P. 1
Teori Dan Hukum Konstitusi

Teori Dan Hukum Konstitusi

|Views: 43|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhedy Edone
Teori Dan Hukum Konstitusi
Teori Dan Hukum Konstitusi

More info:

Published by: Dhedy Edone on Nov 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

0leh

MAC¬MuL AL RA3¥lL
Ni'matul ¬uda, 2003,uuu 1945 oan uagasan
4manoemen u|ang,1akarta:Rajawali Pers.
0uilermo, 0'Lonnel, Phillepe C.3ohimitter & Laurenoe
whetehead (Lds.), 1936,1rans|r|on from 4urhor|rar|an
ru|e. lrospeof for uemoorao,.
¬ans Kelsen, 1973, uenera| 1heor, of |aw ano Srare,
New ¥ork: Rusell & Rusell
Lahlan 1aib, dkk, 1999, 1eor| & |ukum ronsr|rus| ,
1akarta:Raja0rafindo Perkasa
1imly Asshidiqie, 2005, ronsr|rus| & ronsr|rus|ona||sme,
1akarta: Konspress
¬arun Al Rasyid, 1985, |ukum 1aranegara ru||ah ujoko
Surono, 1akarta: 0halia
Cl.3trong, 2006, ronsr|rus| lo||r|k Mooern, Bandung :
Nuansa & Nusamedia
3lamet Mulyono, 1974, Negara rerragama, 1akarta:
Bhratara
3lamet Mulyono, 1965, Menuju lunoak remegahan,
1akarta: Balai Pustaka
1aoques 0odeohot, 1985, levo|us| o| uun|a Barar ,
¥ogyakarata: 0ama Press
1erome 3amuael & 3idney Peyroles, uua 4bao
lerkembangan uuu lerano|s, ¥ogyakarta: Luta
waoana Press
BN Marbun, 1983, uemokras| 1erman, 1akarta: 3inar
¬arapan
Amzulian Rifai, 1994, lenganrar ronsr|rus| 4usrra||a,
1akarta:0ramedia
Pipit R. Kartawidjaja, 2006, Pemerintah Bukanlah Negara,
3urabaya: ¬erb Publising
Anhar 0onggong, 2002, Menengok Sejarah ronsr|rus| ,
¥ogykarta: 0mbak
Ahmad 3yahrial, 2007, lerao||an ronsr|rus| , 1akarta:
Pradnya Paramita
KC. wheare, 2005, ronsr|rus| Mooern, 3uraBaya:Lureka
Lenny lndrayana, 2005, 4manoemen 2005, Bandung:Mizan
Abdul lattah, 2004: rewargaan ua|am |s|am, 3urabaya
LPAM
Bintan Regen 3aragih, 2006, lerubahan, lengganr|an,
oan lenerapan uuu o| |noones|a, Bandung: utomo
A.v. Lioey, 2007, lenganrar Sruo| |ukum ronsr|rus|,
Bandung: Nusamedia
1aufiqurahman 3yahuri, 2004, |ukum ronsr|rus| ,
1akarta: 0halia
K13P PKN
3itus internet terkait (www. oivioed. org)
blog: maohmud.staff.fkip.uns.ao.id
Mendeskripsikan pengertian dan ruang lingkup
konstitusi
Materi Pokok : 1. Pengertian konstitusi
2. Maksud, fungsi, & tujuan
Konstitusi
3. lsi Konstitusi
4. laktor Laya lkat Konstitusi
5. Klasifikasi, 1enis, dan 3ifat
Berasal bhs Peranois ¨oonsr|ruer" berarti
membentuk (Pembentukan suatu negara atau
menyusun dan menyatakan suatu negara).
Berasal bhs lnggris ¨oonsr|rur|on" bisa
diartikan sama dengan uuL atau uronower
(bhs Belanda) bisa dalam arti yang lebih luas,
karena meliputi semua peraturan baik yang
tertulis maupun tidak tertulis yang mengikat
oaraoara bagaimana pemerintahan diselengga
rakan dalam masyarakat.
Berasal bhs Latin ¨oume" dan ¨sraruere".
Cume breerarti ¨bersama oengan.´,
sedangkan 3tatuere berasal dari ¨sra" (yang
membentuk) dan Srare (berdiri). Berarti
Konstitusi diartikan sebagai membuat sesuatu
agar berdiri atau mendirikan/menetapkan. 1adi
¨0onsr|rur|o" (bentuk tunggal) berarti
menetapkan sesuatu seoara bersama sama.
Lan ¨0onsr|rur|ones" (jamak) berati segala
sesuatu yang telah ditetapkan.
L.1.van Apeldorn : uuu atau uronower adalah
bagian tertulis dari Konstitusi.
0liver Cromwell : uuL sebagai ¨|nsrrumenr of
uovernmenr" atau pegangan untuk
memerintah.
3ri 3umantri : Konstitusi sama dengan uuL.
L.C.3. wade : uuL adalah naskah yang
memaparkan rangka dan tugas pokok dari
badan pemerintahan suatu negara dan
menentukan oara kerjanya.
¬erman ¬eller & l. Lassalle, konstitusi terdiri 3
bagian : 1. u|e lo||r|sohe verfassung a|s gese||
sohaf||oh w|rk||ohke|r (menoerminkan kehidu
pan politik di dlm masyarakat sebagai suatu
kenyataanpengertian politissosiologis).2. u|e
verse|bsrano|gre reohrsvervassung (kaidah yg
hidup dalam masyarakat pengertian yuridis). 3.
u|e geshere|ben verfassung (naskah yang
ditulis sbg uu tertinggi yg berlaku dalam suatu
negara). 1adi uuL itu sebagian dr Konstitusi.
l. Lassalle dalam bukunya yang lain mengarti
kan Konstitusi : 1. Pengertian 3oisologis atau
politis (sintesa faktor yg nyata dalam masy, spt
Raja, Parlemen, kabinet, Kelompok Penekan,
Partai Politik, dll). 2. Pengetian ¥uridis (suatu
naskah yang memuat semua bangunan negara
dan sendisendi pemerintahan.
1ames Bryoe yg dikutip Cl 3trong:kerangkan
negara yang diorganisasi dengan dan melalui
hukum, berupa penetapan :
1.Pengaturan tentang pendirian lembaga
lembaga yang permanen,
2.lungsi alatalat kelengkapan,
3. ¬akhak tertentu yang telah ditetapkan.
• Cl 3trong : suatu kumpulan asas asas yang
menyelenggarakan :1. Kekuasaan pemerintah
an dlm arti luas, 2.¬akhak dari yang diperintah
3. ¬ubungan antara pemerintah dan yang
diperintah termasuk hak asasi manusia.
0iovanni 3artori (1997) kata oonstitutio dlm
bahasa Latin 1lLAK ALA KAl1ANN¥A dengan
apa yang kita sebut 'konsr|rus|'. Li Romawi
Kuno oonstitutio berati tindakan pemerintah
ttt. Pada pertengahan abad 17, dokumen
tertulis yg berisi prinsip organisasi
pemerintahan disebut perjanjian, instrumen,
kesepakatan, dan hukum dasar. Lan tidak
pernah disebut K0N31l1u3l. Charles ¬oward
Mollwain (1947) definisi modern konstitusi ada
akhir abad 18.
K.C. wheare (1958) istilah Konstitusi diartikan
sekumpulan prinsip fundamental pemerintah
an yang baru mulai digunakan ketika Amerika
mendeklarasikan konstitusinya tahun 1787.
1homas Paine (1972) berpendapat bahwa
sebuah konstitusi bukanlah tindakan suatu
pemerintah tetapi tindakan rakyat yang
membentuk sebuah pemerintahan, dan
pemerintahan tanpa konstitusi adalah
kekuasaan tanpa hak.
3l. liner, vernon Bogdanor, & Bernard Rudden
(1995) Konstitusi adalah seperangkat norma yang
bertujuan mengatur pembagian fungsi fungsi
kekuasaan serta tugastugas diantara berbagai
agenagen dan kantorkantor pemerintah, serta
membatasi hubungan antar agen dan kantor itu
dengan masyarakat.
Lenny lndrayana (2007) Perlindungan hak asasi
manusia harus disebutkan seoara ekspli sit dalam
konstitusi, bila tidak peluang pelanggaran akan
meningkat.
Masa peralihan negara lL0LAL M0NARK¬l atau
0ligarkhi ke Negara Nasional Lemokrasi,
Konstitusi dimaksudkan sebagai ¨benreng
pem|sah anrara penguasa oan rak,ar " beralih
menjadi ¨a|ar rak,ar oa|am perjuangan kekuasan
me|awan go|ongan penguasa´.
Pada masa Lemokrasi Konstitusional, konstitu si
dimaksudkan untuk membatasi kekuasaan
pemerintah sehingga tidak sewenang wenang,
dan hak warganegara terlindungi atau biasa
disebut K0N31l1u3l0NALl3ML
A.A.¬. 3truyoken yg dikutip 3ri 3oemantri
(1996) :
1.¬asil perjuangan politik bangsa waktu lalu,
2.1ingkat tertinggi perkembangan ketatanega
raan bangsa,
3.Pandangan tokoh bangsa yg hendak diwujud
kan, untuk masa sekarang dan y.a.d,
4.Keinginan ttg perkembangan kehidupan ketata
negaraan yg akan dipimpin.
1.0. 3teenbeek yg dikutip 3ri 3umantri (1996):
1. 1aminan thd ¬AM dan warganya,
2. 3usunan ketatanegaraan yg fundamental,
3. Pembagian dan pembatasan tugas ketatane
garaan yang bersifat fundamental.
Miriam Budiardjo (1984):
1. 0rganisasi negara,
2. ¬AM,
3. Prosedure Perubahan,
4. (Mungkin) Larangan mengubah sifat tertentu
Ann 3tuart Liamond (1980) :¬endak mewujud
kan nilainilai dan prinsip2 demokrasi,
3tephen Breyer (2002): suatu kerangka kerja
yg mengatur ,
1. 3wapemerintahan yg demokratis,
2. Pembagian kekuasaan,
3. ¬arkat dan martabat individu,
4. Kesetaraan dihadapan hukum,
5. 1he lu|e of |aw.
Lenny lndrayana (2007),
1. Pemisahan Kekuasaan,
2. Perlindungan terhadap ¬AM.
1an Lriok Lane (1996):
1. ¬AM,
2. Pemisahan Lembaga Kekuasaan
¥ang dimaksud faktor disini adalah sebab 2
warganegara bersedia untuk taat kepada kons
titusi. laktor tersebut adalah :
1. A3PLK ¬uKuM :
a. Mengikat, karena ditetapkan oleh Badan
atas nama rakyat yang berwenang mem
bentuk hukum yg di dalamnya terkandung
ketentuan sanksi yg diatur lebih lanjut
dlm
uu organik (KC.whearePositivisme).
3edangkan Lippellius dengan berdasarkan
konsep Negara ¬ukum (Reohtstaat) dikatakan
bahwa konstitusi merupakan alat untuk mem
batasi kekuasaan, krn di dlmnya terkandung
jaminan ¬AM, pembagian kekuasaan, penye
lenggaraan negara berdasar uu, dan pengawa
san yudisial. lni berarti antara pemahaman ne
gara hukum dan konstitusi adalah sama.
2. A3PLK P0Ll1lK: Karena hukum itu merupakan
produk politik, sehingga setiap produk hukum
merupakan kristalisasi pemikiran atau proses poli
tik. Menurut Mulyana w. Kusuma, dikatakan bah
wa hukum merupakan sarana kekuasaan politik
dengan indikasi negara sebagai suatu organisasi
kekuasaan mempunyai kompetensi untuk menoip
takan keadaan dimana rakyat dpt memenuhi ke
butuhannya dg maksimal.
3. A3PLK M0RAL : karena konstitusi
ditetapkan berdasarkan nilai nilai moral dan
bahkan kons titusi merupakan landasan
fundamental tidak boleh bertentangan dengan
nilainilai universal dari etika moral. Lengan
demikian moral mem punyai kedudukan yg
lebih tinggi dr konstitusi. Maka konstitusi yang
bertentangan dg etika moral dapat disimpangi,
jika menopang etika moral maka mempunyai
daya berlaku ditengah masyarakat.
KC w¬LARL:
1. Konstitusi tertulis dan tidak tertulis
2. Konstitusi lleksibel dan Rijid
3. Konstitusi Lerajat tinggi dan 1idak 1inggi
4. Konstitusi 3erikat dan Kesatuan
5. Konstitusi 3istem pemerintahan presidensi
al dan Konstitusi sistem pemerintahan
parlementer
Mendeskripsikan sejarah gagasan Konstitusi
MA1LRl P0K0K :
1. 0agasan Klasik
2. 0agasan Abad Pertengahan
3. 0agasan Abad 19
4. Konstitusi Majapahit
1. K0N31l1u3l ¥uNANl:
a. 3parta:
Pemerintahannya oligarkhi militer
3istem Kasta sangat kuat:
Citizens/orang2 3parta 510º penduduk
(penguasa & tentara),
¬elot (tani, buruh tani yg menjadi pelayan orang
3parta),
Perioikai (orang yg tinggal di pinggiran/sub urban
bisa petani, pertambangan, pedagang, tetapi suka
kebebasan).
¬elot dan Perioikai tidak punya hak politik.
Lembaga negara yg ada : Raja, Lewan Penase
hat dg anggota penduduk yg terkenal,
5 Lphor/pengawas yg dipilih setiap tahun,
1 Majlis yg terdiri semua penduduk yg meme
gang kekuasaan legislatif seoara terbatas.
b. Athena : Masa 3olon
Aristokrat mengambil alih kekuasaan politik dr
Raja dan mensahkan kekuasaan oligarkhis
(621 sm),
1ahun 59 sm aristokrat menanamkan kekuasa
an kepada 1 orang yakni 3olon.
0rgan pemerintah masa 3olon:
Assembly (Majlis): anggotanya semua warga
negara yg membayar pajak.
Arohon: isinya 9 pejabat eksekutif yg dipilih oleh
Majlis setiap 1 tahun/sekali.
Counoil of the Aeropagus, yg terdiri para bekas
Arohon yg memegang wewenang membuat polioy,
dan sekaligus pemegang kekuasaan yudikatif.
3yarat menjadi Arohon sangat keras, sehingga
hanya aristokrat besar saja yg dpt dipilih.
Arohon terbuka untuk pengusaha sukses, ttp
warga miskin tetap 1lLAK mempunyai hak pilih.
Li kesempatan lain, wewenang Aeropagus dikura
ngi, dg menoiptakan pengadilan2 populis.
Athena : masa Perioles (1,5 abad sesudah
3olon):
Kekuasaan Legislatif berada di tangan
¨Citizens" & terakumulasi di Assembly. Bersi
dang 10 kali dlm setahun, bahkan 1 dlm 10 hr
untuk memungut suara sebelum suatu uu di
undangkan & memilih pejabat eksekutif.
Kekuasaan eksekutif di tangan negarawan
amatir, yaitu penduduk seoara bergiliran.
Negara/Polis terdiri dari 100 demes.
Citizens dalam setiap demes memilih anggota
organ eksekutif utama, yakni suatu dewan 500
organ yg terdiri 10 komite, masing 2 memiliki
50 anggota, dan masingmasing menangani
urusan negara selama 10 tahun. Pemilihan ini
untuk menentukan manajemen di Militer &
¬ukum.
Pertisipasi langsung penduduk dlm tugas peme
rintahan, yaitu eksekutif, yudikatif, & legislatif
Petani pedesaan yg jauh dr kota sering tdk bisa
ikut bersidang, sehingga orang kota oenderung
mendominasi.
wanita tidak memiliki hak politik.
Penduduk Athena 315 rb jiwa= 170 rb pendu
duk asli, dengan 30 rb dewasa laki 2, shg
memiliki kewarganegaraan efektif. 115 rb
budak, & 30 rb metios/oampur (penduduk
asing, jd sama dg Periokoi 3parta yg tinggal di
Athena.
2. K0N31l1u3l R0MAwl
Awalnya hanya negara kota, tetapi berkembang
menjadi sistem monarkhi. Kata 1ames Bryoe ¨dari
sebuah republik yg setengah aristokratis dan
setengah demokratis menjadi despotisme "
Konstitusi Romawi awalnya bukan sebuah ins
trumen tertulis, ttp kumpulan preseden dlm
ingatan, atau teroatat seoara tertulis, kumpulan
keputusan pengaoara/negarawan, adat istiadat
,kebiasaan, pengertian dan keyakinan yg
berhubungan dg metode pemerintahan ditambah
sejumlah ttt uu.
Awalnya monarkhi, ttp 500 sm rajanya diturun kan
dg paksa. Republik mulai munoul, disusul dg
perebutan kekuasaan antar golongan (larr| o|an-
bangsawan, dan p|ebeo|ansburuh/tani) selama
200 th sampai 300 sm dg ditetapkan p¦ersamaan
hak thd rakyat jelata yg dilindungi oleh pejabat
eksekutif, yaitu 1r|bunes.
Pembagian kekuasaan adalah:
1.Llemen Monarkhi, berasal dr tangan raja yg
berfung si sebagai penasehat. 1umlahnya ada 2
dan dipilih setiap tahun dan masing 2 memiliki
hak veto.
2.Llemen Aristokratis, yaitu 3enat suatu majlis
yg memiliki kekuasaan legislatif,
3.Llemen Lemokratis, berupa pertemuan 2
rakyat dlm 3 jenis konvensi yg dibagi berdasar
tanah atau rakyat ( Cury, Century, atau 3uku
Bangsa).
¥uLlu3 CAL3AR menaklukkan P0MPL¥ th 48
sm dan 3enat mengakui ketidakmampuannya
sendiri dg menjadikannya sebagai Liktator
seumur hidup. Lahir lah lMPLRluM.
Kitab hukum kumpulan Kaisar 1ustinian (538 565
M) berupa lN31l1u3 dan Ll0L31.
Praktek lmperium:¬ak kaisar adalah hasil
penyerahan hak2 rakyat yg diperbaharui tiap
pergantian peme gang jabatan:
3ejak kaisar pertama (Agustus 31 3M14 M)
kaisar juga sebagai hakim, krn hakim Romawi spt
PLNA3L¬A1 dan PRLA10R seolah juga me
nyerahkan dlm prakteknya pada Kaisar.
3enat juga bersidang, ttp hanya sebuah lembaga
PLN0L3A¬AN kehendak Kaisar.
Pengaruh Konstitusionalisme Romawi:
1.¬ukum Romawi berpengaruh thd hukum Lropa
Kontinental,
2.Keointaan bgs Romawi akan ketentraman dan
kesatuan sangat kuat, sehingga terobsesi dg
gagasan kesatuan politik dunia,
3.Konsep 2 sisi kedaulatan legal kaisar:
Kesenangan hati kaisar adalah hukum, dam
Kekuasaanya dianggap berasal dr rakyat yg
sdh diserahkan kepadanya.
1. ¬0L¥ R0MAN lMPlRL.
Romawi terpeoah dlm Romawi Barat/Bisantium
dan 1imur di Konstantinopel. 1imur direbut 1urki
th 1453 M.
Bangsa ¨Barbar" menghanourkan ke universal an
hukum Romawi
¬oly Roman Lmpire (Romawi Barat) munoul dg
Alexander Agung th 800 M, dan berubah jadi
1erman setelah di in vasi bangsa 3kandinavia
(linlandia, Norwegia).
Akhirnya Lropa munoul leodalisme.
Ciri leodalisme adalah :
1.Pembagian negara menjadi unit 2 keoil dg
asumsi ¨setiap orang harus punya penguasa",
shg berbentuk piramida dg kaisar di punoaknya
2.Kaisar dianggap sebagai ¨0od's vassal" atau
pengikut tuhan. Llm hal ini kejahatan feodalis
me adalah sedemikian banyaknya kekuasaan
yg diberikan pada Baron2 tinggi dan merasa
terhambat saat negara kesatuan bangkit.
0erakan feodalisme terjadi di pinggiran Lropa
Barat, yaitu lnggris, Peranois, & 3panyol dg ting
katan yg lebih rendah.
Akibatnya Lropa terpisah dlm 2 sistem, yaitu
Lropa Barat (lnggris, Peranois, & 3panyol) yg ti
dak terlalu dipengaruhi oleh ¬oly Roman
Lmpire dan 1erman ltalia yang lebih dikusai
¬oly Lmpire Roman. Lengan demikian, 0ereja
Katolik berpengaruh besar terhadap 1erman &
ltalia, sedangkan Lropa Barat menentangnya.
2. K0N31l1u3l MALlNA¬:
a. Montgomery watt (1964) = 1he Constitution of
Medina
b. R.A.Nioholson (1969) = Charter
o. Phillips K. ¬itti (1973) = Agreement
¥aitu persetujuan antara Nabi Muhammad 3Aw
Lg wakil2 penduduk kota Madinah. Komunitas
ltu sebanyak 13 dan berjumlah 47 pasal ketentu
an.
Negaranya adalah Negara Kota
Masyarakatnya Plural dalam arti Agama,
Keturunan, dan geografis
Pemimpinnya 1unggal, tetapi ada musyawarah
dengan pemimpin2 kelompok atau komunitas
tersebut.
Komposisi warganegara dlm 3 kelompok :
1. Kaum Muslimin: Muhajirin & Anshar: 1.500 -
mayoritas.
2. Kaum Mushrik Arab: 4.500
3. Kaum ¥ahudi: 4.000 Minoritas
Pasal 1 : |nnahum ummarun wah|oaran m|n
ouun| a|-naas (sesungguhnya mereka adalah
umat yg satu, lain dari (komunitas) manusia yg
lain).
Pasal 25: Kaum ¥ahudi dari Bani 'Awf adalah
satu umat dengan kaum mukminin. Bagi kaum
¥ahudi agama mereka, dan bagi kaum mukmi
nin agama mereka. 1uga (kebebasan ini berla
ku juga) bagi sekutu2 dan diri mereka sendiri
keouali bagi yg Lalim dan jahat.
K0N31l1u3l MA1APA¬l1
1. Bukan negara kota/lmperium
2. Masyarakatnya tunggal (satu Agama)
3. Monarkhi
4. Libentuk Lembagalembaga Negara.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->