Anda di halaman 1dari 1

Pengkajian Fisik Adanya kifosis atau skoliosis harus dicatat.

Kifosis yang berat dapat mengganggu fungsi pernapasan dan kardiovaskular. Adanya nyeri tekan di atas prosesus spinosus dapat diduga adanya suatu fraktur vertebral. Sendi-sendi diperiksa selanjutnya, terutama sekali sendi-sendi pada tangan. Osteoartritis pada sendi-sendi interfalang distal pada tangan dan lutut umum terjadi. Pertumbuhan tulang yang berlebihan pada bagian distal sendi interfalang disebut nodus Heberden. Keterbatasan rotasi ekstemal pada pinggul dapat merupakan suam tanda awal dari keterlibatan osteoartritis. Rentang gerak semua sendi harus dikaji. AR pada tangan cenderung untuk mempengaruhi bagian proksimal sendi-sendi interfalang. Bengkak yang terlihat pada sendi-sendi reumatoid bukanlah tulang, terapi lebih pada pembengkakan sinovial dan jaringan lunak. Mungkin terdapat deviasi ulnar pada tangan di bagian sendi-sendi metakarpofalang, juga adanya kecenderungan sendisendi untuk mengalami subluksasi (dislokasi parsial yang berhubungan dengan ketidakstabilan). Nyeri dan kekakuan sendi pada pagi hari dapat berlangsung selama beberapa jam pada klien dengan AR, sedangkan klien dengan osteoartritis akan terbebas dari rasa nyeri dalam waktu cepat setelah menggerakkan sendi-sendi yang sakit. Masalah Muskuloskeletal yang Sering Terjadi OSTEOPOROSIS Patofisiologi Osteoporosis adalah suatu kondisi penurunan massa tulang secara keseluruhan, merupakan suatu keadaan tidak mampu herjalan/bergerak, sering merupakan penyakit tulang yang menyakitkan yang terjadi dalam proporsi epidemik. Walaupun osteoporosis paling sering ditemukan padawanita, pria juga berisiko untuk mengalami osteoporosis. Hilangnya substansi tulang menyebabkan tulang menjadi lemah secara mekanis dan cenderung untuk mengalami fraktur, baik fraktur spontan maupun fraktur akibat trauma minimal." Ketika kemampuan menahan berat badan normal menurun atau tidak ada sebagai konsekuensi dari penurunan atau gangguan mobilitas, akan terjadi osteoporosis karena tulang yang jarang digunakan. Akriviras osteoklastik, reabsorpsi tulang, dan pelepasan kalsium dan fosfor kemudian dipercepat. Manifestasi Klinis Fraktur-fraktur primer yang paling sering ditemukan pada klien dengan osteoporosis adalah fraktur vertebra, fraktur tulang panggul, dan fraktur lengan bawah. Fraktur ini terjadi salah satunya akibat dari stres cedera yang berulang-ulang atau akibat trauma akut, yang mungkin memperberat mikro-fraktur ini. Sebagai konsekuensinya, tidak diketahui dengan pasri faktor apa yang memulai terjadinya fraktur panggul. Fraktur osteoporosis cenderung berkelompok, dan kejadian satu jenis fraktur pada umumnya menunjukkan bahwa seorang pasien berisiko tinggi unnrk mengalami fraktur berikutnya pada lokasi yang lain. Fraktur vertebra dan lengan bagian bawah cenderung terjadi lebih awal damns hidup dibandingkan fraktur panggul. Fraktur membatasi