Anda di halaman 1dari 24

PENCIRIAN MEMBRAN MIKROFILTRASI NILON-6

AKBAR SUHENDI

DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

ii

ABSTRAK AKBAR SUHENDI. Pencirian Membran Mikrofiltrasi Nilon-6. Dibimbing oleh SRI MULIJANI dan AHMAD SJAHRIZA. Kendala yang utama dalam pengembangan teknologi membran saat ini adalah mahalnya bahan baku dan membran yang dihasilkan memiliki beberapa kelemahan seperti tidak tahan terhadap asam kuat, basa kuat, dan suhu tinggi. Untuk mengatasi hal itu, beberapa tahun terakhir telah dikembangkan pembuatan membran berbahan baku nilon. Nilon yang digunakan pada penelitian ini adalah benang nilon-6. Membran dibuat dengan metode pembalikan fasa. Benang nilon-6 dilarutkan ke dalam HCl 22.5% sampai terbentuk larutan homogen yang siap cetak. Konsentrasi nilon-6 dibuat tiga ragam masing-masing 30%b/v (Na), 35%b/v (Nb), dan 40%b/v (Nc). Seperangkat alat saring cross-flow digunakan untuk pencirian membran nilon-6 yang diperoleh, meliputi pengukuran nilai fluks air serta nilai fluks dan indeks rejeksi bovine serum albumin (BSA). Selain itu, digunakan juga scanning electron microscopy untuk analisis permukaan membran nilon-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fluks air membran nilon-6 meningkat seiring bertambahnya tekanan. Nilai fluks air terbesar diperoleh pada tekanan 0.4826 bar dengan rerata untuk membran Na, Nb, dan Nc berturut-turut 180.7018 L/m2 jam, 104.4127 L/m2 jam, dan 94.5062 L/m2 jam. Oleh karena itu, membran nilon-6 yang dihasilkan memiliki fungsi mikrofiltrasi. Penambahan konsentrasi nilon-6 menurunkan nilai fluks air dan fluks BSA. Sebaliknya, penambahan konsentrasi nilon-6 menyebabkan peningkatan indeks rejeksi BSA. Membran nilon-6 yang dihasilkan memiliki struktur pori yang tidak seragam dengan diameter pori 3m.

ABSTRACT AKBAR SUHENDI. Nylon-6 Microfiltration Membrane Characterization. Supervised by SRI MULIJANI and AHMAD SJAHRIZA. The main problem to develop membrane technology are the price of raw material which is highly expensive and the membrane products have some weaknesses such as not durable in strong acid, strong base, and high temperature. To solve these problems, membrane made of nylon has developed in the last several years. This experiment used nylon-6 yarn as raw material. The membrane made with phase inversion method. Nylon-6 yarn was dissolved into HCl 22.5% until homogeneous casting solution formed. The concentration was made in three variations, 30%b/v (Na), 35%b/v (Nb), and 40%b/v (Nc), respectively. A cross-flow instrument was used to characterize nylon-6 membrane, included water flux measurement and rejection index of bovine serum albumin (BSA). Beside that, scanning electron microscopy instrument was also used to analyze nylon-6 membrane suface. The results showed that water flux value of nylon-6 membrane increased with increasing pressure. The greatest water flux value obtained by 0.4826 bar pressure with average value for Na, Nb, and Nc membrane were 180.7018 L/m2 hour, 104.4128 L/m2 hour, and 94.5062 L/m2 hour, respectively. Therefore, the membrane had a microfiltration function. Increasing nylon-6 concentration was caused decreasing water flux and BSA flux value. On the other hand, increasing nylon-6 concentration was also increasing BSA rejection index. The nylon-6 membrane has a nonhomogenous pore structure with pore diameter of 3m.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

iii

PENCIRIAN MEMBRAN MIKROFILTRASI NILON-6

AKBAR SUHENDI

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains pada Departemen Kimia

DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

iv

Judul : Pencirian Membran Mikrofiltrasi Nilon-6 Nama : Akbar Suhendi NIM : G44201054

Menyetujui: Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Sri Mulijani, MS NIP 131 950 978

Drs. Ahmad Sjahriza NIP 131 842 413

Diketahui: Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor

Prof. Dr. Yonny Koesmaryono, MS NIP 131 473 999

Tanggal lulus:
pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Topik penelitian ini ialah Pencirian Membran Mikrofiltrasi Nilon-6. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Anorganik IPB dan dilaksanakan sejak bulan Agustus 2006 sampai Februari 2007. Ungkapan terima kasih penulis tujukan kepada Ibu Dra. Sri Mulijani, M.S. dan Bapak Drs. Ahmad Sjahriza selaku pembimbing atas dorongan semangat dan bimbingannya. Penghargaan dan terima kasih juga penulis sampaikan kepada laboran Laboratorium Kimia Anorganik IPB yang telah banyak membantu penelitian ini. Ungkapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada Bapak, Mamah, Fitrianingsih, Dian Agustina, serta seluruh keluarga, atas segala doa dan kasih sayangnya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Kimia 38, rekan-rekan Asrama IPB Sukasari, Echi, Mirah, dan Iecka atas segala perhatian dan persahabatan yang begitu indah. Hanya ridho Allah SWT yang penulis harapkan dari semua yang telah dilakukan dengan harapan semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Februari 2007 Akbar Suhendi

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

vi

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Cikampek pada tanggal 1 April 1983 dari ayah Ondi Herdiansyah dan ibu Cunengsih. Penulis merupakan putra pertama dari tiga bersaudara. Pendidikan dasar ditempuh penulis di SD Melati dan SMP Negeri 1 Pagaden Kabupaten Subang. Tahun 2001 penulis lulus dari SMU Negeri 1 Karawang dan pada tahun yang sama lulus seleksi masuk IPB melelui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB. Penulis memilih Program Studi Kimia, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah menjadi staf Departemen AKDK Badan Eksekutif Mahasiswa TPB pada tahun ajaran 2001/2002, serta menjadi asisten praktikum mata kuliah Kimia Lingkungan pada tahun ajaran 2005/2006. Penulis juga pernah melaksanakan Praktek Lapang di Laboratorium PT Pupuk Kujang Cikampek pada bulan Juni 2004 dengan judul laporan Analisis Urea Prill sebagai Produk Utama PT Pupuk Kujang Cikampek.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

vii

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... viii DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. viii PENDAHULUAN ......................................................................................... TINJAUAN PUSTAKA Nilon ..................................................................................................... Membran ............................................................................................... BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat ..................................................................................... Pembuatan Membran Nilon-6 ............................................................... Pencirian Membran ............................................................................... HASIL DAN PEMBAHASAN Membran Nilon-6 ................................................................................. Nilai Fluks Air ...................................................................................... Nilai Fluks dan Rejeksi BSA ................................................................ Analisis Permukaan Membran .............................................................. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan .............................................................................................. Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... LAMPIRAN .................................................................................................. 1 1 2 3 3 3 4 5 6 6 7 7 7 9

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

viii

DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Rumus struktur nilon-6 .............................................................................. 2 Membran nilon-6 ....................................................................................... 3 Perbandingan antara fluks air membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.3447 bar ................................................................................................. 4 Perbandingan antara fluks air membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.4826 bar ................................................................................................. 5 Perbandingan antara fluks dan indeks rejeksi membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.4826 bar ................................................................ 6 Permukaan membran Nb pada perbesaran 2000x ....................................... 6 7 5 5 2 4

DAFTAR TABEL Halaman 1 Kisaran nilai fluks berbagai jenis membran .................................................. 2 Nilai fluks air membran nilon-6 pada tekanan 0.3447 bar dan 0.4826 bar..... 3 5

DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Reaksi polimerisasi nilon-6 ....................................................................... 10 2 Diagram alir penelitian .............................................................................. 11 3 Data fluks air membran nilon-6 (Na) ......................................................... 12 4 Data fluks air membran nilon-6 (Nb) ......................................................... 13 5 Data fluks air membran nilon-6 (Nc) ......................................................... 14 6 Penentuan konsentrasi permeat BSA ......................................................... 15

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

PENDAHULUAN
Teknologi membran telah digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi industri. Selama 2 dasawarsa terakhir, membran telah dikembangkan khususnya untuk memenuhi kebutuhan industri bioteknologi. Hal ini meliputi aplikasi membran untuk penyaringan steril, klarifikasi, pertanian, penghilang virus, pengukuran konsentrasi protein, dan pemurnian protein (Reis & Zidney 2007). Hal ini mendorong dilakukannya berbagai penelitian terutama mengenai inovasi polimer bahan baku membran. Beberapa polimer yang biasa digunakan sebagai bahan baku membran saat ini antara lain, selulosa asetat, polisulfon, dan poliamida. Kendala yang utama dalam pengembangan teknologi membran saat ini adalah mahalnya bahan baku dan beberapa kelemahan membran yang dihasilkan. Polimer alami seperti selulosa asetat telah banyak dipakai sebagai bahan baku membran. Namun, membran selulosa asetat memiliki beberapa kelemahan seperti tidak tahan terhadap asam kuat dan basa kuat, dan tidak tahan terhadap suhu tinggi (Moerniati et al. 1998). Untuk mengatasi hal itu, beberapa tahun terakhir telah dikembangkan pembuatan membran berbahan baku nilon. Nilon termasuk senyawa poliamida sintetis yang dilihat dari sifat fisik, kimia, dan strukturnya sangat memungkinkan untuk dijadikan membran. Nilon dapat digolongkan menjadi nilon aromatik dan linear. Nilon aromatik adalah nilon yang memiliki gugus aromatik pada unit ulangnya, contohnya nilon-6,6. Sedangkan pada nilon linier, unit ulangnya tersusun dari rantai lurus, misalnya nilon-6. Nilon juga terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah atom karbon dalam unit ulangnya seperti nilon-6; nilon-6,6; nilon-6,9; nilon6,10; nilon-6,12; nilon-11; dan nilon-12 (Gupta 1989). Perbedaan jumlah atom karbon dalam unit penyusun nilon menyebabkan adanya sedikit perbedaan sifat fisik dan kimianya. Penelitian lebih lanjut telah membuktikan bahwa nilon-6,6 dapat dimodifikasi menjadi membran (Sukadana 1996). Membran yang dihasilkan termasuk membran ultrafiltrasi dan telah digunakan dalam proses pengolahan limbah zat warna indigo dari industri tekstil di Bali. Moerniati et al. (1998) telah melakukan preparasi membran nilon-6 menggunakan proses pembalikan fasa. Membran yang dibuat dimodifikasi dengan menambahkan senyawa adisi N-metil-2-Pirolidon (NMP) dan dimetil

sulfoksida (DMSO) dengan pelarut asam formiat. Membran yang dihasilkan pada penelitian tersebut memiliki permeabilitas dan selektifitas yang cukup baik dilihat dari nilai fluks air sebesar 4.35 L/m2 jam dan indeks rejeksi 82.30% pada tekanan 3.5 kg/cm2. Yoshikawa et al. (2000) melaporkan bahwa penambahan karbon grafit akan meningkatkan permeabilitas membran komposit karbon grafit-nilon-6 terhadap fluida campuran sikloheksana dan benzena. Beberapa penelitian lainnya antara lain oleh Lai & Chen (1992), Huang & Rhim (1992), Takagi et al. (1994), Okushita et al. (1996), dan Shieh & Huang (1998). Penelitianpenelitian tersebut menggunakan nilon-6 yang telah dimodifikasi dengan penambahan berbagai senyawa aditif untuk membuat membran. Industri tekstil sangat banyak terdapat di Indonesia. Banyaknya industri tekstil tersebut tentu saja menghasilkan limbah industri yang juga melimpah, terutama limbah benang sebagai bahan dasar industri tekstil. Limbah benang, termasuk benang nilon, yang sangat banyak ini jika dibiarkan akan menjadi masalah tersendiri yang akan sulit dicari cara penanggulangannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan membran. Selain dapat menyelesaikan permasalahan limbah, hal ini pun dapat meningkatkan nilai ekonomis limbah benang tersebut. Nilon yang digunakan dalam penelitian ini adalah benang nilon-6. Selain mudah didapat, benang nilon pun memiliki harga yang sangat murah dan dapat didegradasi oleh jamur tertentu sehingga ramah lingkungan. Krzan et al. (2004) melaporkan bahwa poliamida-6 dapat didegradasi oleh jamur lignolitik Bjerkandera adusta. Penelitian ini bertujuan mencirikan membran nilon-6 menggunakan fluks air dan indeks rejeksi serta mengamati struktur membran yang dihasilkan menggunakan scanning electron microscopy (SEM). Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu mendapatkan membran dari bahan baku yang relatif murah, mudah didapat, dan proses pembuatan yang lebih sederhana.

TINJAUAN PUSTAKA
Nilon Nilon adalah senyawa polimer yang memiliki gugus amida pada setiap unit

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

ulangnya, sehingga nilon disebut juga senyawa poliamida (Gupta 1989). Nilon bersifat semikristalin, kuat, dan tahan terhadap suhu tinggi. Oleh karena itu, nilon sangat memungkinkan untuk dipakai sebagai serat atau bahan termoplastik pada mesin, yang memiliki kemampuan setara atau lebih baik daripada logam. Nilon yang dimodifikasi dengan menambahkan senyawa lain, seperti timbal (Pb), akan memperkuat strukturnya dan memperbaiki sifat mekaniknya menjadi lebih tahan terhadap suhu tinggi, sangat kuat, tahan karat, dan dapat digunakan tanpa pelumas (Kohan 1995). Selain itu, nilon juga dapat dijadikan membran yang memiliki sifat fisik, kimia, dan mekanik yang sangat baik, antara lain memiliki ketahanan terhadap pH ekstrim dan suhu tinggi (Moerniati et al. 1998) Nilon-6 Nilon-6 merupakan salah satu jenis senyawa poliamida yang paling banyak penggunaannya. Sesuai dengan namanya, nilon-6 tersusun atas 6 atom karbon pada setiap unit ulangnya seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Nilon-6 dihasilkan dari sintesis senyawa kaprolaktam pada suhu 533 K dengan katalis nitrogen selama 4-5 jam (Lampiran 1). Pada kondisi tersebut, cincin kaprolaktam akan terputus dan terjadilah polimerisasi. Lelehan senyawa tersebut lalu dialirkan melewati spineret sehingga membentuk serat nilon ([Anonim] 2006).

adanya perbedaan konsentrasi, tekanan atau temperatur (Srikanth 2006). Klasifikasi Membran Mulder (1996) dan Wenten (1999) mengklasifikasikan membran berdasarkan materi asal, morfologi (struktur pori), bentuk, dan fungsinya. Berdasarkan materi asalnya, membran dapat digolongkan menjadi membran alami dan sintetis. Membran alamiah merupakan membran yang terdapat pada sel tumbuhan, hewan dan manusia. Sedangkan membran sintesis merupakan membran yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan sifatnya disesuaikan dengan membran alamiah. Membran sintesis dibagi lagi menjadi membran organik dan membran anorganik. Kemudian berdasarkan struktur porinya, membran dibagi menjadi membran simetrik dan asimetrik. Membran simetrik adalah suatu membran yang memiliki struktur pori yang seragam. Sedangkan membran asimetrik merupakan membran yang struktur porinya tidak seragam. Berdasarkan bentuknya, membran dapat dibagi menjadi membran datar dan tubular. Membran datar memiliki bentuk melebar dan penampang lintang yang besar. Membran tubular memliki bentuk seperti tabung dengan diameter tertentu. Berdasarkan fungsinya, membran dibagi menjadi membran mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, osmosis balik, dialisis, dan elektrodialisis. Membran mikrofiltrasi merupakan membran yang berfungsi untuk menyaring makromolekul dengan berat molekul lebih dari 500.000 g/mol atau partikel berukuran 0.1-10 m. Tekanan yang digunakan 0.5-2.0 atm. Membran ultrafiltrasi adalah membran yang berfungsi untuk menyaring makromolekul dengan berat molekul lebih dari 5000 g/mol atau partikel berukuran 0.001-0.10 m. Tekanan yang digunakan 1.0-3.0 atm. Membran osmosis balik berfungsi untuk menyaring garam-garam organik dengan berat molekul lebih dari 50 g/mol atau partikel berukuran 0.0001-0.0010 m. Tekanan yang digunakan 8.0-12.0 atm. Membran dialisis berfungsi untuk memisahkan larutan koloid yang mengandung elektrolit dengan berat molekul kecil. Membran elektrodialisis berfungsi untuk memisahkan larutan melalui membran dengan pemberian muatan listrik. Selain itu, membran juga dapat berupa membran padatan atau cairan, dapat membawa muatan positif, negatif, tidak bermuatan atau dapat pula bersifat bipolar (Srikanth 2006).

Gambar 1 Rumus struktur Nilon-6. Beberapa sifat fisik dan kimia Nilon6 antara lain memiliki suhu transisi gelas 47oC, titik leleh 220oC, bobot molekul per unit ulang 113.16 g/mol, densitas amorf pada 25oC sebesar 1084 g/cm3, dan densitas kristalin pada 25oC sebesar 1.23 g/cm3. Membran Membran adalah lapisan semipermeabel berupa padatan polimer tipis yang menahan pergerakan bahan tertentu (Scott dan Hughes 1996). Sedangkan menurut Mulder (1991) membran dapat diartikan sebagai sekat permselektif diantara dua fasa. Transpor molekul melewati membran dapat disebabkan oleh konveksi atau difusi akibat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

Pencirian Membran Keseragaman struktur dan ukuran pori membran berbeda-beda. Begitu pun sifat fisik dan kimia membran berbeda tergantung jenis polimer pembentuknya. Beberapa ciri tersebut merupakan salah faktor penting yang mempengaruhi kinerja membran. Kinerja membran yang baik pada umumnya ditentukan oleh besarnya permeabilitas dan selektivitas membran terhadap materi yang dipisahkan. Nilai fluks dan rejeksi membran dapat digunakan untuk mengukur besaran permeabilitas dan selektifitas membran. Fluks didefinisikan sebagai aliran fluida yang melewati membran dan nilainya dipengaruhi oleh tekanan transmembran, kecepatan cross-flow dan konsentrasi larutan. Sedangkan rejeksi adalah kemampuan membran untuk menahan atau melewatkan materi tertentu (Mulder 1996). Kisaran nilai fluks dari berbagai jenis membran disajikan pada tabel. Tabel 1 Kisaran nilai fluks berbagai jenis membran (Mulder 1996) Kisaran Jenis Kisaran Fluks Tekanan Membran (L/m2 jam) (bar) Mikrofiltrasi 0.1-2.0 >50 Ultrafiltrasi Nanofiltrasi Osmosis Balik 1.0-5.0 5.0-20 10-100 10-50 1.4-12 0.005-1.4

BAHAN DAN METODE


Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benang nilon-6, asam klorida pekat (22.5%), biuret, bovine serum albumin (BSA), dan air suling. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu neraca analitik, cross-flow, seperangkat alat saring spektrofotometer sinar tampak merek Spectronic 20D+, pengaduk listrik bermagnet merek versamix (Fisher), pelapis ion Polaran SC 7610 Sputter Coater, SEM LEO 4201 Oxford Link Penafet model 6599, seperangkat alat kaca, pelat kaca ukuran 20x30 cm. Analisis SEM dilakukan di Departemen Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Pembuatan Membran Nilon-6 Benang nilon-6 digunting menjadi potongan-potongan yang sangat pendek, lalu ditimbang sebanyak 15 g (30%b/v) selanjutnya disebut membran Na, 17.5 g (35%b/v) selanjutnya disebut membran Nb, dan 20 g (40%b/v) selanjutnya disebut membran Nc. Selanjutnya benang dilarutkan ke dalam 50 ml HCl 22.5% sampai terbentuk larutan yang homogen (casting solution). Setelah itu, larutan dituangkan pada pelat kaca dan diratakan dengan gelas pengaduk sehingga memiliki ketebalan yang merata. Selanjutnya pelat kaca tersebut dicelupkan ke dalam bak berisi air dengan posisi pelat kaca 60o terhadap permukaan air. Lapisan tipis membran nilon ditunggu sampai terlepas dari pelat kaca dan mengambang di permukaan air. Membran nilon yang terbentuk dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pelarut, lalu direndam di dalam wadah plastik berisi air suling. Selanjutnya membran dipotong sesuai dengan keperluan untuk pengukuran nilai fluks, rejeksi, dan scanning electron microscopy (SEM). Pencirian Membran Fluks Air Sampel membran dipotong persegi panjang 16x2.3 cm, sehingga sesuai dengan modul tempat sampel yang berada pada alat pengukur fluks air. Kemudian sampel ditempatkan ke dalam modul. Selanjutnya modul tersebut dihubungkan dengan selang pengalir umpan, rentetat, permeat, serta selang

Preparasi Membran Preparasi membran dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pelelehan, pemampatan, dan pembalikan fasa. Membran mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, osmosis balik, dan dialisis pada umumnya dibuat dengan teknik pembalikan fasa. Teknik pembalikan fasa dilakukan dengan cara mengubah larutan polimer menjadi jaringan makromolekul tiga (swollen dimensi yang mengembang membrane). Prosesnya diawali dengan membuat larutan polimer yang homogen dengan kekentalan yang diinginkan, lalu sebelum larutan tersebut dicetak, dilakukan pencelupan untuk menguapkan pelarut dan mengendapkan polimer sehingga terbentuk lapisan tipis membran (Mulder 1996).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

pengatur tekanan. Umpan yang digunakan adalah air suling. Selanjutnya umpan dialirkan dan tekanannya diatur sesuai dengan yang diinginkan. Variasi tekanan yang digunakan sebesar 0.3447 bar dan 0.4826 bar. Nilai fluks setiap membran diukur dengan fungsi waktu sampai dicapai kondisi tunak (steady state). Nilai fluks dinyatakan dengan persamaan berikut (Mulder 1996): V J= dengan J = Fluks (L/m2 jam) V = Volume permeat (L) A = Luas membran (m2) t = Waktu (jam) Rejeksi Membran Pengukuran rejeksi membran dilakukan menggunakan alat yang sama dengan alat pengukur fluks air. Hanya saja, parameter yang perlu dicatat adalah jumlah konsentrasi permeat dan umpan. Umpan yang digunakan pada pengukuran rejeksi ialah larutan BSA 200 ppm yang sebelumnya telah dibuat kurva standarnya. Konsentrasi BSA dalam permeat diukur menggunakan spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 520 nm. Nilai rejeksi dihitung menggunakan persamaan berikut (Baker 2004): % Rejeksi % Rejeksi == 1 1 dengan Cp = Konsentrasi permeat (ppm) Cf = Konsentrasi umpan (200 ppm) Analisis Permukaan Membran Membran dicuci, lalu dipotong sesuai dengan ukuran tempat yang tersedia pada alat scanning electron microscopy (SEM). Suatu silinder logam steril yang diameternya lebih besar daripada ukuran contoh, direkatkan menggunakan double tip. Penutup sisi lain double tip diungkit, lalu contoh dengan ukuran 1x1 cm direkatkan. Silinder diletakkan ke dalam pelapis ion untuk divakum selama 3 jam dengan tekanan 0.1 mbar. Setelah 3 jam, contoh dilapisi dengan logam Pt-Au menggunakan pelapis ion, lalu difoto dengan instrumen.
p CC p C C f f

HASIL DAN PEMBAHASAN


Membran Nilon 6 Gambar 2 memperlihatkan membran nilon-6 yang diperoleh dengan ciri-ciri lembaran tipis dengan ketebalan sekitar 0.1 mm, berwarna putih, tidak transparan, dan memiliki permukaan yang halus. Membran nilon-6 dibuat dengan modifikasi metode pembalikan fasa yang digunakan pada penelitian Moerniati et al. (1998). Membran dicetak pada pelat kaca ukuran 20 x 30 cm. Ketebalan membran yang dihasilkan tidak sama. Hal ini dikarenakan larutan homogen nilon-6 yang siap cetak (casting solution) diratakan menggunakan gelas pengaduk. Pencelupan lapisan tipis pada pelat kaca dilakukan dalam keadaan basah, mengingat proses penguapan pelarut yang sangat lama.

Axt

100% xx 100%

Gambar 2 Membran nilon-6. Selanjutnya membran yang terbentuk direndam dalam air suling yang bertujuan menjaga membran agar tidak kering sekaligus menghilangkan sisa pelarut. Air rendaman diganti setiap beberapa hari untuk menjaga kondisi tersebut. Selain itu, akan terjadi interaksi antara gugus-gugus amida polar dengan molekul air sehingga membran bersifat hidrofilik. Hidrofilisitas membran meningkatkan solubilitas air atau permeabilitas air. oleh karena itu, membran nilon-6 yang dihasilkan dapat digunakan untuk proses pemisahan sistem larutan air. Interaksi molekul melalui ikatan hidrogen antara gugus-gugus amida juga meningkatkan kekuatan mekanik membran (Sukadana 1996). Membran dibuat dengan tiga konsentrasi yang berbeda, masing-masing 30% b/v, 35% b/v, dan 40% b/v nilon-6 dalam HCl 22.5%. Perbedaan konsentrasi nilon-6 dimaksudkan untuk melihat pengaruhnya terhadap nilai

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

fluks dan indeks rejeksi masing-masing membran.


Fluks (L/m2 jam)

350 300
Na

Nilai Fluks Air Nilai fluks air masing-masing membran diukur pada tekanan 0.3447 bar dan 0.4826 bar ditampilkan pada Tabel 2. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai fluks air semakin besar seiring bertambahnya tekanan yang diberikan kepada membran. Dilihat dari rerata nilai fluks air tersebut, dapat dikatakan bahwa membran nilon-6 yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki fungsi mikrofiltrasi. Hal ini sesuai dengan Mulder (1996) yang menyatakan bahwa membran mikrofiltrasi nilai fluks air lebih dari 50 L/m2 jam. Nilai fluks berbanding lurus terhadap tekanan. Hal ini terlihat dari data pada Tabel 2 yang menunjukkan bahwa semakin besar tekanan yang diberikan, maka nilai fluksnya semakin bertambah. Tekanan yang diberikan yaitu 0.3447 bar dan 0.4826 bar. Tekanan ini tidak diperbesar lagi karena jika tekanan yang diberikan semakin besar, maka akan terjadi kompaksi membran (Ristiyani 2006). Menurut Mulder (1996), semakin tinggi tekanan yang diberikan, maka kompaksi akan semakin cepat. Ketika terjadi kompaksi, struktur membran menjadi lebih kompak dan pori-pori membran merapat sehingga menghasilkan penurunan nilai fluks. Tabel 2 Nilai fluks air membran nilon 6 pada tekanan 0.3447 bar dan 0.4826 bar Fluks Air pada Fluks Air pada Jenis P=0.3447 bar P=0.4826 bar Membran (L/m2) (L/m2) Na 143.7390 180.7018 Nb Nc 41.2909 37.6130 104.4128 94.5062

250 200 150 100 50 0 0 15 30 45 60 75 Waktu (menit)

Nb Nc

Gambar 3

Perbandingan antara fluks air membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.3447 bar.

Kurva pada Gambar 3 juga menunjukkan nilai fluks air membran Nb dan Nc memiliki rerata yang mendekati, sedangkan membran Na memiliki rerata nilai fluks air yang jauh lebih besar. Hal ini dapat diartikan bahwa penambahan konsentrasi nilon-6 dari 30% b/v menjadi 35% b/v memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nilai fluks air. Namun, pada penambahan konsentrasi dari 35% b/v menjadi 40% b/v tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap penurunan nilai fluks air. Fenomena serupa juga terjadi pada perbandingan nilai fluks masing-masing membran pada tekanan 0.4826 bar seperti ditampilkan pada Gambar 4.
350 300 Fluks (L/m2 jam)
Na

250 200 150 100 50 0 0 15 30 45 60 75 Waktu (menit)

Nb Nc

Pengaruh konsentrasi nilon-6 terhadap nilai fluks air juga dapat dilihat pada Tabel 2. terlihat bahwa semakin besar konsentrasi nilon-6 akan menyebabkan penurunan nnilai fluks air. Hal ini sesuai dengan Moerniati (1998) bahwa semakin tinggi konsentrasi polimer di dalam casting solution akan menyebabkan fluks air menurun. Hal ini disebabkan karena konsentrasi polimer di permukaan membran menjadi lebih tinggi, yang berarti bahwa fraksi volume dari polimer naik, oleh sebab itu porositas akan menurun.

Gambar 4

Perbandingan antara fluks air membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.4826 bar.

Kurva pada Gambar 3 dan 4 juga menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengukuran, nilai fluks air masing-masing membran semakin menurun sampai tercapai kondisi tunak (steady state). Penurunan nilai fluks air ini diduga terjadi karena adanya penyumbatan (fouling) pada pori-pori membran. Penyumbatan dapat terjadi apabila air yang digunakan sebagai larutan umpan mengandung partikel-partikel berukuran lebih besar atau sama dengan diameter por-pori membran. Semakin lama, partikel-partikel

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

tersebut akan menumpuk pada permukaan membran dan mengurangi kemampuan membran untuk mengalirkan air sehingga waktu alir permeat menjadi lebih lama. Hal ini sesuai dengan Wenten (1999) yang menyatakan bahwa fouling merupakan gejala yang disebabkan oleh deposisi dan akumulasi secara tidak dapat balik dari partikel-partikel submikron pada permukaan membran atau di dalam membran itu sendiri. Fluks air murni pada proses ultrafiltrasi atau mikrofiltrasi umumnya akan mengalami penurunan nilai fluks kurang dari 5% (Mulder 1996). Nilai Fluks dan Rejeksi BSA Pencirian lainnya yang dilakukan pada penelitian ini adalah nilai rejeksi membran. Prinsip kerjanya sama dengan pengukuran fluks air. Namun, larutan umpan yang digunakan adalah BSA dengan konsentrasi 200 ppm. Tekanan yang digunakan pada pengukuran ini yaitu 0.4826 bar. Hal ini didasarkan pada hasil pengukuran fluks air yang memberikan hasil fluks terbesar pada tekanan 0.4826 untuk semua membran. Nilai fluks dan konsentrasi permeat diukur setiap selang waktu 5 menit selama 30 menit untuk masing-masing membran (Lampiran 5). Rerata nilai fluks BSA membran Na, Nb, dan Nc berturut-turut adalah 85.5057 L/m2 jam, 50.8209 L/m2 jam, dan 49.6878 L/m2 jam. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi nilon-6 akan menurunkan nilai fluks BSA. Gejala sebaliknya terjadi pada indeks rejeksi BSA yang cenderung meningkat seiring bertambahnya konsentrasi nilon-6. Rerata indeks rejeksi membran Na, Nb, dan Nc berturut-turut adalah 24.86%; 41.10%; dan 47.79%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi nilon-6 akan menurunkan permeabilitas membran dan menaikkan selektivitasnya.
180 160 Fluks (L/m2 jam) 140 120 100 80 60 40 20 0 0 5 10 15 20 25 Waktu (menit)
Na Nb Nc

60 50
Indeks rejeksi (%)

40 30 20 10 0 0 5 10 15 20 25
Waktu (menit)

Na Nb Nc

(b)
Gambar 5 Perbandingan antara fluks (a) dan indeks rejeksi (b) membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.4826 bar. Nilai fluks BSA cenderung turun seiring bertambahnya waktu (Gambar 5a). Penurunan nilai fluks yang cukup signifikan terjadi pada 15 menit pertama. Selanjutnya terjadi penurunan nilai fluks yang tidak terlalu besar. Fenomena ini diduga akibat adanya penyumbatan pori membran oleh molekulmolekul BSA sehingga semakin lama nilai fluks BSA semakin menurun. Penurunan nilai fluks BSA berbanding terbalik dengan indeks rejeksinya yang cenderung meningkat seiring bertambahnya waktu (Gambar 5b). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin lama waktu penyaringan, maka semakin banyak molekul-molekul BSA yang dapat ditolak oleh membran. BSA memiliki berat molekul lebih dari 500.000 g/mol dan ukuran partikelnya antara 0.1-10 m, sehingga memungkinkan untuk disaring menggunakan membran mikrofiltrasi nilon-6. berdasarkan hal itu, membran nilon-6 yang dihasilkanjuga dapat dipakai untuk menyaring partikel-partikel yang berukuran sama atau lebih besar dari BSA. Analisis Permukaan Membran Analisis permukaan membran dilakukan menggunakan alat scanning electron microscopy (SEM). Gambar 6 menunjukkan struktur permukaan membran Nb pada perbesaran 2000 kali. Berdasarkan topografinya, terlihat bahwa permukaan membran Nb memiliki ukuran pori yang tidak seragam dengan diameter pori 3 m. Namun, struktur pori pada lapisan-lapisan di bawah permukaan membran tidak dapat diamati menggunakan SEM. Oleh karena itu, struktur pori membran nilon-6 yang dihasilkan

(a)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

tidak dapat diamati kesimetrisannya. Untuk mengamati hal tersbut diperlukan suatu alat transmission electron yang disebut microscopy (TEM).

DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. 2006. Nylon 6. http://en.wikipedia.org/wiki/Nylon_6. [18 Feb 2007]. Baker RW.2004. Membrane Technology and Applications. Ed ke-2. London: J Wiley. Gupta SK. 1989. Nylon Polymerization. Didalam: Cheremisinoff NP, editor. Handbook of Polymer Science and Technology. New York: Marcel Dekker. hlm:211-213 Huang RYM, Rhim JW. 1992. Prediction of pervaporation separation characteristics for the methanolpentane-nylon-6-poly(acrylicacid) blended membrane system. J Memb Sci 71:211-220 Kohan MI. 1995. Nylon Plastics Handbook. Munich: Hanser. Krzan A, Friedrich J, Mohorcic M, Klun U. 2004. Polyamide-6 Degradation by Lignolytic Fungus Bjerkandera adusta. http://www.ics.trieste.it/Documents/Do wnloads/df.1669.pdf. [13 Feb 2007]. Lai JY, Chen HY. Preparation and properties of vinyl acetate-grafted nylon-6 membrane by using homografting method. 1992. J Memb Sci 66:169-178 Mulder M. 1996. Basic Principles of Membrane Technology. Netherland: Kluwer. Mulder M. 1991. Nature of Membrane. Netherland: Kluwer. Moerniati S, Aspiyanto, Aiman S, Wahab YB, Nurhasanah. 1998. Preparasi Membran Poliamida dengan Menggunakan Proses Phase Inversion [Laporan Penelitian]. Serpong: Puslitbang Kimia Terapan LIPI. Okushita H, Yoshikawa M, Shimidzu T. 1996. Synthesis of polyoxyethylene grafting nylon-6 and the selective separation of cyclohexane/cyclohexanone/cyclohexa nol mixture through its membranes. J Memb Sci 112:91-100

Gambar 6

Permukaan membran Nb pada perbesaran 2000x.

SIMPULAN DAN SARAN


Simpulan Nilai fluks air membran nilon-6 meningkat seiring bertambahnya tekanan. Rerata nilai fluks air membran Na, Nb, dan Nc pada tekanan 0.4826 bar berturut-turut adalah 180.7018 L/m2 jam, 104.4128 L/m2 jam, dan 94.5062 L/m2 jam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa membran yang diperoleh memiliki fungsi mikrofiltrasi. Rerata nilai fluks BSA membran Na, Nb, dan Nc berturut-turut adalah 85.5057 L/m2 jam, 50.8209 L/m2 jam, dan 49.6878 L/m2 jam. Rerata indeks rejeksi membran Na, Nb, dan Nc berturut-turut adalah 24.86%, 41.10%, dan 47.79%. Penambahan konsentrasi nilon-6 menurunkan nilai fluks air dan fluks BSA. Sebaliknya, penambahan konsentrasi nilon-6 menyebabkan peningkatan indeks rejeksi BSA. Membran nilon-6 yang dihasilkan memiliki struktur pori yang kurang seragam dengan diameter pori 3m. Saran Ragam tekanan dan jenis pelarut sebaiknya ditambah agar diketahui tekanan dan jenis pelarut yang memberikan hasil optimal terhadap penyaringan. Selain itu, perlu dilakukan uji tarik dan elongasi untuk mengukur sifat mekanik membran, serta analisis TEM untuk mengamati struktur pori membran.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

Reis

R, Zydney A. 2007. Bioprocess membrane technology. J Memb Sci 297:16-50

Ristiyani R. 2006. Pencirian Membran Selulosa Asetat dari Kulit Nanas dengan Penambahan Poli(etilena glikol) Sebagai Porogen [Skripsi]. Bogor: Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor. Scott K, Hughes R. 1996. Industrial Membrane Separation Technology. London: Blackie Academic and Professionals.

Shieh JJ, Huang RYM. 1998. Chitosan/Nmethylol-nylon-6 blend membranes for the pervoration separation of ethanolwater mixtures. J Memb Sci 148:243255 Sukadana IM. 1996. Pembuatan Membran Nilon 6,6 untuk Pemisahan Zat Warna Indigo [Laporan Penelitian]. Denpasar: Universitas Udayana. Srikanth G. 2006. Membrane Separation Process-Technology and Business Opportunisties. http://www.biologica.eng.uminho.pt/ps b/docs/textoficha3.pdf. [13 Feb 2007] Takagi R, Tagawa M, Gotoh K, Nakagaki M. 1994. Variation of membrane charge of nylon-6 with pH. J Memb Sci 92:229238 Wenten IG. 1999. Teknologi Industrial Membran. Bandung: Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung. Yoshikawa M, Shimada H, Tsubouchi K, Kondo Y. 2000. Pervaporation of mixtures benzenecyclohexane through carbon graphitenylon-6 composite membranes. J Memb Sci 177:49-53

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

LAMPIRAN

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

10

Lampiran 1 Reaksi polimerisasi nilon-6 ([Anonim] 2006)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

11

Lampiran 2 Diagram alir penelitian

Benang nilon-6

Pemotongan

Penimbangan (15 g, 17.5 g, 20 g)

HCl 22,5 % (50 ml)

Pelarutan (30 % b/v, 35 % b/v, 40% b/v)

Pencetakan (pada pelat kaca)

Pencelupan

Membran nilon-6

Pengukuran fluks air

Pengukuran indeks rejeksi

Analisis permukaan (SEM)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

12

Lampiran 3 Data fluks air membran nilon-6 (Na)


P = 0.3447 bar P = 0.4826 bar

Waktu (menit) 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 86 90

Waktu/5 ml (detik) 15 19 21 23 26 26 26 28 30 30 32 36 38 41 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40

Waktu/5 ml (jam) 0.004167 0.005278 0.005833 0.006389 0.007222 0.007222 0.007222 0.007778 0.008333 0.008333 0.008889 0.010000 0.010556 0.011389 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 0.011111 rerata

Fluks (L/m2 jam) 306.488890 241.974083 218.950661 199.896574 176.840101 176.840101 176.840101 164.198921 153.262835 153.262835 143.676365 127.713921 120.987041 112.137958 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 114.943678 143.738975

Waktu/5 ml (detik) 15 17 17 20 20 22 24 26 26 26 26 27 27 29 28 28 28 28 28 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

Contoh perhitungan (menit ke-3) P = 0.3447 bar Fluks : J = V / A.t = 0.005 / (0.003915 x 0.004167) = 306.488890

Waktu/5 ml Fluks (jam) (L/m2 jam) 0.004167 306.488890 0.004722 270.465736 0.004722 270.465736 0.005556 229.866668 0.005556 229.866668 0.006111 208.990216 0.006667 191.561303 0.007222 176.840101 0.007222 176.840101 0.007222 176.840101 0.007222 176.840101 0.007500 170.285228 0.007500 170.285228 0.008056 158.532672 0.007778 164.198921 0.007778 164.198921 0.007778 164.198921 0.007778 164.198921 0.007778 164.198921 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 0.008333 153.262835 rerata 180.701818 Keterangan: J = Fluks (L/m2 jam) V = Volume permeat (5 ml) A = Luas permukaan membran (0.003915 m2) t = Waktu (jam)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

13

Lampiran 4 Data fluks air membran nilon-6 (Nb)


P = 0.3447 bar P = 0.4826

Waktu (menit) 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90

Waktu/5 ml (detik) 30 50 66 79 91 101 111 113 116 120 122 123 125 137 140 142 145 146 152 156 160 161 163 163 170 170 170 170 170 170

Waktu/5 ml (jam) 0.008333 0.013888 0.018333 0.021944 0.025278 0.028056 0.030833 0.031389 0.032222 0.033333 0.033889 0.034167 0.034722 0.038056 0.038889 0.039444 0.040278 0.040556 0.042222 0.043333 0.044444 0.044722 0.045278 0.045278 0.047222 0.047222 0.047222 0.047222 0.047222 0.047222 rerata

Contoh perhitungan (menit ke-3) P = 0.3447 bar Fluks : J = V / A.t = 0.005 / (0.003915 x 0.008333) = 153.262835

Fluks (L/m2 jam) 153.262835 91.959908 69.674807 58.199927 50.523744 45.521072 41.421179 40.687477 39.635628 38.314559 37.685951 37.379319 36.781844 33.559470 32.840629 32.378542 31.708109 31.490759 30.248193 29.472670 28.735920 28.557292 28.206617 28.206617 27.045428 27.045428 27.045428 27.045428 27.045428 27.045428 41.290855 Keterangan:

Waktu/5 ml (detik) 15 30 32 34 35 40 43 45 45 47 50 51 50 51 50 51 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54

Waktu/5 ml (jam) 0.004167 0.008333 0.008889 0.009444 0.009722 0.011111 0.011944 0.012500 0.012500 0.013056 0.013889 0.014167 0.013889 0.014167 0.013889 0.014167 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 0.015000 rerata

Fluks (L/m2 jam) 306.488890 153.262835 143.676365 135.232868 131.365893 114.943678 106.927261 102.171137 102.171137 97.820099 91.959908 90.148882 91.959908 90.148882 91.959908 90.148882 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 85.142614 104.412771

J = Fluks (L/m2 jam) V = Volume permeat (5 ml) A = Luas permukaan membran (0.003915 m2) t = Waktu (jam)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

14

Lampiran 5 Data fluks air membran nilon-6 (Nc)


P = 0.3447 bar P = 0.4826

Waktu (menit) 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90

Waktu/5 ml (detik) 40 58 68 81 90 105 116 120 124 127 130 133 137 141 146 151 154 160 166 177 178 182 182 182 182 182 182 182 182 182

Waktu/5 ml (jam) 0.011111 0.016111 0.018889 0.022500 0.025000 0.029167 0.032222 0.033333 0.034444 0.035278 0.036111 0.036944 0.038055 0.039167 0.040556 0.041667 0.042778 0.044444 0.046111 0.049167 0.049444 0.050556 0.050556 0.050556 0.050556 0.050556 0.050556 0.050556 0.050556 0.050556 rerata

Fluks (L/m2 jam) 114..943678 79.271256 67.612854 56.761742 51.085568 43.787130 39.635628 38.314559 37.078714 36.202143 35.367041 34.569597 33.560352 32.607532 31.490759 30.651096 29.855047 28.735920 27.697062 25.975537 25.830014 25.261872 25.261872 25.261872 25.261872 25.261872 25.261872 25.261872 25.261872 25.261872 37.613003

Waktu/5 ml (detik) 18 31 35 37 42 43 45 44 46 50 52 54 54 56 59 59 58 59 60 61 60 61 61 61 61 61 61 61 61 61

Contoh perhitungan (menit ke-3) P = 0.3447 bar Fluks : J = V / A.t = 0.005 / (0.003915 x0.011111) = 114.943678

Waktu/5 ml Fluks (jam) (L/m2 jam) 0.005000 255.427842 0.008611 148.314854 0.009722 131.365893 0.010278 124.259507 0.011667 109.465947 0.011944 106.927261 0.012500 102.171137 0.012222 104.495108 0.012778 99.948287 0.013889 91.959908 0.014444 88.420050 0.015000 85.142614 0.015000 85.142614 0.015556 82.099460 0.016389 77.926610 0.016389 77.926610 0.016111 79.271256 0.016389 77.926610 0.016667 76.626820 0.016944 75.374127 0.016667 76.626820 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 0.016944 75.374127 rerata 94.506216 Keterangan: J = Fluks (L/m2 jam) V = Volume permeat (5 ml) A = Luas permukaan membran (0.003915 m2) t = Waktu (jam)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

15

Lampiran 6 Penentuan konsentrasi permeat BSA


Data kurva standar BSA Konsentrasi %T (ppm) 0 89.6 20 89.4 40 89.2 60 88.4 80 88.0 100 87.6 120 86.8 140 86.2 160 85.8 180 85.4 200 84.4 Absorban terkoreksi 0.0000 0.0010 0.0019 0.0058 0.0078 0.0098 0.0138 0.0168 0.0188 0.0208 0.0260

Absorban 0.0477 0.0487 0.0496 0.0535 0.0555 0.0575 0.0615 0.0645 0.0665 0.0685 0.0737

Diperoleh persamaan garis lurus dengan Y = -1.9500 x 10-3 + 1.3086 x 10-4X, dengan R = 99.20%. Nilai absorban (Y) adalah fungsi dari konsentrasi (X) Nilai fluks dan % rejeksi BSA membran nilon-6 (N a) Waktu (menit) 5 10 15 20 25 30
Waktu/5 ml (detik) Waktu/5 ml (jam) Fluks (L/m2 jam)

%T 85.7 85.8 85.9 86.2 86.2 86.3

Absorban 0.0670 0.0665 0.0660 0.0645 0.0645 0.0640

Absorban terkoreksi 0.0193 0.0188 0.0183 0.0168 0.0168 0.0163

28 37 36 88 99 105

0.007778 0.010278 0.015556 0.024444 0.027500 0.029167 rerata

164.198921 124.259506 82.099460 52.247554 46.441426 43.787130 85.505666

Konsentrasi permeat (ppm) 162.39 158.57 154.74 143.28 143.28 139.46 rerata

Rejeksi (%) 18.80 20.72 22.63 28.36 28.36 30.31 24.86

Nilai fluks dan % rejeksi BSA membran nilon-6 (N b) Waktu (menit) 5 10 15 20 25 30


Waktu/5 ml (detik) Waktu/5 ml (jam) Fluks (L/m2 jam)

%T 86.0 86.4 86.6 87.2 87.5 87.5

Absorban 0.0655 0.0635 0.0625 0.0595 0.0580 0.0580

Absorban terkoreksi 0.0178 0.0158 0.0148 0.0118 0.0103 0.0103

56 81 95 108 120 125

0.015556 0.022500 0.026389 0.030000 0.033333 0.034722 rerata

82.099460 56.761742 48.396650 42.571307 38.314559 36.781844 50.820927

Konsentrasi permeat (ppm) 150.92 135.64 128.00 105.07 93.61 93.61 rerata

Rejeksi (%) 24.54 32.18 36.00 47.46 53.20 53.20 41.10

Nilai fluks dan % rejeksi BSA membran nilon-6 (N c) Waktu (menit) 5 10 15 20 25 30


Waktu/5 ml (detik) Waktu/5 ml (jam) Fluks (L/m2 jam)

%T 86.5 86.9 87.1 87.6 87.6 87.6

Absorban 0.0630 0.0610 0.0600 0.0575 0.0575 0.0575

Absorban terkoreksi 0.0153 0.0133 0.0123 0.0098 0.0098 0.0098

55 83 100 113 123 131

0.015278 0.023056 0.027778 0.031389 0.034167 0.036389 rerata

83.593350 55.392922 45.976644 40.687477 37.379319 35.096848 49.687760

Konsentrasi permeat (ppm) 131.82 116.54 108.90 89.79 89.79 89.79 rerata

Rejeksi (%) 34.16 41.73 45.55 55.10 55.10 55.10 47.79

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA

16

Contoh perhitungan membran Na (menit ke-5) Konsentrasi permeat (ppm) = Absorban + 1.9500 x 10-3 1.3086 x 10-4 0.0670 + 1.9500 x 10-3 1.3086 x 10-4

= 162.39 ppm 1 Cp Cf 162.39 200

% Rejeksi =

x 100%

x 100%

= 18.30%

Keterangan Cp = Konsentrasi permeat (ppm) Cf = Konsentrasi umpan (200 ppm)

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Get yours now! Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA