Anda di halaman 1dari 59

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Merie Octavia 11.2012.096

Definisi
IBS salah satu penyakit GIT fungsional Adanya nyeri perut, distensi, dan gangguan pola defekasi tanpa gangguan organik Gejala cukup bervariasi Penegakkan diagnosis IBS tidak mudah PF dan lab yg spesifik pd pasien IBS tidak ada Kejadian IBS 11 % dr jlh penduduk 3x > terjadi pd perempuan

Etiologi
Byk faktor : gangguan motilitas, intoleransi makanan, abnormalitas sensoris, abnormalitas dr interaksi aksis brain-gut, hipersensitivitas viseral, dan pasca infeksi usus Perubahan motilitas adanya IBS predominan diare dan IBS predominan konstipasi IBS tipe diare peningkatan kontraksi usus dan memendeknya wkt transit kolon dan usus halus IBS tipe konstipasi penurunan kontraksi usus dan memanjangnya waktu transit kolon dan usus halus

IBS yg terjadi pasca infeksi sepertiga kasus IBS. Keluhan IBS muncul stlh 1 bulan infeksi Penyebab IBS pasca infeksi : virus, giardia, atau amuba Gejala biasanya perut kembung, nyeri abdomen dan diare

Patofisiologi
1. Dismotilitas Saluran Cerna - Hipermotilitas stres fisik dan psikis - terutama pada kolon bagian distal kurang lebih 20 cm dari anus - Gerakan ini menghambat pengeluaran feses dan gas, dan bukan mendorongnya ke bagian distal. menimbulkan rasa sakit, konstipasi, dan distensi abdomen.

2. Persepsi Viseral yang Abnormal - dibuktikan dengan menempatkan balon yang dikembangkan di beberapa tempat pada kolon - Bertambahnya sensitivitas timbulnya rasa nyeri sebelum buang air besar dan perasaan tak lampias saat buang air besar

3. Stres psikososial - gejala-gejala psikologis sering dijumpai somatisasi, ansietas, fobia dan depresi - Stres psikososial dan gejala-gejala psikis yang nyata (ansietas,depresi) menganggu fungsi motorik saluran cerna tanpa menimbulkan kelainan organis - Tonus otot polos, kontraksi peristaltik terganggu

4. Faktor dlm lumen yg merangsang kolon - komponen yang terdapat di dalam makanan (eksogen), atau faktor kimiawi (endogen) yang terlibat dalam proses pencernaan saluran cerna lebih iritabel - alergen dalam makanan memegang peranan penting. - Faktor endogen lain gangguan absorbsi asam empedu, asam lemak rantai pendek dan asam lemak rantai menengah

Kriteria Diagnosis
Berdasar pd konsensus/ kesepakatan tervalidasi & tdk ada pemeriksaan penunjang khusus utk menegakkan diagnosis IBS Saat ini kriteria Rome III (2006) Kriteria ini didasarkan pd adanya keluhan berupa rasa tdk nyaman/ nyeri yg tlh brlgs sedikitnya selama 3 hari/bulan selama 3 bulan pertama (tidak perlu berurutan) & telah brlangsung dlm 3 bulan terakhir & tdk bisa dijelaskan oleh adanya abnormalitas scr kelainan struktur maupun biokimiawi

Selain itu trdpt sdkitnya 2 dr 3 hal brikut ini : - Nyeri hilang setelah defekasi - Perubahan frekuensi dr defekasi (diare atau konstipasi) - Perubahan dr bentuk feses

Pasien dtg ke dokter nyeri atau rasa tdk nyaman pd abdomen, diare/konstipasi mengurangi kualitas hidup dan cenderung tdk produktif IBS tipe konstipasi disertai kembung , rasa tdk nyaman di ulu hati

Diagnosis anamnesis yang lengkap (dicocokan dgn kriteria yg ada) , pf, px. Lab Px lab darah perifer lengkap, biokimia darah, serta pemeriksaan fungsi hati dan pemeriksaan hormon tiroid (pd pasien diare kronisnya menonjol) Diagnosis IBS keluhan sesuai kriteria Rome III dan tdk ditemukan kelainan organik lain. Pasien IBS dgn dominasi diare px kolonoskopi dan biopsi mukosa kolon menyingkirkan kolitis mikroskopik

Selain Rome III, sering digunakan kriteria Manning yg lbh sederhana dan menitikberatkan pd keadaan onset nyeri
Kriteria Manning Gejala yg sering didapat pd penderita IBS : feses cair pada saat nyeri frekuensi BAB bertambah pada saat nyeri nyeri berkurang setelah BAB tampak abdomen distensi Dua gejala tambahan yg sering muncul pd pasien IBS : lendir saat BAB perasaan tidak lampias saat BAB

Feses cair disertai frekuensi defekasi yg meningkat pd saat nyeri mengintepretasikan trjadi perubahan fungsi intestinal. Nyeri berkrg stlh defekasi nyeri berasal dari gastrointestinal bwh Kembung kondisi sakit ini agaknya bukan kelainan organik Tidak lampias rektum iritable Lendir pd defekasi rektum teriritasi

Subgrup IBS IBS predominan nyeri

Subgroup IBS

nyeri difosa iliaka, tdk dpt dgn tegas menunjukkan lokasi sakitnya

Nyeri dirasakan lebih dr 6 bulan


Nyeri hilang setelah defekasi Nyeri meningkat jika stress dan selama menstruasi Nyeri dirasakan persisten jika kambuh terasa lebih sakit IBS predominan diare Diare pada pagi hari sering dengan urgensi Biasanya disertai rasa sakit dan hilang setelah defekasi IBS predominan konstipasi

Terutama wanita
Defekasi tidak lampias Biasanya feses disertai lendir tanpa darah IBS alternating pattern Pola defekasi yg berubah-ubah : diare dan konstipasi Sering feses keras dibagi hari diikuti dgn bbrp kali defekasi dan feses menjadi cair pd sore hari

DD
Daftar pertanyaan untuk diagnosis IBS

Apakah nyeri yg dirasakan hanya pada satu tempat atau berpindah-pindah ? (pd IBS berpindah-pindah)
Seberapa sering merasakan nyeri ? (pd IBS tdk tentu) Brp lama nyeri dirasakan ? (pd IBS sebentar) Bagaimana keadaan nyeri jika pasien BAB atau flatus ? (pada IBS akan lbh nyaman)

Pd IBS diare sering di DD dgn defisiensi laktase Kelainan lain yg hrs dipikirkan : kanker kolorektal, divertikulitis, inflammatory bowel disease (IBD), obstruksi mekanik pd usus halus/ kolon, infeksi usus, iskemia, maldigesti, dan malabsorbsi serta endometriosis pd pasien yg mengalami nyeri saat menstruasi

Tanda alarm yang menjurus pada suatu penyakit organik bukan IBS - Onset umur > 55 thn - Riwayat keluhan pertama kali < 6 bln - Perjalanan pnykitnya progresif atau sgt berat - Gejala-gejala timbul pd malam hari - Perdarahan per anus - Anoreksia - BB turun - Riwayat keluarga menderita kanker - pd PF ditemukan kelainan mis distensi abdomen, anemia/ demam

Tatalaksana
Modifikasi diet Intervensi psikologi Farmakoterapi Ketiganya harus berjalan bersamaan Hati-hati obat-obatan mempunyai efek samping yg dpt memperburuk kondisi psikis pasien

Modifikasi diet
Peningkatan konsumsi serat IBS dgn konstipasi IBS tipe diare konsumsi serat dikurangi IBS tipe konstipasi : peningkatan konsumsi serat, konsumsi air yg meningkat, disertai aktivitas olahraga rutin Bbrp makanan dan minuman yg hrs dihindari : gandum, susu,kafein, bawang, coklat, alkohol, sayuran mentah, makanan tinggi lemak, minuman bersoda. Semua org pemicu makanannya berbeda Biasanya jk keluhan menghilang stlh menghindari makanan dan minuman yg dicurigai sbg pencetus bs dicoba utk dikonsumsi lg stlh 3 bln dgn jlh bertahap

Psikoterapi
Biasanya mempunyai rasa cemas yg tinggi atas penyakitnya berpikiran bahwa ada sesuatu pnykt organik yg trjadi pd tubuhnya. Penjelasan atas pnykt IBS dan meyakinkan bahwa penyakit IBS yg dialami pasien adlh pnykt yg dpt diobati dan tdk membahayakan kehidupan kunci utama keberhasilan pengobatan pasien

Hasil pemeriksaan lab dan penunjang hrs disampaikan menambah keyakinan pasien sbnrnya hanya menderita IBS bukan penyakit organik apalagi pnykt kanker. Pasien IBS diingatkan utk dpt mengendalikan stressnya Diminta untuk tdk bekerja berlebihan dan tdk mengenyampingkan waktu istirahatnya Menyediakan wkt yg cukup utk melakukan BAB scr teratur diluar wkt sibuk bekerja

Dan juga yg terpenting selama makan disediakan wkt yg cukup agar makan yg dilakukan dpt dilakukan dlm ketenangan dan tdk terburu-buru Olahraga yg teratur

Berkunjung ke psikiater - Penggunaan obat yang rasional sangat diperlukan apalagi IBS adalah penyakit yang kronis dan berulang - Konsultasi hal-hal yg memicu stressnya dan bagaimana mengobati ggn cemas dan panik yg sering komorbid pd pasien IBS - Terapi pengobatan yang interdisiplin dan meliputi semua aspek akan sangat baik bagi penyelesaian kasus IBS dalam praktek sehari-hari

Obat-obatan
Utk mengatasi nyeri abdomen, mengatasi konstipasi, mengatasi diare dan obat antiansietas Tdk ada obat tunggal utk pasien IBS, biasa diberikan scr kombinasi

Nyeri abdomen antispasmodik efek antikolinergik tetapi krg bermanfaat pd nyeri kronik disertai konstipasi Mebeverine 3x135mg, hiosin N butilbromida 3x10 mg, chlordiazepoksid 5mg/klidinium 2,5 mg 3x1 tab, alverine 3x30 mg dan obat antispasmodik terbaru otolium bromida

Utk IBS konstipasi, laksatif osmotik laktulosa, mg hidroksida terutama pd kasus dimana konsumsi tinggi serat tdk mampu mengatasi konstipasi Laksatif stimulan tdk digunakan memperburuk nyeri abdomen Tegaserod suatu 5HT4 reseptor agonis obat IBS tipe konstipasi yg relatif baru utk meningkatkan akselerasi usus halus dan meningkatkan wkt transit feses di kolom dan dpt meningkatkan sekresi cairan usus

Bbrp penelitian tegaserod memperbaiki gejala pasien scr global dan meningkatkan frekuensi defekasi & konsistensi feses Tegasorid 2x6 mg selama 10-12 minggu Skg sudah ditarik dr peredaran krn efek samping pd jtg walau sbnrnya obat ini ckp efektif

Utk IBS tipe diare loperamid 2-16 mg perhari Kadang-kadang digunakan obat-obat yg sbnrnya tdk dbutuhkan hrs mnjadi perhatian IBS bkn disebabkan jamur dan infeksi say no to antibiotika dan antijamur Malabsorbsi bkn pnyebab IBS pemberian enzim kurang tepat.

antidepresan trisiklik pada pasien dengan IBS , juga dipertimbangkan ( misalnya , amitriptyline , dimulai dengan dosis 10 mg pada waktu tidur dan secara bertahap , selama beberapa minggu , meningkat ke dosis toleransi maksimum , tetapi tidak lebih dari 75 mg pada waktu tidur)

SKI ringan psikoterapi (edukasi) SKI sedang mulai ganggu kegiatan sehari-hari obat simtomatis keluhan fisik+ psikoterapi SKI berat pemberian antagonis 5-hidroksi triptamin (5HT3) yang menekan perangsangan saraf viseral aferen + hipnoterapi. Pada kelompok pasien ini dianjurkan pemberian obat psikotropik untuk jangka waktu pendek, seperti antidepresan dan ansiolitik

Prognosis
Penyakit IBS tdk akan meningkatkan mortalitas, gejala-gejala pasien IBS biasanya akan membaik dan hilang stlh 12 bulan pd 50% kasus dan hanya krg dr 5% yg akan memburuk dan sisanya dgn gejala menetap

KASUS
"Seorang laki-laki usia 40 tahun mengeluh sering merasakan tidak nyaman di daerah perutnya. Kalau sedang tidak nyaman pasien sering merasa mulas dan ingin buang air besar. Hal itu semakin diperparah biasanya jika pasien sedang dalam kondisi cemas atau tegang. Pengobatan ke dokter penyakit dalam sudah dilakukan, pemberian obat-obat maag sudah diberikan, tetapi hasilnya belum baik. Ini yang membuat akhirnya pasien datang menemui psikiater

IBS dari segi Psiko-sosial


Apa itu Psikosomatik ? - satu atau lebih faktor psikologis atau masalah perilaku yang secara jelas memperburuk perjalanan atau hasil kondisi medis umum. - gangguan yang gejalanya lebih disebabkan oleh proses mental dari pada penyebab fisiologis secara langsung. - Proses psikologis faktor utama yg mempengaruhi kondisi klinis kompetensi kedokteran Psikosomatik

Etiologi
stres berat dan kronis timbulnya penyakitpenyakit somatis Masih merupakan psiko- kontroversial, beberapa faktor seperti, bagaimana karakter stres, faktor fisiologis, kepekaan genetik dan organ seseorang serta faktor konflik emosional menyebabkan terjadinya suatu penyakit

Teori Stress
Walter Cannon, (1875-1945), 1920an memperkenalkan studi sistematis hubungan antara stres dengan suatu penyakit Harold Wolf (1898-1962), menjelaskan hubungan antara kondisi emosi spesifik dengan fisiologi pada saluran gastrointestinal. Sebelumnya, William Beumont (1785-1853), mengenali bahwa aliran darah keperut dipengaruhi oleh emosi. Hans Selye (1907-1982) mengembangkan model stres yang disebut sebagai general adaptation syndrome yang terdiri dari 3 fase, yaitu: fase reaksi alarm, fase pertahanan, fase kelelahan

Sistem Neurotransmiter
Respons nurotransmiter terhadap stres mengaktifasi sistem noradrenergik di otak, tepatnya di locus cerulrus, menyebabkan pelepasan katekolamin dari sistem syaraf otonom. Stres juga mengaktivasi sistem serotonergik diotak. Demikian pula, stres meningkatkan neurotransmisi dopaminergik pada jalur mesofrontal. Respon terhadap stres juga terjadi terhadap corticotrpin-releasing factor (CRF), glutamat dan gama-amino butiric acid (GABA).

Sistem Endokrin
Sebagai respons terhadap stres, hipotalamus mengeluarkan CRF kedalam sistem hypophysial-pituitary-portal. CRF mencetuskan pelepasan ACTH yang merangsang pembuatan dan pelepasan glukokortikoid di korteks adrenal

Sistem Imunologik
Stres menyebabkan glukokortikoid menghambat sistem imun. Inhibisi ini menimbulkan aksi kompensasi aksis hipotalamik-pituitari-adrenalin untuk mengurangi efek fisiologis lain dari stres

Tanda dan Gejala


satu atau lebih faktor psikologis atau masalah perilaku yang secara bermakna dan tidak menyenangkan, mempengaruhi perjalanan ataupun hasil dari suatu kondisi medis umum. gangguan atau hambatan dalam pengobatan, meningkatan risiko kesehatan seseorang, mencetuskan atau mengeksaserbasi suatu gejala dari kondisi medis umum, dengan ditimbulkan respon fisiologis akibat stres.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan bila: A. Didapatkan adanya kondisi medis umum, yang dicantumkan pada aksis III, diagnosis Multi Aksial. B. Terdapat faktor psikologis yang secara bermakna dan tidak menyenangkan, mempengaruhi kondisi medis umum dalam hal: a. Mempengaruhi perjalanan penyakit, b. Menghambat atau mengganggu pengobatan, c. Menimbulkan tambahan risiko kesehatan, d. Respon fisiologis akibat stres mencetuskan atau mengeksaserbasi simtom dari kondisi medis umumnya.

Terapi Psikosomatik
Terapi kombinasi - Somatik akut terapi medis - anti ansietas dan anti depresan serta farmakoterapi untuk penyakit konkomitannya. - Psikoterapi terapi suportif, ventilasi, reassurance serta manipulasi lingkungan - Tujuan terapi : kemampuan penyesuaian yang matang, peningkatan kemampuan aktivitas fisik dan okupasi, sikap yang lebih baik terhadap penyakit, mencegah komplikasi, mengurangi secondary gain, serta meningkatnya kemampuan penyesuaian terhadap keberadaan penyakit tersebut.

Aspek Psikiatri
Mereka lebih suka secara pasif 'menyerahkan' organnya yang sakit untuk diobati dan disembuhkan oleh dokternya, sementara menyangkal stres dan konfliknya. hubungan relasi dokter-pasien yang adekuat eksplorasi Penderita gangguan psikosomatik biasanya adalah orangorang yang dependen terapis harus memperhatikan situasi kehidupan yang dihadapi pasien saat ini dan reaksi pasien terhadap terapis dan terapinya Penderita psikosomatik sering terlibat dalam pola situasi stres yang berulang dan tidak menyadarinya

Aspek Medis
Sebelum melakukan tindakan, diharapkan menjelaskan dengan baik prosedur dan hasil yang diharapkan meredakan kecemasan pasien, membuat lebih kooperatif dan mempermudah jalannya terapi

Perubahan Perilaku
mengubah perilaku proses penyembuhan yang optimal Terjadinya perubahan perilaku ini sangat bergantung pada kualitas hubungan dokterpasien. Strategi negosiasi : edukasi langsung, intervensi pihak ketiga, eksplorasi pilihan, menyediakan contoh atau percobaan terapi, control sharing, membuat konsesi, konfrontasi yang empatik, menentukan standar

Terapi lainnya : psikoterapi kelompok terapi keluarga teknik relaksasi hipnosis biofeedback

Psikosomatik IBS
Walaupun tidak dianggap sebagai penyebab, faktor psikologis dan ketegangan akibat konflik psikososial dapat memperburuk keluhan-keluhan pasien Beberapa pasien menyadari bahwa timbulnya gejala hanya pada saat terdapat stres psikis; sedangkan pada perempuan dilaporkan gejala-gejala SKI muncul pada saat mendekati menstruasi. Gejala psikologis yang sering dilaporkan adalah depresi, ansietas, sulit tidur (insomnia), kesulitan berkonsentrasi terhadap pekerjaan

Telah diketahui bahwa stres psikososial seperti kehilangan pekerjaan, konflik dalam rumah tangga dan sebagainya dapat mencetuskan gejala-gejala SKI Pasien-pasien dengan SKI memberikan respon yang berlebihan terhadap beberapa stres psikososial Untuk menilai status psikologis pasien-pasien SKI dapat digunakan beberapa kuisiner yang baku. Misalnya untuk ansietas dan depresi dapat digunakan daftar pertanyaan 'Beck Depression Inventory' (BDI) dan 'Hamilton Rating Scale for Anxiety' (HARS) atau yang sudah dimodifikasi.

HUBUNGAN IBS DENGAN KONDISI PSIKIS SESEORANG


Interaksi antara faktor psikis dan saluran cerna terjadi melalui jalur brain-gut-axis yang melibatkan neuro-psiko-imunoendokrinologi (dasar dari pendekatan psikosomatik). Aspek sosial dan lingkungan sekitar pasien berkaitan erat dengan gejala yang muncul. Pendekatan psikosomatik yang menggabungkan medikamentosa dan pendekatan psikologis adalah kunci keberhasilan terapi.

HUBUNGAN IBS DENGAN KONDISI PSIKIS SESEORANG


administrasi CRH telah terbukti memperburuk respon sensorimotor visceral pada pasien IBS dan administrasi peptidergic CRH antagonis tampaknya untuk meringankan patofisiologi IBS. Serotonin (5-HT) adalah kandidat lain yang mungkin berhubungan dengan fungsi otakusus pada IBS

seorang psikolog terkenal dari Rumania, SurdeaBlaga, mengungkap teori biopsikososial yang sangat erat kaitannya dengan IBS faktor patogenesis dan pencetus yang mungkin ditemukan pada pasien IBS. Jalur yang berhubungan dengan brain-gut-axis adalah neural, neuroimun, dan neuroendokrin. Beberapa faktor psikososial yang berhubungan yaitu kehidupan awal, genetik, dan lingkungan mempengaruhi perkembangan psikososial dan disfungsi saluran cerna.

Mengenali stressor psikososial adalah langkah awal yang baik memulai psikoterapi Konseling mengajak pasien mengubah pola pikir terhadap masalah yang dihadapi, perilaku, dan caracara mengatasi stress yang sesuai dengan cara terbaik dan cocok bagi pasien Jenis psikoterapi yang dianjurkan adalah terapi perilaku dan kognitif (cognitive behavioral therapy atau CBT), psikoterapi individual, hypnosis, dan latihan relaksasi/stress manajemen. Psikoterapi bukanlah menjejali pasien dengan nilai-nilai (value) kita mengenai cara menghadapi masalah, tetapi dengan kemampuan dan kondisi pasien, kita bisa mengoptimalkan mekanisme coping pasien dalam menghadapi masalah.

Psikoterapi

Pasien harus sadar bahwa gejala gastrointestinal yang dialaminya merupakan dampak dari masalah psikososial yang terjadi. Ia sadar penuh bahwa kondisi ini (IBS) bisa disembuhkan dengan pengobatan yang dijalankan. Kepercayaan ini akan membantunya untuk benar-benar sembuh. Perasaan optimis dan mekanisme coping muncul dari pengetahuan yang bisa diperoleh dari CBT. CBT dapat dilakukan antara satu dokter dan satu pasien, atau dalam kelompok (bersama-sama). teknik hipnosis yang belum banyak dipelajari memperbaiki kondisi Harapan dari psikoterapi adalah dapat membuat pasien mengetahui apa dan bagaimana penyakitnya terjadi, serta cara-cara memperbaiki gejala IBS keluhan menghilang & kualitas hidup meningkat sifat psikoterapi dan obat-obatan yang diberikan adalah individual, artinya tidak bisa disamakan antar-pasien

Psikosomatik Bisa Disembuhkan


Walaupun kesannya penyakit kronis, sebenarnya psikosomatik bisa disembuhkan. Obati gangguan dasarnya !

Terima Kasih