Anda di halaman 1dari 12

DILEMA NUTRISI DALAM PERSPEKTIF KEPERAWATAN TRANSKULTURAL

KELOMPOK 2

dosen: masniah, S.Kep.,Ns

Definisi
Keperawatan Transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada analisis dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger, 1978). Johnson (1990) menyatakan dilema merupakan keadaan yang terdiri dari dua pilihan yang seimbang, dengan kata lain dilema merupakan keadaan yang dihadapkan pada persimpangan yang serupa atau bercabang dengan petunjuk yang tidak jelas.

Dilema nutrisi merupakan suatu keadaan yang terdiri dari dua pilihan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan bagi seorang perawat maupun klien dalam pemberian asuhan keperawatan pemenuhan nutrisi bagi klien.

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi


Faktor yang meningkatkan kebutuhan nutrisi antara lain sebagai berikut: (Asmadi. 2008) Faktor pertumbuhan yang cepat, seperti bayi, anak-anak, remaja, dan ibu hamil. Selama perbaikan jaringan/ pemulihan kesehatan karena proses suatu penyakit. Peningkatan suhu tubuh. Setiap kenaikan suhu 10 F, maka kebutuhan kalori meningkat 7%. Aktivitas yang meningkat. Stres. Sebagian orang akan makan sebagai kompensasi karena mengalami stres. Terjadi infeksi.

Faktor yang menurunkan kebutuhan nutrisi antara lain sebagai berikut: (Asmadi. 2008) Penurunan laju pertumbuhan, misalnya pada lansia. Penurunan basal metabolisme rate (BMR). Hipotermi. Jenis kelamin. Umumnya kebutuhan nutrisi pada wanita lebih rendah dibandingkan laki-laki. Hal ini karena pada wanita BMR-nya lebih rendah dibandingkan BMR laki-laki. Gaya hidup pasif. Bedrest.

Faktor yang Mempengaruhi Permasalahan Nutrisi


Perkembangan Jenis Kelamin Etnis dan Budaya Kepercayaan Mengenai Makanan Preferensi Personal Praktik keagamaan Gaya hidup Obat dan terapi Kesehatan Penyalahgunaan alkohol Periklanan Faktor psikologis

Pengaruh Kekurangan Nutrisi dalam Suatu Kebudayaan


Pengaruh Kekurangan Nutrisi dalam Suatu Kebudayaan Pertumbuhan Produksi tenaga Pertahanan tubuh Stuktur fungsi otak Perilaku Akibat gizi lebih pada proses tubuh

Peran perawat
Praktik keperawatan meliputi empat area yang terkait dengan kesehatan (Kozier dan Erb, 1990), yaitu: Peningkatan kesehatan (health promotion)

Pencegahan penyakit Pemeliharaan kesehatan (health maintenance) Pemulihan kesehatan (health restoration Perawatan pasien menjelang ajal.

Peran perawat dalam upaya peningkatan kesehatan meliputi hal-hal berikut ( Kusnanto. 2004): Bertindak sebagai model peran dalam berperilaku serta bergaya hidup sehat. Mengajarkan klien tentang strategi keperawatan dan usaha menigkatkan kesehatan, misalnya dengan cara perbaikan gizi, pengendalian stres, usaha untuk membina hubungan yang baik dengan sesama. Mempengaruhi klien untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Menunjukkan klien cara pemecahan masalah yang tepat dan mmengambil keputusan yang efektif. Menguatkan perilaku peningkatkan kesehatan pribadi dan keluarga

Pemecahan masalah
Program ahli gizi Perawat sebagai pendidik Departemen kesehatan Kebijakan pangan dan gizi Advokasi dan kebijakan evidence

Terima kasih