P. 1
Buku Pln Csr

Buku Pln Csr

|Views: 36|Likes:
Dipublikasikan oleh Heru Satria

More info:

Published by: Heru Satria on Nov 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2014

pdf

text

original

Berbagi Terang untuk Semua

Daftar Isi
Kami Menyapa Bertutur tentang PKBL - CSR PT PLN (Persero) PKBL: Pembinaan UKM CSR: Pemberdayaan Masyarakat 1. Desa Mandiri Energi: Biogas dan Bio Metan 2. Pemanfaatan Lahan PT PLN (Persero) terutama di bawah SUTET 3. Go Green: Penanaman pohon untuk menambah debit air di PLTA PT PLN (Persero) Tabel Kegiatan dan Rencana PKBL - CSR Tabel Pencapaian PKBL - CSR
Ker ajinan t embaga , salah satu kar hasil ya mit r a binaan PT Perse PLN r o) (

1 2 4 7 8

11

13

15 16

Lokasi PLTMH, bantuan CSR PT PLN (Persero) di Gunung Halimun Salak, Banten
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Desa Adat Susuan Karang Asem, Dusun Kampung Sawah, Dusun Bojong Cisono, Dusun Cibadak, Dusun Cisuren, Dusun Ciawi, Dusun Luewi Gajah, Dusun Lebak Picung, Kapasitas 25 kW Kapasitas 6 kW, Menerangi 40 KK Kapasitas 6 kW, Menerangi 70 KK Kapasitas 6 kW, Menerangi 266 KK Kapasitas 2x6 kW, Menerangi 120 KK Kapasitas 6 kW, Menerangi 180 KK Kapasitas 2x6 kW, Menerangi 70 KK Kapasitas 10 kW, menerangi 54 KK

PLTS di NTB tahap II direncanakan menerangi kurang lebih 700 KK untuk lokasi :
1. 2. 3. 4. Kabupaten Bima Kabupaten Dompu Kabupaten Sumbawa Kabupaten Sumbawa Barat

Lokasi BIOGAS yang telah dimanfaatkan warga, diantaranya adalah:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Kec. Jabung Kab. Malang untuk 27 KK Desa Bergas Kidul Ungaran untuk 12 KK Desa Kalongan Kab. Semarang untuk 12 KK Desa Karang Sulang Kec. Sulang Kab. Semarang dimanfaatkan 6 KK Desa Pilang Payung Kec. Toroh Kab. Grobogan dimanfaatkan 4 KK Desa Karang mukti Kec.Paburuan Kab. Subang dimanfaatkan 7 KK Desa Karyamukti Kec. Pilili Kab. Bandung dimanfaatkan 6 KK Desa Lebakwangi Kec. Anjarsari Kab. Bandung dimanfaatkan 5 KK Desa Rajagaluh Kab. Majalengka dimanfaatkan 1 KK Desa Parung Banteng Kec. Sukasari Kab. Purwakarta dimanfaatkan 4 KK Desa Cardasari Kec. Tegalwaru Kab. Purwakarta dimanfaatkan 4 KK Desa Passanggrahan Kec. Cilawu Kab. Garut dimanfaatkan 4 KK Desa Haurngombong (1) Kec. Pamulihan Kab. Sumedang dimanfaatkan 2 KK Desa Haurngombong (2) dimanfaatkan oleh 690 KK baik peternak maupun non peternak dan menghemat kurang lebih 50% biaya listrik Desa Sumberejo Kec. Purwosari Kab. Pasuruan 2 Unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 8 KK Kab. Bondowoso 10 unit (1 unit Kapasitas 850 Watt) untuk 40 KK Kab. Trenggalek 4 unit (1 unit Kapasitas 850 Watt) untuk 16 KK Kab Tulungagung 2 unit (1 unit Kapasitas 850 Watt) untuk 8 KK Purworejo 10 unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 40 KK Brebes 10 Unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 40 KK) Biogas di Desa Pandesari , Kec. Pujon Kabupaten Malang Biogas 2 Dusun di Kec. Cipendeuy Bandung Barat (sekitar PLTA Cirata) untuk 45 KK Dusun Mekarsari, Desa Agrabinta untuk 30 KK Dusun Cijambe, Desa Agrabinta untuk 40 KK Biogas Kab. Cianjur, Desa Cihurang untuk 59 KK Desa Sumberejo Kec. Purwosari Kab. Pasuruan 2 unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 8 KK Kab. Bondowoso 10 unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 40 KK Kab. Trenggalek 4 unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 16 KK Kab. Tulungagung 2 unit (1 unit kapasitas 850 watt) untuk 8 KK

Pembangunan PLTMH lainnya terdapat di :
1. 2. PLTMH di Sungai Code Y ogyakarta (dalam pembangunan oleh UGM) PLTMH Sulawesi Selatan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Wilayah Nusa Tenggara Barat dilokasi :
Dusun Longseran Barat Utara, Desa Lanko Kec. Lingsar Kab. Lombok Barat 2. Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan Kec. Gunung Sari Kab. Lombok Barat 3. Dusun Sintung Barat, Desa Kr. Sidemen Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah 4. Dusun Kembang Sri Utara, Desa Tetebatu Kec. Sikur Kab. Lombok Timur 5. Dusun Barang Panas Desa Kembang Kuning Kec. Sikur Kab. Lombok Timur 6. Dusun Sukatain Desa Pengadangan Kec. Pringgasela Kab. Lombok Timur 7. Dusun Limbungan Barat Desa Perigi Kec. Suela Kab. Lombok Timur 8. Dusun Sempol Desa Perigi Kec. Suela Kab. Lombok Timur 9. Dusun Lembah Bedak Desa Akar Akara Kec. Bayan Kab. Lombok Utara 10. Dusun Temuan Sari Desa Akar Akar Kec. Bayan Kab. Lombok Utara 11. Dusun Pengembun, Praya, Lombok Tengah 1.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29.

16

Tabel Kegiatan PKBL - CSR
No.
1

PLN PEDULI
Pemberdayaan Masyarakat

KEGIATAN
• Desa Mandiri Energi • Pengembangan budidaya ikan • Pembuatan Bio Activa, alat biopori dan alat komposter • Pengembangan pola tanam padi "SRI" produktivitas tinggi • Bantuan sarana dan prasarana pertanian • Bantuan mesin jahit untuk penyandang cacat • Bantuan renovasi tempat usaha rumah tangga • Pengembangan budidaya tanaman nilam • Budidaya madu Sumbawa • Pameran-Pameran • Kerajinan Tangan, keramik, tembaga • Makanan ringan • Perikanan • Perkebunan • Batik, songket, tenun, bordir • Penanaman pohon • Pemberian bibit tanaman kepada masyarakat • Membuat rumah ibadah • Renovasi sarana kantor balai desa • Pembangunan sarana umum • Sosialisasi SUT/SUTET untuk pelajar • Program pembangunan kesepahaman sarana kegiatan olah raga • Bantuan bencana alam • Penanggulangan balita gizi buruk • Bantuan air bersih dan sanitasi , MCK • Bantuan beasiswa untuk sekolah gratis SMKI di bawah SUTET • Bantuan beasiswa untuk masyarakat kurang mampu • Bantuan pendidikan untuk anak kurang mampu • Bantuan beasiswa untuk siswa MI/SD – SLTP - SLTA • Bantuan sarana pendidikan

TEMPAT
• Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur • Purworejo, Tangerang, Majalengka, Subang • Tangerang Selatan • Jawa Barat • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Kediri • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Depok • Sumbawa • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Belawan dan Papua • Cinere Depok • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero) • Tersebar di seluruh unit PT PLN (Persero)

2

Pembinaan UKM

3

Pelestarian Alam

4

Spiritual Budaya dan Olah Raga

5

PLN Peduli

6

Peduli Pendidikan

15

Kami Menyapa
Siapa yang tidak mengenal PT PLN (Persero) ? Perusahaan Listrik Negara yang merupakan salah satu BUMN terbesar milik negeri ini. Keberadaan PT PLN (Persero) merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi masyarakat. Tanpa penerangan, buku ini tidak akan berada di tangan Anda. Di era 80-an, ada program namanya Listrik Masuk Desa. Program ini adalah pencapaian PT PLN (Persero) untuk menerangi negeri ini hingga ke pelosok nusantara. Kini, seluruh nusantara terang benderang. PT PLN (Persero) telah berhasil menerangi seluruh pelosok daerah. Masyarakat tentunya sangat terbantu oleh PT PLN (Persero) karena listrik telah sampai ke rumah mereka. Melihat bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, maka sangat penting bagi PT PLN (Persero) dan masyarakat untuk bergandengan tangan agar kedua belah pihak saling menguntungkan. Pelanggan mendapat pelayanan terbaik dari PT PLN (Persero), sementara PT PLN (Persero) mendapat bantuan dari masyarakat karena ikut menjaga dan memelihara hingga merasa memiliki instalasi PT PLN (Persero). Tidak hanya hubungan sebagai pelanggan, tapi PT PLN (Persero) pun berkontribusi secara sosial bagi masyarakat. Lewat program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT PLN (Persero) turut berperan serta membantu pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hadirnya CSR PT PLN (Persero) tentu dapat memberikan citra positif bagi PT PLN (Persero). Lewat buku ini, mari kita terus bergandengan tangan. Berkomunikasi dua arah demi pencitraan perusahaan yang baik dalam menerapkan Good Corporate Governance. Buku ini hadir untuk Anda sebagai tanda santun bagi kami kepada mitra binaan kami yang setia dan telah sukses dengan usahanya dan membawa harum PT PLN (Persero). 1

Penanaman bibit pohon produktif disamping untuk kepentingan konversi, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat yang mempunyai nilai jual. Salak dan kopi misalnya. Keduanya merupakan komoditi Banjarnegara yang terkenal. Untuk program CSR PT PLN (Persero) ini, ada tiga desa yaitu Desa Tegaljeruk, Desa Majasari, Desa Babadan dan Desa Plumbungan Kabupaten Banjarnegara yang mendapat CSR pemberdayaan masyarakat berupa bibit tanaman. Bibit tersebut terdiri atas tanaman produktif salak dan kopi serta albasia sebagai tanaman pelindung. Kepala Desa Plumbungan Djukri Sudiharjo berbuncah saat mendapat bantuan 40.000 bibit salak. Pasalnya ia telah 16 tahun berkicimpung di perdagangan salak dan merasa bahwa salak mampu menaikkan derajat ekonominya, diantara bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. “PT PLN (Persero) tahu betul, bahwa salak disini sangat bagus dan salah satu komoditas terkenal. Tentu saya senang, masyarakat sama-sama mendapatkan keuntungan dari penanaman kembali dan pemeliharaan salak. Itu berarti kami, disamping menjaga debit air, kami juga mendapat keuntungan dari penjualan salak yang bibitnya diberikan gratis oleh PT PLN (Persero).” Hal yang sama dirasakan oleh Turno dari Desa Babatan, Kecamatan Pagetan, Kabupaten Bajarnegara yang baru saja menerima 55.000 bibit kopi Arabika sebagai program penanaman pohon untuk kelangsungan PLTA Mrica.

Lahan hijaur ea di L P TA a M r i ca, Kabupa t enBanjarnega r a, J awa Tengah

14

3. Go Green: Penanaman pohon untuk menambah debit air di PLTA PT PLN (Persero)

13

Pr osesi penanaman bibit kopi , PL TA M r i ca, Kabupa t enBanjarnega r a, J awa Tengah

Bertutur tentang PKBL - CSR PT PLN (Persero)
Rekam jejak CSR PT PLN (Persero) memiliki sejarah panjang. Setelah diterbitkan Keputusan Pemerintah tahun 1989 mengenai pelaksanaan pemberdayaan usaha kecil dan koperasi, PT PLN (Persero) secara efektif menjalankannya di tahun 1991. Awalnya bernama Program Pembinaan Pengusaha Ekonomi Lemah dan Koperasi (PPELK). Semenjak tahun 1994 program PPELK itu berganti menjadi Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK). Selain modal kerja dan bantuan pelatihan, PUKK juga membantu pemasaran dengan status hibah. Hal ini dikarenakan dengan bertambahnya dana pemberdayaan oleh PT PLN (Persero). Di tahun 2007, terbit Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 yang mewajibkan setiap BUMN wajib menyisihkan keuntungan untuk program kemitraan dan program bina lingkungan (community development). Semenjak saat itu, program tersebut berganti menjadi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) , Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L) yang senafas dengan CSR.

2

2. Pemanfaatan Lahan PT PLN (Persero) terutama di bawah SUTET
Industrialisasi di pulau Jawa semakin pesat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aneka industri yang membuat kebutuhan pasokan energi meningkat. Untuk itu, PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya untuk mengimbangi kebutuhan pasokan listrik. Salah satunya adalah dengan cara membangun pembangkit tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, dan distribusi tenaga listrik. Untuk distribusi tenaga listrik itulah kemudian dibangun SUTET. Seperti kita ketahui, pembangunan jaringan SUTET di berbagai daerah selalu menyisakan konflik karena masyarakat menolak dilewati jaringan SUTET. Namun berkat CSR PT PLN (Persero) masyarakat yang tanahnya terlewati jaringan SUTET mengerti pentingnya jaringan untuk mereka sendiri. CSR PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada memberikan pelatihan teknik budidaya lele, pelatihan penanaman pohon pisang dan pepaya kepada masyarakat desa Wonosri, Desa Wasiat dan Desa Rasukan Kabupaten Purworejo.

11

Pet erna kan Lele di awah b SUTET di Gandul , J awa Bar at

Hasil kar ya J at ’ sCr af tYogyakar ta , salah satu M it r a Binaan PT Perse PLN r o) (

PKBL: Pembinaan UKM
Dalam Pasal 8 Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tentang PKBL, disebutkan bahwa setiap BUMN wajib menyisihkan keuntungan untuk program kemitraan dan program bina lingkungan (community development). Kepedulian dari PT PLN (Persero) terhadap Mitra Binaan / Masyarakat adalah kewajiban yang di emban dari kementrian BUMN, kewajiban utamanya adalah memenuhi penyediaan tenaga listrik di area Indonesia. Dana program kemitraan dialokasikan sebesar 2% dari laba perusahaan setelah pajak. Pada tahun 2009, jumlah mitra binaan adalah sekitar 35.644 dengan total akumulasi penyaluran dana PKBL sampai 31 Desember 2010 adalah Rp 252.823.646.534,-. Salah satu mitra binaan PT PLN (Persero) yang merasa mendapat manfaat dari Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tentang PKBL itu adalah Bapak Ojat Sudrajat pemilik Jat’s craft di Kota Gede, Yogyakarta. Bapak tiga anak yang bermigrasi di saat masa kanak-kanaknya ke Yogyakarta dari Sumedang Jawa Barat mengikuti orang tuanya yang berdarah wiraswasta. Di kota pengrajin tembaga itu, orang tua Bapak Ojat membuka usaha kerupuk, sementara, Ojat remaja justru tertarik pada kerajinan tembaga. “Saya tinggal di sini, saya lihat para pengrajin itu, saya belajar dari mereka, dan saya pikir ini bisa jadi bisnis yang bagus.” Kata Bapak Ojat via telepon. Maka dimulailah usaha kecil Pak Ojat di tahun 2001. Namun, badai krisis moneter 97-98 berimbas pada usaha kecilnya. Pak Ojat pun membuat banyak proposal ke hampir seluruh instansi. Tak putus asa hingga di tahun 2000, PKBL PT PLN (Persero) mencairkan bantuannya sebesar kurang lebih Rp 4 jutaan dan semenjak itu, ia menjadi mitra binaan PT PLN (Persero). “Yang patut saya syukuri sebagai mitra binaan PT PLN (Persero) adalah sponsor promosi pameran.” Dua tahun setelah menjadi mitra PT PLN (Persero), Jat’s Craft—begitu nama usahanya—sudah mengikuti pameran di Surabaya. “Promosi berupa pameran itu penting sekali bagi pengusaha kecil seperti saya, “ ujar pria yang belajar otodidak kerajinan tembaga ini. Tahun 2003 ia memberanikan diri mengajukan proposal lagi ke PKBL PT PLN (Persero) setelah pinjaman yang pertama sukses ia tunaikan. Kali ini, tidak tanggung-tanggung, PKBL PT PLN (Persero) karena kepercayaannya memberikan dana Rp 14 juta. “bahagia sekali saya. Apalagi tahun 2004 ada pameran ke Singapore. Saya beruntung mendapat kepercayaan penuh dari PT PLN (Persero)” Namun, gempa bumi Jogjakarta tahun 2006 membuat kegiatan usahanya berhenti. Mulai dari rumah, workshop dan mesin hancur total. “Putus asa rasanya, tapi mau gimana namanya musibah, dan sekali lagi saya bersyukur, PT PLN (Persero) masih memberi kelonggaran kepada saya. Satu tahun saya tidak mengangsur,” katanya mengenang. Tidak hanya kelonggaran angsuran, PT PLN (Persero) mengajak mitra kerja yang ulet ini untuk pameran ke Berlin. Tentu saja membuat Pak Ojat gembira luar biasa. “PT PLN (Persero) begitu perhatian ke saya, memberi kesempatan di tingkat internasional untuk menjual karya-karya saya,” katanya.

4

Sebentar lagi, masa angsuran Pak Ojat akan berakhir. PT PLN (Persero) menawarkannya bantuan baru yang akan dia sambut dengan suka cita. “Saya beruntung, menjadi mitra PT PLN (Persero) sudah lama, karena UKM-UKM baru lainnya kalau ingin mendapatkan bantuan, harus ada jaminannya. Mungkin untuk penghindaran kredit macet di masa depan.” Pak Ojat juga mengutarakan bahwa semestinya ada tingkatan kepercayaan yang lebih tinggi ketika mitra binaan telah terjalin lebih dari sepuluh tahun. Ini adalah pengalaman Pak Ojat ketika pameran oleh PT PLN (Persero) di Berlin. Seorang pembeli memesan kerajinannya hingga 1,3 M rupiah. Tapi, pemesan tersebut hanya mau memberi uang muka 30% saja, Pak Ojat kelimpungan darimana ia peroleh 20% untuk modal awalnya. “Saya minta saran dari PT PLN (Persero) saat itu, bahkan saya menawarkan bagi hasil dengan PT PLN (Persero). Tapi karena belum ada programnya, PLN PT PLN (Persero) tidak bisa mencairkan dana untuk saya. Ya sudah, saya lepas pesanan itu karena memang saya tidak punya modal cukup.” Akan tetapi, hal itu tidak membuatnya putus asa. Justru memacu Pak Ojat semakin kreatif dan ulet lagi. Hampir sama dengan pengalaman Ibu Haryanti. Bercerita tentang pengalamannya mengolah limbah tempurung kelapa hingga menghasilkan karya yang mempunyai nilai jual. Awalnya, sambil bekerja sebagai guru TK honorer, Haryanti membuat kreasi dari tempurung kelapa yang sederhana. Hingga suatu hari, seorang datang padanya untuk membuat kreasi baru, tas dari batok. “Wah, pertama sih takut gagal, tapi ada hasrat untuk membuat kreasi yang lain.” Kata perempuan kelahiran tanggal 23 Desember ini. Setelah mencoba dan berhasil ditambah pelanggannya puas, membuat semangat untuk berkreasi bentuk baru. ''Kalau barangnya itu-itu saja, pelanggan bisa bosan. Kita juga bisa kalah dengan mereka yang memiliki usaha serupa.'' Kata mantan guru honorer ini. Usaha yang dirintis tahun 2002 ini, awalnya membuat sendiri produk-produknya. Namun, itu dilakukannya sebelum pesanan melimpah seperti sekarang. Mulai dari mengambil limbah tempurung, membentuknya menjadi karya seni hingga pemasaran, ia lakoni dengan bantuan sang suami. Kini, ketika usahanya telah mekar, ia tak sanggup lagi bekerja sendiri sehingga mempekerjakan orang lain. Sebanyak 10 karyawan sekarang membantunya memproduksi aneka kerajinan tempurung kelapa ini. ''Saya dan suami tinggal membagi-bagi tugas. Saya memegang pemasaran, sedangkan suami bagian produksi barang-barang,'' tambah ibu tiga anak ini. 5
Pekerja di salah r satu a binaan mit

Keberhasilannya mencari energi alternatif, membuat desa Haurngombong sebagai Desa Mandiri Energi dan menjadi salah satu desa binaan CSR PT PLN (Persero). Lain Komar, lain M. Fatnah Wiyatna. Pengajar Universitas Padjadjaran ini prihatin dengan masalah sampah yang dihadapi oleh pemerintah kabupaten Bandung di tahun 2005. Puncaknya, tahun 2008, masalah sampah juga berdampak ke lingkungan perumahannya di Griya Taman Lestari, Kecamatan Gudang Tanjungsari, Sumedang. “Kalau lewat sudah sangat mengganggu penciuman,” papar pria dengan karir sebagai dosen mata kuliah produksi ternak potong. Dengan modal penelitian dan alat yang ia ciptakan sendiri, ia pun mulai membuat instalasi daur ulang biasa digunakan untuk proses fermentasi kotoran peternakan. Setelah melalui percobaan selama dua tahun dan ia memakai sampah untuk bahan bakar LPG-nya, ia pun bercerita dengan koleganya. Mulanya para koleganya tidak percaya, tetapi setelah melihat hasilnya, mereka percaya dan bersama-sama mengembangkan energi dari sampah ini. Selanjutnya, bersama teman-temannya ia membentuk Biometha Green, sebutan untuk hasil karyanya ini. Penelitiannya ini mendapat sambutan dari PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB), terlebih masalah energi yang terbarukan menjadi salah satu program unggulan dari yang dicari oleh CSR PT PLN (Persero). "Ini perumahan pertama di Indonesia yang memanfaatkan sampah sebagai sumber energi," kata Supervisor Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PLN DJBB, Hendra Saleh. Pengolahan sampah rumah tangga tersebut tidak hanya mampu memproduksi energi biogas sebagai bahan bakar memasak (kompor gas) dan energi listrik, tapi juga dapat memproduksi pupuk organik yang berkualitas.

Pr oses pembuatan ogas Bi dengan daur ulang sampah Desa untuk Mandi r iEne r gi

10

Pada tahun 2006, desa Haurngombong mendapat kunjungan mahasiswa Universitas Padjadjaran untuk kuliah kerja nyata. Para mahasiswa itu menyarankan Komar memakai biogas sebagai bahan bakar energi listrik. “Universitas Padjadjaran sampai menyumbang genset pada desa kami,” tutur ayah dua anak ini. Setelah diuji coba, biogas terbukti mampu dimanfaatkan sebagai bahan bakar genset tersebut. Dari situlah mereka memanfaatkan listrik dari reaktor biogas setiap hari, terutama pada saat beban puncak, yaitu pada pukul 17.00-22.00. Terlebih, pemakaian biogas untuk pembangkit listrik membuat tagihan listriknya turun hingga 50%. Puncaknya, di tahun 2008 PT PLN (Persero) lewat CSR memberi bantuan lima reaktor biogas untuk 50 genset. Satu genset bisa dimanfaatkan untuk tiga rumah pada beban puncak. “Sekarang, kalau listrik PLN tiba-tiba byar pret, kami sudah siap dengan genset berbahan bakar biogas. Memang, tidak bisa digunakan untuk menonton televisi, tapi setidaknya, lampu masih menyala. Kalau saya sendiri memilih tetap memakai energi biogas untuk listrik. Biar hemat bantu beban listrik negara!”, seloroh Komar.

9

Pembuatan ker ajinan t empur ungkelapa dar iM it r a Binaan PT Perse PLN r o) (

Untuk memasarkan produknya, ajang pameran menjadi andalan. Apalagi setelah mendapat suntikan dana PKBL dari PT PLN (Persero), ajang pameran yang menjadi salah satu keberhasilannya. “Program PKBL-nya PT PLN (Persero) itu bagusnya tidak hanya kasih uang saja, tapi PLN benar-benar memberdayakan kami, salah satunya ajang pameran,” tuturnya gembira. Lulusan sekolah perguruan ini mengaku diajak teman untuk membuat proposal kepada PKBL PT PLN (Persero) tahun 2008 dengan dana Rp 20 juta. “Ini pertama kali, dan sebulan kemudian, saya dapat telepon kalau proposal saya disetujui dan dana segera cair.” Pameran terbukti ampuh untuk memperkenalkan produk ini pada kalangan yang lebih luas. Buktinya, pesanan datang dari mana-mana seperti Jakarta, Bali, bahkan dari negeri yang jauh, Jamaica, Kanada dan Malaysia. Haryanti sangat terbantukan sebagai salah satu mitra binaan PT PLN (Persero). “UKM itu kan yang paling penting adalah pameran dan pemasaran. CSR PT PLN (Persero) membuat saya nyaman dengan program ini.” Tidak hanya sekedar memberi bantuan berupa materi dan pemasaran, Haryanti tertolong sekali dengan para pejabat CSR yang menurutnya dapat memberi tenggang rasa apabila dia tidak bisa mengangsur. Meski relatif jarang, namun pernah ia mengalami kesulitan keuangan, hingga menunggak 1 bulan. PT PLN (Persero) tidak memberikan beban bunga kepada tagihannya yang telat. “Berbeda dong dengan Bank, telat sedikit pasti kami ketar ketir karena ada beban bunga dan biaya keterlambatan. Alhamdulillah, PT PLN (Persero) begitu percaya pada saya, toh karena waktu itu saya memang kurang. Ini hampir lunas doakan lancar dan PT PLN (Persero) tetap percaya kepada saya sebagai binaan mereka.” 6

CSR: Pemberdayaan Masyarakat
Pengadaan listrik tidak terlepas dari sumber daya yang ia miliki. PT PLN (Persero) dengan sejumlah pembangkit listriknya mampu menyinari hampir seluruh kawasan nusantara. Oleh karena itu, tenaga alternatif yang tersedia bisa menjadi solusi untuk mendapat tenaga listrik di daerah yang belum terjangkau oleh listrik. Tidak hanya itu, pasokan tenaga listrik memakai energi yang tidak dapat diperbarui seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Batu Bara yang mengalami lonjakan harga yang drastis yang bisa membuat PT PLN (Persero) defisit dan krisis listrik pun terjadi. Maka, pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan energi alternatif sangat diperlukan untuk memenuhi kuota listrik dan penghematan sumber daya tersebut. Seperti kita ketahui, program partisipasi pemberdayaan lingkungan ini bersifat hibah dan diperuntukan untuk pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2010, dana program partisipasi pemberdayaan lingkungan PT PLN (Persero) sebesar Rp. 45 miliar.

7

Desa Mandi r iEne r gi yang mengguna kan Bi ogas di Kabupa t enSumedan g, J awa Bar at hasil kerjasama dengan versitas Uni Padjadja r an

1. Desa Mandiri Energi: Biogas dan Bio Metan
Tahun 2003, harga minyak tanah membumbung tinggi. Padahal, minyak tanah merupakan hal pokok yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat di desa Haurngombong, sudah mahal, sulit pula didapat. Suatu hari, tayangan televisi menayangkan tentang kotoran sapi yang diolah menjadi bahan bakar alternatif (biogas) menjadi inspirasi bagi Komar Purnama. Dialah pioneer bahan bakar alternatif biogas di desa yang letaknya 15 km dari pusat kota Sumedang. Komar pun melaksanakan inspirasinya untuk menciptakan energi alternatif yang bisa dipakai untuk seluruh masyarakat desanya. Apalagi, desa yang asri ini terkenal sebagai desa peternak sapi perah. Ia juga membeli dua ekor sapi pada saat itu. Awalnya niatan Komar itu terhalang oleh mahalnya instalasi pengolah kotoran sapi menjadi biogas. Saat itu, harga sebuah instalasi mencapai Rp 3 juta. Namun, Komar tidak putus asa. Ia mencoba merakit dan mengganti bahan-bahan instalasi sendiri. Dengan modal 700 ribu, sebuah instalasi sederhana dapat ia ciptakan. Biogas ia jadikan pengganti minyak tanah. “Minyak tanah langka dan mahal, jadi, biogas ini pengganti minyak tanah.” Kata Komar. Keberhasilannya saat itu diikuti seluruh warga desa dan mendapat dukungan dari Kepala Desa Haurngombong Bapak Adang.
8

Desa Mandi r iEne r gi dengan ogas bi juga bekerjasama dengan versitas Uni Gadjah Mada untuk r ah dae Yogyakar ta

PT. PLN Perse ( r o) Jl . Tr unoj oyo Blok M 1 No. - 135 Kebayor an Bar u, Ja kar ta 12160 Tel p. (021) 7261875 , 7261122 , 7262234 , 7251234 , 7250550 Fax . (021) 7221330 plnpus at@pln. co.id ww w .pln. co.id

Di cetak di atas ker tas daur ulang

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->