat fisik air bersih yaitu air bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sehingga penyediaan air bersih di terminal antar kota kamung rambutan sudah memenuhi syarat

6.1.4 Pengelolaan Limbah Cair Pengelolaan limbah cair domestik di terminal belum memenuhi syarat, salurang pembuangan tidak tertutup dan tersumbat sampah serta menimbulkan bau.

6.1.5 Pengendalian Vector Penyakit Di terminal antar kota kampung rambutan tidak terdapat

pengendalian vector penyakit, terlihat adanya tikus di ruang tunggu penumpang pada siang hari, banyak terdapat lalat terutama pada

sekitar tempat sampah dan TPS. Sehingga pengendalian vector penyakit belum memenuhi syarat.

6.1.6 Pengolahan Makanan dan Minuman Fasilitas sanitasi seperti wastafel dan sabun pencuci tangan pada rumah makan belum memadai. Terdapatnya lalat pada penyajian makanan. Dari hasil kuesioner, 40% penjamah makanan kurang mengerti tentang hygiene sanitasi makanan serta manfaatnya. 80% penjamah makanan memiliki sikap yang kurang baik dalam mengelola makanan yaitu mereka mengobrol dalam mengolah makanan. Tindakan penjamah makanan 60% cukup dan 20% kurang baik, dikarenakan mereka tidak menggunakan APD saat mengolah makanan, serta kurangnya personal hygiene dalam mengelola makanan meja

6.1.7 Pengelolaan Sampah Konstruksi tempat sampah sudah memenuhi persyaratan. Namun pada pengelolaannya belum memenuhi syarat, karena sampah pada TPS melebihi kapasitas tempat pembuangan sampah sementara, serta sampah berserakan disekitas TPS, sehingga banyak terdapat vector penyakit dan hewan pengganggu seperti lalat, tikus dan kecoa.

Menurut hasil kuesioner, semua petugas memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pengelolaan sampah yang baik. Sehingga aspek social pekerja tidak mempengaruhi ketidakoptimalnya pengelolaan sampah di terminal.

6.1.8 Kualitas Lingkungan Kerja Fisik

6.1.8.1

Kebisingan

Kebisingan terminal yang diambil sampel pada area keliling terminal antar kota Kampung Rambutan dan area kedatangan bus melebihi nilai ambang batas tingkat kebisingan terminal. Sehingga tidak memenuhi persyaratan.

6.1.8.2 Kadar debu

Kadar debu yang diambil sampel pada ruang tunggu

penumpang dan pada area kedatangan bus tidak melebihi nilai ambang batas kadar debu di udara. Sehingga, kadar debu di terminal antar kota Kampung Rambutan memenuhi syarat.

Menurut hasil kuesioner para pekerja Dinas Perhubungan mengenai K3, terdapat petugas dengan pengetahuan yang cukup yaitu terdapat 8 orang (80%). Hal tersebut disebabkan mereka kurang memahami K3 dalam transportasi, seperti kadar debu dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

6.2

Saran

1. Lingkungan terminal Perawatan gedung terminal agar lebih diperhatikan, seperti kumpulan debu pada sudut langit-langit ruangan. Melengkapi ketersedian wastafel, sabun dan pengering tangan pada fasilitas toilet umum.

2. Pengelolaan Limbah Cair Memberikan penutup pada saluran pembuangan limbah

domestic agar dapat menjaga saluran terbebas dari sampah. Kontruksi penutup sebaiknya tidak permanen agar saluran dapat dengan rutin dibersihkan. Memasang kawat pelindung pada pangkal dan ujung saluran untuk menyaring sampah yang masuk dan menghindari masuknya tikus dan kecoa.

3. Pengendalian Vector Penyakit dan Binatang Pengganggu Diadakan control rutin terhadap vector penyakit dan binatang pengganggu seperti lalat, kecoa dan tikus. Dapat dilakukan dengan cara fogging, pemasangan kawat pada saluran pembuangan pencegah tikus masuk, dan pengelolaan sampah yang baik dan benar agar tidak menimbulkan kehadiran lalat.

4. Pengolahan Makanan dan Minuman Memberikan penyuluhan tentang hygiene sanitasi pengolahan makanan minuman dan tentang penggunaan alat pelindung diri kepada para pengolah/penjamah makanan di kantin kerminal. Penyuluhan dapat bekerjasama dengan pihak puskesmas kelurahan/kecamatan setempat. Penambahan fasilitas sarana penunjang seperti wastafel beserta sabun pencuci tangan dan alat pengering tangan. Memberi lilin api pada meja penyajian makanan untuk menghindari kedatangan lalat

5. Pengelolaan Sampah Konstruksi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) diberi penutup agar sampah tidak basah pada saat hujan, dan tidak menimbulkan lalat. Meningkatkan intensitas pengangkutan sampah dari TPS ke TPA agar tidak terjadi penumpukan sampah di TPS.

6. Kualitas lingkungan kerja fisik a. Tingkat kebisingan Memantau kondisi kelayakan mesin bus. Mesin bus yang sudah tua dan tidak terawat akan menimbulkan suara yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan No.1405/MENKES/SK/XI/2002 Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan No.1098/MENKES/SK/VIII/2003 Gubernur Propinsi Daera Khusus Ibukota Jakarta. 2001. Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusu Ibukota Jakarta No. 551/2001 Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Presiden Republik Indonesia. 2008. Undang-undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 Presiden Republik Indonesia. 2009. Undang-undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 Sumamur, P.K. 1996. Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : Gunung Agung